Buyaathaillah's Blog

Mudzakaroh masalah dalam umat : 6 sifat

  1. YAKIN

Dulu sahabat sensitif dengan keimananannya, ada noda setitik langsung sadar, galau dengan perubahan iman. Hanzalah ra keluar dari rumahnya dalam keadaan merasa munafiq, asbab keadaan hati/iman berubah ketika sama nabi lalu kembali ke keluarga. Dia merasa ada yang berubah dengan keimanannya. Sehingga dia pergi bertemu rasullullah saw menanyakan masalah tersebut. Nabi saw menajwab andaikata kamu bisa mempertahankan keadaan iman kamu seperti itu jika kamu melihat maka para malaikat berebutan ingin menjabat tangan kamu. Inilah keimanan sahabat ra selalu merasa tidak tenang, tidak merasa aman, dengan iman mereka.

Namun lihatlah keimanan kita hari ini. Kita tidak pernah merasa khawatir dengan keadaan iman kita. Setiap diajak kepada kebaikan selalu menghindar merasa tenang dan merasa aman dengan keadaan iman kita. Ketika di taskyl :

“Ngapain kamu ajak-ajak saya, itu banyak pemabuk, penjudi, ajak mereka, saya sudah sholat, sudah ke mesjid, apa lagi yang kamu cari ?

Kita hari ini merasa tenang dengan keimanan kita, sehingga yang ada keliatan hanya keburukan org lain saja bukan kekurangan diri sendiri.

Maulana saad katakan iman yang benar itu adalah tatkala ketika dia merasa dirinya merasa dirinya munafiq, tidak merasa tenang dan aman sama imannya, bukan sebaliknya.

Umar ra adalah salah satu sahabat yang disebutkan sebagai orang yang sudah dijamin surganya ketika masih hidup. Nabi saw katakan andaikata ada Nabi berikutnya maka Umar adalah orangnya. Inilah keutamaan Umar RA, namun perhatikan bagaimana dia menyikapi Imannya. Umar RA selalu dalam keadaan risau terhadap imannya. Umar ra sangking risaunya terhadap imannya, beliau pernah bertanya sama Hudzaifah ra, penyimpan rahasia Nabi saw, apakah dia, Umar RA, ada dalam daftar orang munafiq yang disebutkan Nabi saw. Iman yang benar itu adalah keadaan dimana seseorang selalu merasa tidak tenang tidak aman dengan keimanannya, bukannya merasa lebih baik atau merasa nyaman dengan keadaan imannya.

  1. SUNNAH

Dulu orang-orang munafiq itu takut menunjukkan kemunafikannya di zaman Nabi saw. Sehingga mereka berupaya menyerupai orang islam bahkan sholat bersama mereka. Bahkan dijaman Nabi saw orang munafik itu sholat 3 waktu yaitu dzuhur, ashar, dan maghrib, berjamaah, namun mereka tidak kuat mengamalkan sholat berjamaah waktu isya dan subuh. Mereka menyerupai orang islam dalam pakaian. Inilah keadaan orang munafiq dijaman Nabi saw.

Namun kini orang islamlah yang justru malu menampakkan keislamannya, bahkan lebih memilih hidup cara orang kafir dibanding cara orang islam. Kita benci orang kafir tapi kini kita hidup seperti mereka. Sunnah ini adalah jalan petunjuk, sunnanul huda. Barangsiapa yang menghidupkan sunnah berarti dia berada dalam petunjuk dan bimbingan Allah swt. Meninggalkan sunnah sama dengan meninggalkan petunjuk atau bimbingan dari Allah swt. Bahkan Nabi saw katakan orang yang mengamalkan sunnahku berarti dia mencintaiku. Cinta kepada Nabi saw ini ditunjukkan dengan mengamalkan sunnahnya.

Kalo kita tidak ikut cara nabi saw maka kita akan tersesat. Hari ini kita bilang tidak ikut sunnah itu tidak apa-apa, itu kan tidak berdosa. Benar memang tidak meninggalkan sunnah itu tidak berdosa, tapi mereka yang meninggalkan sunnah itu hidup dalam kerugian dan tersesat. Dengan sunnah seharusnya bisa hidup baik jadi susah, seharusnya dapat pahal jadi hilang waktu mendapatkan pahala.

Sunnah itu cara hidup orang islam, yang jadi asbab kemuliaan. Sahabat dahulu menjaga sunnah denganb kuatnya dalam kehidupan mereka, namun berbeda kita kini justru meninggalkannya.

Kyai Mukhlisun sering berkata :

“Kita ini buta, yang mampu melihat itu Nabi saw, maka yang buta ikut sama yang melihat. Ini baru bener.”

Kita ikut saja sama yang melek pasti selamat daripada ikut sama yang buta bimbing-bimbingan jadi celaka. Sami’na wa atho’na, kami dengar kami taat. Bukan samina wa assoyna, kami dengar kami tidak amalkan, atau samina watfakarna, kami dengar kami pikir-pikir dulu.

Ciri orang Munafiq itu adalah kehidupan Islam dihinakannya, sedangkan kehidupan orang kafir dimuliakannya. Makanya dalam mahfum hadits, kita hari ini mengamalkan sunnah seperti memegang bara api, karena dihina oleh mereka. Jangankan sama orang kafir, ini penghinaan datang dari orang islam sendiri.

  1. SHOLAT

Sahabat dahulu menyelesaikan segala sesuatu masalah dengan amal terutama sholat. Ada masalah langsung ingat Allah. Sahabat menemukan masalah tidak ada makanan di rumah maka dia ke mesjid untuk sholat minta kepada Allah swt. Maka Allah swt penggilngan gabahnya berputar mengeluarkan gabahnya. Masalah beres dengan sholat.

Sedangkan kita hari ada masalah ingat mahluk, inget tetangga, inget orang kaya, siapa yang bisa bantu saya. Bahkan ada masalah selesaikan masalah dengan mencuri, korupsi, dan lain-lain. Ini namanya menyelesaikan masalah dengan masalah, bukan selesai tapi tambah masalah. Jika kita lari ke mahluk pasti kecewa dan hina, lari ke Allah ini asbab kemuliaan dan ijabah.

Perbedaan antara orang beriman dan orang kafir dalam menyelsaikan masalah :

  1. Orang kafir mereka yakinnya pada Asbab lalu berdoa. Jika kita lakukan ini sama seperti keyakinan orang kafir. Orang kafir juga buat asbab, setelahnya merka juga berdoa.
  2. Orang beriman itu yakinnya pada amal lalu berdoa. Buat amal lalu berdoa ini adlaah arahan dari Allah swt : Iyyaka na’budu wa iyyaka nasta’in, Kepada engkau kami beribadah dan kepadamu kami meminta. Buat amal baru doa ini yakin org beriman

Kisah 3 org terjebak di goa selesaikan masalah dengan tawassul, asbab amal lalu berdoa, nusrotullah turun.

  1. ILMU

Ilmu itu yg diamalkan sehingga menjadi taqwa, makin hari makin takut kpd Allah, makin hari makin dekat kepada Allah. Ilmu kalo tdk diamalkan maka ini hanya jd pengetahuan saja, maklumat. Kalo sekedar pengetahuan maka org kafirpun juga bisa mempelajarinya. Hari ini banyak fakultas ilmu quran di  negeri org kafir. Mereka mengajarkan Quran tapi kita tidak bisa panggil pengajar quran yang kafir sebagai ulama. Kenapa ? Karena ulama itu adalah orang yang paling takut kepada Allah swt yaitu orang yang ada iman di dalam hatinya.

Iman itu menggerakkan sedangkan Ilmu itu mengarahkan. Namun syarat ilmu itu harus ada ketaqwaan. Ilmu yang tidak diamalkan ini mubazir, Allah benci. Sedangkan ilmu yang diamalkan dia akan menjadi ketaqwaan, asbab kemuliaan dari Allah swt. Saat seorang sahabat berkata kepada Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam, “Aku ingin menjadi manusia paling berilmu.” Maka Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda :

Bertaqwalah, niscaya engkau menjadi manusia paling berilmu.”

Siapa pun yang bertaqwa, dia adalah orang yang berilmu. Yang disebut orang berilmu adalah orang yang selalu meneliti :

“Apalagi yang Allah subhanahu wata’ala inginkan dariku?”

Sahabat ra dalam perang pedang sudah didepan mata yang dipikirkannya apa lagi yang Allah swt kehendaki dari diriku. Inilah sahabat RA.

  1. DZIKIR

Hari ini banyak orang yg menyempurnakan agama secara dzahir saja tapi bathin atau hatinya kosong. Maksud dari dzikir ini adalah menyempurnakan batin. Sahabat perang dia maju sendiri karena dia merasa bagi dia yang tidak ada dzikir itu seperti orang mati, kenapa harus takut sama benda mati. Ketemu singa sahabat jewer singa, dia malu takut kepada singa bukan kepada Allah swt.

Kita hari ini tampilan serba sunnah tapi hidup serba ketakutan : takut jatuh tempo, takut istri, takut di taskyl, takut miskin. Kenapa ? ini karena jasad kita saja yang hidup sedangkan bathin kita mati. Bathin mati asbab tidak ada dzikir. Hari ini kita hanya menyempurnakan dzahir sholat dengan ilmu namun bathin sholat tidak kita perbaiki. Orang bisa khusyu jika bathinnya ada dzikir, tanpa itu sholat tidak mungkin bisa khusyu. Maka hari ini kita sholat seperti ritual saja karena bathin kita kosong dari dzikir.

Terhambatnya dakwah asbab kita tidak ada dzikir sehingga salah tawajjuh. Asbab bathin kosong sehingga hari ini orang miskin pingin kaya akhirnya menghalalkan segala cara dan sibuk mati2an nyari harta tinggalkan ibadah. Sementara yang kaya takut miskin, dipikir memberi untuk agama akan membuat dia jatuh miskin. Inilah penghalang kemajuan kita dalam dakwah asbab tidak ada dzikir, sehingga hidup penuh ketakutan.

Ustman ra korbankan gudang gabahnya untuk agama. Padahal mau dibeli pedagang berlipat-lipat harganya, namun gabah tersebut disedekahkan oleh Utsman ra. Ini karena allah swt sudah beli 10x lipat dengan disedekahkan untuk agama Allah swt. Ini bathin sahabat ra yang ada dzikir, selalu ingat dan tawajjuh kepada Allah swt. Sahabat ninggalin panen raya lalu dicemooh oleh orang yahudi, panen bukannya ngambil untung malah ditinggalin buat pergi fissabillillah. Maka para sahabt ra mereka bilang ke yahudi tersebut bahwa mereka meninggalkan rejeki menuju kepada yang memberi rejeki.

  1. AKHLAQ

Hari ini yang sudah hilang dari kita adalah rasa mahabbah, kasih sayang, kepada sesama kita. Dulu nabi mengajak orang kafir masuk islam. Namun kini asbab perbedaan pandangan, orang islam kita kafir2kan. Ini bahaya sehingga yg muncul rasa benci kepada sesama padahal nabi saw katakan orang beriman itu seperti satu tubuh. Satu bagian sakit, yang lain akan merasakannya. Sakit gigi tapi seluruh badan ikut merasakannya, padahal yang sakit gigi. Inilah maksud hadits nabi saw bahwa kita ini sebagai satu tubuh. Sahabat asbab akhlaq mereka yang mulia, musuh bisa jadi kawan. Musuh ditangkap, diikat dimesjid, padahal dia sudah bunuh anak dan suami dan abang mereka dalam perang, tapi tetap di iqrom oleh merak sehingga musuh kesan lalu masuk islam. Musuh diikat dimesjid lalu di iqrom oleh mereka. Mereka melihat suasana akhlaq sahabat dalam melayani musuh mereka. Melihat mulianya akhlaq sahabat ra dalam melayani mereka akhirnya mereka masuk islam dihari ke tiga.

Dulu khalid bin walid masuk islam disambut oleh penduduk madinah padahal kakak, bapak, suami telah mati ditangan khalid ra.

Rasullullah saw ke thaif di siksa tp malah doa hidayah.

Orang bilang itu sebelum islam berkuasa. ketika nabi masuk futuh mekah, dia bilang aku maafkan kalian sbgmn yusuf as memaafkan sodara2nya, padahal waktu itu sahabat menyaksikan ini orang2 kafir mekah yang sama telah membunuh kakak abang suami mereka dan menyiksa mereka sampai harus hijrah meninggalkan harta benda. Namun mereka semua legowo, menerima orang kafir didalam perlindungan mereka orang islam.

Bahkan wahysi yang telah bunuh paman nabi saw, hamzah ra, yang telah membuat nabi sedih, dia dirayu oleh nabi saw masuk islam sampai dikirim 3 kali utusan merayu wahsyi masuk islam.

Inilah Akhlaq para sahabat ra.
Lihat sahabat bagaimana menghadapi perbedaan. Ketika khalifah utsman ra waktu haji, belai sempat berbeda pandangan dengansalah seorang sahabat ra. Utsman dianggap telah melakukan bid’ah dalam pelaksanaan sholat ketika haji. Utsman ra tidak sesuai dengan sholat nabi saw waktu haji. Ketika haji nabi saw sholat 2 rakaat jama qashar, sedangkan Utsman ra sholat 4 rakaat. Namun setelah selesai sholat sahabat yang sama yang protes dia tetap ikut sholat bersama utsman sebagai makmum. Ketika ditanya sama utsman ra kenapa masih ikut bermakmum kalo memang salah, padahal dia tadi telah membid’ahkan utsman ra. Sahabat tersebut dia bilang allah dan rasulnya tdk suka perpecahan.
Perbedaan itu sudah terjadi dijaman sahabat bahkan sampai fitnah terbesar pertempuran antara ali dan aisyah. Kalo kita tanya hr ini siapa yg benar dan siapa yg salah antara perang ali dan aisyah ? Siapa kita berani2nya membenarkan dan menyalahkan sahabat. Pdhl derajat sahabat yg plg lemah debunya saja lebih baik dr ulama terbaik dikalangan kita itu kt syekh abdul qadir jailana kt imam syafei dll. Sahabt yg kencing di mesjid itu lebih baik dr kita krn jumpa nabi saw apalg aisyah dan ali. Dua2nya benar walaupun perang insya allah dua2nya masuk surga.
7. IKHLAS

Kita ini dalam dakwah mencari makbul bukan mahsyur. Kita korban ini ingin mencari makbul, ijabah dan penerimaan disisi Allah. Bukan mencari mahsyur, pingin dikenal manusia, pingin ngasih bayan, pingin dianggap jumidar, pingin jadi faishalat. Bukan itu tujuan kita. Cari derajat itu disisi Allah bukan di mata manusia. Pengorbanan ini yg menyebabkan derajat kita naik disisi Allah, ini baru maqbul. Sedangkan Mahsyur ini adalah hadiah dari Allah swt, namun bukanlah menjadi tujuan. Tujuan kita adalah mendapatkan Maqbul dengan pengorbanan bukan mencari mahsyur, ketenaran.
Ada juga yang ibadah karena ingin dapat karomah, ingin dapet nusrotullah, Ini bukanlah tujuan akhir dari ibadah. Ibadah itu untuk mencari ridho Allah swt, dan Ibadah itu hak Allah. Nusrotullah adalah janji Allah bagi mereka yang membuat persamaan dengan para sahabat ra. Kalo kita ada persamaan dengan sahabat ra maka Allah swt akan tolong kita sebagaimana allah telah tolong sahabat ra. Namun target akhir ibadah kita bukanlah untuk mencari karomah atau nusrotullah.Target kita adalah untuk mencari ridho Allah swt. Jika Allah swt ridho terhadap amal2 kita, maka Allah akan tolong kita. Caranya dengan membangun persamaan dng sahabat.

Ali ra batal membunuh musuh asbab diludahin karena beliau takut amarah karena diludahin mengotori niat dia membunuh karena Allah swt.

  1. DAKWAH

Dakwah ini adalah amal yg menyatukan seluruh ummat, tidak ada pertentangan di dalamnya. Semua bisa ikut bergabung, baik dari kalangan NU, Muhammadiyah, salafi, ikhwan, sufi, semua bisa bersatu didalamnya. Jangan kita kotak2an diri kita, sehingga terbawa sifat ashobiyah, merasa kita paling baik dan yg lain salah.

Semua kegiatan dzikir, taklim, dakwah, dan khidmat ini adalah usaha nabi saw kata molana saad al khandalavi rah.a. Sehingga jangan kita hinakan pergerakan dari umat yang bergerak dalam taklim, dzikir ibadah, dakwah dan khidmat. Menghinakan usaha mereka ini seperti menghina nabi saw, karena nabi saw juga buat usaha dzikir, taklim, dakwah, dan khidmat.

Dakwah ini menyatukan bukan memecahkan, saling berkasih sayang bukan jadi saling membenci. Tertib itu bukan undang2, tapi Tertib itu adalah arahan. Tertib itu dibutuhkan bagi yang mencari hidayah, jika dia ikut tertib maka akan berada dalam hidayah. Namun bagi yang tidak tertib, maka kita beri pengertian kepada mereka. Jika mereka tidak terima, maka cukup kita doakan saja, jangan dihakimi atau dimarahi.

Tertib itu dalam usaha nubuwah hubungannnya adalah dengan kasih sayang bukan hukuman. Beda dengan undang2 yg hubungannya dengan kekerasan dan pemaksaan. Undang2 kalau tidak ikut maka dihukum. Orang dipaksa untuk ikut undang2, kalau tidak mau dihukum. inilah usaha hukumat tidak ada hubungannya dengan usaha nubuwat.
Dengan Dakwah iman naik, amal wujud, muamalah, muasyarah, akhlaq akan baik, baru pertolongan Allah swt akanturun. Jika nusrohtullah hadir maka keberkahan akan turun dan bathil dikalahkan yg haq. Namun jika dakwah ditinggalkan maka iman akan melemah, amal akan hilang, muamalah, muasyarah dan akhlaq akan rusak. Jika ini terjadi maka pertolongan Allah swt tidak akan turun. Jika tidak ditolong Allah swt maka yang haq akan dikalahkan yang batil.
Dakwah itu utk diri sendiri bukan utk org lain. Hasil dari Allah kita sampaikan saja utk kebaikan diri sendiri. Ini fardhu ain bukan kifayah yg bs diwakilkan. Shaabat sekelas ulama besar kyk abu hurairah dia jg jaulah. Abd bin rawahah suka ajak duduk beriman sesaat. Sahabat ra Memperbarui iman dng buat halaqah iman di mesjid.
Mrk juga pergi dijalan Allah menyebar keseluruh dunia pulang2 anak2 mrk sdh jd ulama bukan terbatas 2 hr 40hr 4 bulan bertahun2 mrk. Ini cuman saran utk memudahkan.
Semua kekuatan bathil akan hancur dng dakwah sbgm kaum2 terdahulu hancur dng dakwah nabi mrk. Mau baik negara hidupkan dakwah. Mau hancur negara hentikan ato tolak dakwah pasti hancur. Begitu jg rmh tangga.
Nanti di surga Allah swt akan buat jamuan khusus untuk para dai yang sudah menghabiskan hidupnya berkorban untuk agama Allah.

 

Iklan

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: