Buyaathaillah's Blog

Analogi 6 Sifat

 

Iman pada Allah swt :

Bedanya antara Percaya dan Yakin :

“Kita lihat sesorang jago tembak. Dia menembak apel diatas kepala seseorang dari 100 meter bisa kena apelnya tanpa melukai kepala orang yang meletakkan apel diatas kepalanya. Maka penembak jitu tadi meminta agar target dimajukan menjadi 50 meter jaraknya makin dekat. Dalam jarak 50 meter sasaran tepat mengenai apel dalam jarak 50 meter tanpa melukai kepala orang yang meletakkan apel di kepalanya. Lalu maju menjadi 30 meter makin maju makin mudah bagi si penembak jitu menembak tepat sasaran. Namun kali ini kita yang diminta untuk meletakkan apel di kepala kita dan menjadi sasaran penembak jitu untuk jarak 10 meter saja. Apakah kita berani ? Kita mungkin percaya bahwa si penembak jitu itu jago tembak selama bukan kita objeknya, namun kita menjadi ragu tatkala objeknya menjadi kita. Inilah perbedaan antara Percaya dan Yaqin. Kita percaya Allah swt Maha Kuasa, Namun kita tidak Yakin tatkala harus meninggalkan dunia kita untuk agama.”

Analogi Iman :

“Iman itu seperti Angin tidak bisa dilihat tapi bisa dirasa. Jika seseorang mondar mandir ke mesjid maka ini seperti angin yang kencang, jangankan daun bahkan pohonnyapun iukt goyang asbab angin kencang. Jangan sholat wajib, ibadat sunnahpun akan dikerjakannya jika iman kuat. Beda dengan orang yang sholat tapi masbuk diakhir-akhirkan bahkan dirumah sholatnya ini seperti angin yang sepoi-sepoi alias iman lemah. Kalo dia tidak sholat maka ini tidak ada iman seperti tidak ada angin.”

“Kita tidak pernah lihat jantung kita, paru kita, usus kita, tapi kita yakin itu semua ada dan berfungsi. Kita harus yakin kepada yang ghaib sebagaimana kita yakin dengan paru kita, jantung kita, usus kita, walaupun tidak nampak tapi yakin bahwa itu ada dan berfungsi.”

“Api ada tulisan, perkataan, dan hakekat. Kalo api ditulis atau di ucapkan saja maka ini tidak akan bisa mengeluarkan hakekat. Hakekat api itu membakar, jika ada api maka bisa masaka air dan bisa masak nasi, bisa memnajdi pemanas. Namun jika api hanya ditulis atau diucapkan maka air tidak akan bisa dimasak, nasi tidak bisa mateng, dan tidak bisa menjadi pemanas atau penghangat. Kita ingin iman kita menjadi hakekat maka tidak bisa hanya ditulis atau diucapkan melainkan diusahakan agar menjadi hakekat.”

Iman itu Sami’na Wa Atho’na – Kami dengar Kami Taat :

“ 3 orang murid dipanggil gurunya. Maka gurunya menyampaikan bahwa di depan ada sebuah goa, si murid diperintahkan agar mengambil batu sebanyak-banyaknya dari dalam goa demi kebaikan kalian. Merekapun pergi kedalam Goa :

  1. Murid pertama karena ini perintah gurunya maka diambil batu sebanyak-banyaknya. Sampai2 semua isi kantong bajunya di isi batu-batuan.
  2. Murid yang kedua karena ragu dengan perintah gurunya bahwa Batu bisa memberikan manfaat, akhirnya dia bawa cuman 1 batu saja agar tidak merepotkan dia.
  3. Murid yang ketiga karena berpikir terlalu banyak bahwa tidak mungkin batu bisa memberikan manfaat bahkan hanya akan merepotkan saja maka dia keluar dari goa tidak membawa batu sama sekali.

Setelah ketiga murid itu keluar dari Goa maka Goa tersebut langsung dihancurkan oleh gurunya. Tatkala diperintahkan untuk mengeluarkan semua batu :

  1. Murid pertama gembira bukan kepalang ternyata batu yang diambil dari dalam Goa adalah bongkahan emas.
  2. Murid kedua menyesal bukan kepalang kenapa hanya mengambil satu batu saja andaikan dia ikut kata gurunya pasti dia sudah beruntung banyak
  3. Murid ketiga menyesal tidak mengikuti nasehat gurunya karena dia sama sekali tidak mendapatkan apa-apa karena kebanyakan mikir bukannya taat saja.

Begitulah hari ini kita tidak mengetahui daripada nilai perintah Allah swt. Kita diperintahkan tapi banyak dilalaikan bahkan dilanggar. Nanti di akherat kita baru menyesal tau betapa besar dari nilai perintah Allah swt.

Gula itu manis. Bagi orang beriman dia cukup taat aja langsung dimakan maka dia akan mendpatkan manisnya gula, Tapi kalo orang kafir dia akan teliti dulu di lab, bertahun-tahun hasil penelitian ternyata benar memang gula itu manis. Berapa banyak waktu yang dia habiskan hanya untuk mengetahui bahwa gula itu manis. Orang beriman asbab sami na watho na dia langsung mengetahui bahwa gula itu manis. Sebagaimana agama bagi orang beriman bahwa agama itu manis asbab langsung mengamalkan sedangkan orang kafir butuh bertahun-tahun menilitu dan mengetahui bahwa agama itu manis.

Iman itu tawakkal : Dari Yakin kepada Mahluk menjadi Yakin pada Allah

 

Seorang murid sedang berada dalam perahu bersama gurunya. Si murid bertanya kepada gurunya : “apa itu iman ?” Maka si gurunya mendorong muridnya ke laut lalu ditinggalkan oleh gurunya. Si murid berteriak teriak, guru jangan tinggalkan aku, sambil berusaha berenang. Namun ketika gurunya hilang dari pandangan mata karena ketutup kabut, akhirnya si murid berdoa, “Ya Allah kini tinggal aku seorang diri hanya engkau yang bisa menyelamatkanku.” Tiba-tiba gurunya muncul dari belakang dan mengambil muridnya naik kembali ke perahu. Maka gurunya berkata, “Itulah iman tatkala kamu berserah diri hanya kepada Allah dan meyakini bahwa hanya Allah yang mampu menolong kamu tidak ada yang lain.”

 

Iman itu adalah kekuatan :

Jangan seperti laron yang mengejar lampu, udah tau lampu itu bikin binasa tapi masih dikejar juga. Hari ini orang tahu zina, korupsi, dusta, judi, itu dosa bikin binasa tapi masih dikejar juga. Masalahnya apa karena tidak ada ilmu bukan tapi karena tidak ada iman. Kita kalo tidak ada iman tidak bisa lari dari kebinasaan. Udah dibilang dunia itu akan binasa tapi masih dikejar juga seperti laron.

 

Iman kepada Sayyidina Muhammad Rasullullah saw :

 

Kisah anak harimau dan domba :

 

“Suatu ketika kelompok domba gembala menemukan anak harimau kecil baru lahir. Karena kasihan maka kelompok domba gembala ini kasihan dan iba kepada anak harimau ini sehingga diadopsi oleh para domba tersebut. Seiring waktu berjalan si anak harimau tadi besar bersama domba-doma tersebut. Dia makan apa yang domba makan, bersuara mengikuti suara domba, berjalan bersama domba-domba, tidur seperti domba, bahkan berkelahi seperti domba pakai kepala. Dia takut sama yang ditakuti domba-domba, bahkan kesenangannya pun juga sama dengan domba-domba. Ini karena kehidupan domba sudah wujud dalam diri anak harimau tersebut.

 

Maka suatu ketika lewat harimau mau menerkam domba yang sedang lewat, maka dombapun lari ketakutan. Namun si Harimau besar ini heran kok ada harimau remaja juga lari bareng sama domba-domba tersebut. Harimau itu tersebut ternyata ada harimau remaja ikut lari bareng domba-domba. Maka si harimau ini terkam si harimau remaja lalu dibawa ke sungai. Maka harimau besar tadi bilang ke harimau remaja melalui refleksi air : “Kamu ini harimau bukan domba. Seharusnya domba itu takut liat kamu, dengar suara kamu saja mereka pasti lari.”

 

Begitulah kita hari ini kita benci sama orang kafir tapi kita hidup seperti mereka. Cara hidup kita ikut seperti orang kafir, cara berfikir kita, amalan kita sudah serupa seperti orang kafir asbab kita terbawa dengan mereka. Padahal orang islam ini seharusnya seperti harimau yang menguasai kehidupan ini, yang unggul dari segala cara hidup. Ini asbab kenapa ? karena kita sudah meninggalkan sunnah nabi saw.”

 

SHOLAT :

 

“Sholat itu seperti kepala pada badan. Hari ini kalau kita liha manusia punya badan tapi tidak ada kepala apa namanya ?“ Sholat itu amalan tertinggi dan tidak ada amal yang lebih tinggi melebihi sholat. Makanya seharusnya kebahagiaan itu bisa dateng cukup dengan sholat. Orang yang tidak bisa bahagia dengan sholat berarti masih diragukan keimanannya.

 

  1. Kisah seorang Miskin ingin mencuri permata dari orang kaya.
  2. Kisah Maulana Ilyas menceritakan tentang polisi hanya ngatur jalan gerak gerakin tangan yakin sama rizkinya
  3. Nangis didepan kabah punya anak tapi gak mau kawin, gak mungkin. Mau bahagia tapi gak mau sholat gak mungkin.

 

ILMU :

 

  1. Burung Gagak terbang tinggi2x yang dicari bangkai juga. Iblis hancur karena kesholehannya, merasa lebih baik meninggalkan perintah Allah karena ngejar jabatan.
  2. Jangan seperti katak dalam tempurung. Tatkala udah merasa tahu maka keberkahan ilmu akan tertutup. Seperti katak dalam tempurung. Tapi kalau kita terus merasa tidak tahu maka pintu keberkahan ilmu akan terus terbuka seiringing keinginan kita untuk belajar kerana selalu merasa tidak tahu. Kalau sudah merasa tahu akan berhenti belajar.
  3. Padi itu semakin lama semakin berisi tapi semain merunduk. Jangan seperti iblis semakin berilmu semakin sombong merasa lebih baik.
  4. ILMU itu seperti obor yang menunjuki jalan di kegelapan. Tidak mungkin kita mengekkan syariat dengan cara meninggalkan syariat.
  5. Kisah pemancing dan anak muda modern nyaranin bikin pabrik ikan. Kita perlu ilmu biar tidak terjebak dengan pemikiran orang kafir buat dapatkan bahagia. Padahal agama itu mudah untuk nyari bahagia.
  6. Ilmu itu yang datang dari Allah kepada Nabi saw diluar itu hanya pengetahuan dan keahlian. Kita kirim anak sekolah umum hanya akanmencetak orang-orang yang berpikiran seperti orang kafir yaitu bahwa segala sesuatu terjadi bukan karena Allah swt.

 

DZIKIR :

 

  1. Kisah orang kaya bilang hubbud dunia itu ketika orang miskin membatalkan sholat demi tempurung kelapa jeleknya. Jadi orang yg Hubbud dunia itu adalah orang yang lalai dari perintah Allah demi keuntungan dunia.
  2. Orang yang berdzikir dan orang yang tidak berdzikir perbedaannya seperti orang yang hidup dengan orang yang mati. Sebagaimana bintang dilangit adalah orang yang berdzikir dan yang gelap adalah orang yang tidak berdzikir.

 

AKHLAQ :

 

  1. Seperti Buah pada pohon. Kalau Agama Bagus maka Maka akhlaqnyapun bagus. Agama itu seperti pohon, Maka buahnya adalah Akhlaq yang baik, manis rasanya. Semua orang senang bahkan musuhpun jadi kawan, itulah akhlaq nabi saw. Hari ini justru mahabbah yang ilang diantara kita. Dulu nabi saw sibuk ngajak orang kafir kepada islam, hari ini kita orang islam kita kafir-kafirin.
  2. Kita tidak mungkin menegakkan yang Haq dengan cara yang Bathil. Membela Al Quran tapi dengan cara menjatuhkan kehormatan orang islam. Bagaimana mungkin kita menjaga kehormatan Al Quran yang ghaib sedangkan menjaga kehormatan orang islam yang nampak saja kita tidak bisa.
  3. Kisah hati kotor seperti jendela kotor, ternyata bukan tetangga yang bodoh kain kotor di jemur padahal jendela kita yang kotor. Perbaiki akhlaq kita sebelum melihat buruknya akhlaq orang lain.
  4. Kisah guru matematika kasih hitungan benar cuman satu yang salah diketawain sekelas karena ada yang salah hitung. Kita sibuk melihat 1 keburukan orang padahal banyak yang sudah berhasil dia buat.

 

IKHLAS :

 

  1. Seperti meteran listrik bergerak kenanan dan kekiri
  2. Seperti orang tidur kalo masih nyaut yah belum tidur

 

DAKWAH :

 

  1. Jangan menjadi seperti lilin sibuk menerangi tapi diri sendiri hancur. Sibuk dakwah tapi lupa islah.
  2. Tidak Mungkin Buat Islam Jaya dengan cara Orang Kafir.
  3. Orang Sholeh tidak mungkin Muncul dari Musyawarah Orang Mabok. Dakwah kepada pemabuk sampai jadi sholeh baru akan muncul orang sholeh.
Iklan

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: