Buyaathaillah's Blog

Agustus 17, 2016

Mudzakaroh 10 Amal Setara Haji dan Umroh

Filed under: Tak Berkategori — Buya Athaillah @ 3:32 pm

10 Amal Setara Haji dan Umrah  :
1. “Sekelompok orang-orang fakir miskin datang kepada Rasulullah SAW dan berkata, “Ya Rasulullah, orang-orang kaya telah memborong semua kedudukan yang tinggi serta kebahagiaan yang abadi dengan harta memreka. Mereka shalat dan berpuasa sebagaimana yang kami lakukan. Akan tetapi mereka mempunyai harta untuk menunaikan haji; umrah dan bersedekah.”  Lalu Rasulullah SAW bersabda, “Sukakah kalian saya ajarkan sesuatu yang dapat mengejar orang-orang yang terdahulu dan orang-orang yang kemudian, dan tidak ada yang lebih utama dari kalian, kecuali mereka melakukan seperti yang kalian lakukan?” Mereka menjawab, “Baiklah ya Rasulullah.” Rasulullah SAW lalu bersabda, “Setiap selesai sholat bacalah olehmu Tasbih (Subhanallah); Tahmid (Alhamdulillah) dan Takbir (Allahu Akbar) masing-masing sebanyak 33 kali.” (Shahih; HR Bukhari).
2.  “Barang siapa shalat Shubuh berjamaah, kemudian duduk berzikir kepada Allah hingga matahari terbit, lalu shalat dua rakaat, maka ia mendapatkan pahala seperti pahala haji dan umrah secara sempurna, sempurna, sempurna.” (Shahih; Shahih Al-Jami’ hadits no. 6346).
3.  “Barang siapa berjalan untuk shalat wajib berjamaah maka itu pahalanya seperti pahala orang yang berhaji dan ihram. Barang siapa berjalan untuk shalat sunnah maka itu seperti pahala umrah.” (Hasan; Shahih Al-Jami’ hadits no. 6556).
4. “Barang siapa berjalan untuk shalat wajib dalam keadaan sudah suci (berwudhu di rumah), maka ia seperti mendapatkan pahala orang yang berhaji dan ihram….” (Shahih; HR Ahmad).
5.    “Shalat di masjid Quba’ itu seperti umrah.” (Shahih; Shahih Al-Jami’ hadits no. 3872).
6.    “Siapa yang bersuci di rumahnya kemudian datang ke masjid Quba’ dan shalat di dalamnya maka ia mendapatkan pahala seperti pahala umrah.” (Shahih; Shahih At-Targhib, 1181)
7.    “Umrah pada bulan Ramadhan itu bagaikan haji bersamaku (Nabi saw).” (Shahih; Shahih Al-Jami’ hadits no. 4098).
8.    Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda kepada seorang wanita Anshar, “Apa yang menghalangimu untuk ikut berhaji bersama kami?” Ia menjawab, “Kami tidak memiliki kendaraan kecuali dua ekor unta yang dipakai untuk mengairi tanaman. Bapak dan anaknya berangkat haji dengan satu ekor unta dan meninggalkan satu ekor lagi untuk kami yang digunakan untuk mengairi tanaman.” Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda, “Apabila datang Ramadhan, berumrahlah. Karena sesungguhnya umrah di dalamnya menyamai ibadah haji.” (Shahih; Shahih At-Targhib, 1117).
9.    “Siapa yang menyiapkan bekal untuk orang yang akan berjihad, ibadah haji, mencukupi keluarga yang ditinggalkan atau memberi makan orang yang buka puasa maka ia mendapatkan pahala seperti pahala mereka tanpa mengurangi pahala mereka sedikit pun.” (Shahih; Shahih At-Targhib, 1078).
10.    Siapa yang pergi ke masjid—dan tidak ada yang diinginkan selain belajar tentang kebaikan atau mengajarkannya—maka ia mendapatkan pahala seperti pahala haji yang sempurna.” (Hasan Shahih; Shahih At-Targhib, 86).

Agustus 2, 2016

Tabligh : Serangan terhadap jemaah tabligh

Filed under: Tak Berkategori — Buya Athaillah @ 11:35 pm


Dakwah Maksud Hidup

Belajar untuk Menjalani Hidup sesuai Sunnah

Jumat, 07 Desember 2012

FATWA ULAMA TENTANG JAMAAH TABLIGH – Edisi Copas

1. Fatwa Darul Uloom Trinidad and Tobago tentang Jamaah Tabligh

Mengenai banyak diskusi tentang Dawah dan Tabligh atau Jamaah Tabligh, banyak cendekiawan dan lainnya seperti Dr Zakir Naik dan ulama lainnya mengkritik dan mengatakan itu adalah bidah untuk berpartisipasi dalam Dawah dan Tabligh, dari mana mereka mendapatkan pandangan-pandangan seperti ini ? Mereka mengatakan Jamaah Tabligh tidak berdasarkan Quran dan Sunnah. Apa pendapat Anda tentang masalah ini?
Upaya Jamaat Tabligh adalah salah satu yang sangat mulia yang telah sangat berhasil dan telah memperoleh penerimaan luas oleh ribuan Ulama besar dunia, dari permulaan hingga saat ini.

Pekerjaan ini hanya mengingatkan umat Islam tentang iman mereka dan menanamkan dalam diri mereka, keseriusan berlatih Islam. Pekerjaan Tabligh tidak memberitakan hal apapun yang bertentangan dengan ajaran Quran dan Sunnah, dan menyebarkan pesan Islam yang sebenarnya. Pekerjaan yang membawa pesan tentang bagaimana seorang Muslim dapat meraih sukses di dunia ini dan berikutnya, dan mendesak umat Islam untuk berpegang teguh kepada Sunnah Nabi (SA).

Pembicaraan, pidato dan nasihat diberikan, didasarkan pada Iman dan berjuang di jalan Allah, sehingga pesan Islam dapat mencapai rumah-rumah setiap orang Muslim. Jika survei diambil hari ini, akan terlihat bahwa Jamaah Tabligh adalah melakukan upaya seperti apa yang telah Nabi (SA) dan para sahabat buat. Saudara-saudara yang terlibat dalam Dawah dan Tabligh berupaya dengan susah payah dan menghabiskan uang mereka untuk bepergian ke tempat yang jauh dalam rangka menyebarkan pesan Islam. Mereka tidak meminta apa pun. Waktu mereka banyak dihabiskan dalam masjid.

Mereka yang berbicara buruk tentang pekerjaan mulia ini, karena ketidaktahuan mereka tentang apa yang terjadi di dalam pekerjaan Tabligh, atau mereka salah informasi, atau ada kemungkinan bahwa mereka mungkin tidak menyukainya tanpa alasan sama sekali.

Alhamdulillah, melalui berkat-berkat yang Allah Telah diberikan kepada Usaha Da’wah dan Tabligh puluhan ribu Muslim telah berubah, dan telah mengubah perjalanan hidup mereka ke arah yang benar. Ribuan (orang muslim) yang tidak pernah melakukan shalat sudah mulai melakukan itu, dan juga melakukan tugas lain sebagai Muslim. Pada usaha ini, sebuah kebangkitan besar telah terjadi, dan Muslim sekarang menjadi lebih sadar akan agama mereka.

Kita melihat setiap hari, bahwa sementara ada banyak umat Islam yang tinggal di sekitar Masjid, hanya sangat sedikit yang datang untuk shalat berjamaah. Mayoritas tinggal di rumah, sementara banyak bahkan mungkin tidak melakukan shalat sama sekali. Hal ini karena keadaan, kita menemukan bahwa saat ini, masjid masih banyak kosong, terkunci, kotor, menyedihkan dan tanpa pengawasan. Banyak Muslim tampaknya telah kehilangan semangat untuk menghadiri rumah Allah.

Kita jarang melihat orang lain yang mengunjungi orang-orang Muslim yang tidak menghadiri masjid atau lemah dalam agama mereka. Untuk menambah ini, kita juga menemukan beberapa kali, misionaris Kristen datang ke berbagai tempat, mengajak orang-orang Muslim untuk Perang Salib. Setiap minggu, kita menemukan bahwa misionaris Kristen mengunjungi rumah-rumah semua orang, termasuk rumah-rumah umat Islam, untuk menyebarkan agama mereka.

Sementara ketika semua ini berlangsung, kita menemukan bahwa tidak banyak yang dapat dilakukan, (pada kenyataannya, di banyak tempat, tidak ada yang dilakukan) untuk membawa umat Islam ke masjid, dan untuk mendatangi mereka dalam upaya untuk memperkuat mereka Imaan dan Islam. Dalam situasi ‘ingin’, kita menemukan bahwa sebagian besar waktu, itu adalah Jamaah Tabligh yang telah datang untuk menghidupkan kembali semangat Islam di kalangan umat Islam.

Jadi, inti dari penjelasan ini, adalah bahwa pekerjaan Tabligh adalah upaya yang sangat penting dan mulia yang didasarkan pada ajaran Al-Qur’an dan Sunnah Nabi (SA).

Dan Allah tahu yang terbaik.

Mufti Waseem Khan

2. Fatwa Mufti Ebrahim Desai Darul Ifta, Madrasah In’aamiyyah, Camperdown, South Africa tentang Jama’ah Tabligh

Allah Taala menyatakan bahwa salah satu alasan bagi umat ini yang berjudul sebagai Ummat yang terbaik, adalah praktek ‘memerintahkan yang baik dan mencegah kejahatan’

Nabi (shallallahu alayhi wasallam) menyatakan, “Apabila diantara kalian melihat kemungkaran, maka ia harus mengubahnya dengan tangannya Dan jika ia tidak mampu melakukannya maka ia harus mengubah dengan lidahnya.. Dan jika ia tidak dapat melakukannya dengan lidahnya, maka dia setidaknya harus meyakini bahwa itu adalah kemungkaran Dan ini adalah selemah-lemahnya Imaan.. ” (Mishkat)

Hadhrat Nuúmaan bin Basheer (Radhiallaahu anhu) mengatakan bahwa Rasulullah (shallallahu alayhi wasallam) memberikan contoh orang berlayar di sebuah kapal memiliki dek atas dan dek bawah. Orang-orang dari dek bawah membutuhkan air dan air permintaan dari orang-orang di dek atas. Orang-orang dari dek atas menolak air sehingga orang-orang dari dek lebih rendah memutuskan untuk membuat lubang di lantai kapal dan mendapatkan air dari laut. Rasulullah (shallallahu alayhi wasallam) bersabda, “Jika orang-orang dari dek atas tidak berhenti orang-orang di bagian bawah dari membuat lubang, kapal akan tenggelam dan semua orang bepergian akan tenggelam.” (Mishkat vol 2 hal.. 436)

Demikian pula, jika orang tidak melarang kejahatan dan dosa dalam masyarakat, seluruh masyarakat – yang tidak bersalah dan jahat – sama akan menderita.

Hadhrat Abu Hurairah (Radhiallaahu anhu) menyatakan bahwa Rasulullah (shallallahu alayhi wasallam) bersabda, “Perintahkan manusia berbuat kebaikan dan melarang kejahatan atau Allah akan mengirim menerima hukuman yang akan menghancurkan semua orang.” (Ibid)

Kutipan di atas Al-Quran dan Ahaadith Rasulullah (shallallahu alayhi wasallam) jelas bahwa memerintahkan yang baik dan melarang kejahatan adalah menekankan perintah Allah dan Rasul-Nya. Setiap orang harus melakukan perintah ini. Semua para nabi (Álayhimus salam) mengikuti jejak nabi masing-masing dan setelah kematian Nabi mereka, mereka melakukan misi yang sama.

Para Sahaaba Rasulullah (Radhiallaahu anhum) menghabiskan seluruh hidup mereka dalam memerintahkan yang baik dan melarang kejahatan. Karena tidak ada Nabi untuk datang, setiap ummat Rasulullah (shallallahu alayhi wasallam) adalah wakil Nabi dan memiliki untuk membawa pada misi Nabi. Orang-orang Tabligh Jamaah mengorbankan waktu, kekayaan dan kenyamanan untuk menjalani kesulitan dan kesulitan untuk pergi di jalan Allah – untuk melaksanakan Sunnah Nabi – memerintahkan yang baik dan melarang jahat.

Sejauh yang Jamaat Tabligh yang bersangkutan, itu adalah pandangan kami yang sederhana bahwa mereka bertindak atas perintah Allah Taala dan memenuhi kewajiban dari Syariah. Jamaat menganjurkan ketaatan pada Sunnah dan agar semua orang mengikuti syariah. Tujuan dari perorangan mengambil bagian dalam pekerjaan mulia Tabligh adalah, pertama, untuk mereformasi diri sendiri dan menyelamatkan manusia dari api neraka. Keberhasilan luar biasa dari Jamaat ini terutama karena manifestasi dari enam poin yang melibatkan pemurnian Naffs dan entitas dari Tauhid.

‘Tashkeel’ Kata secara harfiah berarti ‘untuk membentuk’. Dalam terminologi Tabligh, artinya mendesak orang untuk memberikan waktu, untuk keluar di jalan Allah untuk diri reformasi dan menyebarkan baik selama beberapa hari 3, 7, 40, 4 bulan, 1 tahun, dll jumlah hari juga tidak wajib, hanya disarankan seperti disarankan agar seseorang mempelajari pertolongan pertama, misalnya berfungsi satu bulan sebagai practicals.

Sementara ia tidak akan menjadi ahli dalam kedokteran, ia akan tahu hal-hal dasar yang harus dilakukan dalam keadaan darurat. Demikian pula, seseorang akan keluar selama 3 hari, 40 hari, 4 bulan, dll tidak menjadi seorang ahli syariah, tetapi ia akan belajar persyaratan dasar Syariah. Semakin banyak waktu yang dia berikan, semakin dia akan belajar dan menyempurnakan dirinya sendiri. Kerangka waktu bukan kriteria menurut syariah.

dan Allah Ta’ala Tahu yang Terbaik

Mufti Ebrahim Desai

3. Lembaga Fatwa Inggris tentang Jamaah Tabligh Jamaah
Mufti besarArab Saudi tersebut telah jelas menyatakan ketidaksukaannya terhadap Jamaah Tabligh. pertanyaan saya adalah bahwa, APAKAH SALAH DENGAN KERJA INI bahkan imam dari Haramain telah jelas menyatakan ketidaksukaan mereka.

Tolong anda beri mutiara nasehat mengenai masalah ini.
Dalam nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang,

Memerintahkan kebaikan dan melarang kejahatan adalah tanggung jawab dari umat Islam (al-Fardh Kifaya). Allah Swt mengatakan:

“Kalian adalah Ummat yang terbaik , yang dikeluarkan untuk umat manusia, memerintahkan kepada yang ma’ruf dan melarang dari kemungkaran.” (QS. Ali Imran, V: 110).

Ini tanggung jawab bersama umat Islam memerlukan upaya terorganisir, dan ini adalah apa yang Jama’ah Tabligh telah lakukan. Bagaimana bisa seseorang dihukum untuk melaksanakan tanggung jawab yang Allah SWT telah menetapkan atasnya?

Perlu dicatat bahwa meskipun metode yang Jama’ah Tabligh untuk penggunaan Dakwah mereka tidak lazim dalam konteks penuh pada masa Rasulullah (Allah memberkatinya & memberinya kedamaian), namun tidak akan dianggap sebagai suatu inovasi (bid’ah).

Syariah belum ditentukan metode khusus untuk pekerjaan Dakwah. Tanggung jawab Dakwah akan dibuang dengan menggunakan metode apapun, apakah ini adalah dengan mengajarkan ilmu agama kepada murid , menulis buku, mengundang orang-orang Islam, datang ke rumah orang-orang Islam dan memanggil mereka ke Masjid itu (seperti yang Jama’ah Tabligh lakukan) atau cara lainnya.

Mereka yang berasal dari Arab Saudi yang mengkritik kelompok ini biasanya tidak menyadari realitas Tabligh Jama’ah. Ini harus dikatakan kepada mereka: jika pekerjaan ini adalah salah, maka Anda harus menutup universitas Islam di Makkah dan Madinah dan semua perbuatan da’wah yang lainnya , dikarenakan banyak cara yang tidak lazim sebagaimana pada zaman Rasul Allah (Allah memberkatinya & memberinya kedamaian).

Kesimpulannya, tidak ada yang salah dengan kerja Jama’ah Tabligh secara umum. Orang harus didorong untuk bergabung dan berpartisipasi dalam kerja yang menguntungkan ini. Kerja kebathilan sangat aktif dan kerja Jama’ah ini telah dianggap penting dan al-Hamdulillah Jama’ah ini secara keseluruhan telah melakukan tanggung jawab da’wah dengan sangat baik

Jika ada kesalahan yang dilakukan orang yang terlibat dalam pekerjaan ini (seperti yang memang ada beberapa orang yang melakukannya), itu harus dikoreksi oleh para ulama dengan kebijaksanaan, wawasan, kelembutan dan kesopanan.

Dan Allah tahu yang terbaik

[Mufti] Muhammad bin Adam

Darul Iftaa

Leicester, Inggris

4. Hukum Khuruj menurut Lembaga Fatwa Mesir

Pertanyaan:

Apa hukum khuruj yang dilakukan oleh kelompok Jamaah Tablig? Apakah perbuatan itu termasuk bid’ah ?

Jawaban:

Mufti Agung Mesir, Prof. Dr. Ali Jum’ah Muhammad:

Khuruj yang dilakukan oleh Jamaah Tablig adalah perbuatan yang boleh dilakukan bagi orang yang mampu untuk berdakwah dengan sikap lembut, penuh hikmah dan mampu memberi nasehat dengan baik serta bersikap ramah dan sopan kepada orang-orang. Selain itu, orang tersebut juga harus mengetahui dengan baik apa yang dia sampaikan kepada orang-orang, tidak menerlantarkan keluarganya dan orang-orang yang menjadi tanggung jawabnya.

Adapun penetapan masa khuruj selama 4 hari, 40 hari dan lain sebagainya, hanyalah merupakan masalah teknis murni yang tidak ada hubungannya dengan masalah bid’ah. Ini selama pelakunya tidak meyakini bahwa penetapan jumlah hari itu adalah sesuatu yang disyariatkan.

5. Keputusan Majelis Fatwa Negeri Sabah

Jamaah Tabligh di Negeri Sabah

1. Ahli Majelis Fatwa telah membincangkan perkara tersebut pada

Muzakarah Fatwa Negeri Sabah bil 1/2004 pada 19 – 20 Januari 2004 M

Muzakarah Fatwa Negeri Sabah bil 3/2004 pada 6 – 8 Oktober 2004 M dan

Muzakarah Majelis Fatwa Negeri Sabah bil 1/2005 pada 12 – 14 September 2005 M

Dan memutuskan bahawa ;

a. Ajaran Jamaah Tabligh ini didapati tidak bercanggah dengan Akidah Ahli Sunnah Wal Jamaah

b. Jamaah ini tidak dikategorikan sebagai ajaran sesat

Pendapat Alim Ulama Tentang Jamaah Tabligh

a. Pendapat Syaikh Asyraf Ali Thanwi

Ketika Syaikh Muhammad Ilyas berusaha menerangkan tentang usaha Dakwah dan Tabligh ini kepada beliau, beliau berkata, “Sungguh masalah ini sudah sangat jelas. Tidak perlu dalil-dalil lagi. Pengaruh dan hasil usaha ini telah begitu jelas. Dikemukakan dalil hanyalah untuk memperjelas kebenaran. Namun saya telah berpuas hati ketika menyaksikan dengan mata kepala saya sendiri, sehingga saya tidak memerlukan penjelasan atau dalil-dalil lagi. Bahkan usaha Anda telah merubah keputus-asaan saya menjadi harapan.”

b. Pendapat Mufti Muhammad Syafi’

Beliau berkata, “Sesungguhnya, gerakan yang telah dirintis oleh Syaikh Muhammad Ilyas ini telah memberikan sumbangan dan jasa yang besar bagi seluruh dunia. Oleh karena itu, kepada para ulama hendaknya mau mempelajari manhaj Syaikh Muhammad Ilyas dan membukukan sejarah gerakan imaniyah ini secara terperinci sehingga dapat diambil pelajaran oleh pihak-pihak yang ingin berusaha menjalankan dakwah, menyeru manusia kepada Allah swt, serta menjadi lampu penyuluh bagi generasi yang akan datang.”

c. Pendapat Syaikh Muhammad Manzhur Nu’mani

Beliau berkata, “Saya yakin bahwa usaha ini satu-satunya usaha yang dapat menghidupkan kembali ruh keimanan dengan sempurna dikalangan umat muslimin. Sesungguhnya kesimpulan ari hakekat usaha ini telah saya pelajari secara ilmiyah dengan matang. Saya tidak terpengaruh oleh pemikiran Syaikh Ilyas walaupun beliau sendiri sering menjelaskannya. Namun saya berusaha keras mempelajari dakwah ini melalui Alquran dan Assunah dan segala sesuatu yang diperlukan oleh umat dewasa ini. Dengan senantiasa mengaji dan menyertai perjalanan-perjalanan dakwah Syaikh ilyas, semakin kuatlah keyakinan saya, bahwa usaha dakwah dan tabligh ini yang seperti inilah yang sangat diperlukan oleh umat pada saat ini, dan cara seperti ini adalah suatu cara pembaharuan yang paling mudah dan menyeluruh.”

Beliau berkata, “Mursyid saya berkata kepada saya, “Alangkah baiknya jika sekarang engkau berkenan meluangkan waktu bersama Syaikh ini (Syaikh Ilyas). Sesungguhnya ini beliau sedang berjalan dengan kecepatan ribuan mil perhari.” Sungguh selama ini saya tidak percaya dengan apa yang saya baca dalam sejarah perjuangan dan pengorbanan para pemimpin Islam, para wali Allah dan para shalihin dalam rangka menegakkan agama. Bahkan saya menganggap apa yang saya baca itu sesuatu yang berlebih-lebihan. Hal tersebut telah menyebabkan saya termasuk orang yang pada mulanya menentang usaha dakwah ini. Namun pada akhir-akhir ini, setelah saya meluangkan waktu bersama Syaikh ilyas dan menyaksikan sendiri pengorbanan, kerisauan, dan kasih sayang beliau dalam menegakkan kalimatullah, terbukalah mata saya terhadap kebenaran hal-hal yang saya baca dalam sejarah mengenai para pejuang yang gigih dan tangguh itu.”

d. Pendapat Syaikh Husain Ahmad Madani

Beliau paling bersemangat membela Jamaah Tabligh dari serangan orang-orang yang anti Jamaah Tabligh dari kalangan kaum muslimin atau dari luar. Beliau sangat yakin bahwa negara-negara Islam sangat memerlukan gerakan dakwah seperti ini. Beliau berkata dalam ceramahnya, “Anda tidak mengetahui apa yang sedang Anda lakukan. Sesungguhnya itulah tugas tetap Rasulullah saw. Betapa banyak generasi yang lalu tidak menghiraukan perjuangan dan pengorbanan ini, maka bersyukurlah Anda kepada Allah atas nikmat yang sangat besar ini. Allah berfirman.

“Dan kamu tidak dapat menghendaki (menempuh jalan itu) kecuali apabila dikehendaki Allah, Tuhan semesta alam.

“Mereka merasa telah memberimu nikmat dengan keIslaman mereka, katakanlah, Jangan kamu merasa telah memberi nikmat kepadaku dengan keIslamanmu. Sesungguhnya Allah, Dialah yang melimpahkan nikmat kepadamu dengan menunjukimu kepada keimanan jika kamu adalah orang-orang yang benar.”

Menurut beliau, cara dakwah seperti inilah yang dahulu pernah dipakai dalam menyebarkan Islam ke seluruh dunia.”

e. Pendapat Syaikh Mufti Mahmud Ahmad

Beliau berkata, “Gerakan dakwah Syaikh Muhammad Ilyas bukan merupakan pembaruan yang bersifat parsial dan terbatas, tetapi suatu pembaharuan dan penyelesaian yang menyeluruh. Gerakan tersebut merupakan gerakan pembangunan bagi seluruh manusia dan kehidupan agama secara sempurna. Ia adalah cara memasukkan hakikat agama ke dalam hati dan menyebarkan Islam ke seluruh dunia.”

f. Pendapat Allamah Mufti Azizurrahman

Syaikh Mufti Azizurrahman telah menulis sebuah buku tentang Syaikh Muhammad yusuf Al-Khandahlawi. Diantara ungakapannya ia menulis, “Dengan penuh keyakinan saya tegaskan bahwa usaha dakwah dengan cara inilah yang dapat menjamin kebahagiaan dunia dan akhirat. Usaha inilah satu-satunya cara untuk mengembalikan kaum muslimin kepada Islam sebagaimana sediakala.”

g. Pendapat DR. Dzakir Husain

Beliau berkata, “Sungguh, saya melihat kerja jamaah dakwah dan tabligh sangat sederhana. Namun saya menjumpai di dalam menyeru manusia untuk taat kepada Allah.”

h. Pendapat Allamah Ubaidillah As-Sindhi

Syaikh Muhammad Ilyas berkata, “Dulu Syaikh Ubaidillah As-Sindhi berkata, “Gerakan ini telah dimulai pada waktu yang tidak tepat dan mustahil akan berhasil kecuali jika pemerintahan di negri ini telah berubah, yaitu jika India telah merdeka dari penjajahan Inggris. Namun kini Syaikh Ubaidillah berkata, “Saya telah berkunjung ke berbagai negara di dunia. Saya sangat berputus asa melihat negara-negara yang saya kunjungi. Namun, kini saya telah melihat adanya secercah harapan. Sungguh saya akan belajar dari gerakan dakwah ini. Saya akan mengunjungi Mewat untuk melihat para pejuang yang bergerak menjalankan dakwah dan pembaharuan mengikuti dakwah Syaikh Muhammad Ilyas.”

i. Pendapat Syaikh Athaillah Syah Al-Bukhori

Beliau pernah datang ke Markas Nizhamuddin, untuk melihat langsung usaha ini. Beliau berkata, “Saya percaya bahwa Syaikh Nizhamuddin yang dijuluki Auliya telah wafat. Namun, saya melihat bahwa beliau masih hidup dan diberi rezeki (yaitu adanya Syaikh Muhammad Ilyas). “Dan berkata, “Sungguh saya merasa baru masuk Islam ketika saya hadir di Markas Dakwah dan Tabligh di Nizhamuddin. Barang siapa ingin memperbagarui imannya dan ingin menjadi seorang muslim yang sempurna, hadirlah ke markas Dakwah dan Tabligh.” j. Pendapat Syaikh Adam Abdullah Al-Aluri

Beliau berkata, “Penelitian secara ilmiah terhadap dakwah Syaikh Ilyas memerlukan pemahaman lingkungan maupun tempat yang menyebabkan timbulnya kerisauan Syaikh Ilyas. Juga perlu dipelajari sejarah gerakan ini dan cara-cara pembaharuannya di berbagai sejak awal.”——- “Sebenarnya, aturan yang berlaku di markas Syaikh Ilyas itu telah berlangsung lebih dari seperempat abad yang lalu. Tentu saja, itu suatu bukti yang jelas bahwa Syaikh Ilyas telah berusaha menghidupkan semua yang dibawa oleh Nabi saw, dan mungkin tidak ada duanya di seluruh dunia Islam. Meskipun di seluruh dunia banyak Markas yang menjadi pusat-pusat dakwah, tetapi tidak satu pun dari markas-markas tersebut yang memiliki contoh sempurna dari kegiatan Masjid Nabawi Syarif pada zaman Rasulullah saw, bukanlah hal itu telah cukup menunjukkan bahwa beliau memang mendapatkan taufik dari Allah untuk berkorban dalam usaha ini ?

k. Pendapat Syaikh Adam Abdullah Al-Aluri

Beliau berkata, “Jamaah Tabligh berdiri di india dengan kegiatan dakwahnya menyeru manusia kepada Allah, Ta’lim wat ta’lum, dan pendidikan ruhani yang menyeluruh. Jamaah ini didirikan oleh Syaikh Muhammad Ilyas pada tahun 1920 M. beliau menganjurkan agar di dalam dakwah lebih banyak bergerak dari pada sekadar menasehati lewat ceramah atau tulisan. Beliau mendidik kaum muslimin agar mengikuti cara-cara yang telah ditempuh oleh para sahabat, dan beliau juga menulis buku mengenainya sehingga jamaah Tabligh tersebar ke seluruh dunia.”

l. Pendapat Imam Abu Zahrah

Beliau menyaksikan langsung pergerakan jamaah-jamaah di markas Raiwind Lahore. Beliau berkata, “Sesungguhnya perang salib dan hru-hara Tartar telah melemahkan semangat bangsa Arab. Maka muncullah di India dan Pakistan semangat yang sangat kuat untuk melanjutkan dakwah Islamiyah hingga menyebar ke seluruh negara Asia Timur seperti Indonesia, Malaysia, dan lain-lainnya. Banyak kaum muslimin India yang telah keluar untuk berdakwah Islamiyah. Mereka berbekal sendiri di punggungnya serta menanggung segala kesusahan demi melaksanakan usaha dakwah sehingga Islam berkembang di beberapa wilayah di India Timur, di Philipina dan tempat-tempat lainnya. Bahkan di tangan merekalah banyak negro Amerika masuk Islam dan Islam berkembang di sana. Sungguh kita dapat melihat jamaah-jamaah itu di India dan Pakistan. Mereka keluar berdakwah, menyeru manusia kepada Islam. Mereka menyediakan diri dan harta mereka untuk menyiarkan Islam. Bahkan para pegawai pemerintah juga menyediakan waktu sepuluh persen, seolah-olah nisab zakat mereka.”

m. Pendapat Syaikh Abu Bakar Al-Jazairi

Beliau dalam salah satu tulisannya menyatakan, “Di tengah masyarakat yang dipenuhi kelalaian, kejahilan, dan syahwat seperti itulah Syaikh Muhammad Ilyas bangkit mendirikan Jamaah Tabligh memikirkan alat dan cara yang tepat untuk menyelamatkan umat dari bahaya tenggelam dalam kejahilan, kegelapan, kefasikan, dan kemusyrikan. Kemudian Allah menunjukkan beliau cara yang sangat tepat dan efektif, yang dengan cara tersebut banyak sekali manusia yang tak terhitung jumlahnya dapat diselamatkan dari lemah iman menjadi kuat iman, dari jahil terdapat Islam kepada cahaya ilmu, dari bahaya kelalaian kepada benteng dzikir, serta dari kefasikan dan kedurhakaan kepada ketaatan.”

