Buyaathaillah's Blog

Nasehat Masyeikh

MAULANA IBRAHIM Sahb:

1. Kerja dakwah tabligh adalah jalan, sementara tujuan kerja yg penting adalah mengikuti sunnah dan mengamalkan syariah.
Seperti halnya berwudu adalah jalan. Wudu bukanlah tujuan.

2. Kita harus kerja dakwah tabligh utk mencapai tujuan yaitu mengikuti sunnah dan syariah. Jika kita hanya berhenti di dakwah tabligh maka Islam menjadi adat yg utk ditunjukkan kpd org lain saja.

3. Kerja dakwah dibuat utk dapat hasil, jangan kerja hanya karena kita harus kerja. Tabligh bukan hanya gerak kesana kemari, tapi tabligh adalah membawa Islam dalam kehidupan kita.

4. Menyebarkan kerja adalah satu hal yg berbeda, membangun kekuatan kualitas beda lagi. Dimasa Muawiyah r.a. islam tersebar luas, tapi dizaman Umar r.a. wujud kekuatan dan kualitas dalam diri umat Islam. Kita membutuhkan sifat2 dan kualitas.

6. Seharusnya kualitas yg diutamakan dalam dakwah tabligh bukan kuantitas.

*4 CONTOH KUDROTULLOH YANG ADA DI BAITULLOH*

(Bay Wahab)

🕌 Air Zam Zam yang tak pernah berhenti mengalir dan dinikmati oleh seluruh dunia.

✈ Datangnya Manusia ke seluruh Dunia ke Baitulloh semata memenuhi panggilan Alloh SWT

dengan mengorbankan harta dan diri.
🎠 Hancurnya tentara Abrahah,seorang Raja yang ingin memindahkan Ka’bah ke Yaman dan ingin seru manusia ke Yaman untuk berhaji gantikan Mekah karena menganggap Mekkah tak ada potensi kehidupan apapun,sehingga tak pantas untuk dikunjungi.Tentara gajah yang dipimpinnya hancur hanya dengan burung Ababil.
👳🏻‍♀Diutusnya seorang Nabi yang Ummiy,Miskin,Fakir,Yatim tetapi untuk seluruh alam,dan berhasil

menaklukkan ahli ahli dunia Romawi dan Parsi.
Akhir dari semua Qudrotulloh Alloh perintah mencabut semua nyawa sehingga tersisa Malaekat

pembawa Asry,Jibril,Izrail saja. Alloh SWT perintah cabut semua!!tinggallah tersisa Izrail,dan itupun Alloh perintah mencabut nyawanya sendiri. Akhirnya Tinggallah ALLOH SWT yang Maha Hidup,maka Alloh berfirman: *Limanil Mulku Yaum* /Bagi siapakan kerajaan di hari ini ??

*Lillahi wahidil Qohar*/Bagi Alloh yang Maha Esa dan Maha Memaksa.
*Syech Abdul Wahab:*

Kehidupan tanpa Iman maka akan berlaku seperti pasar, dimana orang dihargai karena uang yang ada

padanya,padahal miskin dan kaya datang dari Alloh bukan kehendak Insan

Bani Israil punya kesan yang hebat dengan kemajuan harta yang ada pada Qorun mereka katakan :

*Innahu La hadzhun ‘Adzim*/ Sesungguhnya Qorun dalam keberuntungan yang besar.

Maka hari inipun umat punyakesan kepada orang yang berharta padahal orang sekarang tak ada apa apa dibandingkan harta Qorun.

Untuk datangkan Iman bicarakan lagi ALLoh yang buat,terus berulang ulang lantas melatih

mengucapkannya dengan hati dan fikirkan setiap hari

(Maulana Abdurrahim Raipuri rah a)
*Maulana Saad* katakan :Katakan Alloh yang buat,walaupun seluruh Nabi berkumpul untuk

menggoyang goyang sebuah pohon maka tak akan mampu tanpa izin Alloh SWT

Untuk datangkan ketenangan maka harus taaluq kepada Alloh dan untuk taaluq maka nafsu diarahkan bukan di turuti tetapi dibawa kepada sunnah. Nabi SAW sabdakan : *Laa Yu’minu ahadukum hatta hawahu ittabi’an maa ji’tu*/Tidaklah beriman salah seorang kamu sampai hawa nafsunya diikutkan dengan apa yang aku bawa. Sehingga ayat yang mengatakan *“Ketahuilah bahwa dengan berdzikir hati menjadi tenang”* maksud tenang adalah Naik Iman.

Apabila yakin kepada yang ghoib sama dengan yakin kepada yang tampak maka seperti sahabat dimana
Dunia yang dekat menjadi jauh sedangkan akherat yang jauh tampak dekat.
H.Sahb kata:

Targhib 4 saluran hati kamu,wahai mata jangan masukkan makluk kepadaku, jangan yakin dengan apa

yang kamu lihat, kamu cakap,kamu engar,dan kamu fikirkan, tetapi yakinlah dengan perintah Alloh

SWT

Minta segala sesuatu kepada Alloh minta mobil,rumah dll langsung kepada Alloh jangan bentangkan kepada makhluk. Nabi Sulaiman minta kerajaan langsung kepada Alloh sehingga tak kesan kepada makhluk ketika jadi Raja.
Hidup itu masalah mental bukan sekedar pilihan. Banyak orang yang sudah memilih ternyata tidak sesuai ekpektasi. Agama menyiapkan mental kita menghadapi keadaan-keadaan yang tidak sesuai ekspektasi tersebut. Makanya Nabi saw bilang kalau kita ada iman semua keadaan baik mo susah atau senang baik buat dia.

Setiap dari kita pingin punya kehidupan yang ideal seperti cinderella dan pangerannya…. tapi faktanya hidup itu sangat jauh dr yg namanya ideal. Agama menyiapkan kita untuk menghadapi kehidupan yg tidak ideal.

Lihat Nabi Ayub AS ideal apanya kehidupannya padahal kekasih Allah swt. Dari anak-anak, istri, harta semua dihabiskan oleh Allah swt. Diberi penyakit parah sampai diusir dari kampung …. badan hancur krm penyakit. Yg sisa tinggal lidah yg sehat buat dzikir selebih nya badannya sdh dimakan belatung. Sampai doanya seperti ini :

“Ya Allah jangan engkau ambil lidahku jika engkau ambil juga lidah ini maka aku khawatir tidak bisa berdzikir dengan baik.”

Tapi Nabi Ayub AS tidak memilih putus asa dan putus harap dari Allah swt. Asbab kesabarannya akhirnya Allah semua bereskan kesulitannya.
Hidup ini tempat ujian…. Allah menjadikan kehidupan bukan menurut selera kita tapi selera Allah. Ketika selera kita berbenturan dng keinginan Allah itulah ujian. Nah yang bakal mendapatkan kehidupan yang baik adalah mereka yang mampu menyandarkan selera dia kepada keinginan Allah swt.

Asiah adalah isteri kepada Fir’aun. Bahkan Asiah adalah antara wanita paling solehah di atas muka bumi. ..
Jika ada kaum wanita yang merungut kerana mendapat suami yang fasik, maka Asiah adalah wanita yang paling berhak untuk merungut kerana dia ditakdirkan menjadi isteri kepada lelaki yang paling fasik di dunia yakni Fir’aun.
Akan tetapi, kefasikan dan kejahatan Fir’aun tidak membuatkan Asiah lalai dalam beribadah kepada Allah swt dan mentaati Fir’aun dalam perkara yang bukan maksiat!
Semoga bermanfaat

Mahodum Hasibuan:
* SALAH SAYA *

Maulana Zuber bercerita dinasehati oleh Maulana Zakaria Rah.A :
“Wahai zuber syarat orang agar bisa berhasil dalam usaha dakwah ini adalah Tawadhu, merasa dirinya ini tidak punya apa-apa. Hanya karena pertolongan Allah saja semua ini bisa terjadi.

Tetapi ini zuber tidak boleh hanya di mulut saja, saya ini lemah, saya ini fakir, tapi hatinya saya ini hebat, saya ini Ahbab yang kuat, ahli mujahaddah, jangan yang seperti itu, ini tidak akan diterima oleh Allah Swt. Tapi memang ditanamkan dalam hati kita memang kita tidak punya apa-apa, hanya Allahlah yang punya segalanya.”

Tawadhu sekaligus berharap kepada Allah Swt. Inilah doanya Nabi Yunus AS, Tawajjuh kepada Allah Swt, dan menyalahkan diri sendiri :

ﻻَ ﺇِﻟَﻪَ ﺇِﻻَّ ﺃَﻧﺖَ ، ﺳُﺒْﺤَﺎﻧَﻚَ ﺇِﻧِّﻲ ﻛُﻨْﺖُ ﻣِﻦَ ﺍﻟﻈَّﺎﻟِﻤِﻴﻦَ
Laa ilaaha illa anta. Subhaanaka, innii kuntu minaz zhaalimiin

Kalau seorang Nabi dan seorang Rasul mengatakan saya ini termasuk orang-orang dzolim, ini pengakuan doanya nabi yunus AS. Seorang Nabi saja bisa merasa termasuk orang-orang yang dzolim, apalagi kita. Kok bisa kita tidak bisa tidak merasa salah, “salah saya ini apa ?” begitu katanya. Ya salah kamu ini ya karena tidak merasa salah.

Nabi saja yang tidak punya dosa aja merasa bersalah apalagi kita gudangnya dosa. Maka Nabi Yunus AS tawajjuh kepada Allah Swt dan menyalahkan diri sendiri, baru pertolongan Allah Swt turun. Semua masalah infirodhi Allah selesaikan yaitu keluar dari perut ikan, dan masalah ijtimainya juga Allah bantu, yaitu 100 ribu orang lebih masuk islam.

Inilah berkat dai tawajjuh kepada Allah Swt dan menyalahkan diri sendiri, ini tanda-tanda pertolongan Allah sudah dekat, orang-orang akan berbondong-bondong masuk islam. Tawajjuh kepada Allah dan salahkan diri sendiri, jangan menyalahkan orang lain salahkan saja diri sendiri. Ini salah saya, ini yang bener.

Ketika jaman huru-hara di India banyak orang dibunuhin, syekh Inamul hasan bertanya tentang keadaan saat itu kepada Syekh Ahmad Lath. Mendengar cerita keadaan yang ada dari syekh ahmad lath, beliau, hadratji inamul hasan menangis mendengarnya. Apa yang terlontar dari mulut hadratji ketika itu, “ini semua salah saya sehingga keadaan menjadi seperti ini.

Inilah sikap seorang dai, kemerosotan ummat ini terjadi semua karena salah saya. Andaikata amalan rohaniat saya sudah benar, punya mujahadah yang benar, punya pengorbanan yang benar, punya muamalah yg benar, punya muasyarah yg benar, punya akhlaq yang benar, semestinya kerja dakwah ini akan naik dan ummat tidak akan seperti sekarang. Inilah dai yang benar, kemerosotan yang terjadi ini adalah kesalahan saya…

Bersedia semua tawajjuh pd Allah & salahkan diri. Insya Allah…..

Iklan

Blog di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: