Buyaathaillah's Blog

November 27, 2018

Mudzakarah Tertib, Dzikir, dan Doa Melunasi Hutang

Filed under: Tak Berkategori — Buya Athaillah @ 4:04 am

Tertib melunasi hutang dan riba :

1. Taubat
2. Azam dan Jijik dengan Riba
3. Ubah Mindset Jangan Riba
4. Likuidasi Asset
5. Stop dan Tutup Credit Card
6. Evaluasi : Income > Outcome
7. Catat Hutang dan Buat Prioritas
8. Buat Anggaran Pelunasan
9. Cari Pemasukan Tambahan
10. Hidup Sederhana
11. Disiplin Keuangan
12. Tingkatkan sedekah dan puasa
13. Perbanyak Istighfar dan Doa

Jaga Sholat :

1. Dhuha 4 rakaat 2 salam

2. Sholat Tobat

3. Sholat Hajat hutang 6 rakaat. Sholat 1 : alfalaq 10 rakaat pertama dan al kafirun 10 kali rakaat kedua. Lalu sholat hajat berikutnya : al ikhlas 3x dan al jaljalah 3x rakaat kedua. Sholat berikutnya al asr 3x dan attakasur 3x. Ketika sujud baca sahlul yasir 7x. Lalo doa minta dilunasi hitang di sujud terakhir

Wirid Istighotsah Hutang :

1. LAA ILAAHA ILLAA ANTA SUBAHAANAKA INNII KUNTU MINDH-DHOLIMIIN (1000 x)

2. LAA HAULA WALAA QUWWATA ILLAA BILLAAHIL ‘ALIYYIL ADZIIM sebanyak 300

3. ALLAAHUMMA MAALIKAAL MULKI TU’TII AL MULKA MAN TASYAAU WATANZI’U ALMULKA MIMMAN TASYAAU WATU’IZZU MAN TASYAAU WATUDZILLU MAN TASYAAU BIYADIKA ALKHAYRU INNAKA ‘ALAA KULLI SYAY-IN QADIIRUN.

TUULIJU ALLAYLA FII ALNNAHAARI WATUULIJU ALNNAHAARA FII ALLAYLI WATUKHRIJU ALHAYYA MINA ALMAYYITI WATUKHRIJU ALMAYYITA MINA ALHAYYI WATARZUQU MAN TASYAAU BIGHAYRI HISAABIN

(3:26-27)

ARTINYA :

“Wahai Tuhan Yang mempunyai kerajaan, Engkau berikan kerajaan kepada orang yang Engkau kehendaki dan Engkau cabut kerajaan dari orang yang Engkau kehendaki. Engkau muliakan orang yang Engkau kehendaki dan Engkau hinakan orang yang Engkau kehendaki. Di tangan Engkaulah segala kebajikan. Sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu”.

Engkau masukkan malam ke dalam siang dan Engkau masukkan siang ke dalam malam. Engkau keluarkan yang hidup dari yang mati, dan Engkau keluarkan yang mati dari yang hidup. Dan Engkau beri rezki siapa yang Engkau kehendaki tanpa hisab (batas).

4. Ya ghani Ya mughni Ya Rozaq Ya Wahhab 100x

5. Hasbiyallohu Laa Ilaaha Illaa Huwa ‘Alaihi Tawakkaltu Wahuwa Robbul’arsyil ‘Adziim

Keutamaan: Dibaca setiap pagi dan sore sebanyak 7 kali, Allah akan mencukupkan kebutuhannya pada hari itu.

6. La illaha illallahu al malikul haqqun mubin 100x

7. Ya latifu 100x

8. Di wiridkan :
Hasbiayallaahu Liddiini, hasbiayallahu liddunyaa, hasbiyallahu limaa ahammani, hasbiyallahu limam bagha allayya, Hasbiyyallahu liman kaadani bisuu’iw wala haula wala quwwata illabillah

Cukuplah Allah sebagai penolongku : dalam agama, dalam kesusahan, thd org yg aniaya, thd org yg mau tipi daya. Dan tiada kekuatan selain pertolongan dr Allah swt.

9. Dzikirkan :

Subhanal munaffisi ankuli madyun
Subhanal mufarriji ankulli mahzuun
Subhaanal man kaana amruhu bainal kaafi wannun
Subhana man idza araada syai’an ayyaquula lahu kun fayakun.

Yaa mufarrijal hummumi waya hayyu yaa qayyuum

Allahumma shalli ala sayyidina muhammadiw wa alaa aalihi wa shabihi wassalim

Doa Pelunasan Hutang

1. ALLAHUMMA INNI A’UDZU BIKA MINAL MA’TSAMI WAL MAGHROM

(Ya Allah, aku berlindung kepadamu dari berbuat dosa dan banyak utang).”

2. Alloohummak finii bi halaalika an haroomika, wa aghninii bi fadhlika amman siwaaka

(Ya Allah cukupkanlah diriku dengan yang halal dari sisi-Mu. Cukupkanlah aku dengan karunia-Mu sehingga aku tidak butuh lagi kepada siapa pun selain Engkau. )

3. Alloohumma innii a’uudzubika minal hammi wal hazni wa audzubika minal adjzi wal kasali wal jubni wal bukhli wa audzubika minal gholabatid dair wa kahril rijal

(Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari kesusahan, kesedihan, kemalasan, kekikiran, dan dari lilitan utang, serta kekangan dari banyak orang.)

4. Alloohumma faarijal hamm, wa kaasyifal ghamm, wa mujiiba dawatil mudhthorriin, rohmaanad dunyaa wal aakhiroti wa rohiimahumaa, anta tarhamunaa farhamnii birohmatin yughniinii bihaa an rohmatin man siwaaka.

“Ya Allah, yang menghilangkan kesusahan, yang menjauhkan kesedihan, mengabulkan doa orang-orang yang terdesak, Engkau Maha Pengasih lagi Maha Penyayang di dunia dan akhirat; Engkau yang memberi rahmat kepada kami maka limpahkanlah rahmat kepadaku sehingga aku tidak mengharapkan rahmat kepada siapa pun selain Engkau.” (HR. Hakim)

5. Allahumma robbas-samaawaatis sab’i wa robbal ‘arsyil ‘azhiim, robbanaa wa robba kulli syai-in, faaliqol habbi wan-nawaa wa munzilat-tawrooti wal injiil wal furqoon.

A’udzu bika min syarri kulli syai-in anta aakhidzum binaa-shiyatih.

Allahumma antal awwalu falaysa qoblaka syai-un wa antal aakhiru falaysa ba’daka syai-un, wa antazh zhoohiru fa laysa fawqoka syai-un, wa antal baathinu falaysa duunaka syai-un, iqdhi ‘annad-dainaa wa aghninaa minal faqri.

Artinya:

“Ya Allah, Rabb yang menguasai langit yang tujuh, Rabb yang menguasai ‘Arsy yang agung, Rabb kami dan Rabb segala sesuatu. Rabb yang membelah butir tumbuh-tumbuhan dan biji buah, Rabb yang menurunkan kitab Taurat, Injil dan Furqan (Al-Qur’an).

Aku berlindung kepadaMu dari kejahatan segala sesuatu yang Engkau memegang ubun-ubunnya (semua makhluk atas kuasa Allah).

Ya Allah, Engkau-lah yang awal, sebelum-Mu tidak ada sesuatu.
Engkaulah yang terakhir, setelahMu tidak ada sesuatu. Engkau-lah yang lahir, tidak ada sesuatu di atasMu. Engkau-lah yang Batin, tidak ada sesuatu yang luput dari-Mu.

Lunasilah utang kami dan berilah kami kekayaan (kecukupan) hingga terlepas dari kefakiran.” (HR. Muslim no. 2713)

6. Allahumma laa sahla illa maa ja’altahu sahlaa, wa anta taj’alul hazna idza syi’ta sahlaa”

artinya: Ya Allah, tidak ada kemudahan kecuali yang Engkau buat mudah. Dan engkau menjadikan kesedihan (kesulitan), jika Engkau kehendaki pasti akan menjadi mudah

7. Ya haiyyu ya qhoiyyum birohmatika astaghisthu asslaihhli sha’ni kullahu wala takilni ila nafsi torfataa’in”

Wahai tuhan yang hidup dan berdiri sendiri. Dengan rahmat dan kasih sayangMu aku memohon pertolongan dan janganlah Engkau Serahkan urusanku kepada diriku sendiri walaupun hanya sekelip mata dan perbaikilah setiap urusanku…”

8. Robbi inni liman anzalta illayya min choiri fakiir. Allahumna yaa lathifu asalukal luthfa filma jarat bihil maqaadiru

Ya Allah sesungguhnya aku sangat berhajat kepada pertolonganMu. Wahai Allah dzat yg maha penyantun aku memohon santunanmu atas keadaan ku ini

9. Ya khoiro mad’uwwin, wa yaa khoiro mas-uulin, wa yaa ausa’a man a’thoo, wa yaa khoiroo murtajaa, urzuqnii wa ausi’ ‘alayya min rizqika, wa sabbib lii rizqon min qibalika, innaka ‘alaa kullii syai-in qodiir.

“Wahai sebaik-baik Yang Diseru, wahai sebaik-baik Yang Diminta, wahai Yang paling luas dalam memberi, wahai sebaik-baik Yang Diharapkan, berilah aku rezeki dan lapangkanlah rezeki-M kepadaku, dan berilah aku jalan untuk mendapatkan rezeki (bisnis yang jaya) dari sisi-Mu. Sesungguhnya, Engkau Mahakuasa atas segala sesuatu.”

10. Alloohumma innii as-aluka robbas samaawaati wal ardhi, ‘aalimal ghoibi wasy syahaadatil kabiiril muta’aalii, alhannaanal mannaan, dzal jalaali wal ikroom, an taf ‘ala bii ……

“Ya Allah, sungguh aku memohon kepada-Mu, Tuhan Pemelihara langit dan bumi, Yang mengetahui segala yang gaib dan yang nyata, Yang Mahabesar dan Maha tinggi, Yang Maha Pengasih dan Maha Pemurah, Yang Maha Memiliki Segala Keagungan dan Kemuliaan, gerakkanlah (takdirkan) aku untuk ………… (ungkapkan dalam benak apa yang diminta atau sebutkan secara lisan dengan bahasa sendiri). ”

11. Alloohumma innii as-alukats tsabaata fil amri, wal ‘aziimata ‘alar rusydi, wa as-aluka syukro ni’matika, wa as-aluka husna ‘ibaadatika, wa as-aluka qolban saliiman, wa as-aluka lisaanan shoodiqon, wa as-aluka min khoiri maa ta’lamu, wa astaghfiruka lima ta’ lamu innaka anta ‘allaamul ghuyuub.

“Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kepada-Mu ketegaran dalam menghadapi permasalahan dan memohon agar Engkau berkenan memberikan petunjuk. Aku memohon kepada-Mu agar aku dapat mensyukuri nikmat-Mu. Aku memohon kepada-Mu agar giat beribadah kepada-Mu. Aku memohon kepada-Mu hati yang bersih dan lisan yang jujur. Aku memohon kepada-Mu kebaikan yang Engkau ketahui dan aku berlindung kepada-Mu dari keburukan yang Engkau ketahui. Aku juga memohon kepada-Mu curahan ampunan dari segala dosa yang Engkau ketahui, karena hanya Engkaulah yang Maha Mengetahui segala yang gaib.”

(HR. Tirmidzi, Nasa’i, dan Ahmad)

12. Alloohumma yaa GHONIYYU yaa MUGHNII aghninii ginan abadan wa yaa ‘aziizu yaa MU’IZZU a’izzani bi-i’zaazin’ izzatia qudrotika, wa yaa muyassirol umuuri yassir lii umuurod dun-yaa waddiini yaa khoiro man yurjaa yaa Allooh.

“Ya Allah, Ilahi Mahakaya dan berikanlah kekayaan, beri aku kekayaan abadi. Wahai Dzat yang memudahkan semua urusan, berilah kemudahan kepadaku di dalam semua urusan dunia dan agama, wahai Dzat yang paling diharapkan, ya Allah. “

13. Alloohumma ashlihli lii diinii wa wassi’lii daarii wa baarik lii fii rizqii.

“Ya Allah perbaikilah agamaku (yang menjadi pokok urusanku) lapangkanlah tempat tinggalku, dan berikanlah keberkahan pada rezekiku.”

14. Alloohumma innii as-aluka an tarzuqonii rizqon halaalan waasi’an thoyyiban min ghoiri ta’abin wa laa masyaqqotin wa laa dhoirin innaka ‘alaa kulli syai-in qodiir.

“Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kepada-Mu agar melimpahkan rezeki kepadaku berupa rezeki yang halal, luas dan tanpa susah payah, tanpa memberatkan, tanpa membahayakan dan tanpa rasa lelah dalam memperolehnya. Sesunggunya Engkau berkuasa atas segala sesuatu.”

15. _Allaahumma ahsin ‘aaqibatanaa fil umuuri kullihaa, wa ajirnaa min khizyid-dunyaa wa ‘adzaabil aakhiroh._

Ya Allah, baikkan lah akhir setiap urusan kami, dan lindungi kami dari bencana dunia dan azab akhirat.
(HR. Ahmad 4/181)

HUTANG BISA MENGHANGUSKAN PAHALA AMAL IBADAHMU

Jangan remehkan soal hutang piutang. Bila sudah punya kemampuan jangan ditunda-tunda lagi untuk membayarnya. Dalam Islam, hutang diperbolehkan, namun ada adabnya.

11 ADAB UTANG PIUTANG DALAM ISLAM

✅1. Jangan pernah tidak mencatat utang piutang.

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِذَا تَدَايَنتُم بِدَيْنٍ إِلَىٰ أَجَلٍ مُّسَمًّى فَاكْتُبُوهُ ۚ… سورة البقرة 282

“Wahai orang-orang yang beriman, apabila kalian melakukan utang piutang untuk waktu yang ditentukan, hendaklah kalian menuliskannya.” (QS Al-Baqarah: 282)

✅2. Jangan pernah berniat tidak melunasi utang.

عَنْ رَسُولِ اللَّهِ ﷺ قَالَ ‏‏أَيُّمَا رَجُلٍ يَدَيَّنُ دَيْنًا وَهُوَ مُجْمِعٌ أَنْ لاَ يُوَفِّيَهُ إِيَّاهُ لَقِيَ اللَّهَ سَارِقًا . رواه ابن ماجة 2410

“Siapa saja yang berutang, sedang ia berniat tidak melunasi utangnya, maka ia akan bertemu Allah sebagai seorang PENCURI.” (HR Ibnu Majah ~ hasan shahih)

✅3. Punya rasa takut jika tidak bayar utang, karena alasan dosa yang tidak diampuni dan tidak masuk surga.

أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ ﷺ قَالَ ‏ “‏ يُغْفَرُ لِلشَّهِيدِ كُلُّ ذَنْبٍ إِلاَّ الدَّيْنَ ‏”‏ ‏.‏ رواه مسلم 1886

“Semua dosa orang yang mati syahid diampuni KECUALI utang”. (HR Muslim)

✅4. Jangan merasa tenang kalau masih punya utang.

قَالَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ ‏”‏ مَنْ مَاتَ وَعَلَيْهِ دِينَارٌ أَوْ دِرْهَمٌ قُضِيَ مِنْ حَسَنَاتِهِ لَيْسَ ثَمَّ دِينَارٌ وَلاَ دِرْهَمٌ ‏”‏ ‏.‏ رواه ابن ماجة 2414

“Barangsiapa mati dan masih berutang satu dinar atau dirham, maka utang tersebut akan dilunasi dengan (diambil) amal kebaikannya, karena di sana (akhirat) tidak ada lagi dinar dan dirham.” (HR Ibnu Majah ~ shahih)

✅5. Jangan pernah menunda membayar utang.

أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ ﷺ قَالَ ‏ “‏ مَطْلُ الْغَنِيِّ ظُلْمٌ، فَإِذَا أُتْبِعَ أَحَدُكُمْ عَلَى مَلِيٍّ فَلْيَتْبَعْ ‏”‏‏.‏ رواه البخاري 2287 ، مسلم 1564 ، النسائي 4688 ، ابو داود 3345 ، الترمذي 1308
“Menunda-nunda (bayar utang) bagi orang yang mampu (bayar) adalah kezaliman.” (HR Bukhari, Muslim, Nasai, Abu Dawud, Tirmidzi)

✅6. Jangan pernah menunggu ditagih dulu baru membayar utang.

فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ ‏”‏ أَعْطُوهُ فَإِنَّ مِنْ خِيَارِ النَّاسِ أَحْسَنَهُمْ قَضَاءً ‏”‏‏.‏ رواه البخاري 2392 ، مسلم 1600 ، النسائي 4617 ، ابو داود 3346 ، الترمذي 1318
“Sebaik-baik orang adalah yang paling baik dalam pembayaran utang. (HR Bukhari, Muslim, Nasai, Abu Dawud, Tirmidzi)

✅7. Jangan pernah mempersulit dan banyak alasan dalam pembayaran utang.

قَالَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ “‏ أَدْخَلَ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ رَجُلاً كَانَ سَهْلاً مُشْتَرِيًا وَبَائِعًا وَقَاضِيًا وَمُقْتَضِيًا الْجَنَّةَ ‏”‏ ‏.‏ رواه ابن ماجة 2202 ، النسائي 4696
“Allah ‘Azza wa jalla akan memasukkan ke dalam surga orang yang mudah ketika membeli, menjual, dan melunasi utang.” (HR An-Nasa’i, dan Ibnu Majah)

✅8. Jangan pernah meremehkan utang meskipun sedikit.

قَالَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ‏ “‏ نَفْسُ الْمُؤْمِنِ مُعَلَّقَةٌ بِدَيْنِهِ حَتَّى يُقْضَى عَنْهُ ‏”‏. رواه الترمذي 1078 ، ابن ماجة 2506
“Ruh seorang mukmin itu tergantung kepada utangnya sampai utangnya dibayarkan.” (HR at-Tirmidzi dan Ibnu Majah)

✅9. Jangan pernah berbohong kepada pihak yang memberi utang.

قَالَ ‏”‏ إِنَّ الرَّجُلَ إِذَا غَرِمَ حَدَّثَ فَكَذَبَ وَوَعَدَ فَأَخْلَفَ ‏”‏‏.‏ البخاري 2397 ، 833 ، مسلم 589 ، ابو داود 880 ، النسائي 5472 ، 5454
“Sesungguhnya, ketika seseorang berutang, maka bila berbicara ia akan dusta dan bila berjanji ia akan ingkar.” (HR Bukhari dan Muslim)

✅10. Jangan pernah berjanji jika tidak mampu memenuhinya.

…وَأَوْفُوا بِالْعَهْدِ ۖ إِنَّ الْعَهْدَ كَانَ مَسْئُولًا… سورة الإسراء 34
“… Dan penuhilah janji karena janji itu pasti dimintai pertanggungjawaban ..” (QS Al-Israa’: 34)

✅11. Jangan pernah lupa doakan orang yang telah memberi utang.

وَمَنْ آتَى إِلَيْكُمْ مَعْرُوفًا فَكَافِئُوهُ فَإِنْ لَمْ تَجِدُوا فَادْعُوا لَهُ حَتَّى تَعْلَمُوا أَنْ قَدْ كَافَأْتُمُوهُ ‏”‏ ‏.‏ رواه النسائي 2567 ، ابو داود 5109

“Barang siapa telah berbuat kebaikan kepadamu, balaslah kebaikannya itu. Jika engkau tidak menemukan apa yang dapat membalas kebaikannya itu, maka berdoalah untuknya sampai engkau menganggap bahwa engkau benar-benar telah membalas kebaikannya.” (HR An-Nasa’i dan Abu Dawud)

Semoga bermanfaat. Aamiin YRA ❤

Iklan

Oktober 20, 2018

Nasehat Habib Umar bin Hafidz

Filed under: Tak Berkategori — Buya Athaillah @ 7:13 am

Mutiara Habib Umar Bin Hafidz

“Sebagaimana engkau membersihkan wajahmu agar indah dipandang orang, maka bersihkan pula hatimu agar indah dipandang Allah.”

– Habib Umar bin Hafidz

“Semua persahabatan yang terbina di muka bumi ini akan menjadi permusuhan di hari akhirat kecuali persahabatan yang dibina dengan ketaqwaan.”

– Habib Umar bin Hafidz

“Syukuri apa yang kau miliki. Jangan iri dengan apa yang orang lain miliki, maka Allah SWT akan memberimu apa yang belum kau miliki.”

– Habib Umar bin Hafidz

“Ada manusia yang amalnya seperti gunung di dunia namun di akhirat umpama debu yang berterbangan.”

– Habib Umar bin Hafidz

“Menjaga perasaan seorang muslim adalah ibadah. Menyakiti hati seorang muslim dosanya lebih besar dari menghancurkan ka’bah. Siapa saja yang membuat senang hati seorang muslim, maka Allah akan membuatnya senang kelak di hari akhir.”

– Habib Umar bin Hafidz

“Orang yang tinggi akhlaknya, walaupun rendah ilmunya lebih mulia dari orang yang banyak ilmunya tapi kurang akhlaknya.”

– Habib Umar bin Hafidz

“Bila aku kecewa pada mereka yang banyak menyakitiku, aku teringat pada Rasulullah yang senantiasa memaafkan semua orang yang menyakiti beliau. Shallallahu alaihi wa sallam.”

– Habib Umar bin Hafidz

“Suatu saat kau akan dapati sesuatu yang kau pinta dari Allah sejak lama, mungkin sejak masa kecilmu yang bahkan kau sudah lupakan itu, tapi Allah tak akan melupakannya.”

– Habib Umar bin Hafidz

“Jika kaulihat seseorang jauh dari Tuhannya, jangan kauejek dia. Allah lebih dekat kepada pendosa ketimbang orang-orang yang sombong.”

– Habib Umar bin Hafidz

“Jika kamu ingin untuk berada dekat dengan Nabi Muhammad, maka kamu perlu untuk bangun malam dan melaksanakan Tahajjud.”

– Habib Umar bin Hafidz

“Bila aku merasa harus membalas kejahatan orang terhadapku, aku teringat Rasulullah ketika beliau dilempari batu, dipukul, dan diusir dari Thoif, maka beliau hanya berdoa kebaikan dan hidayah untuk seluruh kampung tersebut, shalallahu alaihi wa sallam.”

Juni 6, 2018

Mudzakarah Lailatul Qadar

Filed under: Tak Berkategori — Buya Athaillah @ 3:46 am

📋 *KEMULIAAN LAILATUL QODR, WAKTUNYA, TANDA-TANDANYA & AMALAN-AMALANNYA*

Allah ta’ala berfirman,

إِنَّا أَنْزَلْنَاهُ فِي لَيْلَةِ الْقَدْرِ (1) وَمَا أَدْرَاكَ مَا لَيْلَةُ الْقَدْرِ (2) لَيْلَةُ الْقَدْرِ خَيْرٌ مِنْ أَلْفِ شَهْرٍ (3) تَنَزَّلُ الْمَلَائِكَةُ وَالرُّوحُ فِيهَا بِإِذْنِ رَبِّهِمْ مِنْ كُلِّ أَمْرٍ (4) سَلَامٌ هِيَ حَتَّى مَطْلَعِ الْفَجْرِ (5)

“Sesungguhnya Kami telah menurunkan Al-Qur’an pada lailatul qodr. Dan tahukah engkau apa lailatul qodr itu? Lailatul qodr adalah malam yang lebih baik dari seribu bulan. Turun para malaikat dan Jibril pada malam itu dengan izin Rabb mereka untuk mengatur segala urusan. Malam itu penuh dengan keselamatan sampai terbit fajar.” [Al-Qodr: 1-5]

Surat Al-Qodr adalah satu surat penuh yang berbicara tentang kemuliaan lailatul qodr, diantara kemuliaannya yang dijelaskan dalam surat yang mulia ini:

1) Malam yang Penuh Berkah

Lailatul qodr adalah malam yang penuh dengan kebaikan-kebaikan yang melimpah, malam yang penuh dengan ketenangan dan keselamatan, malam yang dimuliakan dengan turunnya Al-Qur’an, sebagaimana pada ayat yang lain Allah ta’ala menegaskan,

إِنَّا أَنزَلْنَاهُ فِي لَيْلَةٍ مُّبَارَكَةٍ إِنَّا كُنَّا مُنذِرِينَ فِيهَا يُفْرَقُ كُلُّ أَمْرٍ حَكِيم

“Sesungguhnya Kami menurunkan Al-Qur’an pada suatu malam yang diberkahi dan sesungguhnya Kami-lah yang memberi peringatan. Pada malam itu dijelaskan segala urusan yang penuh hikmah.” [Ad-Dukhan: 3-4]

2) Nilai Amal Shalih Dilipatgandakan Menjadi Lebih Baik dari Amalan 1000 Bulan

Amal shalih pada malam itu lebih baik dari amal shalih yang dilakukan selama 1000 bulan (83 tahun 4 bulan) tanpa lailatul qodr, padahal jika seseorang hidup selama itu belum tentu dia memiliki amalan senilai itu apalagi lebih besar. Asy-Syaikh Abdur Rahman As-Sa’di rahimahullah berkata,

“Amalan yang dilakukan ketika lailatul qadr lebih baik dari amalan selama seribu bulan tanpa lailatul qodr.” [Tafsir As-Sa’di, hal. 931]

Dan ayat yang mulia menunjukkan bahwa keutamaan tersebut bersifat umum, siapa saja kaum muslimin yang beramal di malam tersebut maka insya Allah ia akan mendapatkan keutamaannya, tidak khusus orang-orang tertentu saja. Sama saja apakah ia menyadari malam itu lailatul qodr atau tidak.

3) Banyaknya Malaikat yang Turun

Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam bersabda,

إِنَّ الْمَلَائِكَةَ تِلْكَ اللَّيْلَةَ فِي الْأَرْضِ أَكْثَرُ مِنْ عَدَدِ الْحَصَى

“Sesungguhnya malaikat di malam tersebut di muka bumi lebih banyak dari jumlah batu-batu kerikil.” [HR. Ahmad dari Abu Hurairah radhiyallahu’anhu, Ash-Shahihah: 2205]

Al-Imam Ibnu Katsir rahimahullah berkata,

“Banyaknya malaikat yang turun di malam tersebut karena keberkahannya yang melimpah, dan malaikat turun bersama dengan turunnya berkah dan rahmat.” [Tafsir Ibnu Katsir, 8/444]

4) Malam Penentuan Takdir Tahunan

Pada malam itu ditetapkan takdir secara terperinci selama satu tahun. Al-Imam Qotadah rahimahullah berkata,

“Ditetapkan pada malam itu apa yang akan terjadi selama satu tahun sampai tahun berikutnya.” [Tafsir Ath-Thobari, 24/534]

5) Malaikat Mendoakan Orang yang Beribadah

Para malaikat mengucapkan salam (mendoakan keselamatan) untuk orang-orang yang beribadah di malam tersebut. Al-Imam Asy-Sya’bi rahimahullah berkata,

“Malaikat mendoakan keselamatan ketika lailatul qodr untuk orang-orang yang beribadah di masjid sampai terbit fajar.” [Tafsir Ibnu Katsir, 8/444]

*Yaa Allah…Yaa Rohmaan…Pilih kami sebagai penerima lailatul Qodr..*😭😭😭

*Aamiin Yaa Mujibassaa’iliin…*

Januari 29, 2018

Mudzakarah Meluangkan waktu 10%

Filed under: Tak Berkategori — Buya Athaillah @ 6:52 am

HADIST TENTANG MELUANGKAN WAKTU 10% Akhir zaman 10 % Untuk Amar Ma’ruf Nahi Mungkar/Da’wah akan selamat
Hadits yang menyatakan tentang hal ini yaitu :
1. Hadits Riwayat Imam Tirmidzi No. 2193
2. Hadits Riwayat Imam Ahmad No.20408

سنن الترمذي ٢١٩٣: حَدَّثَنَا إِبْرَاهِيمُ بْنُ يَعْقُوبَ الْجَوْزَجَانِيُّ حَدَّثَنَا نُعَيْمُ بْنُ حَمَّادٍ حَدَّثَنَا سُفْيَانُ بْنُ عُيَيْنَةَ عَنْ أَبِي الزِّنَادِ عَنْ الْأَعْرَجِ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَعَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ إِنَّكُمْ فِي زَمَانٍ مَنْ تَرَكَ مِنْكُمْ عُشْرَ مَا أُمِرَ بِهِ هَلَكَ ثُمَّ يَأْتِي زَمَانٌ مَنْ عَمِلَ مِنْكُمْ بِعُشْرِ مَا أُمِرَ بِهِ نَجَا

Sunan Tirmidzi 2193:
Telah menceritakan kepada kami Ibrahim bin Ya’qub Al Jauzajani telah menceritakan kepada kami Nu’aim bin Hammad telah menceritakan kepada kami Sufyan bin ‘Uyainah dari Abu Zinad dari Al A’raj
Dari Abu Hurairah dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Salam:
” kalian berada di suatu zaman yang jika salah seorang dari kalian meninggalkan sepersepuluh dari apa yang diperintahkan maka dia akan binasa, kemudian tiba suatu zaman barangsiapa di antara kalian yang beramal sepersepuluh dari apa yang diperintahkan kepadanya maka dia akan selamat.”

Syarah hadits ini di dalam kitab Tuhfatul ahwadzi Syarh sunan Tirmidzi
تحفة الأحوذي شرح سنن الترمذي
أبو العلاء محمد بن عبد الرحمن بن عبد الرحيم المباركفورى

dijelaskan bahwa
( عُشْرَ مَا أُمِرَ بِهِ )
Sepersepuluh/10% yang diperintahkan maksudnya adalah
مِنْ الْأَمْرِ بِالْمَعْرُوفِ وَالنَّهْيِ عَنْ الْمُنْكَرِ
Amar ma’ruf Nahi Mungkar alias Da’wah Islamiyyah.

مسند أحمد ٢٠٤٠٨: حَدَّثَنَا مُؤَمَّلٌ حَدَّثَنَا حَمَّادٌ حَدَّثَنَا حَجَّاجٌ الْأَسْوَدُ قَالَ مُؤَمَّلٌ وَكَانَ رَجُلًا صَالِحًا قَالَ سَمِعْتُ أَبَا الصِّدِّيقِ يُحَدِّثُ ثَابِتًا الْبُنَانِيَّ عَنْ رَجُلٍ عَنْ أَبِي ذَرٍّأَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ إِنَّكُمْ فِي زَمَانٍ عُلَمَاؤُهُ كَثِيرٌ وَخُطَبَاؤُهُ قَلِيلٌ مَنْ تَرَكَ فِيهِ عُشَيْرَ مَا يَعْلَمُ هَوَى أَوْ قَالَ هَلَكَ وَسَيَأْتِي عَلَى النَّاسِ زَمَانٌ يَقِلُّ عُلَمَاؤُهُ وَيَكْثُرُ خُطَبَاؤُهُ مَنْ تَمَسَّكَ فِيهِ بِعُشَيْرِ مَا يَعْلَمُ نَجَا

Musnad Ahmad 20408:
Telah menceritakan kepada kami Mu’ammal telah menceritakan kepada kami Hammad telah menceritakan kepada kami Hajjaj Al Aswad -Mu’ammal berkata; dia adalah seorang laki-laki shalih- ia berkata, Aku mendengar Abu Shiddiq menceritakan kepada Tsabit Al Bunnani dari seorang lelaki dari Abu Dzar, bahwa Nabi Shallalahu ‘Alaihi Wasallam bersabda:
“Kalian berada di suatu zaman yang para ulamanya banyak dan para penceramahnya sedikit, barangsiapa meninggalkan sepersepuluhnya dari apa yang dia ketahui ( perintahkan ) maka dia akan binasa. Dan akan datang suatu masa kepada manusia yang ulamanya sedikit dan para penceramahnya banyak, barangsiapa berpegang dengan sepersepuluhnya dari apa yang dia ketahui ( perintahkan ) maka ia akan selamat.”

Hadits ini ternyata sudah diaplikasikan/diamalkan oleh saudara-saudara kita se-iman yaitu JAMA’AH TABLIGH/KHURUJ Fii Sabilillah yang tidak asing lagi di negeri kita ini. Kita sering dengar istilah dari mereka da’wah setiap hari 2 ½ Jam, 3 hari setiap bulan, 40 hari setiap tahun, 4 bulan seumur hidup dst…kalaulah kita mau jeli ternyata hitungan itu adalah 10 % nya, karena dikalangan mereka banyak ahli hadits sehingga Fatwa yang keluar dai Masyaikh mereka bersumber dari Referensi yang Valid. Oleh karena itu kita sebagai sesama muslim jangan mudah mengklaim salah/sesat/bid’ah hanya karena berbeda dalam pengambilan dalil atau karena berbeda gerakan da’wahnya, ormasnya/wadahnya.

Desember 22, 2017

Targhib Itikaf Latihan dan Berobat

Filed under: Tak Berkategori — Buya Athaillah @ 2:58 pm

pelajaran dari itikaf hari ini :

pemuda tahun 1945 di indonesia apa yg dibicarakan ? yaitu bicara kemerdekaan. Setelah bicara mereka buat usaha. Apa usahanya utk mendapatkan kemerdekaan ? melawan penjajah. sampai akhirnya indonesia merdeka.

Artinya apa ? Pembicaraan + Usaha = Hasil

Hari ini pemuda bicara juga tapi apa yg dibicarakan ? Maksiat. Lalu mrk buat usaha atas maksiat maka hasilnya kemaksiatan.

Dulu pemuda dakwahkan kemerdekaan maka umat bersatu ingin merdeka. sekarang oemuda dakwahkan kemaksiatan maka pemuda hari berbondong2 terjerumus dlm kemaksiatan.

Maka utk merubah hasil maka apa yg diperlukan ? ubah pembicaraan dan ubah usahanya maka hasil akan berubah.

Dakwah maksiat maka maksiat yg menyebar. Dakwah agama maka agama akan menyebar.

Pembicaraan dan Usaha ini berawal dr Fikir. Apa yg difikirkan itu yg akan dibicarakan dan diusahakan.

Kita fikirnya beda dng nabi maka apa yg kita bicarakan dan usahakan jd berbeda dng Nabi.

Kita tujuan ke surabaya Nabi tujuan ke Aceh kira2 kita bisa ketemu gak. Kita mau ketemu bapak minta uang tapi bapak pergi ke Aceh kita ke surabaya kira2 ketemu gak ? bs gak minta uang ? gak bs krn gak ketemu. Kita mau minta syafaat sama nabi tapi arahnya beda gak akan bisa minta syafaat.

Kita harus ikut nabi biar satu arah satu fikir dan satu tujuan. Kalo berbeda fatal. Contoh kita org jakarta pendukung jekmania ketemu pendukung maung bandung pendukung persib d GBK. maka kita pendukung persija teriak2 jekmania di tengah2 pendukung persija di GBK. tapi baju kita biru pake baju persib ditengah2 pendukung persija kira2 gimana ? fatal pasti digebuki dan dimarahi rame2. Baju aja bisa menyebabkan kefatalan apalagi jalan hidup. Kalo kita berbeda dng Nabi fatal hasil nya. Salah Fikir maka Salah hasil.

Apa penyebab fikir rusak krn hati kita rusak. hati ini lah yg mengarahkan fikir. Apa yg merusak hati. tatkala mata, mulut, telinga, dan pikiran terkontaminasi sama maksiat.

jasad sakit dibawa ke rumah sakit. tapi kali hati sakit dibawa ke mesjid. Ada adzan hati bergetar gak ? kalo gak bergetar berarti sakit bawa segera ke mesjid.

Orang tau dirinya sakit ini blom parah. Tapi orang sakit tapi gak tau dirinya sakit ini namanya sakitnya parah. Sakit dengkul diketok sm dokter pasien 1 bilang sakit dok tp pasien 2 bilang gak berasa. Mana yg lebih parah ? yg tdk berasa lebih parah krn stroke. Maka hari ini org yg merasa baik dirinya merasa dirinya gak ada kekurangan / kelemahan / dosa maka org spt ini sakitnya parah. krn nabi bilan org beriman itu selalu merasa takut krn merasa ada dosa sebesar gunung. tapi org gak ada iman maka dosa seperti lalat gak berasa singkirin aja.

Maka kita masuk mesjid itikaf 3 hari dalam rangka :

1. Membentuk Fikir Nabi saw
2. Melatih bicara Agama
3. Membuat Usaha atas Agama
4. Membersihkan Hati yang kotor
5. Mengobati Ruhaniat yang sakit

November 30, 2017

Nasehat Kubur

Filed under: Tak Berkategori — Buya Athaillah @ 4:05 am

Nasihat Kubur:

1). Aku adalah tempat yg paling gelap di antara yg gelap, maka terangilah .. aku dengan TAHAJUD

2). Aku adalah tempat yang paling sempit, maka luaskanlah aku dengan ber-SILATURAHIM ..

3). Aku adalah tempat yang paling sepi maka ramaikanlah aku dengan perbanyak baca .. AL-QUR’AN.

4). Aku adalah tempatnya binatang2 yang menjijikan maka racunilah ia dengan Amal SEDEKAH,

5). Aku yg menghimpitmu hingga hancur bilamana tidak Shalat, luaskanlah yang sempit itu dengan SHALAT

6). Aku adalah tempat utk merendammu dgn cairan yg sangat amat sakit, bebaskan rendaman itu dgn PUASA..

7). Aku adalah tempat Munkar & Nakir bertanya, maka Persiapkanlah jawabanmu dengan Perbanyak mengucapkan Kalimah “LAILAHAILALLAH”

Oktober 31, 2017

Kisah Sedekah Nabi Saw : Solusi bagi semua dan menguntungkan

Filed under: Tak Berkategori — Buya Athaillah @ 10:05 pm

:: Kisah yg mengetuk Hati..

Suatu hari ada seorang pengemis mengetuk pintu rumah Rasulullah Saw. Pengemis itu berkata:
“saya pengemis ingin meminta sedekah dari Rasulullah.”
Rasulullah bersabda:
“Wahai Aisyah berikan baju itu kepada pengemis itu”. Sayyidah Aisyah pun akhirnya melaksanakan perintah Nabi.
Dengan hati yang sangat gembira, pengemis itu menerima pemberian beliau, dan langsung pergi ke pasar serta berseru di keramaian orang di pasar: “Siapa yang mau membeli baju Rasulullah? “. Maka dengan cepat berkumpullah orang-orang, dan semua ingin membelinya.

Ada seorang yang buta mendengar seruan tersebut, lalu menyuruh budaknya agar membelinya dengan harga berapapun yang diminta, dan ia berkata kepada budaknya: jika kamu berhasil mendapatkannya, maka kamu merdeka. Akhirnya budak itupun berhasil mendapatkannya. Kemudian diserahkanlah baju itu pada tuannya yang buta tadi.

Alangkah gemberinya si buta tersebut, dengan memegang baju Rasulullah yang didapat, orang buta tersebut kemudian berdoa dan berkata:
“Yaa Rabb dengan hak Rasulullah dan berkat baju yg suci ini maka kembalikanlah pandanganku”.
MaaSyaa Allah…dengan izin Allah, spontan orang tersebut dapat melihat kembali.

Keesokan harinya, iapun pergi menghadap Rasulullah dengan penuh gembira dan berkata:
“Wahai Rasulullah… pandanganku sudah kembali dan aku kembalikan baju anda sebagai hadiah dariku”.
Sebelumnya orang itu menceritakan kejadiannya sehingga Rasulullah pun tertawa hingga tampak gigi gerahamnya.

Kemudian Rasulullah bersabda kepada Sayyidah Aisyah:
“Perhatikanlah baju itu wahai Aisyah, dengan berkahNya, ia
telah mengkayakan orang yang miskin, menyembuhkan yang buta, memerdekakan budak dan kembali lagi kepada kita.”

Subhanallah…

Al-Imam as-Suyuti menyebutkan dalam salah satu kitabnya bahwa pahala shadaqah itu ada 5 macam:

أَنَّ ثَوَابَ الصَّدَقَةِ خَمْسَةُ أَنْوَاعٍ : وَاحِدَةٌ بِعَشْرَةٍ وَهِيَ عَلَى صَحِيْحِ الْجِسْمِ ، وَوَاحِدَةٌ بِتِسْعِيْنَ وَهِيَ عَلَى الْأَعْمَى وَالْمُبْتَلَى ، وَوَاحِدَةٌ بِتِسْعِمِائَةٍ وَهِيَ عَلَى ذِي قَرَابَةٍ مُحْتَاجٍ ، وَوَاحِدَةٌ بِمِائَةِ أَلْفٍ وَهِيَ عَلَى الْأَبَوَيْنِ ، وَوَاحِدَةٌ بِتِسْعِمِائَةِ أَلْفٍ وَهِيَ عَلَى عَالِمٍ أَوْ فَقِيْهٍ اهـ
(كتاب بغية المسترشدين)

“Sesungguhnya pahala bersedekah itu ada lima kategori :
1) Satu dibalas sepuluh (1:10) yaitu bersedekah kepada orang yang sehat jasmani

2) Satu dibalas sembilan puluh (1:90) yaitu bersedekah terhadap orang buta, orang cacat atau tertimpa musibah, termasuk anak yatim dan piatu

3) Satu dibalas sembilan ratus (1:900) yaitu bersedekah kepada kerabat kaum keluarga serta saudara

4) Satu dibalas seratus ribu (1: 100.000) yaitu sedekah kepada kedua orangtua

5) Satu dibalas sembilan ratus ribu (1 : 900.000) yaitu bersedekah kepada orang yg alim atau ahli fiqih.
[Kitab Bughyatul Musytarsyidin]

Semoga Allah SWT memudahkan kita untuk bermurah hati, suka bersedekah dengan ikhlas. Aamiiiin…

Habib Ali zainal abidin.

Bayan Maulana Saad Al Khandalawi

Filed under: Tak Berkategori — Buya Athaillah @ 10:00 pm

*Bayan Subuh 31.10.2017*
Maulana M.Saad d.b

▪Perbagai2 usaha atas dunia sekarang ni. Ada yang usaha atas harta dan mengatakan agama akan kuat bila ada harta. Ini asbab yg ada pada org kafir. Sedangkan Nabi s.a.w ada tariqah yg terpakai hingga hari qiamat. Iaitu usaha atas agama atas tarbiyyah dan hidayah. Ummat ini akan diislahkan hanya melalui tariqah yg dibawa oleh Nabi s.a.w dan para Sahabah rhum

▪Usaha dakwah dan tarbiyyah kena hubungkan dgn masjid. Usaha dibuat di masjid. Ummat yg jauh dari masjid akan jauh dari agama (kelalaian, kejahilan dan kemurtadan). Halqah iman dan halqah ilmu sudah tiada sekarang ini.

▪ Mereka rasa perubahan bila keluar dari masjid bila di rumah, pasar dan sebagainya. Sahabat bila di luar masjid sekejap pun kata mereka dah munafik.

▪Dakwah bukan hanya sebarkan saja tetapi kita kena pastikan persiapan di dalam masjid dibuat dgn amal jemaah masjid. Seperti kita ajak org mari rumah utk jamuan makan, kita juga buat persiapan makanan dsb selain dari mengajak itu.

▪ Kerja ini bergantung dan berdasarkan kpd sirrah Rasulullah s.a.w bukan pengalaman seseorang. Amalan Nubuwwah sama pada semua zaman. Tidak boleh tanya org zaman sekarang walaupun byk pengalaman tapi kena ikut sirrah sahabah, usaha di zaman Nabi s.a.w, tariqah Nabi s.a.w.

▪Masjid bukan tempat utk ibadat sahaja tapi utk tarbiyyah insan (ummah) juga. Kumpulkan manusia di masjid utk majlis iman. Maudu’ gash kita adalah utk dudukkan manusia utk tarbiyyah iman dlm suasana malaikat dan rahmat Allah s.w.t.

▪ Perhimpunan sahabat adalah di masjid, wujudkan halqah ilmu, halqah iman dll bila masuk waktu mereka solat. Banyak diberi masa di masjid. Hari ni org hanya dtg masjid utk solat kemudian balik. Tiada halqah2 utk tarbiyyah ummat ini utk lembutkan hati2 manusia.

▪Sahabat dengar dan amik perintah Allah dan bawa balik utk disebarkan di rumah2, ramai wanita dapat perintah utk diamalkan. Sumbernya di masjid. Ilmu ada di masjid. Percakapan iman di masjid2 akan meningkatkan iman.

▪ Bala yg diputuskan utk diturunkan di satu2 tempat akan ditarik balik kerana ada amalan masjid dihidupkan di tempat itu. Malaikat akan membantu orang yang sibuk dgn usaha menghidupkan amalan masjid seperti para sahabat rhum. Sahabat jika hadapi masalah akan datang ke Masjid utk penyelesaiannya.

▪Tamim Dhari r.a datang masjid, Umar ra suruh Tamim Dhari halau api/lava gunung/bukit yang sedang keluar dari bukit menuju ke Madinah. Beliau tak nak buat kerana takut dikatakan ia seorang yang ada keramat. Tapi dia buat juga dgn desakn Syaidina Umar ra. Dia halau api macam dia halau kambing ….api telah masuk semula ke dlm bukit.

▪Sahabat rhum bila skit pun datang ke Masjid. Seorang Sahabat bernama Abu Hamamah ra. Yang ada hutang hingga begitu banyak. Nabi s.a.w suruh dtg dan duduk di masjid dan Nabi s.a.w doa dlm masjid bg selesaikan agar masalah hutangnya.

▪ Amalan Saiyidina Umar r.a bergilir2 dgn rakan kongsinya satu hari dia masjid satu hari lagi rakannya pula.

▪ Mengenai Bacaan Muktakab Hadis kitab yg di karang oleh Maulana Yusoff rah utk menerangkan kerja yg perlu dibuat oleh kita berdasarkan apa yg Nabi s.a.w buat.

▪ Kisah serigala bercakap dgn bahasa arab kpd gembala kambing utk pergi ke masjid Nabawi utk dengar dakwah Nabi s.a.w.

▪Tempat utk selamatkan ummat ni adalah masjid. Gash adalah utk ajak org kepada Masjid. Tempat yg paling Allah suka adalah masjid2. Bawalah ummat ni ke masjid. Orang mukmin/Islam adalah suci yang tak suci adalah org mushriq/kafir.

▪ Seorang kehilangan anak kemudian kita jumpa dia dan bawa kepada keluarganya maka betapa gembiranya mereka. Begitulah gembiranya Allah Taala bila kita bawa seorang ke masjid utk dekati diri kepada Nya.

▪Zikir akhbar adalah bila kita sebut nama Allah dan Allah sebut nama kita di kalangan majlis para malaikat. Bila kita berzikir di masjid maka kita akan dpt zikir akhbar ini.

▪ Azan adalah kalimah dakwah bukannya iklan. Allah suruh panggil ummat ke masjid. Dakwah bersama ibadat. Keperluan kita akan disempurnakan melalui dakwah dan ibadat. Dakwah–>ibadat–>keperluan.

▪ Untuk hidupkan amalan masjidnya adalah amat mudah. Kilang2 pun ada jadual shift begitu juga masjid kita nak buat. Bergilir2. Separuh hari satu group, separuh hari lagi satu group. Begitu jugak malam. Zaman Nabi s.a.w. solat isya dikerjakan lewat sikit. Lepas isya Nabi s.a.w pergi mohalla2 di madinah jumpa org2 ansar….Nabi s.a.w sambil berdiri menceritakan kisah lampau cerita kesusahan2 org2 muhajir di zaman

▪ Masjid2 di Mewat hidup 24 jam. Ini tertib sahabat buat usaha agama. Rahmat akan dtg bila masjid hidup 24jam. Masjid ini bercahaya seprti bercahaya bintang2 di langit.

▪ Selesaikan masalah dgn amal amal ( ibadat) dan membelakangkan asbab. Meninggalkan asbab bukan dinamakan mujahadah ( ini namanya Rabbaniyyah). Kurangkan asbab itu namanya mujahadah.

▪ Asbab adalah fitrah dan ianya utk ujian bagi kita. Malaikat tiada asbab. Kita kena tawakkul dgn tidak zahirkan tak bagi tahu hajat kita dari makhluq, jangan minta dengan org. Jangan zahirkan kemiskinan kita kepada org lain. Kena sembunyikan hajat drp makhluq). Pergi masjid dan minta drp Allah.

▪ Dahulukan amal dari asbab. Sebelum pergi kerja solat hajat dulu 2 rekaat kerana kita nak belajar yakin dgn janji2 Allah. Duduk dalam taklim dlm masjid adalah utk memperbaharui janji2 Allah melalui amal.

▪ Halqah2 Quran di rumah sudah ada di zaman sahabat bahkan sebelum hijrah lagi. Bukan perkara baru. Hadrat Khabab mengajar al quran di rumah ipar Umar ra. Kemajuan agama bila kita tengok org yang terkebelakang ( org2 dulu) manakala kemajuan dunia bila kita tengok mereka yg ke hadapan

▪Jika kita tak syukur atas kemudahan2 nikmat maka Allah akan tarik balik nikmat tu. Kita kena tambahkan usaha dakwah, wujudkan amalan sahabat bawa ke seluruh dunia. Azam semua InsyaAllah.

Oktober 30, 2017

Targhib mendidik Anak

Filed under: Tak Berkategori — Buya Athaillah @ 10:36 pm

*Istighfar Anak Shaleh mengangkat Derajat Orang Tuanya di Surga*

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ، قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: ” إِنَّ اللهَ عَزَّ وَجَلَّ لَيَرْفَعُ الدَّرَجَةَ لِلْعَبْدِ الصَّالِحِ فِي الْجَنَّةِ، فَيَقُولُ: يَا رَبِّ، أَنَّى لِي هَذِهِ ؟ فَيَقُولُ: بِاسْتِغْفَارِ وَلَدِكَ لَكَ

Artinya: “Dari Abu Hurairah – Radhiyallahu ‘Anhu – berkata: “Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam pernah bersabda: ‘Sesungguhnya Allah ‘Azza Wajalla meninggikan derajat seorang hambaNya yang Saleh di surga, sehingga hamba tersebut bertanya: ‘Ya Rabb, Bagaimanakah semua ini (bisa menjadi) milikku?, Allah berfirman menjawabnya: ‘Karena Istghfar anakmu untuk dirimu’”. (HR: Ahmad, Ibnu Majah. Dan dinilai Shahih oleh Syaikh Al-Albani dan Hasan oleh Syaikh Syu’aib Al-Arna’uth).

Pelajaran yang terdapat dalam hadits:

1- Allah ‘Azza Wajjalla akan meninggikan derajat di surga setiap orang tua dengan amalan dan istighfar anak-anaknya yang tak pernah mereka ia duga sebelumnya.
2- Maka alangkah beruntungnya orang tua yang beriman dan saleh, terlebih apabila ia memiliki anak cucu yang Saleh dan Salehah. mereka akan berkumpul bersama di surga yang penuh kenikmatan dan kekal selama lamanya.

Tema hadist yang berkaitan dengan Al-Quran:

– Selamat mendidik diri dan keluarga dan jangan lupa untuk selalu membaca doa ini, doa yang pernah dipanjatkan oleh Nabi Zakariyya dan Ibrahim ‘Alaihimassalam agar kita diberikan anak cucu yang saleh

رَبِّ هَبْ لِي مِن لَّدُنْكَ ذُرِّيَّةً طَيِّبَةً إِنَّكَ سَمِيعُ الدُّعَاء
“Ya Rabbi berikanlah kepadaku dari sisimu keturunan yang baik sesungguhnya engkau adalah Maha mendengar doa” Ali Imron: 38

رَبِّ هَبْ لِي مِنَ الصَّالِحِين
َ
“Ya Rabbi berikanlah untukku (keturunan) yang Saleh”. As-Soffat:100

2- Apabila orang yang beriman memiliki keturunan yang mengikuti mereka dalam keimanan niscaya Allah akan hubungkan anak cucu mereka bersama dengannya kelak dalam satu Manzilah (tempat) yang sama disurga. Demikian penjelasan Ibnu Katsir ketika menafsirkan Ayat ini:

وَالَّذِينَ آمَنُوا وَاتَّبَعَتْهُمْ ذُرِّيَّتُهُم بِإِيمَانٍ أَلْحَقْنَا بِهِمْ ذُرِّيَّتَهُمْ وَمَا أَلَتْنَاهُم مِّنْ عَمَلِهِم مِّن شَيْءٍ كُلُّ امْرِئٍ بِمَا كَسَبَ رَهِينٌ

Artinya: “Dan orang-orang yang beriman beserta anak cucu mereka yang mengikuti mereka dalam keimanan, kami pertemukan mereka dengan anak cucu mereka (di dalam surga) dan kami tidak mengurangi sedikit pun pahala kebaikan atau kebajikan mereka. Setiap orang terikat dengan apa yang dikerjakannya” (QS: Ath-Thūr – 21). Lr

Oktober 27, 2017

Mudzakarah Kondisi Umat Islam Akhir Zaman

Filed under: Tak Berkategori — Buya Athaillah @ 2:50 pm

*ZAMAN YANG SEMAKIN MEMBURUK*

Rasulullah ﷺ bersabda :
_”Tidaklah datang kepada kalian suatu masa kecuali setelahnya lebih jahat dari sebelumnya, sehingga engkau akan bertemu dengan Allah (Robb kalian).” (HR. Bukhari)._

Hadist di atas sangat relevan dengan kondisi yang dialami oleh Umat Islam saat ini.

*PENGUASA YANG PENINDAS*

Rasulullah ﷺ bersabda :
_Kemudian akan ada kerajaan (penguasa) yang penindas yang berlangsung sampai masa yang dikehandaki Allah… (HR. Albaihaqi. Di Sohihkan oleh Al AlBani dalm Silsilah Ahadits Shohihah)._

Rasulullah ﷺ mendoakan para penyelenggara negara yang telah menyengsarakan rakyatnya.
Hadits dari ‘Aisyah Rodhiallahu ‘Anha, bahwa Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam berdoa:
_Ya Allah, barang siapa yang diberikan amanah mengurus urusan umatku lalu dia mempersulit mereka maka persulitlah dia, dan barang siapa yang diberikan amanah mengurus urusan umatku lalu dia berlaku baik kepada mereka, maka, perlakukanlah dia dengan baik pula. (HR.Muslim No. 1828, Ahmad No. 24622, Ibnu Hibban No. 553, Abu ‘Uwanah No. 7025, dll)_

*PENGUASA YANG PENIPU*

Dari Abu Hurairah Radhiallahu ‘Anhu, bahwa Nabi ﷺ bersabda:
_“Akan datang ke pada manusia tahun-tahun penuh kebohongan, saat itu pendusta dibenarkan, orang yang benar justru didustakan, pengkhianat diberikan amanah, orang yang dipercaya justru dikhianati, dan Ar-Ruwaibidhah berbicara.” Ditanyakan: “Apakah Ar-Ruwaibidhah?” Beliau bersabda: “Seorang laki-laki yang bodoh (Ar Rajul At Taafih) tetapi sok mengurusi urusan orang banyak.”_
_(HR.Ibnu Majah No. 4036. Ahmad No. 7912. Dihasankan oleh Syaikh Syu’aib Al Arnauth dalam Ta’liq Musnad Ahmad No. 7912. Al Hafizh Ibnu Hajar mengatakan: sanadnya jayyid. Lihat Fathul Bari, 13/84)._

*PENJAGA KEAMANAN YANG TIDAK TAAT KEPADA ALLAH*

Rasulullah ﷺ bersabda :
_”Akan datang di akhir zaman adanya petugas keamanan yang di pagi hari di bawah kemurkaan Allah, dan sore harinya di bawah kebencian Allah. Hati-hatilah kamu menjadi bagian dari mereka.” (HR. Ath Thabarani dalam Al Kabir No. 7616. Imam Al Munawi mengatakan: shahih. Lihat At Taisir bi Syarh Al Jaami’ Ash Shaghiir, 2/192)._

*MEMBENCI ARAB*

Rasulullah ﷺ bersabda :
_Wahai Salman. Janganlah kamu membenciku. Hal itu akan berdampak engkau akan terlepas dari Agamamu. Salaman bertanya ; Bagaimana aku membencimu. Pada hal kami mendapat Hidayah karena keberadaanmu?._

_Engkau membenci Arab maka kau telah membenciku._
_(HR.At Tirmidzi No. 3927, katanya: hasan. Ahmad No. 23731, Al Hakim dalam Al Mustadrak No. 6995, katanya: shahih. Sebagian ulama yg lain menilai hadits ini doif)._

*PENGUASA YANG SUFAHA*

Akan datang suatu masa kepada umat manusia, pemimpinnya adalah sufaha, lebih mengutamakan orang-orang jahat sebagai pembantunya namun mereka mencitrakannya sebagai orang-orang baik. Mereka selalu mengakhirkan sholat. Barang siapa yang mendapatkan zaman tersebut, janganlah mau menjadi mentrinya, polisinya, pemungut pajaknya dan bendaharanya. (Hadits Shohih menurut Ibnu Hibban. Dan Hasan menurut Al Albani )
AlQuran menyebut 3 golongan manusia sebagai sufaha.

Sufaha asal artinya orang-orang yang kurang waras.
Orang-orang munafiqin (Albaqoroh ; 13)
Orang-orang yang menentang hukum Allah (yahudi) (Albaqoroh ; 142)
Orang yang tidak mampu mengelola keuangan pribadi (apa lagi negara) (An nisa ; 5)

*ZINA DAN RIBA MERAJA LELA*
Rasulullah ﷺ bersabda dalam suatu riwayat :
Dari Ibnu ‘Abbas Radhiallahu ‘Anhuma, bahwa Nabi ﷺ bersabda:
_Jika zina dan riba sudah muncul di sebuah negeri maka mereka telah menghalalkan azab yang ditetapkan Allah_ ﷻ
(HR. Al Baihaqi, Syu’abul Iman No. 5416. Al Hakim, Al Mustadrak No. 2261, kata Al Hakim: shahihul isnad. Syaikh Al Albani menshahihkan dalam Shahihul Jami’ No. 679).

*JUMLAH ULAMA SEMAKIN SEDIKIT*

Rasulullah ﷺ bersabda:
Sesungguhnya Allah tidaklah menghapuskan ilmu begitu saja dari manusia. Tapi dihapuskannya dengan mewafatkan ulama, sampai Ulama tidak tersisa. Manusia pun mengambil tokoh-tokoh bodoh, lalu mereka ditanya, dan berfatwa tanpa ilmu sehingga mereka sesat dan menyesatkan. (HR. Al Bukhari)

*KONDISI UMAT TIDAK BERKUALITAS.*

Rasulullah ﷺ bersabda:
“Hampir-hampir bangsa-bangsa memperebutkan kalian (umat Islam), layaknya memperebutkan makanan yang berada di mangkuk.” Seorang laki-laki berkata, “Apakah kami waktu itu berjumlah sedikit?” beliau menjawab: “Bahkan jumlah kalian pada waktu itu sangat banyak, namun kalian seperti buih di genangan air. Sungguh Allah akan mencabut rasa takut kepada kalian, dan akan menanamkan ke dalam hati kalian Al Wahn.” Seseorang lalu berkata, _”Wahai Rasulullah, apa itu Al Wahn?” beliau menjawab: “Cinta dunia dan takut mati.” (HR. Abu Daud No. 3745. Syaikh Bin Baaz mengatakan: hasan. Lihat Majmu’ Al Fatawa, 5/106)._

Subhanallah…
Betapa gambaran yang telah disabdakan oleh Rasulullah ﷺ diatas sangat identik dengan realita yang sedang dialami oleh Umat Islam saat ini.
Tentu sebagai Muslim kita merasa gelisah, sering muncul perasaan khawatir yang sangat dengan kondisi Negri kita saat ini.

Kendati demikian …
SEBAGAI MUKMIN KITA TETAP TIDAK BOLEH BERPUTUS ASA.

Karena …
Harapan kebangkitan Umat Islam tetap masih ada, selama masih ada kelompok yang baik atau pribadi yang sholih :
Para Ulama dan Umat bersatu dengan tekad bersama-sama berjuang dalam Menegakkan Kalimatullah.

Allah ﷻ berfirman:
Hai orang-orang yang beriman, bersiap siagalah kamu, dan majulah (ke medan pertempuran) berkelompok-kelompok, atau majulah bersama-sama! (QS. An Nisa: 71)
Para Pemuda Muslim siap untuk bangkit dan memiliki semangat bagai Pemuda As-Habul Kahfi.
Kami kisahkan kepadamu (Muhammad) cerita ini dengan benar.

Sesungguhnya mereka adalah pemuda-pemuda yang beriman kepada Tuhan mereka, dan Kami tambah pula untuk mereka petunjuk. (Qs. Al Kahfi: 13)

Umat Islam sadar bahwa dirinya harus meningkatkan taqwa-nya kepada Allah ﷻ dan berusaha untuk istiqomah dijalan taqwa itu.

Dari Tsauban Radhiallahu ‘Anhu, bahwa Rasulullah ﷺ bersabda:
_“Ada segolongan (thaifah) umatku yang senantiasa di atas kebenaran, tidaklah memudharatkan mereka orang-orang yang memusuhi mereka, sampai Allah datangkan urusannya (kiamat), dan mereka tetap demikian.” (HR. Muslim No. 1920, At Tirmidzi No. 2229, Ibnu Majah No. 6)._

Ulama dan Umat memiliki keberanian menasihati Pemimpin yang dzalim.

Dari Abu Sa’id Al Khudri Radhiallahu ‘Anhu, bahwa Nabi ﷺ bersabda:
Sesungguhnya jihad yang paling agung adalah mengutarakan perkataan yang benar dihadapan pemimpin yang zalim.
(HR. At Tirmidzi No. 2329, katanya: hasan).

Older Posts »

Blog di WordPress.com.