Sekarang, saya akan jelaskan mengenai alat yang dipakai oleh Jamaah Tabligh yang telah diilhamkan Allah kepada hamba-Nya, Syaikh Muhammad Ilyas, dan telah dipraktekkannya sehingga dapat menyelamatkan sejumlah besar manusia. Alat tersebut sangat sederhana, tetapi sangat efektif dan tiada duanya, suatu alat dan cara yang menakjubkan yang tidak lebih dari enam point atau enam sifat.”

Syaikh Ibnu Sirrin rah ra, berkata, “Jika sampai kepadamu berita tantang saudaramu, maka carilah alasan yang membenarkan tindakannya. Jika kamu tidak menemukannya, maka katakanlah, “Mungkin dia mempunyai alasan.”

Abu Qilabah rah.a. berkata, “Apabila sampai kepadamu berita tentang saudaramu yang tidak menyenangkan, maka carilah baginya suatu alasan dengan sungguh-sungguh. Dan jika tidak menemukannya, maka katakanlah kepada dirimu, “Barangkali dia mempunyai alasan yang aku tidak mengetahuinya.”

Sheikh Abu Bakar Jabir Al-Jazairy,

Mudir di Masjid Nabawi dan Universiti Madinah Al-Munawarrah

Mereka berkata: Orang-orang Tabligh membuat bida’ah berupa keluar di jalan Allah secara berjemaah dan membatasi masa keluar 3 hari, 40 hari dan 4 bulan.

Kami katakan:

Sesungguhnya keluar untuk memperbaiki diri adalah seperti keluar untuk menuntut ilmu dan hidayah. Juga seperti keluar untuk mendakwah manusia kepada Allah dan mengajar mereka hal-hal yang bermenafaat di dunia dan akhirat. Semuanya itu adalah keluar di Jalan Allah, apabila di landasi niat yang benar dan untuk mengapai redha Allah s.w.t, bukan untuk memperolehi harta dan penghormatan atau untuk hiburan, permainan dan kebatilan.

Adalah termasuk kelakuan bodoh atau pura-pura bodoh apabila ada orang yang mengingkari keluarnya Jemaah Tabligh untuk kepentingan hidayah bagi manusia, mengajar mereka, memperbaiki diri mereka dan mendidik rohani mereka.

Padahal Rasulullah s.a.w bersabda, “Sepetang atau sepagi keluar di jalan Allah, lebih baik daripada mendapatkan dunia dan segala isinya.

Juga sabda Rasulullah s.a.w, “Barangsaiapa mendatangi masjid ini, semata-mata untuk kebaikan yang ia ajarkan atau ia pelajari, laksana mujahid fi sabilillah.”

Dan banyak lagi hadith sahih dan hassan yang mengajarkan dan memberi semangat untuk keluar di Jalan Allah. Alangkah ajaibnya perkataan mereka bahawa keluarnya Jemaah Tabligh adalah bida’ah! Dan lebih ajaib lagi mereka berhujah terhadap “keluar fi sabilillah secara berjemaah adalah bida’ah” dengan jangkaan mereka bahawa Rasulullah s.a.w mengirimkan Mu’az r.a ke Yaman bersendirian saja dan tidak berjemaah.

Mereka lupa atau tidak tahu bahawa Rasulullah s.a.w tidak mengirimkan Mu’az r.a sendirian tetapi mengirimkan Abu Musa Al Asy’ary r.a bersamanya. Baginda s.a.w bersabda kepada keduanya, “Gembirakanlah mereka dan jangan kalian buat mereka lari. Mudahkan mereka dan jangan kalian menyusahkan. Bertolong-tolonglah kalian dan jangan berselisih.”

Juga beliau mengirimkan Ali bin Abi Talib dan Khalid bin Sa’id bin al Ash r.huma. Bersama mereka baginda s.a.w mengirimkan rombongan besar untuk dakwah, ta’lim dan memutuskan perkara diantara manusia.

Tentang pembatasan masa keluar yang mereka katakan sebagai Bidaah, adalah peraturan dakwah sebagaimana peraturan sekolah dan universiti yang mengenal batasan masa belajar dan kerehatan, untuk menyiapkan bekal dan perbelanjaan selama masa keluar. Apakah dengan demikian, orang-orang Tabligh dianggap membuat bida’ah kerena mereka mengatur hari-hari untuk kepentingan dan khuruj fi sabilillah (keluar di jalan Allah)?

Alhamdulillah.

Ditulis oleh Sheikh Abu Bakar Jabir Al-Jazairy,

Mudir di Masjid Nabawi dan Universiti Madinah Al-Munawarrah

Demikianlah sekilas ‘Apa itu Jamaah Tabligh’ dan beberapa pendapat ulama mengenainya. Uraian di atas setidaknya menyibak keasingan Jamaah Tabligh dan membuka hati terhadap maksud dan tujuan Jamaah Tabligh, yang semata-mata gerakan keimanan atas diri dan umat. Umar bin khattab ra. berkata, “Janganlah kamu berprasangka buruk terhadap kalimat yang keluar dari saudaramu mukmin, kecuali dengan prasangka yang baik selama kamu dapati kemungkinan untuk memahaminya dengan pemahaman yang baik.”

 Wallauhua’lam bishowab.

Sumber: http://arraniri.blogspot.com/2012/10/fatwa-ulama-tentang-jamaah-tabligh.html

Ahliah Da’wah di 23.04

Berbagi

 

118 komentar:
the koerneiya dailyFebruari 08, 2013 9:15 PM

ya allah. .
berikan hidayahmu terhadap orang2 yang menghina usaha dakwah ini ya allah. . .

Balas

Balasan
rinaldi yunusMei 31, 2013 1:05 AM

dakwah apaan eqq, ibadahnya ga disertai ilmu

M Daffa AuliaSeptember 23, 2013 11:24 AM

Tidak Menghina Bagi saya kita perlu tau benar tentang Jamaah Tabligh:
1. Pndiri dan misi pendiriannya?

2. Kenapa kita harus ikut Jamah Tabligh setiap kali kita dikunjungi oleh mereka??

3. Adakah dicontohkan Nabi dan Tiga generasi terakhir?? sebutkan hadits-hadits shoheh nya.

Sofuan WiwinOktober 13, 2013 10:58 PM

Observasi langsung,analisa,data sesempurna mungkin,jangan lum sempurna dah menyimpulkan apa lagi kata guru,beliau bukan nabi yg kata2nya harus ditelan mentah2 .

Zaenul HalikOktober 13, 2014 12:44 PM

pertanyaan antum saya akan jawab.
1. Pendiri dan Misi Pendiriannya?

JAWAB : Pendirinya adalah Maulana Saad, bilau adalah keturunan Sayidina Abu Bakar R.A.

Misi, Bliau ingin membuat jaya kembali Umat Islam kembali pada Masa Rasulullah, Islam di atas puncak kejayaan, tapi kejayaan Islam saat ini tidak dengan menghunus pedang atau pertumpahan darah, melainkan kasih sayang.
2. Kenapa kita ikut Jemaah Tabligh setiap kali kita dikunjungi oleh mereka???

JAWAB : Karena kalo tidak di ajak secara langsung naik ke masjid untuk sholat berjemaah, maka saodara2 muslim kita tidak akan sholat berjemaah di masjid, atau mungkin saja dia tidak akan sholat, bukankah mngajak orang untuk taat pada ALLAH SWT itu pahalanya sangat besar sekali?? dan Islam ini adalah agama mahal, tidak semua orang mendapatkan hidayah dan taufiq, termasuk orang2 Islam sendiri sekarang banyak menjadi biang kerok daripada kemungkaran dan kemaksiatan. Bukankah itu mengundang murka ALLAH?
3. Adakah di contohkan Nabi, dan 3generali terakhir? sebutkan hadist-hadist sholehnya.
JAWAB : Wahai M. Dafa Aulia, (saya tidak tau M di mana anda, apakah itu Muhammad atau Martinus) kalo anda saat ini memeluk agama Islam, itu buka karena Islam di bawa angin atau banjir hingga sampai ke Indonesia, tapi Rasulullah itu mengirim 12000 sahabat terbaik utk menyebarkan agama Islam ke seluruh Dunia. dan nasehat menasehati dalam kebaikan, ketaqwaan, dan kesabaran itu adalah perintah ALLAH. Jika anda msih bertanya mana Hadistnya, saya rasa anda tidak pernah membaca AL-QUR’AN apa lagi mengamalkannya, membaca saja anda tidak pernah. Ini saya sampaikan, saya tidak akan mengutarakan hadist tapi lgsung AL-QUR’AN yg memang firman ALLAH. anda baca Suraht AL ASHR
dari Al Qur’an yaitu surat Al Ashr. Allah berfirman:
وَالْعَصْرِ (1) إِنَّ الْإِنْسَانَ لَفِي خُسْرٍ (2) إِلَّا الَّذِينَ آَمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ وَتَوَاصَوْا بِالْحَقِّ وَتَوَاصَوْا بِالصَّبْرِ (3)
“Demi masa, sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam keadaan merugi (celaka), kecuali orang-orang yang beriman, beramal shalih, saling menasehati dalam kebenaran, dan saling menasehati dalam kesabaran.” (Al ‘Ashr: 1-3)
Antum beriman saja masih merugi, kalo antum tidak beramal Sholeh, antum Beramal sholeh pun jga masih merugi bila antum tidak menasehati orang lain dan mengajak orang lain untuk beramal sholeh. Ingat M. Dafa, jika antum taat beribadah kepada Allah, tpi tetangga2 antum banyak yang melakukan kemaksiatan dan kemungkaran dan antum tau itu semua, tapi antum hanya diam saja bahkan membiarkan, antum sama celakanya dengn orang itu. Karena saat di Yaumil hisab besok, orang itu akan menuntut anda,mereka akan bilang kepada Allah ” Ya Allah, aku memang berbuat maksiat dan kemungkaran, tapi aku memiliki tetangga yang taat beribadah kepadamu, tapi dia hanya asyik beribadah sendiri, dia tidak menasehatiku untk kembali ke jalanMU sedangkan dia tau, bahwa perbuatanku mengundangMU.”
Antum akan di tuntut seperti itu nanti, dan antum tidak bisa membela diri, karena yang di katakan tetangga antum itu memang benar kenyataannya. Lalu antum akan sama2 nyemplung ke neraka dengan orang2 itu. Na’udzubillahimindzalik
Balas
Asuransi SyariahFebruari 27, 2013 5:33 PM

trmksh informasinya.ingn hidup sehat?dan langsing klik 

http://herbalifesidoarjo11.blogspot.com/ 

http://herbalifemojokerto11.blogspot.com/ 

http://herbalifemurahsurabaya.blogspot.com/ 

http://herbalifejogjakarta11.blogspot.com/ 

http://herbalifeyogyakarta11.blogspot.com/
Balas
iqbal ngimpiMaret 19, 2013 5:12 PM

jamaah tablig apa jamaah ndableg. begitulah jadinya suamiku setelah bergabung dengan jamaah tablig sama sekali jadi ndak punya aturan dan tanggung jawab
Balas

Balasan
Carxunist DienApril 21, 2013 2:22 AM

Mas ini berkepribadian ganda ya, ko ngaku punya suami ikut dakwah . Apa zaman saniki dunia sdh kebalik-kebalik ya ?

Sofuan WiwinOktober 13, 2013 11:09 PM

Setahu aku,orang ikut jt semakin teratur dan semakin baik ( bukan dah full teratur dan full baik,semakin ….)

Mungkin ada yg salah dalam prosesnya,kasih info aja kepusat kegiatan jt didekat lokasi tinggalya.

gahtan arbyMaret 17, 2016 11:08 AM

anda yg ndableg tdk faham pengorbanan untuk agama..atau anda yg salah pilih suami..gak ikut jamaah tableghpu memamng sudah ndableg..

adjie atlasMei 26, 2016 1:27 PM

orang taat kpd Alloh dibilang ndableg, yang ndbleg ya istrinya…diajak menuju kebahagiaan yang abadi ndak mau…suamimu itu jalan syurga atau nerakamu…

Engki YuliadiJuni 11, 2016 6:41 PM

saya bukan orang jamaah tablihgt atau golongan mana pun ,golongan saya hanya satu saya muslim , seperti isi surat ali imran ayat 103 ,Dan berpegang teguhlah kamusekalian dengan tali Allah dan janganlah kamu sekalian berpecahbelah .,namun begitu saya bergaul dengan jamaah inipertama kali di jepang .namun waktu itu saya tidak menyadari bahwa mereka itu orang2 jamaah tabligt dan mendirikan mesjid di negara yang tidak mengenal islam (jepang}hampir tiap mesjid di aichiken (nagoya) melakukan kegiatan yang sama dan saya melihat tidak ada yang aneh mereka belajar praktek lansung tentang sunnah ,spt cara makan cara tidur cara buang air tentang sholat tepat waktu dan mengajak meramaikan mesjid dan lain lain dan memang saya pernah mendengar sebelum nya di sekolah saya di mtsn namun seolah olah bagai mutiara yang tertimbun saja ,bagai ilmu yang bermanfaat namun tidak di gunakan ,tidak pernah saya praktekkan lansung dan hampir lupa sunnah sunnah yang mendatangkan banyak pahala tersebut, setelah saya pulang ke indonesia saya punya tetangga di jakarta dan saya di ajak sholat di masjid kebon jeruk jakarta sering dia mengajak sholat tapi tidak pernah saya tanggapi namun suatu hari saya penasaran apa sih yang membuat dia begitu kuat mengajak saya sholat di sana , (kondisi saya saat itu ibadah belang bentong ,}sampai di mesjid itu ,saya merasa waaaahh, subhanallah begitu nikmat berada di dalam mesjid berbagai kegiatan ibada di lakukan orang2 di dalam nya ,dan yang paling berkesan bagi saya yaitu makan bersama ala rasullullah dan bersiwa (menggosok gigi menggunakan kayu siwa waktu mau sholat, benar benar saya merasa termotifasi seolah olah memiliki kekuatan baru dalam melaksanakan ibadah,(beda dengan di jepang saya tidak begitu paham karena keterbatasan dalam bahasa}, dan tidak ada nya kepedulian terhadap agama masa di jepang ,dan disini{indonesia} saya baru sadar bahwasanya kegiatan yang pernah saya ikuti masa di jepang adalah kegiatan yang di laksanakan oleh jamaah tabligh memang waktu itu saya pernah berjumpa dengan orang indonesia dia sering mengajak saya jamaah tablight di masjid anjou(profinsi aichi} tersebut namun saya belum paham waktu itu apa jamaah tabligt saya fikir hanya semacam iktikaf di mesjid dan dengar ceramah begitu saja(seperti di kampung waktu kecil),dan saya berkesimpulan betapa metode dakwah orang orang ini berhasil,banyak orang orang pintar dan berdebat hasil nya nol , namun orang jamaah tabligt begitu luar biasa mereka memperkenalkan islam di negara kafir sana ,mendirikan mesjid dengan dana mereka sendiri dengan ikhlas nya ,mengajak sholat tepat waktu ,mengajak sholat di mesjid, namun yang membuat saya bingung kenapa banyak orang yang mencela , seperti bidaah maaf saya orang awam pendidikan agama saya cuman mtsn yang membuat saya bingung apakah perbuatan yang mengajak kepada kebaikan di sebut bidah?? atau salah? bertemu lakilaki di jalan di ajak sholat jamaah di masjid apa salah? teringat masa kecil saya suka suka bencci bertemu orang orang jenggotan begini dan memakai celana mirip joker dan mengajak sholat jamaah saya suka kesal seolah2 memaksa , tapi sekarang saya sadar kalau mereka maksa pasti dah mukul saya ketika saya menolak sholat bareng mereka, dan cara berpakaian mereka yang aneh sekarang saya sadar bahwasanya begitu besar pahala bila meniru dandanan mereka.berpakaian ala rasullah , jadi metode mereka lebih menyeluruh, melaksanakan ibadah di mesjid sambil belajar dan bermusyawarah masalah agama, jadi beribadah dan belajar bukan seperti di sekolah belajar dan beribadah,dan juga terjadi pada family saya karib kerabat ibu saya suami dari tante saya tersebut melalaikan anak dan istri gara gara jamaah tablight , dan hal ini juga yang membuat saya mencoba masuk kemasjid tersebut, tapi tidak ada yang janggal kemungkinan pemahaman dari suami tante aja yang beda karena semua dilakukan hanya sukarela bukan paksaan tidak ada yang memberatkan, hanya ada anjuran , dan juga berdasarkan kemampuan ,dan tidak melalaikan anak bini, menurut saya tak kenal maka tak sayang tak sayang maka tak cinta ,jika anda

Engki YuliadiJuni 11, 2016 7:52 PM

saya bukan orang jamaah tablihgt atau golongan mana pun ,golongan saya hanya satu saya muslim , seperti isi surat ali imran ayat 103 ,Dan berpegang teguhlah kamusekalian dengan tali Allah dan janganlah kamu sekalian berpecahbelah .,namun begitu saya bergaul dengan jamaah inipertama kali di jepang .namun waktu itu saya tidak menyadari bahwa mereka itu orang2 jamaah tabligt dan mendirikan mesjid di negara yang tidak mengenal islam (jepang}hampir tiap mesjid di aichiken (nagoya) melakukan kegiatan yang sama dan saya melihat tidak ada yang aneh mereka belajar praktek lansung tentang sunnah ,spt cara makan cara tidur cara buang air tentang sholat tepat waktu dan mengajak meramaikan mesjid dan lain lain dan memang saya pernah mendengar sebelum nya di sekolah saya di mtsn namun seolah olah bagai mutiara yang tertimbun saja ,bagai ilmu yang bermanfaat namun tidak di gunakan ,tidak pernah saya praktekkan lansung dan hampir lupa sunnah sunnah yang mendatangkan banyak pahala tersebut, setelah saya pulang ke indonesia saya punya tetangga di jakarta dan saya di ajak sholat di masjid kebon jeruk jakarta sering dia mengajak sholat tapi tidak pernah saya tanggapi namun suatu hari saya penasaran apa sih yang membuat dia begitu kuat mengajak saya sholat di sana , (kondisi saya saat itu ibadah belang bentong ,}sampai di mesjid itu ,saya merasa waaaahh, subhanallah begitu nikmat berada di dalam mesjid berbagai kegiatan ibada di lakukan orang2 di dalam nya ,dan yang paling berkesan bagi saya yaitu makan bersama ala rasullullah dan bersiwa (menggosok gigi menggunakan kayu siwa waktu mau sholat, benar benar saya merasa termotifasi seolah olah memiliki kekuatan baru dalam melaksanakan ibadah,(beda dengan di jepang saya tidak begitu paham karena keterbatasan dalam bahasa}, dan tidak ada nya kepedulian terhadap agama masa di jepang ,dan disini{indonesia} saya baru sadar bahwasanya kegiatan yang pernah saya ikuti masa di jepang adalah kegiatan yang di laksanakan oleh jamaah tabligh memang waktu itu saya pernah berjumpa dengan orang indonesia dia sering mengajak saya jamaah tablight di masjid anjou(profinsi aichi} tersebut namun saya belum paham waktu itu apa jamaah tabligt saya fikir hanya semacam iktikaf di mesjid dan dengar ceramah begitu saja(seperti di kampung waktu kecil),dan saya berkesimpulan betapa metode dakwah orang orang ini berhasil,banyak orang orang pintar dan berdebat hasil nya nol , namun orang jamaah tabligt begitu luar biasa mereka memperkenalkan islam di negara kafir sana ,mendirikan mesjid dengan dana mereka sendiri dengan ikhlas nya ,mengajak sholat tepat waktu ,mengajak sholat di mesjid, namun yang membuat saya bingung kenapa banyak orang yang mencela , seperti bidaah maaf saya orang awam pendidikan agama saya cuman mtsn yang membuat saya bingung apakah perbuatan yang mengajak kepada kebaikan di sebut bidah?? atau salah? bertemu lakilaki di jalan di ajak sholat jamaah di masjid apa salah? teringat masa kecil saya suka suka bencci bertemu orang orang jenggotan begini dan memakai celana mirip joker dan mengajak sholat jamaah saya suka kesal seolah2 memaksa , tapi sekarang saya sadar kalau mereka maksa pasti dah mukul saya ketika saya menolak sholat bareng mereka, dan cara berpakaian mereka yang aneh sekarang saya sadar bahwasanya begitu besar pahala bila meniru dandanan mereka.berpakaian ala rasullah , jadi metode mereka lebih menyeluruh, melaksanakan ibadah di mesjid sambil belajar dan bermusyawarah masalah agama, jadi beribadah dan belajar bukan seperti di sekolah belajar dan beribadah,dan juga terjadi pada family saya karib kerabat ibu saya suami dari tante saya tersebut melalaikan anak dan istri gara gara jamaah tablight , dan hal ini juga yang membuat saya mencoba masuk kemasjid tersebut, tapi tidak ada yang janggal kemungkinan pemahaman dari suami tante aja yang beda karena semua dilakukan hanya sukarela bukan paksaan tidak ada yang memberatkan, hanya ada anjuran , dan juga berdasarkan kemampuan ,dan tidak melalaikan anak bini, menurut saya tak kenal maka tak sayang tak sayang maka tak cinta ,jika anda
Balas
iqbal ngimpiMaret 19, 2013 5:15 PM

apa maknanya kuruj kalau istri anak2 ga bisa makan karna ditinggal kuruj sesatttttt….. 

dosanya siapa? yang nyuruh kuruj 

apa yang ikut kuruj.?
Balas

Balasan
Safri AnwarApril 26, 2013 10:22 AM

klw gitu pertanyaan saudara… waktu nabi Ibrahim khuruj tinggalkan siti hajar dan (nabi)ismail di padang pasir, siapa yg kasi makan dan minum ya??? wah saudara ditanyakan imannya nih,.. ketahuilah mereka ditinggal + – 10 tahun oleh Nabi Ibrahim Lho.. trus waktu plngnya dari berdakwah di uji imannya lg untuk mnyembelih anaknya (ismail)… buat saudara apa hikmah plksanaan idul adha?? apa hikmahnya berlari2 kecil antara safar-marwah klw naik haji?? 

TRUS KLW SAUDARA BERTANYA SIAPA YG KASI MKAN ANAK ISTRINYA, SEDANGKAN ANDA TAHU MEREKA PERGI MENDAKWAHKAN AGAMA,, DIMANAKAH TANGGUNG JAWAB AGAMA ANDA KEPADA MEREKA.. BUKANKAH MEREKA ORANG2 YG DISEBUTKAN “8 ORANG YG PERLU DI ZAKATI”..

Yan AriApril 28, 2013 9:31 PM

Iqbal ngimpi itu adalah orang bahlul, tolong belajar agama donk!!! Masa Para Nabi, Sahabat dan Pengikut Nabi yang berdakwah itu sesat

rinaldi yunusMei 31, 2013 1:08 AM

itu Nabi mas broo, kita cuma manusia biasa. Apapun yg Nabi minta niscaya akan dikabulkan oleh Allah, ga mustahil klo keluarga yg ditinggalkan Nabi Ibrahim sehat wal afiat..

jamaah tabligh itu menyimpang, ibadah ga ada ilmunya

M Daffa AuliaSeptember 23, 2013 11:19 AM

Sesama saudara semuslim emang kita harus saling mengingatkan dalam iman dan kebaikan. Tolak ukur iabdah dan perilaku kita adalah mencontohi Nabi Kita Nabi Muhammad SAWW. Di luar itu tidak kecuali diperintahkan nabi kita. 

Mungkin beberapa hal yang perlu saya pertanyakan kepada saudara-saudariku Jamah Tablig. 

1. Dasar dan landasan pendirian Jamaah Tabligh?

2. Siapa pendiri dan asal pendiri Jamaah Tabligh?

3. Kenapa Jamaah tabligh tidak pernah mengadakan suatu kajian yang mendalam tentang Ajaran Islam?? Yang selalu dipakai adalah buku Fadillah Amal. 

4. Kenapa dalam berdakwah selalu mengajak orang untuk ikut kelompok jamaah tablig?? 

5. Apakah cara dakwah yang dijalankan sudah sepenuhnya sesuai dakwahnya Rosululloh dan para sahabat?? Karena kita tidak disuruh nabi kita untuk mengikuti nabi nabi terdahulu, kecuali dipertintahkan seperti puasa nabi Daud!!
Trima kasih

Pencari KebenaranOktober 20, 2013 1:41 PM

Suami adalah pemimpin bagi keluarganya (istri & anak). Jika istri mengeluarkan unek2 seperti mama Iqbal (atau mama-mama yg lain), yg jd pertanyaan adalah bagaimana suami membimbing istri?. Jika iman suami makin bertambah baik stlh ikut Jamaah Tabligh, mestinya imannya suami mampu memberikan pencerahan kpd istri, bukan imannya istri yg pertanyakan. apalagi secara khusus mama Iqbal mau disamakan dgn istri Nabi Ibrahim (Siti Hajjar), itu berarti (secara umum) menyamakan setiap istri punya iman yg sama dgn Siti Hajar.
Tiap kita aadalh pemimpin bg dirinya sendiri (anggota tubuh yg dikendalikan oleh hati), berikutnya adalah pemimpin bg keluarga (istri, anak-anak, orang tua, saudara-saudaranya), lalu kecenderungan pemimpin pd lingkungan tempat tinggal (masyarakat, tetangga, dll). Lalu sejauh mana iman kita mampu memberikan kontribusi pada mereka?
Sy mendukung siapa saja yg berdakwah dijalan Allah, tentunya didasarkan pada aturan Allah dan Rasulnya, bukan kata fulan bin fulan. Seberapa sering ayat ayat Allah menanyakan kpda kita “seberapa jauh akal kita gunakan utk memahami ayat ayat Allah”. Iman memang tdk bisa dibuktikan dgn akal, tapi akal memiliki peran untuk memunculkan iman. 
Jika Allah STW menghendaki semua manusia beriman, niscaya tidak ada manusia yang berbeda akidah, pemahaman yg berbeda, tdk ada golongan. Tapi realitasnya, Allah menjadikan manusia berbeda imannya sebagai langkah untuk mengetahui siapa yang paling banyak amalnya (ikhlas dan sesuai dgn aturan Allah dan Rasulnya, bukan kata si fulan bin fulan). Hakikatnya suatu kebenaran hanya Allah yg tahu, manusia hanya merealisasikan kebenaran trsebut melalui aturan-aturan-Nya (syariatnya). Hakikat yg utama, tp syariat jgn dilupakan.

hasda gorontaloFebruari 07, 2014 8:12 PM

Allah SWT. memeberikan amanah kepada kita adalah keluarga, anak dan istri.. 

kita ini manusia biasa bukan golongan ulama atau nabi.. 

seyogyanya, kita berdakwah untuk diri sendiri dan keluarga dan orang sekitar dulu..

Zaenul HalikOktober 13, 2014 12:58 PM

Kita memang manusia biasa, tapi adakah Hasrat Antum untuk menjadi Manusia yang Mulia seperti para Nabi Hasda GORONTALO ???

adjie atlasMei 26, 2016 1:32 PM

m. daffa smoga antum dapat hidayah, insyaalloh tablik berilmu dan beramal, cicipi dulu biar faham….smoga saudaraku m. daffa faham kl sudah kuruj fi sabilillah…
Balas
Lystia Fadiyah HauraMaret 28, 2013 5:11 PM

Tetap semangat dan tetap istiqomah tegakkan kalimat : La ilaha illallah Muhammadur Rasulullah !
Balas
blogchanApril 03, 2013 9:40 AM

suatu usaha yang benar yang tidak sesat, ialah usaha tersebut banyak diikuti oleh orang. La ilaha illallah”
Balas
Ulas VctmApril 09, 2013 8:20 PM

Orang yang menentang usaha ini adalah..

Setan Berwujud Manusia………
Balas
Mari BelajarApril 13, 2013 9:47 PM

lama aku gak khuruj, terasa ada yang hilang dalam jalan hidup islam saya, walaupun tetap menjalankan ibadah teratur dan tidak pernah bolong tapi tetap ada yang kurang. keluar dakwah fi sabilillah menyampaikan kebenaran islam kepada seluruh dunia dan mengajak umat islam kembali ke fitroh ajaran yang muliah iman yang kuat.

allahu akhabar semoga ana bisa keluar khuruj lagi. aamiin
Balas

Balasan
Zaenul HalikOktober 13, 2014 1:02 PM

Datang ke jakarta bulan depan ya pak, IsyaALLAH Syekh Maulana Saad Hadir.
Balas
Rizki Sulistyo Pramono S.FApril 15, 2013 9:11 PM

Khuruj fisabilillah adalah upaya untuk mempertebal iman..kalian boleh menghina kami di dunia tapi akhirat lah yang akan membuktikanya.
Balas
muhammad husaeniApril 20, 2013 6:29 PM

memberi nafkah kluarga itu wajib hukum x yg bila di tinggalkan tentu berdosa

berdakwah spt itu skrg bukan jamanx lagi

karna jln berdakwah skrg bisa dgn berbagai cara , tergantung cara mana yg akan kita gunakan utk berdakwah…

dulu kluar berdakwah wajar krn msih bnyak org yg blum islam

tp skrg masak kita mengajak org yg sudah islam….

klw memang mo niat dakwah ya harus ke tempat yg islam masih langka tentux
Balas

Balasan
Yan AriApril 28, 2013 9:40 PM

Dakwah cara Nabi itu wajib dikerjakan kapanpun, dimanapun dan kepada siapapun.

rahmanApril 29, 2013 12:24 PM

Ya Akhi Husaeni, khuruj jg syaratnya menyisakan kebutuhan u keluarga selama khuruj, kenapa kita berdakwah kepada org Islam, karena org Islam belum tentu Islami tingkah lakunya, Islam tp tdk sholat, Islam tp tdk ngaji, Islam tapi tak pergi ke Masjid, Methode dakwah Rosulullah adalah metode paling sempurna tdk lusuh dimakan jaman.

Sadarlah…sadarlah…sadarlah…Mei 12, 2013 1:59 PM

HANYA SEKEDAR NAMA ISLAMKAH KITA HIDUP ITU?
ASTAGHFIRULLOH….

Bayu PutraMei 17, 2014 9:12 AM

Yang dikatakan saudara Rahman betul sekali. Sebelum khuruj/ keluar, anggota yg akan keluar akan diliat satu persatu, jika ada yg telah berkeluarga tpi kekurangan, maka anggota lain bersedekah utk keluarga mereka

Zaenul HalikOktober 13, 2014 1:15 PM

hai Tuan Husaini, jika percuma anda Sholat dan mengaji serta beramal Sholeh, tapi tetangga Dan saudara2 muslim anda, anda biarkan dalam kemungkaran, kesesatan, dan kemaksiatan, apakah anda tidak sadar dengan ucapan itu ?? apakah anda tidak melihat banyak orang2 di sekeliling kita Islam KTP? jika anda juga orang Islam seharusnya anda mengkaji dan merenungkan firman ALLAH berkut ini :
dari Al Qur’an yaitu surat Al Ashr. Allah berfirman:
وَالْعَصْرِ (1) إِنَّ الْإِنْسَانَ لَفِي خُسْرٍ (2) إِلَّا الَّذِينَ آَمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ وَتَوَاصَوْا بِالْحَقِّ وَتَوَاصَوْا بِالصَّبْرِ (3)
“Demi masa, sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam keadaan merugi (celaka), kecuali orang-orang yang beriman, beramal shalih, saling menasehati dalam kebenaran, dan saling menasehati dalam kesabaran.” (Al ‘Ashr: 1-3)
Antum beriman saja masih merugi, kalo antum tidak beramal Sholeh, antum Beramal sholeh pun jga masih merugi bila antum tidak menasehati orang lain dan mengajak orang lain untuk beramal sholeh. Ingat Muhammad Husaini, jika antum taat beribadah kepada Allah, tpi tetangga2 antum banyak yang melakukan kemaksiatan dan kemungkaran dan antum tau itu semua, tapi antum hanya diam saja bahkan membiarkan, antum sama celakanya dengn orang itu. Karena saat di Yaumil hisab besok, orang itu akan menuntut anda,mereka akan bilang kepada Allah ” Ya Allah, aku memang berbuat maksiat dan kemungkaran, tapi aku memiliki tetangga yang taat beribadah kepadamu, tapi dia hanya asyik beribadah sendiri, dia tidak menasehatiku untk kembali ke jalanMU sedangkan dia tau, bahwa perbuatanku mengundang murkaMU.
Lalu dengan apa antum akan membela diri mendengar tuntutan seperti itu kepada Allah? ya pada akhirnya antum sama org2 tetangga antum yg berbuat maksiat itu sama2 nyemplung ke neraka, karena tidak ada lagi nasehat menasehati. memang benar sabda Nabi, akan datang suatu masa Islam hanya akan tinggal nama, Qur’an hanya tinggal tulisan, tidak ada yang mengamalkan, hanya membaca saja yang banyak termasuk antum saya rasa hanya sekedar pembaca alqu’an bukan pengamal.
Balas
Carxunist DienApril 21, 2013 2:47 AM

MAASYA ALLOHU KAANA MAA LAM YASYA LAM YAKUN………..

Maaf ….! kami lagi belajar tidak terkesan dg suasan dan keadaan. Yang nyaci.yang muji, yang menolak / menerima, yang lempar lumpur / yang lempar lemper…….HAADZIHII SABIILII Semua sdh benar sesuai skenario. Yang belum benar kami lah yang suka keliling itu. Semoga semuanya happy END. 
ALLOHUMMAGHFIR LIQOUMI FAINNAHUM LAA YA’LAMUUN
Balas

Balasan
BudidJuni 21, 2013 9:55 AM

benar..
Balas
Abdul RahmanApril 22, 2013 5:52 AM

Bismillah.
klo memang suaminya pergi tanpa meninggalkan bekal dan pada saat istri dan anak2 benar2 lagi membutuhkan terlebih suami dalam keadaan mampu untuk menafkahi. masya Allah. this is dzalim ya akhi.
apa anda mau abaikan ayat yang diturunkan Allah ini ya akhi?
“Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, keras, dan tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan” (At-Tahrim/66:6)
kalau keluarga terlihat sudah terpenuhi, dakwah yg penuh ilmu dan refrensi tentulah sangat dibutuhkan oleh masyarakat.
semoga Allah memberikan kita taufiq dan hidayahnya kepada penuntut ilmu dan yang berjuang dijalan Allah. Aamiin.
Balas

Balasan
UnknownJuni 09, 2013 1:57 PM

terus kalau ninggal anak isteri tanpa bekal ke Malaysia untuk cari kerja itu gimana ya? apa itu dikira zalim atau ga? 

anda quote ayat at-tahrim:6 itu maksud nya apa ya? Allah bilang selamatkan diri dan ahli keluarga dari neraka, apa sebab manusia itu masuk neraka?? sebab ga makan atau minum? sebab ga ada bekal cukp di rumah suami bisa ke neraka atau sebab suamin tidak engajarkan agama kpd anak isterix?

BudidJuni 21, 2013 10:12 AM

Kalau semua ini mau kita cerna dengan akal pikiran tidak bisa. Akan jatuh seperti kaum yahudi, yaitu banyak bertanya, setelah itu mereka tinggalkan.
Kalau saja 1 jam dari sekarang, kita mati karena misalnya ada truk yang menubruk kendaraan kita, apa yang kita bawa? Dan apa yang kita tinggalkan kepada keluarga kita?

Sedangkan pada saat itu kita sedang berada dalam keadaan tidak punya uang.
Ini perlu kita renungkan. Tidak perlu segera dijawab.
Bekal kita hanyalah iman yang benar. juga benar keluarga yang kita tinggalkan juga sama.
Dan iman itu tidak bisa kita didapat melalui kursus atau sebagainya.

Kalau ilmu bisa. Dengan hadir di majelis2 taklim, ilmu kita akan bertambah. 

Tetapi setelah itu apakah kita sanggup mengamalkan ilmu tersebut?
Itulah, kita butuh iman dan yakin untuk dapat sanggup mengamalkan semua ilmu yang kita dapat.
Memang susah untuk menjelaskan masalah iman. Mudah dibicarakan.

Karena iman adalah termasuk hal tang tak nampak (unseen)
Banyak hal dalam kehidupan ini yang kita tidak sanggup untuk mengerti.

Misalnya matahari, bulan, ikan dilaut, dan banyak sekali. Walau kita diberi umur 1000 tahun pun kita tidak akan mengerti.

Vicktor YanuarJuli 04, 2013 12:56 PM

menurut ustad saya para jamaah tabligh sebagian besar mereka sudah mapan jadi cukup untuk menafkahi istri dan anak”nya

Zaenul HalikOktober 13, 2014 1:23 PM

ya memang begitu adanya, kami terdiri dari Pensiunan, Polisi, karyawan, pejabat, seniman,dll. Yang tidak suka itu adalah golongan WAHABI saja, jika ada yang tidak suka dengan kami berarti mreka WAHABI yang cara dakwahnya dengan membunuh orang. anda bisa brosing “SEJARAH BERDARAH SEKTE SALAFI WAHABI” dan miliki bukunya.
Balas
ilham suangApril 22, 2013 9:24 AM

Afwan akhiy.. Tdk ada itu itu org yg khuruj lantas tdk meninggalkan bekal untuk anak dan istrinya. Sblm khuruj, seseorng akan di tafakkud dulu apakah cukup bekal yg akan Dia bawa dan yg akan ditinggalkan buat keluarga. Tapi akhlak yg terbaik ad kalo memang antum mendapatkan klrg yg ditinggal khuruj itu kekurangan, ya monggo disedekahilah.. Memberi minum anjing yg kehausan sj, seorng pelacur bisa masuk sorga.. Apalagi manusia yg ditinggal suaminya untuk urusan agama.. Afwan.. Kalo mau tahu ttg usaha Da’wah, tabayyun akhiy… Terjun langsung ikut 3 hr dulu atau satu hari sj menyertai Jamaah yg lagi gerak, agar tdk termakan fitnah

Balas

Balasan
rinaldi yunusMei 31, 2013 1:11 AM

ngasih minum anjing, pelacur masuk surga, eanak bener tuh!! kayak Tuhan aja lu

nanang slametDesember 02, 2013 2:40 PM

Baca buku “Jalan Pintas Ke Surga” kisahnya ada disitu. Kalo diceritain disini, puanjang banget

Zaenul HalikOktober 13, 2014 1:43 PM

KISAH SEORANG PELACUR YANG MASUK SURGA ….

25 Apr
Bismillahir-Rahmaanir-Rahim … Pada zaman kenabian Isa alayhissalaam, banyak terjadi kerusakan karena ulah kaisar Romawi yang zalim. Kelaparan dan kemisikinan merajalela di negeri Palestina.
Berbagai cara dilakukan oleh rakyat terutama para kaum miskin untuk melawan kelaparan dan kemiskinan itu. Seorang ibu terpaksa menjual anaknya seperti menjual pisang goreng.
Perampokan, pembunuhan, penganiayaan tak kenal peri kemanusiaan lagi. Sementara ketika nabi Isa a.s menyampaikan dakwahnya kepada rakyat, tentara Romawi selalu mengejar-ngejar beliau.
Sesekali nabi Isa a.s mengumpulkan para orang miskin itu, dan membagi-bagikan roti dan gandum kepada mereka. Namun tak urung para tentara Romawi terus menggusur dan menganiaya mereka.
Kehidupan rakyat sudah benar-benar tak menentu. Laki-laki banyak sekali yang meninggalkan rumah dan keluarga mereka, entah pergi ke mana. Pelacuran tumbuh di mana-mana. Setiap orang harus mempertahankan dirinya dari serangan lapar.
Suatu ketika terlihat seorang perempuan muda berjalan terseok-seok seolah menahan rasa letih. Sudah terlalu jauh ia menyusuri sepanjang jalan, untuk mencari sesuap nasi. Menawarkan diri kepada siapa saja yang mau, meski dengan harga yang murah.
Perempuan muda itu terlihat terlalu tua dibandingkan dengan usia sebenarnya. Wajahnya kuyu diguyur penderitaan panjang. Ia tidak mempunyai keluarga, kerabat ataupun sanak saudara lainnya. Orang-orang sekelilingnya menjauhinya. Bila bertemu dengan perempuan tersebut, mereka melengos menjauhinya karena jijik melihatnya.
Namun perempuan itu tidak peduli, karena pengalaman dan penderitaan mengajarinya untuk bisa tabah. Segala ejekan dan caci maki manusia diabaikannya. Ia berjalan dan berjalan, seolah tak ada pemberhentiannya.
Ia tak pernah yakin, perjalanannya akan berakhir. Tapi ia terus berusaha melenggak-lenggok menawarkan diri. Namun sepanjang jalan itu sunyi saja, sementara panas masih terus membakar dirinya. Entah sudah berapa jauh ia berjalan, namun tak seorangpun juga yang mendekatinya.
Lapar dan haus terus menyerangnya. Dadanya terasa sesak dengan nafas yang terengah-engah kelelahan yang amat sangat. Betapa lapar dan hausnya ia…
Akhirnya sampailah ia di sebuah desa yang sunyi. Desa itu sedemikian gersangnya hingga sehelai rumputpun tak tumbuh lagi. Perempuan lacur itu memandang ke arah kejauhan. Matanya nanar melihat kepulan debu yang bertebaran di udara. Kepalanya mulai terasa terayun-ayun dibalut kesuraman wajahnya yang kuyu.
Dalam pandangan dan rasa hausnya yang sangat itu, ia melihat sebuah sumur di batas desa yang sepi. Sumur itu ditumbuhi rerumputan dan ilalang kering dan rusak di sana-sini. Pelacur itu berhenti di pinggirnya sambil menyandarkan tubuhnya yang sangat letih. Rasa hauslah yang membawanya ke tepi sumur tua itu.
Sesaat ia menjengukkan kepalanya ke dalam sumur tua itu. Tak tampak apa-apa, hanya sekilas bayangan air memantul dari permukaannya. Mukanya tampak menyemburat senang, namun bagaimana harus mengambil air sepercik dari dalam sumur yang curam ? Perempuan itu kembali terduduk.
Tiba-tiba ia melepaskan stagennya yang mengikat perutnya, lalu dibuka sebelah sepatunya. Sepatu itu diikatnya dengan stagen, lalu dijulurkannya ke dalam sumur. Ia mencoba mengais air yang hanya tersisa sedikit itu dengan sepatu kumalnya. Betapa hausnya ia, betapa dahaganya ia.
Air yang tersisa sedikit dalam sumur itu pun tercabik, lalu ia menarik stagen itu perlahan-lahan agar tidak tumpah. Namun tiba-tiba ia merasakan kain bajunya ditarik-tarik dari belakang.
Ketika ia menoleh, dilihatnya seekor anjing dengan lidahnya terjulur ingin meloncat masuk ke dalam sumur itu. Sang pelacur pun tertegun melihat anjing yang sangat kehausan itu, sementara tenggorokannya sendiri serasa terbakar karena dahaga yang sangat.

Zaenul HalikOktober 13, 2014 1:44 PM

Sepercik air kotor sudah ada dalam sepatunya. Kemudian ketika ia akan mereguknya, anjing itu mengibas-ngibaskan ekornya sambil merintih.
Pelacur itupun mengurungkan niatnya untuk mereguk air itu. Dielusnya kepala hewan itu dengan penuh kasih. Si anjing memandangi air yang berada dalam sepatu.
Lalu perempuan itu meregukkan air yang hanya sedikit itu ke dalam mulut sang anjing. Air pun habis masuk ke dalam mulut sang anjing, dan perempuan itu pun seketika terkulai roboh sambil tangannya masih memegang sepatu …
Melihat perempuan itu tergeletak tak bernafas lagi, sang anjing menjilat-jilat wajahnya, seolah menyesal telah mereguk air yang semula akan direguk perempuan itu. Pelacur itu benar-benar telah meninggal.
Para malaikat pun turun ke bumi menyaksikan jasad sang pelacur. Malaikat Raqib dan Atid sibuk mencatat-catat, sementara malaikat Malik dan Ridwan saling berebut.
Malik – si penjaga neraka – sangat ingin membawa perempuan lacur itu ke neraka, sementara Ridwan – si penjara surga – mencoba mempertahankannya. Ia ingin membawa pelacur itu ke surga. Akhirnya persoalan itu mereka hadapkan kepada Allah.
“Ya Allah, sudah semestinya pelacur itu mendapatkan siksaan di neraka, karena sepanjang hidupnya menentang larangan-Mu, ” kata Malik.
” Tidak !” bantah Ridwan. Kemudian Ridwan berkata kepada Allah, ” Ya Allah, bukankah hamba-Mu si pelacur itu termasuk seorang wanita yang Ikhlas melepaskan nyawanya daripada melepaskan nyawa anjing yang kehausan, sementara ia sendiri melepaskan kehausan yang amat sangat ? “
Mendengar perkataan Ridwan, Allah lalu berfirman, ” Kau benar, wahai Ridwan, wanita itu telah menebus dosa-dosanya dengan mengorbankan nyawanya demi makhluk-Ku yang lain. Bawalah ia ke surga, Aku meridhoinya .. “
Seketika malaikat Malik kaget dan terpana mendengar Firman Allah itu, sementara malaikat Ridwan merasa gembira. Ia pun membawa hamba Allah itu memasuki surga.
Lalu bergemalah suara takbir, para malaikat berbaris memberi hormat kepada wanita, sang hamba Allah, yang Ikhlas itu.
(# Dari Abu Hurairah r.a. dari Rasulullah SAW berabda, “Telah diampuni seorang wanita pezina yang lewat di depan anjing yang menjulurkan lidahnya pada sebuah sumur. Dia berkata, “Anjing ini hampir mati kehausan”. Lalu dilepasnya sepatunya lalu diikatnya dengan kerudungnya lalu diberinya minum. Maka diampuni wanita itu karena memberi minum. (HR Bukhari))
(dikutip dari Kumpulan Kisah Zaman Nabi dan Para Sahabat : ” Jalan Pintas ke Surga “, penerbit Mizan)
Wallahu a’lam bish-shawab …

#Semoga kita dapat mengambil pengetahuan yang bermanfaat dan bernilai ibadah ..
Wabillahi Taufik Wal Hidayah, …
Salam Terkasih ..

Dari Sahabat Untuk Sahabat …
… Semoga tulisan ini dapat membuka pintu hati kita yang telah lama terkunci …
Balas
Ustadz AputApril 30, 2013 5:35 PM

Cuma syaitan yg melemahkan orang yg keluar di jalan Allah SWT.
Balas
aghis nemesisMei 16, 2013 2:42 AM

Aneh ya manusia jaman sekarang..?

Diajak untuk Berbuat baik saja Susah, mereka cuma mau mengingatkan kembali iman kita….meramaikan kembali Mesjid2 yg kebanyakan kosong
Tapi banyak dipandang negatif oleh orang, disangkanya Teroris, Sesat, lari dari tanggung jawab, dsb,
Padahal kebanyakan dari mereka, Prof,Ir, Dr, tentara, PNS, Guru, Dll. cuma mereka ambil cuti saja untuk meluangkan waktunya mengajak kepada kebaikan…
mari kita sama sama berjuang entah dari golongan manapun anda.. untuk menegakkan kembali Khilafah di muka bumi ini,, dibawah satu bendera 

“la ilaha illa Allah”
Takbirrrrrrrrr…..!!!!!!!!

Balas

Balasan
M Daffa AuliaSeptember 23, 2013 11:29 AM

Pertanyaanku adalah kenapa setelah mengingatkan mereka juga mengajak untuk ikut dalam kelompok mereka??? Tidakkah banyak pilihan hidup beriman yang benar?? Apakah mengikuti cara hidup Jamaah Tabligh itulah yang benar menurut Alloh dan Rosulnya????

Bayu PutraMei 17, 2014 9:07 AM

Kami tidak mengatakan jamaah tabligh yang paling benar.

Tapi usaha dakwah inilah yang paling mendekati dengan apa yang Rasul dan para sahabat lakukan terdahulu. Yaitu dengan mendatangi rumah rumah dan mengingatkan kpd yg benar.

bukannya dakwah lewat microfon atau buletin buletin
Balas
Helmi AsshivaMei 19, 2013 8:24 PM

ALLAHU AKBAR

ALLAHU AKBAR

ALLAHU AKBAR

bgmn mgkin suatu golongan yg mngajak pd suatu kbaikan di katakn bid’ah,

siapakh yg sesat jika mreka brada d dlm masjid demi belajar mncapai cnta nya ALLAH.

mreka tdk memaksa,jamaah tabligh brjln berdasar qur’an&hadist.

mereka berdzikir,bukan mmfitnah
Balas
shobur benxJuni 04, 2013 3:49 AM

Semoga Alloh turunkan hidayah, sebagaimana Alloh turunkan hidayah kpd Sayyidina Umar bin Khottob rodhiyallohu ‘anhu.
Balas
mira santoJuni 05, 2013 5:07 PM

Semoga semua berjalan dengan baik dan diberikan keikhlasan menghadapi cobaan iman setelah ditinggal suami khuruj.
Balas
69b91804-ded0-11e2-8a55-000bcdcb471eJuni 27, 2013 9:23 AM

Ya Alloh berilah kami hidayahmu,kepada org2 yg blm suka tabliq maafkanlah ya Alloh beri hidayah pd mereka Ya Alloh
Balas
sniper muslimJuli 10, 2013 3:51 PM

kongsi lagi info kesesatan tabligh di 
http://urusanulama-hl.blogspot.com/2012/01/tabligh-penjelasan-tuntas.html
Balas
Irgy PraditaJuli 11, 2013 3:25 PM

kenapa jamaah lebih mengutamakan sunat dari wajib,yg kebanyakan hanya berdasar pada riwayat
Balas

Balasan
Zaenul HalikOktober 13, 2014 2:00 PM

APANYA YANG SUNAT Mr. Irgi anda muslim atau non muslim.?? Ini kewajiban buka sunat, anda pernah baca qur’an nggak?? atau jangan2 anda tidak pernah.
dari Al Qur’an yaitu surat Al Ashr. Allah berfirman:
وَالْعَصْرِ (1) إِنَّ الْإِنْسَانَ لَفِي خُسْرٍ (2) إِلَّا الَّذِينَ آَمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ وَتَوَاصَوْا بِالْحَقِّ وَتَوَاصَوْا بِالصَّبْرِ (3)
“Demi masa, sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam keadaan merugi (celaka), kecuali orang-orang yang beriman, beramal shalih, saling menasehati dalam kebenaran, dan saling menasehati dalam kesabaran.” (Al ‘Ashr: 1-3)
Antum beriman saja masih merugi, kalo antum tidak beramal Sholeh, antum Beramal sholeh pun jga masih merugi bila antum tidak menasehati orang lain dan mengajak orang lain untuk beramal sholeh. Ingat Mr. Irgy Pradita, jika antum taat beribadah kepada Allah, tpi tetangga2 antum banyak yang melakukan kemaksiatan dan kemungkaran dan antum tau itu semua, tapi antum hanya diam saja bahkan membiarkan, antum sama celakanya dengn orang itu. Karena saat di Yaumil hisab besok, orang itu akan menuntut anda,mereka akan bilang kepada Allah ” Ya Allah, aku memang berbuat maksiat dan kemungkaran, tapi aku memiliki tetangga yang taat beribadah kepadamu, tapi dia hanya asyik beribadah sendiri, dia tidak menasehatiku untk kembali ke jalanMU sedangkan dia tau, bahwa perbuatanku mengundang murkaMU.
Lalu dengan apa antum akan membela diri mendengar tuntutan seperti itu kepada Allah? ya pada akhirnya antum sama org2 tetangga antum yg berbuat maksiat itu sama2 nyemplung ke neraka, karena tidak ada lagi nasehat menasehati. memang benar sabda Nabi, akan datang suatu masa Islam hanya akan tinggal nama, Qur’an hanya tinggal tulisan, tidak ada yang mengamalkan, hanya membaca saja yang banyak termasuk antum saya rasa hanya sekedar pembaca alqu’an bukan pengamal.
Balas
Yayan HeryanaOktober 01, 2013 10:41 AM

Alhamdulilah setelah ikut 3 hari , Allah kasih manisnya Iman pada saya, nikmatnya sholat sambil nangis inget dosa, apalagi pada saat bayan menceritakan kampung akhirat dan hinanya Dunia fana ini. walaupun istri awalnya gk paham stelah sy ikut 3 hr lihat perubahan saya jadi faham. Trima kAsih Ya Allah atas petunjuk Hidayah MU
Balas
Habib AnzhoryOktober 25, 2013 11:10 PM

Buat saudara2 ku sama2 kita lafazkan ALFATIHAH YUK…😀

buat Rasululloh saw, para sahabat Ra, ke2 orang tua kita, sanak kelurga kita dan umat seluruh alam

ALFATIHAH,,,,,,,,,,
Balas
OrichimaruNovember 16, 2013 5:48 PM

kata RASULULLAH, ” Apa saja yang aku larang kamu melaksanakannya, hendaklah kamu jauhi dan apa saja yang aku perintahkan kepadamu, maka lakukanlah menurut kemampuan kamu. Sesungguhnya kehancuran umat-umat sebelum kamu adalah karena banyak bertanya dan menyalahi nabi-nabi mereka” HR.Bukhari dan Muslim……..
Balas
Hendra SuwisnoJanuari 24, 2014 4:36 PM

Sah sah saja mengajak orang untuk berbuat kebaikan apalagi untuk beribadah. Tetapi mesti ada ilmu dan tahu caranya dengan siapa dan bagaimana caranya mengajak tersebut. Jangan baru bisa ngaji sudah ajak orang untuk mengaji yang khatam qur’an. Baru bisa sholat sudah ajak orang untuk sholat yang sholatnya enggak pernah lepas. Pernah suatu hari tetangga saya didatangi oleh JT untuk ajak sholat ke mesjid. Jemaah tsb tanpa sengaja lihat lukisan bergambar manusia. Dikatakannya lukisan itu haram dan malaikat tidak akan masuk kedalam rumahnya. Si empunya rumah tersinggung dan nyeletuk, “enak dong kalau malaikat enggak mau masuk ke rumah saya, berarti kalau saya di rumah aja bakalan enggak mati karena malaikat pencabut nyawanya enggak bakalan cabut nyawa saya” nah loh ?. Kejadian lagi mertua saya yang mengerti agama diceramahin oleh seorang JT kemanakannya sendiri. Tentu saja mertua saya marah karena tahu betul siapa kemanakannya tersebut selama ini. Apa jawabya ” kamu anak kemarin sore, tahu apa kamu tentang agama ?” si kemanakan gugup, pucat dan malu apalagi tak bisa menjawab pertanyaan yang diajukan mertua menengenai masalh fikih dan tauhid. Disamping itu jagalah kebersihan mesjid. Mesjid bukan tempat tidur. Mesjid bukan dapur tempat masak. Dan mesjid bukan untuk jemur pakaian. Ini saya saksikan sendiri ditempat tinggal saya.
Balas

Balasan
Zaenul HalikOktober 13, 2014 4:24 PM

Anda tinggal di dekat masjid mungkin anda hanya sekedar melihat luarnya saja mas Hendra, anda tidak pernah bergabung saat mreka mendatangi kampung anda. atau mungkin bisa jadi anda tidak pernah naik ke masjid, i’tikaf di masjid itu dianjurkan mas hendra, bahkan Rasululullah tdak jarang berdiam diri di masjid bahkan tidur di masjid sambil sholat semalaman. semuga ALLAH SWT membukakan pintu hidayah untuk anda. karena Allah hanya menurunkan hidayah atau azab utk para penentang yang mendakwahkan Agama, smuga anda mendapat hidayah bukan Azab. saya pun dulu beranggapan Jemaah Tabligh adalah segerombolan orang2 gak punya kerjaan, yg hanya kesana kemari bawa peralatan masak dari masjid ke masjid. tapi Allah membuka pintu Hidayah buat saya bukan Azab. karena tetangga sebelah saya dia sangat menentang, justru malah mendapat Azab. sampai skrang dia masih lumpuh gara2 kakinya terlindas truk, dan yang menolong itupun adalah Jemaah Tabligh yang membawa ke Rumah Sakit, kalo tdak ada JT mgkin dia sudah Game Over, karena kejadianya jam 3 pagi, saat di dpan masjid saat para Jemaah bangun utk sholat tahajud.
Balas
Mad OpexJanuari 28, 2014 9:26 AM

semoga mas hendra dan mertuanya diberikan hidayah oleh Allah SWT… amin ya robbal alamin.
Balas
KDNav_01Maret 09, 2014 11:15 PM

Assalamuaalaikum…
Bagi saya silahkan anda khuruj tapi dengan catatan jangan meninggalakan tanggung jawab yang lain karena itu sama saja mencampur adukkan yang hak & batil.
Tapi betul didalam berdakwah itu perlu ilmu ( untuk saudara2 yang di JT) jangan sampai sama dengan yang saya alami sendiri. Dulu sy sangat kagum dengan JT, sampai pada satu hari salah seorang yg boleh dikatan amir dan sdh banyak melalanglang ke negri jauh mengatakan kp saya kl tidak khuruj maka ” dosa’ dari sini awalnya respec sy hilang dan akhirnya saya simpulkan bahwa dakwa tanpa ilmu ini bukannya bagus malah bikin sesat.
Ana mau tambahkan lagi untuk saudara2 di JT, islam.hampir semua firqah/ aliran termasuk Ahmadiyah, islam aljammaah mengaku akhlu sunnah merujuk ke Al Quran dan Assunnah, knp ilmu ini sangat penting sy katakan? Kalau anda menafsirkan kitabullah sesuka perut tanpa dasar ilmu seperti itu lah jadinya. 
Sy sarankan kpd teman2 di JT untuk kaji kitab/ tafsir yang lain banyak tuh yang bagus & jangan anda terlalu fanatik dengan buku fadail amal, krn setahu saya dalam fadai amal itu terdapat hadits2 yang doif, bagaimana mungkin teman2 JT menjadikan itu dasar rujukan untuk beribadah.
Maafkan kl ada salah kata

Allahu a’ lam bissowwaf…
Balas

Balasan
Bayu PutraMei 17, 2014 9:00 AM

Saya sudah membaca fadhillh amal yang anda maksud, di dalamnya terdapat ayat alquran dan berbagai hadits utk setiap bab.

Jgn anda katakan bahwa ” JT berdakwah tanpa ilmu” ?? 

Toh anda sendiri yg mengatakan kalau JT fanatik dgn buku fadhillah amal, artinya mereka terus berusaha perdalam ilmu mereka dgn buku tsb.

Satu hal yg saya sayangkan dari anda, mengapa anda tidak melihat lebih dalam lagi usaha dakwah ini,, anda berhenti di tengah tengah sehingga anda belum melihat sepenuhnya usaha dakwah ini.Saya berharap anda tidak termasuk mereka yang mengatakan usaha ini adalah sesat,, Sesama muslim kok mengkafirkan. Naudzubillahminzaalik.

Herlin SetyaJuni 03, 2014 9:41 PM

@KDNav_01 dalam berdakwah tak ada batasan untuk belajar, anda bisa belajar lebih dalam dan sampaikan ilmu anda ke orang lain… di jamaah tabligh tak ada yg melarang untuk belajar…
Balas
KDNav_01Maret 09, 2014 11:43 PM

Assalamualaikum…
Sy mau nambahin lagi nih buat masukan mungkin tepatnya gitu ( maaf bukan maksud menggurui) 
Terus terang sy dulu sangat aktif terlibat dalam dakwa JT, ada beberapa kejanggalan yang sy dapatkan dan akhirnya sy alami sendiri
1. Di haloqah kami setiap pagi habis sholat subuh sering buat amalan keliling disebutnya 2.5 jam yah (tolong dikoreksi kl salah), kerjanya tuh datangin rumah kawan atau yg sdh disepakti Sebelumnya gerak, akhirnya sy tanya ke salah seorang yg paling dihormati di JT di tempat kami seorang tamatan pesantren terkenal dari Jabar dan memsng seorang hafidz, jawabnya Lillahi taala dia mengatakan amalan ini sih memang tdk seperti ini, jadi sy sambung aja ya iyalah pak ustad masa kita kerumah orang jam segini kan orang lagi pada siap2 tuh untuk beraktivitas.
2.seorang JT teman saya juga baru habis balik dari IPB (India, Pakistan, Bangla) dalam sebuah dialog tuh di Mushollah dia mengatakan orang itu lambat betul betul langkahnya mendatangi sholat yang akan dimulai” dengan intonasi menyalahkan orang tersebut, jadi sy nyambung aja,” bukannya kita memang tidak dianjurkan dalam perbuatan tergesa – gesa dalam sholat, mana tahu dia musyafir atau terhambat sesuatu hal yg memang tdk bisa dihindarinya. Kelihatan bahwa kawan saya ini ilmunya sangat kurang padahal katanya ke IPB itu untuk belajar dakwah.
3. Saya mau bertanya kpd kawan2 di JT, kenapa IPB itu sangat di khususkan, dan maaf sy katakan dimuliakan? Buktinya dimalam markas tuh ajakannya pasti IPB/ atau negri jauh, tolong dijelaskan? Maksud saya bukankah tempat2 mulia di dalam Alquran itu sangat jelas seperti Mekkah, Madinah, atau ke Masjidil Aqso di palestina saya.
4. Terus sy mau nanya masalah istima, yang sekali setahun di adakan, ada dalil atau apa sebutannya dikatakan oleh maaf JT bahwa istima ini lebih muliah dari berkumpulnya orang dimusim haji, bunyi kalimatnya mungkin seperti itu ( tolong diluruskan kl salah), bagaimana dsn dasar dalil mana yang JT pakai untuk hal ini.
Sekian & maafkan jika sy salah.
Balas

Balasan
Bayu PutraMei 17, 2014 8:53 AM

Assalmu alaikum.

Jika anda ingin jawaban yang jelas atas pertanyaan anda coba buka 

http://takaza.blogspot.com/2008/08/melepas-kedok-jemaah-tabligh-bagian-1.html

Tulisan ini agak panjang jadi tolong dibaca dengan seksama.

wassalam
Balas
Fachrul RoziMaret 21, 2014 5:15 PM

hidup timnasss … hidup garuda muda, lawan terus musuh2mu !!!!!!
Balas
Nurul LikhaMaret 25, 2014 10:26 PM

kalau masih dipantai yang kelihatan air dan gelombang , kalau sudah masuk laut semakin dalam banyak ikan dan hasil laut yang tak ternilai

Balas
Fery AntoroApril 04, 2014 1:34 PM

Jaman sekarang orang bekerja bukan untuk mencari nafkah tetapi mencari kemewahan.

Dari JT kita bisa belajar mencari nafkah yang sesungguhnya yaitu bukan cinta dunia.

Jadi JT bukan menelantarkan anak dan istri.

Semua ada waktunya.

Untuk 40 hari atau 4 bulan menurut saya itu hanya latihan.

Karena dakwah yang sebenarnya adalah setiap hari.

Balas
Idep SandiApril 11, 2014 3:35 PM

Jangan menilai kebenaran dari orang2nya carilah kebenaran tersebut maka kita akan tau orang2nya

Siapapun mereka selama kita masih kabbah sebagai kiblat dan Allah yg disembah mereka adalah saudara kita

Banyak yg ngaku udah khatam quran dan shalat tdk pernah bolong tp tetangga saudara bahkan keluarga nya tdk shalat 

Biarkanlh mereka berdakwah berikan jalan seluas2nya karena itu mengajak kpd kebaikan

Saudara yg menentang klo toh anda tdk setuju kan tdk da masalah sya rsa mereka pun tdk paksa

Cuma jt yg brani dakwh ke pub diskotik tempat maksiat lainnya klo saudara2 mampu lakukan bru komentr

Orng t kan cuma mengajK ibadah kok dipermasalahkan ..aneh.

Dan sekali lg yg terpenting muslim itu bersaudara
Balas
MANAN ALPERApril 24, 2014 6:42 PM

bagi sodarku umat islam,…TOLONG JANGAN mudah terptovokasi oleh kaum yang sesat yg mudah menyalahkan tanpa dasar yang jelas,….. ga usah banyak mulut, klo anda kwatir dgn gerakan dakwah jamaah tabligh silahkan teliti sampe ke dalam,,, JANGAN BANYAK BICARA,… ini usaha yg cukup luar biasa,..SAKSI HIDUP, sy preman yg Allah tolong asbab sentuhan jamaah tabligh. SY TANYA PADA ANDA seberapa persen bisa mnjalankan sunah dalam sehari ??? maslah khilafiyah ga bakal slesai sampe hari KIAMAT,… madzhab blh berbeda tp aqidah kita sama,, klo ANDA berikrar mjd org muslem.
Balas
Bayu PutraMei 17, 2014 8:47 AM

Jika anda meyakini jamaah tabligh sesat, mengapa anda tidak melaporkan hal ini ke MUI ??

Atau pun jika sudah melaporkan ke MUI, apa hasil nya ?

toh sampai sekarang Jamaah ini malah makin berkembang pesat, karena memang para ulama MUI tidak mendapati kesesatan ataupun hal hal ganjil laiinya dalam jamaah tabligh
Balas
Endri Syakhbudi, SEMei 25, 2014 10:34 PM

assalaamu’alaikum…

belajar yuuukkk…
http://yufid.tv/?s=bid%27ah
selamat menikmati…
Balas
Endri Syakhbudi, SEMei 25, 2014 10:43 PM

lanjutan…,

sy blm bisa berdakwah, takut salah.. kan bahayaa..

lebih baik bljr dari ahlinya..

apkh mnrt agan2 ustad ini tidak berilmu?

coba didengar dan dilihat dulu, pesan saya lihat sampai selesai.. jgn setengah2.. mari belajar sama2..

http://yufid.tv/kajian-islam-ilmiah-cara-beragama-yang-benar-ustadz-badrusalam-lc/

O.. iya, sy dari dulu cari2 video tentang pembelajaran cara dakwah dan cara memahami islam di JT kok blm nemu2, ada referensi gak yaah..?? mhn infonya..

kalo mau 3hari gak sempat2, dikomplain boss di ktr dan anak bini d rumah.. jd bljrnya sisa2 waktu aja.. 

syukron,
Balas

Balasan
Mike AndreJuni 03, 2014 5:10 AM

http://www.youtube.com/channel/UCmRkZGdDDwejiDeED9991vg/videos
Balas
tenggo inaJuli 16, 2014 12:05 PM

Asalamualekum. Siapkan diri kita dari pertanyaan malaikat Munkar-Nakir
Balas
melati taqwaJuli 22, 2014 1:42 PM

Diberi Petunjuk dari Mimpi, Khuruj pun Diwajibkan

Jamaah Tabligh, Kaum Pengelana
JAMAAH Tabligh didirikan oleh Syeikh Muhammad Ilyas bin Syeikh Muhammad Ismail, bermazhab Hanafi, Dyupandi, al-Jisyti, Kandahlawi (1303-1364 H). Syeikh Ilyas dilahirkan di Kandahlah sebuah desa di Saharnapur, India. 
Ilyas sebelumnya seorang pimpinan militer Pakistan yang belajar ilmu agama, menuntut ilmu di desanya, kemudian pindah ke Delhi sampai berhasil menyelesaikan pelajarannya di sekolah Dioband, kemudian diterima di Jam’iyah Islamiyah fakultas syari’ah selesai tahun 1398 H. 

Sekolah Dioband ini merupakan sekolah terbesar untuk pengikut Imam Hanafi di anak benua India yang didirikan pada tahun 1283H/1867M.
Di Indonesia, hanya membutuhkan waktu dua dekade, Jamaah Tabligh (JT) sudah menggurita. Hampir tidak ada kota di Indonesia yang belum tersentuh oleh model dakwah mereka. 

Tanda kebesaran dan keluasan pengaruhnya sudah ditunjukkan pada saat mengadakan “pertemuan nasional” di Pesantren Al-Fatah Desa Temboro, Magetan, Jawa Timur pada tahun 2004. 
Kenyataan ini sungguh di luar dugaan untuk sebuah organisasi yang relatif baru dan tidak mempunyai akar di Indonesia.
Merebaknya JT sebenarnya hanyalah salah satu sekuen dari perkembangan serupa di banyak negara. Kelompok ini sekarang sedang mewabah di seluruh dunia, dan menjadi ujung tombak gerakan Islamisasi di negara-negara atau daerah-daerah non-muslim.
Mereka bisa karena menawarkan format Islam yang lebih ramah, sederhana, sentuhan personal serta tekanan pengayaan spritualitas personal. Format semacam ini bagaimanapun mengisi ruang kosong yang ditinggakan oleh kapitalisme dan modernisme. 
Meskipun demikian, JT tetap menimbulkan kontroversi. Sebagian kalangan menuduh kelompok ini adalah bagian dari jaringan Islam garis keras. 
Namun, sebagian lainnya, justru berpendapat berbeda. JT dianggap semata-mata komunitas dakwah yang bersifat apolitis. 
Adanya perbedaaan pandangan yang sangat tersebut menunjukkan komunitasnya ini sesungguhnya belum banyak dieksplorasi sehingga tidak mudah dipahami. 
Hal ini sebenarnya wajar, mengingat komunitas ini relatif kurang terbuka kepada publik.

Dalam gerakan Islam kontemporer, Jamaah Tabligh adalah gerakan dakwah yang mempunyai pengikut yang terbesar, pengikutnya hampir ada di setiap negara baik yang dihuni oleh mayoritas Muslim maupun non Muslim. 
Banyaknya pengikut Jamaah Tabligh di berbagai negara tidak terlepas dari pemikiran yang ditawarkan Jamaah Tabligh kepada pengikutnya. Ada dua prinsip yang sangat fundamental bagi Jamaah Tabligh yaitu tidak melibatkan diri dalam politik praktis dan tidak membahas masalah keagamaan yang bersifat khilafiyah.

Pemikiran Jamaah Tabligh lebih jauh bisa dikatakan bertolak belakang secara diametral dengan gerakan dakwah Islam lainnya. Sedikitnya ada empat prinsip dalam Jamaah Tabligh yang paradoks dengan gerakan dakwah Islam lain;

Balas
melati taqwaJuli 22, 2014 1:45 PM

Pertama, menurut Jamaah Tabligh, pada saat ini pintu ijtihad sudah ditutup. Sebab menurut Jamaah Tabligh, syarat-syarat ijtihad yang dikemukakan ulama salaf sudah tidak ada lagi di kalangan ulama saat ini. 

Karena itu, ada keharusan bagi kaum Muslimin untuk bertaklid. Pemikiran sangat bertentangan dengan pemikiran Muhammad Abduh, pemikir muslim dari Mesir, yang membuka pintu ijtihad seluas-luasnya agar kaum Muslimin dapat maju.
Kedua, pendekatan dakwah dan ibadah yang digunakan adalah dengan cara tasawuf, tidak dengan politik, sosial, budaya ataupun perlawanan bersenjata. Sebab Jamaah Tabligh sangat meyakini bahwa tasawuf adalah cara untuk mewujudkan hubungan dengan Allah dan memperoleh kelezatan iman. Mengutamakan ibadah mahdhoh, sebagaimana tasawuf, banyak ditentang oleh gerakan Islam lainnya terutama oleh gerakan Wahabi, Hizbut Tahrir, Ikhwanul Muslimin dll.
Ketiga, Jamaah Tabligh tidak memandang perlu nahi munkar, dengan alasan bahwa fase sekarang menurut Jamaah Tabligh adalah fase mewujudkan iklim yang kondusif bagi masuknya kaum muslimin ke dalam Jamaah mereka. 
Dengan prinsip ini, kehadiran Jamaah Tabligh di berbagai tempat nyaris tak mendapat resistensi. Prinsip ini banyak mendapat kritik dari berbagai kalangan pemikir Islam, sebab dengan demikian (tanpa nahi munkar) Islam seperti agama Hindu, hanya menyeru kebaikan, tanpa mau mencegah kemunkaran.
Keempat, Jamaah Tabligh memisahkan antara agama dan politik. Setiap anggota tidak berhak mengkaji politik atau terjun ke dalam urusan yang berhubungan dengan pemerintahan. 

Sebab menurut Jamaah Tabligh politik praktis hanya akan membawa kepada perpecahan. 

Salah satu ciri khas gerakan Jamaah Tabligh adalah adanya konsep khuruj (keluar untuk berdakwah). Dalam konsepsi Jamaah Tabligh, seseorang akan dianggap sebagai pengikut Jamaah Tabligh, jika sudah turut serta dalam khuruj. Sebab khuruj bagi Jamaah Tabligh merupakan sebuah kewajiban.
Konsep khuruj yang dibangun Jamaah Tabligh berdasarkan landasan teologis pimpinan Jamaah Tabligh. 

Begitu juga dengan hadist, khuruj didasarkan pada satu hadits Nabi yang berbunyi “apabila ummatku di akhir zaman mengorbankan 1/10 waktunya di jalan Allah, akan diselamatkan.” 

Maka setiap hari mereka juga harus menyisakan 2,5 jam waktu mereka untuk berdakwah. Yang lebih menekankan kepada aspek pembinaan suluk/akhlak, ibadah-ibadah tertentu seperti dzikir, zuhud, dan sabar.
Khuruj banyak ditentang oleh ulama salaf karena dikategorikan sebagai perbuatan bid’ah dan tidak pernah dicontohkan Rasulullah. Jamaah Tabligh juga dipandang banyak menggunakan hadits-hadits dhaif
Penafsiran akan arti khuruj yang dimaksud oleh ayat di atas, berdasarkan mimpi pendiri Jama’ah Tabligh ini, yakni Maulana Ilyas Al-Kandahlawi, yang bermimpi tentang tafsir Al-Qur’an Surat Ali Imran 110 yang berbunyi : “Kuntum khoiru ummatin ukhrijat linnasi …” menurutnya kata ukhrijat dengan makna keluar untuk mengadakan perjalanan (siyahah).
Balas
melati taqwaJuli 22, 2014 1:47 PM

Jamaah Tabligh, Kaum Pengelana India, Pakistan dan Bangladesh Ibarat “Tanah Suci”
DALAM khuruj yang dilakukan, tempat dan target dakwah sudah ditentukan. Biasanya mereka yang khuruj berkelompok terdiri dari 5-10 orang. Mereka biasanya diseleksi oleh anggota syura Jamaah Tabligh siapa saja yang layak untuk khuruj.
Mereka yang khuruj dikirim ke berbagai kampung yang telah ditentukan. Di kampung tempat berdakwah, para Jamaah Tabligh ini, menjadikan mesjid sebagai base camp. 

Kemudian mereka berpencar ke rumah-rumah penduduk untuk mengajak masyarakat lokal untuk menghadiri pertemuan di mesjid dan mereka akan menyampaikan pesan-pesan keagamaan.

Apabila mencermati ajaran dan metode dakwahnya, JT memang tetap setia dengan pendekatan non-politik. Pendekatan ini telah sukses menarik kalangan non-muslim maupun Muslim yang kurang taat untuk menjadi Muslim shaleh.
Namun, JT sesungguhnya tidak pernah menarik garis tegas dengan gerakan-gerakan Islam radikal. Oleh karena itu, politisasi JT selalu terjadi. 
Hal ini ditunjang oleh metode pembinaan pasca tabligh yang lemah, menjadikan massa penganut JT mudah dimanfaatkan oleh kelompok-kelompok Islam lainnya.
Inilah yang terjadi di Pakistan. Konstituen JT yang meluas pada akhirnya dimanfaatkan oleh beragam kekuatan. 
Presiden Pakistan, Mohammad Rafique Tarar dan Perdana Menteri Pakistan, Nawaz Sharif, adalah tokoh penting yang pernah memfasilitasi perkembangan JT di Pakistan. 

Sayangnya, JT juga pernah terlibat usaha kudeta militer di Pakistan pada tahun 1995. Di samping itu, beberapa anggotanya juga terlibat dalam organisasi Harakat ul-Mujahideen, sebuah kelompok Islam garis keras di Pakistan.
Sekarang ini bahkan diyakini bahwa sebagian besar pendukung Taliban di Afganistan, juga merupakan konstituen JT.
Pengikut Jamaah Tabligh tersebar di lima benua terdiri dari 215 negara. Adapun pusat Jamaah Tabligh berada di perkampungan Nidzammudin, Delhi, India. Mereka memiliki mesjid sebagai pusat tabligh yang dikelilingi oleh 4 kuburan wali. Dari Niszamudin inilah gerakan Jamaah Tabligh dikendalikan.
Meski pusat gerakan di India, namun negara lainnya seperti Banglades dan Pakistan tidak kurang pentingnya dalam gerakan Jamaah Tabligh. Sehingga poros India-Pakistan-Bangladesh, menjadi semacam base camp bagi para aktivis jamaah tabligh. 
Setiap orang disarankan meluangkan empat bulan khuruj-nya ke tiga negara di Asia Selatan tersebut. Sebab ketiga negara tersebut, India-Pakistan-Bangladesh bisa diibaratkan sebagai centre of excellence sebagaimana Universitas Al-Azhar, Madinah, Harvard, Oxford, atau MIT bagi ilmu-ilmu.
Pentingnya ketiga tempat ini, terlihat dari antusiasnya anggota jamaah Tabligh dalam menghadiri acara ijtima’ yang diadakan setiap tahun. Pada tahun 1998 telah diadakan konferensi internasional tahunan di Raiwind dekat Lahore dan di Tongi dekat Dhaka, Banglades, yang telah dihadiri lebih dari satu juta kaum muslimin dari 94 negara. 
Konferensi internasional Jamaah Tabligh tahunan ini merupakan berkumpulnya umat Islam terbesar kedua setelah haji di Mekkah, ‘the second biggest muslims gathering after hajj’.

Konferensi internasional tahunan jamaah tabligh ini juga diadakan di Amerika Utara dan Eropa. Konferensi tersebut bisa mendatangkan 10.000 muslim, dari seluruh negara-negara di Amerika Utara dan Eropa, mungkin salah satu perkumpulan terbesar muslim di Barat.
Untuk mengadakan acara Internasional tersebut atau ijtima’ dana didapatkan dari para donatur jamaah tabligh. Para donatur tersebut pada umumnya adalah para pedagang yang juga anggota jamaah tabligh. Para donatur menyumbang seikhlasnya, namun karena pada umumnya para donatur adalah wiraswastawan, maka kebutuhan untuk ijtima’ selalu tertutupi.

Balas
melati taqwaJuli 22, 2014 1:48 PM

Jamaah Tabligh di Indonesia meski tak sepopuler organisasi masyarakat seperti Muhammadiyah atau NU, namun Jamaah Tabligh terbilang mempunyai anggota yang cukup banyak. 

Anggota Jamaah Tabligh di Indonesia sangat bervariasi, mulai dari artis sampai dengan tentara, kalangan profesional dll. Pusat markaz jamaah tabligh di Indonesia berada di Jakarta, khususnya di masjid Masjid Kebon Jeruk di Jl Hayam Wuruk, Jakarta Kota.
Pada acara ijtima’ internasional rombongan jamaah tabligh dari Indonesiapun turut hadir. Rombongan dari Indonesia datang berasal dari berbagai profesi, antara lain pimpinan pondok pesantren, pengusaha muda, eksekutif muda, artis, pedagang kaki lima, pegawai negeri, dan bupati. 
Balas
melati taqwaJuli 22, 2014 1:49 PM

PERKATAAN PARA PETINGGI JAMA’AH TABLIGH/JAUHELAK/KARKUN

Perkataan Mantan Jamaah Tabligh

Beberapa mantan JT dan Para Ulama lainnya yang telah memahami dengan benar tentang JT ini mereka semua telah sepakat atas sesatnya JT ini. berikut kita ikuti penjelasan beliau-beliau semoga kita dikaruniakan kefahaman yang benar oleh Allah Subhanawataala agar bisa mensikapi dengan benar :
1. Telah berkata Asy Syaikh Sardar Muhammad Al-Bakistabu Rohimahullah : 

”Inilah pengalamanku selama 10 (sepuluh) tahun, saya bersama JT …. sungguh JT dan ulamanya, mereka taklid buta terhadap Abu Hanifah dan berlebihan terhadapnya, bahwa semua yang keluar dari Ulamanya JT selalu dibawa (ditafsirkan) kepada kebaikan walaupun sudah jelas bertentangan dengan Al-Qur’an dan As-Sunnah, sementara semua ucapan setiap orang yang bukan dari JT maka ucapan itu dianggap kedustaan dan mengada-ada.
JT telah membedakan antara dunia dengan agama (sekuler) JT men-imani 4 thoriqoh Sufi yaitu Al-Jistiyah,An-Naqsabandiyah,Al-Qodiriyah dan As-Sahrowardiyah.

Orang JT meyakini bahwa seseorang yang meninggal dunia belum berbaiat kepada salah satu Thoriqoh ini maka matinya mati jahiliyah.
Orang – orang JT lebih mencintau Syaikh-syaikh mereka diatas kecintaanya kepada Rasululloh dan lebih takut kepada murka syaikh mereka daripada kemurkaan Alloh dan Rosul-Nya.

Orang JT meyakini bahwa aqidah yang dibawa Rosululloh adalah kesyirikan sedangkan aqidah yang ada pada syaikh-syaikh ad-duyubandiyah dari JT itulah keimanan dan Islam. syariat itu ada dua, ada yang dari Rasululloh dan ada yang datang dari syaikhnya JT”.

2. Asy-Syaikh Abdurrohim Syah Ad-Duyubandi.

Beliau telah melalui waktu yang sangat panjang bersama pendiri JT yaitu Muhammad Ilyas dan Putra Muhammad Ilyas yaitu Muhammad Yusuf, beliau berkata :

” Sesungguhnya tentang keadaan JT ini harus kita sampaikan kepada ummat karena sesungguhnya mereka itu adalah pada dai yang belum sampai kepada derajat dai, mereka memulai kegiatannya dengan latihan berbicara didepan muslimin.. padahal kita dapati manusia tidak berani berbicara masalah kedokteran jika mereka belum menguasai ilmunya, tetapi JT ini sangat menganggap enteng/remeh dalam urusan agama walaupun belum mengerti apa-apa, kenapa mereka (orang-orang JT) begitu beraninya ? karena keyakinan mereka ,barang siapa yang khuruj dua kali atau tiga kali jangan ditanya lagi tentang ketinggian derajat mereka, para ulam di hadapan mereka tidak ada apa-apanya.”
Balas
melati taqwaJuli 22, 2014 1:50 PM

3. Asy – Syaikh Ihtisyamul Hasan Al-Kandahlawi Ad-Duyubandi

Beliau adalah suami saudarinya Muhammad Ilyas (Ipar). beliau bukan hanya mantan Amir JT, tetapi sudah menjadi kholifahnya JT pada kurun waktu pertama. beliau, dalam waktu yang lama memimpin JT bersama Muhammad Ilyas Al-Kandahlawi, beliau berkata :

“Sesungguhnya dakwah yang muncul dari Markas Nizhomuddin Dahli bukanlah dakwah Ilmu dan Fiqih yang mencocoki al-kitab dan as-sunnah…. maka bagi seluruh masyaikh yang telah menegakan dakwah dan tabligh agar mencocoki Thoriqohnya Salafush Sholeh dan ulama yang benar.”
4. Asy-Syaikh Saifurrohman bin Ahmad Ad-Dahlawi

Beliau berkata :

“Sungguh benar orang yang mengatakan bahwa Yahudinya Ummat Islam adalah Syi’ah sedangkan Yahudinya Ahlusunnah adalah orang yang taklid kepada Hanafi seperti JT, yang mereka menjadi penolong-penolong kejahilan dan taklid, mereka adalah penyembah-penyembah tokoh – tokoh mereka dan mereka menganggungkan tokoh-tokoh mereka, mereka telah menyuburkan kebid’ahan didalam muslimin, mereka mewajibkan kepada muslimin perkara yang tidak diwajibkan oleh Alloh subhanawataala mereka telah membuat syariat dengan suatu syariat yang tidak disyariatkan oleh Alloh subhanawataala dan rosulnyaNya .
Rosululloh saw. telah bersabda : “Barangsiapa mencintai ahli Bid’ah sungguh dia telah menolong menghancurkan Islam.”
Beliau juga bersabda : ” Artinya Sesungguhnya Alloh subhanawataala menahan taubat bagi ahli Bid’ah (shohih al-jamiush Shoghir)
Termasuk prinsipnya JT adalah menolak semua nash dari Al-Qur’an dan As-Sunnah yang menjelaskan wajibnya mengingkari thoghut dan perintah untuk melarang dari kemungkaran dengan penolakan yang pasti.”
4. Asy-Syaikh Taqiyyuddin Al-Hilaly Rohimahullah

Beliau mempersaksikan JT dengan mengatakan :
” Telah muncul pada abad ke 14 ini dinegeri – negeri Muslimin, mulai dari timur sampai barat, gerakan dakwah yang pelakunya menampakkan keikhlasan, sabar, sanggup menahan beban didalam berdakwah. mereka kerahkan seluruha jiwa dan raganya demi pelaksanaan dakwah, yaitu dakwahnya suatu kaum yang menamakan dirinya ahli tabglih (Jama’ah Tabligh). mereka meletakkan 6 rukun sebagai dasar dakwah mereka (gerakan dakwah mereka disebut Khuruj). Khuruj bagi JT merupakan pondasi dasar dakwah mereka (artinya JT tidak akan berkembang tanpa khuruj, pent). kedudukan khuruj ini seperti 2 kalimat syahadat di kalangan ahli istiqomah.

Barang siapa yang mau menerima dan menyibukkan diri dengan khuruj, mereka akan dicintai dan dimuliakan dan dimintakan ampun (oleh orang-oran JT). sedangkan kesesatan dan bid’ah dalah bagi siapa saja yang tidak mau khuruj dengan JT walaupun orang tersebut telah melaksanakan seluruj kewajiban, fardhu-fardhu dan sunnah-sunnah. dengan khuruj ini, ukuran orang-orang JT mencintai dan membenci (memusuhi).
Balas
melati taqwaJuli 22, 2014 1:51 PM

Sungguh dakwah JT ini telah menimbukan bahaya besar dikalangan muslimin, baik bahaya dunia maupun akhirat, diantaranya yaitu :

1. Berbagai bid’ah dan perselisihan terhadap sunnah Nabi.

2. Melalaikan kewajiban terhadap keluarga , kedua orang tua, dan Istri-istri mereka dengan tidak menunaikan hak-hak mereka.

3. Telah memalingkan para penuntut ilmu yang bermanfaat , baik ilmu dunia maupun agama (karena selalu diajak Khuruj,pent)

4. Terbengkalainya pekerjaan (karena selalu khuruj).

5. Berapa banyak terjadinya pertengkaran dan perpisahan antara orang tua dengan anaknya, antara suami dengan istri-istri.

Hanya kepada Allah subhanawataala kami mengeluhkan,kemudian manusia atas bahaya kerusakan dan penyesatan besar yang ditimbulkan dari gerakan dakwahnya JT ini,
Maka Wajib hukumnya bagi muslimin yang sedikit memiliki ilmu untuk mengurangi kerusakan dan kejelekan yang diakibatkan gerakan dakwah JT ini dengan cara menjelaskan kepada muslimin kesesatan dan penyesatan JT sabagai pengamalan Firman Allah Subhanawataala :

إِنَّ ٱلَّذِينَ يَكْتُمُونَ مَآ أَنزَلْنَا مِنَ ٱلْبَيِّنٰتِ وَٱلْهُدَىٰ مِنۢ بَعْدِ مَا بَيَّنّٰهُ لِلنَّاسِ فِى ٱلْكِتٰبِ ۙ أُو۟لٰٓئِكَ يَلْعَنُهُمُ ٱللَّـهُ وَيَلْعَنُهُمُ ٱللّٰعِنُونَ ﴿البقرة:١٥٩
Sesungguhnya orang-orang yang menyembunyikan apa yang telah Kami turunkan berupa keterangan-keterangan (yang jelas) dan petunjuk, setelah Kami menerangkannya 

kepada manusia dalam Al Kitab, mereka itu dilaknati Allah dan dilaknati (pula) 

oleh semua (mahluk) yang dapat melaknati,
Dikutip dari kitab : Jama’ah Tabligh (menurut mantan pengikutnya) 

Penyusun : Abu Ummah Abdurrohim bin Abdulqohhar Al-Atsary
Balas
Sugi MulyonoSeptember 14, 2014 7:30 AM

Mengkhususkan yang Umum Tanpa Dalil
Imam Syafi’i mengemukakan suatu kaedah ushul fiqh dalam Kitab Ar Risalah, yaitu :

“Semua perkataan yang umum dalam sunnah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam dibawa kepada keumumannya sampai diketahui hadits yang shahih dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam yang menunjukkan bahwa yang diinginkan darinya adalah sebagian makna tanpa yang lainnya”.

(Ar Risalah hal. 341.)
Perintah untuk berdakwah dalam al-Qur’an dan Hadits sangatlah banyak akan tetapi dalil-dalil tersebut bersifat umum, artinya:

1. semua orang boleh berdakwah dengan syarat telah memiliki kemampuan untuk berdakwah.

2. cara atau metode yang digunakan bebas, tidak mengikat, sepanjang tidak bertentangan dengan hukum-hukum syar’i karena Rasulullah Shallallahu ‘alaihiwasallam dalam melakukan dakwah menggunakan banyak cara/metode.
Sementara saudara-saudara di JT mempunyai keyakinan bahwa “khuruj itu suatu metode dakwah yang lebih sempurna atau lebih baik” daripada metode dakwah yang lain. Keyakinan seperti ini berarti telah mengkhususkan sesuatu yang bersifat umum, sehingga memerlukan dalil. 

====================================================================

PERTANYAAN :

Apakah Rasulullah Shallallahahu’alaihi wasallam mensunnahkan keyakinan tersebut?, Bila jawabannya adalah “IYA”, maka sampaikan 1 (satu) saja hadits shahih, bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alahisallam telah MENGKHUSUSKAN suatu metode dakwah, yaitu dengan cara “khuruj” ? 

====================================================================

Kalau tidak bisa, berarti KEYAKINAN “KHURUJ” ITU BID’AH, karena mengkhususkan sesuatu yang umum tanpa dalil = melakukan ibadah tanpa dalil = bid’ah = sesat.
Balas
Sugi MulyonoSeptember 14, 2014 7:31 AM

Ibnu Rajab Al Hambali rahimahullah berkata, bahwa bid’ah itu bukan hanya perbuatan saja, tetapi juga keyakinan, yaitu :

“Setiap yang dibuat-buat lalu disandarkan pada agama dan tidak memiliki dasar dalam Islam, itu termasuk kesesatan. Islam berlepas diri dari ajaran seperti itu termasuk dalam hal i’tiqod (keyakinan), amalan, perkataan yang lahir dan batin.” [Jaami’ul ‘Ulum wal Hikam, 2: 128.]
MAKA TUNJUKKAN DALILMU (HADITS YANG SHAHIH) BILA ENGKAU ADALAH ORANG YANG BENAR !
Rasulullah shallallahu’alaihi wasallam mengingatkan kita agar pada akhir zaman untuk berpegang teguh kepada sunnah beliau, yaitu :

“Aku wasiatkan kepada kalian untuk bertakwa kepada Allah, tetap mendengar dan ta’at walaupun yang memimpin kalian adalah budak Habsyi. Karena barangsiapa yang hidup di antara kalian setelahku, maka dia akan melihat perselisihan yang banyak. Oleh karena itu, kalian wajib berpegang pada sunnahku dan sunnah Khulafa’ur Rosyidin yang mendapatkan petunjuk. Berpegang teguhlah dengannya dan gigitlah ia dengan gigi geraham kalian. Hati-hatilah dengan perkara yang diada-adakan karena setiap perkara yang diada-adakan adalah bid’ah dan setiap bid’ah adalah sesat.” (HR. Abu Daud no. 4607 dan Tirmidzi no. 2676. Hadits ini dikatakan shohih oleh Syaikh Al Albani dalam Shohih wa Dho’if Sunan Abu Daud dan Shohih wa Dho’if Sunan Tirmidzi)

Dari Abu Bakar As Shiddiq ra, ia berkata: Bahwasannya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Sesungguhnya Iblis berkata: ‘Aku merusakkan mereka (umat Islam) dengan dosa-dosa, lalu mereka (orang Islam) merusakkan aku dengan istighfar, maka tatkala aku melihat demikian, aku merusakan mereka (orang Islam) dengan hawa keinginan bid’ah, lalu mereka menyangka bahwa mereka itu mendapat petunjuk yang benar, maka mereka (orang Islam) tidak memohon ampunan. (HR Ibnu Abi Ashim)
Sufyan Ats-Tsauri berkata:

“Bid’ah lebih disukai Iblis daripada maksiat. Karena maksiat pelaku ada kemungkinan bertaubat sementara bid’ah tiada kemungkinan bertaubat darinya.”
Balas
Sugi MulyonoSeptember 14, 2014 7:32 AM

Bila khuruj merupakan metode dakwah yang “lebih sempurna, lebih utama, dan lebih baik” daripada metode dakwah yang lain pastilah ada hadits yang shahih dari baginda Rasulullah Shallallahu’alaihiwasallam, karena Beliau Shallallahu’alaihiwasallam bersabda :
“Tidaklah tersisa suatu perkara yang dapat mendekatkan ke surga dan menjauhkan diri dari neraka kecuali telah dijelaskan (oleh Nabi Shollallahu ‘alaihi wa Sallam ) kepada kalian”

(HR. Thobroni dalam Mu’mamul Kabiir no. 1647, hadits ini dinyatakan shohih oleh Al Albani dalam Ash Shohihah (via software Al-Maktabah Asy Syamilah) no. 1803 dan Syaikh ‘Ali bin Hasan bin Abdul Hamiid Al Halabi hafidzahullah dalam ‘Ilmu Ushul Bida’ hal. 19 terbitan Dar Ar Rooyah, Riyadh).
“Sesungguhnya tidak ada Nabi sebelumku kecuali wajib bagi mereka menunjukkan kebaikan yang ia ketahui pada umatnya dan memperingatkan keburukan yang ia yang ia ketahui kepada mereka”

(HR. Muslim no. 1844).
PERHATIKAN PERKATAAN IMAM ASY-SYAFI’I BERIKUT INI :
“Barangsiapa menganggap baik (sesuatu baru yang tidak disyariatkan) maka dia telah membuat syariat, sebagaimana Allah SWT berfirman mengingkari orang yang melakukan kebid’ahan dalam agama Allah SWT, yaitu :

“Apakah mereka mempunyai sembahan-sembahan selain Allah yang mensyariatkan untuk mereka agama yang tidak diizinkan Allah? Sekiranya tak ada ketetapan yang menentukan (dari Allah) tentulah mereka telah dibinasakan. Dan sesungguhnya orang-orang yang lalim itu akan memperoleh azab yang amat pedih.”[Asy-Syura: 21].
Balas

Balasan
SONIA PONSEL BAGAN BATUJanuari 06, 2015 9:48 PM

udaaaah gosah pusing2 lu,,, coba deh lu bbrp kali makan bareng org jaulak, baru Nyahok luu,, KENA !!! hahahaha
banyak org pinter kitab, gue gak peduli

tapi lok org JAULAK, x ini gue KENA bro !
gue dipijetin si do’i broooooow, capek gue ilang

gzuzu busyet makannya kaya bebek tapi Nikmat bro !!! hahahahha. batu bata dikasi kecap jg nikmat makan bareng jaulak brooo hahahaha

ustazd2 pd bingung dbikin jaulak hihii, apalagi gue dan ….. looo juga kali brooooowww, 
dalil lu sohih bro, lu nya aja yg gak sohih hehehe

Balas
alex jodi jodiSeptember 21, 2014 5:44 PM

subhanallah
Balas
alex jodi jodiSeptember 21, 2014 7:45 PM

UNTUK JAMAAH TABLIG, TETAP BERSABAR LANJUTKAN PERINTAH ALLAH DAN SUNNAH ROSULULLLAH SAW, HALANGAN DAN RINTANGAN LALUI DENGAN SABAR, TERUS BELAJAR, LANJUTKAN PERJUANGAN ROSULULLAH DAN PARA SAHABAT, JANGAN PATAH SEMANGAT, BANGKIT KEMBALI, APA LAGI KATA-KATA SAYA KARNA SAYA AWAM TENTANG AGAMA, POKONYA JANGAN MENYERAHLAH
Balas
alex jodi jodiSeptember 21, 2014 8:47 PM

DARI SIMPATISAN

ENGKAU BUKANLAH ORANG-ORANG YANG SEMPURNA, NAMUN JUGA MEMILIKI SALAH, CELA, KEKURANGAN SEBAGAIMANA MANUSIA LAINNYA, YANG TERUS MENERUS DI FITNAH DAN DI BURUK-BURUKAN HAMPIR DI SETIAP JAM DAN HARINYA, MAKA JANGANLAH TAMBAH BEBANNYA DENGAN BURUKNYA AHLAK DAN KASARNYA LISAN KALIAN DI HADAPAN MANUSIA, BERLEMAH LEMBUTLAH BERLEMAH LEMBUTLAH

JAGALAH SHALAT… JAGALAH SHALAT WAHAI TENTARA-TENTARA ALLAH, KARENA IA ITU MENGUATKAN HATI, MENGGIATKAN ANGGOTA BADAN DAN MELARANG DARI PERBUATAN-PERBUATAN KEJI DAN MUNGKAR. DAN IA ITU TEMPAT UNTUK MUNAJAT KEPADA AR-RABB DAN UNTUK MEMOHON KEMENANGAN. DAN KONDISI SEORANG HAMBA PALING DEKAT DENGAN RABBNYA ADALAH SAAT IA SUJUD. SHALAT ADALAH TIANG AGAMA DAN SYIAR KAUM MUSLIMIN, MAKA JANGAN KAMU AKHIRKAN KECUALI KARENA UDZUR, ALLAH MENGETAHUI KEJUJURAN DAN SEBALIKNYA
Balas
ANAK BANGSASeptember 25, 2014 2:15 AM

mau apapun orang bilang, doa gua tetep satu ya allah istiqomahkan hamba di usaha ini, pilihlah hamba sebagai pejuang kalimah agungMu, dan jadikanlah pengorbanan yang sungguh jauh dari sempurna ini menjadi asbab hidayahMu ke seluruh alam amin ya allah amin ya robbal ‘alamin
Balas
Zaenul HalikOktober 13, 2014 5:08 PM

Semuga Allah menghujani Manusia2 di Bumi ini dengan Hidayah, yang dulu pernah turun hujan Hidayah dengan Lebat di jaman Rsulullah, dengan penyampaian kalimah Lailaha ilLALLAH Muhammadurrosulullah. Aminnnn Lanjutkan kerja dakwah, apapunrintangannya demi mencapai Ridho Allah, karena kami tdak pernah merugikan yang memfitnah kami, bahkan minta sumbangan pun kami tidak pernah.
Balas
SONIA PONSEL BAGAN BATUJanuari 06, 2015 8:13 PM

membahas orang JAULAK yaa ,,,,, Wuaaa,,, ampunlah aku ke tuhan nengok org Jaulak ini,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,, 
GAK capek2 hahahahhahhaha ___
ampe awak pusing ngejawabNya ___
mau dijawab kasar, awak takut pd Allah.
mau di kejar pake Golok, takut awak yg tiba2 berubah jadi Kodok ahahaha ……………….. ahk susahlah ngadepin org jaulak lok uda datang hihhihi
lok tiba2 kecandak ketemu org jaulah ___ wuesss ,, uda deh gak bisa lari menghindar,,,,,, Jadinya Awak kemejid jugaklah HAHAHAHAHAHAHA____ DASAR ORG jAULAK !!! 
dimarah2 malah awak diajak makan,,,,,,,,, Gak nyambung tauuu !!

dari pada ngomongin Org Jaulak,,, mending aku makan Pake iwak ayam HAhaHAHahAHAHAHAH,,, jaulak wak,, jauh jauh bikin ulak hihihi

Balas
SONIA PONSEL BAGAN BATUJanuari 06, 2015 8:24 PM

paling saran gue ama orang Jaulak yaa…
– sering seringlah itu baju di gosok,, jgn ngeluntung gitu di pake teruss HAHAHAHAHAH
– rajin2 mandi (mmg lok gak mandi sebulan pun sholat ttp SAH, tp gue Ogah deket2 HAHAHAHAHAH
– MAAFkanlah kami2 yg blum bisa ikut krn lg pusing ini mikirin kerjaan gak abis2nya ampe lupa kemesjid,,, astagfirullah
– masak yg enak yaa,, ajak org kampung makan rame2 biar seruuu heheh,, lok perlu potong Angsa yg gede,, gue insya Allah jadi rajin deh ke mesjid HAHAHAHAHa 
– just kidding yah JAULAK
– doakan gue, biar rajin kemejid ya hehe
– yg terakhir saran gue,,,, org jaulak jgn terlalu serius ngomong di internet ginian,,,, slowly men,,,, anjing menggonggong di internet men ……….. org baik ama jahat gadak beda ama gue yg abu – abu kalo di internet men ………….. HAHAHAHHAHHha ampiyun lah
Balas
Ctrstore ServiceMei 20, 2015 4:46 PM

Komentar ini telah dihapus oleh administrator blog.
Balas
UnknownJuni 09, 2015 5:16 PM


Balas
ambon kulupAgustus 26, 2015 9:45 PM

Dalam perjalanan Dakwah,,,, kalau ada yg tdk suka,, itu merupakan suatu kewajaran.,,!!!
Malahan perlu dipertanyakan tuh dakwahnya,,, kalo orang2 pade seneng semua dan tidak ada rintangan (lempeng2 aje)..,
Jangankan kite yg bukan siape2 (Nabi bukan,, wali jg bukan),,

Lah manusia paling sempurna dan paling mulia di dunia ini (Rasulullah Shollallohu ‘Alaihi Wasallam) aje buat Dakwah dapat ujian dan rintangan yang maha dahsyat ( dicaci maki, diludahi, di katakan gila/tukang sihir, dilempar kotoran unta, bahkan mau dibunuh dll)… lah kite ini siape..????
Mestinya kita ni bersyukur ada orang yg ga’ seneng ame perjalanan dakwah kite… ntu tandanye, Allah sayang ama kite orang,, Allah ingin menguji sejauh mane keyakinan kite2 ama kerja yg mulia ini (kerja dakwah).!! sekaligus sbg penyaring deh tu, biar keliatan jelas ntar siape yg bener2 mencari ridho Allah dan siape yg mencari ridho nye manusie..
yang tetep istiqomah di jalan dakwah di tengah cemoohan dan fitanahan,, nah ntu die orang yg mencari ridho Allah,,,, 
kalau ente kepengen 100% orang2 pade seneng same ente di dalam dakwah,, ntu mustahil,, karena sudah sunatulloh nye bakalan pasti ada yang menentang…
Tapi kalo tetep ngotot juga pengen disenengin 100% ame orang2.. ane saranin jangan ngambil jalur dakwah,,, mending jadi PELAWAK aje..

kalau ente jadi PELAWAK,, ane berani jamin dah tu,, orang2 100% pasti kudu seneng ma ente…
bagi para penentang dakwah,,, terima kasih banyak dah, udah jadi ladang amal buat semue2 yg istiqomah di jalan dakwah..

kami do’a in dah biar kite semue (seluruh manusie tanpa kecuali) dapet hidayah iman dan islam sampe ajal menjemput… Aamiin.
Dan buat para tentara2 Allah yg tetep istiqomah di jalan Allah (dakwah),, ane cuman mau nyampe`in.. tetap semangat “Laa Tahzan, Innallaha Ma’anaa…….!!!!” Ujian yg kite hadapin ni, tidak ada seujung kuku dari ujian orang2 sholeh terdahulu (para sahabat, tabi’in, tabi’it tabi’in) dalam mempertahankan agamanya….!!
Balas

Balasan
ilham akbarNovember 13, 2015 12:45 AM

masya ALLAH ENTE bener2 pemikir yee nurut ane, JT ini adalah dakwah manhaj ala nubuwwah dakwah cara nabi, mereka ini masya ALLAH mencintai dakwah, nabi saw dakwah 13 tahun di mekkah, dan perintah jihad belum ada, jadi dakwh ini kasih tau dulu orang kafir, kalo nggak mau masuk AGAMA ALLAH MAKA kobarkan JIHAD dengan cara hijrah ke MADINAH seperti NABI SAW LAKUKAN, karena orang kafir nggak mau di bilangin, KALIMAT LAA ILAH HA ILALLAH MAKA WAJIB DI PERANGI DALIL NYA 

NABI SAW BERSABDA: AKU DI SURUH OLEH ALLAH MEMERANGI MANUSIA SAMPAI MEREKA MENYEBUTKAN LAA ILAH HA ILALLAH. KARENA MUMPUNG KITA MASIH DI DUNIA KITA DAKWAHKAN NIHH AGAMA, JADI ORANG KAFIR SETELAH DI AKHIRAT NGGAK NUNTUT KITA, DAN ALLAH MAHA ADIL DAN MAHA PENYAYANG
Balas
Cheppy RinalziSeptember 01, 2015 12:18 AM

Asli JT bagus kog???? Ya Allah jahatnya kalo ada yg bilang JT keliru? Sy berpesan kpd anak2ku jgn sampe kamu membenci JT …naudzubillah…
Balas
UnknownOktober 19, 2015 8:24 PM

Sebuah cerita tentang pentingnya taklim rumah… 
Ketika seorang ikhwan mau berangkat khuruj ujian datang 3 orang anaknya sakit bebarengan kemudian timbul bisikan syaitan utk membatalkan niat….

Berkata ikhwan kepada istrinya “lebih baik saya dirumah bantu kamu jaga anak2 dan uang yg disiapkan kita pakai utk jaga2 biaya berobat” 

Subhanallah… Sang istri lalu berkata “maaf saya gak berani pakai uang yg sudah kita janjikan utk jalan Allah, akhy ada dirumah atau tidak yg menyembuhkan bukan akhy tapi Allah”. 

Taklim rumah adalah sebuah amalan yg dianjurkan maulana ilyas dihidupkan dirumah2 kita bersama anak dan istri kita, apakah taklim rumah adalah bid’ah?? Apakah orang jamaah tidak mencintai keluarganya..?? 

Ketika khuruj jamaah diajari 4 sifat sabar, syukur, dzikir dan fikir…. Bgmn utk belajar menyayangi saudara2 muslim yg tidak kita kenal walaupun dihina, di caci maki atau di musuhi kita wajib doakan hidayah dan kebaikan utk nya, jika sama yg tidak dikenal sj kita sayang tolong dijawab bgmn kira2 dgn anak dan istri kita..? jd sebuah fitnah besar jika mengatakan bahwa JT mendzalimi keluarganya… 
Hal yg paling mendasar di ajarkan ketika saya pertama kali keluar adalah membesarkan Allah mengecilkan makhluk, bukan air yg menghilangkan haus akan tetapi Allah, bukan pisau yg iris daging tapi Allah inilah hal yg diajarkan Rasulullah terlebih dahulu kepada para sahabat sebelum perintah sholat…. 
Sifat muslim yg diajarkan Rasulullah adalah baik sangka, mari semua islah diru jgn saling mencaci karena hanya Yahudi dan nasrani yg suka mencaci islam mohon bayangkan persaan Rasulullah ketika umat yg paling beliau cintai saling menghina dan mencaci… 

HATI HATI KEPADA FITNAH YAHUDI YG SUKA MENGADU DOMBA UMAT ISLAM DENGAN MENGAKU AKU PERWAKILAN ALIRAN2 ISLAM
Balas
DIMAS UMEDIAOktober 19, 2015 8:28 PM

Semoga kita semua istiqomah dalam kebaikan, dalam dakwah dan menjaga amanah…. 

Balas
ilham akbarNovember 13, 2015 12:33 AM

assalammualaikum🙂 saudaraku semuslim🙂 saya ilham anak binus jakarta🙂 alhamdulillah saya sudah ikut usaha dakwah nabi saw🙂 masya Allah karena dakwah bertemu umat🙂 preman tanah abang pimpinan bang hercules, anak buahnya sudah amalkan agama, apa lagi kawan semuslim saya masya Allah:) insya Allah, kita ikuti aja para ulama2 kita, kalo tanyak hadits shahih ato nggaknya bukan bagian kita itu, itu ngomong nabi🙂 ngomong nabi adalah hadits, yang ahli hadits adalah Ulama masya Allah🙂 nggak berhak kita tanyak hadits shohih ato nggaknya karena 1 hadits aja kita nggak hafal, coba sebutkan hadis dalam bahasa arab 1 aja, masya Allah, ulama hafal hadits, jd kita ikut ULAMA. KALO KITA IKUT ULAMA MAKA PATUHILAH FATWANYA, SEKARANG MAJELIS ULAMA INDONESIA (MUI) SEPAKAT TELAH MENGHARAMKAN ROKOK, karena kalo di kaji, setan terbuat dari API berarti kalo isep API, berarti isep SETAN, MASYA ALLAH🙂 berarti barometer ULAMA YANG BENAR2 ulama adalah dia tidak merokok, kan rokok bid’ah, NIH ADA GOLONGAN YANG PANGKALNYA S MENGATAKAN DOA BERSAMA BID’AH MASUK NERAKA, KALO DIA TAU SI S TADI YANG BID’AH ITU ROKOK LAHH, SHOLAT JUM’AT KHOTBAH KE 2 NYA ADALAH ALLAHUMMAGHFIRLI, DENGAN KHATIB ANGKAT TANGAN DOA BERSAMA JAMAAH DI DALAM MASJID, BERARTI KELOMPOK S BILANG DOA BERSAMA BID’AH MASUK NERAKA, BERARTI KALO GITU NABI MASUK NERAKA DONG, KALO NABI MASUK NERAKA ALLAH MASUK NERAKA DONG, GOLONGAN S TADI YANG MASUK SURGA, DI MANA DALILNYA???
Balas
dwisurya alamDesember 11, 2015 6:07 PM

MOHON PENJELASAN Nya, kenapa jamaah tabligh mewajibkan untuk pergi ke india daripada ke tanah suci, sampai sampai ada sebagian dari mereka minta doa nya ya ALLAH berangkatkan lah aku ke India, kenapa kok gak pernah minta doa Ya ALLAH berangkat kan lah aku ke tanah suci mekah untuk melaksanakan haji, yang sudah jelas haji itu hukum nya wajib dan merupakan bagian dari rukun islam, dan terus kenapa jammah tabligh kok buku pedoman wajib nya harus 3 buku yang dirangkum oleh maulana ilyas, kenapa tidak berpedoman kepda alquran dan makna nya serta hadis yang sudah banyak dishaikan oleh banyak ulama? mohon penjelasan nya,
Balas
SilaumenJanuari 05, 2016 10:55 AM

Allah suruh kita shalat,tapi Allah sendiri gak shalat..
Allah suruh kita zakat,tapi Allah sendiri gak ngasih zakat..
Allah suruh kita pergi haji,tapi Allah juga gak naik haji..
Tapi Allah menyuruh kita berbuat kebaikan dan menjauhi kemungkaran lewat wahyu kpd Malaikat Jibril a.s utk disampaikan kpd Rasulullah agar disampaikan pada kita ummat manusia seluruh alam..

Nah sudah tugas kita dijaman sekarang yakni Akhirul Jaman utk saling mengingatkan kpd saudara2 kita dimuka bumi ini utk taat kepada Allah Taala,dan berpegang teguh kpd sunnah2 Rasulullah S.A.W.
Maju terus dakwah,rintangan dan halangan yang kita hadapi gak seberapa dgn yang dialami Rasulullah..itu sudah kodrat Allah pada akhirul jaman,dimana yang sesat akan dibela,dan yang benar akan disesatkan..

Toh pada akhirnya nanti kita akan tahu siapa yang benar dan siapa yang salah,tunggu saja jika sesampainya nanti kita dialam kubur..

Wallahu’alam..
Balas
sudar trisutanJanuari 11, 2016 2:06 AM

Orang yg banyak komentar ttg jt…krn blm paham biarin ja lah…sya org awam..dri kecil dh diajarin suruh ngaji dan sholat..dan bahkan teman2 sepantaranku jga banyak…tpi aku baru bisa merasakan nikmatnya ibadah setelah ikut jt dan ga ada paksaan..tdinya istri melarang dan ga boleh plg kermh suruh dimasjid ja katanya..tapi sya agak nekad dan bismillah keluar 3 hari..subhanallah stlh plg 3 hri sampe sirmh istri tanya…mas klo ngaji di markaz ada yg jual jilbab ga…ini yg jdi sya yakin sampe yaumul kiamah ternyata do’a org awam seperti sya dikobul dlm 3 hari cash..dlm do’a waktu keluar cuma sya minta sama Alloh swt buka hati dan tutup aurat istri sya…coba skrg tes ja do’a org yg dh hafal semua ayat atau ilmunya selangit…anda jgn menghujah dgn ayat2 yg anda ketahui…dan perlu anda ketahui pula dlm al qur’an surat dan ayatnya sya ga tahu…tpi kurang lebih artinya klo ulama dh saling menghujah maka lepas dri pandangan Alloh…biar ilmu anda setinggi langit msh mau menghujah ga bakalan digubris sama Alloh..dan lagi ada ayat yg artinya kurang lebih “bagimu amalanmu dan bagiku amalanku” gitu ja kok repot urusan bid’ah apalah…yg penting ga dholallah aman lah…mang hidup anda didunia ini ga penuh bid’ah…sok lho..(ini buat kyai sugi mulyono) klo perlu buktiin ja di akherat
Balas
UnknownFebruari 08, 2016 9:35 PM

Rata-rata komentator belum paham betul bagaimana jamaah tabligh. Hanya tau sepotong-sepotong pun dari “katanya”. Ati2 lho, semua tulisan akan dimintai pertanggungjawaban.
Kalau orang tidak pernah mencoba merasakan beratnya dakwah Nabi dari pintu ke pintu, merasakan penolakan, hinaan, cacian dll…sulit rasanya hidayah masuk ke hati mereka.
Kita hanya menjadi asbab, hidayah sepenuhnya adalah kehendak Allah. Yang terpenting kita sudah menyampaikan apa yang Nabi sampaikan. Laa ilaaha illallah.
Balas
Rasyid Al-mujahidMaret 13, 2016 1:05 PM

Secara tidak langsung org2 yg menentang jamaah tabliq di atas telah mengatakan para nabi terdahulu berdosa, contoh kisah Nabi Noh as, anak istrinya tdk mau ikut ajarannya padahal telah di peringatkan berkali2, hidayah itu urusan Allah wahai saudaraku, apakah Rasulullah sudah mengislamkan paman2nya? Iyah tp tdk mampu hanya sebatas mengigatkan, hidayah urusan Allah, apakah rasulullah ke madinah sudah mengislamkan semua org di mekah?? Tdk saudaraku, dia hanya menyampaikan, hidayah urusan Allah,,, dan hampir semua yg ku tau org2 jamaah tabliq yg keluar sudah menyediakan bekal untuk keluargannya, klu org yg anda semua tau keluar menelantarkn istrinya, itu hanyalah ujian besar bagi iman mereka, atas kesepakatan keluarga org itu, tp gk sampai terlantar jg ko, sahabat dulu meninggalkan anak dan istrinya tampa apapun, coba baca kisah sahabt semuanya,,
Balas
cik eilaApril 17, 2016 7:48 PM

pegi kedai beli buku.bukan tumpu satu buku lps tu buang trus tafsir al quran tu…jika ingin slmt,amalkn kitab dn sunnahku.itu pesan nabi saw sblm wafat kpd kta.mn yg slh kta perbetulkn.jgn tuduh ia sesat.tp tgur kslpn sdikit.
Balas
memedApril 26, 2016 4:04 PM

orang2 JT itu sanadnya jelas, sedangkan orang2 kajian ilmunya tidak bersanad, maka imam malik katakan “Barang siapa belajar ilmu baik alqur’an maupun hadist tanpa bersanad maka tidak diragukan lagi bahwa gurunya setan” jadi antum2 yang mengatakan JT tak berilmu muridnya setan karena ustadz2 antum tidak bersanad, jadi ilmunya dari setan. Makanya sering diajak supaya selamat dari setan. Setan sekarang pakai jenggot mas, pakai jubah juga, baca qur’an dan hadist tapi Alqur’an dan hadist melaknatnya dan mereka keluar dari agama islam ini secepat anak panah keluar dari busurnya (kafir). Ngaku islam tak di akui oleh rasululloh. ini baru fitnah kecil antum2 sudah ketipu apalagi fitnah dajjal, maka nya khuruj 3 hari, 40 hari, 4 bulan kalau perlu keluar 1 tahun agar iman antum lurus seperti iman para sahabat yang di landasi oleh pengorbanan
Balas
memedApril 26, 2016 4:47 PM

MOHON PENJELASAN Nya, kenapa jamaah tabligh mewajibkan untuk pergi ke india daripada ke tanah suci, sampai sampai ada sebagian dari mereka minta doa nya ya ALLAH berangkatkan lah aku ke India, kenapa kok gak pernah minta doa Ya ALLAH berangkat kan lah aku ke tanah suci mekah untuk melaksanakan haji, yang sudah jelas haji itu hukum nya wajib dan merupakan bagian dari rukun islam, dan terus kenapa jammah tabligh kok buku pedoman wajib nya harus 3 buku yang dirangkum oleh maulana ilyas, kenapa tidak berpedoman kepda alquran dan makna nya serta hadis yang sudah banyak dishaikan oleh banyak ulama? mohon penjelasan nya,

bukan india tapi tanah khurasan (india bagian dari tanah khurasan) tanah yang telah di janjikan akan munculnya panji panji hitam dari sinilah segala sesuatunya sedang di persiapkan oleh cucunya abu bakar as siddik ra untuk kemunculan cucunya baginda Rasululloh (Al Mahdi),Diantara peristiwa yang akan terjadi di akhir jaman yang diberitahukan oleh Rasulullah SAW, adalah kemunculan seorang pemuda Bani Tamim beserta jamaahnya yang akan menyiapkan sebuah landasan yang kuat bagi munculnya seorang pemimpin umat di akhir jaman yaitu Imam Mahdi.

Ibnu Katsir rahimahullahu mengatakan: “Dan orang-orang dari timur mendukung (Al-Mahdi), menolongnya dan menegakkan agamanya, serta mengokohkannya. Bendera mereka berwarna hitam, dan itu merupakan pakaian yang memiliki kewibawaan, karena bendera Rasulullah berwarna hitam yang dinamai Al-Iqab.” (An-Nihayah fil Malahim)

“Kalian akan perangi jazirah Arab sehingga Allah menangkan kalian atasnya. Kemudian (kalian perangi) Persia sehingga Allah menangkan kalian atasnya. Kemudian kalian perangi Ruum sehingga Allah menangkan kalian atasnya. Kemudian kalian perangi Dajjal sehingga Allah menangkan kalian atasnya.” (HR Muslim 5161

Dari Sauban r.a dari Rasulullah saw beliau bersabda: “Akan muncul dua kumpulan dari umatku yang kedua-duanya dipelihara Allah dari neraka; satu kumpulan yang berjihad/berdakwah di India dan satu kumpulan lagi yang akan bersama Nabi Isa bin Maryam as.” ” (HR. Nasai dan Ahmad)
Balas
Lia LaylaMei 01, 2016 10:49 PM

Tdk ada kelompok lain yg banci tabliq kecuali salafy n.skitarx, jadi salafy.ini perlu dicukur
Balas
Lia LaylaMei 01, 2016 10:50 PM

Tdk ada kelompok lain yg banci tabliq kecuali salafy n.skitarx, jadi salafy.ini perlu dicukur
Balas
Abu DzikroMei 16, 2016 9:39 PM

Menurutku yg aku jg dulu pernah beberapa kali khuruj 3 hari, selama kita khurujnya sebatas 3 hr di indonesia, ga terlalu bahaya, kelirunya paling cuma sering dapet hadist dhaif dan atau hadist palsu. Tapi coba kalo dah ke IPB, wah udah deh, ga ada lagi kebenaran kecuali JT. Sempitlah sudah akal dan agama kita.
Balas
lalu saepullahMei 19, 2016 10:49 AM

jemaah tabliq itu bagus memperkuat iman dan ketaqwaan terhadap TUHAN YME, NAMUN personil yang ada didalamnya kadang-kadang membuat kesal, satu contoh suka meninggalkan penceramah lain yng bukan dari golongannya,suka merasa diri lebih pintar,dan suka acuh tak acuh terhadap orang yang tidak termasuk tabliq,dan masih banyak yang lain
Balas
Engki YuliadiJuni 11, 2016 6:47 PM

saya bukan orang jamaah tablihgt atau golongan mana pun ,golongan saya hanya satu saya muslim , seperti isi surat ali imran ayat 103 ,Dan berpegang teguhlah kamusekalian dengan tali Allah dan janganlah kamu sekalian berpecahbelah .,namun begitu saya bergaul dengan jamaah inipertama kali di jepang .namun waktu itu saya tidak menyadari bahwa mereka itu orang2 jamaah tabligt dan mendirikan mesjid di negara yang tidak mengenal islam (jepang}hampir tiap mesjid di aichiken (nagoya) melakukan kegiatan yang sama dan saya melihat tidak ada yang aneh mereka belajar praktek lansung tentang sunnah ,spt cara makan cara tidur cara buang air tentang sholat tepat waktu dan mengajak meramaikan mesjid dan lain lain dan memang saya pernah mendengar sebelum nya di sekolah saya di mtsn namun seolah olah bagai mutiara yang tertimbun saja ,bagai ilmu yang bermanfaat namun tidak di gunakan ,tidak pernah saya praktekkan lansung dan hampir lupa sunnah sunnah yang mendatangkan banyak pahala tersebut, setelah saya pulang ke indonesia saya punya tetangga di jakarta dan saya di ajak sholat di masjid kebon jeruk jakarta sering dia mengajak sholat tapi tidak pernah saya tanggapi namun suatu hari saya penasaran apa sih yang membuat dia begitu kuat mengajak saya sholat di sana , (kondisi saya saat itu ibadah belang bentong ,}sampai di mesjid itu ,saya merasa waaaahh, subhanallah begitu nikmat berada di dalam mesjid berbagai kegiatan ibada di lakukan orang2 di dalam nya ,dan yang paling berkesan bagi saya yaitu makan bersama ala rasullullah dan bersiwa (menggosok gigi menggunakan kayu siwa waktu mau sholat, benar benar saya merasa termotifasi seolah olah memiliki kekuatan baru dalam melaksanakan ibadah,(beda dengan di jepang saya tidak begitu paham karena keterbatasan dalam bahasa}, dan tidak ada nya kepedulian terhadap agama masa di jepang ,dan disini{indonesia} saya baru sadar bahwasanya kegiatan yang pernah saya ikuti masa di jepang adalah kegiatan yang di laksanakan oleh jamaah tabligh memang waktu itu saya pernah berjumpa dengan orang indonesia dia sering mengajak saya jamaah tablight di masjid anjou(profinsi aichi} tersebut namun saya belum paham waktu itu apa jamaah tabligt saya fikir hanya semacam iktikaf di mesjid dan dengar ceramah begitu saja(seperti di kampung waktu kecil),dan saya berkesimpulan betapa metode dakwah orang orang ini berhasil,banyak orang orang pintar dan berdebat hasil nya nol , namun orang jamaah tabligt begitu luar biasa mereka memperkenalkan islam di negara kafir sana ,mendirikan mesjid dengan dana mereka sendiri dengan ikhlas nya ,mengajak sholat tepat waktu ,mengajak sholat di mesjid, namun yang membuat saya bingung kenapa banyak orang yang mencela , seperti bidaah maaf saya orang awam pendidikan agama saya cuman mtsn yang membuat saya bingung apakah perbuatan yang mengajak kepada kebaikan di sebut bidah?? atau salah? bertemu lakilaki di jalan di ajak sholat jamaah di masjid apa salah? teringat masa kecil saya suka suka bencci bertemu orang orang jenggotan begini dan memakai celana mirip joker dan mengajak sholat jamaah saya suka kesal seolah2 memaksa , tapi sekarang saya sadar kalau mereka maksa pasti dah mukul saya ketika saya menolak sholat bareng mereka, dan cara berpakaian mereka yang aneh sekarang saya sadar bahwasanya begitu besar pahala bila meniru dandanan mereka.berpakaian ala rasullah , jadi metode mereka lebih menyeluruh, melaksanakan ibadah di mesjid sambil belajar dan bermusyawarah masalah agama, jadi beribadah dan belajar bukan seperti di sekolah belajar dan beribadah,dan juga terjadi pada family saya karib kerabat ibu saya suami dari tante saya tersebut melalaikan anak dan istri gara gara jamaah tablight , dan hal ini juga yang membuat saya mencoba masuk kemasjid tersebut, tapi tidak ada yang janggal kemungkinan pemahaman dari suami tante aja yang beda karena semua dilakukan hanya sukarela bukan paksaan tidak ada yang memberatkan, hanya ada anjuran , dan juga berdasarkan kemampuan ,dan tidak melalaikan anak bini, menurut saya tak kenal maka tak sayang tak sayang maka tak cinta ,jika anda

Juli 21, 2016

Pintu Rezeki

Filed under: Tak Berkategori — Buya Athaillah @ 4:45 am

Pertama, berbakti pada kedua orangtua. “Apabila hamba itu meninggalkan berdoa kepada kedua orang tuanya niscaya terputuslah rezeki (Allah) daripadanya.”(HR al-Hakim dan ad-Dailami)

Kedua, menyambung silaturahim. “Barang siapa ingin dilapangkan rezekinya dan dilambatkan ajalnya maka hendaklah dia menghubungi sanak-saudaranya.” (HR Bukhari)

Ketiga, tawakkal kepada Allah. “Seandainya kamu bertawakal kepada Allah dengan sebenar-benar tawakal, niscaya kamu diberi rezeki seperti burung diberi rezeki, ia pagi hari lapar dan petang hari telah kenyang.” (HR Ahmad, at-Tirmizi, Ibnu Majah, Ibnu Hibban, al-Hakim dari Umar bin al-Khattab Ra)

Keempat, menyayangi anak yatim. “Adakah kamu suka hatimu menjadi lembut, dan kamu memperolehi hajat keperluanmu? Kasihanilah anak yatim, usaplah kepalanya, dan berikanlah dia daripada makananmu, niscaya lembutlah hatimu dan kamu akan memperolehi hajatmu.”(HR Tabrani)

Kelima, bertobat dengan sebenar-benarnya. “Wahai manusia, bertobatlah kepada Allah, sebelum kamu mati. Bersegeralah melakukan amalan-amalan salih sebelum kamu kesibukan dan hubungilah antara kamu dengan Tuhan kamu dengan membanyakkan sebutan (zikir) kamu kepada-Nya dan banyak bersedekah dalam bersembunyi dan terang-terangan, nanti kamu akan diberi rezeki, ditolong dan diberi kesenangan.” (HR Ibnu Majah)

Keenam, perbanyak istighfar. “Barang siapa memperbanyak istighfar maka Allah Swt akan menghapuskan segala kedukaannya, menyelesaikan segala masalahnya dan memberinya rezeki dari arah yang tidak disangka.” (HR Ahmad, Abu Daud, an-Nasai, Ibnu Majah dan al-Hakim dari Abdullah bin Abbas RA).

Juli 19, 2016

Mudzakaroh Syuro H. Cecep Firdaus : Hidayah dan Mujahaddah

Filed under: Tak Berkategori — Buya Athaillah @ 3:44 pm

​Title: Bayan pak Cecep III

Body: Untuk bisa melihat butuh 2 sinar :
1. Sinar Luar : Matahari

2. Sinar Dalam : Mata Terbuka
Matahari tapi mata tertutup ataupun buta maka tidak akan bisa melihat. Mata terbuka tapi tidak ada sinar cahaya matahari atau yg lain maka tetap tidak akan bisa melihat. Jadi dua2nya harus ada
Agama pun juga begitu harus ada 2 sinar untuk bisa diterima :
1. Sinar Luar : Nur Quran n Hadits

2. Sinar Dalam : Mata Hati terbuka
Hari ini banyak di negeri2 kafir sudah mulai ada kelas2 pembahasan quran dan hadits. Namun yg mempelajari dan yg mengajari tdk iman di hati alias mata hatinya tertutup. Maka tidak akan paham walaupun mereka tau ilmunya. Lucunya kita yg islam ikut2an belajar dr org kafir ttg agama kita sendiri padahal ulama sholih msh byk. Ini kayak belajar ke musuh, dikasih kagak dipukulin iya.
Begitu jg hari pesantren dan perguruan tinggi islam dimana-mana. Namun krn tdk ada usaha atas iman, tdk ada usaha atas mata hati agar terbuka. Maka tidak sedikit org yg lulusan sekolah islam msh berani meninggalkan sholat, melakukan maksiat kpd اَللّهُ. Ini krn apa tdk ada nya usaha atas iman atau usaha atas mata hati (bashiroh).
Bagaimana cara membuka mata hati ini. Cara membuka mata hati sama yaitu dng mujahaddah. Asbab mujahaddah ini hidayah akan turun.
“Waladzi jahadu fina lanahdiyannahum subulana”
“Barangsiapa mau bermujahaddah di jalanku maka akan bukakan jalan-jalan hidayah”. 
Apa itu hidayah yaitu kekuatan untuk membuka mata hati atau menguatkaan Iman. Tanpa Hidayah sulit seseorang bs taat pd Allah. “La haula wala quwwata illabillah” : Tdk ada kekuatan utk taat atau menghindari maksiat kecuali pertolongan dr اَللّهُ. 
Orang kafir kyk org hindu dan budha jg bermujahaddah. Mrk berpuasa berbulan2 betapa duduk di goa berbulan2. Tp mujahaddah mrk tdk ada nilainya bahkan mendatangkan kesesatan. Ini krn mereka tdk ikut arahan dr pada quran dan hadits. Kalo kita ikut2an cara mereka ada yg yoga lah, ada yg puasa pati geni lah maka yg kita dptkan sm kyk mereka yaitu kesesatan dan kesusahan saja. Mujahaddah spt ini tdk akan اَللّهُ terima krn tdk ada contohnya.
Orang beriman ini mujahaddahnya utk dakwah. Nabi Saw mendidik sahabat utk menguatkan iman ini dengan mujahaddah menyampaikan agama. Shg Quran dan Hadits yg disampaikan ke sahabat mendatangkan kepahaman dan meningkatkan keimanan asbab adanya mujahaddah. Tdk sedikit ayat quran yg turun asbab mujahaddah mrk.
Asbab Mujahaddah dlm Dakwah – Hidayah turun – Iman Naik – agama sempurna- sahabat buat korban habis2an utk agama- Shg Pertolongan اَللّهُ bersama sahabat – asbab ini yg Haq mampu mengalahkan yg bathil yaitu bangsa super power spt persia dan romawi.
Inilah sebabnya dunia berada ditelapak kaki sahabat asbab mujahaddah mrk dalam dakwah.
Sahabat bilang sblm belajar quran kami belajar iman, maka ketika kami belajar quran dengannya iman kami meningkat.
Brp tahun sahabat dilatih hanya utk belajar iman ? Mujahddah 13 tahun. Sahabat ditanya kapan masa paling bahagia, yaitu ketika bermujahaddah mendakwahkan agama dlm keadaan disiksa. Bilal RA ditanya kapan masa yg plg bahagia yg pernah kamu alami. Bukan ketika nikah atau dpt harta atau jd gubernur jawabannya tetapi ketika aku disiksa oleh majikanku utk pindah agama batu menindih di badanku di padang pasir, lalu aku bilang, “Ahad… Ahad…”
Kita harus kasihan kpd org kafir krn Mujahaddah hanya berujung kpd penderitaan dunia dan akherat. Ini krn usaha mrk beda dng apa yg kita usahakan
Hari ini pakaian kita lebih baik dr sahabat, rumah kita lebih baik dr sahabat, ekonomi kt lebih baik dr sahabat, namun kenapa hari ini umat islam susah dmn2, dihinakan, sedangkan sahabat di muliakan sampai 2/3 dunia ada dibawah telapak kaki mereka.
Jawaban adalah dr Umar RA :
“barangsiapa mencari kebahagiaan di luar islam maka اَللّهُ akan hinakan dia.”
Hari ini krn lemahnya iman akhirnya keyakinan kita spt org kafir. Apa yg mrk sukai itu yg kita sukai. Apa yg mrk takutin itu yg kt takutin. Apa yg mrk sukai kebendaan dan kemaksiatan. Apa yg mrk takutin kemiskinan. 
1. Mrk irg kafir di amerika suka dansa, umat islam disini ikut2 suka dansa, skrg acara2 di tv yg dansa itu rata2 org islam. 
2. Pemikiran org kafir jadi pemikiran kita. Kita sibuk buat seminar dan muktamar hasil kesimpulannya bahwa kelemahan org islam krn lemahnya ekonomi dan teknologi. Ini org kafirpun jg begitu kesimpulannya. Sama saja keyakinan dan cara berpikir kita dng org kafir krn tdk belajar dr sejarah. Sejarah membuktikan dulu islam jaya ketika lemahnya ekonomi dan teknologi. Tetapi kenapa mrk bs jaya ? Krn اَللّهُ bersama mereka shg yg haq menghancurkan yg bathil yaitu kerajaan persia dan romawi.

Oktober 31, 2015

Felix Siaw : Islam itu bukan Arabisasi dan tidak ada Islam Nusantara

Filed under: Tak Berkategori — Buya Athaillah @ 3:04 am

Islam dan Arab by @felixsiauw

1. menjadi Muslim berbeda dengan menjadi orang Arab | maka Islamisasi jelas-jelas berbeda dengan Arabisasi

2. Islam bukan ajaran Arab, walau Al-Qur’an berbahasa Arab, dan Nabi Muhammad dari kaum Arab | Islam itu jalan hidup, prinsip hidup

3. faktanya, turunnya Islam justru ditentang kaum Arab di masa itu | karena Islam datang mengubah tradisi, keyakinan, kebiasan jahil Arab

4. Islam datang kepada kaum Arab membawa tatanan samasekali baru | baik dalam hal tradisi, kebiasaan, akhlak, hukum, juga cara hidup

5. perlu dicatat, karena Al-Qur’an dan Nabi Muhammad berbahasa Arab | maka bahasa Arab juga tidak bisa dipisahkan dari agama Islam

6. juga kewajaran, bahwa agama Islam awalnya disebarkan oleh orang Arab | karena memang agama Allah yang pamungkas ini berasal dari sana

7. mengenai tokoh-tokoh besar agama Islam ini adalah orang Arab | itu pun wajar saja, karena merekalah kaum awal yang beragama Islam

8. jadi bisa dikatakan, Arab belum tentu Islam, dan Islam tidak harus Arab | yang jelas Islam itu pasti berdasar Al-Qur’an dan As-Sunnah

9. juga salah besar, bila dikatakan Islamisasi samadengan Arabisasi | lantas menolak Islamisasi dengan dalih, “Ini Indonesia, bukan Arab”

10. apa bedanya? jelas sekali beda, menjadi Arab atau bukan Arab itu takdir | sedangkan mengambil Islam atau mengabaikannya, itu pilihan

11. Islam itu Islam, tidak perlu ada pandangan “disana Islam Arab, disini Islam Nusantara” | ini pandangan yang justru memecah-belah Islam

12. Islam itu ya Islam, panduannya Kitabullah dan Sunnah, Khulafaurrasyidin | juga tabiin, tabiut tabiin, ulama salaf, apapun madzhabnya

13. adapun menjadi Muslim, tidak berarti meninggalkan budaya lokal | bila bertentang dengan Islam tinggalkan, bila tidak ya lanjutkan

14. apa standar meninggalkan dan melanjutkan budaya setelah jadi Muslim? | ya akidah, bila bertentang dengan aqidah, ya harus tinggalkan

15. misalnya seperti budaya membuka aurat, menyembah pohon, ya tinggalkan | beda dengan arsitektur, aneka makanan (halal), ya lanjutkan

16. Islam masuk ke Cina, arsitektur masjid mirip pagoda, boleh saja | tapi sembahyang leluhur dengan hio, ya ditinggalkan, itu contohnya

17. Islam masuk ke Indonesia, maka batik tetap lestari, bahkan menyerap nilai Islam, boleh saja | tapi menyembah batu dan patung, dihapus

18. dalam Islam mudah saja, selama tidak dilarang syariat, amalkan saja | namun bila sudah ada larangan syariat, Islam yang diutamakan

19. maka dalam Islam, semua produk (fisik atau non-fisik) selain aqidah, boleh saja diadopsi | teknologi juga termasuk “produk non-aqidah”

20. tapi produk aqidah, selamanya bukan bagian daripada Islam | kita mencukupkan diri pada Kitabullah dan Sunnah, itu yang terbaik

21. kesimpulannya, belajarlah Islam, kaji terus Islam, jangan berhenti | taati Allah dan Rasulullah semata, karena kita kembali pada-Nya :)

22. kesimpulannya, jadi Muslim kamu nggak harus surbanan, nggak harus jubah | yang jelas pikirmu, lisanmu, amalmu, harus berasas Islam

23. jangan sampai kebalik, kamu surbanan, sarungan, pecian, jubah | tapi pola pikirmu dan referensimu liberal, jauh dari Kitabullah Sunnah

24. lebih bagus kamu batikan, kemejaan, kaosan, celanaan | lalu setiap kamu mikir, lisan, amal, semua ada dalil Kitabullah dan Sunnah

25. lebih bagus lagi, kamu pecian, sarungan, surbanan, jubahan | dan semua pikir, lisan, amalmu , asasnya Kitabullah dan Sunnah, itu.. :)

26. tapi kalau kamu Muslimah, ya jangan sarungam pecian, jangan surbanan jubah | ya berhijab syar’i, kerudung + jilbab :D hehe..

======

Follow us @OurLifeIsDakwah

Oktober 25, 2015

Bayan Subuh H. Cecep Firdaus

Filed under: Tak Berkategori — Buya Athaillah @ 1:51 am

Allah swt ciptakan malaikat maut Izrail lalu Allah beri tahu tugasnya. Maka malaikat maut mengeluh bahwa tugasnya ini akan menyebabkan seluruh mahluk benci padanya. Cabut nyawa anak, ortu akan benci kpd dia. Cabut nyawa ortu, anak akan benci pada dia. Cabut nyawa suami, istri akan benci pd dia. Cabut nyawa suami, istri akan benci pd dia.

Maka Allah swt katakan kpd izrail utk jangan khawatir, karena Allah swt akan ciptakan asbab2 kematian. Sehingga manusia akan benci pada asbab bukan pada kamu malaikat izrail.

Malaikat Izrail ini tidak bs mencabut nyawa berdasarkan kemauan dia tp berdasarkan kemauan Allah swt. Jadi ketika malaikat maut mau mencabut nyawa maka persyaratannya harus terpenuhi yaitu waktunya, tempatnya, dan asbabnya.

Suatu ketika malaikat mau mencabut nyawa seorang pemuda yg asbabnya Allah swt sudah tentukan dng dipatuk ular. Maka menjelang waktunya Malaikat Maut ini survey lokasi tp ternyata tdk ditemukan ada ular. Maka malaikat mau bingung ini bagaimana menjelang waktunya tp asbabnya tdk ada yaitu ular. Maka ketika itu ada elang menyambar ular dr tempat yg jauh dicengkramnya ular ini. Maka ular meronta ronta dr cengkraman elang hingga ular ini jatuh tepat di kepala pemuda tsb lalu mematuknya sehingga pemuda tsb mati sesuai waktunya malaikat maut mencabutnya.

Suatu ketika seseorang memohon kpd Nabi Sulaiman untuk memindahkannya ketempat jauh krn dia di beri tahu Nabi sulaiman bahwa sesorang yg melihatnya dng memandangnya dng cara yg menyeramkan itu adalah malaikat maut. Maka nabi sulaiman memerintahkan angin utk membawa org tsb yg memohon kpd nabi sulaiman dihantarkan ke india dr palestine tpt nabi sulaiman. Lalu nabi sulaiman bertanya kpd malaikat mau knp kamu memandang terus org tsb hingga dia ketakutan. Maka malaikat mau menjawab ya nabiullah sy melihat dia krn bingung Allah swt perintahkan say mencabut nyawa org itu di india, tapi ini sdh menjelang ajalnya dia msh di palestine bgmn bs sy cabut nyawanya. Hingga engkau kirim dia k india di tempat seharusnya dia mati maka setelah dia sampai di india aku cabut nyawanya.

Dunia ini adalah darul asbab. Allah swt ciptakan dunia ini sbg tempat mengusahakan asbab. Tapi kita sbg org beriman tdk boleh yakin pada asbab hrs yakin hanya kepada Allah swt. Contoh : hari ini kita bekerja ada yg sbg petani, pedagang, perkantoran, ini hanya asbab datangnya rizki, tetapi kita tdk boleh yakin bahwa yg mendatangkan rizki adalah usaha kita dr pertanian, perdagangan, perkantoran. Itu semua hanya asbab saja tapi yg harus kita yakini bahwa rizki Allah swt lah yg mendatangkannya melalui asbab. Bukan asbab yg memberi rizki tp Allah swt. Kalo kita yakin pada asbab maka yakin kita akan rusak.

Sahabat yakin pada Allah swt sehingga siap meninggalkan panennya yg secara logika itu tempat rizki dia knp ditinggalkan saat panen. Sahabat bilang sy meninggalkan rizki menuju kepada yg memberi rizki.

Allah swt ciptakan asbab untuk membantu manusia tp Allah tdk bergantung pd asbab. Ketika allah swt beri pertolongan dng asbab Allah swt tdk bergantung pd logika manusia.

1. Ketika nabi saw lari dr kejaran org quraish. Pasukan quraish mengikuti dan mengejar nabi saw dr jejak mrk. Sampai nabi bersembunyi di goa thur. Bagaimana Allah swt tolong nabi saw ? Tdk dng batu yg menutup atau diturunkan malaikat besar, tdk. Tapi dng Allah swt perintahkan laba2 membuat rumah jaring laba2 menutupi pintu goa. Sehingga pasukan tsb berkata tdk mungkin ada di dalam krn kalau ada di dalam pasti sarang laba2 rusak. Di quran Allah swt katakan bahwa sarang laba2 ini adalah rumah yg paling lemah.

2. Ketika namrutz mau menghancurkan ibrahim as dng bala tentaranya. Bagaimana Allah swt tolong nabi ibrahim. Allah tdk kirim pasukan malaikat utk kalahkan namrutz, tp Allah swt kirim nyamuk yg pincang.

3. Ketika tentara Abrahah mau menyerang kabah. Bagaimana Allah swt hancurkan pasuka  gajah abrahah yg besar ? Tdk allah kirim dinasaurus pdhl Allah kuasa. Tapi Allah swt kirim burung ababil yg kecil membawa pasir. Sehingga pasukan abrahah hancur seperti daun dimakan api.

Kita pergi dijalan Allah swt ini utk menafikan kekuatan mahluk dan hanya membenarkan kekuatan Allah swt.

Agustus 3, 2015

What is HIS name in Christian ?

Filed under: Tak Berkategori — Buya Athaillah @ 3:25 pm
CHAPTER ONE: BELIEF IN GOD UNIVERSAL

WHAT IS HIS NAME?

At the end of my public talk on the subject – “MUHAMMAD (PBUH) the Natural Successor to CHRIST (PBUH)” at question time, a Christian Missionary posed the question: “What is His Name?” Meaning thereby as to the name of God. I stood up to answer. But before I opened my mouth, he spoke into the mike, provided for questioning, that he would answer his own question. I said, “You posed the question so the obligation is on me to reply to your question”. He said, “Yes, but I will answer the question.” (Laughter in the audience). He was actually begging for an opportunity to be heard. Where else on earth would he get such a large audience, and that at the Muslim’s expense, to preach. I said, “Carry on!” (Give him enough rope to hang himself). After some rambling, he concluded that the name of God was “JESUS CHRIST!”

It was not the time, at that meeting; nor is it expedient here to discuss the subject fully – “IS JESUS GOD?” It is enough, for the moment, to say that in the language of Moses, Jesus and Muhammad (Peace be upon them all) the name of God Almighty is ALLAH! Proof will be provided in Chapter 4.

Belief in God is ingrained in the nature of man. As long as man existed on earth, the knowledge of God Almighty also co-existed. As Professor Max Fuller in his Hibbert Lectures said:

“RELIGION IS NOT A NEW INVENTION. IT IS, IF NOT AS OLD AS THE WORLD, AT LEAST AS OLD AS THE WORLD WE KNOW. THERE NEVER WAS A FALSE GOD NOR WAS THERE EVER A FALSE RELIGION, UNLESS YOU CALL A CHILD A FALSE MAN. ALL RELIGION, SO FAR AS I KNOW THEM, HAD THE SAME PURPOSE. ALL WERE LINKS IN A CHAIN WHICH CONNECTS HEAVEN AND EARTH, AND WHICH HELD, AND ALWAYS WAS HELD, BY ONE AND THE SAME HAND.”

This is truly a very charitable attitude; truly Islamic. Allah subha nahu wa ta-aala (God Almighty) tells us in the Holy Quran:

And there never was a people without a warner having lived among them (in the past).
(Holy Quran 35: 24)

But thou art truly a warner and to every people a guide. (Holy Quran 13:7)

GOD NOT PARTIAL

If God Almighty is not partial to His creatures with regard to material blessings like – fresh-air, rain, sun-shine etc., why should He be partial in regard to His spiritual blessings (The Guidance of God)? He has not been partial! There is no nation or language group on earth who does not know God by some name. This knowledge was given by the Creator Himself through the lips of His chosen messengers. The names of a very few of these messengers we know, the rest have been lost or clouded in superstition.

Though all theology (knowledge of God) originated with God, mankind played fast and loose with those pure and holy concepts, adding frills and adornments where no embellishments was needed – it despoiled the language. In the words of Mrs. Ellen G. White, a “prophetess” of the 7th Day Adventist Movement, in her Bible Commentary it is said:

“LEARNED MEN HAD IN SOME INSTANCES CHANGED THE WORDS, THINKING THAT THEY WERE MAKING IT PLAIN, WHEN IN REALITY THEY WERE MYSTIFYING THAT WHICH WAS PLAIN.”

In the Religious Annals of the world, the Jewish and Christian Scriptures called the Holy Bible abound with graphic examples of portraying God after man’s own pattern:

IMPERFECT DESCRIPTIONS OF GOD

LIKE A MAN (Genesis 11:5)
“And the Lord came down to see the city and the tower, which the children of men builded.”

MOSES SEES GOD’S BACK PARTS? (Exodus 33:23)
“And I will take away mine hand, and thou shalt see my back parts: but my face shall not be seen.”

WRESTLES WITH JACOB (Genesis 32:28)
“And He (God) said, thy name shall be called no more Jacob, but Israel: for as a prince hast thou power with God and with men, and has prevailed.”

LIKE ONE DRUNK (Psalm 78:65)
“Then the Lord awakened as one out of sleep, and like a mighty man that shouteth by reason of wine.”

REGRETS MAKING MAN (Genesis 6:6)
“And it repented the Lord that he had made man on the earth, and it grieved him at his heart.”

SMELLS SWEET FLAVOUR (Genesis 8:21)
“And the Lord smelled a sweet savour; and the Lord said in his heart…”

A CROUCHING LION (Numbers 24:9)
“He couched, he lay down as a lion, and as a great lion: who shall stir him up?”

DEVOURING FIRE (Exodus 24:17)
“And the sight of the glory of the Lord was like devouring fire on the top of the mount in the eyes of the children of Israel.”

RESTED AND REFRESHED (Exodus 31:17)
” … in six days the Lord made heaven and earth, and on the seventh day he rested AND WAS REFRESHED.”

Out of the encyclopaedia of 73 Books of the Roman Catholics and 66 Books of the Protestants called the “BIBLE”, endless number of quotations can be culled to fill a book larger than this publication to illustrate man’s various imperfect descriptions of God. The above examples will suffice, I hope.

In the realm of the spirit, no nation has had as much opportunities as the children of Israel. And despite repeated warnings to the effect that: ‘THY GOD IS A JEALOUS GOD, HE SHALL HAVE NO OTHER GOD BEFORE HIM, NOT EVEN OF THE LIKENESS OF THE THINGS ON EARTH, OR IN THE HEAVENS ABOVE, OR IN THE WATERS BENEATH THE SEA … (Exodus 20:3-5), they took the golden calf for worship, and again and again reverted into idolatry. Nor is the bulk of Christendom any freer from this taint. Visit St. Paul’s Cathedral in London, or St. Peter’s Cathedral in Rome and you will have very little to distinguish them from the Temple of Somnath in India. It is a question of Tweedle Dum and Tweedle Dee.3 You do not really have to go to England or Italy to verify my statement. Why not an inspection in loco to an Anglican or a Roman Catholic Cathedral in your own home town!

CHAPTER TWO: THE CONCEPTS

In the religious terminology of the world, we will find that every “son of man” in his own way, in his own dialect has given some beautiful attributive name for the Lord of the Heavens and the Earth.

THE ZULU CONCEPT

In our own country, South Africa, the Zulus, a very virile and militant people – a nation akin to the Qureish of pre- Islamic Arabia – have given a name to God Almighty – uMVELINQANGI. This word when properly articulated in its own dialect, sounds identical to the Arabic word Walla-hu-gani, meaning – “And Allah is Rich” (Bounteous). It also sounds like “Allegany” of the Red Indians of North America (Remember their ALLEGANY mountain). The origin or real meaning of the word “Allegany,” is not commonly known to the American people. But ask any Zulu as to who or what this uMvelinqangi is and he will surely explain to you in Zulu:

HAWU UMNIMZANI! UYENA, UMOYA OINGCWELE. AKAZALI YENA, FUTHI AKAZALWANGA; FUTHI, AKUKHO LUTMO OLU FANA NAYE.”

Believe me, this is almost a word for word translation of Sura Ikhlas, Chapter 112 of the Holy Quran:

Say: He is Allah the One and Only; Allah the Eternal Absolute; He begetteth not nor is He begotten; And there is none like unto Him. (Holy Quran 112: 1-4)

ALMOST ISLAMIC

Now, compare the above verses with my free translation of what the Zulu actually said:

“Oh Sir! He is a pure and Holy Spirit, He does not beget and He is not begotten, and further there is nothing like Him.”

Every African tribe, South of the Zambesi River, that is, in Southern Africa, have given different names to the Almighty – Tixo, Modimo, uNkulunkulu, etc., and each and every African language group will take pains to explain the same pure and holy concept as the Zulu. It is to the glory of the African nations that though they had no written languages, and hence no written records, therefore not being able to recount the names of their respective prophets, yet not a single one of the tribes ever stooped down to worshipping idols or images of either of men or animals, until the White man first introduced his religion and gave the African his anthropomorphic concept of God the Father, God the Son and God the Holy Ghost, and brought the African down to bowing before the statues of Jesus, Mary, St. Joseph, St. Christopher and so on.

Out of the dozens of African tribes inhabiting this part of the world, not a single one of them ever made “umfanegisos” (images) of their God. Yet they were capable of carving out of wood, elephants and lions, and reproducing men and women also, in clay. Besides, the Zulus also had some knowledge of metallurgy. When questioned an old Zulu as to the reason, why the Africans did not make umfanegisos of their Gods, he replied, “How could we make images of Him (God Almighty) when we know that He is not like a man, He is not like a monkey, or an elephant or a snake: He is not like anything we can think of or imagine. He is a pure and Holy Spirit.”

LIKE THE ARABS

This term, uMVELINQANGI, though well known to the Zulus, was not commonly used. Again they were like the pagan Qureish of Pre-Islamic Arabia who knew the name Allah, but passed Him by, because they felt that He was too High, too Pure, too Holy to be approached, so they went for their substitutary and imaginary gods – their Al-Lats, AI-Uzzas and Al-Manats and a hundred besides. The Zulus too would not call upon uMvelinqangi directly, but he was better than the Arab of the Ayyam-ul-jahiliyya (days of ignorance), because he did not go after false gods; he only invoked the spirits of his ancestors to intercede with uMvelinqangi on his behalf, exactly as the Catholics do in invoking the Virgin Mary and the Saints.

The more common term used by the Zulus for their God is uNKULUNKULU which literally means – the Greatest of the Great or the Mightiest of the Mighty (Almighty). More colloquially when taking oath, they would exclaim “iNkosi phe-Zulu” meaning – the Lord Above (knows), or the God in Heaven (knows), or Heaven knows, that I am speaking the truth. The word “zulu” in the language of the Zulu literally means High Heaven, and they consider themselves to be superior to the numerous other tribes of Southern Africa, being in this respect like the Qureish among the dwellers of the desert before Islam.

CONCEPT FROM THE EAST

The Hindi word for God Almighty is PRAMATMA. In Sanskrit, the language of ancient India, “Atma” meant the soul, and “Pram-atma” meant the Great and Holy Soul, or the Holy Spirit, which is really a beautiful description of the “Father” in Heaven. The Bible says, “God is Spirit: and they that worship Him must worship Him in spirit and truth” (John 4:24). Not in form, shape or size, but in SPIRIT.

Despite his pantheistic interpretation of the Divinity, the name the Hindu gives the Supreme Being, in his classical language, is OM (Aum), which means Guardian or Protector. A very suitable attribute about which the Muslim can have no misgivings.

CONCEPT FROM THE WEST

The Anglo/Saxon and the Teuton in their own and other allied European languages call their object of worship “GOD” or words of similar sound and import, i.e.

God in English;

Got in Afrikaans (the language of the descendants of the Hollandse people in South Africa);

Gott in German; and

Gudd in Danish, Swedish and Norwegian languages.

The ancient Phoenicians called their God – ALLON – (not far from Allah if we could only hear it articulated), and the Canaanites ADO. The Israelites not only shared the word EL with the original people of Palestine, but borrowed the name of their chief deity – ADO and turned it into ADONAI, and everywhere the four-letter word YHWH occurred in their Holy Scriptures, they read “Adonai” instead of “Yahuwa.” You will not fail to notice the resemblance between the Jewish Adonai and the heathen Adonis. ADONIS was a “beautiful godling loved by Venus” in the Greek pantheon.

THE LATIN CONCEPT

In the Latin-dominated languages of Western Europe, where Latin had remained dominant in learning and diplomacy for centuries, the chief term used for God is DEUS:

Deus in Portuguese;

Dieu in French;

Dio in Italian;

Dies in Spanish;

Dia in Scotch and Irish; and

Duw in Welsh.

Surprisingly in all the languages above, Deus and all the similar sounding words mean heaven.

Moulana Vidyarthi, in his monumental work – “Muhammad in World Scriptures,” devotes a hundred pages to the names of God in the different languages. And out of a list of 155 attributive names, over 40 of them use the word “Heaven” or the “Above,” in their language in describing God. Though the Muslim chants the Asma-ul-husna (the most beautiful names), 99 as derived from the Holy Quran with the crowning name, ALLAH; “Heaven” is not one of those ninety-nine attributes. Symbolically, heaven may be described as the abode of God, and in the words of Wordsworth in Tintern Abbey:

WHOSE DWELLING IS THE LIGHT OF SETTING SUNS, AND THE ROUND OCEAN AND THE LIVING AIR, AND IN THE BLUE SKY, AND IN THE MIND OF MAN: A MOTION AND A SPIRIT THAT IMPELS ALL THINKING THINGS, ALL OBJECTS OF ALL THOUGHTS, AND ROLLS THROUGH ALL THINGS.

CONCEPT FROM BEYOND THE FAR EAST

Among all the 155 tantalizing names of God in the various tongues, the one that tickled me most was – “A-T-N-A-T-U!” – and this I have adopted as a title of my book, instead of the original title promised – “What is His Name!” for this present publication.

WHAT IS SO FUNNY OR SO NOVEL ABOUT ATNATU?

The aborigine of South Australia calls his God “Atnatu” because some philosopher, poet or prophet had programmed him, that the Father in Heaven is absolutely free from all needs; He is independent; He needs no food nor drink. This quality, in his primitive, un-inhibited language, he conversely named ATNATU, which literally meant “the One without an anus – the One without any flaw” – i.e. the One from Whom no impurity flows or emanates. When I started sharing this novel idea with Hindu, Muslim and Christian friends, without exception, their immediate reaction was one of mirth, they giggled and laughed. Most of them not realizing that the joke was on them. The boot was on the other foot. Though the word “anus” is a very small word, only four letters in English, most people have not heard it. One is forced to use the colloquial substitute which I hesitate to reproduce here, nor will I use the same in public meetings because of people’s hypersensitivity – because in the words of Abdullah Yusuf All, people “HAD PERVERTED THEIR LANGUAGE ONCE BEAUTIFUL, INTO JARGONS OF EMPTY ELEGANCE AND UNMEANING FUTILITY.”

Therefore to ease the situation, in a round-about-way let us say that where you have an “input,” you must allow for an “output.” The one who eats, must have the call of nature – the toilet or the bush – and our primitive friend smelt the need, which he could never attribute to his Creator. Therefore, he called his God – ATNATU! ‘The one without the excretory system or its tail end’.

GOD EATS NOT!

This novel concept of God by primitive man, is not really altogether novel. God Almighty conveys the same truth to mankind, as in His Last and Final Revelation – The Holy Quran – but in a language so noble, so sublime, as befitting its Author. But because of its very finesse, and refined manner of expression we have overlooked the Message. We are commanded to say to all those who wish to wean us from the worship of the One True God –

Say: “Shall I take for my protector any other than Allah the Maker of the heavens and the earth? And He is that feedeth but is not fed.”

In other words, we are made to declare that – “WE WILL NOT TAKE ANYONE AS OUR LORD AND PROTECTOR, OTHER THAN ALLAH, WHO IS THE WONDERFUL ORIGINATOR OF THE UNIVERSE.” And if any have misgivings about his so called “man-gods” or “god-men,” then bring him down to earth, for our God is the One who feeds but is not fed. He is not, in need of food. Does your man-god eat? Or doesn’t he? If he does, then he MUST submit to the call of nature – OUR GOD EATS NOT! How simple the logic, yet how stupendous the argument. Alas! We need primitive man to remind us of the potency of our weapons. We have lost the art or the knack of propagation, because for a good many centuries we have stopped preaching Islam to those around us.

The Christians are knocking at our doors. Only the spiritually blind and the “ostriches” in our midst cannot see. Kuwait had just one Arab Christian family about fifty years ago. Today there are 35 Churches in that little country. The Jehovah’s Witnesses, a Christian sect which originated in the U.S.A. a hundred years ago, are claiming that the 2nd largest group of Jehovah’s Witnesses outside their country of origin, is the Muslim country of Nigeria.

In Indonesia, the largest Muslim populated country in the world, there are over 6000 full-time Christian missionaries (Muballighs), not priests, parsons or ministers attached to their respective Churches, but propagators (Crusaders) of their Faith to the non-Christians – harassing “the heathen,” as they call them. These Christians missionaries have more private air-strips of their own than the Indonesian Government has. They have mission ships that anchor off the islands, because Indonesia is a country of over 2000 islands, which have no harbor or docking facilities. They invite the native for refreshment and entertainment on board the ship and subtly initiate them into their blasphemy. In their operation code named “over-kill,” they are aiming to make Indonesia a Christian Nation by the turn of the century. Of the over 60,000 missionaries raising dust throughout the world, more than half of them occupied in Africa. Africa the only Muslim continent today, is now being assailed by these modern day Crusaders who aim at making it a Christian continent, this again, by the turn of the century. Our armor, sword and shield in this battle of Faiths are in the Quran, we have been chanting it for centuries to accumulate sawab (spiritual blessings) only; but now we must bring them forth into the battle field.

DID JESUS EAT FOOD?

Christ the son of Mary was no more than an Apostle; many were the Apostles that passed away before him. His mother was a woman of truth. They had both to eat their (daily) food. See how Allah doth makes His Signs clear to them; yet see in what ways they are deluded away from the truth! (Holy Quran 5:75)

The House of Islam acknowledges that Jesus Christ, the son of Mary was one of the mightiest of Messengers of God. It acknowledges that he was born miraculously, without any male intervention; that he was the Messiah; that he gave life to the dead, by God’s permission; and that he healed the blind and the lepers, by God’s permission – BUT DID HE NOT EAT FOOD?

“And they gave him (Jesus) a piece of broiled fish, and of an honeycomb. And he (Jesus) took it, and did eat before them.” – (Luke 24:42-43)

Further, the mother of Jesus was a woman of truth, a pious and saintly woman – BUT DID SHE NOT EAT FOOD? Can’t you see the implications? Do we need an Australoid (the aborigine of South Africa) to remind us? Indeed, we do! In this battle for the hearts and minds of people, we need his “Atnatu.” In his simple rustic language, in his childish puerile way, he is telling the world that his God eats not. That the one who eats can never be his God, because he would not be ATNATU. Our primitive brother had no inhibitions. He called a spade a spade.

THE “MOHAMMEDANS”?

The Westerner is an adept at concocting names. When he invented the incandescent lamp, he called his light-bulbs or globes, “MAZDA LAMPS”. Mazda happens to be the “god of light” of the Zoroastrians. In South Africa today, the European is making a great success with the sale of his “RAMA” Margarine. Rama happens to be the “man-god” of a substantial number of our population here. The white man calls himself, Christian, because he is a worshipper of Christ. He calls the worshipper of Buddha a Buddhist, and with the same logic he calls the Muslim a “Mohammedan” presuming that he is a worshipper of Muhammad. But the fact of the matter is, there is no such creature among the thousand million Muslims of the world.

Let us assume that there were such a lunatic, a worshipper of Muhammad (May the Blessings of Allah be upon him) who would in his misguided zeal be called a “Mohammedan.” Now if this so-called “Mohammedan,” in his zeal, went among the primitives of South Australia and with all fan-fare preached his “Mohammedenism,” urging this poor, backward nation, and asked them to accept Muhammad as their god. You could then well imagine this child of nature asking our deluded brother, “Was Muhammad ‘Atnatu’?” The answer will of course be, “No!;” even from our lunatic. What about the heroes and heroines of the world who are worshipped today by the millions of civilized men and women in our own day?

Present your candidates one by one to the native – Why don’t you try with your real or imagined “man-gods” or “goddesses” – and he will hit you for a “sixer” (over the boundary, as in cricket) every time with his “boomerang,” with his “ATNATU!” Is he not higher in his concept of God than the millions in Europe and America, and in Asia and Africa?

PROGRESS IN REGRESSION!

Just picture the American who lands on the moon, and his tribe who sit at home monitoring happenings on the lunar surface and also in the world by means of their satellites, like “gods” with a finger on every pulse. Marvelous, isn’t it? Remember the Bay of Bengal Tragedy? The Americans warned Pakistan about the impending tidal wave. Remember the Ramadaan War in 1973? The Americans warned Israel that the Arabs were on the move. But neither heeded the warning. These same Americans, despite all their depravity wield a power greater than all the “man-gods” put together. Yet this mighty nation and their counterparts in Europe and the world, are worshipping men and monkeys – Nay! The very devil himself! (“The Satan Cult”) How is, this possible?

But Satan made (to the wicked) their own acts seem alluring: he is also their patron today.
(Holy Quran 16:63)

Hero and Hero-worshipping is ingrained in man. If he will not worship God, then he will worship something else. But worship he must. What can be better than a handsome man or a beautiful woman, who is one of his own kind? Anthropomorphism, a system in which man conceives of God after his own likeness is traditional. It is modern as well as ancient. Mankind thinks of God as one like himself, in his own image. Does not the Christian Bible say, in the very first chapter of the very first Book?

“And God said, Let us make man in our own image…” – (Genesis 1:26)

As to the word “image,” God is not talking about a physical, human likeness, which is not far from a certain family of apes. Little wonder that Darwin claimed that the monkeys are our ancestors! No! We are made in the spiritual image of the Beneficent. We are one with Him in attributes. The Holy Prophet Muhammad (PBUH) said, ‘IMBUE THYSELF WITH DIVINE ATTRIBUTES.” As Allah is Holy, we must be holy. As He is just, justice being his attribute, we must imbibe justice. As He is Merciful, we must portray mercy, and so on with each of the 99 attributes of God from the Book of Allah – The Holy Quran. None can be one with God physically, because He is not a physical Being.

THE THREE HYPOSTASES OF THE TRINITY

The poor benighted Christians misunderstood the word “image” as well as the word “us” in the preceding quotation at the very beginning of the Bible. Christians interpret the word “us” to imply the existence of a combination of “Father, Son and Holy Ghost” of their Holy Trinity. They fail to realize that in Hebrew as well as in Arabic there are two types of plurals. There is a plural of numbers as well as that of respect and honor. Here is a plural of honor which you might not have noticed: – the quotation from the Holy Quran about Jesus and his mother, observe the words – “SEE! HOW CLEAR WE MAKE FOR THEM OUR MESSAGES.” No Muslim ever understood by these plurals, a plurality in the Godhead, neither did any Christian Arab or Jew. Ask any Jew who knows Hebrew as to the number of gods in his Hebrew “US” from the first chapter of his Torah, and he will confirm without any hesitation what I am telling you.

THE GODS OF APARTHEID

The deluded souls among mankind not only imagined God in their own likeness physically, but they also gave him a racial bias and racial characteristics:

“ETHIOP GODS HAVE ETHIOP LIPS BRONZE CHEEKS AND WOOLLY HAIR; THE GRECIAN GODS ARE LIKE THE GREEKS AS KEEN-EYED, OLD AND FAIR.” – (Anonymous)

The Greeks and the Romans jettisoned their Minervas, Appolos and Hercules’ and opted for the newest of “man-gods” two thousand years ago, namely, Jesus Christ. These Romans became the pioneers of their mythology couched in a fresh garb to the nations of Western Europe who were tiring of their Thors and Wodenses and so took on the new creed with alacrity.

In turn the Europeans inflicted their tri-theology on their colonies. They gave a man-god, more handsome than the “gods” of the natives. And look how they have transformed him in pictures, sculptures and in the movies. He has blond hair, blue eyes, handsome angular features like those of Jeffrey Hunter in the film “King of Kings.” But no! He does not look anything like the Jew with his proverbial polly-nose. The new “god” is more English/German/Scandinavian, in his bone structure. A white, “man-god,” as against a blue “man-god.” (Rama and Krishna are usually painted blue in Hindu religious pictures). Compare the portraittures and you will pity the subjected people for falling “out of the frying pan into the fire.”

MUSLIMS’ DUTY

We Muslims really have done nothing for the benighted millions of the world. We should rescue them from their shirk, or else they will take us down with them to perdition, here as well as in the hereafter. There are many millions more worshiping man-gods today on Allah’s good earth, than those worshipping the one true God – Allah subha-nahu-wa-ta aala. The miseries in the Muslim world exist because of our utter neglect in sharing the Din-ul-lah (The Religion of God) with the nations of the world. Propagation of the Faith is the Awwal (the first) Fard (obligation) of the Muslim. Discount this Pillar of Islam at your own peril. You know that Allah’s whip makes no noise. How can you play your part! Simply by memorizing a single verse of the Holy Quran. The one from page 15 of this booklet. Write it down on a piece of cardboard, together with its meaning, and memorize the words of Allah with the meaning – phrase by phrase – as you see it, and do not let the card go out of your pocket or your handbag until you have transferred it into your God-given computer, the brain. With just this one verse, and with the aborigine’s boomerang (his “Atnatu”) you are set to rout every breed of anthropomorphism inflicting Allah’s creatures. This is your privilege and the destiny of Islam. Allah says:

…That He may make It (ISLAM) prevail over all (FALSE) religion, however hateful this may be to those who ascribe divinity to other than Allah. (Holy Quran 61:9)

Do you really believe Allah’s promise?

…THE PROMISE OF ALLAH IS TRUE… (Holy Quran 4:122)

CHAPTER THREE: WHO IS JEHOVAH?

Astonishing as it may sound, it is an admitted fact that prior to the sixteenth century, the word “Jehovah,” was unheard of. Whenever the origin of this word appeared in its true Hebrew form in Jewish Scriptures (read from right to left as in Arabic) Yet, Huh, Wav, Huh; or Y.H.W.H. these four letters were preceded by a substitute word “Adonai,” to warn the reader that the following word was not to be articulated. The Jews took meticulous care in repeating this exercise in their “Book of God” six thousand, eight hundred and twenty-three times – interpolating the words “Adonai” or “Elohim.” They sincerely believed that this awesome name of God was never to be pronounced. This prohibition was no ordinary affair: it called for a penalty of death on one who dared to utter it, and this taboo has been more successful than all the “DO’s” and “DON’T’s” of the Ten Commandments put together.

If Jehovah is the name of God Almighty, and if the 27 Books of the New Testament were inspired by Him, then it is an anomaly of the highest order, that He (Jehovah) signally failed to have His Own Name recorded in “His Word” (N.T.) the Christian addition to the Jewish Bible. The Christians claim that they have in their possession over twenty-four thousand so-called “originals” of their Holy Writ in the Greek language, and yet not a single parchment has “Jehovah” written in it. Curiously this “name of God” (?) has been sacrilegiously replaced by the Greek words ky’ri.os and the.os’, which mean ‘Lord’ and ‘God.’ Yet, miracle of miracles – Alleluya! – no devil or saint has been able to eliminate the word “ALLAH” from the so-called New Testament of the Christians.

NEW FANGLED DOCTRINES

A hundred years ago, all of a sudden, more than a hundred new cults and denominations of Christendom mushroomed in the United States of America. The Seventh Day Adventists, the Christian Scientists, the Mennonites, the Christiadelphins, The Jehovah’s Witnesses and the like. The founder of the last named cult, a Judge Rutherford, about whom the orthodox Christians say that he was no “Judge.” This Judge was a voracious book-worm and a prolific writer. He stumbled across the word “Jehovah” which tickled him immensely, and he made a religion out of it.

Judge Rutherford, followed by Charles T. Russell created a new “church,” which in its system of organization and administration is second to none in the world. There is very much we Muslims can learn from their enthusiasm and methodology. Read, “Thirty Years a Watchtower Slave” by Schelin. It is not their theology I am enamoured with but their modus operandi (the way they operate). Read, how this incorrigible sect came very close to conquering Germany before Hitler. Read, about their second come-back in West Germany. Think, why they are making a most concerted effort in Nigeria. Will the system or religion that prevails in Nigeria, be ultimately the norm of the rest of Africa! This giant is the hero of the majority of the African people south of the Sahara. Muslims must reflect.

VIRILE SECT

The “Jehovah’s Witnesses,” have made the most phenomenal progress of all the religious sects of the past hundred years, on a percentage basis. The Bahaies are moving at a snails-pace in comparison, actually receding in ratio with the other Christian off-shoots. These “Witnesses” are the fittest in their fight against the other Christians as well as against the Muslims. Simply because they program themselves five times a week in their “Kingdom Halls,” and what they learn they implement during the week-ends. We Muslims are supposed to be “programmed” five times a day in our daily Salaat, but we have lost the true purpose of this Pillar of Islam. Our Salaat is for earning Sawaab (spiritual blessings) only.

They have made the word JEHOVAH famous. They knock at people’s doors, asking the question – “What is His Name?” The orthodox Christian replies – “God.” They say, “God is not a name, it is an object of worship. What’s His Name?” “Father,” says the orthodox as a second try. “Is your father God?” Of course not! So what is His Name? “JEHOVAH! is His Name,” says the “Witness” to both Muslims and non-Muslims alike. He has become a professor of this one word. He has made it into a religion.

THE “TETRAGRAMMATON”

Why not for a change ask him, a question or two. Ask him where he got the word Jehovah from? He will surely reply – “From the Holy Bible.” What does it say? Does it spell out the word J-e-h-o-v-a-h? “No,” he will reply. “There is a ‘tetragrammaton’ in the Bible from which the word Jehovah is derived.” What is a tetragrammaton? No one seems to have heard this highly mystical term. In the University of Illinois in the U.S.A. I asked a gathering of students and lecturers whether any one had heard this jaw-breaker! Not one of them knew its meaning! But every Jehovah’s Witness seems to know, even the commonest of them. They have really specialized – ours is a world of specialization. They are Professors of the one word – Jehovah.

What then is a “tetragrammaton!” The Jehovah’s Witness replies, “Y H W H!”

“No!” “What I want to know from you is, what does the word tetragrammaton mean?” You will find him most reluctant in explaining. Either he does not really know, or he is feeling embarrassed in replying. “Tetra,” in Greek means FOUR, and “grammaton,” means LETTERS. It simply means “a four letter word.”

Can you read into Y H W H the word Jehovah? I cannot. “No!”, says the Jehovah’s Witness, “we ought to add vowels to these four consonants to produce the sound. Originally, both Hebrew and Arabic were written without the vowel signs The native of each language was able to read if even without those vowels. Not so the outsider, for whose benefit the vowels were invented.

THE “J” SICKNESS

Let us add the vowels as the “Witness” suggests. YHWH becomes YeHoWaH. Juggle as you like but you can never materialize Jehovah! Ask him, from which hat he drew his “J”. He will tell you that “this is the ‘popular’ pronunciation from the 16th century.” The exact sound of the four letters YHWH is known neither to the Jews nor to the Gentiles, yet he is ramming JEHOVAH down everyone’s throats. The European Christians have developed a fondness (sickness) for the letter “J” They add J’s where there are no Jays. Look!

Yael he converts to Joel

Yehuda to Juda

Yeheshua to Joshua

Yusuf to Joseph

Yunus to Jonah

Yesus to Jesus

Yehowa to Jehovah

There is no end to the Westerner’s infatuation for the letter “J.” Now in the busy streets of South Africa, he charges people who carelessly cross them for “jay-walking,” but nobody charges him for converting Jewish (Yehudi) names into Gentile names.

The letters Y H W H occur in the Hebrew (Jewish) Scriptures 6,823 times, boasts the Jehovah’s Witness, and it occurs in combination with the word “Elohim;” 156 times in the booklet called Genesis alone. This combination YHWH/ELOHIM has been consistently translated in the English Bible as “Lord God,” “Lord God,” Lord God,” ad infinitum.

COMMON ORIGIN

What is YHWH; and what is ELOHIM? Since the Jews did not articulate the word YHWH for centuries, and since even the Chief Rabbis would not allow the ineffable to be heard, they have forfeited the right to claim dogmatically how the word is to be sounded. We have to seek the aid of the Arab to revive Hebrew, a language which had once died out. In every linguistic difficulty recourse has to be made to Arabic, a sister language, which has remained alive and viable. Racially and linguistically, the Arabs and the Jews have a common origin, going back to Father Abraham.

Note the startling resemblance between the languages, very often the same sounding words carry identical meaning in both.

HEBREW ; ARABIC ; ENGLISH

Elah ; Ilah ; god

Ikhud ; Ahud ; one

Yaum ; Yaum ; day

Shaloam ; Salaam ; peace

Yahuwa ; Ya Huwa ; oh he

YHWH or Yehova or Yahuwa all mean the very same thing. “Ya” is a vocative and an exclamatory particle in both Hebrew and Arabic, meaning Oh! And “Huwa” or “Hu” means He, again in both Hebrew and Arabic. Together they mean Oh He! So instead of YHWH ELOHIM, we now have Oh He! ELOHIM.

CHAPTER FOUR : ALLAH IN THE BIBLE

The suffix “IM” of the word “ELOHIM” is a plural of respect in Hebrew.

(Remember that in Arabic and Hebrew there are two types of plurals. One of numbers and the other of honor as in Royal proclamations. Since the plural of honor is uncommon in the language of the European, he has confused these plurals to connote a plurality in the “godhead,” hence his justification for his Doctrine of the Holy Trinity – the Father, Son and Holy Ghost).

Hence ELOHIM = ELOH + IM. Now I want you to perform an exercise. Do you see the words: YA-HUWA ELOH-IM? Place your left hand index finger on the first two letters “YA” meaning oh! and the other index finger on the “IM” a plural of respect. What you now have remaining in Huwa Eloh or Huwa Elah. El in Hebrew means god, and Elah or Eloh also stands for the same name – god. Therefore, “Huwa el Elah” or HUWA ‘L LAH, which is identical to the Quranic expression – Huwal lah hu (meaning: HE IS ALLAH) of the verse QUL HUWAL LAH HU AHUD

Say: He is Allah the One and Only; (Holy Quran 112:1)

The above exercise proves that El, Elah and Elohim are not three distinctly different words. They all represent the single Arabic word Allah. This is not my wishful thinking. Please see below. It is a photostatic reproduction of a page from the English Bible, edited by Rev. C. I. Scofield,D.D., with his Bible Commentary· This Doctor of Divinity is well respected among the Bible Scholars of the Christian world. He is backed in his “NEW AND IMPROVED EDITION” of this translation by a galaxy of eight other D.D.’s:

Rev. Henry G. Weston, D.D., LL.D., President Crozer Theological jeminary.

Rev. W. G. Moorehead, D.D., President Xenia (U.I,) Theological Seminary.

Rev. lames M. Gray, D.D., President Moody Bible Institute.

Rev. Elmore Harris, D.D., President Toronto Bible Institute.

Rev. William !. Erdman, D.D., Author “The Gospel of John,” etc.

Rev. Arthur T. Pierson, D.D., Author, Editor, Teacher, etc.

Rev. William L. Pettingill, D.D., Author, Editor, Teacher.

Arno C. Gaebelein, Author “Harmoney of Prophetic Word,” etc.

I have not listed the above luminaries to awe you. They have been unanimous in supporting Rev. Scofield in his “New and Improved” commentary.

Please note that in their comment No. 1 below left, they concur that – “Elohim, (sometimes El or Elah meaning God)” and alternatively spelled “Alah” (line three, third word). All the eight D.D.’s above could not have been blind in dittoing the spelling “Alah” for God. How far were they from the Arabic word spelled – ALLAH – in English, I ask you dear reader? This is Allah’s handiwork, but the Devil (I must give him a capital “D,” he deserves it) was not slow in making a quick come-back through his agents. He succeeded in firing all the D.D.’s responsible for that debacle, and had them replaced by nine others with more impressive degrees than the previous lot. You will find them in the recent reproduction of “The New Scofield Reference Bible.” You will not be able to lay your hands anymore on the Bible with “Alah” in it. The Devil has seen to that.



MY ONLY PLEA

I had made some public statements regarding my discovery of the word “Alah” as alternatively spelled from the usual Christian spelling “Elah.” My plea to the Christians was this that spell the word as you like, with an “A” or an “E”, with a single “L” or double “LL’s”, but for goodness sake pronounce the word correctly, as we Muslims do. Because even with its proper Anglicized spelling – A L L A H: “IT IS SO FAR FROM ITS ARABIC ORIGINAL, WHEN PRONOUNCED WITH A THIN ENGLISH CONSONANT AND FEEBLE VOWELS, THAT MANY AN ARAB MUSLIM WOULD FIND IT UNRECOGNIZABLE.” Says Rev. Kenneth Cragg, the Anglican Bishop of Jerusalem in his book, “The Call of the Minaret,” page 36.

As much as the Englishman has the right to dictate to us as to how his language is to be sounded, surely we Muslims have as much right to demand a common courtesy when taking the name of God. We do not wish the word Allah to go into limbo like the “Yahuwa” of the Jews. More than 6000 times the formula “YAHUWA ELAH,” or ya”HUWA ALAH,” or “HUWALLAH,” (He is Allah!) occur in the Hebrew manuscripts of the Jewish Bible, commonly called the “Old Testament,” by the Christians. If this fact is openly acknowledged by the learned men of Christianity and broadcasted as Rev. Scofield had done then the day for Muslims and Christians to worship God together would not be far distant. But the Devil will not have it. Vested interests are involved. Instead of pronouncing the word ALAH correctly, they would rather have the whole word omitted.

QUICK ABROGATION

“Now You See It” – “Now You Don’t” is an old, old gimmick in the West. Compare the above and see how cleverly, how deftly the new band of missionaries expunged the word “Alah” from the “Authorized King James Version” of the Scofield translation of the Bible.

As a guide to one of the largest Mosques in the Southern Hemisphere, the JUMA MUSJID, Durban, my companions and I are often asked by the tourists, “Why Allah?” “Is He another God?” The answer of course is “NO!” There is not another god. The Muslim creed, the Kalima is: “There is no god except Allah!” makes this explicit; every Muslim must utter this unequivocal statement. And the second half of the Kalima: “Muhammad is the Messenger of Allah,” excludes even Muhammad (PBUH) from being associated with Allah in His Divinity. We are made to say, so to say – NOT EVEN MUHAMMAD is god, or object of worship. It is Allah, and Allah alone who is the Only Tue God.

UNIQUE NAME FOR UNIQUE GOD

“We Muslims prefer the Arabic word Allah to the English word God, because this English word God is often misused or misapplied,” I explain to my non-Muslim visitors to the mosque, on their so-called “Oriental Tour” as arranged by the Durban Publicity Bureau, I continue, “On your last port of call, you will be ending off at a Hindu house of Prayer, called a Temple, and there, you might rightfully point out to your children the idols and the images found, as ‘the gods of the Hindus’, and if a Hindu overhears you; he will not mind, he will not be offended, because what you said to your child is actually what he believes. Then, again, we speak of the gods of ancient Greece; of gods and goddesses, who ate and drank, who wrangled and plotted; carried away the wives of other gods.

“Further, in English, if some gentleman was to look after somebody’s child as a guardian, we would say that he is a “godfather” to the child, and the woman – a “god- mother” to the child. And if one tried to be a bit too funny, a bit too clever, one would say -‘What do you think of yourself, are you a tin god!’ We spell god with a capital “G” (God), and we spell god with a small “g” (god), which creates in your minds grades and grades of divinities.”

This Arabic word, Allah, is never used in any other sense. There is no such thing as an “Allah-father” or an “Allah-mother” or a “Tin-Allah.” ALLAH is a unique word for the only God. Arabic, like every other language, also has its rules of grammar, but in Arabic you cannot make a plural form for Allah, nor can you make a feminine of Allah. All this is very unlike the English word, God. If you want to make a plural, just add an “s” (Gods); You can make God feminine by adding “dess” (goddess); and you can make God diminutive by adding “ling” (godling). Look at the sheer mockery the Westerner has made of the word “GOD,” and how his fertile imagination has run riot and havoc in denigrating the Glory and Majesty of the Incomparable Creator, sustainer and Cherisher of all the worlds as recorded in the Oxford Dictionary:

You have a variety of choices in the list above. Take your pick like that old woman who lit one candle to St. Michael and another to the Devil. So that whether she went to Heaven or to Hell she would have a friend.

Jupiter the god of Heaven

Pluto the god of Hell

Mars the god of War

Neptune the god of the Sea and

Zeus the god-father of them all

with his many wives and many children. His Hercules, his Appolo, his Horus, his Isis and Osiris. Sheer mythology and rank blasphemy, but to a people who believed in mythology, mythology was no mythology; it was empirical truths. And this terminology of the West blended itself well to paganistic theology, with their “gods” and “goddesses.” BUT ALLAH IS FREE FROM ALL CORRUPTIONS. YOU CAN DO NOTHING WITH THIS WORD IN THE LANGUAGE OF THE ARAB. YOU CANNOT MANIPULATE IT IN ANY WAY!

PEARLS OF FAITH

Here is a passage of great sublimity, summing up in marvelous terse verses the Asma-ul-Husna, the Most Beautiful names of Allah.

Allah is He, than whom there is no other god Who knows (all things) both secret and open; He Most Gracious Most Merciful.

Allah is He than whom there is no other god the sovereign the Holy One the Source of Peace (and Perfection). The Guardian of Faith the Preserver of Safety the Exalted in Might the Irresistible the Supreme: Glory to Allah! (high is He) above the partners they attribute to Him.

He is Allah the Creator the Evolver the Bestower of Forms (or colors). To Him belong the Most Beautiful Names: Whatever is in the heavens and on earth doth declare His Praises and Glory: and He is the exalted in Might the Wise.

(Holy Quran 59: 22-24)

Where is there in the religious literature of the world anything to compare with this!

“ALLAH” IN EVERY BIBLE AND IN EVERY LANGUAGE

There is no difficulty in our agreeing that in the languages of the world, every nation has given a distinctive name to God. Most of these names are attributive names, describing some aspect of God. But the proper name for God Almighty in the Semitic languages, i.e. in the mother-tongues of Moses, Jesus and Muhammad (Peace be upon them all) is ALLAH! This name is still extant in the Christian Bible in every language of the world. The Christians are boasting that they have translated their Bible into over fifteen hundred languages, more specially the translation of the New Testament. In every Gospel that I have scrutinized in the various languages I find the word “Allah” preserved – English or Afrikaans, Zulu or Swahili. Why not check up in your own dialect to prove me wrong. I would love to hear from you.

If what I claim is Gospel Truth, then how is it that the whole Christian world of over 1,200,000,000 people have not been aware of it. This is what effective programming or brain-washing can do. They have been trained NOT to see the obvious. Did not Jesus bewail:

“Seeing, they see not, and hearing they hear not, neither do they understand.” (Matthew 13:13).

FROM THE LIPS OF JESUS

I ask my Christian visitors, “Do you remember your Gospel narrative, that when Christ was supposed to have been on the cross, he cried out with a loud voice:

“ELOI, ELOI, LAMA SABACHTHANI? which is, being interpreted, My God, My God, why hast thou forsaken me?” (Mark 15:34).

The above is a translation from the Greek manuscripts “ACCORDING TO ST. MARK.” Obviously his Hebrew has a Greek accent. Because, his so-called originals were written in Greek. But listen to Matthew, who is supposed to have written his Gospel originally in Hebrew, which was aimed at the Jews. St. Jerome, an early Christian father of the 4th and 5th centuries after Christ, testifies as follows:

“MATTHEW, WHO IS ALSO LEVI, AND WHO FROM A PUBLICAN CAME TO BE AN APOSTLE, FIRST OF ALL THE EVANGELISTS, COMPOSED A GOSPEL OF CHRIST IN JUDEA IN THE HEBREW LANGUAGE AND CHARACTERS, FOR THE BENEFIT OF THOSE OF THE CIRCUMCISION WHO HAD BELIEVED.”

Naturally, Matthew’s accent would be more Semitic (Hebrew and Arabic) than that of Mark. Matthew records the same scene as Mark 15:34, but note the variation of the dialect:

Jesus cried with a loud voice, saying ELI, ELI, LAMA SABACHTHANI? that is to say, My God, My God, why hast thou forsaken me’? (Matthew 27:46).

Please memorize the words – “Eli, Eli, lama sabachthani.” (Eli – pronounced like L and I in English) Utter the words – ELI, ELI, LAMA SABACHTHANI; ELI, ELI, LAMA SABACHTHANI, to your Christian friends and neighbors and ask them whether these words – “Eli, Eli,” sounds like “Jehovah, Jehovah!” to them? No! is the answer if they are not deaf. Ask further, whether “Eli, Eli,” sounds like “Abba, Abba!” (meaning father, father! in Hebrew) to them! Again the reply will be “No!” if they are not deaf. Can’t they see that the cry is to Allah? “Eli, Eli – Elah, Elah, Allah, Allah!” Let them hear these words from your lips and watch their reactions. No honest person can help agreeing with you.

ALLELUYA!

Now ask your Christian friend, if he had heard the word – “ALLELUYA.” No Christian worth the name will fail to recognize it. Whenever the Christian goes into ecstasy, he exclaims – “Alleluya! Alleluya!”, just as we Muslims might exclaim the Takbir – “Allahu Akbar! Allahu Akbar!” Ask him, what is Alleluya? Take him to the Book of Revelation, the last book of the New Testament, Chapter 19; we are informed there that John the disciple of Jesus, saw a vision, in which, why hast thou forsaken me’? (Matthew 27:46).

Please memorize the words – “Eli, Eli, lama sabachthani.” (Eli – pronounced like L and I in English) Utter the words – ELI, ELI, LAMA SABACHTHANI; ELI, ELI, LAMA SABACHTHANI, to your Christian friends and neighbors and ask them whether these words – “Eli, Eli,” sounds like “Jehovah, Jehovah!” to them? No! is the answer if they are not deaf. Ask further, whether “Eli, Eli,” sounds like “Abba, Abba!” (meaning father, father! in Hebrew) to them! Again the reply will be “No!” if they are not deaf. Can’t they see that the cry is to Allah? “Eli, Eli – Elah, Elah, Allah, Allah!” Let them hear these words from your lips and watch their reactions. No honest person can help agreeing with you.

ALLELUYA!

th the exclamatory particle or exclamation mark, e.g. Stop! Go! Fire! Bang! Let us repeat the above Tasbih (words of praise) as an Arab or a Jew: ALLE-LU-YA will be YA-ALLE-LU because, as explained above, YA is always at the beginning in both Arabic and Hebrew.

YA ALLE LU would be YA ALLA HU: Meaning, “OH ALLAH!” (You are the Only Being Who deserves worship and Praise) “OH ALLAH!” (You are the Only Being Who deserves worship and Praise).

Unbiased Christians will not fail to recognize Allah as none other than his – El, Eli, Alle, Elah, Alah, Allah. Call upon Him by any name, for His are the Most Beautiful names, as long as those names are not contaminated and as long as they do not conjure up in our minds the images of men or monkeys howsoever glorified they might have been.

THE CONCEPT OF “GOD THE FATHER”

There are many beautiful attributes of God, which are common to both the Holy Quran and the Holy Bible. A lengthy thesis can be written on this. But a very interesting facet I have discovered in this that among the 99 attributes of God given to us in the Holy Quran the word “Father” is not one of them. If the Holy Prophet was the author of the Holy Quran as his adversaries allege, then how could he have avoided the term – Father – for God, for twenty-three years of his prophetic life! Abb, meaning father in Arabic (Abba in Hebrew), is an easier word than Rabb, meaning Lord and Cherisher; yet the attribute Rabb abounds in the Last and Final Revelation of God. The reason for the omission of the word Abb (father) for describing God Almighty is obvious: MANKIND HAD DENIGRATED THAT BEAUTIFUL CONCEPT OF THE LOVING Father in Heaven to being the Father of the “only begotten son” – to being physically like a human being, because begetting is an animal act, belonging to the lower animal functions of sex.

UNIQUE TO THE QURAN AND CONCLUSION

Say: “Shall I take for my protector any other than Allah the Maker of the heavens and the earth? And He is that feedeth but is not fed.” (Holy Quran 6:14)

No creature who is ever in need of earthly food can be “ATNATU!” If you can make the worshippers of the “man-gods” to apply this touchstone to their heroes, you can retrieve millions from the impending Hell-fire. Learn a lesson from the Australoid (give him one last look on the frontispiece), who despite his abject primitiveness still stands high above the millions of the civilized men and women of both East and West who strut the world today.

GLORY BE TO ALLAH!

And Peace and Salutations upon His Messenger Muhammad for conveying the Message of Cod to mankind. May Allah make us worthy to be his followers, Ameen!

Maret 16, 2015

Bayan 3 Bagian Manusia

Filed under: Tak Berkategori — Buya Athaillah @ 11:08 am

Nasehat luqman hakim manusia terdiri dr 3 bagian :

1. Jasad : jd bangkai
2. Ruh : k surga ayo neraka
3. Amal : jd investasi ato musibah

1. Jasad mesin canggih ketika lapar lsg cari makan, haus cari air. Bahkan jasad sehat punya semangat sblm lapar sudah memikirkan makanan apa. Makanan jasad ini dr tanah sayur nasi kentang dan binatan2. Kalo jasad sakit d ksh makan gk mau makan. Dipaksa makan muntah.

Jasad berobatnya k rumah sakit. Rumah sakit ini hrs ada dokter, perawat, peralatan, dan obat2an br bs dibilang rumah sakit. Kalo tdk ada bukan rumah sakit namanya. Jasad kalo sakit msh berasa ini blom berat, sakit tp gak berasa ini yg berat. Kayak stroke gak berasa sebelah, kayak jantung tiba2 mati.

Jasad sehat perlu utk amal. Jasad sakit susah amal. Jasad ini kendaraan ruhaniat utk buat amal. Jika jasad taat

2. Ruh ini ketika mati dia akan kembali kepada Allah apakah akan dikirim ke surga atau dikirim ke neraka tergantung amal2nya. Ruh ini punya makanan yaitu makanannya perintah Allah swt. Jika ruh ini sehat maka dia akan senantiasa mencari amal2 yg terbaik sbgmn jasad mengidamkan makanan terbaik. Tetapi jika ruh ini sakit maka seperti jasad sakit akan malas makan dipaksakan akan muntah. Begitu jg ruh yg sakit maka akan berat dan malas menjalankan perintah2 Allah. Dipaksakan akan muntah gak kuat.

jika ruh ini sakit maka rumah sakitnya adalah di mesjid. Sbgmn rumah sakit maka di mesjid ini rumah sakit rohani dokternya adalah Nabi Saw, Perawatnya malaikat (suasana malaikat selalu men doakan dan dlm ketaatan), peralatannya tertib dakwah, obatnya amal2 agama.

3. Amal agama ini adalah makanan ruh. Jika amal ini kita buat maka akan menyehatkan ruhaniat kita. Ketika kita beramal maka ini akan ikut terus dng kita sampai akherat. Jika amal baik maka dia akan menjelma menjadi istana, kekuasaan, kekayaan, pakaian, kendaraan dan segala bentuk kenikmatan di kubur, mahsyar, sampai surga. Amal baik akan menjadi teman baik kita di akheray. Amal buruk ini nanti akan menjelma menjadi tampang yg buruk, pakaian dr api, siksaan, makanan menjijikan, dan segala bentuk kesusahan di akherat. Amal buruk akan menjadi musuh atau lawan kita di akherat yg akan menyusahkan kt. Ketika kt mati harta hanya bs mengantarkan sampai pintu rumah lalu meninggalkan kita. Anak istri hanya sampai k pemakaman. Tapi kalo amal ini akan terus menemani kita.

Hari ini kita kurang perhatian sama kebutuhan rohaniat kita. Umumnya yg kita pikirkan memperbaiki jasad dan kebendaan saja. Sehingga hr ini kita secara jasmaniat dan kebendaan kita maju tapi ruhaniat kita mengalami kemunduran yg drastis jk dibandingkan sahabat.

Allah swt kirim para nabi bukan agar jasmaniat kita selamat tp Allah kirim para nabi agar ruhaniat kita ini sehat dan selamat d dunia dan akherat. Sahabat krn ikut latihan dr nabi utk memperbaiki ruhaniat walaupun secara jasad mrk lebih kurang dr kita tp limpahan karunia kebaikan dunia dan akherat Allah berikan pd mrk. Hr ini org berpikir amal agama ini hanya utk akherat saja sehingga ketika berbenturan dng kebutuhan dunia,  amal agama ini kita tinggalkan. Padahal amal agama ini ketetapan Allah agar kita bs bahagia dunia dan akherat. Ini makanya Nabi berdoa rabbana atina fidunya hasanah qafil akhiroti hasanah.

Maka langkah apa yg perlu kita lakukan terlebih dahulu. Ulama katakan di dalam hadits qudsi di dalam jasad ini ada segumpal daging namanya hati. Hati ini adalah tempatnya Ruh. Hati ini seperti panglima atau raja pd badan. Kemana hati ini memerintah kesitulah badan kita akan bergerak. Kalo hati ini rusak maka badan ini akan bergerak ke arah maksiat kepada Allah. Jika hati ini baik maka dia akan bergerak utk taat kpd Allah.

Bagaimana cara memperbaiki hati adalah dng cara mengenal Allah. Hari ini kita susah taat krn kita tdk kenal pd Allah. Maka utk bs hati ini taat maka hrs dilatih agar mengenal Allah dng cara pergi di jalan Allah memakmurkan mesjid2 Allah. Di mesjid ini tempatnya malaikat walaupun secara dzohir apt bangunan biasa tp di tempat itulah rahmat dan hidayah Allah turunkan. sehingga kita mudah utk taat krn tertular suasana malaikat

Bayan Waktu

Filed under: Tak Berkategori — Buya Athaillah @ 11:07 am

Salam. Utk sebuah Renungan. Bayangkan kl umur kita skrg sdh di atas 50 tahun atau bahkan sdh mendekati 60 tahun (sisa brp detik lg dlm hitungan langit) : 

Ternyata cuma 1,5 jam saja kita hidup di dunia ini. Mari kita lihat berdasarkan Al-Qur’an sebagai sumber kebenaran absolut.

1 hari akhirat = 1000 tahun ..
(QS. Al-Hajj:47)

Berarti:

24 jam akhirat = 1000 tahun ..
3 jam akhirat = 125 tahun …..
1,5 jam akhirat = 62,5 tahun ..

Apabila umur manusia itu rata-rata 60-70 tahun, maka hidup manusia ini jika dilihat dari langit hanyalah 1,5 jam saja. Pantaslah kita selalu diingatkan masalah waktu.

Ternyata hanya satu setengah jam saja yang akan menentukan kehidupan abadi kita kelak, hendak di Surga atau Neraka.
(QS. Fathir:15, An-Nisa:170)

Cuma satu setengah jam saja cobaan hidup, maka bersabarlah. (QS. Al-Muddaththir:7, At-Thur:48, Az-Zumar:10)

Demikian juga hanya satu setengah jam saja kita harus menahan nafsu dan mengganti dengan sunnah-Nya. (QS. Yusuf:53, Al-Ahzab:38)

“Satu Setengah Jam” sebuah perjuangan yang teramat singkat dan Allah akan mengganti dengan surga Ridha Allah. (QS.At-Tawbah:72, Al-Bayyinah:8, An-Nisa:114)

Maka berjuanglah untuk mencari bekal perjalanan panjang nanti. (QS. Al-Hashr:18, Ash-Shura:20, Ali-Imron:148, Al-Qashas:77)

Allah berfirman: “Kamu tidak tinggal (dibumi) melainkan sebentar saja, kalau kamu sesungguhnya mengetahui.” (QS. Al-Mu’minuun:114)

Rasulullah SAW bersabda : “Pergunakan lima perkara sebelum datangnya lima perkara lainnya. Hidup sebelum matimu, sehatmu sebelum sakitmu, kosongmu setelah sibukmu, masa mudamu sebelum tuamu dan kayamu sebelum miskinmu.” (HR. Hakim dan Baihaqi)

ALLAH SWT berfirman :

Demi waktu asr (Allah swt bersumpah) sesungguhnya manusia dalam keadaan merugi (setiap waktu) kecuali :

1. Orang beriman
2. Orang beramal shaleh
3. Orang yg saling nasehat2i (dakwah) dalam kebenaran (Haq atau Amar Makruf) dan kesabaran (Nahi Mungkar)

(Al Asr 1-5)

Janganlah kita menunda nunda amal. Waktu yg lalu sudah tidak akan kembali, waktu yg akan datang blom pasti. Yg kita punya hanyalah waktu saat ini, jangan disia siakan.

Sahabat RA ditanya Nabi saw mengenai keadaan iman, mereka menjawab ketika menjawab salam stelah sholat ke kanan tdk yakin bs menjawab k kiri. Bahkan sahabat ada yg setiap kedipan mata tidak yakin msh hidup dr kedipan satu ke kedipan berikutnya.

Jangan kita merasa hidup lama, janganlah merasa tenang sm waktu. Jangan menunda nunda amal dan perbuatan baik. Mulai dr sekarang dr diri sendiri

#Semoga bermanfaat ..”

Bayan Nikmat

Filed under: Tak Berkategori — Buya Athaillah @ 11:06 am

Allah swt katakan bahwa nikmat yg allah sediakan tdk bs dihitung. Dibayangkan saja gak bs apalg dihitung. Kalo dihitung gak bs gimana mau bayarnya. Walaupun seluruh laut jd tinta pohon jd pena dan seluruh manusia dan jin sampai pena patah tinta habi dan umur habis maka nikmat Allah swt msh byk lg tdk terhitung. Jika kita bersyukur maka nikmat itu akan Allah swt tambah. Tapi kalo tdk bersyukur maka akan Allah swt cabut kenikmatan itu dr kita.

Nikmat itu ada 4 macam

1. Nikmat non jasad atau diluar jasad : Mobil, gedung, jam, pakaian, ini kenikmatan terendah tp smua org berebut. Kepala jd kaki, kaki jd kepala.

What money can buy ?

You can buy bed not sleep
You can buy medicine not health
You can buy food not taste
You can buy entertainment not pleasure
You can buy house but not home

Mick jager bilang I cant get no satisfaction.

Walaupun banyak mobil tp org tdk akan mati kalo tdk ada mobil. Semewah mewahnya rumah tp org tdk akan mati kalo tdk ada rumah. Seindah indahnya pakaian tp org tdk akan mati kalo tdk ada pakaian.

Ini br nikmat kebendaan. Ada nikmat matahari, udara, makanan dan minuman. Kalo ada bayi lahir kuning perlu dipanasin maka krn mendung dia hrs bayar pakai alat biar hilang kuningnya. Tapi kalo terang bayo bisa dijemur perlu bayar gak ? gratis. Kalo malam pakai listrik utk penerangan semakin byk lampu semakin mahal bayar listrik. Andaikata malam trs mahal. Jd matahari itu nikmat dan bulan itu nikmat. Begitu jg udara oksigen Allah swt kasih gratis. Brp byk org d rs hrs bayar tabung oksigen. Kalo Allah swt suruh bayar setiap hirupan udara habis harta kita.

2. Nikmat Jasad : Kesehatan

Nikat jasad lbh tinggi drpd nikmat diluar jasad.

Ada udara ini nikmat tapi kalo paru gak fungsi mati namanya.  Matahari itu suatu kenikmatan tp kalo buta gak ada gunanya.

Jaman Umar Ra ada seseorang buta bisu tuli dan lumpuh. Org bertanya kpd umar apakah masih bs syukur. Umar ra bilang apakah msh bisa buang air ? Bs maka hrs syukur.

Jantung dan Paru ini nikmat dr Allah tanpa hrs disuruh sdh berfungsi sendiri. Coba kalo kita disuruh ngurus jantung dan paru gak akan ada waktu buat kerja dilepas dikit lsg mati.

Kalo ada yg dtg mo beli jantung kita 100 milyar kira2 kita mau kasih gak ?

Bisa melihat itu nikmat
Bisa mendengar itu nikmat
Bisa bicara itu nikmat
Bisa menyalurkan syahwat itu nikmat
Bisa buang air itu nikmat

Jasad sakit satu saja maka nikmat lain tdk akan teringat. Mata kecolok padahal msh bs dengar, msh bs bicara, tdk akan teringat yg diingat pasti sakit matanya saja, hilang nikmat2 yg lain.

3. Nikmat Ruhaniat : Agama

Nikmat ruhaniat ini lbh tinggi dr nikmat jasad. Kalo org sakit jasadnya sakit jantung paling2 mati, sakit paru parah paling2 mati. Tapi kalo ruhaniat sakit paling2 mati masuk neraka selama2nya…? Ini salah pernyataannya. Siapa yg mau msk neraka selama2nya.

Kalo jasad itu makanannya dr tanah dan air, tapi kalo ruhaniat ini makanannya dr langit yaitu wahyu Allah swt. Kalo ruhaniat ini baik maka dia akan di surga selama lamanya. Kalo ruhaniat rusak maka akan di neraka selama lamanya.

Menyempurnakan Jasad itu didalam perut ibu. Waktu di perut ibu kita tdk tau kegunaan tangan kaki mata dan telinga. Pas lahir br tau kegunaannya. Jasad yg Allah berikan ini bukan untuk menyempurnakan nafsu tp untuk menyempurnakan perintah Allah. Kalo jasad lahir cacat maka dia akan cacat di dunia. Begitu juga dunia ini untuk menyempurnakan ruhaniat atau amal. Kalo di dunia ruhaniyat cacat atau amal cacat maka ketika di akherat tdk akan sempurna tp cacat selama2nya.

Seseorang bermimpi dng yang mati. Yg hidup bertanya kpd yg mati apa yg sdh Allah berikan kpdmu. Dia katakan Allah baik pdnya. Maka si hidup ucapkan Alhamdullillah maka si mati bilang Alhamdullilah kamu lebih aku sukai drpd dunia beserta isinya. Ini knp si mati sdh tau nilai alhamdullillah, dia bs jg ucapkan tp sdh tdk ada nilainya. Amal bernilai ketika masih hidup.

Nikmat jasad ini ada batasnya makan sampai kenyang kalo dipaksakan jd sakit. Nikmat syahwat kalo dilakukan berulang2  ada batasnya. Tapi nikmat ruhaniat di akherat ini tdk ada batasnya.

Di akherat ini : kalo senang maka senang selama2nya tdk ada susahnya. Kalo susah maka susah selama2nya tdk akan afa senang.

Di dunia ini : sesusah susahnya org pasti ada senangnya. Sesenang senangnya org pasti ada susahnya.

Berapa lama di akherat ini pertanyaan yg salah. Imam ghazali mengibaratkan jika dunia ini dipenuhi oleh biji gandum lalu tiap 100.000 tahun satu burung ambil satu biji berapa lama akan habis ? Lama sekali tp pasti akan habis. Kalo di akherat ini selama2nya tdk akan habis.

4. Nikmat Dakwah : Hanya para Nabi dan Umat Nabi Saw.

Kuntum Choiru Umati ukhrijat linnas takmuruna bil makruf watanhauna anil mungkar

Allah swt puji umat Nabi saw bukan krn ibadahnya tapi krn dakwahnya. Allah swt wariskan kerja Nabi kepada umat Nabi saw yg tdk Allah berikan kepada umat lain. Bahkan membuat para Nabi iri dan berdoa minta dijadikan Nabi bagi umat ini tapi Allah tolak bahkan minta dijadikan umat itupun Allah tolak kecuali Nabi Isa As.

Oleh sebab itu siapaun kita yg mau melanjutkan kerja kenabian ini yaitu kerja dakwah maka Allah swt akan berikan semua kenikmatan yg Allah berikan kepada pr anbiya kepada dia.

Untuk perkara ini maka kita perlu melatih diri kita dengan pergi dijalan Allah mendakwahkan agama kepada umat

Older Posts »

Blog di WordPress.com.

Ikuti

Kirimkan setiap pos baru ke Kotak Masuk Anda.

Bergabunglah dengan 4.615 pengikut lainnya