Buyaathaillah's Blog

Kristiani : 101 bukti yesus bukan tuhan oleh mantan pendeta : Ust. Mokoginta

1.Silsilah Yesus Kristus

Inilah silsilah Yesus Kristus, anak Daud, anak Abraham. Abraham memperanak Ishak, Ishak memperanak Yakub, Yakub memperanak Yehuda dan saudara-saudaranya …. Yakub memperanak Yusuf suami Maria, yang melahirkan Yesus yang disebut Kritus (Matius 1 : 16).

Sebenarnya silsilah Yesus (Nabi Isa as) hanya bisa dinisbatkan kepada ibunya Maryam karena kelahiran beliau tidak melalui hubungan biologis. Yesus (Nabi Isa) lahir dari kalamullah maka lebih pantas disebut Yesus (Isa) bin Maryam, bukannya Isa (Yesus) bin Yusuf. Karena ia dilahirkan oleh manusia, maka Yesus adalah 100% manusia dan bukan Tuhan !

Yang namanya Tuhan (Allah), mustahil bersilsilah, Dia tidak berawal dan tidak berakhir. Maka kesimpulannya adalah sebagai berikut :

• Setiap yang bersilsilah, pasti dia bukan Tuhan !
• Yesus bersilsilah, berarti Yesus bukan Tuhan !!

Dalam Qs. 57 Al Hadiid ayat 3 dijelaskan sebagai berikut :

هُوَ الأوَّلُ وَالآخِرُ وَالظَّاهِرُ وَالْبَاطِنُ وَهُوَ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيمٌ

“Dialah Yang Awal dan Yang Akhir Yang Zhahir dan Yang Batin dan Dia Maha Mengetahui segala sesuatu.” (Qs. 57 Al Hadiid :3)
*. Yang dimaksud dengan: Yang Awal ialah yang telah ada sebelum segala sesuatu ada, Yang Akhir ialah yang tetap ada setelah segala sesuatu musnah, Yang Zhahir ialah Yang nyata ada-Nya karena banyak bukti-bukti-Nya dan Yang Bathin ialah yang tak dapat digambarkan hikmat Dzat-Nya oleh akal.

Ayat tersebut menjelaskan, hanya Allah saja yang tidak berawal dan tidak berakhir, sementara Yesus (Nabi Isa) berawal dan berakhir. Berawal dari kelahirannya dan berakhir dengan kematiannya.

• Setiap yang berawal dan berakhir, pasti bukan Tuhan !
• Yesus berawal dan berakhir, berarti Yesus bukan Tuhan !!

2. Kelahiran Yesus Kristus

“Ia akan melahirkan anak laki-laki dan engkau akan menamakan Dia Yesus, karena Dialah yang akan menyelamatkan umat-Nya dari dosa mereka.” (Matius 1 : 21).

Ayat tersebut merupakan nubuat Allah buat Maryam bahwa ia akan melahirkan anak laki-laki yang bernama Yesus, sebagai penyelamat Umat yaitu Bani Israel.

• Setiap yang dilahirkan, pasti bukan Tuhan.
• Yesus dilahirkan, berarti Yesus bukan Tuhan.

Yesus menjadi penyelamat umatnya (Bani Israel) berarti Yesus hanya seorang utusan Tuhan, manusia biasa dan bukan Tuhan.

Al Qur’an juga menginformasikan kelahiran Yesus sebagai berikut :

قَالَ إِنَّمَا أَنَا رَسُولُ رَبِّكِ لأهَبَ لَكِ غُلامًا زَكِيًّا

“(Jibril) berkata, “Aku hanyalah utusan Tuhan-mu untuk memberikan kepadamu seorang anak laki-laki yang suci.” (Qs 19 Maryam :19).

3. Yesus Pemimpin Umat Israel

“Dan engkau Betlehem, tanah Yehuda, engkau sekali-ali bukanlah yang terkecil di antara mereka yang memerintah Yehuda, karena daripadamulah akan bangkit seorang pemimpin, yang akan menggembalakan umatKu Israel.” (Matius 2:6).

Yesus dinubuatkan Tuhan untuk menjadi seorang pemimpin yang akan menggembalakan umatnya Israel.

• Setiap yang dinubuatkan Tuhan, pasti bukan Tuhan.
• Yesus dinubuatkan Tuhan, berarti Yesus bukan Tuhan.

• Setiap yang dijadikan penggembala bagi umat Israel, pasti bukan Tuhan.
• Yesus dijadikan penggembala bagi Israel, berarti Yesus bukan Tuhan.

4. Yesus dibaptis oleh Yohanes

“Maka datanglah Yesus dari Galilea ke Yordan kepada Yohanes untuk dibabtis olehnya.” (Matius 3:13).

Kalau Yesus itu Tuhan, mestinya Yesus yang membaptis Yohanes, bukan sebaliknya. Setiap orang baru memasuki wilayah suatu agama, pintu pertama yang harus dia lewati yaitu “pembabtisan”, yang kalau dalam Islam “Bersyahadat”. Jika Yesus itu Tuhan, tentu tidak perlu Tuhan harus dibabtis.

• Setiap yang dibabtis, pasti bukan Tuhan.
• Yesus dibabtis, berarti Yesus bukan Tuhan.

5. Yesus dikasihi oleh Tuhan.

“Lalu terdengarlah suara dari sorga yang mengatakan : “Inilah Anak-Ku yang Kukasihi, kepada-Nyalah AKu berkenan.” (Matius 3:17).

Suara yang terdengar dari langit itu adalah suara Tuhan yang mengasihi dan berkenan terhadap anak-Nya yaitu Yesus. Jika Yesus itu Tuhan, suara Tuhan yang mana lagi yang ia dengar? Bukankah Tuhan itu hanya satu?

• Setiap yang mendengar suara Tuhan, pasti bukan Tuhan.
• Yesus mendengar suara Tuhan, berarti Yesus bukan Tuhan.

• Setiap yang dikasihi Tuhan, pasti bukan Tuhan.
• Yesus dikasihi oleh Tuhan, berarti Yesus bukan Tuhan.

6. Yesus dibawa dan dicoba oleh iblis

“Maka Yesus dibawa oleh Roh ke padang gurun untuk dicobai Iblis.” (Matius 4:1).

Jika Yesus itu Tuhan, mestinya Tuhanlah yang mencobai Iblis, bukan sebaliknya. Sangat tidak rasional jikat Tuhan harus dicobai oleh Iblis. Sebagai seorang Nabi atau Rasul, tentu sangat wajar jika Yesus dicobai Iblis karena dia hanya seorang yang diutus oleh Tuhan.

• Setiap yang di coba oleh iblis, pasti bukan Tuhan.
• Yesus di coba oleh Iblis, berarti Yesus bukan Tuhan.

7. Yesus berpuasa dan merasa lapar

“Dan setelah berpuasa empat puluh hari dan empat puluh malam, akhirnya laparlah Yesus.” (Matius 4:2).

Jika Yesus itu Tuhan, tentu tidak perlu Tuhan harus berpuasa dan merasa lapar. Yang berpuasa dan merasa lapara adalah sifat manusia.

• Setiap yang berpuasa dan lapar, pasti bukan Tuhan.
• Yesus berpuasa dan merasakan lapar, berarti Yesus bukan Tuhan.

8. Iblis membawa Yesus

“Kemudian Iblis membawa-Nya ke kota Suci dan menempatkan Dia di bubungan Bait Allah.” (Matius 4:5)

Jika Yesus itu Tuhan, tidak mungkin Tuhan bisa dibawa-bawa oleh Iblis, apalagi ditempatkan oleh iblis di atas bubungan Bait Allah. Jika dia Tuhan, mana kekuasaannya sampai dia bisa dibawa-bawa oleh iblis? Hal ini terkesan seperti main-main saja, apalagi iblis memerintahkan agar Yesus meloncat dari bubungan Bait Allah.

• Setiap yang ditempatkan iblis ke atas bubungan Bait Allah, pasti dia bukan Tuhan.
• Yesus ditempatkan oleh iblis ke atas bubungan Bait Allah, berarti Yesus bukan Tuhan.

9. Yesus dibawa iblis ke atas gunung

“Dan Iblis membawa-Nya pula ke atas gunung yang sangat tinggi dan memperlihatkan kepada-Nya semua kerajaan dunia dengan kemegahannya.” (Matius 4:8).

Seandainya Yesus itu Tuhan, tidak mungkin dia bisa dibawa-bawa oleh iblis, apalagi sampai ditempatkan oleh iblis di atas gunung yang sangat tinggi.

• Setiap yang dibawa-bawa oleh iblis ke atas gunung, pasti bukan Tuhan.
• Yesus dibawa-bawa oleh iblis ke atas gunung, berarti Yesus bukan Tuhan.

10. Yesus menyuruh hanya menyembah kepada Allah.

“Maka berkatalah Yesus kepadanya :”Enyahlah Iblis! Sebab ada tertulis : Engkau harus menyembah Tuhan, Allahmu, dan hanya Dia sajalah engkau berbakti!”. (Matius 4:10).

Yesus menghardik dan menyuruh Iblis untuk menyembah hanya kepada Allah saja. Ini berarti iblispun tahu bahwa Yesus mengajarkan tauhid dan dia bukan Tuhan atau Allah yang harus disembah. Jika Yesus itu Tuhan, tentu kata-katanya kepada Iblis sebagai berikut, “Enyahlah Iblis! Sebab ada tertulis : Engkau harus menyembah Aku, sebab hanya kepadaKu sajalah engkau berbakti!”

• Setiap yang menyuruh menyembah kepada Tuhan bukan dirinya, berarti bukan Tuhan!
• Yesus menyuruh menyembah kepada Tuhan, berarti Yesus bukan Tuhan!

Dalam Al Qur’an surat Az Zuhruf 63-64 :

وَلَمَّا جَاءَ عِيسَى بِالْبَيِّنَاتِ قَالَ قَدْ جِئْتُكُمْ بِالْحِكْمَةِ وَلأبَيِّنَ لَكُمْ بَعْضَ الَّذِي تَخْتَلِفُونَ فِيهِ فَاتَّقُوا اللَّهَ وَأَطِيعُونِ إِنَّ اللَّهَ هُوَ رَبِّي وَرَبُّكُمْ فَاعْبُدُوهُ هَذَا صِرَاطٌ مُسْتَقِيمٌ

Dan ketika Isa datang membawa keterangan-keterangan, dia berkata, “Sesungguhnya aku datang kepadamu dengan hikmah dan supaya aku terangkan kepada kamu sebagian daripada yang kamu perselisihkan padanya. Maka bertaqwalah kepada Allah dan taatlah kepadaku. Sesungguhnya Allah Dialah Tuhanku dan Tuhan kamu, maka sembahlah dia. Inilah jalan yang lurus.” (QS: 43 Az Zuhruf :63-64)

Yesus menyuruh menyembah kepada Tuhan yang dia sembah yaitu Allah Subhana Wa Ta’ala. Ini membuktikan bahwa Yesus hanyalah seorang nabi, rasul atau utusan Tuhan, bukan Tuhan!.

BAG 2 – BUKTI 11-20

11. Yesus suruh melakukan menurut kehendak Tuhannya.

“Bukan setiap orang yang berseru kepadaku : Tuhan, Tuhan! Akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga, melainkan dia yang melakukan kehendak Bapa-Ku yang di Sorga.” (Matius 7:21).

Yesus mengatakan bahwa “Yang masuk surga adalah orang yang melakukan menurut kehendak Bapanya.” (Allah), bukan hanya berseru kepadanya : Tuhan, Tuhan!. Jika Yesus itu Tuhan, niscaya dia akan mengatakan bahwa “yang masuk ke dalam kerajaan surga yaitu mereka yang melakukan menurut kehendakku!”

• Setiap yang menyuruh melakukan kehendak Tuhannya, pasti bukan Tuhan.
• Yesus menyuruhnya melakukan menurut kehendak Tuhannya, berarti Yesus bukan Tuhan.

12. Yesus mengaku utusan Tuhan.

“Barangsiapa menyambut kamu, ia menyambut Aku, dan barangsiapa menyambut aku, ia menyambut Dia yang mengutus aku.” (Matius 10:40)

Ayat ini bermakna bahwa barangsiapa yang menghormati Yesus, sama saja dia telah menghormati Tuhan yang mengutusnya. Atau barang siapa yang mengikuti ajaran Yesus, sama saja dia telah mengikuti ajaran yang telah mengutusnya yaitu Tuhan. Atau barang siapa yang mempermuliakan Yesus, berarti sama saja dia telah mempermuliakan yang mengutusnya yaitu Allah Subhana Wa Ta’ala. Ini membuktikan bahwa Yesus bukan Tuhan, tapi hanya seorang utusan Tuhan.

• Setiap yang diutus oleh Tuhan, pasti bukan Tuhan!
• Yesus diutus oleh Tuhan, berarti Yesus bukan Tuhan, tapi utusan Tuhan.

Catatan :
Demikian juga ummat Islam yang bershalawat kepada Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wasallam, berarti mereka dalam rangka menyambut yang mengutusnya, yaitu Allah Subhana Wa Ta’ala. Pahalanya bukan semata-mata untuk Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wasallam, tetapi kepada mereka yang bershalawat kepadanya.

13. Yesus mengaku dia seorang Nabi.

“Barangsiapa menyambut seorang nabi sebagai nabi, ia akan menerima upah nabi, dan barangsiapa menyambut seorang benar sebagai orang yang benar, ia akan menerima upah orang benar.” (Matius 10:41).

Yesus mengaku dia seorang yang benar dan seorang nabi, bukan Tuhan!.

• Setiap yang mengaku seorang nabi, pasti bukan Tuhan!
• Yesus mengaku dia hanyalah seorang nabi, berarti Yesus bukan Tuhan!

Ayat tersebut bermakna, siapa yang menganggap Yesus sebagai Nabi, dia akan menerima upah nabi. Dan siapa yang menerima Yesus sebagai orang benar, maka dia akan menerima upah orang benar. Keempat Injil, yaitu Matius 13:57, Markus 6:4, Lukas 13:33, dan Yohanes 4:44, semuanya mencatat pengakuan Yesus bahwa dia hanyalah seorang nabi, bukan Tuhan!

Al Qur’an juga menjelaskan bahwa Yesus (Nabi Isa as) hanyalah seorang nabi, sebagaimana ayat tersebut dibawah ini :

قَالَ إِنِّي عَبْدُ اللَّهِ آتَانِيَ الْكِتَابَ وَجَعَلَنِي نَبِيًّا

“(Isa) berkata, “Sesungguhnya aku adalah hamba Allah. Allah memberiku kitab dan Dia menjadikan aku seorang nabi.” (Qs 19 Maryam :30)

Catatan :
Umat Islam yang menyambut Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wasallam sebagai seorang nabi dan seorang benar, berarti mereka akan menerima upah sebagai seorang Nabi dan seorang benar. Semua umat Islam bershalawat kepada Nabi Muhammad, bukan mendoakannya agar beliau selamat di akhirat, tapi yang bershalawat itulah yang akan menerima berupa pahala sebagai orang yang benar dan berahklak. Dan perintah untuk bershalawat, kepada Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wasallam adalah perintah Allah, bukan perintah Muhammad, sebagaimana firman-Nya.

إِنَّ اللَّهَ وَمَلائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا

“Sesungguhnya Allah dan malaikat-malaikat-Nya bersalawat atas Nabi. Hai orang-orang yang beriman bersalawatlah kepadanya, dan berilah salam dengan sungguh-sungguh.” (Qs 33 Al Ahzaab :56)

Shalawat Allah kepada Nabi berarti curahan rahmat-Nya. Shalawat malaikat kepada Nabi berarti permohonan rahmat Allah kepadanya. Allah menyuruh orang-orang mukmin bershalawat kepada Nabi adalah sebagai perwujudan rasa kecintaan dan cara yang paling baik untuk memelihara hubungan dengan Nabi Muhammad. Sedangkan untuk memelihara hubungan dengan sesama muslim dilakukan dengan saling menyampaikan salam.

14. Yesus bersyukur kepada Tuhan.

“Pada waktu itu berkatalah Yesus: “Aku bersyukur kepada-Mu, Bapa, Tuhan langit dan bumi, karena semuanya itu Engkau sembunyikan bagi orang bijak dan orang pandai, tetapi Engkau nyatakan kepada orang kecil.” (Matius 11:25).

Yesus sendiri mengaku dengan jujur dan polos bahwa dia juga mengucapkan syukur kepada Allah, yaitu Tuhan langit dan Bumi.

• Setiap yang bersyukur kepada Tuhan Pencipta langit dan bumi, pasti bukan Tuhan!
• Yesus bersyukur kepada Tuhan langit dan bumi, berarti Yesus bukan Tuhan pencipta langit dan bumi!

Al Qur’an jelaskan bahwa pencipta langit dan bumi bukan Yesus (Isa as) melainkan Allah Subhana Wa Ta’ala.

الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالأرْضَ وَجَعَلَ الظُّلُمَاتِ وَالنُّورَ ثُمَّ الَّذِينَ كَفَرُوا بِرَبِّهِمْ يَعْدِلُونَ

“Segala puji bagi Allah yang telah menciptakan langit dan bumi, dan menjadikan gelap dan terang, kemudian orang-orang kafir menyamakan sesuatu dengan Tuhan mereka.” (Qs 6 Al An’aam :1)

15. Yesus mengusir setan dengan kuasa Roh Allah

“Tetapi jika Aku mengusir setan dengan kuasa Roh Allah, maka sesungguhnya Kerajaan Allah sudah datang kepadamu.” (Matius 12:28)

Yesus mengaku bilaman ia mengusir setan, itu dilakukan dengan bantuan kuasa Roh Allah, bukan dengan kuasanya sendiri. Pengakuan Yesus dengan jujur dan polos tersebut, memberikan suatu makna bahwa apa yang dia lakukan itu semua atas kuasa Roh Allah, bukan atas kuasanya sendiri, sebab dia bukan Tuhan Yang Maha Kuasa. Dair ayat tersebut dapat ditarik kesimpulan bahwa :

• Setiap yang mengusir setan atas bantuan Roh Allah, pasti bukan Allah.
• Yesus mengusir setan atas bantuan Roh Allah, berarti Yesus bukan Allah.

• Setiap yang tidak punya kuasa mengusir setan, pasti bukan Tuhan.
• Yesus tidak punya kuasa mengusir setan, berarti Yesus bukan Tuhan.

Untuk mengusir setan saja Yesus harus minta bantuan dari Roh Allah. Ini menunjukkan bahwa Yesus bukan Tuhan, sebab terhadap setan saja dia tidak sanggup mengusirnya jika tidak dibantu oleh Roh Allah.

16. Yesus berikan tanda tidak tepat

“Sebab seperti Yunus tinggal di dalam perut ikan tiga hari tiga malam, demikian juga Anak Manusia akan tinggal di dalam rahim bumi tiga hari tiga malam.” (Matius 12:40.

Waktu itu beberapa orang ahli Taurat dan orang Farisi meminta sesuatu tanda dari Yesus, dan kepada mereka Yesus berikan suatu tanda nabi Yunus tinggal dalam perut ikan 3 hari 3 malam. Ternyata tanda-tanda yang diberikan Yesus tersebut tidak tepat.

Alasannya sebagai berikut :

Nabi Yunus berada dalam perut ikan selama 3 hari 3 malam, sementara Yesus berada dalam perut bumi hanya 1 malam 3 hari.

Nabi Yunus selama dalam perut ikan tetap dalam keadaan hidup, sementara Yesus dalam perut bumi dalam keadaan mati.

Kalau Yesus itu benar-benar adalah Tuhan, tentu ramalannya akan tepat atau tidak akan meleset. Ternyata ramalan atau tanda-tanda yang Yesus berikan kepada ahli Taurat dan orang Farisi, tidak tepat atau meleset. Tentu saja ini cukup memberikan suatu bukti bahwa dia bukan Tuhan.

• Setiap yang memberikan ramalan yang tidak tepat, pasti bukan Tuhan!
• Yesus memberikan ramalan atau tanda yang tidak tepat, berarti Yesus bukan Tuhan!

• Setiap yang mati dan tinggal ke dalam rahim bumi, pasti bukan Tuhan!
• Yesus mati dan tinggal dalam rahim bumi, berarti Yesus bukan Tuhan!

17. Yesus berdoa di atas bukit

“Dan setelah orang banyak itu disuruh-Nya pulang, Yesus naik ke atas bukit untuk berdoa seorang diri. Ketika hari sudah malam, Ia sendirian disitu.” (Matius 14:23).

Pada ayat tersebut dijelaskan bahwa Yesus naik ke bukit untuk berdoa seorang diri. Jika Yesus itu Tuhan, tentu tidak perlu berdoa lagi kepada Tuhan. Jika masih ada Tuhan lain yang dia sembah, berarti Tuhan itu lebih dari satu. Tuhan yang mana lagi yang disembah oleh Yesus, jika ia sendiri adalah Tuhan???

• Setiap yang berdoa kepada Tuhan, pasti bukan Tuhan!
• Yesus berdoa kepada Tuhan, berarti Yesus bukan Tuhan.

18. Yesus diutus untuk Bani Israel

“Jawab Yesus :” aku diutus hanya kepada domba-domba yang hilang dari Umat Israel.” (Matius 15:24)

Pengakuan Yesus tersebut menunjukkan bahwa dia hanya benar-benar di utus untuk kaum tertentu saja, yaitu Bani Israel, bukan untuk seluruh kaum semesta. Jika Yesus itu Tuhan, pasti ajarannya untuk seluruh manusia, seluruh alam semesta. Tetapi dalam ayat tersebut Yesus katakan bahwa dia hanya diutus untuk kaumnya saja yaitu Bani Israel.

• Setiap yang diutus Tuhan, pasti bukan Tuhan!
• Yesus diutus Tuhan, berarti Yesus bukan Tuhan.

Al Qur`an juga menjelaskan bahwa Yesus itu bukan Tuhan tapi hanya seorang utusan Tuhan bagi kaumnya saja, yaitu Bani Israel. Perhatikan ayat Al Qur`an sebagai berikut :

وَيُعَلِّمُهُ الْكِتَابَ وَالْحِكْمَةَ وَالتَّوْرَاةَ وَالإنْجِيلَ وَرَسُولا إِلَى بَنِي إِسْرَائِيلَ أَنِّي قَدْ جِئْتُكُمْ بِآيَةٍ مِنْ رَبِّكُمْ أَنِّي أَخْلُقُ لَكُمْ مِنَ الطِّينِ كَهَيْئَةِ الطَّيْرِ فَأَنْفُخُ فِيهِ فَيَكُونُ طَيْرًا بِإِذْنِ اللَّهِ وَأُبْرِئُ الأكْمَهَ وَالأبْرَصَ وَأُحْيِي الْمَوْتَى بِإِذْنِ اللَّهِ وَأُنَبِّئُكُمْ بِمَا تَأْكُلُونَ وَمَا تَدَّخِرُونَ فِي بُيُوتِكُمْ إِنَّ فِي ذَلِكَ لآيَةً لَكُمْ إِنْ كُنْتُمْ مُؤْمِنِينَ

“Dan Allah akan mengajarkan kepadanya Al Kitab, Hikmah, Taurat dan Injil. Dan (sebagai) Rasul kepada Bani Israil (yang berkata kepada mereka): “Sesungguhnya aku telah datang kepadamu dengan membawa sesuatu tanda (mukjizat) dari Tuhanmu, yaitu aku membuat untuk kamu dari tanah berbentuk burung; kemudian aku meniupnya, maka ia menjadi seekor burung dengan seizin Allah; dan aku menyembuhkan orang yang buta sejak dari lahirnya dan orang yang berpenyakit sopak; dan aku menghidupkan orang mati dengan seizin Allah; dan aku kabarkan kepadamu apa yang kamu makan dan apa yang kamu simpan di rumahmu. Sesungguhnya pada yang demikian itu adalah suatu tanda (kebenaran kerasulanku) bagimu, jika kamu sungguh-sungguh beriman.” (Qs. 3 Ali Imran :49)

إِنْ هُوَ إِلا عَبْدٌ أَنْعَمْنَا عَلَيْهِ وَجَعَلْنَاهُ مَثَلا لِبَنِي إِسْرَائِيلَ

“Dan (Isa) tidak lain hanyalah seorang hamba yang telah Kami beri karunia (kenabian) atasnya dan Kami menjadikan-nya sebagai teladan bagi Bani Israil.” (Qs 43 Az Zuhkruf 59)

Ayat Alkitab dibawah ini yaitu Kisah Rasul 13:23, lebih memperjelas kebenaran Al Qur’an :

“Dan dari keturunannyalah, sesuai dengan yang telah dijanjikan-Nya, Allah telah membangkitkan Juru selamat bagi orang Israel, yaitu Yesus.” (Kisah Rasul 13:23)

19. Yesus datang dengan kemuliaan Bapanya / Tuhan

“Sebab Anak Manusia akan datang dalam kemuliaan Bapa-Nya diiringi malaikat-malaikat-Nya; pada waktu itu Ia akan membalas setiap oang menurut perbuatannya.” (Matius 16:27).

Yesus memberikan kesaksian bahwa dia adalah Anak Manusia, karena dia dilahirkan dari rahim seorang manusia bernama Maria. Yesus tahu dia punya seorang ibu, makanya dia katakana bahwa dia adalah anaknya manusia. Tidak sekalipun Yesus memberikan kesaksian bahwa dia adalah Allah itu sendiri. Buktinya Yesus dikatakan bahwa di akhir zaman nanti dia akan datang dalam kemuliaan Bapa-Nya (Allah). Ini membuktikan bahwa dia itu bukan Tuhan!

• Setiap yang mengaku anak manusia pasti bukan Tuhan.
• Yesus mengaku sebagai anak manusia, berarti Yesus bukan Tuhan.

• Setiap yang datang dalam kemuliaan Tuhannya, pasti dia bukan Tuhan.
• Yesus datang dalam kemuliaan Tuhannya, berarti Yesus bukan Tuhan!!

20. Yesus adalah Mesias

“Setelah Yesus tiba di daerah Kaisarea Filipi, Ia bertanya kepada murid-murid-Nya : “Kata orang, siapakah Anak Manusia itu?” Jawab mereka: “Ada yang mengatakan Yohanes Pembabtis, ada juga yang mengatakan: Elia dan ada pula yang mengatakan Yeremia atau salah satu nabi.” Lalu Yesus bertanya kepada mereka : “Tetapi apa katamu, siapa Aku ini?” Maka jawab Simon Petrus: “Engkau adalah Mesias, Anak Allah yang hidup!” Kata Yesus kepadanya: “Berbahagialah engkau Simon bin Yunus sebab bukan manusia yang menyatakan itu kepadamu, melainkan Bapa-Ku yang di sorga.”

Dalam dialog antara Yesus dengan murid-muridnya tersebut, tidak sekalipun Yesus mengaku diri sebagai Tuhan. Keduabelas murid tersebut adalah orang yang paling dekat dengan Yesus. Jika Yesus itu Tuhan, tentu mereka itulah yang pertama mengetahui. Saat Yesus bertanya: “Siapakah aku ini?” tidak seorang pun dari mereka yang mengatakan bahwa Yesus adalah Tuhan. Justru mereka menjawab “Engkau adalah Mesias anak Allah yang hidup.” Jawaban mereka dibenarkan oleh Yesus. Sebab kata Yesus, jawaban itu berasal dari Bapa-Ku (Allah-Ku) yang di sorga.

Mesias berasal dari bahasa Ibrani ‘Masyiakh’ atau ‘Al-Masih’ atau ‘Kristus’ (bahasa Yunani) artinya “yang diurapi Tuhan” atau “yang dipilih Tuhan”. Sedangkan yang dimaksud dengan “Anak Allah” adalah “Hamba Allah”. Dalam teologi bangsa Israel, mereka adalah anak-anak Allah (hamba-hamba Allah) sebagaimana ayat-ayat Perjanjian Lama berikut ini :

“Maka engkau (Musa) harus berkata kepada Firaun : Beginilah firman Tuhan : Israel ialah anak-Ku, anak-Ku yang sulung; sebab iu Aku berfirman kepadamu: Biarkanlah anak-Ku itu pergi, supaya ia beribadah kepada-Ku; tetapi jika engkau menolak membiarkannya pergi, maka Aku akan membunuh anakmu, anakmu yang sulung.” (Keluaran 4:22-23).

Yesus adalah keturunan Israel, sehingga dia mengakui sebagai anak Allah (hamba Allah).

Dari dialog tersebut dapat disimpulkan sebagai berikut :

• Setiap Mesias (pilihan Tuhan), bukanlah Tuhan.
• Yesus mengaku sebagai Mesias (pilihan Tuhan) Berarti Yesus bukan Tuhan.

Kita juga dapat mengambil kesimpulan dari istilah “Anak Tuhan” berikut ini :

• Setiap anak Tuhan (hamba Tuhan) bukanlah Tuhan.
• Yesus mengaku sebagai anak Tuhan (hamba Tuhan) Berarti Yesus bukan Tuhan.

21. Ramalan Yesus tidak terbukti

“Aku berkata kepadamu : Sesungguhnya diantara orang yang tidak ada akan mati sebelum mereka melihat Anak Manusia datang sebagai Raja dalam Kerajan-Nya.” (Matius 16:28)

Ramalan Yesus tersebut diucapkan-Nya sudah hampir 2000 tahun yang lampau. Sudah ratusan dan generasi yang mati sejak waktu Yesus berucap seperti itu sampai sekarang, tetapi dia (Yesus) belum juga datang sebagai Anak Manusia ke dunia ini. Jika Yesus itu Tuhan, tidak mungkin ramalan Tuhan bisa meleset bukan? Tidak terbuktinya ramalan Yesus tersebut karena memang dia bukan Tuhan, tapi hanyalah seorang anak manusia saja.

• Setiap yang ramalannya tidak tepat, pasti bukan Tuhan.
• Yesus memberikan ramalan tidak tepat, berarti Yesus bukan Tuhan.

• Setiap yang mengaku Anak Manusia, pasti bukan Tuhan.
• Yesus mengaku dia Anak Manusia, berarti Yesus bukan Tuhan.

22. Terdengar suara dari langit

“Dan tiba-tiba ia berkata-kata turunlah awan yang terang menaugi mereka dan dari dalam awan itu tersengar suara yang berkata : “Inilah Anak Yang Kukasihi, kepadaNyalah aku berkenan, dengarkanlah Dia.” (Matius 17:5)

Suara yang berkata : “Inilah Anak yang Kukasihi,…” itu adalah suara Tuhan dari langit yang didengar langsung oleh Petrus dan Yesus. Peristiwa ini terjadi di atas gunung yang tinggi dimana saat itu Yesus berubah wajahnya, sehingga dalam penglihatan Petrus, Yesus sedang berbicara dengan Musa dan Elia. Maka pada saat itulah terdengar suara Tuhan dari langit yang mengatakan seperti itu.

• Setiap yang mendengar suara Tuhan, pasti bukan Tuhan.
• Yesus mendengar suara Tuhan, berarti Yesus bukan Tuhan.

• Setiap yang dikasihi oleh Tuhan, pasti bukan Tuhan.
• Yesus dikasihi oleh Tuhan, berarti Yesus bukan Tuhan.

23. Yesus mati, dibangkitkan Tuhan

“Pada waktu mereka turun dari gunung itu, Yesus berpesan kepada mereka : “Jangan kamu ceriterakan peglihatan itu kepada seorang pun sebelum Anak Manusia dibangkitkan dari antara orang mati.” (Matius 17:9)

Yesus berpesan jangan menceeriterakan kepada seorangpun penglihatan mereka, sebelum dia dibangkitakn dari antara orang mati. Jika Yesus itu Tuhan, tidak mungkin Tuhan itu mati dan dibangkitkan kembali. Itu merupakan salah satu pengakuan Yesus yang begitu jujur dan polos, bahwa dia adalah seorang anak manusia, bukan Tuhan. Tapi anehnya umat Kristiani malah tidak percaya ucapan Yesus tersebut, malah mereka jadikan Yesus itu Tuhan.

• Setiap yang merasakan mati, pasti bukan Tuhan!
• Yesus merasakan mati, berarti Yesus bukan Tuhan!

• Setiap yang dibangkitkan oleh Tuhan, pasti bukan Tuhan!
• Yesus dibangkitkan oleh Tuhan, berarti Yesus bukan Tuhan!

24. Hanya Allah yang berhak, Yesus tidak berhak

“Yesus berkata kepada mereka : “Cawan-Ku memang akan kau minum, tetapi hal duduk di sebelah kananku atau di sebelah kiriku, aku tidak berhak memeberikannya. Itu akan diberikan kepada orang-orang bagi siapa Bapaku telah menyediakannya.” (Matius 20:23)

Konteks ayat tersebut yaitu ketika kedua muridnya yaitu Yakobos dan Yohanes meminta kepad Yesus agar mereka berdua bisa duduk di sebelah kanan atau di sebelah kirinya Yesus. Tetapi Yesus mengaku dengan jujur dan polos, bahwa dia tidak punya hak untuk mengabulkan permintaan mereka berdua, karena kata Yesus hal iu hanyalah haknya Bapanya (Allah), bukan haknya dia. Pengakuan tersebut jelas-jelas menunjukkan bahwa dia itu bukan Tuhan. Dengan adanya pengakuan Yesus dengan jujur seperti itu, maka dia dapat simpulkan sebagai berikut :

• Setiap yang mati mengorbankannya nyawanya, pasti bukan Tuhan.
• Yesus mati mengorbankan nyawanya, berarti Yesus bukan Tuhan.

25. Nyawa Yesus sebagai tebusan

“Sama seperti Anak Manusia datang bukan untuk dilayani, melainkan untuk melayani dan unuk memberikan nyawa-Nya menjadi tebusan bagi banyak orang.” (Maitus 20:28)

Dalam ayat tersebut Yesus katakan bahwa dia hanyalah anak manusia, karena dia terlahir dari rahim ibunya. Jika Yesus itu Tuhan, tentu tidak mungkin hanya untuk menebus dosa-dosa manusia, nyawa Tuhan sendiri yang dikorbankan. Timbul pertanyaan lain; bagaimana dengan nasib orang-orang yang lahir dan mati sebelum kedatangan Yesus sebagai penebus dosa manusia? Tuhan Maha Kuasa, tentu Dia berhak untuk mengampuni dosa-dosa manusia tanpa harus mengorbankan “Anak-Nya” sendiri. Jika Yesus itu Tuhan, tentu tidak mungkin Tuhan mengorbankan nyawanya untuk manusia. Manusia-lah yang berkorban untuk Tuhan, bukan Tuhan untuk manusia.

• Setiap yang mati mengorbankan nyawanya, pasti bukan Tuhan.
• Yesus mati mengorbankan nyawanya, berarti Yesus bukan Tuhan.

26. Tuhan, anaknya Daud?

“Dan ketika Yesus dan murid-muridnya keluar dari Yerikho, orang yang berbondong-bondong mengikuti Dia. Ada dua orang buta yang duduk di pinggir jalan mendengar, bahwa Yesus lewat, lalu mereka berseru: “Tuhan, Anak Daud, kasihanilah kami!” Tetapi orang banyak itu menegor mereka supaya mereka diam. Namun mereka makin keras berseru, katanya : “Tuhan, Anak Daud, kasihanilah kami!” (Matius 20:29-31)

Sungguh aneh orang yang berteriak memanggil Yesus dengan kata-kata:”Tuhan, anak Daud”. Jika mereka sudah tahu bahwa Yesus adalah Tuhan, tentu tidak perlu lagi menambahkan dengan kata-kata “Anak Daud”

Cukup mereka berteriak “Tuhan, kasihanilah kami.” Sangat tidak masuk akal sehat jika Tuhan berasal dari keturunan anak Daud. Tuhan itu tidak berasal dari keturunan Daud. Tuhan itu tidak bersilsilah, tidak berawal dan tidak pula berakhir. Dari bunyi ayat-ayat tersebut membuktikan bahwa Yesus bukan Tuhan karena dia bersilsilah. Lagi pula yang mengatakan Yesus itu Tuhan, bukan dia sendiri.

Yang mengatakan Yesus itu Tuhan adalah orang-orang yang mempertuhankannya, padahal Yesus sendiri tidak pernah menyatakan bahwa dirinya adalah Tuhan.

• Setiap anak keturunan nabi Daud, pasti bukan Tuhan!
• Yesus disebut anak Daud, berarti Yesus bukan Tuhan !!

Al Qur’an juga jelaskan bahwa Yesus bukan Tuhan, dia hanyalah hambaa Allah yang mendapat karunia sebagai rasul Allah yang menjadi teladan bagi bani Israil.

إِنْ هُوَ إِلا عَبْدٌ أَنْعَمْنَا عَلَيْهِ وَجَعَلْنَاهُ مَثَلا لِبَنِي إِسْرَائِيلَ

“Dan (Isa) tidak lain hanyalah seorang hamba yang telah Kami beri karunia (kenabian) atasnya dan Kami menjadikannya sebagai teladan bagi Bani Israil.” (Qs 43 Az Zuhkruff :59)

27. Inilah Nabi Yesus dari Nazaret

“Dan ketika Ia masuk ke Yerusalem, gemparlah seluruh kota itu dan orang berkata : “Siapakah orang ini?” Dan banyak orang berkata itu menyahut: “Inilah Nabi Yesus dari Nazaret di Galilea.” (Matius 21:10-11)

Seluruh orang di kota Yerussalem berkata Yesus adalah seorang Nabi dari Nazaret, Yesus tidak memprotes sebutan itu, karena memang dia hanyalah Nabi. Sayang sekali istilah “Nabi Yesus” tidak popular, yang popular adalah “Nabi Isa”. Mungkin terdengar janggal jika ada yang menyebut “Nabi Yesus”. Padahal Yesus tidak melarang orang memanggilnya “Nabi Yesus”. Orang yang hidup sezaman dan sempat berdialog dengan Yesus, tahu bahwa Yesus bukan Tuhan. Bagaimana mungkin orang yang datang ratusan bahkan ribuan tahun kemudian, mengatakan Yesus itu bukan nabi dia adalah Tuhan????

• Setiap yang mengatakan bahwa Yesus adalah nabi, pasti bukan Tuhan!
• Yesus seorang Nabi-nya Tuhan, berarti Yesus bukan Tuhan !!

28. Yesus merasa lapar dan mengutuk pohon ara

“Pada pagi-pagi hari dalam perjalanan-Nya kembali ke kota, Yesus merasa lapar. Dekat jalan Ia melihat pohon ara lalu pergi ke situ, tetapi Ia tidak mendapat apa-apa pada pohon itu selain daun-daun saja. Kata-Nya kepada pohon itu : “Engkau tidak akan berbuah lagi selama-lamanya!” dan seketika itu juga keringlah pohon ara itu.” (Matius 21:18-19)

Sangat manusiawi sekali jika Yesus merasa lapar, sebab namanya manusia pasti merasakan lapar. Ini membuktikan bahwa Yesus hanyalah manusia biasa, bukan Tuhan. Sangat tidak masuk akal jika Tuhan merasa lapar. Yang lebih tidak rasional yaitu bagaimana mungkin hanya karena Yesus tidak mendapatkan apa yang dia inginkan dari pohon ara tersebut yaitu buahnya, lalu pohon ara tersebut dikutuknya. Tentu menjadi pertanyaan, apakah kesalahan dari pohon ara tersebut? Jika Yesus itu Tuhan, sebenarnya tanpa mendekatpun mestinya dia tahu, bahwa pohon ara tersebut tidak ada buahnya. Dan jika Yesus itu Tuhan, mestinya dia Maha Tahu dan pasti dia akan tahu musim berbuah. Dan walaupun bukan musim berbuah, jika Yesus itu adalah Tuhan, tentu dia bisa memerintahkan kepada pohon ara tersebut untuk mengeluarkan buahnya. Jika pohon ara tersebut bisa mengeluarkan buahnya, justru akan menambah keyakinan pada muridnya bahwa Yesus adalah Tuhan. Tetapi hal itu tidak dilakukan Yesus, sebab memang dia bukan Tuhan, jadi dia tidak berkuasa memerintahkan pohon ara itu untuk mengeluarkan buahnya.

• Setiap yang merasa lapar, pasti dia bukan Tuhan.
• Yesus merasa lapar, berarti Yesus bukan Tuhan.

• Setiap yang tidak bisa memerintahkan pohon mengeluarkan buahnya, pasti bukan Tuhan.
• Yesus tidak bisa memerintahkan pohon untuk mengeluarkan buahnya, berarti Yesus bukan Tuhan.

• Setiap yang tidak tahu musim buah, pasti dia bukan Tuhan.
• Yesus tidak tahu musim buah, berarti Yesus bukan Tuhan.

29. Dialog Yesus dengan orang Farisi

“Guru, hokum manakah yang terutama dalam hokum taurat?” Jawab Yesus kepadanya : “Kasihanilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu.” (Matius 22:36-37)

Orang-orang Farisi yang hidup sezaman dengan Yesus, bahkan mereka bisa berbicara bertatap muka langsung dengan Yesus, memanggil Yesus “Guru” bukan “Tuhan”. Ini membuktikan bahwa Yesus bukan Tuhan. Yesus menjawab “Kasihanilah Tuhan, Allahmu … dst …”. Jika Yesus itu adalah Tuhan, mestinya dia katakan “Kasihanilah Aku sebab akulah Tuhan, Allahmu.”

• Setiap yang mengasihi Tuhan, pasti bukan Tuhan.
• Yesus mengasihi Tuhan, Allahnya, berarti Yesus bukan Tuhan.

• Setiap orang yang dipanggil Guru, pasti bukan Tuhan.
• Yesus dipanggil guru berarti Yesus bukan Tuhan.

30. Yesus tidak tahu hari kiamat

Tetapi tentang hari dan saat itu tidak seorangpun tahu , malaikat-malaikat di sorga tidak, dan Anak pun tidak, hanya Bapa sendiri.” (Matius 24:36)

Berbicara tentang kapan datangnya hari kiamat, Yesus berterus terang bahwa tidak seorangpun yang tahu, malaikat-malaikat di sorga pun tidak tahu, dan Yesus sendiri tidak tahu kapan hari kiamat tiba, kecuali hanya Allah yang tahu. Jika Yesus itu Tuhan, mestinya dia tahu kapan datangnya hari kiamat itu. Wajar jika ia tidak tahu, sebab memang dia itu hanyalah seorang nabi atau Rasul, bukan Tuhan!

• Setiap yang tidak tahu tentang hari kiamat, pasti bukan Tuhan!
• Yesus tidak tahu kapan datangnya hari kiamat, berarti Yesus bukan Tuhan.

• Setiap yang memanggil Bapa kepada Tuhannya, pasti bukan Tuhan.
• Yesus memanggil Bapa kepada Tuhannya, berarti Yesus bukan Tuhan!!

31. Yesus pergi berdoa di Getsmani

“Maka sampailah Yesus bersama-sama murid-murid-Nya ke suatu tempat yang bernama Getsmani. Lalu Ia berkata kepada murid-murid-Nya: “Duduklah disini sementara Aku pergi ke sana untuk berdoa.” (Matius 26:36)

Sebenarnya jika mau berdoa, dimana saja boleh, tidak harus memilih tempat khusus. Yesus berpesan kepada murid-muridnya untuk menunggu dia yang akan berdoa di suatu tempat yang bernama taman Gestmani. Sampai tiga kali terjadi Yesus berdoa ditaman tersebut sebelum dia ditangkap dan diserahkan ketangan orang-orang yang berdosa yang akan menangkapnya (Matius 26:42-45). Ini semua membuktikan bahwa Yesus bukan Tuhan. Tuhan tidak perlu lagi harus berdoa. Jika Tuhan itu harus berdoa, kepada siapa lagi doa ditujukan?

• Setiap yang berdoa kepada Tuhan, pasti bukan Tuhan!
• Yesus berdoa kepada Tuhan berarti Yesus bukan Tuhan !!

32. Yesus sedih, gentar dan terasa akan mati

“Dan Ia membawa Petrus dan kedua anak Zebedeus serta-Nya. Maka mulailah Ia merasa sedih dan gentar, lalu kata-Nya kepada mereka : “Hatiku sangat sedih, seperti mau mati rasanya. Tinggalah disini dan berjaga-jagalah dengan Aku.” (Matius 26:37-38).

Dalam kitab suci agama manapun tidak pernah kita temukan Tuhan harus sedih dan gentar, kecuali didalam Alkitab/Bible. Manusia tidak boleh memberikan sifat lemah kepada Tuhan, sebab setiap yang punya sifat lemah, pasti bukan Tuhan. Jika Tuhan punya sifat lemah, apa bedanya Dia dengan makhluk ciptaan-Nya? Jika Yesus itu Tuhan, tidak mungkin Tuhan punya rasa sedih, gentar, apalagi merasa seperti mau mati. Sifat-sifat lemah seperti itu adalah sifat makhluk ciptaan-Nya bukan sifat Tuhan.

• Yesus yang merasa sedih dan gentar, pasti bukan Tuhan.
• Yesus merasa sedih dan gentar berarti Yesus bukan Tuhan.

• Setiap yang merasa seperti mau mati, pasti bukan Tuhan.
• Yesus merasa seperti mau mati, berarti Yesus bukan Tuhan.

33. Yesus sujud dan berdoa

“Yesus maju sedikit, lalu sujud dan berdo’a, kata-Nya : “Ya Bapa-Ku, jikalau sekiranya mungkin, biarlah cawan ini llau daripada-Ku, tetapi janganlah seperti yang Ku kehendaki, melainkan seperti yang Engkau kehendaki.” (Matius 26:39).

Yesus sujud dan berdoa kepada Allah dan memohon agar kehendak Allahnya yang terjadi, bukan menurut kehendaknya sendiri. Ini membuktikan bahwa Yesus itu bukan Tuhan, bukan Allah, tapi hanya sebagai manusia biasa. Tidak mungkin Tuhan harus sujud menyembah kepada Tuhan. Tuhan yang mana lagi yang disujudi oleh Yesus jika dia sendiri adalah Tuhan?

• Setiap yang sujud kepada Allah pasti bukan Allah.
• Yesus sujud kepada Allah, berarti Yesus bukan Allah.

• Setiap yang berdoa kepada Allah, berarti Yesus bukan Allah.
• Yesus berdoa kepada Allah, berarti Yesus bukan Allah.

• Setiap yang tidak bisa menuruti kehendaknya sendiri, pasti bukan Tuhan.
• Yesus tidak bisa menuruti kehendaknya sendiri, berarti Yesus bukan Tuhan.

34. Yesus raja orang Yahudi

“Dan di atas kepalan-Nya terpasang tulisan yang menyebut alasan mengapa dia dihukum : Inilah Yesus Raja orang Yahudi.” (Matius 27:37).

Pada zaman itu orang-orang bisa bertemu dan bertatap muka langsung dengan Yesus. Jika Yesus itu Tuhan, dapat dipastikan mereka akan menyembah dan takut akan dia, bukan malah menghukumnya. Mana mungkin ada manusia berani menghukum Tuhan! Tulisan : Inilah Yesus Raja orang Yahudi” menunjukkan bahwa dia itu hanya sebagai seorang pemimpin sukunya atau kaumnya, yaitu orang Yahudi, atau Bani Israel.

Sebelum Yesus lahir, Allah Subhana Wa Ta’ala telah menubuatkan bahwa akan lahir seorang anak laki-laki yang akan menjadi raja atas kaumnya yaitu Yahudi dari keturunan Yakub, bernama Yesus. Jadi yang lahir itu “orang” bukan “Tuhan”. Perhatikan nubuat Allah sebelum Yesus dilahirkan ke dunia dalam Injil Lukas 1:31-33 sebagai berikut :

“Sesungguhnya engkau akan mengandung dan akan melahirkan seorang anak laki-laki dan hendaklah kamu menamai Dia Yesus. Ia akan menjadi besar dan akan disebut Anak Allah Yang Maha Tinggi. Dan Tuhan Allah akan mengaruniakan kepada-Nya takhta Daud, bapa leluhur-Nya, dan ia akan menjadi raja atas kaum Yakub sampai selama-lamanya dan Kerajaan-Nya tidak akan berkesudahan.” (Lukas 1:31-33)

• Setiap yang dilahirkan seorang wanita, pasti bukan Tuhan.
• Yesus dilahirkan seorang wanita,berarti Yesus bukan Tuhan

• Setiap yang dinubuatkan oleh Tuhan, pasti bukan Tuhan.
• Yesus dinubuatkan oleh Tuhan, berarti Yesus bukan Tuhan.

• Setiap yang lahir dari kandungan seorang wanita, pasti anak manusia.
• Yesus dilahirkan dari kandungan seorang wanita, berarti Yesus seorang anak manusia, jadi bukan Tuhan!!

Dalam Al Qur’an dijelaskan bahwa Tuhan itu tidak beranak dan tidak diperanakkan atau dilahirkan, sebagaimana firman-Nya dalam Al Qur’an surat Al Ikhlash 3 sebagai berikut :

لَمْ يَلِدْ وَلَمْ يُولَدْ

“Dia tidak beranak dan tidak diperanakkan.” (QS. 112 Al Ikhlash :3)

35. Yesus tidak bisa menyelamatkan dirinya sendiri

“Demikianlah juga imam-imam kepala bersama-sama Ahli Taurat dan tua-tua mengolok-olokan Dia dan berkata :”Orang lain Ia selamatkan, tetapi diri-Nya sendiri tidak dapat Ia selamatkan! Ia Raja Israel? Baiklah Ia turun dari salib itu dan kami akan percaya kepada-Nya. Ia (Yesus) menaruh harapan-Nya pada Allah: Baiklah Allah menyelamatkan Dia, jikalau Allah berkenan kepada-Nya! Karena Ia telah berkata : Aku adalah Anak Allah.” (Matius 27:41-43)

Ayat ini sangat menarik, sebab jika Yesus itu Tuhan, tentu dia bisa menyelamatkan dirinya sendiri dari siksaan dan penderitaan, dan bisa turun dari salib. Kalau pada saat itu juga Yesus benar-benar bisa menyelamatkan dirinya, pasti para imam kepala dan ahli taurat akan langsung percaya bahwa Yesus adalah Tuhan. Jika hanya untuk menyelamatkan dirinya sendiri tidak sanggup, bagaimana mungkin Yesus bisa menyelamatkan seluruh manusia di dunia???

• Setiap yang tidak bisa menyelamatkan dirinya pasti bukan Tuhan!
• Yesus tidak bisa menyelamatkan dirinya, berarti Yesus bukan Tuhan!

• Setiap yang menaruh harapan kepada Tuhan, pasti bukan Tuhan!
• Yesus menaruh harapannya kepada Tuhan, berarti Yesus bukan Tuhan!

36. Yesus berseru panggil Tuhannya

“Kira-kira jam tiga berserulah Yesus dengan suara nyaring: “Eli, Eli, lama sabakhtani?” Artinya : Allah-Ku, Allah-Ku, mengapa engkau meninggalkan Aku?” (Matius 24:46).

Ketika Yesus dipaku dan digantungkan dikayu salib, sebelum ia mati dia berseru memanggil Tuhannya (Allah) “Eli, Eli, lama sabakhtani?” Teriakan Yesus seperti itu justru memberikan pengertian sebagai berikut :

Jika Yesus itu Tuhan, Tuhan mana lagi yang dia panggil?
Jika Yesus dipersiapkan oleh Tuhan untuk mati di kayu salib dalam rangka untuk menebus dosa, tentu tidak perlu dia harus berteriak-teriak minta tolong kepad Tuhan, seharusnya dia ikhlas disalib.
Jika didalam diri Yesus ada Tuhan, mengapa dia masih memanggil-manggil Tuhan lagi? Ini membuktikan Yesus dan Tuhan tidaklah menyatu.

• Setiap yang berseru memanggil Tuhan, pasti dia bukan Tuhan.
• Yesus berseru memanggil Tuhannya, berarti Yesus bukan Tuhan.

37. Yesus menyerahkan nyawanya

“Yesus berseru pula dengan suara nyaring lalu menyerahkan nyawa-Nya.” (Matius 27:50).

Begitu Yesus hampir mati atau dalam keadaan sakaratul maut, setelah dia berseru memanggil-manggil kepada Tuhannya, dia menyerahkan nyawanya. Dalam hal ini menjai pertanyaan :

Jika Yesus itu adalah Tuhan, siapa yang mencabut nyawa Tuhan?
Jika Yesus itu Tuhan, Tuhan yang mana lagi yang menerima nyawanya?
Ketika Yesus mati selama tiga hari, siapa yang mengendalikan dunia atau alam semesta ini ?

• Setiap yang mati dan menyerahkan nyawanya, pasti bukan Tuhan?
• Yesus mati dan lalu menyerahkan nyawanya, berarti Yesus bukan Tuhan?

38. Yesus diberi kuasa oleh Tuhan

“Yesus mendekati mereka dan berkata : “Kepada-Ku telah diberikan segala kuasa di sorga dan dibumi.” (Markus 28:18)

Jika Yesus telah diberi kuasa penuh di sorga dan di bumi oleh Tuhan, tentu menjadi pertanyaan, Tuhan mana lagi yang memberikan kuasa-Nya kepadanya, sementara dia itu juga adalah Tuhan?? Jika benar Yesus mendapat kuasa dari Tuhan, berarti Yesus bukan Tuhan. Dan kalau segala kuasa sudah diberikan atau diserahkan Tuhan sepenuhnya kepada Yesus, apa lagi fungsi Tuhan di alam semesta ini? Apakah Tuhan nganggur dan tidak melakukan apa-apa lagi karena segalanya sudah diserahkan sepenuhnya kepada Yesus? Dan jika benar segala kuasa di surga dan di bumi semuanya telah diberikan kepada Yesus, lalu kekuasaan apalagi yang masih dimiliki oleh Tuhan??

• Setiap yang mendapatkan kuasa dari Tuhan, pasti bukan Tuhan.
• Yesus mendapatkan kuasa dari Tuhan, berarti Yesus bukan Tuhan.

39. Yesus punya ibu dan adik-adik saudara sekandung

“Lalu datanglah ibu dan saudara-saudara Yesus. Sementara mereka berdiri diluar, mereka menyuruh orang memanggil Dia. Ada orang banyak duduk mengelilingi Dia, mereka berkata kepada-Nya :”Lihat, ibu dan saudara-saudara-Mu diluar, dan berusaha menemui Engkau.” (Matius 3:31-32)

Ayat tersebut menceritakan, Yesus mempunyai ibu dan saudara kandung. Dalam kitab suci manapun, tidak pernah kita jumpai Tuhan punya ibu dan saudara dan adik. Kalau Tuhan punya adik dan saudara sekandung, berarti adik-adik sekandung dari Tuhan itu punya anak keturunan yang masih hidup di dunia ini, dan jumlah mereka pasti sangat banyak. Dari ayat tersebut dapat disimpulkan sebagai berikut :

• Setiap yang punya ibu kandung bukan Tuhan.
• Yesus punya ibu kandung, berarti Yesus bukan Tuhan.

• Setiap yang punya adik kandung, pasti bukan Tuhan.
• Yesus punya adik kandung, berarti Yesus bukan Tuhan.

40. Yesus anak seorang tukang kayu

“Bukanlah ia ini tukang kayu, anak Maria, saudara Yakobus, Yoses, Yudas dan Simon? Dan bukanlah saudara-saudara-Nya yang perempuan ada bersama kita?” Lalu mereka kecewa dan menolak Dia.” (Markus 6:3)

Suami Maria bernama Yusuf. Dia berprofesi sebagai tukang kayu. Orang-orang yang hidup sezaman dengan Yesus tahu persis bahwa Yesus itu manusia biasa seperti mereka, bukan Tuhan. Tidak mungkin Tuhan punya ayah seorang tukang kayu. Tetapi jika Yesus sebagai manusia biasa, tentu sangat wajar dia punya ayah walaupun hanya sebagai tukang kayu, berarti Yesus bukan Tuhan, sebab Tuhan yang sesungguhnya pasti tidak punya bapak, tidak punya ibu dan juga tidak punya saudara kandung, serta tidak berprofesi sebagai seorang tukang kayu.

• Setiap yang punya ayah, ibu dan saudara kandung pasti bukan Tuhan.
• Yesus punya ayah, ibu dan saudara sekandung, berarti Yesus bukan Tuhan.

• Setiap yang ayahnya tukang kayu, pasti bukan Tuhan.
• Yesus ayahnya tukang kayu, berarti Yesus bukan Tuhan.

• Setiap yang berprofesi sebagai tukang kayu, pasti bukan Tuhan.
• Yesus berprofesi sebagai tukang kayu, berarti Yesus bukan Tuhan.

41.  Yesus mengaku dia seorang nabi

Maka Yesus berkata kepada mereka: “Seorang nabi dihormati dimana-mana kecuali di tempat asalnya sendiri, diantara kaum keluarga dan di rumahnya.” (Markus 6:4).

Pada ayat tersebut Yesus mengaku dengan jujur dan polos bahwa dia hanyalah seorang nabi dan punya kaum keluarga. Jika Yesus sendiri telah memberikan kesaksian bahwa dirinya hanyalah seorang nabi dan mempunyai kaum keluarga, mengapa umatnya yang mengaku sebagai pengikutnya justru menganggap beliau sebagai Tuhan? Yesus memberi kesaksian bahwa dia seorang nabi dan punya kaum keluarga, berarti dia bukan Tuhan.

<p>• Setiap yang mengaku seorang nabi dan punya kaum keluarga, pasti dia bukan Tuhan.</p>• Yesus mengaku sebagai nabi dan punya kaum keluarga, berarti Yesus bukan Tuhan.

42. Yesus berdoa dan mengucap berkat

Dan setelah Ia mengambil lima roti dan dua ikan itu, ia menengadah ke langit dan mengucap berkat, lalu memecah-mecahkan roti itu dan memberikannya kepada murid-murid-Nya supaya dibagi-bagikan kepada orang-orang itu. Begitu juga kedua ikan itu dibagi-bagikan-Nya kepada mereka.” (Markus 6:41).

Ayat tersebut bercerita tentang bagaimana Yesus memberi makan lima ribu orang dengan hanya lima potong roti dan dua ikan. Tentu sangat mustahil hanya dengan lima roti dan dua ikan bisa mencukupi untuk makanan sebanyak lima ribu orang. Untuk itu maka Yesus menengadah ke langit dan berdoa minta berkat dari Tuhannya agar dikabulkan doanya. Tuhan kabulkan doa permohonan Yesus, maka walaupun hanya lima potong roti dan dua ikan, tetapi cukup untuk makanan lima ribu orang, bahkan tidak habis, masih tersisa beberapa bakul. Inilah yang disebut dengan mukjizat. Karena Tuhan mengabulkan permohonannya, maka terjadilah mukjizat itu. Seandainya Tuhan tidak mengabulkan doanya, tentu tidak mungkin hanya bermodalkan lima roti dan dua ikan akan cukup memberi makan lima ribu orang. Allah memberikan mukjizat-Nya, untuk membuktikan kepada orang-orang pada zaman itu bahwa dia (Yesus) adalah benar seorang Nabi utusan-Nya.

<p>• Setiap yang menengadah ke langit memohon kepada Tuhan, pasti bukan Tuhan.</p>• Yesus menengadah ke langit memohon kepada Tuhan, berarti Yesus bukan Tuhan.<p> </p><p>• Setiap yang meminta berkat kepada Tuhan, pasti bukan Tuhan.</p>• Yesus meminta berkat kepada Tuhan, berarti Yesus bukan Tuhan.

43. Ramalan Yesus yang meleset

Kata-Nya lagi kepada mereka: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya diantara orang yang hadir disini ada yang tidak akan mati sebelum mereka melihat bahwa Kerajaan Allah telah datang dengan kuasa.” (Markus 9:1).

Sejak Yesus mengucapkan ramalan tersebut sampai saat ini tahun 2005 (Sekarang 2011), sudah hampir 2000 tahun lamanya, tetapi tidak ramalannya tidak terbukti alias fiktif. Sementara jangka waktu yang hampir 2000 tahun sampai sekarang ini, orang-orang yang mendengar ucapan Yesus saat itu sampai sekarang, sudah ada ratusan generasi semuanya telah mati, tetapi Kerajaan Allah yang Yesus janjikan belum juga datang. Jika Yesus itu Tuhan, tentu ucapan Yesus tersebut terbukti, berarti itu hanyalah ucapan fiktif.

<p>• Setiap yang meramalkan sesuatu tetapi tidak terbukti, pasti bukan Tuhan.</p>• Yesus meramalkan sesuatu tetapi tidak terbukti, berarti Yesus bukan Tuhan.

44. Yohanes menyebut Yesus “Guru”

Kata Yohanes kepada Yesus: “Guru, kami lihat seorang yang bukan pengikut kita mengusir setan demi nama-Mu, lalu kami cegah orang itu, karena dia bukan pengikut kita.” (Markus 9:38).

Yohanes yang hidup sezaman dengan Yesus, memanggil Yesus dengan sebutan “Guru”. Ini berarti Yohanes pun tahu bahwa Yesus bukan Tuhan. Kalau Yohanes tahu Yesus itu Tuhan, tentu dia akan panggil Yesus dengan sebutan “Tuhan”. Yohanes (Nabi Yahya) seorang Rasul, tidak memanggil Yesus dengan sebutan “Tuhan” karena dia tahu persis bahwa Yesus itu hanyalah seorang “Guru”.

<p>• Setiap yang dipanggil “guru” pasti bukan Tuhan.</p>• Yesus dipanggil “guru” oleh Yohanes, berarti Yesus bukan Tuhan.

45. Yesus mengaku hanya Allah saja yang baik

Pada waktu Yesus berangkat untuk meneruskan perjalanan-Nya, datanglah seorang berlari-lari mendapatkan Dia dan sambil bertelut dihadapan-Nya ia bertanya: “Guru yang baik, apa yang harus kuperbuat untuk memperoleh hidup yang kekal?” Jawab Yesus : “Mengapa kau katakan Aku baik? Tak seorangpun yang baik selain dari pada Allah saja. (Markus 10:17-18).

Yesus dipanggil “guru” oleh orang tersebut, berarti Yesus bukan Tuhan. Yesus menjawab bahwa “tak seorangpun yagn baik selain dari pada Allah saja”. Jika Yesus itu Tuhan, tentu dia akan berkata bahwa “tak seorangpun yang baik selain daripada Aku.”

<p>• Setiap yang mengaku hanya Tuhan saja yang baik, pasti dia bukan Tuhan.</p>• Yesus mengaku bukan dia yang paling baik, berarti dia bukan Tuhan.

46. Kata Yesus, segala sesuatu adalah mungkin bagi Allah

Yesus memandang mereka dan berkata : “Bagi manusia hal itu tidak mungkin, tetapi bukan demikian bagi Allah. Sebab segala sesuatu adalah mungkin bagi Allah.” (Matius 10:27).

Ayat tersebut bercerita tentang sulitnya orang-orang yang kaya akan masuk ke dalam kerajaan surga. Yesus memberikan perumpamaan bahwa lebih mudah seekor unta untuk masuk ke dalam surga. Karena perumpamaan tersebut tidak dipahami oleh orang yang mendengarnya, maka Yesus berkata “segala sesuatu adalah mungkin bagi Allah.”

Jika Yesus itu Tuhan, tentu dia akan berkata bahwa segala sesuatu mungkin bagi-Ku. Jika Yesus itu Tuhan (Allah), Allah mana lagi yang dia sebutkan itu?

<p>• Setiap yang mengakui keberadaan Allah, pasti bukan Tuhan.</p>• Yesus mengaku keberadaan Allah, berarti dia bukan Allah.

47. Anak Manusia, diolok-olok, diludahi dan dibunuh

Kata-Nya : “Sekarang kita pergi ke Yerusalem dan Anak manusia akan diserahkan kepada imam-imam kepala dan ahli-ahli taurat, dan mereka akan menjatuhi Dia hukuman mati. Dan mereka akan menyerahkan Dia kepada bangsa-bangsa yang tidak mengenal Allah, (34) dan Ia akan diolok-olok, diludahi, disesah dan dibunuh, dan sesudah tiga hari ia akan bangkit.” (Markus 10:33-34).

Pada ayat tersebut, Yesus mengaku dengan jujur bahwa dia adalah Anak Manusia dan dia diludahi, disesah dan akan dijatuhi hukuman mati (dibunuh) dan pada hari yang ketiga, dia akan dibangkitkan oleh Tuhan. Kesimpulannya :

<p>• Setiap yang mengaku sebagai Anak Manusia pasti bukan Tuhan.</p>• Yesus mengaku sebagai Anak Manusia, berarti Yesus bukan Tuhan.<p> </p><p>• Setiap yang dihukum oleh manusia, pasti bukan Tuhan.</p>• Yesus dihukum oleh manusia, berarti Yesus bukan Tuhan.<p> </p><p>• Setiap yang dibunuh manusia, pasti bukan Tuhan.</p>• Yesus dibunuh oleh manusia, berarti Yesus bukan Tuhan.<p> </p><p>• Setiap yang dibangkitkan dari kubur selama tiga hari, pasti bukan Tuhan.</p>• Yesus dibangkitkan dari kubur setelah tiga hari, berarti Yesus bukan Tuhan.

48. Yesus tidak berhak, kecuali Tuhan

Tetapi hal duduk di sebelah kanan-Ku dan di sebelah kiri-Ku, Aku tidak berhak memberikannya. Itu akan diberikan kepada orang-orang bagi siapa itu telah disediakan.” (Markus 10:40)

Ayat tersebut merupakan permohonan dari Yakobus dan Yohanes, anak-anak Zabedeus kepada Yesus agar kelak mati, mereka bisa duduk disebelah kiri dan sebelah kanan Yesus. Tetapi Yesus menjawab dia tidak berhak memberikannya, karena memang itu bukan haknya dia, tetapi hak Tuhannya (Allah).

<p>• Setiap yang tidak punya hak (kuasa) pasti bukan Tuhan.</p>• Yesus tidak punya hak (kuasa), berarti Yesus bukan Tuhan.

Sebab jika Yesus itu Tuhan, tentu dia langsung memberikan keputusan keapda Yakobus dan Yohanes.

<p>• Setiap yang tidak bisa memberikan keputusan, pasti bukan Tuhan</p>• Yesus tidak bisa memberikan keputusan, berarti Yesus bukan Tuhan.

49. Yesus memberikan nyawanya sebagai tebusan

Karena Anak Manusia juga datang bukan untuk dilayani, melainkan untuk melayani dan memberikan nyawa-Nya menjadi tebusan bagi banyak orang.” (Markus 10:45).

Pada ayat tersebut Yesus sendiri yang memberi kesaksian bahwa dia adalah Anak Manusia, yang akan memberikan nyawanya sebagai tebusan bagi banyak orang. Yesus tidak pernah mendakwahkan kemana-mana bahwa dia Anak Tuhan. Karena dia tahu persis bahwa dia hanyalah seorang anak manusia yang dilahirkan oleh ibunya, Maria. Jika Yesus itu Tuhan, tentu dia bisa mengampuni dosa manusia, tanpa harus mengorbankan nyawanya sendiri.

<p>• Setiap yang mengaku sebagai Anak Manusia, pasti bukan Tuhan</p>• Yesus mengaku dia sebagai Anak Manusia, berarti Yesus bukan Tuhan.<p> </p><p>• Setiap yang mati dan menyerahkan nyawanya, pasti bukan Tuhan.</p>• Yesus mati dan menyerahkan nyawanya, berarti Yesus bukan Tuhan<p> </p><p>• Setiap yang mati untuk menebus dosa manusia, pasti bukan Tuhan.</p>• Yesus mati menebus dosa manusia, berarti Yesus bukan Tuhan.

50. Yesus orang Nazaret anak Daud

Ketika didengarnya, bahwa itu adalah Yesus orang Nazaret, mulailah ia berseru: “Yesus, Anak Daud, kasihanilah aku!” (Markus 10:47).

Ayat ini menceritakan seorang buta yang bernama Bartimeus, yang memohon kepada Yesus agar matanya disembuhkan hingga bisa melihat lagi. Bartiemus yang waktu itu hidup sezaman dengan Yesus, mengetahui Yesus bukan Tuhan, tetapi seorang yang berasal dari Nazaret, dan dari keturunan Daud. Makanya Bartimeus tidak memanggil Yesus dengan sebutan “Tuhan”. Sebab Yesus hanyalah anak manusia dan tidak punya zat ketuhanan sedikit pun.

<p>• Setiap orang yang berasal dari Nazaret, pasti bukan Tuhan.</p>• Yesus berasal dari Nazaret, berarti Yesus bukan Tuhan.<p> </p><p>• Setiap orang yang berasal dari keturuann Daud, pasti bukan Tuhan</p>

• Yesus berasal dari keturunan Daud, berarti Yesus itu bukan Tuhan, sebab Tuhan tidak punya keturunan.

51. Yesus suruh mengambil keledai tanpa izin pemiliknya

Ketika Yesus dan murid-muridnya telah dekat Yerusalem, dekat Betfage dan Betania yang terletak di Bukit Zaitun, Yesus menyuruh dua orang murid-Nya: dengan pesan: “Pergilan ke kampung yang didepanmu itu. Pada waktu kamu masuk di situ, kamu akan segera menemukan seekor keledai muda tertambat, yang belum pernah ditunggangi orang. Lepaskan keledai itu dan bawalah kemari. Dan jika ada orang mengatakan kepadamu: Mengapa kamu lakukan itu, Jawablah : Tuhan memerlukannya. Ia akan segera mengembalikannya kesini.” (Markus 11:1-3).

Ayat tersebut memberikan kesan, seolah Yesus bukan orang yang mengajarkan etika dan akhlak yang baik.

Sebab mengambil barang milik orang tanpa minta ijin terlebih dahulu kepada pemiliknya, itu merupakan perbuatan yang tidak terpuji. Juga seolah dia orang terkenal dan berkuasa, maka boleh seenaknya saja mengambil barang orang lain tanpa setahu pemiliknya.

<p>• Setiap yang menyuruh melakukan hal yang tidak terpuji, pasti bukan Tuhan.</p>• Yesus menyuruh melakukan hal tidak terpuji, berarti Yesus bukan Tuhan.

52. Yesus datang atas nama Tuhan

Orang-orang yang berjalan didepan dan mereka yang mengikuti dari belakang berseru :”Hosana! Diberkati Dia yang datang dalam nama Tuhan” (Markus 11:9).

Pada ayat tersebut orang-orang berseru dalam menyambut kedatangan Yesus dengan ucapan “Hosana! Diberkatilah Dia yang datang dalam nama Tuhan….” Hal itu menggambarkan bahwa Yesus itu bukan Tuhan. “Hosana” berarti selamat datang. Tidak mungkin Tuhan datang atas nama Tuhan juga. Tuhan yang mana lagi yang datang, jika Yesus itu sendiri adalah Tuhan?

<p>• Setiap yang diberkati dalam nama Tuhan, pasti bukan Tuhan.</p>• Yesus diberkati dalam nama Tuhan, berarti Yesus bukan Tuhan.<p> </p><p>• Setiap yang datang dalam nama Tuhan pasti bukan Tuhan.</p>• Yesus datang dalam nama Tuhan, berarti Yesus bukan Tuhan.

53. Yesus lapar, tidak tahu musim dan mengutuk pohon ara

Keesokan harinya sesudah Yesus dan kedua belas murid-Nya meninggalkan Betania, Yesus merasa lapar. Dan dari jauh Ia melihat pohon ara yang sudah berdaun. Ia mendekatinya untuk melihat kalau-kalau Ia mendapat sesuatu dari pohon itu. Tetapi waktu Ia tiba di situ, Ia tidak mendapat apa-apa selain daun-daun saja, sebab bukan musim buah ara. Maka kata-Nya kepada pohon itu :”Jangan lagi seorang pun memakan buahmu selama-lamanya?” Dan murid-muridnya pun mendengarnya.” (Markus 11:1214).

Dikisahkan di dalam ayat-ayat tersebut bahwa Yesus merasa lapar, lalu dia mendekati pohon tersebut barangkali ada buahnya untuk dimakan. Ternyata pohon tersebut tidak ada buahnya. Maka dikutuklah pohon tersebut, karena apa yang dia harapkan dari pohon itu ternyata tidak ada. Jika Yesus itu Tuhan, tanpa mendekatpun dia tahu bahwa pohon itu tidak ada buahnya. Dan jika Yesus itu Tuhan, walaupun belum musim buah, dengan kuasanya dia bisa memerintahkan pohon tersebut untuk mengeluarkan buahnya. Dan jika Yesus itu Tuhan, tentu dia bijaksana, tidak perlu mengutuk pohon yang tidak bersalah. Jika Yesus itu Tuhan, berarti pohon ara tersebut adalah mahkluk ciptaannya. Tentu dengan kemahakuasaannya, dia bisa memerintahkan pohon itu mengeluarkan buahnya seketika itu juga, walaupun bukan musim berbuah.

<p>• Setiap yang merasa lapar, pasti bukan Tuhan.</p>• Yesus merasa lapar, berarti Yesus bukan Tuhan.<p> </p><p>• Setiap yang tidak tahu musim berbuah, pasti bukan Tuhan</p>• Yesus tidak tahu musim berbuah, berarti Yesus bukan Tuhan.<p> </p><p>• Setiap yang tidak mengetahui dari jauh pohon itu berbuah, pasti bukan Tuhan.</p>• Yesus tidak mengetahui dari jauh kalau pohon itu berbuah, berarti Yesus bukan Tuhan.<p> </p><p>• Setiap yang tidak bisa memerintahkan pohon mengeluarkan buahnya, pasti bukan Tuhan.</p>• Yesus tidak bisa memerintahkan pohon untuk mengeluarkan buahnya, berarti Yesus bukan Tuhan.

54. Yesus berikan kesaksian bahwa Tuhan itu Esa

Lalu seorang ahli Taurat, yang mendengar Yesus dan orang-orang Saduki bersoal menjawab dan tahu, bahwa Yesus memberi jawab yang tepat kepada mereka itu, datang kepada-Nya dan bertanya: “Hukum apakah yang paling utama?” Jawab Yesus : “Hukum yang terutama ialah : Dengarlah, hai orang Israel, Tuhan Allah kita, Tuhan itu esa.” (Markus 12:28-29).

Dihadapan orang Saduki dan para ahli Taurat, Yesus memberikan kesaksian bahwa Tuhan itu adalah Allah kita yang Esa, Yesus tidak pernah mengatakan bahwa Tuhan itu adalah diri dia sendiri. Dan Yesus tidak sekalipun mengatakan bahwa Tuhan itu punya oknum (Trinitas) tetapi Yesus katakan bahwa Tuhan itu Esa. Esa berarti satu, bukan dua atau tiga Tuhan.

<p>• Setiap yang memberi kesaksian bahwa Tuhan itu adalah Allah yang Esa, berarti dia bukan Tuhan.</p>• Yesus memberikan kesaksian bahwa Tuhan itu adalah Allah yang Esa, berarti dia bukan Tuhan.<p> </p>• Sebab jika dia itu juga adalah Tuhan, berarti Tuhan itu bukan Esa.

55. Yesus tidak tahu kapan kiamat

Tetapi tentang hari atau saat itu tidak seorangpun yang tahu, malaikat-malaikat di sorga tidak, dan Anakpun tidak, hanya Bapa saja.” (Markus 13:32).

Yesus memberikan kesaksian dengan jujur, bahwa tentang kapan datangnya hari kiamat, tidak seorangpun yang tahu, malaikat-malaikat juga tidak ada yang tahu, dia sendiripun tidak tahu, kecuali Allah. Sebagai seorang anak manusia, karena Yesus hanyalah seorang nabi atau rasul, maka sangat wajar jika dia tidak tahu kapan datangnya hari kiamat, karena itu adalah rahasia Tuhan dan hanya Tuhan saja yang mengetahuinya. Dengan demikian dapat kita simpulkan bahwa :

<p>• Setiap yang tidak tahu kapan datangnya hari kiamat, pasti bukan Tuhan.</p>• Yesus tidak tahu kapan datangnya hari kiamat itu, berarti Yesus bukan Tuhan.<p> </p><p>• Setiap yang mengaku bahwa hanya Bapa (Allah-nya) saja yang tahu tentang hari kiamat, pasti bukan Tuhan.</p>• Yesus mengaku hanya Bapa (Allah-nya) sajayang tahu datangnya hari kiamat itu, berarti Yesus bukan Tuhan.

56. Yesus termasuk orang durhaka

Demikian genaplah nas Alkitab yang berbunyi : “Ia akan terhitung di antara orang-orang durhaka.” (Markus 15:28)

Sungguh ironis sekali jika Yesus digolongkan termasuk dari antara orang-orang yang durhaka. Yesus (Nabi Isa as) itu orang mulia, utusan Tuhan, Nabi dan Rasul yang dikasihi Allah, dan dia adalah orang yang suci. Sangat tidak wajar jika penulis Alkitab menempatkan Yesus sebagai bagian dari orang-orang yang durhaka.

Dapat dipastikan, bahwa semua pendeta atau pastur dan misionaris yang paham Alkitab, mereka mengakui bahwa setiap ayat yang di kurung, pasti tidak asli atau ayat tambahan. Bahkan dalam beberapa Alkitab, ayat yang di kurung, seperti itu sudah dihilangkan. Didalam Alkitab, terdapat sekitar 17 (tujuh belas) ayat yang di kurung, yang diakui ayat sisipan atau tidak asli.

<p>• Setiap yang terhitung di antara orang-orang durhaka, pasti bukan Tuhan.</p>• Yesus terhitung di antara orang-orang durhaka, berarti Yesus bukan Tuhan.

Jika penulis Alkitab menempatkan Yesus (Nabi Isa) terhitung diantara orang-orang durhaka, justru Al Qur’an sangat membela Yesus (Nabi Isa) dengan memuliakannya, sebagaimana firman-Nya sebagai berikut :

قَالَ إِنَّمَا أَنَا رَسُولُ رَبِّكِ لأهَبَ لَكِ غُلامًا زَكِيًّا

(Jibril) berkata, “Aku hanyalah utusan Tuhanmu untuk memberikan kepadamu seorang anak laki-laki yang suci.(Qs 19 Maryam :19)

Perlu diketahui, kitab suci Al Qur’an yang umumnya tidak diakui oleh umat Kristiani, justru sangat membela Nabi Isa (Yesus), karena Yesus (Nabi Isa) adalah nabi kami umat Islam juga. Jadi Al Qur’an membela dan mendudukan Nabi Isa as (Yesus) sesuai pada porsinya sebagai hamba Allah yang suci.

57. Kata Malaikat bahwa Yesus adalah orang Nazret

Lalu mereka masuk ke dalam kubur dan mereka melihat seorang muda yang memakai jubah putih duduk disebelah kanan. Mereka pun sangat terkejut, tetapi orang muda (Malaikat) itu berkata kepada mereka: “Jangan takut! Kamu mencari Yesus orang Nazaret, yang disalibkan itu. Ia telah bangkit. Ia tidak ada disini. Lihat! Inilah tempat mereka membaringkan Dia.” (Markus 16:5-6)

Pada ayat tersebut, malaikat memberi kesaksian bahwa Yesus itu adalah orang Nazaret yang telah dibangkitkan Tuhan dari kuburnya. Malaikat saja tahu bahwa Yesus bukan Tuhan, tapi hanyalah manusia biasa yang berasal dari Nazaret. Dan malaikat juga tahu bahwa Yesus itu dibangkitkan oleh Tuhan dari kuburnya. Ini membuktikan, Yesus itu bukan Tuhan.

<p>• Siapapun orang yang berasal dari Nazaret, pasti dia itu adalah manusia, dan bukan Tuhan.</p>• Yesus orang dari Nazaret, berarti Yesus itu orang, bukan Tuhan.<p> </p><p>• Setiap yang dibangkitkan Tuhan dari kuburnya, pasti bukan Tuhan.</p>• Yesus dibangkitkan oleh Tuhan dari kuburnya, berarti Yesus bukan Tuhan.

Jika Yesus itu Tuhan, Tuhan yang mana lagi yang membangkitkan dirinya dari kubur?

58. Yesus duduk disebelah kanan Allah

Sesudah Tuhan Yesus berbicara demikian kepada mereka, terangkatlah Ia ke sorga, lalu duduk disebelah kanan Allah.” (Markus 16:19).

Penulis Alkitab menulis bahwa Yesus terangkat ke sorga lalu duduk disebelah kanan Allah. Terangkatnya Yesus ke sorga, bukan berarti bahwa dengan kekuatannya sendiri lalu dia naik dan terbang atau melayang ke langit, lalu duduk disebelah kanannya Allah. Yang mengangkat beliau (Yesus/Nabi Isa as) ke langit adalah Allah itu sendiri. Dengan demikian dapat disimpulkan sebagai berikut :

<p>• Setiap yang diangkat ke surga, pasti yang mengangkatnya, yaitu Tuhan.</p>• Yesus di angkat ke surga oleh Tuhan, berarti Yesus bukan Tuhan.<p> </p><p>• Setiap yang duduk disebelah kanan Tuhan, pasti bukan Tuhan,</p>• Yesus duduk di sebelah kanan Tuhan, berarti Yesus bukan Tuhan.

Jika Yesus itu Tuhan, dan kemudian dia duduk di sebelah kanannya Tuhan, kalau begitu siapa yang disebelah kirinya itu, Tuhan juga?

59. Maria mengandung kemudian melahirkan Yesus

Sesungguhnya engkau akan mengandung dan akan melahirkan seorang anak laki-laki dan hendaklah engaku menamai Dia Yesus.” (Lukas 1:31).

Injil Lukas juga berbicara tentang nubuat Yesus yang akan dikandung dan dilahirkan oleh wanita. Tuhan menubuatkan kelahirannya Yesus melalui kandungan seorang wanita yang bernama Maria. Yang namanya dikandung dan dilahirkan oleh wanita, pasti dia itu makhluk ciptaan-Nya seorang anak manusia, bukan Tuhan. Tidak mungkin jika Tuhan yang menubuatkan akan dilahirkan sendiri menjadi manusia yang berproses selama lebih kurang sembilan bulan.

<p>• Setiap yang dikandung dan dilahirkan oleh wanita, pastilah manusia, bukan Tuhan.</p>• Yesus dikandung dan dilahirkan oleh manusia, berarti Yesus bukan Tuhan.

Nubuat kelahiran Yesus yang lahir dari Ruh Kudus, juga diceritakan dalam Qs 19:19 seperti yang telah kami kemukakan diatas tadi.

Al Qur’an menyebutkan bahwa penciptaan Nabi Isa (Yesus) sama seperti penciptaan Nabi Adam sebagaimana dinyatakan pada Qs 3 Ali Imran 59 berikut ini :

إِنَّ مَثَلَ عِيسَى عِنْدَ اللَّهِ كَمَثَلِ آدَمَ خَلَقَهُ مِنْ تُرَابٍ ثُمَّ قَالَ لَهُ كُنْ فَيَكُونُ

Sesungguhnya perbandingan (kejadian) Isa di sisi Allah adalah seperti (kejadian) Adam. Allah menciptakan Adam dari tanah, kemudian Allah berfirman kepadanya, “Jadilah” maka jadilah dia.(Qs 3 Ali Imran :59)

Dari ayat tersebut dapat kita simpulkan bahwa :

<p>• Setiap yang dijadikan oleh Tuhan, pasti bukan Tuhan.</p>• Yesus dijadikan oleh Tuhan, berarti Yesus bukan Tuhan.

60. Yesus lahir di kota nabi Daud

Hari ini telah lahir bagimu Juruselamat yaitu Kristus, Tuhan, di kota Daud.” (Lukas 2:11)

Ayat tersebut adalah ucapan dari Malaikat di padang kepada para gembala ternak, yang mengabarkan bahwa pada hari itu telah lahir telah dilahirkan seorang juruselamat yang bernama Kristus, Tuhan, di kota Daud.

<p>• Siapa saja yang dilahirkan di kota Daud, pasti bukan Tuhan.</p>• Yesus dilahirkan di Kota Daud, berarti Yesus bukan Tuhan.

Rasanya ayat tersebut (Lukas 2:11) tadi, janggal sekali, sebab bagaimana mungkin Malaikat bisa mengatakan telah lahir Kristus, Tuhan. Dalam berbagai terjemahan Alkitab yang berbahasa Inggris, Yesus itu diterjemahkan dengan kata Lord, sementara Tuhan (Allah) diterjemahkan dengan kata God. Sebenarnya dalam kamus bahasa Inggris, kata Lord berarti Tuan, bukan Tuhan! Dalam pengertian apa pun kata “Tuan” tidak sama dengan kata “Tuhan”. Contoh dalam berbagai Alkitab versi bahasa Inggris ayat tersebut berbunyi sebagai berikut :

Alkitab King James Version

For unto you is born this day in the city of David a Savior, which is Christ the Lord.

Alkitab today’s English Version.

This very day in David’s town your Savior was born-Christ the Lord!

Alkitab Contemporary English Version.

This very day in King David’s hometown a Savior was born for you. He is Christ the Lord.

Alkitab Revised Standard Version

For to you is born this day in the city of David a Savior, who is Christ the Lord.

Alkitab the Reader’s Digest Bible

For to you is born this day in the city of David a Savior, who is Christ the Lord.

Dari kelima versi Alkitab bahasa Inggris ini, semuanya menyebut yesus dengan kata “Christ the Lord,” bukan “Christ the God.” Lord (tuan) sedangkan God (Tuhan).

51. Yesus suruh mengambil keledai tanpa izin pemiliknya

“Ketika Yesus dan murid-muridnya telah dekat Yerusalem, dekat Betfage dan Betania yang terletak di Bukit Zaitun, Yesus menyuruh dua orang murid-Nya: dengan pesan: “Pergilan ke kampung yang didepanmu itu. Pada waktu kamu masuk di situ, kamu akan segera menemukan seekor keledai muda tertambat, yang belum pernah ditunggangi orang. Lepaskan keledai itu dan bawalah kemari. Dan jika ada orang mengatakan kepadamu: Mengapa kamu lakukan itu, Jawablah : Tuhan memerlukannya. Ia akan segera mengembalikannya kesini.” (Markus 11:1-3).

Ayat tersebut memberikan kesan, seolah Yesus bukan orang yang mengajarkan etika dan akhlak yang baik.

Sebab mengambil barang milik orang tanpa minta ijin terlebih dahulu kepada pemiliknya, itu merupakan perbuatan yang tidak terpuji. Juga seolah dia orang terkenal dan berkuasa, maka boleh seenaknya saja mengambil barang orang lain tanpa setahu pemiliknya.

• Setiap yang menyuruh melakukan hal yang tidak terpuji, pasti bukan Tuhan.
• Yesus menyuruh melakukan hal tidak terpuji, berarti Yesus bukan Tuhan.

52. Yesus datang atas nama Tuhan

“Orang-orang yang berjalan didepan dan mereka yang mengikuti dari belakang berseru :”Hosana! Diberkati Dia yang datang dalam nama Tuhan” (Markus 11:9).

Pada ayat tersebut orang-orang berseru dalam menyambut kedatangan Yesus dengan ucapan “Hosana! Diberkatilah Dia yang datang dalam nama Tuhan….” Hal itu menggambarkan bahwa Yesus itu bukan Tuhan. “Hosana” berarti selamat datang. Tidak mungkin Tuhan datang atas nama Tuhan juga. Tuhan yang mana lagi yang datang, jika Yesus itu sendiri adalah Tuhan?

• Setiap yang diberkati dalam nama Tuhan, pasti bukan Tuhan.
• Yesus diberkati dalam nama Tuhan, berarti Yesus bukan Tuhan.

• Setiap yang datang dalam nama Tuhan pasti bukan Tuhan.
• Yesus datang dalam nama Tuhan, berarti Yesus bukan Tuhan.

53. Yesus lapar, tidak tahu musim dan mengutuk pohon ara

“Keesokan harinya sesudah Yesus dan kedua belas murid-Nya meninggalkan Betania, Yesus merasa lapar. Dan dari jauh Ia melihat pohon ara yang sudah berdaun. Ia mendekatinya untuk melihat kalau-kalau Ia mendapat sesuatu dari pohon itu. Tetapi waktu Ia tiba di situ, Ia tidak mendapat apa-apa selain daun-daun saja, sebab bukan musim buah ara. Maka kata-Nya kepada pohon itu :”Jangan lagi seorang pun memakan buahmu selama-lamanya?” Dan murid-muridnya pun mendengarnya.” (Markus 11:1214).

Dikisahkan di dalam ayat-ayat tersebut bahwa Yesus merasa lapar, lalu dia mendekati pohon tersebut barangkali ada buahnya untuk dimakan. Ternyata pohon tersebut tidak ada buahnya. Maka dikutuklah pohon tersebut, karena apa yang dia harapkan dari pohon itu ternyata tidak ada. Jika Yesus itu Tuhan, tanpa mendekatpun dia tahu bahwa pohon itu tidak ada buahnya. Dan jika Yesus itu Tuhan, walaupun belum musim buah, dengan kuasanya dia bisa memerintahkan pohon tersebut untuk mengeluarkan buahnya. Dan jika Yesus itu Tuhan, tentu dia bijaksana, tidak perlu mengutuk pohon yang tidak bersalah. Jika Yesus itu Tuhan, berarti pohon ara tersebut adalah mahkluk ciptaannya. Tentu dengan kemahakuasaannya, dia bisa memerintahkan pohon itu mengeluarkan buahnya seketika itu juga, walaupun bukan musim berbuah.

• Setiap yang merasa lapar, pasti bukan Tuhan.
• Yesus merasa lapar, berarti Yesus bukan Tuhan.

• Setiap yang tidak tahu musim berbuah, pasti bukan Tuhan
• Yesus tidak tahu musim berbuah, berarti Yesus bukan Tuhan.

• Setiap yang tidak mengetahui dari jauh pohon itu berbuah, pasti bukan Tuhan.
• Yesus tidak mengetahui dari jauh kalau pohon itu berbuah, berarti Yesus bukan Tuhan.

• Setiap yang tidak bisa memerintahkan pohon mengeluarkan buahnya, pasti bukan Tuhan.
• Yesus tidak bisa memerintahkan pohon untuk mengeluarkan buahnya, berarti Yesus bukan Tuhan.

54. Yesus berikan kesaksian bahwa Tuhan itu Esa

“Lalu seorang ahli Taurat, yang mendengar Yesus dan orang-orang Saduki bersoal menjawab dan tahu, bahwa Yesus memberi jawab yang tepat kepada mereka itu, datang kepada-Nya dan bertanya: “Hukum apakah yang paling utama?” Jawab Yesus : “Hukum yang terutama ialah : Dengarlah, hai orang Israel, Tuhan Allah kita, Tuhan itu esa.” (Markus 12:28-29).

Dihadapan orang Saduki dan para ahli Taurat, Yesus memberikan kesaksian bahwa Tuhan itu adalah Allah kita yang Esa, Yesus tidak pernah mengatakan bahwa Tuhan itu adalah diri dia sendiri. Dan Yesus tidak sekalipun mengatakan bahwa Tuhan itu punya oknum (Trinitas) tetapi Yesus katakan bahwa Tuhan itu Esa. Esa berarti satu, bukan dua atau tiga Tuhan.

• Setiap yang memberi kesaksian bahwa Tuhan itu adalah Allah yang Esa, berarti dia bukan Tuhan.
• Yesus memberikan kesaksian bahwa Tuhan itu adalah Allah yang Esa, berarti dia bukan Tuhan.

• Sebab jika dia itu juga adalah Tuhan, berarti Tuhan itu bukan Esa.

55. Yesus tidak tahu kapan kiamat

“Tetapi tentang hari atau saat itu tidak seorangpun yang tahu, malaikat-malaikat di sorga tidak, dan Anakpun tidak, hanya Bapa saja.” (Markus 13:32).

Yesus memberikan kesaksian dengan jujur, bahwa tentang kapan datangnya hari kiamat, tidak seorangpun yang tahu, malaikat-malaikat juga tidak ada yang tahu, dia sendiripun tidak tahu, kecuali Allah. Sebagai seorang anak manusia, karena Yesus hanyalah seorang nabi atau rasul, maka sangat wajar jika dia tidak tahu kapan datangnya hari kiamat, karena itu adalah rahasia Tuhan dan hanya Tuhan saja yang mengetahuinya. Dengan demikian dapat kita simpulkan bahwa :

• Setiap yang tidak tahu kapan datangnya hari kiamat, pasti bukan Tuhan.
• Yesus tidak tahu kapan datangnya hari kiamat itu, berarti Yesus bukan Tuhan.

• Setiap yang mengaku bahwa hanya Bapa (Allah-nya) saja yang tahu tentang hari kiamat, pasti bukan Tuhan.
• Yesus mengaku hanya Bapa (Allah-nya) sajayang tahu datangnya hari kiamat itu, berarti Yesus bukan Tuhan.

56. Yesus termasuk orang durhaka

“Demikian genaplah nas Alkitab yang berbunyi : “Ia akan terhitung di antara orang-orang durhaka.” (Markus 15:28)

Sungguh ironis sekali jika Yesus digolongkan termasuk dari antara orang-orang yang durhaka. Yesus (Nabi Isa as) itu orang mulia, utusan Tuhan, Nabi dan Rasul yang dikasihi Allah, dan dia adalah orang yang suci. Sangat tidak wajar jika penulis Alkitab menempatkan Yesus sebagai bagian dari orang-orang yang durhaka.

Dapat dipastikan, bahwa semua pendeta atau pastur dan misionaris yang paham Alkitab, mereka mengakui bahwa setiap ayat yang di kurung, pasti tidak asli atau ayat tambahan. Bahkan dalam beberapa Alkitab, ayat yang di kurung, seperti itu sudah dihilangkan. Didalam Alkitab, terdapat sekitar 17 (tujuh belas) ayat yang di kurung, yang diakui ayat sisipan atau tidak asli.

• Setiap yang terhitung di antara orang-orang durhaka, pasti bukan Tuhan.
• Yesus terhitung di antara orang-orang durhaka, berarti Yesus bukan Tuhan.

Jika penulis Alkitab menempatkan Yesus (Nabi Isa) terhitung diantara orang-orang durhaka, justru Al Qur’an sangat membela Yesus (Nabi Isa) dengan memuliakannya, sebagaimana firman-Nya sebagai berikut :

قَالَ إِنَّمَا أَنَا رَسُولُ رَبِّكِ لأهَبَ لَكِ غُلامًا زَكِيًّا

“(Jibril) berkata, “Aku hanyalah utusan Tuhanmu untuk memberikan kepadamu seorang anak laki-laki yang suci.” (Qs 19 Maryam :19)

Perlu diketahui, kitab suci Al Qur’an yang umumnya tidak diakui oleh umat Kristiani, justru sangat membela Nabi Isa (Yesus), karena Yesus (Nabi Isa) adalah nabi kami umat Islam juga. Jadi Al Qur’an membela dan mendudukan Nabi Isa as (Yesus) sesuai pada porsinya sebagai hamba Allah yang suci.

57. Kata Malaikat bahwa Yesus adalah orang Nazret

“Lalu mereka masuk ke dalam kubur dan mereka melihat seorang muda yang memakai jubah putih duduk disebelah kanan. Mereka pun sangat terkejut, tetapi orang muda (Malaikat) itu berkata kepada mereka: “Jangan takut! Kamu mencari Yesus orang Nazaret, yang disalibkan itu. Ia telah bangkit. Ia tidak ada disini. Lihat! Inilah tempat mereka membaringkan Dia.” (Markus 16:5-6)

Pada ayat tersebut, malaikat memberi kesaksian bahwa Yesus itu adalah orang Nazaret yang telah dibangkitkan Tuhan dari kuburnya. Malaikat saja tahu bahwa Yesus bukan Tuhan, tapi hanyalah manusia biasa yang berasal dari Nazaret. Dan malaikat juga tahu bahwa Yesus itu dibangkitkan oleh Tuhan dari kuburnya. Ini membuktikan, Yesus itu bukan Tuhan.

• Siapapun orang yang berasal dari Nazaret, pasti dia itu adalah manusia, dan bukan Tuhan.
• Yesus orang dari Nazaret, berarti Yesus itu orang, bukan Tuhan.

• Setiap yang dibangkitkan Tuhan dari kuburnya, pasti bukan Tuhan.
• Yesus dibangkitkan oleh Tuhan dari kuburnya, berarti Yesus bukan Tuhan.

Jika Yesus itu Tuhan, Tuhan yang mana lagi yang membangkitkan dirinya dari kubur?

58. Yesus duduk disebelah kanan Allah

“Sesudah Tuhan Yesus berbicara demikian kepada mereka, terangkatlah Ia ke sorga, lalu duduk disebelah kanan Allah.” (Markus 16:19).

Penulis Alkitab menulis bahwa Yesus terangkat ke sorga lalu duduk disebelah kanan Allah. Terangkatnya Yesus ke sorga, bukan berarti bahwa dengan kekuatannya sendiri lalu dia naik dan terbang atau melayang ke langit, lalu duduk disebelah kanannya Allah. Yang mengangkat beliau (Yesus/Nabi Isa as) ke langit adalah Allah itu sendiri. Dengan demikian dapat disimpulkan sebagai berikut :

• Setiap yang diangkat ke surga, pasti yang mengangkatnya, yaitu Tuhan.
• Yesus di angkat ke surga oleh Tuhan, berarti Yesus bukan Tuhan.

• Setiap yang duduk disebelah kanan Tuhan, pasti bukan Tuhan,
• Yesus duduk di sebelah kanan Tuhan, berarti Yesus bukan Tuhan.

Jika Yesus itu Tuhan, dan kemudian dia duduk di sebelah kanannya Tuhan, kalau begitu siapa yang disebelah kirinya itu, Tuhan juga?

59. Maria mengandung kemudian melahirkan Yesus

“Sesungguhnya engkau akan mengandung dan akan melahirkan seorang anak laki-laki dan hendaklah engaku menamai Dia Yesus.” (Lukas 1:31).

Injil Lukas juga berbicara tentang nubuat Yesus yang akan dikandung dan dilahirkan oleh wanita. Tuhan menubuatkan kelahirannya Yesus melalui kandungan seorang wanita yang bernama Maria. Yang namanya dikandung dan dilahirkan oleh wanita, pasti dia itu makhluk ciptaan-Nya seorang anak manusia, bukan Tuhan. Tidak mungkin jika Tuhan yang menubuatkan akan dilahirkan sendiri menjadi manusia yang berproses selama lebih kurang sembilan bulan.

• Setiap yang dikandung dan dilahirkan oleh wanita, pastilah manusia, bukan Tuhan.
• Yesus dikandung dan dilahirkan oleh manusia, berarti Yesus bukan Tuhan.

Nubuat kelahiran Yesus yang lahir dari Ruh Kudus, juga diceritakan dalam Qs 19:19 seperti yang telah kami kemukakan diatas tadi.

Al Qur’an menyebutkan bahwa penciptaan Nabi Isa (Yesus) sama seperti penciptaan Nabi Adam sebagaimana dinyatakan pada Qs 3 Ali Imran 59 berikut ini :

إِنَّ مَثَلَ عِيسَى عِنْدَ اللَّهِ كَمَثَلِ آدَمَ خَلَقَهُ مِنْ تُرَابٍ ثُمَّ قَالَ لَهُ كُنْ فَيَكُونُ

“Sesungguhnya perbandingan (kejadian) Isa di sisi Allah adalah seperti (kejadian) Adam. Allah menciptakan Adam dari tanah, kemudian Allah berfirman kepadanya, “Jadilah” maka jadilah dia.” (Qs 3 Ali Imran :59)

Dari ayat tersebut dapat kita simpulkan bahwa :

• Setiap yang dijadikan oleh Tuhan, pasti bukan Tuhan.
• Yesus dijadikan oleh Tuhan, berarti Yesus bukan Tuhan.

60. Yesus lahir di kota nabi Daud

“Hari ini telah lahir bagimu Juruselamat yaitu Kristus, Tuhan, di kota Daud.” (Lukas 2:11)

Ayat tersebut adalah ucapan dari Malaikat di padang kepada para gembala ternak, yang mengabarkan bahwa pada hari itu telah lahir telah dilahirkan seorang juruselamat yang bernama Kristus, Tuhan, di kota Daud.

• Siapa saja yang dilahirkan di kota Daud, pasti bukan Tuhan.
• Yesus dilahirkan di Kota Daud, berarti Yesus bukan Tuhan.

Rasanya ayat tersebut (Lukas 2:11) tadi, janggal sekali, sebab bagaimana mungkin Malaikat bisa mengatakan telah lahir Kristus, Tuhan. Dalam berbagai terjemahan Alkitab yang berbahasa Inggris, Yesus itu diterjemahkan dengan kata Lord, sementara Tuhan (Allah) diterjemahkan dengan kata God. Sebenarnya dalam kamus bahasa Inggris, kata Lord berarti Tuan, bukan Tuhan! Dalam pengertian apa pun kata “Tuan” tidak sama dengan kata “Tuhan”. Contoh dalam berbagai Alkitab versi bahasa Inggris ayat tersebut berbunyi sebagai berikut :

Alkitab King James Version
“For unto you is born this day in the city of David a Savior, which is Christ the Lord.”

Alkitab today’s English Version.
“This very day in David’s town your Savior was born-Christ the Lord!”

Alkitab Contemporary English Version.
“This very day in King David’s hometown a Savior was born for you. He is Christ the Lord.”

Alkitab Revised Standard Version
“For to you is born this day in the city of David a Savior, who is Christ the Lord.”

Alkitab the Reader’s Digest Bible
“For to you is born this day in the city of David a Savior, who is Christ the Lord.”

Dari kelima versi Alkitab bahasa Inggris ini, semuanya menyebut yesus dengan kata “Christ the Lord,” bukan “Christ the God.” Lord (tuan) sedangkan God (Tuhan).

61. Yesus mempunyai orang tua

“Tiap-tiap tahun orang tua Yesus pergi ke Yerusalem pada hari raya Paskah. Ketika Yesus telah berumur dua belas tahun pergilah mereka ke Yerusalem seperti yang lazim pada hari raya itu.” (Lukas 2:42)

Ayat tersebut menceritakan bagaimana Yesus yang masih anak-anak setiap tahun dibawa oleh orang tuanya ke Yerusalem untuk merayakan Paskah. Ketika itu Yesus baru berumur dua belas tahun. Jika Yesus itu Tuhan, tentu kedua orang tuanya yang lebih mengetahuinya daripada para penulis Injil. Tetapi kedua orang tuanya tidak pernah mengatakan atau memberi kesaksian bahwa anak mereka adalah Tuhan. Bahkan sampai keduaorangtuanya mati, tidak sekalipun mereka mengatakan bahwa anak mereka itu adalah Tuhan yang harus disembah oleh umat manusia.

• Setiap yang mempunyai orang tua, pasti bukan Tuhan.
• Yesus mempunyai orang tua, berarti Yesus bukan Tuhan.

• Setiap yang diasuh oleh orangtuanya, pasti bukan Tuhan.
• Yesus diasuh oleh kedua orangtuanya, berarti Yesus bukan Tuhan.

• Setiap yang pernah berumur 12 tahun, pasti bukan Tuhan.
• Yesus berumur 12 tahun, berarti Yesus bukan Tuhan. Sebab Tuhan tidak mengenal umur atau usia.

62. Yesus dikhitan atau disunat

“Dan ketika genap delapan hari dan ia harus disunatkan, ia diberi nama Yesus, yaitu nama yang disebut oleh malaikat sebelum ia dikandung ibu-Nya.” (Lukas 2:21).

Orang yang paling mengetahui siapa sebenarnya anaknya adalah orangtuanya sendiri, apalagi ibunya yang melahirkannya. Belum pernah terbesit dalam mulut ibunya (Maryam) mengatakan atau memberikan kesaksian kepada umat manusia saat itu, bahwa anaknya yang dia lahirkan itu bernama Yesus adalah Tuhan atau Allah itu sendiri yang menjelma jadi manusia. Ibu dan bapaknya menyunatkan Yesus tepat pada hari ke delapan sesuai dengan firman Allah kepada mereka yaitu dalam kitab Kejadian 17:12 yang berbunyi :

“Anak yang berumur delapan hari haruslah disunat, yakni setiap laki-laki di antara kamu, turun temurun ….”

Jika Yesus itu Tuhan, apakah Tuhan perlu bersunat? Karena Yesus itu manusia, maka dia wajib bersunat, mengikuti perintah Tuhan.

• Setiap yang bersunat, karena mengikuti perintah Tuhan, pasti bukan Tuhan.
• Yesus disunat karena mengikuti perintah Tuhan, berarti Yesus bukan Tuhan.

• Setiap yang dikandung oleh ibunya, pasti bukan Tuhan.
• Yesus dikandung oleh ibunya, berarti Yesus bukan Tuhan.

63. Yesus diserahkan kepada Tuhan

“Dan ketika genap waktu pentahiran, menurut hukum Taurat Musa, mereka membawa Dia ke Yerusalem untuk menyerahkannya kepada Tuhan, seperti ada tertulis dalam hokum Tuhan: “Semua anak laki-laki sulung harus dikuduskan bagi Allah.” (Lukas 2:22-23).

Menurut Alkitab setiap anak lak-laki harus ditahirkan (disucikan) menurut Hukum Taurat Musa, termasuk Yesus harus mengikuti hokum taurat Musa untuk disucikan dan dikuduskan oleh Tuhan. Jika Yesus itu Tuhan, apakah perlu Tuhan harus disucikan dan dikuduskan lagi? Jika Yesus itu Tuhan, berarti dia sendiri Yang Maha Suci dan Maha Kudus bukan? Timbul pertanyaan, apakah Tuhan perlu disucikan dan dikuduskan lagi oleh Tuhan??

• Setiap yang diserahkan untuk ditahirkan (disucikan) kepada Tuhan, pasti bukan Tuhan.
• Yesus diserahkan untuk ditahirkan (disucikan) kepada Tuhan, berarti Yesus bukan Tuhan.

• Setiap yang dikuduskan oleh Tuhan, pasti bukan Tuhan.
• Yesus dikuduskan oleh Tuhan, berarti Yesus bukan Tuhan.

64. Yesus dipanggil “Anak” oleh kedua orang tuanya

“Dan ketika orang tuanya melihat dia, tercenganglah mereka, lalau kata ibunya kepadanya: “Nak, mengapa kamu berbuat demikian terhadap kami? Bapakmu dan aku cemas mencari Engkau.” (Lukas 2:48).

Seperti sudah dijelaskan pada ayat-ayat sebelumnya, bahwa yang paling mengetahui siapa anaknya, adalah ibunya yang melahirkan dia. Ibu bapaknya memanggil Yesus dengan sebutan “nak”, berarti Yesus itu adalah anak mereka, anak manusia, bukan Tuhan! Sangat tidak masuk akal jika Tuhan punya orang tua, ibu dan ayah. Buktinya tidak ada satu ayatpun dalam Alkitab, dimana ibunya dan bapaknya pernah menyembah kepada Yesus anaknya sebagai Tuhan atau Allah itu sendiri. Dan tidak sekalipun ibu bapaknya memberikan kesaksian kepada umat manusia pada saat itu, bahwa anaknya yang bernama Yesus adalah Allah atau Tuhan semesta alam yang harus disembah oleh semua manusia, karena dia adalah Tuhan yang menjelma menjadi manusia, tidak pernah! Jika ibu bapaknya pernah mengatakan bahwa anak yang dilahirkan itu bernama Tuhan, tentu para penulis injil akan mengabadikannya dalam injil.

• Setiap yang punya orang tua, pasti bukan Tuhan.
• Yesus punya orang tua, berarti Yesus bukan Tuhan.

• Setiap orang yang dipanggil “anak”, pasti bukan Tuhan.
• Yesus dipanggil “anak”, berarti Yesus bukan Tuhan.

65. Yesus diasuh ibunya dan semakin besar dan semakin dikasihi Allah

“Lalu Ia pulang bersama-sama dengan mereka ke Nazaret; dan ia tetap hidup dalam asuhan mereka. Dan ibu-Nya menyimpan semua perkara di dalam hatinya. (52) dan Yesus makin bertambah besar dan bertambah hikmatNya dan besar-Nya, dan makin dikasihi oleh Allah dan manusia.” (Lukas 2:51-52)

Ayat tersebut mengisahkan tentang perbuatan Yesus ketika dia berumur dua belas tahun sudah mulai berdakwah. Karena Yesus sering pergi tanpa setahu orang tuanya, maka cemaslah orang tuanya mencari-cari dia. Setelah ditemukan, mereka membawa pulang anak itu yang masih berumur dua belas tahun yaitu Yesus. Yesus diasuh oleh orang tuanya dan semakin bertambah besar dan semakin dikasihi oleh Tuhan. Jika Yesus itu Tuhan, bagaimana mungkin Tuhan sejak dilahirkan sampai dewasa diasuh oleh manusia selama puluhan tahun. Jika Yesus itu Tuhan, maka orang pertama yang paling tahu, adalah ibunya yang mengandung, melahirkan dan merawatnya.

• Setiap yang diasuh oleh ibunya, pasti bukan Tuhan.
• Yesus diasuh oleh ibunya, berarti Yesus bukan Tuhan.

• Setiap yang tumbuh semakin besar, pasti bukan Tuhan.
• Yesus tumbuh semakin besar, berarti Yesus bukan Tuhan.

• Setiap yang semakin dikasihi oleh Tuhan, pasti bukan Tahun.
• Yesus semakin dikasihi oleh Tuhan, berarti Yesus bukan Tuhan.

66. Yesus memulai pekerjaannya pada usia 30 tahun

“Ketika yesus memulai pekerjaan-Nya, Ia berumur kira-kira tiga puluh tahun dan menurut anggapan orang, Ia adalah anak Yusuf, anak Eli.” (Lukas 3:23).

Ayat tersebut menceritakan tentang silsilah Yesus yang memulai pekerjaannya ketika dia berumur kira-kira tiga puluh tahun. Jika Yesus itu Tuhan, bagaimana mungkin Tuhan baru memulai bekerja ketika berumur kira-kira tiga puluh tahun??

Tentu menjadi pertanyaan, sebelum berumur tiga puluh tahun, apa saja yang dia kerjakan? Di dalam Alkitab disebutkan bahwa Yesus mulai berdakwah pada usia dua belas tahun dan selama 17 (tujuh belas) tahun hilang riwayat-Nya dalam Alkitab. Dan baru pada usia tiga puluh tahun muncul memulai pekerjaannya.

Lebih aneh lagi bagaiman penulis Alkitab menulis “menurut anggapan orang” ia adalah anak Yusuf, anak Eli …” Sangat tidak masuk akal jika ayat tersebut adalah firman Tuhan. Jika firman Tuhan, tentu tidak perlu Tuhan memberikan wahyunya berdasarkan “menuru anggapan orang”.

• Setiap yang memulai pekerjaannya pada usia 30 tahun, pasti bukan Tuhan.
• Yesus memulai pekerjaannya pada usia 30 tahun, berarti Yesus bukan Tuhan.

• Setiap yang hanya “menurut anggapan orang”, pasti bukan Tuhan.
• Yesus dikatakan “menurut anggapan orang” berarti Yesus bukan Tuhan.

67. Yesus dibawa Roh Kudus ke padang gurun untuk dicobai iblis

“Yesus yang penuh dengan Roh Kudus, kembali dari sungai Yordan, lalu dibawa oleh Roh Kudus ke padang gurun. Di situ ia tinggal empat puluh hari empat lamanya dan dicobai iblis. Selama disitu ia tidak makan apa-apa dan sesudah waktu itu ia lapar. (Matius 4:1-2)

Dikisahkan dalam ayat-ayat tersebut bahwa Yesus dibawa oleh Roh Kudus ke padang gurun untuk dicobai Iblis. Selama dicoba, Yesus berpuasa empat puluh hari tidak makan dan tidak minum, setelah itu barulah Yesus merasa lapar. Jika Yesus itu Tuhan dan Roh Kudus itupun Tuhan juga, berarti Tuhan dibawa oleh Tuhan. Yang lebih aneh lagi, yaitu Tuhan kok dicobai Iblis. Mestinya Tuhan mencobai Iblis, bukan sebaliknya. Dan jika Yesus itu Tuhan, mustahil merasakan lapar.

• Setiap yang dibawa Roh Kudus, pasti bukan Tuhan.
• Yesus dibawa oleh Roh Kudus, berarti Yesus bukan Tuhan

• Setiap yang dicoba oleh Iblis, pasti bukan Tuhan.
• Yesus dicobai oleh Iblis, berarti Yesus bukan Tuhan.

• Setiap yang merasakan lapar, pasti bukan Tuhan
• Yesus merasa lapar, berarti Yesus bukan Tuhan.

68. Roh Tuhan ada pada Yesus yang mengaku sebagai Utusan Tuhan

“Roh Tuhan ada pada-Ku, oleh sebab Ia telah mengurapi Aku, untuk menyampaikan kabar baik kepada orang-orang miskin, dan Ia telah mengutus Aku.” (Lukas 4:18).

Ayat ini seperti ucapan Yesus sendiri yang mengatakan bahwa Roh Tuhan ada dalam dirinya dan katanya Tuhan telah mengurapinya. Padahal ayat tersebut sebenarnya bukan ucapan Yesus, tetapi tulisan yang dibacakan dalam kitab Nabi Yesaya 61:1 yang sebenarnya bukan ditujukan kepada dirinya. Perhatikan bunyi kitab Yesaya 61:1 sebagai berikut :

“Roh Tuhan Allah adau padaku, oleh karena Tuhan telah mengurapi Aku; Ia telah mengutus aku untuk menyampaikan kabar baik kepada orang-orang sengsara, dan merawat orang-orang yang remuk hati, untuk memberitakan pembebasan kepada orang-orang tawanan, dan kepada orang-orang yang terkurung kelepasan dari penjara …..

Kata-kata “padaku” dan “Aku” dalam injil Lukas 4:18 pakai huruf capital, adalah kata ganti untuk pribadi Yesus. Sementara kata-kata “padaku” dan aku dalam kitab Yesaya 61:1 memakai huruf kecil, adalah bukan ditujukan kepada Yesus, karena saat itu Yesus belum lahir.

Seandainya injil Lukas 4:18 tersebut ditujukan kepada Yesus, kesimpulannya adalah sebagai berikut :

• Setiap yang diberi Roh oleh Tuhan, pasti bukan Tuhan.
• Yesus diberi Roh oleh Tuhan, berarti Yesus bukan Tuhan.

• Setiap diurapi oleh Tuhan, pasti bukan Tuhan.
• Yesus diurapi oleh Tuhan, pasti bukan Tuhan.

• Setiap yang diutus oleh Tuhan, pasti bukan Tuhan
• Yesus diutus oleh Tuhan, berarti Yesus bukan Tuhan.

69. Yesus orang Nazaret yang kudus dari Allah

“Di dalam rumah ibadat itu ada seorang yang kerasukan setan dan ia berteriak dengan suara keras:”Hai Engkau, Yesus orang nazaret, apa urusan-Mu dengan kami? Engkau datang hendak membinasakan kami? Aku tahu siapa Engkau: Yang Kudus dari Allah.” (Lukas 4:33-34)

Manusia jaman dahulu yang hidup se zaman dengan yesus, tahu bahwa yesus bukan Tuhan. Orang yang kerasukan setanpun tahu bahwa Yesus bukan Tuhan, melainkan dia adalah orang yang berasal dari Nazaret dan orang kudus yang datang (diutus) oleh Allah. Jika mereka tahu Yesus adalah Tuhan, tentu teriakan mereka berbunyi, “Hai Engkau Tuhan, Engkau adalah Tuhan kami.”

• Setiap orang berasal dari Nazaret, pasti bukan Tuhan.
• Yesus berasal dari Nazaret, berarti Yesus bukan Tuhan.

• Setiap orang kudus yang datang dari Tuhan, pasti bukan Tuhan
• Yesus orang kudus yang datang dari Tuhan, berarti Yesus bukan Tuhan.

70. Yesus bersama ibu dan saudara kandungnya

“Ibu dan saudara-saudara Yesus datang kapada-Nya, tetapi mereka tidak dapat mencapai Dia karena orang banyak. Orang memberitahukan kepada-Nya: “Ibu-Mu dan saudara-saudar-Mu ada di luar dan ingin bertemu dengan Engkau.”Tetapi ia menjawab mereka: “Ibu-Ku dan saudara-saudara-Ku ialah mereka, yang mendengar-kan firman Allah dan melakukannya. “ (Lukas 8:19-21)

Ayat diatas ini menceritakan bahwa ibunya dan saudara-saudaranya sedang mencari Yesus. Setelah ketahuan dimana Yesus itu berada, seseorang memberitahukannya kepada Yesus bahwa ibunya dan saudara-saudaranya ingin bertemu dengannya. Tetapi Yesus menjawab pada orang tersebut, “Ibuku dan saudara-saudaraku ialah mereka, yang mendengarkan firman Allah dan melakukannya.” Jawaban Yesus yang tidak mencerminkan sebagai seorang anak yang sholeh. Ucapan Yesus tersebut sangat merendahkan ibu dan saudara-saudaranya. Makna-nya sama saja Yesus mengatakan bahwa mereka (ibunya dan saudara-saudaranya) bukan orang-orang yang mendengar dan melakukan perintah Allah. Atau sama saja bahwa Ibu-nya dan saudara-saudaranya tidak termasuk orang-orang yang taat pada Allah. Na’udzubillahimindzalik!!.

• Setiap yang punya ibu dan saudara-saudara kandung, pasti bukan Tuhan.
• Yesus punya ibu dan saudara kandung, berarti Yesus bukan Tuhan.

Jika didalam Alkitab Yesus merendahkan dan melecehkan ibunya, justru di dalam kitab suci Al Qur’an, Yesus atau Nabi Isa as sangat taat dan memuliakan orang tuanya. Hal itu dapat kita baca dalam Al Qur’an surat 19 Maryam ayat 31-32 sebagai berikut :

قُلْ إِنْ كُنْتُمْ تُحِبُّونَ اللَّهَ فَاتَّبِعُونِي يُحْبِبْكُمُ اللَّهُ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَاللَّهُ غَفُورٌ رَحِيمٌ قُلْ أَطِيعُوا اللَّهَ وَالرَّسُولَ فَإِنْ تَوَلَّوْا فَإِنَّ اللَّهَ لا يُحِبُّ الْكَافِرِينَ

“Dan dia menjadikan aku seorang yang diberkati dimana saja aku berada. Dan Dia memerintahkan aku salat dan zakat selama aku hidup, dan berbuat baik kepada ibuku dan Dia tidak menjadikan aku seorang yang sombong lagi celaka.” (QS. 19 Maryam :31-32)

71. Yesus dipanggil “Guru” oleh muridnya

“Maka datnglah murid-murid-Nya membangungkan Dia, katanya : “Guru, Guru, kita binasa!” Ia pun bangun, lalu menghardik angin dan air yang mengamuk itu. Dan angin dan air itu pun reda dan danau menjadi teduh.” (Lukas 8:24)

Kita tahu Yesus punya dua belas orang murid. Mereka hidup bersama-sama dengan Yesus. Mereka memanggil Yesus dengan sebutan “Guru”. Ini berarti bahwa mereka tahu bahwa Yesus hanyalah seorang guru, bukan Tuhan. Makanya dalam banyak ayat lain, murid-muridnya memanggil Yesus dengan sebutan “Rabi” yang artinya juga “Guru”. Bahkan tidak kurang dari tiga belas ayat dimana Yesus dipanggil “Rabi” oleh orang lain dan murid-muridnya. Diantaranya ayat dibawah ini :

“Kata Petrus kepada Yesus : “Rabi, betapa bahagianya kami berada ditempat ini. Baiklah kai dirikan tiga kemah, satu untuk Engkau, satu untuk Musa dan satu untuk Elia.” (Markus 9:5)

“Kata Natanel kepada-Nya :”Rabi Engkau Anak Allah, Engkau Raja orang Israel!” (Yohanes 1:49).

“Ketika orang banyak menemukan Yesus di seberang laut itu, mereka berkata kepada-Nya : “Rabi, bilamana Engkau tiba di sini?” (Yohanes 6:25).

• Setiap yang dipanggil “Guru” atau “Rabi” pasti hanyalah guru, bukan Tuhan.
• Yesus dipanggil “Guru “ atau “Rabi”, berarti Yesus bukan Tuhan.

72. Yesus ketakutan pada malaikat dan semakin bersungguh-sungguh berdoa kepada Tuhan

“Maka seseorang malaikat dari langit menampakkan diri kepada-Nya untuk memberi kekuatan kepada-Nya. (44) Ia sangat ketakutan dan makin bersungguh-sungguh berdoa. Peluh-Nya menjadi seperti titik-titik darah yang bertetesan ke tanah.” (Lukas 22:43-44).

Malaikat yang memberi kekuatan kepada Yesus adalah malaikat utusan Tuhan. Jika Yesus itu Tuhan, bagaimana mungkin Yesus ketakukan kepada seorang malaikat? Ini berarti malaikat lebih tinggi kekuasaannya dari pada Yesus. Dengan semakin bersungguh-sungguh Yesus berdoa, ini menandakan bahwa Yesus ketakutan dengan datangnya malaikat utusan Tuhan tersebut.

Jika Yesus itu seorang Nabi, sangat wajar sekali jika dia merasa ketakutan, karena dia hanyalah seorang manusia biasa utusan Allah. Tentu akan sangat merendahkan ketuhanan Yesus sendiri, jika dia sebagai Tuhan harus mengalami ketakutan kepada seorang malaikat saja.

• Setiap yang takut kepada malaikat Tuhan, pasti dia bukan Tuhan.
• Yesus ketakutan kepada malaikat Tuhan, berarti Yesus bukan Tuhan.

• Setiap yang menerima kekuatan dari malaikat, pasti bukan Tuhan.
• Yesus menerima kekuatan dari malaikat, berarti Yesus bukan Tuhan.

• Setiap yang sungguh-sungguh berdo`a kepada Tuhan, pasti bukan Tuhan.
• Yesus semakin sungguh-sungguh berdo`a kepada Tuhan, berarti Yesus bukan Tuhan.

• Setiap yang mengeluarkan peluh titik-titik darah ketanah saking takutnya, pasti bukan Tuhan.
• Yesus mengeluarkan peluh titik-titik darah ketanah saking takutnya, berarti Yesus bukan Tuhan.

73. Yesus menyerahkan nyawanya

“Lalu Yesus berseru dengan suara nyaring: “Ya Bapa, kedalam tangan-Mu Kuserahkan nyawa-Ku.” Dan sesudah berkata demikian Ia menyerahkan nyawa-Nya.” (Lukas 23:46)

Diatas kayu salib, sebelum mati, Yesus berseru dengan suara nyaring kepada Tuhannya sambil menyerahkan nyawanya. Jika Yesus itu Tuhan, Tuhan mana lagi yang dia panggil? Dan Yesus itu Tuhan, siapa yang mencabut dan menerima nyawanya? Apakah malaikat berani mencabut nyawanya Tuhan? Dan jika Tuhan harus mati walaupun hanya untuk beberapa hari saja, siapa yang mengendalikan alam semesta yang begitu luasnya?

• Setiap yang berseru kepada Tuhan, pasti bukan Tuhan.
• Yesus berseru kepada Tuhan, berarti Yesus bukan Tuhan.

• Setiap yang menyerahkan nyawanya kepada Tuhan, pasti bukan Tuhan.
• Yesus menyerahkan nyawanya kepada Tuhan, berarti Yesus bukan Tuhan.

74. Ucapan Yesus fiktif, tidak terbukti

“Ia berkata kepada mereka: “Inilah perkantaan-Ku, yang telah Kukatakan padamu ketika Aku masih bersama-sama dengan kamu, yakni harus digenapi semua yang ada tertulis tentang Aku dalam kitab Taurat Musa dan kitab nabi-nabi dan kitab Mazmur. “Lalu ia membuka pikiran mereka, sehingga mengerti Kitab Suci. Kata-Nya kepada mereka: “Ada tertulis demikian: Mesias harus menderita dan bangkit dari antara orang mati pada hari ketiga,…” (Lukas 24:24-46)

Ucapan Yesus tersebut, sampai saat ini tidak ada seorang pendeta atau pastur, bahkan Paus yang ada di Roma-pun tidak bisa membuktikan kebenaran dari ucapan Yesus tersebut. Jika itu benar-benar ucapan Yesus, apalagi dia sebagai Tuhan menurut agama anggapan Kristen, tentu apa yang diucapkan pasti bisa dibuktikan. Ucapan Yesus yang mengatakan bahwa ada tertulis dalam Kitab Taurat Musa, Kitab para Nabi-Nabi dan Kitab Mazmr bahwa “Mesias akan menderita dan bangkit dari antara orang mati pada hari yang ketiga” ternyata setelah dicek, ucapannya itu tidak terdapat dalam kitab-kitab tersebut. Ini membuktikan ucapan Yesus tersebut adalah fiktif, karena tidak bisa dibuktikan.

• Setiap yang berkata tapi tidak bisa dibuktikan, pasti bukan Tuhan.
• Yesus berkata tapi tidak bisa dibuktikan, berarti Yesus bukan Tuhan.

• Setiap yang menderita dan bangkit pada hari ketiga diantara orang mati, pasti bukan Tuhan.
• Yesus menderita dan bangkit pada hari ketiga diantara oaring mati, berarti Yesus bukan Tuhan.

75. Firman Allah itu Yesus?? Yesus itu firman Allah??

“Pada mulanya adalah firman; Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah.” (Yohanes 1:1).

Ayat tersebut bukan ucapan Yesus atau wahyu Allah kepada Yohanes, tetapi hanyalah ucapan Yohanes sendiri. Makanya dalam ayat tersebut tidak ada tanda petik. Jika firman itu adalah Yesus, dan Yesus adalah Allah itu-itu juga, kama kalau kata ‘Firman’ digantin dengan kata ‘Yesus’ akan terbaca lucu :

“Pada mulanya adalah Yesus, Yesus itu bersama sama dengan Yesus dan Yesus itu adalah Yesus.”
“Pada mulanya adalah Tuhan, Tuhan itu bersama-sama dengan Tuhan dan Tuhan itu adalah Tuhan.”
“Pada mulanya adalah Allah, Allah itu bersama-sama dengan Allah dan Allah itu adalah Allah.”
Jika Firman itu bersama-sama dengan Allah, berarti Firman itu bukan Allah. Jika saya bersama Fulan, berarti saya itu bukan Fulan, karena kami berdua, bukan satu.

• Setiap yang bersama-sama dengan Allah, berarti bukan Allah.
• Yesus bersama-sama dengan Allah, berarti Yesus bukan Tuhan.

• Setiap yang berawal, pasti bukan Tuhan.
• Yesus berawal mula, berarti Yesus bukan Tuhan.

76. Tuhan telah menjadi manusia Yesus

“Firman itu telah menjadi manusia, dan diam di antara kita, dan kita telah melihat kemuliaan-Nya, yaitu kemuliaan yang diberikan kepada-Nya sebagai Anak Tunggal Bapa, penuh kasih karunia dan kebenaran.” (Yohanes 1:14).

Maksud ayat tersebut yaitu Yesus yang Sang Firman telah menjadi manusia sebagai Anak Tunggal Bapa. Ayat ini merupakan inkarnasi Tuhan yang menjelma jadi manusia Yesus. Tentu menjadi pertanyaan, jika Tuhan atau Allah telah menjelma Yesus, apakah masih ada Allah atau Tuhan yang lain? Mestinya jawabnya sudah tidak ada Tuhan lain. Namun dalam pandangan Kristen, tetap saja masih ada Allah lain, yaitu Bapa Yesus dan juga Roh Kudus, yang ketiganya adalah satu. Itulah paham Trinitas.

• Setiap yang menjadi manusia, pasti bukan Tuhan.
• Yesus menjadi manusia, berarti Yesus bukan Tuhan.

• Setiap yang menjadi Anak Tunggal Allah pasti bukan Tuhan.
• Yesus menjadi Anak Tunggal Allah, berarti Yesus bukan Tuhan.

• Setiap yang menerima kemuliaan Tuhan, pasti bukan Tuhan.
• Yesus menerima kemuliaan Tuhan, berarti Yesus bukan Tuhan.

Dalam Al Qur’an, betapa banyak ayat-ayat yang menerangkan bahwa Allah itu tidak punya anak, seperti Qs 4:171, Qs 6:101, Qs 10:68, Qs 19:35, Qs 19:88-92, Qs 21:26, Qs 23:91, Qs 25:2, Qs 43:81 dll. Bahkan Allah mengecam orang-orang yang mengatakan bahwa Allah punya anak, sebagaimana contoh ayat Qur’an sebagai berikut :

بَدِيعُ السَّمَاوَاتِ وَالأرْضِ أَنَّى يَكُونُ لَهُ وَلَدٌ وَلَمْ تَكُنْ لَهُ صَاحِبَةٌ وَخَلَقَ كُلَّ شَيْءٍ وَهُوَ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيمٌ

“Dia Pencipta langit dan bumi, bagaimana Dia mempunyia anak padahal Dia tidak mempunyai istri. Dia menciptakan segala sesuatu, dan Dia mengetahui segala sesuatu. (Qs Al An’aam 101).

وَقَالُوا اتَّخَذَ الرَّحْمَنُ وَلَدًا لَقَدْ جِئْتُمْ شَيْئًا إِدًّا تَكَادُ السَّمَاوَاتُ يَتَفَطَّرْنَ مِنْهُ وَتَنْشَقُّ الأرْضُ وَتَخِرُّ الْجِبَالُ هَدًّا أَنْ دَعَوْا لِلرَّحْمَنِ وَلَدًا وَمَا يَنْبَغِي لِلرَّحْمَنِ أَنْ يَتَّخِذَ وَلَدًا

“Dan mereka berkata, “Tuhan Yang Maha Pengasih mengambil (mempunyai) anak.” Sungguh kamu telah membuat suatu kemungkaran yang amat besar. Hampir-hampir langit terpecah, bumi terbelah, dan gunung-gunung runtuh berkeping-keping, karena mereka menda’wakan Allah Yang Maha Pemurah mempunyai anak.Dan tidak layak bagi Tuhan Yang Maha Pemurah mengambil (mempunyai) anak.” (Qs 19 Maryam’ :88-92).

مَا اتَّخَذَ اللَّهُ مِنْ وَلَدٍ وَمَا كَانَ مَعَهُ مِنْ إِلَهٍ إِذًا لَذَهَبَ كُلُّ إِلَهٍ بِمَا خَلَقَ وَلَعَلا بَعْضُهُمْ عَلَى بَعْضٍ سُبْحَانَ اللَّهِ عَمَّا يَصِفُونَ

“Allah sekali-kali tidak mempunyai anak, dan sekali-kali tidak ada tuhan (yang lain) beserta-Nya, kalau ada tuhan beserta-Nya, masing-masing tuhan itu akan membawa makhluk yang diciptakannya, dan sebagian dari tuhan-tuhan itu akan mengalahkan sebagian yang lain. Maha Suci Allah dari apa yang mereka sifatkan itu,” (Qs 23 al Mu’minuun 91).

Seandainya Tuhan (Allah) benar-benar mempunyai anak sungguhan, pasti kami umat Islam akan mengkultuskan dan menyembah anak itu. Sebagaimana firman Allah dalam Al Qur’an surat 43 Az Zuhkruf ayat 81, jika Allah mempunyai anak, niscaya Rasulullah Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wasallam adalah orang pertama kali yang akan menyembah.

قُلْ إِنْ كَانَ لِلرَّحْمَنِ وَلَدٌ فَأَنَا أَوَّلُ الْعَابِدِينَ

“Katakanlah : “JIka Yang Maha Pengasih itu mempunyai anak, maka akulah (Muhammad) orang yang mula-mula memuliakan.” (Qs 43 Az Zuhkruf 81).

77. Allah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal itu Yesus

“Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.” (Yohanes 3:16).

Ayat ini termasuk salah satu ayat yang paling menentukan keselamatan dunia dan akhirat. Intinya asal percaya kepada Yesus yang mati di kayu salib dalam rangka menebus dosa manusia, maka dijamin masuk surga. Itu merupakan bentuk kasih Allah akan dunia ini, maka dikaruniakan-Nya kepada anak-Nya yang tunggal, untuk menyelamatkan manusia dari dosa (Dalam pandangan kristen). Jika ayat ini sangat penting, mengapa hanya Yohanes yang menulisnya, dan itupun ditulis paling belakangan. Sementera tiga Injil yang duluan ditulis seperti Matius, Markus dan Lukas, tidak menulis ayat ini. Logikanya, mestinya ketiga injil duluan itulah (Matius, Markus, dan Lukas) harus memuat sabda Yesus tersebut, sebab merekalah yang duluan menulis Injil daripada Yohanes.

Oleh sebab itu, jika satu injil menulis dan tiga injil diam, maka jelas ayat tersebut sangat lemah. Tetapi jika tiga injil menulis dan satu injil tidak, mungkin itu akan lebih kuat kebenarannya.

• Setiap yang menerima karunia dari Tuhan, pasti bukan Tuhan.
• Yesus menerima karunia dari Tuhan, berarti Yesus bukan Tuhan.

78. Yesus tidak bisa mengerjakan sesuatu dari dirinya sendiri

“Maka Yesus menjawab mereka, kata-Nya : “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya Anak tidak dapat mengerjakan sesuatu dari diri-Nya sendiri, jikalau tidak Ia melihat Bapa mengerjakannya, sebab apa yang dikerjakan Bapa, itu juga yang dikerjakan Anak.” (Yohanes 5:19).

Yesus mengaku dengan jujur dan polos bahwa dia tidak dapat mengerjakan sesuatu dari dirinya sendiri, kalau tidak melihat dari apa yang dikerjakan oleh Bapanya (Tuhan). Jadi Yesus hanya mengerjakan apa yang dikerjakan oleh Bapanya yaitu Allah.

Atau dengan kata lain bahwa Yesus hanyalah melakukan apa yang diperintahkan Tuhannya.

• Setiap yang tidak bisa mengerjakan atas dirinya sendiri, pasti bukan Tuhan.
• Yesus tidak bisa melakukan apapun atas dirinya sendiri, berarti Yesus bukan Tuhan,

• Setiap yang memanggil Tuhannya dengan nama Bapa, pasti bukan Tuhan.
• Yesus memanggil Tuhannya Bapa, berarti Yesus bukan Tuhan.

79. Sebagai utusan, Yesus tidak bisa berbuat & menuruti kehendaknya

“Aku tidak dapat berbuat apa-apa dari diri-Ku sendiri; aku menghakimi sesuai dengan apa yang Aku dengar, dan penghakiman-Ku adil, sebab Aku tidak menuruti kehendak-Ku sendiri, melainkan kehendak Dia yang mengutus aku.” (Yohanes 5:30)

Ayat ini merupakan pengakuan langsung dari Yesus bahwa dia benar-benar tidak bisa berbuat apa-apa atas dirinya sendiri. Juga dia bersaksi bahwa dia tidak bisa menuruti kehendaknya sendiri, melainkan kehendak Tuhan yang telah mengutusnya. Sungguh ini merupakan suatu pernyataan atau pengakuan yaitu begitu polos dan jujur dari Yesus akan keberadaan status dirinya. Dia mengaku bahwa dia hanyalah seorang utusan Tuhan, bukan Tuhan! Maka wajarlah jika Yesus tidak bisa berbuat menurut kehendaknya sendiri, sebab dia bukan Tuhan tetapi hanyalah sebagai seorang nabi atau rasul yang di utus oleh Tuhan.

• Setiap yang tidak bisa berbuat apa-apa menurut kehendaknya sendiri, pasti bukan Tuhan.
• Yesus tidak bisa berbuat apa-apa menurut kehendaknya sendiri, berarti Yesus bukan Tuhan.

• Setiap yang tidak bisa menuruti kehendaknya sendiri, pasti bukan Tuhan.
• Yesus tidak bisa menuruti kehendaknya sendiri, berarti Yesus bukan Tuhan.

• Setiap yang mengaku diutus oleh Tuhan, pasti bukan Tuhan.
• Yesus mengaku diutus oleh Tuhan, berarti Yesus bukan Tuhan.

80. Tuhan bersaksi tentang Yesus

“Bapa yang mengutus Aku, Dialah yang bersaksi tentang Aku. Kamu tidak pernah mendenngar suara-Nya, rupa-Nya pun tidak pernah kamu lihat.” (Yohanes 5:37).

Lagi-lagi Yesus mengaku bahwa dia diutus Tuhan. Dan Tuhan juga bersaksi akan keberadaan Yesus. Juga suara Tuhan tidak pernah ada yang mendengar, dan rupa Tuhan juga tidak ada yang melihatnya. Karena Yesus memberikan kesaksian seperti itu, wajarlah jika kita mengamininya, karena mustahil Yesus harus berbohong. Jika Yesus mengaku hanya diutus oleh Tuhan, mengapa kita harus menuhankannya? Dan jika Yesus bersaksi bahwa rupa Allah tidak pernah ada yang melihatnya, mengapa rupa Yesus dijadikan sebagai pengganti rupa Allah?

• Setiap yang mengaku diutus oleh Tuhan, pasti bukan Tuhan.
• Yesus mengaku dengan jujur dan polos bahwa dia diutus oleh Tuhan, berarti Yesus bukan Tuhan.
• Yesus bersaksi bahwa suara Tuhan tidak terdengar, sementara suara dia bisa terdengar, berarti Yesus bukan Tuhan.
• Yesus bersaksi bahwa rupa Tuhan tidak terlihat, sementara rupa dia (Yesus) bisa terlihat, itu berarti Yesus bukan Tuhan.

81. Ajaran Yesus berasal dari Tuhan

“Jawab Yesus kepada mereka : “Ajaranku tidak berasal dari diri-Ku sendiri, tetapi dari Dia yang telah mengutus Aku.” (Yohanes 7:16).

Ayat tersebut merupakan jawaban Yesus terhadap orang-orang Yahudi yang merasa heran ketika Yesus mengajar di Bait Allah. Mereka heran darimana Yesus mendapat pengetahuan seperti itu tanpa belajar. Makanya Yesus menjawab bahwa ajarannya bukan berasal dari dirinya sendiri, tetapi dari Dia yang telah mengutusnya. Dari jawaban Yesus tersebut dapat kita simpulkan bahwa apa yang Yesus ajarkan adalah atas bimbingan dari yang mengutusnya yaitu Allah. Sebagai seorang utusan Allah, wajarlah jika Allah mudahkan dengan memberi ilmu padanya untuk berbicara atau mengajar.

• Setiap yang diberikan ilmu oleh Tuhan, pasti dia bukan Tuhan.
• Yesus diberi ilmu oleh Tuhan, berarti Yesus bukan Tuhan.

• Setiap yang mendapat ajaran dari Tuhan, pasti bukan Tuhan
• Yesus mendapatkan ajaran dari Tuhan, berarti Yesus bukan Tuhan.

• Setiap yang diutus oleh Tuhan untuk mengajar, pasti bukan Tuhan.
• Yesus diutus Tuhan untuk mengajar, berarti Yesus bukan Tuhan, melainkan Utusan Tuhan

82. Yesus datang atas kehendak Dia yang mengutusnya

“Waktu Yesus mengajar di Bait Allah, Ia berseru, “Memang Aku kamu kenal dan kamu tahu dari mana asal-Ku, namun Aku datang bukan atas kehendak-Ku sendiri, tetapi aku diutus oleh Dia yang benar yang tidak kamu kenal. Aku kenal Dia, sebab Aku datang dari Dia dan Dialah yang mengutus Aku.” (Yohanes 7:28-29).

Sebelumnya beberapa orang Yerusalem heran kepada Yesus yang leluasa bisa berbicara dan mengajar di Bait Allah, padahal Yesus adalah termasuk orang yang akan mereka bunuh. Rupanya Yesus mengetahui isi hati dan rencana mereka, maka Yesus berkata seperti itu pada mereka.

• Setiap orang yang mengajar di Bait Allah, pasti bukan Tuhan.
• Yesus mengajar di Bait Allah, berarti Yesus itu manusia, bukan Tuhan.

• Setiap yang datang berasal dari Allah, pasti bukan Tuhan.
• Yesus datang berasal dari Allah, berarti Yesus bukan Tuhan.

• Setiap yang diutus oleh Allah, pasti dia seorang utusan Allah.
• Yesus diutus oleh Allah, berarti Yesus seorang utusan Allah.

• Setiap yang datang bukan atas kehendaknya sendiri, pasti bukan Tuhan.
• Yesus datang bukan atas kehendaknya sendiri, tetapi atas kehendak Dia yang mengutusnya, berarti Yesus itu bukan Tuhan.

83. Yesus mengatakan apa yang dia dengar dari yang mengutusnya

“Banyak yang harus Kukatakan dan Kuhakimi tentang kamu, akan tetapi Dia, yang mengutus Aku, adalah benar, dan apa yang Kudengar dari padanya, itu yang Kukatakan kepada dunia.” (Yohanes 8:26).

Yesus berkata kepada orang banyak yang tidak mengetahui siapa dirinya sebenarnya, dimana Yesus berkata bahwa nanti dia akan menginggalkan mereka dan pergi kepada yang mengutusnya yaitu Allah. Dan apa yang dia dengar langsung dari Tuhannya, itulah yang akan dikatakannya.

• Setiap yang mengaku diutus oleh Tuhan, pasti bukanlah Tuhan.
• Yesus mengaku diutus oleh Tuhan, berarti yang bukan Tuhan.

• Setiap yang mendengar dan mengatakan perkataan Tuhan, pasti bukan Tuhan.
• Yesus mendengar dan mengatakan perkataan Tuhan, berarti Yesus bukan Tuhan.

84. Yesus berbicara sesuai apa yang Tuhan ajarkan padanya

“Maka kata Yesus: “Apabila kamu telah meninggikan Anak Manusia, barulah kamu tahu, bahwa Akulah Dia, dan bahwa Aku tidak berbuat apa-apa dari diri-Ku sendiri, tetapi Aku berbicara tentang hal-hal, sebagaimana diajarkan Bapa kepada-Ku. Dan Ia, yang telah mengutus Aku, ia menyertai aku. Ia tidak membiarkan aku sendiri, sebab aku senantiasa berbuat apa yang berkenan kepadanya.” (Yohanes 8:28-29)

Karena orang-orang tersebut masih tidak mengerti bahwa Yesus berbicara kepada mereka tentang Bapanya (Tuhannya), maka Yesus meneruskan jawabannya bahwa bila mereka meninggikan Anak Manusia, maka mereka akan tahu siapa dia sebenarnya. Yesus jelaskan bahwa dia tidak bisa berbuat apa-apa dari dirinya sendiri, dia berbicara hal-hal yang diajarkan oleh Bapanya yang mengutusnya, dan dia berbuat apa saja yang berkenan kepada Bapanya (Allah) dan dia tidak sendirian, tetapi Tuhan selalu menyertainya.

• Setiap yang mengaku sebagai Anak Manusia, pasti bukan Tuhan.
• Yesus mengaku hanya sebagai Anak Manusia, berarti Yesus bukan Tuhan.

• Setiap yang tidak bisa berbuat apa-apa dari dirinya sendiri, pasti bukan Tuhan.
• Yesus tidak bisa berbuat apa-apa dari dirinya sendiri, berarti dia bukan Tuhan.

• Setiap yang diutus oleh Tuhan, pasti bukan Tuhan.
• Yesus diutus oleh Tuhan, berarti Yesus bukan Tuhan.

85. Tuhan lebih besar dari Yesus, walaupun mereka adalah satu

“Bapaku, yang memberikan mereka kepadaku, lebih besar dari pada siapapun, dan seorang pun tidak dapat merebut mereka dari tangan Bapa. Aku dan Bapa adalah satu.” (Yohanes, 10:29-30)

Ayat tersebut merupakan jawaban Yesus kepada orang-orang Yahudi yang merasa bimbang kepadanya, apakah Yesus itu Mesias yang ditunggu-tunggu atau bukan. Mereka minta supaya Yesus berterus terang. Yesus menjelaskan, mereka yang percaya kepadanya akan menjadi dombanya. Maka Yesus berkata pada mereka :

• Setiap yang memanggil “Bapa” kepada Tuhannya, pasti bukan Tuhan.
• Yesus memanggil “Bapa” kepada Tuhannya, berarti Yesus bukan Tuhan.

• Setiap yang mengaku “Tuhan lebih besar daripadanya”, pasti bukan Tuhan.
• Yesus mengaku “Tuhan lebih besar dari dirinya”, berarti Yesus bukan Tuhan.

• Setiap yang mengaku Tuhan bersama dirinya, pasti dirinya bukan Tuhan.
• Yesus mengaku dirinya bersama Tuhan, berarti Yesus bukan Tuhan.

86.Yesus dalam Tuhan dan Tuhan dalam Yesus

“Tetapi jikalau Aku melakukannya dan kamu tidak percaya kepada-Ku, percayalah akan pekerjaan-pekerjaan itu, supaya kamu boleh mengetahui dan mengerti, bahwa Bapa di dalam Aku dan Aku di dalam Bapa.” (Yohanes 10:38).

Ayat tersebut adalah ucapan Yesus kepada orang-orang Yahudi yang tidak percaya Yesus sebagai anak Allah, sehingga mereka tidak percaya akan apa yang dikerjakan olehnya. Maka Yesus berkata kepada mereka seperti itu. Kesimpulannya jika Tuhan itu berada dalam Yesus tidaklah berarti Yesus itu Tuhan. Sebab yang ada didalam diri Yesus itu hanyalah Ruh dari Tuhan, bukan Tuhan itu sendiri yang menjelma menjadi manusia Yesus.

87. Yesus berdoa dan bersaksi dia diutus oleh Tuhan

“Maka mereka mengangkat batu itu. Lalu Yesus menengadah ke atas dan berkata : “Bapa, Aku mengucap syukur kepada-Mu, karena Engkau telah mendengarkan Aku. Aku tahu, bahwa Engkau selalu mendengarkan Aku, tetapi oleh karena orang banyak yang berdiri di sini mengelilingi Aku, Aku mengatakannya, supaya mereka percaya, bahwa Engkaulah yang telah mengutus Aku.” (Yohanes 11:41-42).

Ayat tersebut adalah doa Yesus kepada Allah yang memohon agar orang bernama Lazarus yang telah empat hari mati supaya dihidupkan kembali dari kuburnya. Permohonan Yesus dikabulkan oleh Allah, maka keluarlah Lazarus dari kuburnya. Allah mengabulkan permohonan doa Yesus, untuk membuktikan kepada mereka bahwa dia benar-benar utusan Tuhan.

• Setiap yang berdoa menengadah ke langit, pasti bukan Tuhan.
• Yesus berdoa menengadah ke langit, berarti Yesus bukan Tuhan.

• Setiap yang mengucapkan syukur kepada Tuhan, pasti bukan Tuhan.
• Yesus mengucapkan syukur kepada Tuhannya, berarti Yesus bukan Tuhan.

• Setiap yang diutus oleh Tuhan, pasti bukan Tuhan.
• Yesus diutus oleh Tuhan, berarti Yesus bukan Tuhan.

88. Yesus mengaku bahwa dia lebih rendah dari Tuhannya

“Aku berkata kepadamu : Sesungguhnya seorang hamba tidaklah lebih tinggi daripada tuannya, ataupun seorang utusan daripada dia yang mengutusnya. Jikalau kamu tahu semua ini, maka berbahagialah kamu, jika kamu melakukannya.” (Yohanes 13:16-17).

Ayat tersebut merupakan nasihat sekaligus teladan Yesus khusus kepada murid-muridnya, ketika dia membasuh kaki mereka sebagai tanda perpisahannya dengan mereka kelak, agar mereka mendapat bagian dalam kehidupan. Ucapan Yesus yang mengatakan kepada mereka bahwa seorang hamba tidaklah lebih tinggi dari tuannya, sama saja berarti Yesus tidak lebih tinggi dari Tuhannya. Juga bahwa Yesus seorang utusan tidak lebih tinggi dari yang mengutusnya, berarti Yesus tidak lebih tinggi dari Tuhan yang mengutusnya. Ini semua membuktikan bahwa Yesus itu bukan Tuhan, melainkan manusia biasa.

• Setiap yang mengaku hamba Tuhan, pasti bukan Tuhan.
• Yesus mengaku dia hanyalah hamba Tuhan, berarti Yesus bukan Tuhan.

• Setiap orang yang mengaku utusan Tuhan, pasti bukan Tuhan.
• Yesus mengaku dia diutus oleh Tuhan, berarti Yesus bukan Tuhan.

89. Tidak seorangpun yang sampai kepada Allah tanpa melalui Yesus

“Kata Yesus kepadanya: “Akulah jalan dan kebenaran hidup. Tidak ada seorangpun yang datang ke Bapa, kalau tidak melalui aku.” (Yohanes 14:6)

Semua umat Kristen, hampir dapat dipastikan hapal diluar kepada ayat ini. Bahkan ayat ini termasuk salah satu ayat emas yang sangat diandalkan oleh umat Kristiani dimanapun mereka berada :”Akulah jalan dan kebenaran hidup. Tidak ada seorang pun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku” justru memberikan bukti bahwa Yesus itu bukan Tuhan Yang Tuhan itu adalah Bapanya yaitu Allah.

• Setiap yang mengaku datang dari Bapa (Tuhan), pasti bukan Tuhan!
• Yesus mengaku datang dari Bapanya (Tuhan), berarti Yesus bukan Tuhan.

90. Yesus dikendalikan oleh Allah

“Tapi percayakah engkau, bahwa aku didalam Bapa dan Bapa di dalam Aku? Apa yang aku katakana kepadamu, tidak aku katakan dari diri-Ku sendiri, tetapi Bapa, yang diam di dalam Aku, Dialah yang melakukan pekerjaan-Nya.” (Yohanes 14:10).

Ucapan Yesus tersebut bukan berarti bahwa dialah Tuhan itu sendiri, tetapi Ruh yang dari Allah itu yang berada dalam dirinya. Dan apa yang Yesus lakukan sebenarnya atas bimbingan Tuhan. Dengan demikian jelaslah bahwa Yesus itu bukan Tuhan. Sebab jika Yesus itu Tuhan, kok dalam diri Tuhan ada Tuhan lagi? Tuhan yang mana lagi?

• Setiap yang beserta dengan Tuhan, pasti bukan Tuhan.
• Yesus beserta Tuhan, berarti Yesus bukan Tuhan.

• Setiap yang melakukan suatu pekerjaan Tuhan, pasti bukan Tuhan.
• Yesus melakukan pekerjaan Tuhan, berarti Yesus bukan Tuhan.

• Setiap yang tidak bisa melakukan atas dirinya sendiri, pasti bukan Tuhan.
• Yesus tidak melakukan atas dirinya sendiri, berarti Yesus bukan Tuhan.

91. Yesus minta kepada Bapa / Tuhan seorang penggantinya

“Jikalau kamu mengasihi Aku, kamu akan menuruti segala perintah-Ku. Aku akan minta kepada Bapa, dan ia akan memberikan kepadamu seorang penolong yang lain, supaya ia menyertai kamu selama-lamanya, yaitu roh kebenaran.” (Yohanes 14:15-17).

Sebelumnya Yesus meninggalkan dunia ini, dia meminta kepada Bapanya (Tuhannya) agar supaya mereka memberikan seorang Rasul sebagai pengganti untuk meneruskan risalahnya.

• Setiap yang meminta seorang pengganti kepada Tuhan, pasti bukan Tuhan.
• Yesus meminta seorang pengganti, kepada Tuhan, berarti Yesus bukan Tuhan.

Pengganti yang Yesus minta kepada Bapa (Allah) untuk menggantikannya ternyata adalah seorang yang bernama Ahmad (Muhammad).

“Jikalau kamu mengasihi Aku, kamu akan menuruti segala perintah-Ku. Aku akan minta kepada Bapa, Penolong yang lain, supaya ia menyertai kamu selama-lamanya, yaitu roh kebenaran.” (Yohanes 14:15-17).

Yang dimaksud dengan Seorang Penolong atau Penghibur atau roh kebenaran dalam bahasa Yunani = Parlichtus / Paralectos, yang dalam bahasa Arab berasal dari akta “Hmad”, yang Nasharni jaman dulu menulis dengan kata “Ahmad” yang berarti “Yang terpuji”.

Ahmad adalah nama lain dari Nabi Muhammad. Dalam Hadis Riwayat Bukhari, Muslim, Tirmidzi, Ahmad dan Malik, Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda :
“Sesungguhnya aku memiliki beberapa nama : Aku adalah Muhammad, dan aku adalah Ahmad, dan aku adalah Al Maahi (penghapus) karena kekufuran dihancurkan olehku. Aku adlaah Al Haasyir dimana ramai orang dikumpulkan setelah masaku. Aku adalah Al Aaqib karena tidak ada lagi nabi penutup setelahku.”

Dalam Al Qur’an Nabi Isa juga bersaksi sebagai berikut :

وَإِذْ قَالَ عِيسَى ابْنُ مَرْيَمَ يَا بَنِي إِسْرَائِيلَ إِنِّي رَسُولُ اللَّهِ إِلَيْكُمْ مُصَدِّقًا لِمَا بَيْنَ يَدَيَّ مِنَ التَّوْرَاةِ وَمُبَشِّرًا بِرَسُولٍ يَأْتِي مِنْ بَعْدِي اسْمُهُ أَحْمَدُ فَلَمَّا جَاءَهُمْ بِالْبَيِّنَاتِ قَالُوا هَذَا سِحْرٌ مُبِينٌ

“Dan (ingatlah) ketika Isa putera Maryam berkata, “Hai Bani Israil, sesungguhnya aku adalah utusan Allah kepadamu, membenarkan apa yang sebelumnya dari Taurat, pemberi kabar gembira dengan sesudahku namanya Ahmad.” Maka tatkala rasul itu datang kepada mereka dengan membawa bukti-bukti yang nyata, mereka berkata: “Ini adalah sihir yang nyata.” (Qs 61 ash Shaf :6)

92. Tuhan lebih besar daripada Yesus

“Kamu telah mendengar, bahwa aku telah berkata kepadamu: Aku pergi, tetapi Aku datang kembali kepadamu. Sekiranya kamu mengasihi aku, kamu tentu akan bersukacita Karena aku pergi kepada Bapa Ku, sebab Bapa lebih besar dari pada aku.” (Yohanes 14:28)

Pengakuan Yesus tersebut sangat jelas bahwa dia hanya orang kecil, tidak sama seperti Bapanya (Allah). Tapi anehnya umat Kristiani tidak mengikuti pengakuan Yesus tersebut, malah Yesus dijadikan sederajat sama dengan tuhan. Yesus berkata dengan jujur, bahwa Bapanya (Allah) lebih besar dari dia. Dan Yesus tidak mengakui atau mengatakan bahwa dia dan Bapa (Allah) adalah sama besarnya, tidak!!

• Setiap yang pergi kepada Bapa (Allah), pasti bukan Allah.
• Yesus pergi kepada Bapa (Allah), berarti Yesus bukan Allah.

• Setiap yang mengaku lebih keci dari Tuhan, pasti bukan Tuhan.
• Yesus mengaku lebih kecil dari Tuhan, berarti Yeses bukan Tuhan.

93. Yesus datang dari Tuhan dan pergi kepada Tuhan

“Aku datang dari Bapa dan aku datang ke dalam dunia; Aku meninggalkan dunia pula dan pergi kepada Bapa.” (Yohanes 16:28)

Ayat ini bukan kata-kata Yesus dalam bentuk perumpamaan atau kiasan, tetapi benar-benar dalam arti yang sesungguhnya, sehingga mudah dipahami. Anak kecil pun paham bahwa Yesus bukan Tuhan, karena Yesus tidak mengakui atau mengatakan bahwa dialah Tuhan, Allah mereka, tidak!! Dari pengakuan Yesus yang jujur dan polos tersebut bahwa dia datang dan pergi meninggalkan dunia dan menuju kepada Bapanya, dapat kita pahami dalam bentuk silogisme berikut ini:

• Setiap orang yang mengaku datang dari Tuhan, pasti bukan Tuhan.
• Yesus mengaku bahwa dia datang dari Tuhan, berarti Yesus bukan Tuhan.

• Setiap yang pergi kepada Tuhannya, pasti bukan Tuhan.
• Yesus pergi kepada Tuhannya, berarti Yesus bukan Tuhan.

94. Yesus mengaku Allah itu Esa dan dia hanyalah utusan-Nya

“Inilah hidup yang kekal itu, yaitu bahwa mereka mengenal Engkau, satu-satunya Allah yang benar, dan mengenal Yesus Kristus yang telah Engkau utus.” (Yohanes 17:3)

Kata-kata tersebut adalah doa Yesus kepada murid-muridnya sebelum dia ditangkap dan dibunuh. Sebenarnya ucapan Yesus tersebut merupakan dua kalimat syahadat, sekaligus sebagai bukti Yesus juga mengajarkan Tauhid. Pengakuan Yesus bahwa satu-satunya yang benar adalah Allah dan dia diutus oleh Tuhan, memberikan pengertian bahwa Yesus itu bukan Tuhan, tetapi hanya seorang utusan Tuhan saja.

• Setiap yang mengaku bahwa satu satunya yang benar hanyalah Allah, berarti Allah itu tidak lebih dari satu
• Yesus mengaku Allah itu hanya satu satunya berarti Yesus bukan allah

• Setiap yang mengakui bahwa dia di utus oleh Allah, berarti dia bukan Allah.
• Yesus mengaku dia diutus oleh Allah, berarti Yesus bukan Allah.

Al Qur’an menjelaskan bahwa Yesus (Isa as) sendiri memberi kesaksian bahwa dia adalah seorang utusan Tuhan.

وَإِذْ قَالَ عِيسَى ابْنُ مَرْيَمَ يَا بَنِي إِسْرَائِيلَ إِنِّي رَسُولُ اللَّهِ إِلَيْكُمْ مُصَدِّقًا لِمَا بَيْنَ يَدَيَّ مِنَ التَّوْرَاةِ وَمُبَشِّرًا بِرَسُولٍ يَأْتِي مِنْ بَعْدِي اسْمُهُ أَحْمَدُ فَلَمَّا جَاءَهُمْ بِالْبَيِّنَاتِ قَالُوا هَذَا سِحْرٌ مُبِينٌ

Wa idz qaala ‘iisabnu maryama yaa banii israa-iila innii rasuulullaahi ilaikum mushaddiqal lima baina yadayya minat tauraati wa mubasysyiram bi rasuuliy ya’timin ba’dismuhuu ahmadu…

“Dan (ingatlah) ketika Isa putera Maryam berkata, “Hai Bani Israil, sesungguhnya aku adalah utusan Allah kepadamu, membenarkan apa yang sebelumnya dari Taurat, pemberi kabar gembira dengan sesudahku namanya Ahmad.” Maka tatkala rasul itu datang kepada mereka dengan membawa bukti-bukti yang nyata, mereka berkata: “Ini adalah sihir yang nyata.” (Qs 61 ash Shaf :6)

95. Yesus menerima firman Tuhan dan menyampaikannya

“Sebab segala firman yang engkau sampaikan kepada-Ku telah Kusampaikan kepada mereka dan mereka telah menerimanya. Mereka tahu benar-benar, bahwa aku datang dari pada – Mu, dan mereka percaya, bahwa Engkaulah yang telah mengutus Aku”. (Yohanes 17:8)

Dengan segala kerendahan hati Yesus mengaku bahwa dia telah menyampaikan segala firman yang Tuhan wahyukan kepadanya untuk disampaikan kepada mereka para pengikutnya, agar mereka yakin dan percaya bahwa dia itu adalah utusan yang datang dari Tuhannya. Ucapan Yesus yang polos dan berhaja tersebut, sangatlah jelas dan sudah dipahami oleh siapapun. Anak kecilpun paham akan hal itu.

• Setiap yang mengaku mendapat dan menerima dari Tuhan, pasti bukan Tuhan.
• Yesus mengaku mendapat dan menerima firman dari Tuhan, pasti bukan tuhan.

• Setiap yang mengaku dia datang dari Tuhan pasti bukan Tuhan.
• Yesus mengaku dia datang dari “Tuhan berarti Yesus bukan Tuhan

• Setiap yang mengaku bahwa dia diutus oleh Tuhan, berarti dia utusan Tuhan.
• Yesus mengaku dia hanya diutus oleh Tuhan, berarti dia hanya seorang utusan Tuhan, bukan Tuhan !!.

96. Yesus pergi menghadap kepada Allahnya dan Allah kita

“Kata Yesus kepadanya: “Janganlah engkau memegang Aku, sebab Aku belum pergi kepada Bapa, tetapi pergilah kepada saudara-saudara-Ku dan katakanlah kepada mereka, bahwa sekarang Aku akan pergi kepada Bapa-Ku dan Bapamu, kepada Allah-Ku dan Allahmu.”” (Yohanes 20:17).

Ayat tersebut merupakan ucapan Yesus setelah kebangkitannya (dalam pemahaman kristen) pada hari yang ketiga, lalu menampakkan dirinya kepada seorang wanita bernama Maria Magdalena yang sedang mencari mayat yesus.

Ketika maria Magdalena mengetahui bahwa Yesuslah yang dihadapan dia, Maria mau memegang namun Yesus menolak dan berkata, “Janganlah engkau memegang Aku, sebab aku belum pergi kepada Bapa, tetapi pergilahkepada saudara-saudara-Ku dan katakanlah kepada mereka, bahwa sekarang Aku akan pergi kepada Bapa-Ku da Bapamu, kepada Allah-Ku dan Allahmu”

Dari ayat yang tertulis di atas ini dapat kita pahami bahwa:

• Setiap yang mau pergi kepada Bapanya (Allah), pasti bukan Allah.
• Yesus mau pergi kepada Bapanya (Allah), berti Yesus bukan Allah.

Yesus mengaku akan pergi ke Bapa (Allah) dan Bapa kita (Allah), berati Yesus bukan Allah. Tuhan yang Yesus sembah adalah Allah!.

Dalam Al Qur’an Qs. 43 Az Zuhkruf 64 dan Qs. 3 Ali Imran 51, Isa as menyuruh pengikutnya, Bani Israil, untuk menyembah hanya Allah Tuhanku dan Allah Tuhanmu.

إِنَّ اللَّهَ هُوَ رَبِّي وَرَبُّكُمْ فَاعْبُدُوهُ هَذَا صِرَاطٌ مُسْتَقِيمٌ

“Sesungguhnya Allah Dialah Tuhanku dan Tuhan kamu, maka sembahlah Dia, Inilah jalan-jalan yang lurus” (Qs 43 Az Zukruf :64)

97. Mukjizat Yesus berasal dari Tuhan

“Hai orang-orang Israel, dengarlah perkataan ini: Yang aku maksudkan, ia Yesus dari Nazaret, seorang yang telah menentukan Allah dan yang dinyatkan kepadamu dengan kekuatan-kekuatan dan mujizat-mujizat dan tanda-tanda yang dilakukan oleh Allah dengn perantaraan Dia (Yesus) di tengah-tengah kamu, seperti yang kamu tahu”. (Kisah Para Rasul 22:22)

Ayat tersebut bukan ucapan Yesus, tapi adalah kotbah Petrus dihadapan murid-murid Yesus tentang kematian Yesus yang dibunuh dan bangkit pada hari ketiga.
Dari bunyi ayat tersebut, dapat kita pahami sebagai berikut :

• Setiap orang yang ditentukan oleh Allah, pasti bukan Allah.
• Yesus adalah orang yang ditentukan oleh Allah, berarti yesus bukan Allah.

• Setiap yang membuat mukjizat dengan kekuatan Allah, pasti bukan Allah
• Yesus bermukjizat atas kekuatan dari Allah, berarti Yesus bukan Allah.

• Setiap yang menjajdi perantara Tuhan, pasti bukan Tuhan.
• Yesus menjadi perantara Tuhan, berarti Yesus bukan Tuhan!!.

Mukjizat Yesus sehebat apapun tidak berarti Yesus itu Tuhan. Dan semua itu bisa terjadi bukan atas kehebatannya sendiri. Tetapi karena atas izin Allah Subhana Wa Ta’ala. (Qs. 3:49, Qs. 2:87,253)

98. Yesus dijadikan Tuhan ???

“Jadi seluruh kaum Israel harus tahu dengan pasti, bahwa Allah telah membuat Yesus, yang kamu salibkan itu, menjadi Tuhan dan Kristus” (Kisah Rasul 2 :36).

Masih dalah konteks kotbah Petrus kepada murid-murid Yesus, dia katakan bahwa orang Israel harus tahu bahwa Allah telah membangkitkan Yesus yang disalibkan itu menjadi Tuhan dan Kristus. Rasanya sangat janggal bahwa Allah menjadikan Yesus sebagai Tuhan.

Setiap yang dibangkitkan oleh Allah, pasti bukan Allah.
Yesus dibangkitkan oleh Allah, berarti Yesus bukan Allah.

Jika Allah menjadikan Yesus Tuhan, berarti ada tuhan selain Allah. Jika Yesus sudah dijadikan Tuhan, berarti Tuhan itu lebih dari satu. Padahal Yesus beraksi dalam Markus 12: 29, bahwa Tuhan itu Esa. Ini berarti dia itu bukan Tuhan.

“Jawab Yesus: “Hukum yang terutama ialah Dengarlah, hai orang Israel, Tuhan Allah kita, Tuhan itu esa“ (Markus 12:29)

Al Qur’an juga mengatakan bahwa Allah itu Esa tidak ada sekutu bagi-Nya, sebagaimana firman-Nya dalam Qs. 2: 133, Qs 2:163, Qs 4:171, Qs 5:73, Qs 6:19, Qs 9:31, Qs 12:39, Qs 37:4, Qs 38:65, Qs 39:4, Qs 40:16, Qs 41:6, Qs 112:1, dan lain-lain. Kita dapat mengambil contohnya sebagai berikut :

وَإِلَهُكُمْ إِلَهٌ وَاحِدٌ لا إِلَهَ إِلا هُوَ الرَّحْمَنُ الرَّحِيمُ

“Dan Tuhan kamu adalah Tuhan Yang Maha Esa; tidak ada Tuhan melainkan Dia Yang Maha Pengasih Lagi Maha Penyayang.”(2) (Qs 2 Al Baqarah :163)

إِنَّ إِلَهَكُمْ لَوَاحِدٌ

“Sesungguhnya Tuhan kamu benar-benar Esa.” (Qs 37 Ash Shaaffaat :4)

قُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ

“Katakanlah, “Dia-lah Allah yang Maha Esa.” (Qs 112 AL Ikhlas :1)

99. Yesus berdiri sebelah kanan Allah

“Lalu katanya : “Sungguh, aku melihat langit terbuka dan Anak Manusia berdiri disebelah kanan Allah.” (Kisah Rasul 7:56).

Ayat tersebut adalah ucapan Stefanus dan bukan ucapan dari Yesus sendiri. Penglihatan Stefanus tersebut sungguh tidak rasional. Bagaimana Stefanus bisa melihat bahwa Yesus duduk di sebelah kanan Allah? Jika Yesus yang adalah Anak Manusia berdiri disebelah kanan Allah, sementara Yesus itu sendiri adalah Tuhan (Allah), berarti ada dua Tuhan. Allah yang satu berdiri disebelah kanan dan Allah yang satu lagi berdiri disebelah kiri.

• Setiap yang disebut Anak Manusia, pasti bukan Tuhan.
• Yesus disebut sebagai Anak Manusia, berarti Yesus bukan Tuhan.

• Setiap yang berdiri disebelah kanan Tuhan, pasti bukan Tuhan.
• Yesus berdiri disebelah kanan Tuhan, berarti Yesus bukan Tuhan.

100. Allah membangkitkan Yesus sebagai juruselamat bagi orang Israel

“Dan dari keturunannyalah, sesuai dengan yang telah dijanjikan-Nya, Allah telah membangkitkan Juruselamat bagi orang Israel, yaitu Yesus.” (Kisah Rasul 13:23).

Yang dimaksud dengan “dari keturunannya” yaitu dari keturunan Daud. Paulus mengatakan, dari keturunan Daud inilah akan lahir seorang juruselamat bagi orang Israel yang bernama Yesus. Dengan demikian dapatlah kita simpulkan bahwa sesungguhnya Yesus itu adalah Juruselamat, tapi hanya Juruselamat bagi kaumnya saja, yaitu Bani Israel.

• Setiap orang yang dibangkitkan oleh Allah, pasti bukan Allah.
• Yesus dibangkitkan oleh Allah, berarti Yesus bukan Allah.

Bahkan dalam Injil Matius 15:24, yesus sendiri mengaku dia diutus hanya untuk umat Israel.

“Jawab Yesus : “Aku diutus hanya kepada domba-domba yang hilang dari umat Israel.” (Matius 15:24)

101. Allah itu Esa dan Yesus serahkan dirinya menebus dosa

“Karena Allah itu Esa dan esa pula dia yang menjadi pengantara antara Allah dan manusia, yaitu manusia Kristus Yesus, yang telah menyerahkan diri-Nya sebagai tebusan bagi semua manusia: itu kesaksian pada waktu yang ditentukan.” (1 Timotius 2:5-6).

(Ayat itu bukan perkataan Yesus) Nasihat Timotius tersebut merupakan kesaksian dia terhadap orang-orang non Yahudi, bahwa apa yang dia ajarkan itu adalah benar dan dia tidak berdusta. Dari bunyi ayat tersebut, dapat kita simpulkan :

• Setiap yang mengatakan Tuhan itu Esa, pasti Tuhan tidak lebih dari satu.
• Jika Tuhan itu Esa dan tidak lebih dari satu, berarti Yesus bukan Tuhan.

• Setiap yang menjadi perantara antara Tuhan dan manusia, pasti bukan Tuhan.
• Yesus menjadi perantara Tuhan dengan manusia, berarti Yesus bukan Tuhan.

• Setiap yang menyerahkan dirinya menjadi tebusan bagi manusia, pasti adalah manusia, bukan Tuhan.
• Yesus menyerahkan dirinya menjadi tebusan bagi manusia, berarti Yesus bukan Tuhan.

Ayat ke 101 (terakhir) ini berbicara tentang Yesus sebagai penebus dosa manusia, yang menurut umat Kristiani Yesus mati dalam rangka untuk menebus dosa-dosa manusia. Nah bagaimana para ilmuan tentang hal itu? Simak pendapat mereka sebagai berikut :

Socianus (1539 – 1604)
“Jika pengorbanan Yesus adalah mutlak dan tidak terbatas meliputi segalanya, maka manusia boleh bebas sepenuhnya berbuat sesuka hatinya. Dan jika doktrin penebusan dosa benar, maka humum Tuhan tidak lagi berlaku mengikat hamba-Nya, karena hukuman atas segala dosa telah dibayar oleh Yesus.”

Dr. Cruden Alexander
“Bahwa untuk tujuan pengorbanan seperti yang ditimpakan kepada Yesus dengan penderitaan dan kesengsaraan yang amat mengerikan, itu sangat memuakkan bagi pemikiran manusia modern dan dianggap suatu doktrin yang sangat menyeramkan.”

George Bernard Shaw
“Saya lebih suka memikul tanggung jawab moral saya, tidaklah baik lagi saya untuk membebankan dosa-dosa pada kambing hitam penebus dosa. Saya akan kurang berhati-hati terhadap dosa, apabila saya tahu bahwa hal itu sama sekali tidak merugikan saya.”

William Ellery Charing (1780 – 1842)
“Pengorbanan itu harus manusia yang melakukan untuk Tuhan, bukan Tuhan untuk manusia. Jika Yesus itu Tuhan, mengapa justru Tuhan yang mengorbankan diri-Nya untuk manusia? Ini tidak masuk akal sehat! Tuhan dapat saja mengampuni dosa-dosa manusia dengan tidak menggunakan kekerasan dan cara yang keji.” (disiksa sampai mati dipaku dikayu salib)

Iklan

8 Komentar »

  1. ****************************************************************
    ~ Sekilas Info …

    menurut pendapat pribadi saya,

    Yesus juga Rohkudus memang bisa disebut Bagian Allah (Belahan Diri Allah),

    jadi Yesus juga RohKudus bisa disebut Bagian Allah (kecuali dalam KualitasKeilahian)
    ———————————————————-

    karena jika saya katakan bahwa Keseluruhan Yesus juga Keseluruhan RohKudus adalah 100% Allah, maka saya salah

    demikian pula jika saya katakan,

    bahwa Keseluruhan Yesus juga Keseluruhan RohKudus adalah 100% bukan Allah, saya juga salah.
    (karena itu, Yesus juga RohKudus bisa disebut Bagian Allah, kecuali dalam KualitasKeilahian)

    ———————————————————–

    *mengapa bisa disebut Bagian Allah, karena Yesus juga RohKudus berasal dari Allah.
    *mengapa dalam hal KualitasKeilahian Yesus juga KualitasKeilahian RohKudus tidak bisa disebut Bagian Allah, karena KualitasKeilahian Yesus juga KualitasKeilahian RohKudus adalah KualitasKeilahian AllahBapa itu sendiri.

    jadi Yesus juga RohKudus memang bisa disebut Bagian Allah, tapi tidak sepenuhnya Bagian Allah.

    dan sebenarnya Sebutan Tuhan/Allah pada Yesus juga pada RohKudus itu disebabkan karena KualitasKeilahian Yesus juga KualitasKeilahian RohKudus adalah KualitasKeilahian AllahBapa itu sendiri, karena dalam KualitasKeilahian itu ada NAMA BAPA atau NAMA ALLAH atau YANG MAHA. Jadi berdasar Kualitas Keilahian, maka Yesus berhak mengklaim DiriNya sebagai atau yang disebut dengan Gelar-Gelar yang dipakai oleh AllahBapa. Jadi berdasar KualitasKeilahian YESUS juga berhak mengklaim DiriNya sebagai Tuhan, Yesus juga berhak menyamakan diriNya dengan Bapa. jadi Mereka ESA dalam KualitasKeilahian.

    Yohanes 10:29 Bapa-Ku, yang memberikan mereka kepada-Ku, lebih besar dari pada siapa pun, dan seorang pun tidak dapat merebut mereka dari tangan Bapa.
    10:30 Aku dan Bapa adalah satu.”

    Yohanes 14:9 Kata Yesus kepadanya: “Telah sekian lama Aku bersama-sama kamu, Filipus, namun engkau tidak mengenal Aku? Barangsiapa telah melihat Aku, ia telah melihat Bapa; bagaimana engkau berkata: Tunjukkanlah Bapa itu kepada kami.

    Yesaya 9:5 Sebab seorang anak telah lahir untuk kita, seorang putera telah diberikan untuk kita; lambang pemerintahan ada di atas bahunya, dan namanya disebutkan orang: Penasihat Ajaib, Allah yang Perkasa, Bapa yang Kekal, Raja Damai.

    Yohanes 16:26 Pada hari itu kamu akan berdoa dalam nama-Ku. Dan tidak Aku katakan kepadamu, bahwa Aku meminta bagimu kepada Bapa,
    16:27 sebab Bapa sendiri mengasihi kamu, karena kamu telah mengasihi Aku dan percaya, bahwa Aku datang dari Allah.
    16:28 Aku datang dari Bapa dan Aku datang ke dalam dunia; Aku meninggalkan dunia pula dan pergi kepada Bapa.”
    16:29 Kata murid-murid-Nya: “Lihat, sekarang Engkau terus terang berkata-kata dan Engkau tidak memakai kiasan.
    16:30 Sekarang kami tahu, bahwa Engkau mengetahui segala sesuatu dan tidak perlu orang bertanya kepada-Mu. Karena itu kami percaya, bahwa Engkau datang dari Allah.”
    16:31 Jawab Yesus kepada mereka: “Percayakah kamu sekarang?

    Wahyu 21:22 Dan aku tidak melihat Bait Suci di dalamnya; sebab Allah, Tuhan Yang Mahakuasa, adalah Bait Sucinya, demikian juga Anak Domba itu.

    Wahyu 1:8 “Aku adalah Alfa dan Omega, firman Tuhan Allah, yang ada dan yang sudah ada dan yang akan datang, Yang Mahakuasa.”

    (jadi karena Kualitas Keilahian Yesus juga KualitasKeilahian RohKudus adalah KualitasKeilahian AllahBapa itu sendiri, maka semua penyembahan yang ditujukan pada Tuhan Yesus ataupun pada Tuhan Rohkudus secara otomatis akan tertuju kepada AllahBapa).

    Tuhan Yesus memberkati

    ************************************************************************
    ~ Sekilas Info …

    TUHAN juga mampu membagi Roh

    Kitab Bilangan
    11:16 Lalu berfirmanlah TUHAN kepada Musa: “Kumpulkanlah di hadapan-Ku dari antara para tua-tua Israel tujuh puluh orang, yang kauketahui menjadi tua-tua bangsa dan pengatur pasukannya, kemudian bawalah mereka ke Kemah Pertemuan, supaya mereka berdiri di sana bersama-sama dengan engkau.
    11:17 Maka Aku akan turun dan berbicara dengan engkau di sana, lalu sebagian dari Roh yang hinggap padamu itu akan Kuambil dan Kutaruh atas mereka, maka mereka bersama-sama dengan engkau akan memikul tanggung jawab atas bangsa itu, jadi tidak usah lagi engkau seorang diri memikulnya.
    11:18 Tetapi kepada bangsa itu haruslah kaukatakan: Kuduskanlah dirimu untuk besok, maka kamu akan makan daging; sebab kamu telah menangis di hadapan TUHAN dengan berkata: Siapakah yang akan memberi kami makan daging? Begitu baik keadaan kita di Mesir, bukan? — TUHAN akan memberi kamu daging untuk dimakan.
    11:19 Bukan hanya satu hari kamu akan memakannya, bukan dua hari, bukan lima hari, bukan sepuluh hari, bukan dua puluh hari,
    11:20 tetapi genap sebulan lamanya, sampai keluar dari dalam hidungmu dan sampai kamu muak — karena kamu telah menolak TUHAN yang ada di tengah-tengah kamu dan menangis di hadapan-Nya dengan berkata: Untuk apakah kita keluar dari Mesir?”
    11:21 Tetapi kata Musa: “Bangsa yang ada bersama aku ini berjumlah enam ratus ribu orang berjalan kaki, namun Engkau berfirman: Daging akan Kuberikan kepada mereka, dan genap sebulan lamanya mereka akan memakannya!
    11:22 Dapatkah sekian banyak kambing domba dan lembu sapi disembelih bagi mereka, sehingga mereka mendapat cukup? Atau dapatkah ditangkap segala ikan di laut bagi mereka, sehingga mereka mendapat cukup?”
    11:23 Tetapi TUHAN menjawab Musa: “Masakan kuasa TUHAN akan kurang untuk melakukan itu? Sekarang engkau akan melihat apakah firman-Ku terjadi kepadamu atau tidak!”
    11:24 Setelah Musa datang ke luar, disampaikannya firman TUHAN itu kepada bangsa itu. Ia mengumpulkan tujuh puluh orang dari para tua-tua bangsa itu dan menyuruh mereka berdiri di sekeliling kemah.
    11:25 Lalu turunlah TUHAN dalam awan dan berbicara kepada Musa, kemudian diambil-Nya sebagian dari Roh yang hinggap padanya, dan ditaruh-Nya atas ketujuh puluh tua-tua itu; ketika Roh itu hinggap pada mereka, kepenuhanlah mereka seperti nabi, tetapi sesudah itu tidak lagi.

    *****************************
    ~ Sekilas Info …

    TUHAN juga mampu mengeluarkan/mengutus Firman dari FIRMAN-NYA (Mulut-NYA)

    Yesaya 55:11 demikianlah firman-Ku yang keluar dari mulut-Ku: ia tidak akan kembali kepada-Ku dengan sia-sia, tetapi ia akan melaksanakan apa yang Kukehendaki, dan akan berhasil dalam apa yang Kusuruhkan kepadanya.

    Yesus bisa disebut sebagai Firman yang keluar dari FIRMAN Bapa

    ****************************
    ~ Sekilas Info …

    roh manusia (pada umumnya) adalah termasuk makhluk, juga semua yang termasuk berhakikat makhluk. tetap terikat sepenuhnya oleh Hukum TUHAN dan semua yang berhakikat makhluk juga tidak boleh disembah dari hati.
    *NB:
    bahkan ketika orang menyembah raja, misalnya. Seperti contohnya saat menyembah raja Daud, boleh menyembah tapi tidak boleh meyembah dari hati.


    Namun Roh Manusia Yesus, bukan makhluk, karena Yesus tidak mempunyai roh manusia, tapi Roh Yesus adalah RohAllah, (yaitu Roh Allah yang keluar dari Allah).

    demikian pula Manusia Yesus bukan makhluk, karena itulah Yesus bukan sepenuhnya Manusia biasa, walaupun ada sisi manusia biasa dalam Tubuh Yesus, karena Yesus bisa menderita. Namun sisi lain Yesus, Yesus Bukan Manusia biasa atau (Manusia Ilahi) yang bisa berarti bahwa Yesus adalah Manusia yang tidak pernah berdosa.

    dan dalam Tubuh Yesus, tetap mengandung potensi Kapasitas Keilahian juga KualitasKeilahian (atau Kualitas Allah).

    dan KualitasKeilahian Yesus juga KualitasKeilahian RohKudus adalah SATU, (benar-benar satu, tidak berarti jamak) yaitu SATU dengan KualitasKeilahian AllahBapa itu sendiri.

    karena KualitasKeilahian Yesus juga Kualitas Keilahian RohKudus adalah Kualitas Keilahian AllahBapa itu sendiri, sehingga ada ada Nama Bapa atau Nama Allah, juga (Gelar Yang Maha, Yang Satu-satunya, dsb, yang juga merupakan Gelar-Gelar Bapa), dalam Kualitas Keilahian Yesus juga dalam KualitasKeilahian RohKudus.

    jadi kalau dilihat berdasarkan KUALITAS KEILAHIAN pada Yesus juga RohKudus, maka YESUS juga ROHKUDUS tidak pantas disebut Utusan Allah, tidak pantas disebut AnakAllah, juga tidak pantas disebut Bagian Allah,

    tapi layak disebut TUHAN/ALLAH, layak disebut sebagai Satu-satunya TUHAN/ALLAH, layak disembah.

    Terpujilah Tuhan RohKudus
    Terpujilah Tuhan Yesus
    Terpujilah AllahBapa

    Tuhan Yesus memberkati

    Yesaya 9:5 Sebab seorang anak telah lahir untuk kita, seorang putera telah diberikan untuk kita; lambang pemerintahan ada di atas bahunya, dan namanya disebutkan orang: Penasihat Ajaib, Allah yang Perkasa, Bapa yang Kekal, Raja Damai.

    Yohanes 16:26 Pada hari itu kamu akan berdoa dalam nama-Ku. Dan tidak Aku katakan kepadamu, bahwa Aku meminta bagimu kepada Bapa,

    Kisahrasul 13:2 Pada suatu hari ketika mereka beribadah kepada Tuhan dan berpuasa, berkatalah Roh Kudus: “Khususkanlah Barnabas dan Saulus bagi-Ku untuk tugas yang telah Kutentukan bagi mereka.”

    ***************************
    ~ Sekilas Info …

    Injil Matius 10:37 Barangsiapa mengasihi bapa atau ibunya lebih dari pada-Ku, ia tidak layak bagi-Ku; dan barangsiapa mengasihi anaknya laki-laki atau perempuan lebih dari pada-Ku, ia tidak layak bagi-Ku.

    artinya tidak ada larangan untuk mencintai bapaknya, ibunya, anaknya baik laki-laki ataupun perempuan, bahkan siapa saja atau apa saja, asalkan dengan sewajarnya, tidak melebihi porsinya, dengan cara yang benar, juga tidak melebihi cintamu pada Yesus

    dan juga janganlah sampai atas nama pelayanan, keluarga kalian terbengkalai, jangan sampai atas nama pelayanan, kalian tidak punya waktu untuk memberi perhatian kepada keluarga kalian. jadi ada waktu untuk pelayanan ada waktu untuk keluarga, usahakanlah sebisa mungkin untuk tetap mempunyai waktu untuk keluarga.

    Selamat Hari Natal, Tuhan Yesus memberkati

    *****************************
    ~ Sekilas Info …

    Matius 5:20 Maka Aku berkata kepadamu: Jika hidup keagamaanmu tidak lebih benar dari pada hidup keagamaan ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, sesungguhnya kamu tidak akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga.

    artinya dalam hal berbuat baik ataupun saat beribadah, jangan beribadah hanya berdasar rutinitas saja, jangan melakukan kebaikan dengan kebenaran lahiriah saja, karena sebenarnya harus dibarengi dengan sikap hati yang benar pula atau dengan tujuan hati yang benar pula.

    **************************
    ~ Sekilas Info …

    Hakim-hakim
    13:2 Pada waktu itu ada seorang dari Zora, dari keturunan orang Dan, namanya Manoah; isterinya mandul, tidak beranak.
    13:3 Dan Malaikat TUHAN menampakkan diri kepada perempuan itu dan berfirman kepadanya, demikian: “Memang engkau mandul, tidak beranak, tetapi engkau akan mengandung dan melahirkan seorang anak laki-laki.
    13:4 Oleh sebab itu, peliharalah dirimu, jangan minum anggur atau minuman yang memabukkan dan jangan makan sesuatu yang haram.
    13:5 Sebab engkau akan mengandung dan melahirkan seorang anak laki-laki; kepalanya takkan kena pisau cukur, sebab sejak dari kandungan ibunya anak itu akan menjadi seorang nazir Allah dan dengan dia akan mulai penyelamatan orang Israel dari tangan orang Filistin.”
    13:6 Kemudian perempuan itu datang kepada suaminya dan berkata: “Telah datang kepadaku seorang abdi Allah, yang rupanya sebagai rupa malaikat Allah, amat menakutkan. Tidak kutanyakan dari mana datangnya, dan tidak juga diberitahukannya namanya kepadaku.
    13:7 Tetapi ia berkata kepadaku: Engkau akan mengandung dan melahirkan seorang anak laki-laki; oleh sebab itu janganlah minum anggur atau minuman yang memabukkan dan janganlah makan sesuatu yang haram, sebab sejak dari kandungan ibunya sampai pada hari matinya, anak itu akan menjadi seorang nazir Allah.”
    13:8 Lalu Manoah memohon kepada TUHAN, katanya: “Ya Tuhan, berilah kiranya abdi Allah, yang Kauutus itu, datang pula kepada kami dan mengajar kami, apa yang harus kami perbuat kepada anak yang akan lahir itu.”
    13:9 Maka Allah mendengarkan permohonan Manoah, sehingga Malaikat Allah datang pula kepada perempuan itu, ketika ia duduk di padang dan ketika Manoah, suaminya itu, tidak ada bersama-sama dengan dia.
    13:10 Kemudian perempuan itu segera berlari memberitahukan kepada suaminya, katanya kepadanya: “Orang yang datang kepadaku baru-baru ini menampakkan diri pula kepadaku.”
    13:11 Lalu bangunlah Manoah dan mengikuti isterinya. Setelah sampai kepada orang itu, berkatalah ia kepadanya: “Engkaukah orang yang telah berbicara kepada perempuan ini?” Jawabnya: “Benar!”
    13:12 Lalu kata Manoah: “Dan apabila terjadi yang Kaukatakan itu, bagaimanakah nanti cara hidup anak itu dan tingkah lakunya?”
    13:13 Jawab Malaikat TUHAN itu kepada Manoah: “Perempuan itu harus memelihara diri terhadap semua yang Kukatakan kepadanya.
    13:14 Janganlah ia makan sesuatu yang berasal dari pohon anggur; anggur atau minuman yang memabukkan tidak boleh diminumnya dan sesuatu yang haram tidak boleh dimakannya. Ia harus berpegang pada segala yang Kuperintahkan kepadanya.”
    13:15 Kata Manoah kepada Malaikat TUHAN itu: “Perkenankanlah kami menahan Engkau di sini, supaya kami mengolah anak kambing bagi-Mu.”
    13:16 Tetapi jawab Malaikat TUHAN itu kepada Manoah: “Sekalipun engkau menahan Aku di sini, hidanganmu itu tidak akan Kumakan. Tetapi jika engkau hendak mengolahnya menjadi korban bakaran, persembahkanlah itu kepada TUHAN.” Sebab Manoah tidak mengetahui, bahwa Dia itu Malaikat TUHAN.
    13:17 Kemudian berkatalah Manoah kepada Malaikat TUHAN itu: “Siapakah nama-Mu, sebab apabila terjadi yang Kaukatakan itu, maka kami hendak memuliakan Engkau.”
    13:18 Tetapi jawab malaikat TUHAN itu kepadanya: “Mengapa engkau juga menanyakan nama-Ku? Bukankah nama itu ajaib?”
    13:19 Sesudah itu Manoah mengambil seekor anak kambing dan korban sajian, lalu mempersembahkannya kepada TUHAN di atas batu. Lalu diperbuat-Nya keajaiban, sementara Manoah dan isterinya memandanginya.
    13:20 Sedang nyala api itu naik ke langit dari mezbah, maka naiklah Malaikat TUHAN dalam nyala api mezbah itu. Ketika Manoah dan isterinya melihat hal ini, sujudlah mereka dengan mukanya sampai ke tanah.
    13:21 Sejak itu Malaikat TUHAN tidak lagi menampakkan diri kepada Manoah dan isterinya. Maka tahulah Manoah, bahwa Dia itu Malaikat TUHAN.
    13:22 Berkatalah Manoah kepada isterinya: “Kita pasti mati, sebab kita telah melihat Allah.”
    13:23 Tetapi jawab isterinya kepadanya: “Seandainya TUHAN hendak membunuh kita, maka tidaklah Ia menerima korban bakaran dan korban sajian dari tangan kita dan tidaklah Ia memperlihatkan semuanya itu kepada kita dan tidaklah Ia memperdengarkan hal-hal yang demikian kepada kita pada waktu sekarang ini.”

    NB: yang dimaksud rupa malaikat Allah amat menakutkan adalah bahwa mata Malaikat Allah itu bersinar-sinar seperti atau bagaikan nyala api atau bagaikan bola api atau (seperti matanya avatar), bagi orang awam tentu hal seperti itu menakutkan

    ****************************
    ~ Sekilas Info …

    Daniel 7:9 Sementara aku terus melihat, takhta-takhta diletakkan, lalu duduklah Yang Lanjut Usianya; pakaian-Nya putih seperti salju dan rambut-Nya bersih seperti bulu domba; kursi-Nya dari nyala api dengan roda-rodanya dari api yang berkobar-kobar;
    7:10 suatu sungai api timbul dan mengalir dari hadapan-Nya; seribu kali beribu-ribu melayani Dia, dan selaksa kali berlaksa-laksa berdiri di hadapan-Nya. Lalu duduklah Majelis Pengadilan dan dibukalah Kitab-kitab.
    7:11 Aku terus melihatnya, karena perkataan sombong yang diucapkan tanduk itu; aku terus melihatnya, sampai binatang itu dibunuh, tubuhnya dibinasakan dan diserahkan ke dalam api yang membakar.
    7:12 Juga kekuasaan binatang-binatang yang lain dicabut, dan jangka hidup mereka ditentukan sampai pada waktu dan saatnya.

    7:13 Aku terus melihat dalam penglihatan malam itu, tampak datang dengan awan-awan dari langit seorang seperti anak manusia; datanglah ia kepada Yang Lanjut Usianya itu, dan ia dibawa ke hadapan-Nya.
    7:14 Lalu diberikan kepadanya kekuasaan dan kemuliaan dan kekuasaan sebagai raja, maka orang-orang dari segala bangsa, suku bangsa dan bahasa mengabdi kepadanya. Kekuasaannya ialah kekuasaan yang kekal, yang tidak akan lenyap, dan kerajaannya ialah kerajaan yang tidak akan musnah.

    7:15 Maka aku, Daniel, terharu karena hal itu, dan penglihatan-penglihatan yang kulihat itu menggelisahkan aku.
    7:16 Lalu kudekati salah seorang dari mereka yang berdiri di sana dan kuminta penjelasan tentang semuanya itu. Maka berkatalah ia kepadaku dan diberitahukannyalah kepadaku maknanya:
    7:17 Binatang-binatang besar yang empat ekor itu ialah empat raja yang akan muncul dari dalam bumi;
    7:18 sesudah itu orang-orang kudus milik Yang Mahatinggi akan menerima pemerintahan, dan mereka akan memegang pemerintahan itu sampai selama-lamanya, bahkan kekal selama-lamanya.
    7:19 Lalu aku ingin mendapat penjelasan tentang binatang yang keempat itu, yang berbeda dengan segala binatang yang lain, yang sangat menakutkan, dengan gigi besinya dan kuku tembaganya, yang melahap dan meremukkan dan menginjak-injak sisanya dengan kakinya;
    7:20 dan tentang kesepuluh tanduk yang ada pada kepalanya, dan tentang tanduk yang lain, yakni tanduk yang mempunyai mata dan yang mempunyai mulut yang menyombong, yang tumbuh sehingga patahlah tiga tanduk, dan yang lebih besar rupanya dari tanduk-tanduk yang lain.
    7:21 Dan aku melihat tanduk itu berperang melawan orang-orang kudus dan mengalahkan mereka,
    7:22 sampai Yang Lanjut Usianya itu datang dan keadilan diberikan kepada orang-orang kudus milik Yang Mahatinggi dan waktunya datang orang-orang kudus itu memegang pemerintahan.
    7:23 Maka demikianlah katanya: Binatang yang keempat itu ialah kerajaan yang keempat yang akan ada di bumi, yang akan berbeda dengan segala kerajaan dan akan menelan seluruh bumi, menginjak-injaknya dan meremukkannya.
    7:24 Kesepuluh tanduk itu ialah kesepuluh raja yang muncul dari kerajaan itu. Sesudah mereka, akan muncul seorang raja; dia berbeda dengan raja-raja yang dahulu dan akan merendahkan tiga raja.
    7:25 Ia akan mengucapkan perkataan yang menentang Yang Mahatinggi, dan akan menganiaya orang-orang kudus milik Yang Mahatinggi; ia berusaha untuk mengubah waktu dan hukum, dan mereka akan diserahkan ke dalam tangannya selama satu masa dan dua masa dan setengah masa.
    7:26 Lalu Majelis Pengadilan akan duduk, dan kekuasaan akan dicabut dari padanya untuk dimusnahkan dan dihancurkan sampai lenyap.
    7:27 Maka pemerintahan, kekuasaan dan kebesaran dari kerajaan-kerajaan di bawah semesta langit akan diberikan kepada orang-orang kudus, umat Yang Mahatinggi: pemerintahan mereka adalah pemerintahan yang kekal, dan segala kekuasaan akan mengabdi dan patuh kepada mereka.
    7:28 Sekianlah berita itu. Adapun aku, Daniel, pikiran-pikiranku sangat menggelisahkan aku, sehingga aku menjadi pucat; dan aku menyimpan hal itu dalam ingatanku.”

    **************************************
    ~ Sekilas Info …

    I Tawarikh
    21:15 Pula Allah mengutus malaikat ke Yerusalem untuk memusnahkannya, dan ketika hendak dimusnahkannya, maka TUHAN melihatnya, lalu menyesallah Ia karena malapetaka yang hendak didatangkan-Nya itu, lalu berfirmanlah Ia kepada malaikat pemusnah itu: “Cukup! Turunkanlah sekarang tanganmu itu!” Pada waktu itu malaikat TUHAN itu sedang berdiri dekat tempat pengirikan Ornan, orang Yebus.
    21:16 Ketika Daud mengangkat mukanya, maka dilihatnyalah malaikat TUHAN berdiri di antara bumi dan langit, dengan di tangannya pedang terhunus yang diacungkan ke atas Yerusalem. Lalu dengan berpakaian kain kabung sujudlah Daud dan para tua-tua.
    21:17 Dan berkatalah Daud kepada Allah: “Bukankah aku ini yang menyuruh menghitung rakyat dan aku sendirilah yang telah berdosa dan yang melakukan kejahatan, tetapi domba-domba ini, apakah yang dilakukan mereka? Ya TUHAN, Allahku, biarlah kiranya tangan-Mu menimpa aku dan kaum keluargaku, tetapi janganlah tulah menimpa umat-Mu.”
    21:18 Kemudian malaikat TUHAN menyuruh Gad mengatakan kepada Daud, bahwa Daud harus pergi untuk mendirikan mezbah bagi TUHAN di tempat pengirikan Ornan, orang Yebus itu.
    21:19 Lalu pergilah Daud, sesuai dengan perkataan Gad yang diucapkannya demi nama TUHAN.
    21:20 Ornan sedang mengirik gandum; ketika ia memalingkan diri, dilihatnyalah malaikat itu; keempat anaknya yang bersama-sama dengan dia menyembunyikan diri.
    21:21 Ketika Daud sampai kepada Ornan, maka Ornan mengangkat mukanya dan melihat Daud, lalu keluarlah ia dari tempat pengirikan, kemudian sujudlah ia kepada Daud dengan mukanya ke tanah.
    21:22 Berkatalah Daud kepada Ornan: “Berikanlah kepadaku tempat pengirikan ini, supaya aku mendirikan di sini mezbah bagi TUHAN; baiklah berikan itu kepadaku dengan harga penuh, supaya tulah ini berhenti menimpa rakyat.”
    21:23 Jawab Ornan kepada Daud: “Ambillah, dan baiklah tuanku raja melakukan apa yang dipandangnya baik. Lihatlah, aku berikan lembu ini untuk korban bakaran dan eretan-eretan pengirik ini untuk kayu bakar dan gandum untuk korban sajian, semuanya itu kuberikan.”
    21:24 Tetapi berkatalah raja Daud kepada Ornan: “Bukan begitu, melainkan aku mau membelinya dengan harga penuh, sebab aku tidak mau mengambil milikmu untuk TUHAN dan tidak mau mempersembahkan korban bakaran dengan tidak membayar apa-apa.”
    21:25 Maka Daud memberikan kepada Ornan sebagai bayaran tempat itu emas seberat enam ratus syikal.
    21:26 Lalu Daud mendirikan di sana mezbah bagi TUHAN, mempersembahkan korban bakaran dan korban keselamatan dan memanggil TUHAN. Maka TUHAN menjawab dia dengan menurunkan api dari langit ke atas mezbah korban bakaran itu.
    21:27 Lalu berfirmanlah TUHAN kepada malaikat itu supaya dikembalikannya pedangnya ke dalam sarungnya.
    21:28 Pada waktu itu juga Daud mempersembahkan korban di sana, ketika ia melihat, bahwa TUHAN telah menjawab dia di tempat pengirikan Ornan, orang Yebus itu.
    21:29 Kemah Suci, yang dibuat Musa di padang gurun, dan mezbah korban bakaran pada waktu itu ada di bukit pengorbanan di Gibeon,
    21:30 tetapi Daud tidak berani pergi ke sana berhadapan dengan Allah untuk menanyakan petunjuk-Nya, sebab ia takut kepada pedang malaikat TUHAN itu.

    **********************************
    ~ Sekilas Info …

    Kejadian
    22:11 Tetapi berserulah Malaikat TUHAN dari langit kepadanya: “Abraham, Abraham.” Sahutnya: “Ya, Tuhan.”
    ——————-
    Yesus itu juga disebut Malaikat Perjanjian

    aku percaya Malaikat TUHAN itu adalah Yesus sebelum jadi manusia

    *************************************
    ~ Sekilas Info …

    Yesus memang tidak layak disebut Tuhan,
    berdasar yang termasuk kapasitas manusiaNya, kualitas manusiaNya, bahkan Kapasitas KeilahianNya.

    dalam kualitas manusia, Yesus adalah Manusia biasa, yang bisa dicobai, yang bisa menjadi heran, yang juga bisa menderita

    dalam kapasitas Manusia, Yesus adalah Manusia Ilahi (Manusia yang tidak pernah berdosa)

    dalam kapasitas Keilahian, Yesus adalah Malaikat Allah/Malaikat Tuhan(tapi bukan makhluk), yang bisa juga disebut sebagai Malaikat Perjanjian

    jadi dalam kesemuanya itu, Yesus tetap berstatus sebagai Utusan

    ******************************
    ~ Sekilas Info …

    namun berdasar Kualitas Keilahian YESUS sangat layak diSebut sebagai TUHAN diatas segala tuhan, Satu-satunya TUHAN, karena KualitasKeilahian Yesus adalah KulaitasKeilahian AllahBapa itu sendiri, maka ada NAMA BAPA pada KualitasKeilahian Yesus, karena itulah dalam hal ini Yesus tidak bisa disebut Utusan, Yesus tidak bisa disebut AnakAllah, tapi ALLAH

    Keluaran 23:21 Jagalah dirimu di hadapannya dan dengarkanlah perkataannya, janganlah engkau mendurhaka kepadanya, sebab pelanggaranmu tidak akan diampuninya, sebab nama-Ku ada di dalam dia.

    Yesaya 9:5 Sebab seorang anak telah lahir untuk kita, seorang putera telah diberikan untuk kita; lambang pemerintahan ada di atas bahunya, dan namanya disebutkan orang: Penasihat Ajaib, Allah yang Perkasa, Bapa yang Kekal, Raja Damai.

    Wahyu 21:22 Dan aku tidak melihat Bait Suci di dalamnya; sebab Allah, Tuhan Yang Mahakuasa, adalah Bait Sucinya, demikian juga Anak Domba itu.

    Wahyu 1:17 Ketika aku melihat Dia, tersungkurlah aku di depan kaki-Nya sama seperti orang yang mati; tetapi Ia meletakkan tangan kanan-Nya di atasku, lalu berkata: “Jangan takut! Aku adalah Yang Awal dan Yang Akhir,
    1:18 dan Yang Hidup. Aku telah mati, namun lihatlah, Aku hidup, sampai selama-lamanya dan Aku memegang segala kunci maut dan kerajaan maut.

    Wahyu 1:6 dan yang telah membuat kita menjadi suatu kerajaan, menjadi imam-imam bagi Allah, Bapa-Nya, — bagi Dialah kemuliaan dan kuasa sampai selama-lamanya. Amin.
    1:7 Lihatlah, Ia datang dengan awan-awan dan setiap mata akan melihat Dia, juga mereka yang telah menikam Dia. Dan semua bangsa di bumi akan meratapi Dia. Ya, amin.
    1:8 “Aku adalah Alfa dan Omega, firman Tuhan Allah, yang ada dan yang sudah ada dan yang akan datang, Yang Mahakuasa.”

    Komentar oleh njlajahweb — Januari 2, 2017 @ 1:51 pm

    • ente nulis apa yah pusing pala ane bacanya…. semoga Allah swt memberi hidayah kepada ente.

      Komentar oleh Buya Athaillah — Januari 2, 2017 @ 4:31 pm

  2. sekilas info,
    *TriTunggal adalah : Bapa, Putra, RohKudus (Yang berbeda), namun tetap Tunggal dalam KualitasKeilahian.

    *TriTunggal yang bisa disimpulkan sebagai (Tiga yang berbeda, namun tetap Sama), mungkin juga bisa di ibaratkan seperti ini :
    NB: perbedaan Bapa, Putra, RohKudus bisa di ibaratkan pixel yang berbeda, sedangkan HD melambangkan Kualitas Allah.

    Kualitas HD
    720(p) Rohkudus
    1080(p) Yesus
    1440(p) Bapa

    jadi, walaupun berbeda “pixelnya atau (p)”-nya, namun tetap Sama yaitu berkualitas HD.

    bahkan masing-masing pixel yaitu 720(p), 1080(p), 1440(p) tetap Sama-sama Berkualitas HD, walaupun terpisah.

    Komentar oleh njlajahweb — Januari 2, 2017 @ 1:52 pm

    • Dalil tri tungggal itu dari mana apa ayatnya ? setau ane itu ayat tritunggal itu ayat palsu disisipkan agar ajarannya nyambung padahal gak ada….makanya sempet di buang….

      Komentar oleh Buya Athaillah — Januari 2, 2017 @ 4:32 pm

  3. Yesaya 9:5 Sebab seorang anak telah lahir untuk kita, seorang putera telah diberikan untuk kita; lambang pemerintahan ada di atas bahunya, dan namanya disebutkan orang: Penasihat Ajaib, Allah yang Perkasa, Bapa yang Kekal, Raja Damai.

    Komentar oleh njlajahweb — Januari 7, 2017 @ 3:38 pm

  4. sekilas info (renungan bagi semua umat)

    srlahkan kunjungi link dibawah ini dan klik pada komentarnya

    https://njlajahweb.blogspot.co.id/2015/02/pertama-tama-saya-mohon-maaf-yang.html#comment-form

    Komentar oleh njlajahweb — Januari 7, 2017 @ 3:39 pm

  5. Kesaksian Kamal Saleem (Ex Muslim) – Bertemu dan berbicara dengan Yesus
    kasih yesus 10.47
    Yohanes16:8 Dan kalau Ia datang, Ia akan menginsafkan dunia akan dosa, kebenaran dan penghakiman;

    48% Muslim di amarika percaya bahwa muslim pertama dan orang amarika ke dua.Tujuan kami adalah untuk merubah budaya ini karena mereka kafir, dan apa yang mereka lakukan tidak menyenangkan Allah. Kami tentara Allah yang akan membuat mereka melakukan itu. Kamal Saleem lahir di lebanon dari keluarga muslim yang taat, sekitar usia 4 tahun dia ingat duduk di meja dapur ibunya mengajar tentang Quran.

    Kewajiban kepada Allah dan jihat, sejak kecil ibu berkata suatu hari kamu akan jadi martir anakku, “Kau akan mati demi Allah.” “Dan kau akan memuliakan Islam.” Dia berkata, “Jika kau bunuh Yahudi, anakku, tanganmu akan menyala di hadapan Allah.” “Dan penghuni surga akan mereyakan yang kau perbuat.”

    Anda juga bisa menonton videonya di Youtube dengan judul
    Kesaksian Kamal Saleem (Ex Muslim) – Bertemu dan berbicara dengan Yesus .. !!

    Kamal Saleem

    Kamal berusia 7 tahun saat orang tuanya mengirimnya ke kamp pelatihan Muslim untuk belajar bagaimana gunakan senjata berpartisipasi dan membunuh musuh.dan anak lali-laki diajarkam yang lain, lebih mahir dalam berperang. Kami di latih untuk apa yang di sebut “Kultur Jihat”, yaitu menganti budaya. Kultur jihat tidak seperti pedang, tidak seperti senapan. Ini adalah jihat yang akan masuk ke dunia anda. Di usianya 20 tahun kamal di pilih mengorbankan kultur jihat di amerika. Di dalam Islam, Liberty,Freedom,Monarki, semua adalah berhala. Dan ini harus di hancurkan jadi liberty yang anda miliki di amerika adalah anti Islam. Amerika harus di ubah. Oleh sebab itu saya pergi ke Bible Belt secara khusus.

    Bible Belt adalah terkuat di antara yang terkuat. Disanalah basis Kristen. dan saya akan melakukan yang terbaik dari yang terbaik karena saya mengangap diri saya sebagai pedang Islam. Saya pikir saya di urapi. Saya unik, saya pilihan. Saya datang ke sebuah negara dan budaya untuk merubahnya. Dan saya punya kuasa Allah pada saya. Di awal 1980 kamal mengakarkan dirinya di sebuah kota kecil Midwestern. Dan mulai mengincar seseorang dari tetangga yang paling miskin untuk merekrut mereka ke dalam Islam. Tapi di siang ini hidupnya akan berada di tangan seseorang yang paling di bencinya. Saya pergi dari suatu tempat ke tempat lain untuk perekrutan.

    Hari itu saya mengalami kecelakaan mobil. Kecelakaan mobil itu sangat parah hingga terpental keluar dari mobil saya, jatuh menumpu di leher, leher saya petah di dua tempat. Orang ini berlari meng hampiri saya dan dia berkata “Jangan Khawatir!” ” Kami akan merawatmu .” “Semua akan baik-baik saja.” Ambulance datang menjemput saya. Dan sekarang saya di rumah sakit dokter oprasi di ruang ortopedi di ruang UGD lihat grafiksaya, dan ia hanya katakan, nak kami akan merawatmu semua akan baik-baik saja. Hari kedua saya bangun di rumah sakit dan kepala therapy physical ini datang dan membaca grafik saya, dia berbalik mengatakan hal yang sama kata demi kata “Kami akan merawatmu.” Pada awal kamal takut akan kata-kata itu karena orang ini adalah kristen semua.

    Didalam terorisme, jika mereka berkata “Kami akan merawatmu,” Anda lebih baik lari. Opersi untuk memperbaiki tulang leher kamal yang patah berjalan sangat sukses. Tapi untuk pemulihan membutuhkan seminggu, setelah keluar dari rumah sakit, dia butuh orang yang merawat dirinya. hinga ia sembuh. Kamal tidak punya siapapun. Lalu dokter oprasi ortopedi membuka rumahnya untuk orang asing ini. Di rumahnya mereka menempatkan saya di kamar pilihan yang paling bagus. Saya seperti bagian keluarga mereka. Mereka tidak melihat saya dengan perbedaan. Dan sekarang mereka punya sebuah keranjang mereka berkata “ini buat kamal.” Mereka memberi uang untuk menebus tagihan rumah sakit saya. Kamal meresa di penuhi dengan kasih Kristen yang mereka berikan, setelah dia sembuh dia mulai membantu di rumah dengam memasak dan bersih-bersih. Mereka punya teman Yahudi yang datang dari Israel mereka membantu.Dan sekarang saya memeluk orang israel, dan saya memasak untuk Yahudi.

    Saya pergi… Apa yang terjadi dengan diriku? Saat kamal mampu merawat dirinya sendiri dan akan kembali ke apartemannya, sang dokter punya kejutan lain untuknya. Dia berkata “Ini kunci rumah, dan ini kunci ekstra, ini mobil barumu.” “Kami hanya ingin beri berkat buatmu.” “Kamu bisa datang kapanpun kau mau” lalu saya kembali ke rumah saya. dan pergi ke tempat dingin saya yang saya tingalkan satu bulan lamanya, debu sangat tebal dan saya harus menyelesaikan masalah ini dengan Tuhan saya. Untuk mengetahui apakah ini nyata atau tidak. Lalu saya berjalan kedalam, saya tutup pintu dan menuju jendela sisi timur dan saya bersujud. lalu saya tengadahkan tangan ke surga. Saya menangis kepada Tuhan saya. Allah,Allah Tuhan dan Rajaku. Mengapa Kau lakukan hal ini pada ku. Aku tak masalah dengak kecelakaan mobil, aku tak apa-apa dengan itu semua. Tapi kenapa kau tempatkan aku di antara orang-orang Kristen? Aku binggung, orang-orang Kristen dan Yahudi mereka orang baik. Tak ada yang salah dengan mereka, mereka tidak ingin membunuh kita. Mereka tidak sama dengan yang ku pelajari. Allah orang-orang ini punya hubungan dengan Tuhan mereka. Orana-orang ini menangis kepada Tuhan, dan Dia menjawab mereka. Aku ingin dengar suara Mu. Aku ingin dengar Kau mengasihiku. Jika Engkau nyata, bicaralah padaku.!
    Tebaklah apa yang Allah katakan hari itu? Tentu saja tidak ada.

    Karena mempertanyakan imannya, suatu yang terhormat yang bisa dilakukannya adalah mengakhiri hidupnya sendiri. Lalu saya mengambil pistol dan saya arahkan di posisi yang benar dan saya tarik pelatuknya. Saya dengar sebuah suara. Suara itu mengenal nama saya. Dia berkata,”Kamal…” “Kamal…” “Kamal…” Bukankah kamu memangil-Ku Bapa Abraham Ishak dan Yakub. Lalu saya sujud, langsung tengadahkan tangan ke surga, begitu saya dengar suara itu. Saya menangis dengan setiap nadi dalam diri saya. Tuhan, Bapa Abraham..! Jika Engkau nyata, bicaralah padaku! Tuhan, Bapa Abraham..! Jika Engkau nyata, aku ingin mengenal-Mu. Tuhan Bapa Abraham datang ke kamar. Dia penuhi seluruh kamar dengan Kemuliaan-Nya. Dan namaNya adalah YAHWE. Tuhan itu satu! Dia punya lubang di tangan-Nya. Dan juga punya lubang di kaki-Nya. Nama-Nya adalah YESUS. Saya tanya kepada-Nya, siapa Engkau Tuhanku? siapakah Engkau? Dia berkata “Aku adalah Aku.” Kamal berkata, “Aku orang biasa.” ” Dengan pikiran yang sederhana.” Apa yang harus aku lakukan? Dia berkata “Akulah Alfa dan Omega,” “Aku yang awal dan yang Akhir.” ” Aku segalanya di antara semuanya.” “Aku telah mengenalmu, Sebelum Aku membentuk Bumi.” “Aku mengasihimu.” “Sebelum Aku membentukmu dalam rahim ibumu.” “Bangkitlah!” “Bangkitlah kamal.” “Datanglah.” “Kau perajurit-Ku.” “Kau bukan perajurit mereka.” Dan kamal katakan kepada-Nya, “Tuhan-ku..Tuhan-ku..” “Aku ingin hidup dan mati untuk-Mu.” Dan Dia berkata “Kau tidak mati untuk-Ku.” ” Aku mati untukmu supaya kau hidup .”

    Hari itu bukannya mengambil hidupnya, Justru kamal memberikan hidupnya untuk Yesus. Sekarang dia punya misi baru. Mengunjungi negara-negara, Menantang Muslim menanyakan kesetiaannya pada Allah. Keinginan hati saya adalah menjangkau saudara-saudara Muslim saya, Umat Muslim di luar sana 1,5 Miliyar Muslim di mana mereka hidup di luar sana dan tak pernah meresakan kebebasan. Dan itu adalah kebebasan dari Tuhan. Sudah 20 tahun sejak kamal meningalkan Islam. Bahkan ancaman kekerasan dan kematian, Tidak menghentikannya untuk membagikan kisah hidupnya.

    Dia sungguh nyata. Jika anda tidak punya pengalaman dengan Tuhan dalam hidup anda, Jika anda tidak pernah meresakan Tuhan, Jika anda berpikir anda tidak kehilangan apapun saat sedang duduk di rumah anda? Apakah anda Muslim atau non-Muslim, atau non-kristen…, apapun anda, panggillah Tuhan, Bapa Abraham Ishak dan Yakub. Katakan “Jika Engkau nyata,” “Bicaralah padaku”, ” Aku ingin dengar suara-Mu.”

    Komentar oleh rio — Maret 18, 2017 @ 6:26 pm

    • manusia itu bisa dusta tapi kitab itu tidak berdusta. Kalau org murtad dr islam tentu sdh jd pilihan dia tapi apa yg dia yakini blom tentu kebenaran. Apa yang saya sajikan disini bukanlah perkataan saya tapi analisa dati mantan pastur yang masuk islam bernama Ust. Mokoginta. silahkan di browsing dan saya rasa juga ada d you tube. Tolong dibaca teliti kajian dr ust. mokoginta, dibanding emosional silahkan ditanyakan ke guru atau pastur anda mengenai argumen dari ust. mokoginta. itupun semuanya dikutip dari bible…. pertanyaannya kita mau ikut jesus atau mau ikut gereja. Kalau mengaku pengikut jesus silahkan berargumen dari yg jesus sampaikan di bible…..

      Komentar oleh Buya Athaillah — Maret 21, 2017 @ 11:00 am


RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: