Buyaathaillah's Blog

Bayan Syuro Mufti Luthfi Al Banjari : Kepentingan dakwah dan Musibah jika meninggalkannya

KH. Muhammad Luthfi Yusuf Al Banjari

Mufti Dakwah Jemaah Tabligh

Syuro Indonesia

 

Assalamualaikum wr. Wb.

 

Allah swt berfirman :

 

“Man ‘amila shaalihan min dzakarin aw untsaa wahuwa mu’minun falanuh yiyannahu hayaatan thayyibatan walanaj ziyannahum ajrahum bi-ahsani maa kaanuu ya’maluuna”

 

Artinya :

 

“Barangsiapa mengerjakan kebajikan, baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, maka pasti akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik dan akan Kami beri balasan dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan.”

(QS. 16:97)

 

Janji Allah swt kepada semua manusia baik dari kalangan laki-laki ataupun perempuan, jika dia beriman dan beramal sholeh dengan ikhlas maka Allah swt akan berikan kepada dia kehidupan yang baik. Allah berjanji, pasti dan pasti, Allah swt akan berikan kepada orang yang beriman dan buat amal sholeh, kehidupan yang baik, yang bahagia, dan sukses dunia wal akherah. Jadi agama tidak hanya memberikan kebahagiaan di akherat saja, tapi dengan agama, Allah swt berikan kebahagiaan di dunia juga. Bahkan orang yang akan di masukkan kedalam surga oleh Allah swt, kenyamanan dan kebahagiaan di surga sudah Allah swt rasakan kepada orang tersebut di dunia ini. Jadi tatkala orang belum merasakan kenikmatan batin jangan berharap masuk surga. Dan orang yang akan masuk kedalam neraka, di duniapun sudah Allah swt rasakan kepadanya kesusahanya di dunia ini. Walaupun dia hidup di tengah glamour harta dan jabatan, tetap akan merasakan kesusahan hidup di neraka.

 

Hadits :

 

“Ad Dunya Dzilul Akhrah “ : “Dunia itu bayangan Akherat”

 

Maka orang yang akan bahagia di akherat sudah ada bayangannya di dunia. Orang yang akan sengsara di akherat sudah ada bayangannya di dunia.

 

Allah swt berfirman :

 

Walau anna ahlal-qurā āmanụ wattaqau lafataḥnā ‘alaihim barakātim minas-samā`i wal-arḍi wa lāking każżabụ fa akhażnāhum bimā kānụ yaksibụn

 

Terjemah Arti:

 

“Jikalau sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertakwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi mereka mendustakan (ayat-ayat Kami) itu, maka Kami siksa mereka disebabkan perbuatannya.”

(QS Al A’raf : 96)

 

Sekiranya masyarakat terdahulu di dalamnya ada iman dan ketaqwaan. Mereka ada Iman yaitu di hatinya ada la illaha illallah, dan Tubuh dia bergerak berdasarkan ketaqwaan. DI matanya ada Taqwa, di Lisannya ada Taqwa, di Pendengarannya ada Taqwa, di Tangannya ada Taqwa, di Langkahnya ada Taqwa, Mata Hatinya ada Taqwa. Dalam gerak gerik kehidupannya senantiasa memperhatikan perintah Allah swt. Lalu dia jauhi larangan Allah swt.

 

lafataḥnā ‘alaihim barakātim minas-samā`i wal-arḍi : pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi

 

Namun sayangnya mereka terdahulu mendustakan ayat-ayat kami, sehingga apa yang terjadi ?

 

wa lāking każżabụ fa akhażnāhum bimā kānụ yaksibụn : tetapi mereka mendustakan (ayat-ayat Kami) itu, maka Kami siksa mereka disebabkan perbuatannya.

 

Kami siksa mereka akibat perbuatan mereka. Apa perbuatan mereka ? mendustakan Allah swt, mendustakan para anbiya, mendustakan ayat-ayat Allah swt. Asbab ini Allah swt hancurkan peradaban ummat-ummat terdahulu. Allah swt adzab mereka akibat ulah perbuatan mereka sendiri.

 

Hari ini orang beriman merasa tidak aman. Bahkan di tempat yang dikenal dengan serambi mekah, ketika tsunami, ketika kami angkat jenazah-jenazah korban tsunami. Ada yang berkata :

 

“Kenapa Musibah ini diturunkan kepada kami orang beriman bukan kepada orang kafir saja ?”

 

Keimanan macam apa yang akan menghadirkan keamanan di permukaan bumi ini ? Maka ini keamanan akan terjadi jika keimanan ini bukan hanya diucapkan di lisan saja atau sekedar pengakuan dalam hati tetapi juga dibuktikan dalam kerja atau amal sehari-hari.

 

Allah swt berfirman :

 

Allażīna āmanụ wa lam yalbisū īmānahum biẓulmin ulā`ika lahumul-amnu wa hum muhtadụn

 

Terjemah Arti:

 

Orang-orang yang beriman dan tidak mencampuradukkan iman mereka dengan kezaliman (syirik), mereka itulah yang mendapat keamanan dan mereka itu adalah orang-orang yang mendapat petunjuk. (Al An’am : 82)

 

Mereka yang beriman tidak akan mencampur adukkan iman mereka dengan kedzoliman. Kedzoliman disini ditafsirkan sebagai perbuatan syirik. Sebagaimana firman Allah swt dalam surat Luqman :

 

innasy-syirka laẓulmun ‘aẓīm : “Sesungguhnya syirik itu adalah kedzaliman yang besar” (QS 31:13)

 

Maka oleh sebab itu Allah swt janjikan kepada yang beriman yaitu yang tidak mencampur adukkan iman mereka dengan kemusyrikan. Apa janji Allah swt ?

 

ulā`ika lahumul-amnu wa hum muhtadụn : “mereka itulah yang mendapat keamanan dan mereka itu adalah orang-orang yang mendapat petunjuk”

 

Mereka yang mampu menjaga imannya bersih dari kemusyrikan maka dia akan selalu berada dalam bimbingan Allah swt.

 

Jadi jika ada orang beriman di intimidasi, diancam, akan dibunuh atau dirampok. Lalu dia merasa tidak aman, keluar rumah takut, pergi tidak berani, lihat tabungan takut dicuri, lihat harta dirumahnya takut dirampok, hidupnya penuh ketakutan. Berati Iman dia masih bercampur dengan kemusyrikan.

 

Jadi semakin kokoh iman seseorang, semakin terasa aman dan tenang kehidupan dia jauh dari ketakutan. Semakin besar kemusyrikan seseorang maka dia akan semakin dihantui perasaan ketakutan, tidak aman, dan tidak tenang. Sebagaimana firman Allah swt, iman yang tidak bercampur dengan kedzaliman atau kemusyrikan ini yang akan bisa mendatangkan keamanan di dunia ini.

 

Kisah Ali RA masa paling tenang

 

Syaidina Ali RA ditanya masa kapan hidupnya itu merasa paling tenang ? Beliau katakan yaitu ketika dipembaringan kasur rasullullah saw dimalam orang-orang hendak membunuh Nabi saw menjelang hijrahnya Nabi saw. Malam hijrah ketika itu rumah Nabi saw dikepung oleh 100 pemuda, pembunuh bayaran yang handal. Maka dalam kepungan tersebut, semua pintu keluar dari rumah Nabi saw dijaga. Sembari menunggu perintah Abu Jahal, 100 pemuda ini sudah bersiap untuk mendobrak rumah Nabi saw dan menghabisi Nabi saw. Lalu nabi saw katakan wahai Ali aku akan keluar dari rumah ini untuk hijrah. Nabi berpesan kepada Ali RA :

 

  1. Malam ini kamu tidur di kasurku.
  2. Barang-barang amanah yang dititipkan kepadaku tolong dikembalikan kepada pemiliknya masing-masing.
  3. Setelah itu kamu nanti menyusul aku ke kota madinah.

 

Orang kafir mekkah ini memang aneh, walaupun menganggap nabi saw ini sebagai musuh tapi untuk masalah kepercayaan menitipkan barang, mereka percayakan kepada nabi saw. Kenapa ? karena Nabi saw ini orang yang amanah, Al Amin, terpercaya.

 

Setelah mendengarkan pesan Nabi saw maka asbab iman yang ada di hati bahwa seorang Nabi saw tidak mungkin berdusta dan tidak mungkin salah. Maka Ali RA mengikuti arahan nabi saw, tidur di kasur Nabi saw walaupun resikonya dibunuh oleh 100 pedang yang siap menebas. Ali RA tidur dengan tenang dan pulas kenapa ?

 

  1. Ali Yakin dia akan hidup esok hari karena diminta mengembalikan amanah
  2. Ali yakin dia akan hidup karena Nabi saw bilang bahwa Ali RA akan menyusul bertemu dengan Nabi saw di madinah

 

Walaupun Ali ra tahu bahwa dia tidur menggantikan nabi saw dengan resiko dibunuh oleh 100 pedang tetapi Ali RA yakin bahwa dia akan selamat malam itu. Ali Ra yakin kepada Nabi saw karena :

 

  1. Pesan Nabi saw untuk mengembalikan seluruh amanah kepada pemilknya
  2. Pesan Nabi saw untuk menyusul Nabi saw ke madinah

 

Keyakinan terhadap Nabi saw inilah membuat hati Ali RA tenang, tidak terkesan dengan pandangan mata 100 pedang yang siap menebas. Dia lebih yakin kepada sabda Nabi saw daripada intimidasi 100 pembuna pembunuh bayaran. Asbab ada keyakinan ini Ali RA tidur dengan tenang dan lelap pada malam tersebut. Kenapa syaidina Ali RA tidak takut dengan ancaman 100 pedang ? Ini karena Iman Ali ra tidak bercampur dengan kemusyrikan.

 

Yakin bahwa 100 pedang mampu mebahayakan dia ini syirik. Yakin bahwa preman-preman yang sudah di bentuk oleh Abu Jahal mampu menyakiti dia ini adalah kemusyrikan. Inilah makna La illaha Illallah jika ada terhujam di hati.

 

wa maa yantiqu anil hawa in huwa illa wahyuy yuha

 

Aritnya :

 

“Dan tiadalah yang diucapkannya itu (Al-Quran) menurut kemauan hawa nafsunya. Ucapannya itu tiada lain hanyalah wahyu yang diwahyukan (kepadanya).

(QS. AN Najm : 3-4)

 

Inilah keyakinan yang ada di Hati Ali RA :

 

  1. Yakin pada Allah
  2. Yakin Pada Nabi saw

 

Yakin tidak mungkin Wahyu dari Allah swt Salah dan Tidak Mungkin Nabi Saw berdusta.

 

Ali RA terjaga dari kemusyrikan dalam hati :

 

  1. Mustahil Allah swt dan RasulNya berdusta
  2. Mustahil Pedang mampu Membunuh dia

 

Keyakinan macam ini telah hilang dari hati Ali RA, imannya bersih dan sempurna kepada Allah swt dan Nabi saw. Asbab ada keyakinan macam ini Ali RA merasa aman dan tenang bahkan dalam hidupnya tidak ada ketenangan dan kenyamanan melebihi malam tersebut.

 

Aneh hari ini ahbab tidur dengan nyamuk aja sudah tidak merasa aman. Jangankan pedang, dengan nyamuk saja sudah takut. Maka nanti orang yang musyrik ini nanti kena gigitan nyamuk.

 

Semoga Allah swt hilangkan kemusyrikan dari dalam hati kita.

 

Ada perdebatan antara Ulama, mereka bilang jangan minta kepada orang mati. Orang Mati itu tidak bisa memberikan manfaat. Yakin kepada orang mati masih bisa memberikan manfaat itu adalah syirik. Padahal yakin kepada orang hidup bisa memberikan manfaat ini syirik juga.

 

  1. Yakin Orang Mati bisa memberikan manfaat ini Syirik
  2. Yakin Orang hidup bisa memberikan manfaat ini Syirik juga.

 

Sama-sama syirik :

 

  1. Minta kepada orang mati keberkahan, harta, kesembuhan ini syirik.
  2. Minta kepada Orang Kaya atau Pejabat buat pembangunan mesjid ini syirik juga.

 

Jadi rasa tidak aman, takut, dan tidak tenang ini asbab masih adanya kemusyrikan di hati. Tidak aman dari nyamuk, tidak aman dari musuh, tidak aman dari pencuri, tidak aman dari pembunuh, tidak aman dari anak dan istri, tidak aman dari aparat, ini semua karena ada kemusyyrikan di hati. Ini karena masih yakin istri akan membahagiakan dia, harta akan membahagiakan dia, jabatan akan membahagiakan dia, sehingga dia merasa tidak aman kalau sampai kehilangan.

 

Kisah Abdullah bin Umar RA

 

Suatu hari Abdullah bin Umar RA sedang berjalan. Lihat orang berkerumun, mukanya pucat ketakutan. Beliau bertanya, “Ada apa ? kenapa kalian merasa tidak aman. Kenapa ketakutan ?” mereka sampaikan bahwa ada singa di depan jalan.

 

Jika ada perasaan melihat singa mati hati jadi tenang, sedangkan melihat singa hidup kita ketakutan, ini syirik. Singa mati tidak berbahaya, singa hidup itu berbahaya, ini syirik namanya. Bagi orang yang beriman, dia tidak bisa membedakan antara singa hidup dan singa mati. Bagi orang beriman singa hidup dan singa mati itu sama saja, tidak ada kesan dalam hati, tidak bisa memberikan manfaat ataupun mudharat. Mudah-mudahan sampai kesana level iman kita.

 

Maka Abdullah bin Umar RA, beliau dengan tenang mendatangi itu singa. Dijewer itu telinga singa digiring menjauhi kerumunan, lalu berkata, “Jangan kamu ganggu orang-orang disini, pergi kamu.” Lalu dipukul singa itu oleh Abdullah bin Umar RA, maka lari itu singa. Orang-orang pada heran kok bisa abdullan bin umar ra mengusir singa dengan mudah dan singa nurut sama dia. Ilmu apa yang dimiliki oleh abdullah bin umar ra ini ? apakah dia pernah belajar ilmu kebal atau ilmu pawang dan lain sebagainya ? nau’udzubillah bukan karena itu semua. Maka beliau berbicara dengan lantang dihadapan orang-orang yang ketakutan memberi bayan :

 

Benar kata Rasullullah saw, saya mendengar langsung dari Nabi saw beliau bersabda :

 

“Barang siapa yang takut hanya kepada Allah maka Allah swt akan buat segala sesuatu takut pada dia. Barangsiapa yang tidak takut kepada Allah swt maka Allah swt jadikan dia takut kepada segala sesuatu”

 

Jadi syaratnya tidak ada kemusyrikan sedikitpun dalam hati dia.

 

Dalam Hadits lain Nabi saw bersabda :

 

“Dikuasakan kepada anak adam apa yang ditakuti oleh anak adam tersebut.”

 

Jika ada dalam hati seseorang takut pada tentara maka diakan dibuat ketakutan terus setiap melihat dan mendengar tentang tentara. Selalu dalam ketakutan akan tentara. Takut sama polisi maka dia akan selalu dihantui polisi tersebut. Takut sama preman maka akan selalu dihantui ketakutan atas preman tersebut. Takut sama singa maka akan dibuat dia selalu ketakutan sama singa tersebut. [tambahan penulis : takut sama wabah penyakit maka dia akan dibuat selalu ketakutan sama wabah tersebut.] Jadi apa yang dia yakini itulah yang akan mengusai dia.

 

Begitu pula sebaliknya jika dia yakin main golf akan datangkan kebahagiaan dan jika tidak main golf akan menderita maka seperti itu pulalah dia akan di kuasai permainan golf. Suatu saat dia akan tersakiti oleh permainan golf itu sendiri. Saya ini tidak bahagia makan kalau tidak ada sambal atau saya ini takut makan kalau ada sambal, maka orang macam ini akan selalu ketakutan dengan yang namanya sambal. Ketakutan dan Ketidak Amanan akan datang kepada kehidupan seseorang bergantung kepada keyakinan dia atas perkara yang dia takuti atau perkara yang dia yakini bisa mendatangkan kebahagiaan.

 

Jika di hati kita ini murni beriman kepada Allah, bahwa hanya Allah swt yang bisa memberikan kebahagiaan dan kesengsaraan hanyalah Allah swt. Maka harta, wanita, tahta, preman, aparat, penyakit, kemiskinan tidak akan bisa membuat dia takut ataupun sebaliknya membuat dia aman dan bahagia. Hilang harta tidak bikin stress ataupun nambah harta tidak akan membikin dia tambah bahagia, inilah iman.

 

Jibril AS memberikan Nasehat kepada Rasullullah SAW

 

“Jibril mendatangiku lalu berkata:

 

“Wahai Muhammad :

 

  1. Hiduplah sesukamu, karena sesungguhnya kamu akan mati.
  2. Cintailah siapa yang kamu suka, karena sesungguhnya engkau akan berpisah dengannya.
  3. Dan berbuatlah sesukamu, karena sesungguhnya engkau akan diberi balasan karenanya.”

 

(HR. ath-Thabarani dalam al-Mu’jam al-Ausath no 4278, Abu Nu’aim dalam Hilyatul Auliyaa, al-Hakim dalam al-Mustadrak 7921 Hadis ini dinyatakan Hasan oleh Syaikh al-Albani dalam Silsilah al-Ahadis ash-Shahihah 2/483).

 

Jibril menasehati nabi saw untuk mencintai sesuatu sekedarnyam jangan berlebihan. Mencintai isteri sekedarnya, jangan berlebihan. Mencintai anak sekedarnya jangan berlebihan. Jika kita mencintai anak dan istri berlebih-lebihan nanti suatu saat mereka akan menjadi musuh kamu.

 

Karguzari

 

Seorang pedagang emas sibuk sekali berdagang emas, sampai-sampai meninggalkan waktu sholat. Kenapa ? karena dia meyakini bahwa usaha berjualan emas ini adalah satu-satunya cara buat dia untuk bisa mendapatkan kebahagiaan. Suatu ketika ada orang yang membeli emas selalu dengan cash sampai muncul kepercayaan dengan orang tersebut. Suatu pagi orang ini ingin membeli emas habis subuh langsung ke toko. Sampai di toko, pedagang emas ini membuka brankas emasnya, setelah terbuka langsung dirampok oleh orang tersebut bersama kawannya. Pedagang tersbeut dibuat pingsan oleh kawanan perampok. Setelah siuman kaget semua emas sudah ludes dibawa perampok. Sampai sekarang dia stroke akibat ludesnya emas yang dirampok. Harta habis dan dirinya stroke karena keyakinan dia bahwa emas dia yang bikin bahagia. Barangsiapa yang mencintai emas melebihi segalanya, suatu saat dia akan di uji oleh emasnya tersebut.

 

Begitu pula kita ahbab tidak mau keluar karena kecantikan istri dan karena cintanya kepada istri, hati-hati suatu saat dia akan celaka karena istrinya tersebut. Banyak istri yang dibawa kabur laki-laki lain akhirnya suaminya menderita karena apa ? terlalu mencintai istri berlebih-lebihan.

 

Note Penulis :

 

Nabi saw bersabda :

 

“Barangsiapa tujuan hidupnya adalah dunia, maka Allâh akan mencerai-beraikan urusannya, menjadikan kefakiran di kedua pelupuk matanya, dan ia tidak mendapatkan dunia kecuali menurut ketentuan yang telah ditetapkan baginya. Barangsiapa yang niat (tujuan) hidupnya adalah negeri akhirat, Allâh akan mengumpulkan urusannya, menjadikan kekayaan di hatinya, dan dunia akan mendatanginya dalam keadaan hina.”

(HR. Ahmad, Ibnu Hibban, Ibnu Majjah)

 

Tujuan Hidup Dunia :

 

  1. Urusannya akan tercerai berai
  2. Kefakiran berada di depan matanya
  3. Tidak akan mendapat dunia kecuali yang sudah ditetapkan.

 

Tujuan Akherat :

 

  1. Allah Swt akan mudahkan urusannya
  2. Rasa Kaya akan Allah swt masukkan ke dalam hatinya
  3. Dunia akan mendatanginya dengan hina

 

Lanjutan Bayan :

 

Maka keamanan tidak akan datang dalam kehidupan seseorang jika imannya masih bercampur dengan kemusyrikan. Jika mereka tidak mencampur antara keimanan dan kemusyrikan pasti hidupnya akan Allah swt datangkan keamanan dan ketenangan.

 

Kemusyrikan Allah swt katakan ada 2 :

 

  1. Syirik Jalli
  2. Syirik Kahfi

 

 

Allah swt berfirman :

 

wa mā akṡarun-nāsi walau ḥaraṣta bimu`minīn

 

Artinya :

 

wahai muhammad Dan sebahagian besar manusia tidak akan beriman — walaupun kamu sangat menginginkannya. (QS Yusuf : 103)

 

Kita sebagai seorang dai harus ada keinginan yang kuat yang serakah dalam membentuk jemaah untuk memenuhi target pengeluran jemaah. Kita buat kerja sungguh-sungguh, cari taskilan, bentuk jemaah sebanyak-banyaknya agar target pengeluran jemaah tercapai. Namun pada akhirnya masalah hasil Allah swt sudah sampaikan :

 

ḥaraṣta bimu`minīn : Tetap tidak akan beriman

 

Tafsirnya :

 

Wahai Muhammad SAW seberapa besar keinginan kamu untuk mentaskil mereka, tetap saja sebagian besar dari mereka tidak akan beriman. Walaupun kita kerja sepenuh hati, bersungguh-sungguh, habis-habisan, pada akhirnya mayoritas penduduk bumi ini tidak akan beriman. Namun kita tetap harus serakah dalam mentaskil orang dalam mengajak orang kepada Agama, walaupun pada kenyataannya yang beriman hanya sedikit saja nanti. Allah swt tidak akan memberikan ganjaran bukan karena hasil tetapi karena niat dia yang sungguh-sungguh.

 

Hadits Nabi Saw :

 

Niatun Mukmin Choiru min Amalihi : Niat Seorang Mukmin Lebih Baik dari Amalnya.

 

Amal kita ini kalau kita kerjakan secara maksimal belum tentu akan mencapai batas, tapi niat kita ini mampu menembus batas.

 

Contoh :

 

Kita di taskil ke lampung berdasarkan tafakkud. Lampung tidak jauh, tidak bisa pergi yang jauh-jauh karena keterbatasan perbekalan. Namun niat kita ini walaupun hanya keluar dilampung, kita niatkan untuk seluruh manusia di seluruh dunia. Walaupun taskilan kita cuman 1 saja di lampung, tapi kita serakah ingin manusia seluruh dunia dapat hidayah. Maka nanti dengan niat seperti itu akan Allah swt berikan pahala sebagaimana mendapatkan taskilan manusia seluruh dunia. Jadi Allah swt tidak memberikan ganjaran hanya berdasarkan amal yang dia buat saja tetapi juga berdasarkan yang dia niatkan juga. Maka niat ini harus kita besarkan, niat setinggi-tingginya dan sejauh-jauhnya.

Rasullullah saw ini mempunya niat agar semua orang harus beriman. Dan beliau kerja ke arah sanam tapi ternyata yang mau beriman hanya sedikit saja.

 

Lalu kenyataan yang kedua Allah swt firmankan :

 

wa mā yu`minu akṡaruhum billāhi illā wa hum musyrikụn

 

artinya :

 

“Dan sebahagian besar dari mereka tidak beriman kepada Allah, melainkan dalam keadaan mempersekutukan Allah (dengan sembahan-sembahan lain.” (QS. Yusuf : 106)

 

Dan tidak akan beriman sebagian besar dari mereka kecuali dalam keadaan musyrik. Maksudnya apa ? sudah yang beriman sedikit, yang beriman pun dalam keadaan musyrik. Kebanyakan manusia ini tidak beriman, dan yang beriman pun masih musyrik.

 

Mukminun Musyrikun : Orang beriman yang musyrik

 

Inilah tafsir surat yusuf ayat 106 ini. Maksudnya apa ? di hatinya ada kalimat la illaha illallah, tahu yang memberikan rizki itu Allah swt, tetapi ketika adzan berkumandang tidak mau dia datang ke mesjid. Jika diajak ke mesjid dia akan bilang : “Kalau saya ke mesjid gimana toko saya, gimana saya dapat uang buat makan, ini langganan siapa yang ngurusin.” Begitu kata mereka. Ini yang dimaksud dia beriman tapi masih ada kemusyrikan. Karkun 40 hari baru selesai ternyata ada takaza bawa jemaah 5 hari langsung protes bagaimana anak dan istri saya ? 40 hari masih ada musyrik. Begitu juga karkun 4 bulan baru wabsyi, di maqomi ada takaza bawa jemaah, diminta jadi amir apa yang kita lakukan ? saya udah janji hari ini langganan mau datang saya musti pergi urusan dunia, inilah karkun yang 4 bulan masih ada kemusyrikan di hati.

 

Ada salah satu ahbab di saudi. Dia bilang setan ini hanya takut kepada dai yang sedang bicara atau berdakwah. Kalau dai tidak bicara setan tidak akan takut. Setan hanya takut sama dai yang bicara atau berdakwah. Setan tidak takut sama yang namanya muadzin, ditulis nama muadzin hari jumat siapa, setan tidak takut. Tetapi kalau si muadzin sudah bersuara mengumandangkan adzan baru setan takut lari terbirit-birit. Kalu Muadzin sudah selesai bersuara alias adzan, maka setan datang lagi mengganggu yang lagi sholat. Itu ada karkun 4 bulan setan gak takut, itu ada karkun 1 tahun setan tidak takut. Karkun 3 tahun keluar Kyai atau Alamah gelarnya, setan tidak takut. Namun kalau Dai ini sudah bicara baru setan takut. Jadi yang ditakutin setan itu bukan label tapi pembicaraan seorang dai ini yang ditakutin setan.

 

Jadi kalau ada dai tidak mau jadi mutakallim, tidak mau bayan, tidak mau bicara, maka walaupun dia keluar sudah 10 tahun iblis tidak akan takut sama dia. Kapan iblis takut sama seseorang, yaitu sama orang yang berani bicara atau dakwah.

 

Allah swt berfirman :

 

Wa man aḥsanu qaulam mim man da’ā ilallāhi wa ‘amila ṣāliḥaw wa qāla innanī minal-muslimīn

 

Terjemah Arti:

 

“Siapakah yang lebih baik perkataannya daripada orang yang menyeru kepada Allah, mengerjakan amal yang saleh, dan berkata: “Sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang menyerah diri?” (QS 41:33)

 

Kenapa Ahsanu Qoulan ( Ucapan Terbaik ) ? kan seharusnya Ahsanu Deenan (Agamanya yang terbaik) ? Ini karena agama itu diawal kita mulai bicara.

 

Allah swt terangkan di dalam AL Qur’an :

 

Yā ayyuhallażīna āmanut taqullāha wa qụlụ qaulan sadīdā

 

Terjemah Arti:

 

“Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kamu kepada Allah dan katakanlah perkataan yang benar” (QS. AL Ahzab : 70)

 

Allah swt perintahkan kita untuk bicara “Qoulan Sadida” bicara yang benar yaitu bicara kebesaran Allah swt secara terus menerus. Jika kita terus menerus dakwahkan tentang kebesaran Allah swt, baru nanti :

 

  1. Kemusyrikan akan hilang dari hati
  2. Setan akan lari

 

Dai tidak mau bicara, lebih milih diam aja untuk dzikir, makanya iblis tidak takut sama anda. Tunda jaulah, jangan ganggu saya lagi dzikir, nanti habis dzikir baru gerak. Karkun macam ini iblis tidak akan takut. Maka kita biasakan diri kita untuk bicara kebesaran Allah swt.

 

Maka untuk mengobati 2 kemusyrikan dalam hati ( Jalli dan Kahfi ) maka obatnya Allah swt sudah kasih di dalam Al Quran :

 

Qul hāżihī sabīlī ad’ū ilallāh, ‘alā baṣīratin ana wa manittaba’anī, wa sub-ḥānallāhi wa mā ana minal-musyrikīn

 

Terjemah Arti:

 

Katakanlah: “Inilah jalan (agama)ku, aku dan orang-orang yang mengikutiku mengajak (manusia) kepada Allah dengan Yakin yang benar, Maha Suci Allah, dan aku tiada termasuk orang-orang yang musyrik”. (QS. Yusuf : 108)

 

Tidak ada jalan lain untuk menghilangkan kemusyrikan tersebut yaitu dengan :

 

ad’ū ilallāh : mengajak kepada Allah (dakwah)

 

Hanya dengan dakwah kemusyrikan akan hilang, tapi dengan :

 

‘alā baṣīratin : dengan Yakin yang benar

 

Dakwah dengan Yakin. Yakin bahwa dengan gerak dan yakin kepada Allah swt maka masalah akan Allah swt selesaikan. Seorang dai harus punya Bashiroh, Keyakinan dalam hati. Kalau pekerja dunia ini mereka punya Bashor, pandangan mata. Kalau pekerja dakwah punya bashiroh, pandangan hati atau keyakinan.

 

Analogi Bashor (pandangan mata)

 

Seorang Petani dia pergi ke sawah. Kalau panas dia kepanasan dan kalau hujan dia kehujanan, dia pergi kesawah istiqomah kenapa ? ini karena si petani punya bashor, pandangan mata, yakin dengan pertaniannya akan menyelesaikan masalah. Dengan pertaniannya dia bisa menyelesaikan masalah anak dan istrinya. Istrinya bisa belanja dapur dan anaknya bisa melanjutkan sekolah. Asbab keyakinan pertanian bisa menyelsaikan masalah yang membuat si petani ini bisa istiqomah ke sawah, panas kepanasan dan hujan kehujanan.

 

Seorang pedagang seperti itu juga, istiqomah berdagang di pasar. Walaupun anak buahnya sudah pulang dia tetap di pasar berdagang sampai larut malam. Ini karena ada keyakinan bahwa dengan perdagangan masalah dia akan terselesaikan. Walaupun yang dia yakini belum meyakinkan bisa untung bisa rugi.

 

Begitu juga seorang pegawai, kenapa dia bisa istiqomah datang ke kantor. Apalagi setiap tanggal 1 semangat betul dia menunggunya. Ini karena ada keyakinan dengan gaji dia dari kerja selama 1 bulan, semua masalah dapat dia selesaikan.

 

Analogi Bashiroh (pandangan Hati)

 

Seorang dai pergi Jaulah dalam waktu 2.5 jam, berangkat 3 hari, 40 hari, 4 bulan, harus lebih yakin daripada para ahli bashor mencari dunia. Dia harus yakin dengan bergerak akan menyelesaikan seluruh permasalahan dia. Seorang dai harus lebih yakin dari para petani, pedagang, dan pegawai tadi bahwa dengan gerak dia untuk dakwah ini akan mendatangkan pertolongan Allah, ini yang dimaksud Ala Bashiroh. Masalah ekonomi dan yang lainnya akan terselesaikan dengan gerak dia untuk buat kerja dakwah.

wa sub-ḥānallāhi wa mā ana minal-musyrikīn : Maha Suci Allah, dan aku tiada termasuk orang-orang yang musyrik

 

Siapa orang yang di izinkan oleh Allah swt untuk mendeklarasikan atau mengumumkan bahwa :

 

wa mā ana minal-musyrikīn : aku tiada termasuk orang-orang yang musyrik

 

Yaitu hanya mereka yang buat dakwah atau para da’i, bukan Kyai, Presiden, Panglima, orang kaya, orang partai, ataupun Santri. Mereka tidak boleh mendeklarasikan bahwa saya bukan orang musyrik, wama ana minal musyrikin, kecuali para da’i. Ini rumus yang Allah swt kasih. Apapu yang terjadi sehebat apapun kesusahan ataupun kebaikan dia selalu nisbatkan kepada Subhanallah, Maha suci Allah swt.

 

wa sub-ḥānallāhi wa mā ana minal-musyrikīn : Maha Suci Allah, dan aku tidak termasuk orang-orang yang musyrik

 

Dan ini tidak bisa dilakukan selain orang yang buat dakwah dengan bashiroh, dengan yakin. Kalau dia tidak buat dakwah susah bagi dia menisbatkan segala sesuatu kepada Allah swt. Dia tidak akan bisa menisbatkan segala sesuatu kepada Subhanallah, ke Maha Sucian Allah swt.

 

Seorang kaya dia nyumbang terus ke mesjid, kalau dia tidak buat dakwah, bagaimana mungkin dia mesnisbatkan sumbangannya itu kepada Allah swt. Jika dalam keadaan marah kepada pengurus mesjid pasti dia akan bilang itu mesjid sumbangan dari saya semuanya.

 

Begitu pula kalau dia ini seorang pengajar, sibuk mengajar. Jika dia tidak buat dakwah, maka dia akan kesulitan menisbatkan ilmu dan santri itu dari Allah swt. Kalau marah dia akan bilang kepada santrinya, kenapa kamu pindah pondok atau pindah guru, emangnya saya tidak mampu ngajarin kamu.

 

Begitu juga yang menjadi santri belajar dan belajar terus tidak mau dakwah. Dan dia hanya berguru kepada satu guru saja, maka nanti dimanapun dia berada hanya akan menceritakan kehebatan gurunya. Sehingga kehebatan Allah tidak akan masuk kedalam hati yang masuk justru kehebatan gurunya saja yang seperti wali dengan segala karomahnya. Kalau santri tidak berdakwah, sukanya bedah buku terus, maka pasti nanti yang akan dibicarakan hanya kehebatan gurunya saja, jarang dia bicarakan kebesaran Allah swt. Kehebatan buku dia bicarakan dan sibuknya bikin pembodohan kepada masyarakat dengan mengatakan kamu bid’ah dan kamu syirik. Asbab apa ? tidak dakwah illallah. Padahal dia juga syirik membicarakan kehebatan gurunya, kehebatan ilmunya, kehebatan bukunya, bukan kebesaran Allah swt.

 

 

Maka tidak ada jalan lain untuk menghilangkan kemusyrikan di hati selain dengan cara Ad’u illlallah, mengajak manusia kepada Allah swt saja tidak kepada yang lain. Jadi siapa yang pandai membicarakan kebesaran Allah swt ? para da’i.

 

Qul hāżihī sabīlī ad’ū ilallāh, ‘alā baṣīratin ana wa manittaba’anī, wa sub-ḥānallāhi wa mā ana minal-musyrikīn

 

Terjemah Arti:

 

Katakanlah: “Inilah jalan (agama)ku, aku dan orang-orang yang mengikutiku mengajak (manusia) kepada Allah dengan Yakin yang benar, Maha Suci Allah, dan aku tiada termasuk orang-orang yang musyrik”. (QS. Yusuf : 108)

 

Hanya dengan dakwah kebesaran mahluk, kemusyrikan, bisa dihilangkan dari hati.

 

Allah swt berikan umat perintah untuk beribadah dan Allah swt berikan kepada mereka pahala yang besar untuk ibadah mereka, dan dijanjikan keselamatan. Namun untuk ummat ini, kita ummat nabi saw, Allah swt berikan kepada kita 2 :

 

  1. Beribadah : dijanjikan pahala
  2. Berdakwah : dijanjikan Nusroh (pertolongan Allah swt)

 

Dengan ibadah : sholat, puasa, zakat, haji, Allah swt janjikan pahala yang besar. Namun dengan dakwah Allah swt janjikan pertolongan Allah swt :

 

Yā ayyuhallażīna āmanū in tanṣurullāha yanṣurkum wa yuṡabbit aqdāmakum

 

Terjemah Arti:

 

“Hai orang-orang mukmin, jika kamu menolong (agama) Allah, niscaya Dia akan menolongmu dan meneguhkan kedudukanmu” (QS. Muhammad : 7)

 

Anda beribadah berangkat ke Mekkah untuk Haji dan Umroh, silahkan, dan dijanjikan pahala yang besar oleh Allah swt. Namun Allah swt tidak janjikan ummat ini Nusroh dengan cara ibadah.

 

[note penulis : ummat terdahulu di tolong asbab doa para Nabi mereka yang buat dakwah, namun ummat ini tidak ada nabi lagi, maka jika ummat ini buat dakwah, mereka akan ditolong Allah swt sebagaimana Allah swt tolong para Nabi]

 

Jadi jangan berkhayal ummat ini mampu menghancurkan kekuatan musuh seperti yahudi, nasrani, komunis hanya dengan ibadah saja tanpa buat dakwah. Ummat ini akan Allah swt menangkan jika buat dakwah. Hanya dengan dakwah ummat ini dapat menarik Nusrotullah.

 

  1. Ibadah : Mendekatkan diri kepada Allah swt
  2. Dakwah : Mendekatkan Ummat kepada Allah swt

 

Kalau kita semangat mendekatkan diri kepada Allah swt dengan berbagai macam amalan dari tahajjud, sholat sunnah, dzikir pagi petang, silahkan saja, pahala besar, bahkan sangat dianjurkan. Namun Allah swt akan bantu kamu dengan mendatangkan keamanan di muka bumi ini kalau kamu bantu orang mendekatkan diri kepada Allah swt.

 

Karguzari

 

Semalam banyak sms yang masuk kepada saya. Ustadz bagaimana ini tabligh soal solidaritas dengan palestina ? sibuk jaulah dan taklim saja sementara saudara-sauadara kita di bom di palestina, tabligh diam saja. Apa tidak ada solusi lain selain jaulah dantklim, kalau demo kita bisa bawa bendera tabligh. Demo di monas dari darah banyak yang datang.

 

Kisah Imron Khan dan Maulana Saad

Waktu Ijtima di Pakistan, datanglah seorang pemain cricket yang terkenal diantara negara2 commonwealth (jajahan ingris), namanya Imron. Pemain kaya karena hasil olah raganya. Imran ini pergi menghadap Maulana Saad, sampai akhirnya ditaskyl oleh Maulana Saad untuk pergi di jalan Allah. Namun si pemain cricket ini mengatakan bahwa dia tidak punya waktu dikarenakan kesibukannya. Sebaliknya dia mengatakan bahwa walaupun dia tidak mempunyai waktu tapi dia sudah banyak menyisihkan hartanya di sedekahkan untuk pembangunan mesjid, madrasah, dan panti asuhan yatim piatu, dsb. Jadi dia merasa harta yang dia dapatkan sudah dia sisihkan untuk kebaikan umat islam. Lalu apa jawabnya Maulana Saad :

“Wahai Imron kamu sudah berbuat membantu umat islam tapi kamu belum membantu agama islam”

Ini beda antara membantu ummat islam dan membantu agama islam , contohnya :

  1. Panti Asuhan Yatim Piatu ini dibangun untuk memelihara ummat islam
  2. Mesjid dibuat bagus2, pasang kipas, kasih karpet ini agar umat islam nyaman ibadahnya. Padahal Mesjid Nabi SAW sendiri cuman terbuat dari pelepah kurma dan pasir tidak ada kipas dan karpet. Sebenarnya tanpa mesjidpun kita bisa sholat. Di Sudan mesjid cuman dipatok dengan batu. Untuk apa ada mesjid ini untuk Ummat islam.
  3. Madrasah dibangun agar bisa memberi kenyamanan bagi ummat islam untuk belajar. Dijaman Nabi SAW mereka belajar dibawah-bahan pohon tidak ada madrasah di jaman Nabi SAW.

Inilah yang menjadi pertanyaan bagi Maulana saad :

“Kamu memang sudah membantu ummat islam namun apa yang sudah kamu kerjakan untuk agama islam ?”

Mendapatkan pertanyaan seperti ini si Imron ini terkejut, karena baru kali ini ada ulama yang bertanya seperti itu. Sekarang banyak orang yang sudah merasa membantu agama islam padahal belum, ini dikarenakan yang mereka lakukan adalah untuk membantu ummat islam, bukan agama islam. Kita tidak boleh menafikan apa yang orang sudah lakukan untuk ummat islam, karena semuanya juga berpahala dilakukan. Dari membangun mesjid, madrasah, panti asuhan, semuanya ini mendatangkan pahala.

Namun Janji Allah adalah “Barangsiapa membantu agama Allah maka Allah akan bantu dia”

Janji Allah yang pertama ini adalah bagi yang membantu agama Allah baru Allah akan bantu kita. Bagaimana membantu agama Allah ini adalah dengan dakwah yaitu berangkat 3 hari, 40 hari, dan 4 bulan fissabillillah, dengan harta dan diri sendiri.

Kita berkumpul disini dari seluruh propinsi untuk memikirkan kepentingan dakwah atau agama. Kita berkumpul disini tidak untuk bermusyawarah memikirkan bagaimana membangun mesjid, ataupun membangun madrasah, ataupun membangun panti asuhan, ataupun kita angkat senjata untuk membantu temen kita berperang disana, tidak ini bukan tujuan kita bermusyawarah disini. Itu nanti musyawarah lain. Tapi yang kita pikirkan disini adalah membantu agama Allah yaitu bagaimana agama wujud, agama dapat tersebar, dan rombongan-rombongan dakwah dapat diberangkatkan.

Untuk memahami ini jangankan kita diantara para sahabatpun juga terjadi perbedaan yang cukup menyolok untuk memahami perkara ini. Terjadi perbedaan yang keras antara satu orang sahabat melawan argument seluruh sahabat. Apalagi kita-kita ini yang berusaha untuk memahami. Menjelang Nabi SAW meninggal dunia satu hari sebelumnya Nabi SAW memberikan bayan hidayah kepada rombongan Usamah bin Zaid RA untuk menghadapi tentara Romawi yang akan menyerang kota Madinah. Berangkat petang itu juga, sebelumnya berkemah di tempat namanya al jurk. Namun keesokan harinya Nabi SAW wafat. Atas permintaan Ummu Aiman, ibu daripada Usamah, maka rombongan di tarik balik untuk menghadiri pemakaman Nabi SAW. Setelah Khalifah baru diangkat 3 hari setelah Nabi SAW meninggal, terdengar kabar bahwa :

  1. Pasukan Romawi di perbatasan sudah siap untuk menyerang
  2. Nabi Palsu dengan bala tentaranya 40.000 orang juga akan menyerang Madinah.
  3. Orang Munafiq mulai menentang kebijakan2 yang ada
  4. Orang yahudi mulai menghasut di dalam kota Madinah
  5. Munculnya banyak orang murtad sebanyak 100.000 orang (padahal ulama2 besar dan sahabat2 masih ada)
  6. Orang tidak mau membayar zakat

Apa keputusan Abu Bakar RA sebagai khalifah baru yaitu :

  1. Rombongan Usamah RA segera diberangkatkan untuk menghadapi Romawi
  2. Menyiapkan Rombongan Khalid bin walid dan Wahsyi untuk menghadapi Nabi palsu.
  3. Memerintahkan Umar RA membawa rombongan bergerak sekeliling Madinah

Sehingga yang tertinggal hanya Abu Bakar RA sendiri di Madinah tanpa penjagaan. Para sahabat bingung, karena kok aneh betul ini caranya. Pemikiran para sahabat RA, kalau madinah kosong, nanti bisa dibunuh istri2 Nabi SAW, bayi2 juga juga bisa dibunuh, serigala2 yang biasa datang di malam hari bisa memakan bangkai2 mereka nanti. Maka mereka semua tidak paham perintah amirul mukminin, di otak mereka kita harus mempertahankan madinah bukan membahayakannya. Tapi apa kata Abu Bakar RA, “Tidak, saya tidak akan merubah daripada perintah Rasullullah SAW, Usamah tetap harus berangkat.” Inilah perbedaan yang terjadi diantara sahabat RA. Mayoritas sahabat RA ini yakin dengan hidupnya umat islam ini yaitu ummatnya dijaga, istri2 Nabi SAW dijaga, bayi2 penerus generasi dijaga, maka islam akan mudah dikembangkan dan islam pasti akan terpelihara. Tapi Abu Bakar RA justru pemikirannya berbeda. Abu Bakar RA berkeyakinan jika Islam ini di jaga maka ummat islam akan terjaga, tetapi para Sahabat RA berpikir jika umat islam dijaga maka islam akan terpelihara.

Note dari Penulis :

Ketika itu yang orang-orang fikirkan adalah keselamatan orang-orang islamnya, padahal yang harus dirisaukan adalah bagaimana menyelamatkan agamanya terlebih dahulu. Begitupula yang dilakukan Nabi SAW ketika perang Badr, bahkan sampai Nabi SAW berdoa untuk kemenangan karena jika umat islam hancur di peperangan Badr ini maka habislah islam dari muka bumi. Inilah yang difikirkan Abu Bakar RA yaitu mengirimkan seluruh rombongan untuk menyelamatkan islam. Inilah perbedaan fikir yang mencolok antara satu orang sahabat ini melawan fikir sahabat-sahabat yang lain. Disini ada perbedaan pendapat diantara sahabat yang dapat menjadi pelajaran bagi kita semuanya.

Abu Bakar RA menyelesaikan masalah dengan menggunakan 2 prinsip :

  1. Prinsip Taqwa :

“Saya tidak rela agama berkurang di jaman kekhalifahan saya ini walaupun itu hanya seutas tali yang mengikat di leher hewan qurban.”

Takwa ini maksudnya adalah Sempurna Amal. Jadi atas dasar prinsip ini, Abu Bakar RA tidak rela dijamannya agama ini berkurang sedikitpun walaupun itu hanya seutas tali yang mengikat leher hewan korban. Fikirnya Abu Bakar RA ini adalah bagaimana agama dapat sempurna diamalkan oleh umat islam ketika itu. Inilah prinsip yang digunakan untuk menghadapi orang-orang islam yang tidak mau membayar zakat. Jadi mereka diancam akan diberantas jika mereka tidak mau membayar zakat.

  1. Prinsip Tawakkal :

“Keluarkan semua laki-laki untuk pergi di jalan Allah. Nanti biar Allah yang menjaga Ummul mukminin, keluarga nabi,bayi-bayi, dan wanita-wanita di madinah.”

Abu Bakar RA lebih rela melihat keluarga Nabi dalam bahaya, dibanding harus melihat agama dalam bahaya. Jadi bagi Abu Bakar RA, derajat Agama ini lebih utama dibanding keluarga Nabi SAW dan ummat islam itu sendiri. Ini sama dengan percakapan Nabi SAW dengan jibril. Ketika itu Jibril AS bertanya kepada Nabi Saw,”wahai Muhammad lebih mulia mana aku atau dirimu ?” Nabi Muhammad Saw menjawab, “Lebih mulia aku karena engkau diutus untuk aku.” Benar kata jibril, lalu jibril bertanya lagi, “Lebih mulia mana engkau atau agama islam ?”, Nabi Saw menjawab, “Lebih mulia islam, karena aku ditus untuk islam.” Islam mulia bukan karena Ummat, tetapi Ummat mulia asbab islam. Agama lebih penting untuk diselamatkan dibandingkan ummat itu sendiri. Abu Bakar RA, mengirimkan semua laki-laki keluar dijalan Allah dan berserah diri kepada Allah atas keadaan di Madinah inilah Tawakkalnya Abu Bakar RA. Prinsip ini yang digunakan untuk menghadapi orang murtad, nabi palsu, dan musuh islam yang mau menyerang madinah dari luar.

Bahkan Umar RA yang terkenal pemberani karena perbedaan pendapat ini, dimarahi oleh Abu Bakar RA. “Wahai Umar RA, kenapa kamu menjadi seorang pemberani ketika masih kafir dan sekarang setelah dalam islam kamu menjadi seperti seorang pengecut.” Maka digebuk umar oleh Abu Bakar RA. Jika Umar RA seorang pemberani berpikir seperti seorang pengecut bagaimana jadinya dengan yang lain, akan makin banyak pengecut2 yang lain.

Percuma jadi karkun, sebelum jadi karkun kelihatan berani, tapi setelah jadi karkun lebih banyak pembenarannya : “Kita harus hikmah” katanya. Ini pengecut namanya.

Marah ketika itu Abu Bakar RA melihat Umar “Apa kamu ini umar pemberani dijaman Jahiliah tetapi pengecut dijaman Islam”. Jika Umar seperti ini bagaimana sahabat2 RA yang lain menyikapinya. Abu Bakar RA tidak ingin Umar RA menjadi seorang pengecut. Digampar ketika itu Umar RA oleh Abu Bakar RA. Namun karena tempelengan Abu Bakar RA ini berdasarkan Taqwa, tiba-tiba terhenyak Umar RA seperti orang baru terjaga dari mimpi. Umar RA dari tempelengan tersebut seakan-akan melihat cahaya, Umar tersentak dan berkata,“benar engkau wahai Abu Bakar”, langsung pergi dia dengan rombongannya. Gamparan yang Ikhlas bikin Umar RA sadar.

Analogi :

Suatu ketika saya belajar di pakistan saya melihat guru kami memukul muridnya, digampar, yang sedang tidur. Maka ada keluhan laporan mengenai guru kami tersebut. Maka guru tersebut memanggil seluruh muridnya, dia berkata bahwa yang dia gampar itu adalah iblis yang suka bikin muridnya tidur. Namun guru kami bilang jika ada yang protest maka silahkan catat namanya maka dia tidak akan melakukan itu lagi kepada semua anak yang mencatat namanya. Anehnya tidak ada satupun anak yang mendaftar karena apa ? ini murid-murid tau bahwa guru mereka ini orang yang okhlas ketika memukul bukan karena emosi tapi karena ke ikhlasannya

Ketika kita mau tidur di rumah, anak-anak kita bermain-main menggangu kita tidur. Maka kita keluar kamar kita pukul anak kita dengan pukulan yang keras. Disini berubahnya anak itu jadi baik atau tidak asbab pukulan kita ini tergantung keikhlasan kita. Jika kita pukul anak itu biar kita bisa tidur lebih nyenyak maka anak kita tidak jadi orang yang baik asbab pukulan kita. Namun jika kita pukul anak kita karena Allah swt agar dia bisa beradab sebagai anak nanti tidak menyusahkan kalau main dirumah kawan atau pamannya, maka ini yang akan merubah anak kita menjadi anak yang baik. Insya Allah swt dengan marahnya anda, anak tersebut akan menjadi anak yang baik jika ada keikhlasan dalam memarahi anak kita. Kalau kita pukul anak kita bukan karena Allah swt, bukan karena untuk menanamkan agama dalam diri dia, maka anak anda tidak akan pernah jadi baik, dan suatu saat dia akan menyakiti anda dan orang disekitarnya. Namun jika anda memarahi anak anda agar agama masuk kedalam diri dia, maka insya allah anak anda akan menjadi orang yang baik asbab marahnya anda dan pukulan anda. Sedangkan jika anda tidak pernah marahi anak anda bagaimana mungkin anda bisa membina anak anda menjadi orang yang baik. Anak mencuri dibiarin tidak dimarahin, dia melawan di diamin tidak dimarahin, dia berbuat nakal di diamin, maka sampai kapanpun cara membina anak yang seperti ini tidak akan bisa membuat anak ini menjadi orang yang baik di masa akan datangnnya.

Baik kembali kepada khilaf antar sahabat RA tadi, maka ketika Islam dijaga, pertolongan Allah akan datang :

  1. Pasukan Romawi mengundurkan diri
  2. Nabi Palsu bisa dibunuh oleh wahsyi ( dengan lembing yg sama membunuh paman Nabi SAW) ketika itu Wahsyi sujud syukur karena bisa membayar dosa dengan lembing yang sama.

Begitulah Wahsyi dengan kebanggaan dapat membayar dengan lembing yang sama membunuh orang yang paling Nabi SAW cintai yaitu Hamzah RA, dia juga membunuh orang yang dibenci Nabi SAW yaitu Nabi Palsu, Musailamah Al Kahzab laknatullah alaih. Maka kita juga harus seperti itu, dulu sebelum jadi karkun suka main judi dan mabuk-mabukan, maka setelah jadi karkun kita datang ke tempat yang sama ajak teman-teman yang dulu kepada Allah. Kita harus berani dan dan bangga seperti wahsyi menebus kesalahannya yang dulu. Jangan seperti orang yang dulu berani sebelum ikut dakwah, kelahi dimana-mana buat kebathilan, sekarang setelah jadi karkun malah loyo alasannya “Hikmah”. Ini percuma jadi karkun.

Jadi ketika Pasukan Usamah berangkat untuk menghadang, rombongan Khalid dan Wahsyi juga berangkat, lalu rombongan Umar RA keliling Madinah, apa yang terjadi ? pasukan Romawi ketakutan, mereka berpikir andaikata sedemikian banyak rombongan yang diberangkatkan berarti yang didalam kota madinah lebih banyak lagi. Akhirnya pasukan Romawi tidak berani menyerang Madinah.

Catatan Penulis :

Disinilah terdapat 2 perbedaan pemikiran dan menyangkut kepada masalah keimanan. Dimana Abu Bakar RA yakin jika semua pergi di jalan Allah, maka nanti Allah akan selesaikan semua masalah : orang murtad, nabi palsu, yang tidak mau bayar zakat, dan pasukan romawi yang sudah siap menyerang. Hanya dalam waktu tempo 3 hari saja setelah semua pergi di jalan Allah akhirnya masalah terselesaikan : Madinah tetap aman, 100.000 orang murtad masuk islam lagi, orang membayar zakat lagi, Nabi palsu dapat ditumpas, dan Pasukan Romawi mundur. Jadi risaunya Abu Bakar RA ini adalah Islamnya atau Agamanya dulu, bukan orang-orang Islamnya. Hari ini ada pemikiran seperti yang terjadi ketika sahabat berbeda pendapat dahulu. Sekarang kebanyakan kita ini risaunya adalah orang-orang islamnya, seperti orang islam ada yang dibunuh, diperkosa, diperangi, hak-haknya dirampas, kekurangan makan, miskin keadaannya, pengungsi-pengungsi, ini boleh saja. Tetapi seharusnya yang lebih penting lagi adalah risau atas islamnya. Akibat islamnya tidak dijaga, sehingga Allah tidak menjaga ummat islam. Ini karena islam itu sendiri sudah diacuhkan oleh orang islam. Kita lihat hari ini orang islam kebanyakan tidak sholat, mesjid kosong. Sholat berjamaah di masjid sudah tidak diacuhkan oleh umat saati ini. Lalu sunnah-sunnah Rasullullah SAW sudah ditinggalkan oleh orang islam, bahkan dianggap aneh bagi yang mengamalkannya. Kehidupan orang islam sudah seperti kehidupan orang yahudi dan nasrani, tidak ada bedanya dengan cara-cara atau kehidupan orang kafir, sulit dibedakan mana yang beriman dan mana yang kafir. Semua kehidupan sunnah Nabi SAW sudah ditinggalkan oleh ummat islam itu sendiri. Tetapi begitu terjadi musibah, semua orang berpikir sama, “Apa dosa saya ? Kenapa ini bisa terjadi, musibah seperti ini ? Kenapa Allah tidak tolong kita ?”. Ummat islam diusir, dibunuh, dijajah, diperkosa hak-haknya, tetapi fikirnya hanya diri mereka sendiri saja (“Apa dosa saya ?”). Padahal jemaah-jemaah dakwah sudah datang mengajak kepada sunnah, kembali kepada amal Nabi SAW, amalkan islam, taat pada perintah Allah. Walaupun perkara-perkara ini sudah didengar berkali-kali, tetapi tetap saja sama tidak ada peningkatan amal. Ditaskil, diminta untuk keluar di jalan Allah tidak mau, maka itulah akibatnya, musibah banyak datang. Tetapi fikirnya “Apa dosa saya ?”. Islamnya sudah kita tinggalin, kita acuhkan, tetapi ketika musibah tiba-tiba datang tidak terpikir amal-amal kita yang buruk, bahkan bertanya, “Kenapa Allah tinggalkan kita ? kenapa Allah tidak tolong kita ?”

Karguzari petinju mesir

 

Suatu ketika ada jemaah india ke mesir, ada rumah petinju galak udah di pesankan jangan di datangi nanti dia marah. Namun amir jaulah tetap mendatangi rumah petinju itu. Benar saja mutakallim yang menyampaikan agama, belum tuntas sudah di tinju. Terjatuh mutakallim malah mengucapkan alhamdullillah, bingung ini petinju. Ada orang sudah dimarahin, diperlakukan kasar, ditinju pula malah mengucapkan alhamdullillah. Si petinju bertanya kenapa dia malah mengucapkan alhamdullillah setelah ditinju. Mutakallim sampaikan bahwa saya dipukul di jalan Allah swt karena Allah swt. Keberanian mutakallim menyampaikan agama sampai membuat dia ditinju membuat petinju mesir ini terkesan dan menyesal. Lalu si petinju bertanya, “apa yang kau inginkan dari saya ?” si mutakallim cuman bilang,”hanya ke mesjid saja.” Maka si petinju ini pun ke mesjid. Alhamdullillah sekarang dia sudah menjadi karkun kuat di mesir.

 

Jadi kita jangan ada pikiran ini preman jangan di dakwahin, ini gangster jangan di dakwahin, ini jendral jangan di dakwahin, ini polisi jangan di dakwahin, jangan begini salah ini mentalnya. Justru dakwahkan mereka lawan rasa takut karena Allah swt, gak papa dipukul oleh mereka juga, tapi Allah swt Ridho sama kita. Kalau perlu jin-jin juga kita dakwahin juga. Dakwah ke semua orang jangan takut atau malu untuk dakwah.

 

Hari ini lagi trend orang ruqyah untuk mengusir jin dari manusia yang kesurupan. Kalau kita tidak begitu, dakwahkan itu jin 6 sifat. Bicarakan kebesaran allah swt dan kampung akherat, lalu taskil itu jin keluar di jalan Allah swt. [note penulis : maka antara jin itu masuk islam, jinak, atau jin itu kabur sebagaimana dia dengar adzan].

 

Karguzari Belajar Ruqyah di Mesir

 

Suatu ketika kami dapat ajakan untuk belajar cara ruqyah oleh seorang syekh yang alim. Maka kami belajar bagaimana cara menentukan jin ini apakah islam atau kafir di sesi yang pertama. Setelah sesi yang pertama selesai kami bertemu dengan amir mesir syekh ahmad ketika itu. Apa kata beliau, “Jangan kalian lanjutkan belajar ruqyah, sibukkan diri kamu dalam dakwah saja.” Saya heran kenapa dilarang bukankah belajar ruqyah ini bagus mungkin suatu saat bisa diamalkan jika dibutuhkan nanti waktu pulang ke indonesia. Apa kata syekh ahmad amir dakwah di mesir ? dia bilang kalau kamu menjadi ahli ruqyah pandai menyembuhkan orang dari jin nanti kamu kejebak sama siasat syetan. Nanti waktu kamu sebagai dai akan habis terpakai untuk meruqyah orang. Sedikit-sedikit meninggalkan taklim, meninggalkan jaulah, meninggalkan 2.5 jam asbab kesibukan meruqyah orang dipanggil-dipanggil terus. Lama-lama mulai setan masuk dengan menawarkan meruqyah wanita, alasannya boleh kalo untuk mengobati orang. Ini trik iblis membuka 99 pintu kebaikan demi menjerumuskan seseorang kepada 1 pintu kemaksiatan. Orang ini akan digiring dari mengerjakan amal besar terjerumus dibelokkan kepada amal kecil. Bahkan dari amal baik menjadi amal salah. Ini trik iblis, diobati dengan berbagai alasan rukshoh untuk mengobati wanita tersebut padahal ujungnya ingin mencelakakan iman dan amal si dai ini. Hati-hati terjerumus seperti ini. Makanya sibukkan diri kita berdakwah saja nanti semua setan dan jin akan ketaskil asbab dakwah kita.

 

Karguzari Romo Kyai Mahmud ayahanda Kyai Udzairon Syuro kita

 

Dulu di awal dakwah romo kyai masih hidup, kami sering bicara dan ngobrol-ngobrol dengan beliau di temboro. Beliau sampaikan bahwa jin di pakistan itu juga banyak dan tidak kalah banyak dengan jin yang ada di indonesia. Tapi jin di pakistan sana sudah jinak jinnya karena sudah terkesan dengan dakwah, jadi karkun kebanyakan jinnya, jadi tidak ganggu orang. Jin di indonesia ini belum kenal dakwah, jadi belum jinak masih suka mengganggu. Bahkan banyak tim ruqyah kyai dan ustadz ini malah minta bantuan dari jin yang lebih besar lagi. [Note penulis : disini di indonesia, jin malah dipelihara dikasih kopi, rokok, dan ayam hitam disembelih, daripada dikasih jin mendingan dikasih saya saja kata romo kyai mahmud].

 

Ketika saya baru balik pulang selesai belajar banyak kegiatan saya salah satunya mengawinkan orang. Suatu ketika ada pasangan yang istri kemasukan jin, dia minta tolong sama saya. Maka saya bawa istri saya dan saya pergi ke rumah orang itu. Saya bilang ke istri saya bacakan surat al baqarah di kamarnya bersama istri orang tersbeut dan saya dari luar kamar baca al baqarah. Maka alhamdullillah setelah selesai baca jin nya pergi, istri orang itu normal kembali. Ke esokan harinya menjelang maghrib saya mau jaulan dan buat program di mesjid, tiba-tiba orang itu datang lagi bilang jinnya datang lagi. Maka saya bentak dia itu iblis yang punya siasat, agar saya tidak buat jaulah dan program dakwah di mesjid selepas maghrib ini. Saya tidak menafikan hadits nabi saw dan kepentingan ruqyah. Tapi kita ini dai, dan dai ini punya kerja yang lebih besar lagi, yaitu dakwah, jangan sampai kerja kita terbengkalai hanya karena siasat dan tipuan iblis. Bukannya dakwah malah disibukkan meruqyah orang, ini trik iblis. Maka saya bilang ke dia, kamu urusi istri kamu sendiri saja jangan taskil karkun lagi program untuk meruqyah. Saya tidak menafikan hadits nabi saw, tapi cara ruqyah ada di quran dan hadits, bisa dipelajari maka urusi sendiri saja. Jangan sibukkan karkun dari perkara besar ke perkara kecil, itu jebakan syetan. Jadi dakwahkan itu iblis, jin dan setan, jangan dengan coba-coba dan ragu-ragu, nanti malah diketawain sama setan dan jin. Dakwahkan dengan yakin baru mereka lari nanti.

 

wa layanṣurannallāhu may yanṣuruh arti: Sesungguhnya Allah pasti menolong orang yang menolong (agama)-Nya. (QS AL Hajj:40)

 

Allah swt pasti akan membantu umat islam yang membantu agamanya. Umat islam tidak akan di bahayakan oleh siapapun juga selama umat islam masih membantu agama islam.

 

Note penulis :

 

[Inilah fikir abu bakar RA bagaimana membawa ummat membantu agama islam bukan sebaliknya membantu ummat tapi islamnya ditinggalkan. Jaga islam nanti Allah swt akan jaga kamu. Ummat tidak akan terjaga atau tidak akan aman dari bahaya jika umat islam sudah meninggalkan agama. Musibah datang kepada umat islam karena umat islam sudah meninggalkan perjuangan membantu islam]

 

  1. Dengan membantu umat islam kita akan mendapat pahala
  2. Dengan membantu agama islam kita akan mendapatkan Nusrotullah

 

Jadi berbagai musibah yang menimpa umat islam hari ini asbab :

 

  1. Umat islam sudah meninggalkan islam
  2. Umat islam sudah meninggalkan perjuangan islam

 

Solusinya kembali kepada Islam dan lanjutkan perjuangan islam. Inllah stau-satunya cara membantu agama islam yaitu dengan kembali ke islam dan lanjutkan perjuangan islam, yaitu dakwah. Baru nanti akan datang nusrotullah.

 

Hari ini umat islam dibunuh, kita datang untuk membantu, dengan demo atau kirim bantuan baik tentara atau logistik ini sesuatu yang bagus. Namun jika kita datang membantu agar jangan sampai umat islam dibunuh, maka di tempat lain tetap akan terjadi pembantaian atas umat islam. Namun kalau islamnya kita bantu maka Allah swt akan kirim pertolongan kepada seluruh umat islam.

 

Karguzari Perang Afghanistan 1986

 

Perang afghanistan tahun 1986 terjadi. Saya ketika itu berniat datang ke pakistan selesai sekolah ikut 4 bulan lalu terjun ke medan perang melawan rusia di afghanistan. Semangat kita waktu itu mau berjihad perang di afghanistan. Setelah ikut dakwah disana, masyeikh sampaikan :

 

“Saya tidak akan menghalangi kamu ke afghanistan, silahkan saja. Tetapi yang lebih penting sekarang itu adalah kita mengirimkan rombongan dakwah ke afghanistan. Kalau hari ini rusia keluar, afghanistan akan lebih hancur lagi.”

 

Kita bertanya kenapa bisa begitu yang kita usir ini kan rusia. Beliau katakan :

 

“Wujudnya rusia saat ini dengan adanya mereka di afghanistan telah menyatukan seluruh masyarakat di afghanistan semuanya. Rusia keluar sementara agama tidak ditanamkan dalam diri mereka ummat di afghanistan maka yang akan terjadi perang saudara di antara mereka.”

 

Dan itulah yang terjadi setelah rusia keluar dari afhanistan tahun 1992, umat belum ada kesiapan dalam diri mereka, agama belum masuk apa yang terjadi ? perang saudara yang berkepanjangan hingga saat ini. Kenapa rusia bisa masuk ke afghanistan ini karena umat islam di afghanistan sudah jauh dari islam dan perjuangan membantu islam, sudah jauh dari dakwah. Mesjid-mesjid di afghanistan ketika itu kosong dari jemaah, Islam tidak dijaga oleh umat islam dan tidak ada yang berjuang membantu menegakkan islam. Makanya rusia mudah masuk kesana. Inilah fikir masyeikh bagaimana umat islam di afghanistan di sana bisa bangkit terjun dalam dakwah membantu islam. Baru nanti Allah swt akan tolong umat islam disana ketika islam sudah kembali wujud di daratan afghanistan melalui perjuangan dakwah islam. Makanya yang paling penting bagaimana kita tanamkan agama dalam diri mereka dan libatkan mereka dalam dakwah.

 

Karguzari Masyeikh India Maulana Mustaqim DB tahun 1967 keluar di Palestine :

 

Beliau bercerita kepada saya. Keluar di palestine di masjidil Aqsa, mesjid ke 3 nya umat islam. Mereka berjaulah disana, buat program, khususi, gerak terus siang malam, namun yang sholat subuh ke mesjid hanya segelintir orang saja. Ketika itu orang yahudi sedikit, mayoritas adalah orang arab yang ada disekitar masjidil Aqsa. Beliau, maulana mustaqim berbicara dengan imam masjidil Aqsa :

 

“Wahai saudaraku imam masjid, tolong masjidil aqsa ini dimakmurkan, dijaga dengan amalan-amalan mesjid, atau suatu saat nanti mesjid ini akan diambil orang.”

 

Imamnya hanya tertawa saja, dia pikir ini ngapain orang india mau coba-coba nasehatin bangsa arab. Bagaimana bisa orang india mau coba-coba dakwahin orang arab. Si imam mesjid berpikir, ini mesjid Allah tidak akan mungkin direbut orang, secara mayoritas disini adalah bangsa arab. Akhirnya rombongan pulang, tahun itu pula 1967 israel menyerang palestina. Orang islam banyak dibunuh. Ketika itu saya masih 8 tahun, dan semua orang waktu itu melakukan Qunut Nazillah, berdoa hancurkan israel ya Allah swt. Doa ini dibacakan dimana-mana seluruh negara islam dan di on airkan di radio dan seluruh media. Namun hingga saat ini israel tidak hancur-hancur juga padahal kecil minoritas. Kenapa Allah swt tidak tolong umat islam di palestina ? ini karena umat islam sudah lupa membantu islam, tidak buat dakwah menegakkan islam. Mesjid kosong melompong tidak dimakmurkan, sholat tidak dijaga, sehingga islam tidak terpelihara.

 

Ketika dalam perjalanan haji Imam mesjidil Aqsa bertemu dengan maulana mustaqiem yang hendak melaksanakan haji pula, mak dia berkata kepada maulana mustaqiem, “Sodaqta… sodaqta…” benar yang kamu katakan….. benar yang kamu katakan.

 

Masalah :

 

  1. Umat dahulu hancur asbab mereka tidak menjaga ibadah
  2. Umat hari ini hancur asbab mereka tidak menjaga dakwah

 

Jika hari ini ummat hanya menjaga daripada amalan ibadah saja tapi tidak terlibat dalam dakwah membantu agama, maka tidak ada janji Allah swt akan menjaga ummat ini atau menolong ummat ini. Tidak ada janji Allah swt dalam Quran bahwa dengan ibadah saja ini ummat akan di pelihara atau di jaga oleh Allah swt.

Inilah perbedaan antara pergerakan kita dengan pergerakan-pergerakan lainnya. Gerak kita ini adalah gerakan untuk membantu agama Allah. Sedangkan organisasi-organisasi dunia ini kita tidak boleh menafikan perjuangan mereka. Mereka juga bergerak memberikan manfaat untuk membantu umat Islam, sedangkan kita bergerak untuk membantu agama Islam. Kita harus yakin ketika islam kita bantu untuk ditegakkan maka umat islam akan dijaga oleh Allah Swt. Solusi buat masalah ummat hari ini adalah ala bashirotin, keyakinan yang seyakin-yakinnya, bahwa dengan dakwah masalah ummat ini akan selesai.

Dalam mahfum hadits dikatakan bahwa : adzab turun ini disebabkan dosa-dosa dia.

“Tidaklah musibah tersebut turun melainkan karena dosa. Oleh karena itu, tidaklah bisa musibah tersebut hilang melainkan dengan taubat.” (Al Jawabul Kaafi, hal. 87)

Begitu pula dalam al quran : musibah itu datang asbab perbuatan kamu sendiri

Wa mā aṣābakum mim muṣībatin fa bimā kasabat aidīkum wa ya’fụ ‘ang kaṡīr

 

Terjemah Arti:

 

“Dan apa saja musibah yang menimpa kamu maka adalah disebabkan oleh perbuatan tanganmu sendiri, dan Allah memaafkan sebagian besar (dari kesalahan-kesalahanmu).(QS Asy-Syura : 10)

 

Dalam suatu Hadis disebutkan, “Sesungguhnya seseorang itu akan terhalang dari rejekinya lantaran perbuatan dosa yang dilakukannya,” (HR Ibnu Majah).

 

Jadi susahnya rezeki ini asbab adanya dosa. Begitu pula musibah yang datang ini juga disebabkan oleh dosa kita.

 

Dosa menyebabkan :

 

  1. Rizky Tidak berkah, jadi Susah.
  2. Musibah berdatangan

 

Umat terdahulu mendapatkan ampunan dosa asbab banyaknya istighfar. Ini bagian dari janji Allah swt jika mereka banyak berdzikir dengan istighfar maka mereka akan Allah swt ampunkan.

 

Istagfirụ rabbakum Arti: “Mohonlah ampunan kepada tuhanmu”

(Mahfum Hadits)

 

Rasullullah saw memohon ampun kepada Allah swt sehari itu 70 kali (mahfum hadits)

 

Ini standard nabi yang kemaksumannya sudah dijamin Allah swt, 70 kali sehari beristighfar, apalagi kita harus lebih banyak lagi. Ummat terdahulu mendapatkan maghfiroh asbab istighfar mereka yang banyak-banyak. Namun untuk ini ummat maghfiroh itu akan datang dengan gerak membantu agama Allah swt, berdakwah. Banyak ayat-ayat quran yang menerangkan perkara maghfiroh ini dengan gerak.

 

Allah swt berfirman :

 

Yā ayyuhallażīna āmanụ hal adullukum ‘alā tijāratin tunjīkum min ‘ażābin alīm Tu`minụna billāhi wa rasụlihī wa tujāhidụna fī sabīlillāhi bi`amwālikum wa anfusikum, żālikum khairul lakum ing kuntum ta’lamụn Yagfir lakum żunụbakum wa yudkhilkum jannātin tajrī min taḥtihal-an-hāru wa masākina ṭayyibatan fī jannāti ‘adn, żālikal-fauzul-‘aẓīm

 

Terjemah Arti:

 

“Hai orang-orang yang beriman, sukakah kamu aku tunjukkan suatu perniagaan yang dapat menyelamatkanmu dari azab yang pedih? (yaitu) kamu beriman kepada Allah dan Rasul-Nya dan berjihad di jalan Allah dengan harta dan jiwamu. Itulah yang lebih baik bagimu, jika kamu mengetahui. Niscaya Allah akan mengampuni dosa-dosamu dan memasukkanmu ke dalam jannah yang mengalir di bawahnya sungai-sungai; dan (memasukkan kamu) ke tempat tinggal yang baik di dalam jannah ‘Adn. Itulah keberuntungan yang besar.” (QS. As Shaff : 10-12)

 

Jadi asbab gerak ini :

 

Yaghfirlakum Dzunubakum : Niscaya Allah akan mengampuni dosa-dosamu

 

Allah swt sampaikan bahwa semua orang kafir entah komunis, majusi, nasrani, yahudi, mereka semua saling bekerja sama untuk menyesatkan orang islam.

Allah swt berfirman

 

Wallażīna kafarụ ba’ḍuhum auliyā`u ba’ḍ, illā taf’alụhu takun fitnatun fil-arḍi wa fasādung kabīr

 

Terjemah Arti:

 

“Adapun orang-orang yang kafir, sebagian mereka menjadi pelindung bagi sebagian yang lain. Jika kamu (hai para muslimin) tidak melaksanakan apa yang telah diperintahkan Allah itu, niscaya akan terjadi kekacauan di muka bumi dan kerusakan yang besar.” (QS. Al Anfal : 73)

 

Jangan berkhayal orang kafir akan berhenti menggunakan uangnya untuk menghalangi orang keluar dijalan Allah swt.

 

innallażīna kafarụ yunfiqụna amwālahum liyaṣuddụ ‘an sabīlillāh, fa sayunfiqụnahā ṡumma takụnu ‘alaihim ḥasratan ṡumma yuglabụn, wallażīna kafarū ilā jahannama yuḥsyarụn

 

Artinya :

 

“Sesungguhnya orang-orang yang kafir itu, menginfakkan harta mereka untuk menghalang-halangi (orang) dari jalan Allah. Mereka akan (terus) menginfakkan harta itu, kemudian mereka akan menyesal sendiri, dan akhirnya mereka akan dikalahkan. Ke dalam neraka Jahanamlah orang-orang kafir itu akan dikumpulkan.” (QS. Al Anfal :36)

 

Mereka akan senantiasa menggunakan uangnya untuk menghalang-halangi orang islam keluar di jalan Allah swt. Mereka akan terus berusaha menghalangi umat islam menggunakan uang mereka untuk mempengaruhi orang islam.

 

Jika umat islam ini bergerak, maka apa yang mereka perbuat orang kafir ini tidak akan memberikan kesan apa-apa, tidak ada gunanya. Namun jika umat islam ini tidak bergerak apa yang akan terjadi ?

 

illā taf’alụhu takun fitnatun fil-arḍi wa fasādung kabīr : Jika kamu (hai para muslimin) tidak melaksanakan apa yang telah diperintahkan Allah itu, niscaya akan terjadi kekacauan di muka bumi dan kerusakan yang besar

 

Kerusakan dan kekacauan akan terjadi jika umat islam ini tidak bergerak membawa ini agama. Tsunami, Gempa Bumi, Longsor, Banjir, Pemboman Umat Islam, Penindasan Umat Islam, Perang saudara, semua ini akan terjadi asbab umat islam tidak bergerak membawa ini agama. Umat islam tidak mau buat dakwah seperti yang diperintahkan maka musibah kekacauan dan kerusakan akan datang terus melanda ini ummat. Dan tidak akan pernah berhenti sampai umat kembali buat kerja dakwah.

Fitnah terhadap umat islam akan terjadi dimana-dimana jika umat islam tinggalkan dakwah. Akan ada 2 fitnah yang akan terjadi jika umat tinggalkan dakwah :

 

illā taf’alụhu takun fitnatun fil-arḍi wa fasādung kabīr : Jika kamu (hai para muslimin) tidak melaksanakan apa yang telah diperintahkan Allah itu, niscaya akan terjadi kekacauan di muka bumi dan kerusakan yang besar

 

  1. Musibah dan kekacauan akan datang secara terus menerus
  2. Kerusakan yang besar akan terjadi, yaitu rusaknya Aqidah

Note Penulis :

[Dari Abu Said Al Khudri RA , ia berkata bahwa Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda,

“Sungguh kalian akan mengikuti jalan orang-orang sebelum kalian sejengkal demi sejengkal dan sehasta demi sehasta sampai jika orang-orang yang kalian ikuti itu masuk ke lubang dhob (yang sempit sekali pun), pasti kalian pun akan mengikutinya.” Kami (para sahabat) berkata, “Wahai Rasulullah, apakah yang diikuti itu adalah Yahudi dan Nashrani?” Beliau menjawab, “Lantas siapa lagi?” (HR. Muslim no. 2669).

Inilah yang dimaksud kerusakan besar, umat islam akan mengikuti kehidupan orang kafir sampai akhirnya meninggalkan agama islam, murtad , asbab meninggalkan dakwah.]

Selain musibah dari darat, laut, dan udara akan menyerang umat islam, maka mereka umat islam juga akan meninggalkan islam nanti, menjadi murtad. Inilah yang dimaksud kerusakan besar akan melanda umat islam, yaitu rusaknya akidah.

 

Note Penulis :

 

[ Jika umat islam sudah sampai pada keadaan ini maka apa yang akan terjadi Nabi saw sudah sampaikan :

 

Nabi saw bersabda, “Telah berkumpul umat-umat untuk menghadapi kalian, sebagaimana orang-orang yang makan berkumpul menghadapi piringnya’. Mereka berkata : Apakah pada saat itu kami sedikit wahai Rasulullah ? Beliau menjawab : ‘Tidak, pada saat itu kalian banyak, tetapi kalian seperti buih di lautan, dan Allah akan menghilangkan rasa takut dari dada-dada musuh kalian kepada kalian, dan Allah akan menimpakan pada hati kalian penyakit Al-Wahn’. Mereka berkata : Apakah penyakit Al-Wahn itu wahai Rasulullah?. Beliau menjawab :’Cinta dunia dan takut akan mati”

(HR Abu Daud dan Ahmad) ]

Kenapa ini bisa terjadi ? bukan karena orang kafir menggunakan hartanya untuk melawan umat islam, tidak. Melainkan asbab orang islam tidak mau bekerja sama satu dengan yang lainnya dalam membantu agama islam, dalam dakwah. Lalu siapa orang-orang yang akan selamat dari fitnah ini ?

 

Ciri yang pertama :

 

Allażīna āmanụ wa hājarụ wa jāhadụ fī sabīlillāhi bi`amwālihim wa anfusihim a’ẓamu darajatan ‘indallāh, wa ulā`ika humul-fā`izụn

 

Terjemah Arti:

 

Orang-orang yang beriman dan berhijrah serta berjihad di jalan Allah dengan harta, benda dan diri mereka, adalah lebih tinggi derajatnya di sisi Allah; dan itulah orang-orang yang mendapat kemenangan. (At Taubah:20)

 

Mereka yang bergerak dengan harta dan diri mereka membantu agama Allah swt inikag orang-orang yang akan Allah swt tolong berikan kemenangan.

 

Nasehat Maulana Yusuf Rah.A :

 

“Jika matahari ini bergerak maka yang tersebar adalah cahaya, dan kegelapan akan sirna. Nanti menjelang kiamat, Matahari nanti Allah swt akan redupkan cahanya, tetap ada, tapi yang tersebar adalah kegelapan.”

 

Hari ini berapa banyak turis-turis bergerak menyebarkan maksiat, pergi ke bali sengaja pakai bikini, berjemur telanjang, berzina di depan umum, ini sengaja dibuat mereka. Mereka turis-turis ini bergerak menyebarkan kegelapan.

 

Sekarang karkun bergerak di jalan Allah swt membawa sholat mereka, maka ini lain nilainya dengan sholat di maqomi kita. Jika kita sholat bawa ke mesjid maqomi nilainya jadi berapa 27 kali. Jika sholat ini dibawa gerak lebih jauh ke madinah sana di masjidil nabawi menjadi 50.000 kali. Bawa sholat kita ke mekkah, ke masjidil haram menjadi 100.000 kali. Namun jika kita bawa pergi di jalan Allah swt menjadi berapa ? menjadi 700.000 kali. Jadi nilai ibadah ini akan bertambah nilainya jika dibawa bergerak. Jika karkun bergerak membawa sholat, dzikirm taklim, qur;an, dan amalan lain sebagainyam maka amalan ini selain bertambah nilainya, amalan ini juga akan tersebar. Alhamdullillah asbab geraknya karkun kini diperancis sudah banyak mesjid dimana-mana. Begitu juga di singapore bahkan di airportnya saja sudah ada mesjid. Begitu juga dengan airport di thailand juga ada mesjidnya dengan marbot yang khusus disediakan.

 

Dulu di perancis susah dicari mesjid, mereka menolak pembangunan mesjid. Kenapa sekarang di perancis mesjid banyak berdiri. Apakah pemerintah perancis mengakui agama islam ? tentu tidak. Jika diteliti ini asbab banyaknya jemaah dikirim ke perancis, karena tidak ada tempat sholat mereka sholat di taman-taman diperhatikan oleh orang perancis. Maka pemerintah perancis ketakutan, jika dibiarkan nanti akan banyak orang perancis belajar islam lalu masuk islam. Asbab geraknya jemaah ini sekian ribu orang perancis masuk islam. Jika kegiatan jemaah ini dibiarkan terus nanti islam akan tersebar, maka pemerintah perancis buatkan mesjid-mesjid agar orang islam sholat di dalam mesjid saja tidak dilihat oleh orang perancis. Jadi dakwah dengan cara mendirikan sholat secara terang-terang di tengah kerumunan orang kafir sambil mengumandangkan adzan ini syiar islam. Jangan takut menunjukkan syiar islam kepada orang kafir. Jika kita beramal karena ingin dilihat orang ini riya, namun jika kita tidak beramal karena takut dilihat orang ini syirik namanya.

 

  1. Jika beramal karena ingin dilihat orang : Riya
  2. Jika tidak beramal karena takut dilihat orang : Syirik

 

Wah kalau kita sholat ke mesjid nanti takut dilihat orang takut dikira pamer, mendingan sholat dirumah saja, Ini syirik namanya. Syiar agama harus dihidupkan jangan takut sama penglihatan manusia, jalan ke mesjid buat sholat berjamaah, ini syiar islam. Jadi asbab ada syiar islam di perancis maka mesjid-mesjid pun mulai dibangun disana.

 

Allażīna āmanụ wa hājarụ : Orang-orang yang beriman dan berhijrah

 

Jadi yang namanya iman ini jangan disimpan dirumah saja, tapi dibawa bergerak. Kalau iman di letakkan dirumah saja tidak dibawa bergerak ini umatnya nabi Musa AS dan umatnya Isa AS. Ashabul Kahfi dipuji karena menyelamatkan iman disimpan di dalam gua saja. Namun jika umat ini, karkun ditaskil 4 bulan lebih milih ngumpet di pondok di magelang, di temboro, atau di banjarmasin, sudah kita tidak mau bergerak, kita mau belajar aja di pondok, maka tidak akan dipuji oleh Allah swt. Allah swt puji iman umat ini karena dibawa bergerak iman mereka, bukan didamkan dirumah mereka atau dipondok saja. Belajar ilmu silahkan ke pondok, tapi untuk menjaga iman ini harus dibawa bergerak. Bergeraknya bukan hanya untuk ibadah saja, haji juga hijrah atau bergerak. Namun yang dimaksud gerak atau hijrahnya mereka ini untuk memperjuangkan agama Allah swt.

 

wa jāhadụ fī sabīlillāhi : berjihad di jalan Allah

 

Inilah geraknya muhajirin, yaitu geraknya membawa Iman. [note penilis : Muhajirin ini hijrah ke madinah bukan untuk ibadah, kalau hanya ibadah di masjidil haram lebih utama, namun hijrahnya mujahirin ini untuk dakwah, memperjuangkan agama Allah swt]. Jangan sampai kita bergerak membawa kemunafikan, ketika jaulah tundukkan pandangan jangan melihat aurat atau yang diharamkan. Ada yang jaulah mengetuk rumah yang keluar wanita tatkala itu. Dia jaulah membawa agama sementara dia menikmati memandang kecantikan wanita tersebut, saat itu kemunafikan sudah masuk kedalam hati dia. Bergerak membawa Iman itu ciri umat nabi saw, bukan menyembunyikan iman seperti ashabul kahfi.

 

Berikutnya ciri yang kedua ini adalah :

 

Innallażīna āmanụ wa hājarụ wa jāhadụ bi`amwālihim wa anfusihim fī sabīlillāhi wallażīna āwaw wa naṣarū ulā`ika ba’ḍuhum auliyā`u ba’ḍ

 

Artinya :

 

“Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan berhijrah serta berjihad dengan harta dan jiwanya pada jalan Allah dan orang-orang yang memberikan tempat kediaman dan pertoIongan (kepada orang-orang muhajirin), mereka itu satu sama lain lindung-melindungi”. (QS. Al Anfal:72)

 

Yaitu mereka yang memberikan “awaw” yaitu menyambut tamu, memberikan tempat untuk yang berhijrah. Tempat diberikan, makanan disediakan, inilah peran anshor orang yang, Wa nasoru, menolong muhajirin. Mereka Muhajirin dan Anshor saling bekerja sama, saling membantu, untuk menolong Agama Allah swt. Mereka saling bahu membahu bagaimana islam bisa tegak dan tersebar. Jika umat islam ada kerja sama dalam hijrah dan nusroh, muhajirin dan anshor, maka hidayah dan pertolongan Allah swt akan datang kepada mereka. Namun yang perlu diperhatikan dari para sahabat :

 

  1. Muhajirin mekah tidak selalu menjadi muhajirin terkadang mereka menjadi anshor
  2. Anshor madinah tidak selalu menjadi anshor terkadang mereka menjadi muhajirin

 

Sahabat itu tidak ada yang menjadi muhajjir dai ataupun anshori dai sepanjang hidupnya. Abu Bakar RA hijrah dari mekah ke madinah, mengikuti di berbagai perjalanan fissabillillah, tetapi abu bakar juga menjadi anshori dai ketika di madinah menerima tamu-tamu nabi saw. Abu Ayub Al Anhori menerima Nabi saw dan para sahabat RA di madinah, namun Abu Ayub Al Anshori meninggal sebagai muhajjir di turkey dalam fissabillillah. Itulah para sahabat RA, hari ini jadi muhajjir, besok dia jadi anshor. Hari ini jadi anshor besok dia menjadi muhajjir. Jadi yang namanya dai itu dia terbang seusai takaza mejadi muhajir, namun dia juga ngurus maqominya, menerima tamu sebagai anshor. Jika ada karkun hanya mau terbang saja jadi muhajjir tidak mau jadi anshor, maka ini bid’ah terbesar dalam dakwah. Begitu pula sebaliknya, sibuk maqomi, nerima tamu jadi anshor, tapi tidak mau keluar untuk hijrah atau nisob, inipun bid’ah terbesar dalam dakwah. Ini karena sahabat ra tidak ada yang seperti itu. Sahabat RA itu peran sebagai muhajjir dan ashor di jalan kan. Jika diputus musyawarah untuk berangkat, pergi jadi muhajjir dai, waktu pulang jadi anshori dai, ini yang benar.

 

Maka jika ada ini dalam diri ummat, mereka bergerak sebagai muhajjir dai dan anshori dai maka apa janji Allah swt :

 

walladzina amaanu wahajaru wajahadu fisabilillah, walladzina awwaw wa nashoru, ulaika humul mukminuna haqqa, lahum maghfituw wa rizqun kariiim

 

Artinya :

 

“Dan orang-orang yang beriman dan berhijrah serta berjihat dijalan Allah, dan orang-orang yang memberi tempat kediaman dan memberi pertolongan (kepada orang Muhajirin), mereka itulah orang yang benar-benar beriman. Mereka memperoleh ampunan dan rezeki (nikmat) yang mulia.” (QS. 8:74)

 

Allah swt katakan merekalah orang yang benar-benar beriman, pengakuan dari Allah swt. Apa Fadhilahnya : memperoleh ampunan dan rizki yang mulia. Jadi apa yang didapat dengan hijrah dan nusroh :

 

  1. Ampunan ( Maghfirotun )
  2. Rizki yang mulia ( Wa Rizkun Kariim )

 

Jadi jangan mengatakan iman anda sudah tulen kalau anda belum berhijrah dan nusroh. Dua-duanya dikerjakan baru dapat hakekat iman yaitu hijrah dan nusroh. Ini baru orang-orang yang mendapatkan hakekat iman, Ulaika humul mukminuna haqqan.

 

Jadi dengan gerak umat ini mendapatkan ampunan dari Allah, bukan hanya dengan istighfar. Kalau hanya dengan istighfar, maka gak ada bedanya dengan ummat terdahulu seperti ummatnya nabi nuh AS dan ummatnya nabi Musa AS. Beda orang yang mendapatkan ampunan dengan istighfar dengan orang yang mendapatkan ampunan dengan maghfiroh. Apa bedanya ?

 

Allah swt berfirman :

 

Fa qultustagfirụ rabbakum innahụ kāna gaffārā. Yursilis-samā`a ‘alaikum midrārā. Wa yumdidkum bi`amwāliw wa banīna wa yaj’al lakum jannātiw wa yaj’al lakum an-hārā

 

Terjemah Arti:

 

“Maka aku katakan kepada mereka: ‘Mohonlah ampun kepada Tuhanmu, sesungguhnya Dia adalah Maha Pengampun. Niscaya Dia akan mengirimkan hujan kepadamu dengan lebat Dan membanyakkan harta dan anak-anakmu, dan mengadakan untukmu kebun-kebun dan mengadakan (pula di dalamnya) untukmu sungai-sungai.” (QS. Nuh : 10-12)

 

Nabi Nuh AS perintahkan kaumnya untuk beristighfar sebanyak mungkin, karena Allah swt maha pengampun. Nanti baru akan di datangkan curah hujan yang membawa kesuburan. Lalu dengan istighfar Allah swt akan membanyakkan harta dan anak-anak, perkebunan atau bisnis yang baik, dan sungai-sungai.

 

Jadi apa fadhilah istighfar :

 

  1. Ampunan
  2. Hujan yang membawa kesuburan
  3. Harta yang banyak, dihindari dari kemiskinan.
  4. Anak-anak yang banyak
  5. Perkebunan yang baik, atau bisnis yang lancar
  6. Sungai-sungai, sumber mata air penghilang dahaga dan keindahan.

 

Namun kalau dai ini Allah swt kasih maghfiroh :

 

  1. Dengan gerak dibersihkan dari dosa
  2. Hujannya bukan ke kebun tapi kehati sehingga teduh hatinya
  3. Hidupnya sederhana tapi hatinya kaya, setiap ada uang habis di jalan Allah swt
  4. Anaknya sedikit mungkin tapi anak buahnya dimana-mana
  5. Bisnisnya kecil tapi bisa pergi kemana-mana keliling dunia, selalu ada rizkinya
  6. Sungainya bukan di dunia tapi di surga

 

Dai ini mungkin tidak punya kebun, jadi hujan buat mereka tidak berarti, tapi dai ini Allah swt kasih hujannya di hati, hujan hidayah, sehingga hatinya yang subur. Para karkun ini akan terlihat aneh dimata manusia, kelihatannya tidak ada duit tapi bisa pergi kemana-mana. Orang beristighfar Allah swt beri kebun, capek urusin kebun. Sedangkan dai nya Allah swt tidak punya kebun, tapi buah-buahan Allah swt datangkan untuk dia. Petani kelapa dia hanya makan buah kelapa, tapi dai ini Allah swt datangkan buah anggur, jeruk, melon, dan lain-lain tanpa kebun Allah swt kirim ketika dia keluar di jalan Allah swt. Begitu juga perkara anak, banyak nabi yang anaknya sedikit bahkan tidak punya anak, sama seperti masyeikh kita, maulana ilyas anak 1, maulana yusuf anaknya 1, begitu pula maulana harun ayah dari maulana saad, Bhai wahab bahkan tidak punya anak. Namun sebagai gantinya Allah swt beri ummat yang banyak sebagai gantinya, anak buahnya dimana-mana. Harta benda mungkin tidak ada, biar hisabnya ringan, tapi kapan ada takaza atau nisob siap berangkat selalu ada rizkinya dari Allah swt di sediakan. Seperti kata wali songo : “Kaya tanpa Harta”.

 

Makanya Nabi saw sudah ingatkan jika kita sibuk urusan dunia tinggalkan dakwah fissabillillah apa yang terjadi ?

 

Jika kalian telah berjual beli dengan sistem inah, mengikuti ekor sapi, rela dengan pertanian, serta meninggalkan jihad (di jalan Allah), niscaya Allah akan menjadikan kehinaan menguasai kalian, Dia tidak akan mencabutnya dari kalian, hingga kalian kembali kepada agama kalian.” (Sahih, diriwayatkan oleh Abu Dawud)

 

Ketika umat ini sudah sibuk dengan dunia lupa tujuan, maka Allah swt akan timpakan kepada umat ini kehinaan. Begitu berat kehinaannya hanya akan berhenti jika dia kembali ambil ini kerja dakwah, bergerak lagi di jalan Allah swt kembali kepada tujuannya. Sekarang umat islam dihinakan dimana-mana karena apa ? umat islam sibuk dunia dan meninggalkan kerja agama. Bukan karena tidak punya senjata, umat islam banyak senjata apa lagi yang dipakai di timur tengah banyak daerah konflik. Bukan karena ekonomi, ekonomi terkaya dipegang oleh negara-negara islam, petro dollars ini dari negara islam penghasil minyak. Di negara islam banyak kekayaan alam tapi mereka tidak memilikinya. Kenapa dihinakan ? karena sibuk mengurus itu semua, jual beli, ngekor kayak sapi dalam perkara dunia, dan meninggalkan perjuangan agama. Dan Allah swt tidak akan mengangkat kehinaan dari umat islam sampai umat islam kembali ke jalurnya yaitu perjuangan agama, dakwah illallah.

 

Note penulis :

 

“Barangsiapa menjadikan dunia sebagai tujuan utamanya, maka Allah akan cerai beraikan urusannya,  lalu Allah akan jadikan kefakiran selalu menghantuinya, dan rezeki duniawi tak akan datang kepadanya kecuali hanya sesuai yang telah ditakdirkan saja. Sedangkan, barangsiapa yang menjadikan akhirat sebagai puncak cita-citanya, maka Allah akan ringankan urusannya, lalu Allah isi hatinya dengan kecukupan, dan rezeki duniawi mendatanginya padahal ia tak minta”. (HR Baihaqi dan Ibnu Hibban)

 

Hati hati jika kita menjadikan dunia sebagai tujuan :

 

  1. Allah swt akan cerai beraikan urusannya
  2. Kefakiran akan selalu menghantuinya
  3. Dunia tidak akan datang kecuali yang sudah ditetapkan untuk dia

 

Namun jika kita mengejar akherat :

 

  1. Allah swt kan mudahkan urusannya
  2. Allah swt akan kasih kekayaan di hatinya, selalu tenang dan cukup
  3. Dunia akan datang kepadanya dalam keadaan hina

 

Ancaman Allah swt bagi yang hanya mengejar dunia :

 

“Barangsiapa menghendaki kehidupan dunia dan perhiasannya, pasti Kami berikan (balasan) penuh atas pekerjaan mereka di dunia (dengan sempurna) dan mereka di dunia tidak akan dirugikan. Itulah orang-orang yang tidak memperoleh (sesuatu) di akhirat kecuali neraka, dan sia-sialah di sana apa yang telah mereka usahakan (di dunia) dan terhapuslah apa yang telah mereka kerjakan”. [Hûd/11:15-16]

 

Maka untuk mengangkat kehinaan ini dari umat islam, kita bergerak dari kampung ke kampung, dari kota ke kota membawa umat ini kembali kepada perjuangan agama.

 

Insya Allah kita semua siap.

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: