Buyaathaillah's Blog

Bayan Maulana Saad Al Khandalawi : Musyawarah Indonesia Nizammuddin

Dalam arahan kerja pada musyawarah Indonesia hari pertama, Sabtu 7/10/2017

Maulana Saad menyampaikan bahwa amal masjid yg sdh dilaksanakan 2,5 jam sedapat mungkin bisa dijadikan 24 jam sebagaimana halnya orang2 yg bekerja di mall, pom bensin, rumah sakit dll dengan cara membagi jadwal kerja (shift) sesuai dengan kesiapan jamaah.

Usaha memakmurkan masjid bukan hanya tanggung jawab ahbab namun tanggung jawab seluruh jamaah masjid, termasuk yg blm pernah keluar.

Di Mewat ada masjid yang hidup amal 24 jam dengan cara membagi jam kerja menjadi 3 jam 3 jam.

Alhamdulillah. Maulana Saad langsung memimpin musyarawah dan minta karghuzari dr msg2 propinsi. Beliau begitu gembira melihat banyaknya ahbab Indonesia yg hadir (2000 lebih) memadati lantai 3-6 Masjid Banglawali Nizhamuddin New Delhi yg berkah ini sehingga beliau bertanya,”Apakah saya sdg di Indonesia atau ahbab Indonesia yg sdg di India”.

Beliau memberi arahan pentingnya karghozari amal utk memastikan bahwa kerja yg dibuat sdh sesuai dengan arahan. Dalam laporan amal msg2 propinsi, beliau langsung mengevaluasi dan memberi arahan utk setiap hal2 yg dilaporkan.

Setelah karghozari Lampung, Jatim, Jabar maka musy dilanjutkan besok utk meminta karghozari provinsi lainnya.

Untuk ahbab yang keluar 4 bulan tiap tahun, Maulana Saad menyampaikan arahan bahwa: 4 bln pertama keluar di dalam negeri, 4 bln ke-2 ke IPB, 4 bln ke-3 ke negeri jauh dan 4 bln ke-4 ke dalam negeri kembali. Ahbab harus datang 1×2 tahun ke Nizhamuddin sehingga kerja sesuai dengan arahan.

Untuk masturah, diadakan Jord 2x setahun utk yg sdh keluar minimal 10 hari. Masih minmnya jml masturah yg keluar saat ini kata Maulana Saad karena wanita Indonesia byk yg bekerja dunia. Padahal itu bukan tugas kerja wanita. Selanjutnya, Maulana Saad mengatakan bahwa jamaah masturah yg berangkat ke negeri jauh sedapatnya berangkat 2 bulan. Kecuali karena tidak mampu, 40 hari tetap boleh dikeluarkan.

Orang2 yg ditemui di rumah2, di pasar2, di warung dll yang ditemui hendaklah di ajak masuk masjid, jangan di dakwahi di rumah atau warung. Inilah sunnah yg sebenarnya kata Maulana Saad. Umar bin khattab RA dan shahabat yg lain, jika mereka keluar dan menemui orang2 maka diajak masuk masjid.

Antara takazah yg diberikan Maulana Saad kepada Ahbab Indonesia:

1) Usahakan setiap ulamak setahun untuk berkhidmat di Nizamuddin selama 2 bulab sepanjang tahun.

2) Usahakan agar menghidupkan masjid 24 jam dengan amal dan libatkan seluruh penduduk kampung dengan amal ini.

3) Usahakan agar dikeluarkan jemaah 5 bulan negara jauh dari masjid kita sendiri.

4) Usahakan setiap jemaah masturat yang keluar tempoh keluarnya adalah 2 bulan.

5) Adakan jord halkah bulanan.

6) Adakan jord masturat dua kali setahun.

7) Hidupkan 5 amal di setiap rumah:

•Halaqah Quran• Taklim Kitabi • Muzakarah 6 Sifat • Tashkil• Mesyuarat•

Hari ke-2 Musyawarah Pekerja Dakwah (Ahbab) Indonesia di Masjid Banglawali, Nizhamuddin, New Delhi, India (Ahad, 8/10/2017) dilanjutkan dengan laporan amal kerja dakwah (karghozari) dari provinsi Sumbar, Papua, dll.

Dalam penyampaian laporan, Maulana Saad DB langsung memberikan arahan2 dan koreksi terhadap cara kerja dakwah, antara lain tentang cara kerja menghidupkan amal masjid bagi ahbab atau jamaah yang sdh menyiapkan waktu 8 jam tiap hari atau 10 hari tiap bulan.
Waktu 8 jam itu haruslah digunakan hanya untuk menghidupkan amal masjid di mahalla sendiri, tidak termasuk tugas tambahan seperti hadir di markas dan takaza lainnya.

Waktu 8 jam sehari tersebut juga tidak harus terus terusan, melainkan bisa diawali 2 jam lebih dahulu pagi hari lalu bila ada keperluan lain boleh dilanjutkan siang atau sore hari.

Kerja amal masjid selama 8 jam sehari tidak harus hanya oleh orang yg sdh pernah keluar (khuruj) tapi boleh juga oleh orang yg belum pernah keluar.

Laporan amal (karghozari) di hari ke-2 selesai sebelum Ashar, dilanjutkan dengan bayan tentang masturah ba’da Maghrib.

Sesuatu yang sangat menggembirakan disampaikan oleh Maulana Saad DB, dlm musyawarah pekerja dakwah (ahbab) di Masjid Banglawali, Nizhamuddin, New Delhi, India (Ahad,8/10/2017), adalah masalah pengiriman jamaah ke Makkah dan Madinah.

Makkah dan Madinah sebagai awal tempat turunnya wahyu perlu di kirim rombongan2 dakwah kesana, khususnya untuk para TKI Indonesia yg jumlahnya sangat besar disana.

Takaza negeri jauh ke Makkah dan Madinah ini dapat diambil oleh 1 jamaah yg terdiri dari 4 orang setiap provinsi dengan syarat sudah pernah ke IPB 4 bulan, pandai berbahasa Arab. Nama2 yg diusulkan dikirim ke markas Nizhamuddin utk disetujui terlebih dahulu oleh markaz.

Iklan

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: