Buyaathaillah's Blog

Catatan Akhir Zaman

FAKTA-FAKTA AKHIR ZAMAN
DARI MANA DATANGNYA
FITNAH AKHIR ZAMAN

Bahan Muhasabah

Benteng pertama : Orang awam
Benteng kedua : Orang shalih/ ‘Abid
Benteng ketiga : Ahli ilmu/ ‘Ulama
Benteng terakhir : Ahli dakwah/ Da’i

 FAKTA PERTAMA : Kapankah Datangnya IMAM AL-MAHDI?

Seandainya al-Mahdi datang pada saat ini, maka ia tidak akan disepakati dan diakui oleh seluruh umat Islam, bahwa beliau adalah imam al- Mahdi. Mengapa? karena pada hari ini masing-masing golongan/pergerakan/ organisasi umat Islam masih memiliki tokohnya danimamnya masing-masing.

Jika diklaim al-Mahdi datang dari, –misalnya–; NU, maka kelompok HTI,
FPI, Muhamadiyah, Persis, JT, Salafi akan menolak. Begitu juga
sebaliknya. Siapa pun yang mengklaim ke-imam-an dari kelompoknya pada hari ini, tidak mudah untuk diterima sebagai al-Mahdi oleh seluruh umat Islam. Sedangkan ciri-ciri al-mahdi adalah ia akan menjadi imam bagi seluruh umat Islam pada saat itu.

Ciri-ciri Al-Mahdi (dan para pengikutnya adalah) tidak pernah berambisimenjadi pemimpin. Sebelum dibaiat, ia sama sekali tidak tahu bahwa dirinya adalah al-Mahdi. Pada awalnya ia menolak dibaiat, karena melihat betapa kacaunya keadaan umat Islam pada saat itu dan ia merasa tidak memiliki kemampuan. Ia pun bersembunyi dan melarikan diri, sehingga diburu. Akhirnya pada satu malam Allah mengislahnya dengan diberikan taufik kesadaran dan kemampuan untuk memimpin.

Begitu selesai ba’iat yang terpaksa ia terima, ia langsung menaklukkan
dunia secara total dan membersihkan dunia dari segala kebatilan.

Nabi saw. bersabda :

“Jika kalian melihatnya, datangilah ia walaupun terpaksa merangkak di atas salju.” (Ibnu Majah)

JADI, faktanya adalah;

AL-MAHDI AKAN DATANG PADA SAAT UMAT ISLAM
DALAM KEADAAN KACAU-BALAU TANPA MEMILIKI AMIR
ATAU PEMIMPIN ATAU SUDAH HILANGNYA GOLONGAN-
GOLONGAN PADA TUBUH UMAT ISLAM,

sehingga seluruh umat Islam sangat membutuhkan pemimpin dan imam
pada saat itu.

Al-Mahdi tidak datang dalam kondisi umat Islam tenteram dan damai.
Justru sebaliknya, beliau akan muncul dalam keadaan umat Islam sedang kehilangan induknya. Kacau balau. Namun siapa pun imam Mahdinya, yang jelas ia akan menjadi imam dan pembawa kedamaian bagi seluruh umat Islam.

Itulah sebabnya; Mengapa dakwah akhir zaman adalah dakwah kepada
iman dan amal, bukan kepada personal, organisasi dan golongan.

 FAKTA KEDUA : Kapankah Datangnya DAJJAL?

Seandainya DAJJAL datang pada saat ini, maka ia tidak akan laku sama
sekali, tidak akan dipedulikan, tidak akan digubris, tidak akan ada yang
mengakuinya sebagai tuhan dan tidak akan terjadi kemusyrikan yang
parah.

MENGAPA?

karena manusia sampai hari ini masih memiliki berlimpah sumber kehidupan. Jika ada klaim DAJJAL sudah datang, maka ia tidak akan digubris, apalagi dijadikan tuhan. Karena memang Dajjal masih belum diperlukan. Saat ini dunia masih berlimpah dan pintu-pintu dunia masih terbuka lebar. Padahal diantara fakta Dajjal yang pasti adalah;

KAPAN PUN DAJJAL DATANG, MAKA AKAN TERJADI KEMUSYRIKAN YANG BEGITU PARAH LAGI DAHSYAT YANG
TIDAK PERNAH TERJADI SEBELUMNYA.

Dengan ijin Allah, DAJJAL benar-benar seperti tuhan. Saat itu, ia akan
menjadi satu-satunya pemilik pintu duniawi, ketika sudah tidak ada lagi
satu tetes pun pintu asbab duniawi yang terbuka bagi manusia. Sehingga banyak manusia akan membaiatnya bahkan menyembahnya sebagai tuhan. Kemusyrikan yang maha hebat. Inilah fitnah terbesar bagi
umat manusia.

Sejak Adam as. diciptakan hingga hari Kiamat, tidak ada satu pun cobaan yang lebih besar daripada fitnah Dajjal. (HR. Muslim no.
2946)

Dajjal si raja kebohongan.

Kebohongannya betul-betul tidak terasa. Kebohongannya terasa biasa. Tipuannya terasa benar. Kedustaannya terasa sempurna. Kesalahannya dipercaya. Bahkan kedustaannya dibela.

Orang yang tidak amanah dipercayai dan orang amanah tidak dipercayai.
Kebohongannya sangat mengerikan. Bisa menjerumuskan mukmin
kepada kemusyrikan dengan mudah. Ia akan menyembuhkan orang
buta, orang sakit lepra, dan menghidupkan orang mati. (Kanzul-‘Ummal: VII/2080).

Ia bisa memalsukan dirinya sebagai seorang nabi, imam, bahkan tuhan. Api Dajjal adalah air, dan air Dajjal adalah api. (Muttafaqun alaihi).

Dajjal berkelana ke penjuru dunia. Menyerukan dakwahnya: “Akulah
Tuhan sekalian alam.” Sambil mempermainkan matahari di tangannya, sehingga satu hari lamanya bisa sekehendaknya. Bisa cepat tak terasa, bisa terasa satu minggu atau terasa satu bulan. (Fath al-Bari: XIII/145)

Tidak ada yang mampu bertahan dari fitnah Dajjal. Yang selamat hanyalah mereka yang tidak berjumpa dengan Dajjal, dan mereka yang memiliki keimanan dan keyakinan yang kuat.
Jadi, faktanya adalah;

DAJJAL AKAN DATANG KETIKA SUDAH TIDAK ADA LAGI
PINTU DUNIAWI YANG TERBUKA BAGI MANUSIA,

kecuali pada tangan Dajjal, sebagai fitnah yang terberat bagi umat akhir
zaman. Itulah kemusyrikan yang paling parah sepanjang sejarah.
Itulah sebabnya; Dakwah akhir zaman adalah dakwah kepada
keimanan dan amal. Bukan kepada kedudukan dan amwal.

 FAKTA KETIGA : Kapankah Kedua Fakta itu datang?

Kedua fakta di atas, yaitu:

(a) Kekacauan umat karena hilangnya para pemimpinnya, dan

(b) Kacaunya umat karena tertutupnya pintu-pintu
duniawi, tidak mungkin datang kecuali setelah datangnya suatu kondisi, yaitu terjadi kerusakan maha hebat yang menghancurkan negeri-
negeri dan menewaskan milyaran umat manusia.

Kiamat masih belum terjadi. Hanya kehancuran bumi di sebagian besar
tempat. Beberapa negara akan hilang. Beberapa benua pun akan tenggelam. Kematian demi kematian, sehingga jumlah umat manusia yang tersisa sangatlah sedikit.

JADI, faktanya adalah sebelum datangnya Dajjal dan al-Mahdi
AKAN ADA KEHANCURAN dan KERUSAKAN YANG MAHA
HEBAT YANG MELANDA BUMI YANG KITA TINGGALI.

 FAKTA KEEMPAT : Kapankah Fakta Ketiga itu Datang?

Satu-satunya penyebab yang paling logis sehingga terjadinya fakta ketiga
adalah;

TURUNNYA BENCANA YANG MAHA HEBAT KE ATAS
PENDUDUK BUMI. ITULAH PETAKA AKHIR ZAMAN

Itu bisa jadi meteor yang menabrak bumi, atau planet yang jatuh, atau
kutub utara dan selatan mencair parah, atau mega tsunami yang melanda, atau gunung-gunung berapi yang serempak meletus, atau
terjadinya perang nuklir, atau gempa yang maha hebat, atau semuanya
sekaligus terjadi. Hanya Allah yang Maha Tahu.

Bencana ini berbeda dengan bencana-bencana sebelumnya. Bencana ini sangat besar dan demikian dahsyat sehingga mengakibatkan; Grafitasi
bumi berubah; benda-benda logam tidak berfungsi; Ledakan hebat;
Gempa bumi dahsyat; Virus berkembang pesat; Tumbuhan dan hewan terancam punah; Gelombang debu-debu panas; Angin panas kencang menyerang manusia.

Imam al-Qurthubi berkata :

“Kehancuran Andalus disebabkan oleh angin yang kencang.” (at-Tadzkirah)

Petir-petir menggelegar. Petir yang menghancurkan Turki.

Sabda Nabi saw.:

“Kehancuran Turki disebabkan karena petir… dan kehancuran Irak karena peperangan.” (al-Qurthubi – at-Tadzkirah, Ibnu Katsir – An Nihayah).

Es di dua kutub mencair. Eropa, Inggris, Amerika, Kanada, Alaska, Rusia, New Zeland, Australia, Amerika Selatan, Selatan Indonesia terendam banjir. Sungai Rhein melumpuhkan Eropa. Gelombang Tsunami menyapu semua pulau dan menenggelamkan seluruh kota di tepi pantai. Tidak ada lagi tumbuh-tumbuhan, tidak ada lagi hujan, dan tidak ada lagi kecanggihan.

Yang jelas, bencana itu menyebabkan kondisi yang sangat parah, di
antaranya:

(a) Tertutupnya semua pintu asbab duniawi, sehingga Dajjal berdiri
sebagai penguasa tunggal di muka bumi.

(b) Kematian manusia dalam jumlah yang sangat fantastis. Banyak
negara tinggal nama. Yang bertahan hanyalah negeri-negeri akhir
zaman.

(c) Organisasi-organisasi resmi dan non resmi, dari PBB sampai RT/RW
lumpuh total. Banyak pemimpin muslim yang mati. Umat Islam
kehilangan imamnya. Saking sedikitnya jumlah manusia dan pemimpinnya, sehingga pembaiatan Imam Mahdi pun ketika itu, hanya dihadiri oleh tujuh orang ulama dengan 313 pengikutnya. Bisa jadi; NU, Muhamadiyah, Persis, IM, HTI, FPI, JT, MM, dan apa pun itu, akan hilang secara keorganisasian.

HARI ITU YANG BERTAHAN HANYALAH BUKTI KEKUATAN
IMAN DAN AMAL SESEORANG.

Bencana itu menyebabkan manusia tidak hanya kehilangan harta, saudara, keluarga, dan nyawa. Tetapi juga keimanan. Tersisa hanyalah
mukmin dan kafir. Peperangan bukan berdasarkan nasionalisme yang dibanggakan. Tetapi peperangan berdasarkan keimanan.
Pedang, panah dan tombak kembali digunakan. Gabungan antara
manusia abad modern, yang hidup kembali di zaman batu. Kehancuran
dan kekacauan yang parah.

Kelaparan dan kehausan yang mengerikan. Di sinilah Dajjal muncul dengan membawa segala kesenangan duniawi di tangannya. Ia akan menjadi tuhan penipu. Bumi, langit, matahari, hujan, sungai, tanaman, sawah semua tunduk kepada perintah Dajjal dengan ijin Allah.

Tidak ada kemusyrikan yang lebih dahsyat yang melebihi pada
hari itu. Selain Yahudi dan Munafikin, jutaan umat Islam yang lemah
iman akan berbondong-bondong menyambut Dajjal. Berbaiat dan
beriman kepadanya. Terlebih kaum wanita, mereka akan berduyun-
duyun histeris menyambutnya sebagai ‘tuhan penyelamat’. Siapa pun yang bergantung kepada makhluk akan benar-benar melupakan Allah. (HR. Muslim no. 2937)

 FAKTA KELIMA : Apakah Yang Penting Dalam Kondisi Fakta Di
Atas?

Itulah takazha akhir zaman. Inilah dakwah akhir zaman. PENINGKATAN
DAN PENGUATAN IMAN. Saat itu, harta, jabatan dan pengetahuan tidak
berlaku. Kemusyrikan tidak bisa dilawan dengan keilmuan, tetapi hanya bisa dilawan dengan keyakinan dan keimanan yang kuat.

Inilah fakta yang telah dipersiapkan oleh Syaikh Ilyas rah.a. :

KARUNIA TERBESAR AKHIR ZAMAN: USAHA PENINGKATAN IMAN. TIDAK ADA LAGI USAHA YANG JAUH
LEBIH PENTING DI AKHIR ZAMAN KECUALI USAHA KEIMANAN.

Karena yang diperlukan pada hari itu benar-benar kekuatan iman. Bukan
sekadar iman. Sekali lagi; bukan sekadar iman. Jamaah-jamaah jalan kaki; pembicaraan nafi itsbat; pengorbanan diri, harta dan waktu ; meninggalkan anak istri; ta’lim rumah; amal maqami; jaulah umumi; kerja masturat; tarbiyatul anak; taat musyawarah; dan semua mujahadah dakwah, MEMANG DISIAPKAN UNTUKMENGHADAPI HARI ITU.

Bahkan Syaikh Zakariya menyatakan dzikir pagi petang pun disiapkan untuk menghadapi hari itu.

Asma’ ra. bertanya tentang makanan orang beriman pada waktu itu.
Nabi saw. menjawab bahwa Allah mencukupkan kepada mereka dengan makanan penduduk langit (malaikat); yaitu tasbih dan taqdis. Itulah makanan orang beriman saat itu. (HR. Ahmad)

Ini adalah nyata bukan kiasan. Karena kondisi saat itu lebih parah
daripada sekadar perang. Betapa sulitnya mencari makanan saat itu.
Betapa kelaparan akan melanda. Kehidupan dan kematian benar-benar setipis rambut. Keimanan para ulama; keimanan ahli ibadah; keimanan para da’i; keimanan ahli syura; keimanan dzummidar; keimanan para muballigh dan mubayyin diuji; semua akan diuji. Siapa yang kuat, dia selamat. Siapa yang lemah, dia bakal goyah.

 FAKTA KEENAM : Kapankah Bencana itu datang?

Tidak ada bencana yang datang begitu saja. Apa pun bencananya,
biasanya Allah turunkan disebabkan dosa-dosa manusia. Kaum-kaum
penentang para nabi dihancurkan karena dosa-dosa mereka. Allah tidak
zhalim dengan sembarang menurunkan kerusakan di muka bumi, kecuali pasti karena ulah dan perbuatan dosa manusia.

Ya, ada dosa yang berbeda. Dosa yang sangat parah. Terhadap dosa ini,
Allah sedemikian murka dan marah. Angkara Allah tidak tanggung-
tanggung, begitu banyak manusia dibinasakan dan sebab-sebab
kehidupan dimatikan. Kehidupan manusia masih berjalan, Kiamat masih belum terjadi, mukmin dan kafir masih ada. Hanya kehidupan manusia kembali lagi seperti jaman batu. Tinggal tersisa segelintir kelompok manusia.

Jadi Faktanya adalah,

PASTI ADA DOSA HEBAT YANG MEMBUAT ALLAH SANGAT-
SANGAT MURKA,

sehingga kerusakan yang terjadi di luar nalar manusia dan tidak pernah
terjadi sebelumnya.

 FAKTA KETUJUH : Dosa Apakah Itu?
Mengapa Allah sedemikian murka?

Adakah dosa yang baru, sehingga
Allah menurunkan bencana yang tidak pernah terjadi sebelumnya?
Inilah point penting yang perlu digarisbawahi sebagai bahan muhasabahbagi kita semua: kembali kita rool up ke atas bahwa;

Benteng pertama adalah Orang awam,

Benteng kedua adalah Orang shalih dan ahli ibadah,

Benteng ketiga: Ahli ilmu dan Ulama, Sedangkan

Benteng terakhir: Ahli dakwah/ da’i ilallah.

Sebenarnya, TIDAK ADA DOSA YANG BARU. TIDAK ADA KEMAKSIATAN
YANG BARU. Karena :

1. dosa pembunuhan sudah ada sejak zaman Nabi Adam as.,

2. dosa anak durhaka sudah ada sejak zaman Nabi Nuh as.,

3. dosa LGBT sudah ada sejak zaman Nabi Luth as.,

4. dosa rakus harta sudah ada sejak zaman Qarun,

5. Dosa gila jabatan sudah ada sejak zaman Hamman,

7. Dosa mengaku tuhan sudah ada sejak zaman Fir’aun,

8. Dosa pemimpin jahat sudah ada sejak zaman Namrud,

9. Dosa melawan nabi sudah ada sejak zaman nabi-nabi terdahulu.

Semua dosa sudah berumur tua.

Jadi faktanya adalah;

TIDAK ADA DOSA YANG BARU DI AKHIR ZAMAN; YANG ADA ADALAH PELAKU-PELAKU DOSA YANG BARU: YAITU AHLI-AHLI DAKWAH YANG SIBUK DENGAN DOSA. MEREKALAH YANG MEMBUAT ALLAH SWT MURKA PARAH;

Wal iyadzu billah!

Jika dulu para pelaku dosa adalah para fasiqin, munafiqin, musyrikin,
kafirin, namun sekarang pelakunya adalah da’i-da’i Allah. Orang-orang
yang telah dipilih oleh Allah untuk menyebarkan kebaikan.

1. Kerusakan orang-orang awam sudah biasa;

2. kerusakan ahli-ahli ibadah
sudah biasa;

3. kerusakan alim ulama sudah biasa;

Sekarang, yang luar biasa adalah kerusakan da’i-da’i Allah!

Jika dulu yang menghujat ulama, yang mengusir jamaah, yang membenci ahlul Haq adalah para preman dan berandal-berandal jalanan. Namun sekarang, tingkah laku preman beralih dilakukan oleh orang-orang yang mengaku Da’i Allah.

Mereka sebenarnya telah menjadi sumber kebaikan, namun menjadi
rusak dan menyebarkan kerusakan. Sebagaimana banyak kebaikan yang
berada di tangan Dajjal, tetapi ia malah menyebarkan kerusakannya.
Seharusnya memberi manfaat, tetapi menyebarkan mudharat.

Fakta bahwa Dajjal adalah simbol ‘Da’i yang rusak’. Seandainya, dajjal itu baik, maka ia bagaikan ‘nabi’ yang membawa ‘mukjizat-mukjizat’ akhir
zaman. Seharusnya ia berkeliling dengan ‘mukjizatnya’ untuk mengajak manusia kepada kebaikan, namun justru ia ditakdirkan menjadi Da’i yang rusak, da’i ilannaar, yang berkeliling untuk menyebarkan kemusyrikan. Yang ia bawa adalah Istidraj dr Allah sebagai penghinaan di akhir zaman, baginya dan bagi para pengikutnya.

Fakta da’i akhir zaman, adalah fakta kerusakan da’i-da’i Allah; Da’i
yang kerap bermaksiat, Da’i yang tidak takut kepada Allah, Da’i yang
penuh kebencian dan permusuhan, Da’i yang menghina ulama shaleh,
Da’i yang tidak berakhlak, Da’i yang tidak beradab, Da’i yang rusak
bermu’amalah dan mu’asyarah, Da’i yang sibuk berghibah, Da’i yang
gemar berdusta dan menyebarkan dusta, da’i yang tidak takut dengan
dosa, Da’i yang berpolitik kotor, Da’i yang culas demi kedudukan, Da’i
yang gila pujian, Da’i yang ambisi penghormatan, Da’i yang sibuk
mengkritik orang lain tetapi lupa kepada dirinya sendiri, Da’i yang
membesarkan selain Allah, Da’i yang mengajak kepada selain Allah, Da’i
yang terlena dalam mimbar-mimbar bayan, Da’i yang gemar memfitnah,
Da’i yang manis di lisan dan rusak di amalan, Da’i yang bermulut kotor,
dan kerusakan-kerusakan lainnya.

 FAKTA KEDELAPAN : Siapakah Mereka?

Kerja terbaik dan terpenting di akhir zaman adalah Dakwah ilallah Ala
Minhajin Nubuwwah. Kerjanya terbaik, maka pelakunya pun terbaik. Namun syetan tidak membiarkan hamba-hamba Allah itu mendapatkan kemuliaan yang istimewa begitu saja.

Ujian pun didatangkan. Untaian seleksi demi seleksi. Dipilih dan dipecah. Dajjal akan muncul ketika perpecahan umat begitu maraknya dan sudah melanda kepada orang-orang terbaik yang mengajak kepada kebaikan.

Inikah makna sabda Rasulullah saw.; “Dan aku meminta kepada-Nya
agar tidak menjadikan mereka (umatku) saling membinasakan sesama mereka, namun Allah swt menolak permintaanku ini.” (HR. Muslim no. 2890)

Perpecahan sudah ada sejak dahulu kala. Namun perpecahan pada
usaha nabi di akhir zaman, adalah penyaringan yang luar biasa dari Allah Ta’ala. Rasulullah saw. bersabda, “Akan terjadi perselisihan dan perpecahan dalam tubuh umatku, serta akan ada golongan yang baik kata-katanya (ahli-ahli dakwah), tetapi buruk perbuatannya.” (HR. Abu Dawud)

Perpecahan politik; perpecahan organisasi; perpecahan wilayah;
perpecahan Yahudi; perpecahan Nasrani; perpecahan Islam. Semua itu
adalah wajar. Namun yang tidak wajar adalah perpecahan pada Dakwah ala Minhajin Nubuwwah.

Nabi saw. bersabda, “Akan ada perselisihan dan perseteruan pada
umatku, suatu kaum yang memperbagus ucapan dan memperjelek perbuatan, mereka membaca Al-Quran tetapi tidak melewati kerongkongan, mereka lepas dari Islam sebagaimana anak panah lepas dari busurnya.” (HR. Abu Dawud 4765)

Perpecahan ini menjadi suatu tarbiyah yang besar bagi seluruh ahli
dakwah. Karena yang semula berdasarkan ad’u ilallah (mengajak kepada Allah), namun akan berubah tidak lagi ad’u ilallah seiring dengan muncul sifat rusak yang menyebabkan tersingkirnya salah satu dari Dakwah ‘ala Minhajin Nubuwwah.

Ahli-ahli dakwah yang rusak akan muncul di antara mereka.

Dua Sifat Da’i Rusak Di Akhir Zaman:

 Ta’ashub Gila. Dalam setiap pergerakan pasti muncul pesona
individu dan kemasyhuran personal, maka ahli-ahli dakwah ini
terperosok kepada ta’ashub yang menggila. Pengkultusan terhadap
pribadi. Tanpa rasio, tanpa akal sehat, dan tanpa hati. Mereka berani
menyesatkan kelompok lain yang tidak sealiran. Mereka berani
menyalahkan kelompok lain yang tidak sepaham. Anarkis kepada
kelompok lain. Bahkan mengusir dan menyakiti. Inilah Ashabiah yang
disabdakan oleh Rasulullah saw.: “Engkau menolong kaummu atas
kezhaliman”.

Kondisi ini akan memunculkan pribadi-pribadi yang gemar sanjungan. Ambisi kedudukan dan penghormatan. Bawahan-bawahan penjilat. Tanpa mereka sadari, hal itu menarik murka Allah yang sangat parah. Allah swt berfirman,

“Katakanlah: ‘Dialah yang berkuasa untuk mengirim adzab kepadamu, dari atasmu atau dari bawah kakimu atau Dia mencampurkanmu dalam golongan-golongan (yang saling bertentangan) dan merasakan kepada sebagianmu keganasan sebagian
yang lain. Perhatikanlah, betapa Kami mendatangkan tanda-tanda
kebesaran Kami silih berganti agar mereka memahami(nya).’” (QS. al-
An’am: 65)

 Pendusta dan Menyebarkan Kedustaan. Ciri-ciri kerusakan
Dajjal adalah dusta. Kedustaan yang parah. Kedustaan yang kronis. Demi
ta’asshub, kedustaan segala cara dilakukan. Demi fanatik gila dan kultus individu, apa pun akan mereka lakukan; Mengarang cerita dusta,
menghembuskan dongeng-dongeng dan mimpi-mimpi khayalan, bahkan
diselipi dengan sumpah atas nama Allah!

Jangan heran dan jangan kaget, ketika tipe-tipe ahli dakwah di atas akan muncul dengan mengobarkan kebencian, penjarahan, pengerusakan, pengusiran, permusuhan, dan kekerasan.

Jadi faktanya adalah:

DA’I-DA’I RUSAK; MEREKALAH PELAKU DOSA TERBARU DI
AKHIR ZAMAN.

Umat menjadi korban. Umat diabaikan. Seluruh potensi para da’i rusak tersebut dihabiskan pada keculasan dan perebutan masa.
Fakta Penting: Penyaringan Ahli-Ahli Dakwah Sesungguhnya kebanyakan hadits-hadits tentang keburukan di akhir zaman, yang dituju bukanlah tentang orang-orang awamnya, tetapi
justru lebih tentang orang-orang pilihannya, yaitu para ahli-ahli dakwah.

Hadits-hadits tentang cinta harta, cinta dunia, cinta jabatan, kezhaliman, ta’ashub, ulama suu’, qari fasik, suap, riba, dusta, riya’, sum’ah, suu’ul akhlak, perpecahan dan lain sebagainya, di akhir zaman, lebih menyerang kepada ahli-ahli agama. Maaf, bukan kepada pemerintah zhalim, koruptor, PSK jalanan, geng-geng motor, politikus kotor, artis, orang-orang awam. Namun lebih kepada orang-orang terbaik dari umat ini, yaitu ahli dakwah.

Fitnah inilah yang lebih cepat mengundang murka Allah daripada orang-orang awam. Kerusakan da’i-da’i Allah begitu sangat menyakitkan Allah dan lebih berbahaya bagi umat. Imam al-Ghazali menyatakan, ‘Ulama yang fasik lebih berbahaya daripada orang awam yang maksiat.’

Lalu bagaimana dengan da’i Allah, induknya para ulama dan orang
awam?

Mengapa mesti Da’i / ahbab yang menjadi penentu keadaan ini?

Ya, karena: Da’i adalah insan-insan pilihan Allah di akhir zaman. Ya,
karena Da’i adalah satu-satunya yang murni mengajak kepada iman dan
amal. Ikhlas dan istikhlas. Ya, karena Da’i adalah gudangnya segala
kebaikan. Apabila gudangnya terbakar, maka habislah kebaikan.
Para da’i lah yang Allah pandang hari ini. Allah begitu mencintai da’i-da’i
akhir zaman. Mereka ‘lebih’ daripada nabi-nabi di zaman Bani Israil.
Setelah pintu kenabian tertutup, merekalah pengganti nabi-nabi-Nya
yang bergerak di tengah manusia untuk membesarkan nama-Nya.
Dakwah ala Minhajun Nubuwwah. Di pundak mereka ada amanah Allah
dan Rasul-Nya.

Sesungguhnya Fitnah Dajjal merupakan rangkaian fitnah yang terjadi di antara manusia yang telah diperdaya oleh hawa nafsu. Inilah pusaran fitnah di akhir zaman.

Rangkaian segala fitnah yang pernah ada di dunia saling berkaitan dari zaman ke zaman dan akan hadir mengkondisikan dunia akan kedatangan Dajjal yang sesungguhnya.

Rasulullah saw. bersabda:

”Sungguh fitnah yang terjadi di antara kalian lebih aku takuti dari fitnah Dajjal, dan tiada seseorang yang dapat selamat dari rangkaian fitnah sebelum fitnah Dajjal melainkan akan selamat pula darinya (Dajjal), dan tiada fitnah yang dibuat sejak adanya dunia ini – baik kecil atau pun besar – kecuali untuk fitnah Dajjal.” (HR. Ahmad no.22215)

 FAKTA KESEMBILAN : Kapankah Datangnya Murka Allah?

Jika sudah memuncak murka Allah kepada da’i-da’i-Nya, berarti bencana
bisa turun seketika. Allah berkuasa untuk menghujamkan komet ke
bumi, mengempakan gunung-gunung dan menenggelamkan negeri-
negeri. Seketika. Ya, seketika. Bisa terjadi begitu saja pada hari ini. Tidak
perlu menunggu perang dunia ketiga. Tidak perlu perang nuklir antar
negara. Tidak perlu puluhan dan ratusan tahun utk mewujudkannya.
Tidak perlu. Sesungguhnya rentetan fakta-fakta di atas bukanlah sesuatu
yang lama untuk terjadi. Wallahu a’lam. Allahummah fazhna minhu.
Jika Allah berkehendak;

HARI INI ALLAH MURKA, MALAM INI BENCANA, ESOK HURU-HARA,
MAKA FITNAH DAJJAL BISA DATANG BILA-BILA MASA.

Syaikh Ilyas rah.a. kerap berkata, “Jika usaha ini dikerjakan dengan
memenuhi asas-asas yang benar, maka kebaikan yang berabad-abad
akan datang dalam hitungan hari. Namun jika kita keluar dari asas-asas
usaha yang benar, maka FITNAH YANG BERABAD-ABAD AKAN DATANG DALAM HITUNGAN HARI.”

 FAKTA TERAKHIR (KESEPULUH): Apa Jalan Keluarnya?

Ujian yang melanda pada para Masyaikh dan ahbab-ahbab dakwah saat ini, semoga bukanlah sebagai perpecahan. Kita meyakininya; bahwa ini hanyalah tarbiyah dari Allah ta’ala. Sekadar perbedaan pandangan, selisih paham, yang masih terbuka lebar untuk saling ishlah dan bersatu kembali.

Syaikh In’am berkata, “Zaman Syaikh Ilyas adalah zaman ketawajjuhan
terhadap akherat, neraka dan surga. Zaman Syaikh Yusuf adalah zaman
ketawajjuhan kepada mujahadah dan pengorbanan. Sedang zamanku
sekarang ini adalah zaman ketawajjuhan kepada amal.”

Ketiga Hadratji kita sudah lewat. Masing-masing zaman ada seleksinya.
Dan setelah seleksi pada ketiga zaman tersebut, akan ada seleksi hebat sebagai pilihan Allah terhadap da’i-da’i-Nya. Siapa yang diterima, dia
bakal berjaya. Siapa yang tertolak dia bakal celaka.

NAMUN WASPADALAH!
ORANG YANG PALING BERBAHAYA SAAT INI, DALAM KONDISI INI;

Orang-orang yang Ta’asshub buta; Menggaungkan permusuhan; Merasa
diri paling benar; Mengumbar vonis salah dan sesat ke sembarang pihak;
Mengarang cerita-cerita dusta; Menebar kata-kata hina; Gila ambisi
menjadi pesohor agama; Mengabaikan akhlak dan etika.

SIAPA PUN ORANGNYA, DIALAH YANG SEDANG MEMBUKA KARPET
MERAH UNTUK KEDATANGAN DAJJAL SI PENDUSTA.

Yahudi akan menyembahnya, –sifat-sifat yahudi; gila harta dan tahta,
pemuja ras keturunan dan taasshub buta, mudah menipu dan berdusta,
sengaja membuat Allah murka, menghalalkan segala cara.

Oleh sebab itu, faktanya adalah:

TIDAK ADA JALAN KELUAR YANG TERBAIK UNTUK MENGHADAPI FAKTA-FAKTA DI ATAS,

kecuali dengan:

 Benar-benar bertaubat dari segala kesalahan.
 Singkirkan ashabiah dan ta’ashub buta.
 Lebih fokus pada dakwah ilallah, nafi itsbat, serta peningkatan amal.
 Hentikan lalai dan sia-sia. Diam itu lebih baik, kecuali untuk amar
ma’ruf nahi mungkar.
 Membaguskan akhlak, menanamkan mahabbah dan menghindari
segala bentuk perselisihan.
 Meningkatkan pengorbanan diri, harta dan masa di jalan Allah.
 Lazimkan diri dengan memperbanyak doa, taqarrub dan tangisan
untuk diri serta umat.

Karte reho, darte reho. Karte reho marte reho.

Teruslah berdakwah dengan rasa takut…..

Teruslah berdakwah sampai datang kematian…..

Jangan katakan; Mereka yang salah….
Katakanlah; Saya yang salah!…

Lalu menangislah untuk kita dan mereka….

(Khatibul Umat Maulana Umar Palanpuri rah.a.)

Penulis,

Abdurrahman Ahmad Assirbuny

Iklan

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: