Buyaathaillah's Blog

Mudzakaroh menghadapi Salafi Wahabi

​wahabi : kami ini salafi bukan wahabi , wahabi itu sebutan untuk abdulwahab bin rustum , sedangkan kami adalah salafi
Mukidi : ooh begitu , jadi kalian salafi bukannya wahabi, terus arti salafi apa tuh ?
wahabi : salafi itu adalah orang-orang yang berjalan di jalan manhaj salaf sesuai pemahaman salaffus shaleh
Mukidi: lalu pada masa dan abad keberapa ulama salaffus saleh itu hidup ?
wahabi : mereka ulama salaf hidup pada masa abad ke 2-7 hijriah dan mereka adalah ummat yang terbaik sepeninggal RASULULLAH SAW
Mukidi: lalu abdulwahab bin rustum itu hidup pada abad ke berapa?
wahabi : abad ke 2 hijriah
Mukidi : syeikh muhamad bin abdulwahab hidup pada masa abad ke berapa?
wahabi : awal abad ke 18 dalam tahun masehi
Mukidi : berarti yang pantas disebut salafi adalah pengikut wahabi ABDUL WAHAB bin RUSTUM dong, bukannya kalian yang mengikuti jejak syeikh MUHAMMAD bin ABDUL WAHAB.
Berarti nisbah manhaj salaf itu ditujukan kepada pengikut abdulwahab bin rustum ,
sebab abdulwahab bin rustum ini jelas hidup pada masa salaf , 
sedangkan syeikh muhamad bin abdulwahab hidup pada awal abad ke 18 masehi, 
kalau kalian mengaku salafi berarti yang kalian ikuti adalah abdulwahab bin rustum yang jelas-jelas hidup dimasa salaf dan merupakan jelas-jelas ALIRAN SESAT,
tapi kalau bilang kalian tidak mengikutinya tapi mengikuti syeikh muhamad bin abdulwahab berarti kalian BUKAN SALAFI
sebab syeikh muhamad bin abdulwahab hidup tidak pada masa salaf , dan dia berserta pengikutnya tidak pernah menisbahkan dirinya sebagai salafi, 
malah alu syeikh abdul aziz bij bazz yang keturunan muhamad bin abdulwahab saja menisbahkan dirinya WAHABI bukannya SALAFI,
jadi mana yang benar nih ???
kalian ikut syeikh abdulwahab bin rustum yang jelas-jelaa ikut salaf atau ikut syeikh muhamad bin abdulwahab yang hidup tidak dimasa ulama salaf??
wahabi : tidak, kami tidak mengikuti abdulwahab bin rustum, kami mengikuti syeikh muhamad bin abdulwahab
Mukidi : jadi kalian salafi atau wahabi ?
wahabi : yaaaaahhhh berarti kami wahabi
Mukidi : nah gitu dong, ngaku wahabi aja susah amat pake bertele-tele ngaku salafi segala
wahabi : (diam dan bungkam sesaat) maaf ane mau permisi dulu, assalammu’ alaikum
Mukidi : wa alaikummus salam
nb : dialog itu benar adanya , jika bertemu wahabi yang ngaku salafi maka tanyakan pertanyaan yang sama seperti status diatas, dan paparkan hal yang sama seperti status diatas, maka ujung-ujungnya awalnya, ngaku SALAFI entar juga akhirnya ngaku WAHABI.
WAHABI VS ANAK JALANAN

Wahabi : “Jangan melakukan suatu ibadah yang tidak ada contoh dari Rasulullah SAW”

Anak Jalanan : “Kalau begitu jangan dengar Khutbah Jum’at dengan Bahasa Indonesia”

Wahabi : “Semua amalan itu tertolak kalau tidak ada contoh dari Rasulullah SAW”

Anak Jalanan : “Kalau begitu jangan lakukan Shalat Tarawih sebulan penuh di masjid”

Wahabi : “Islam itu sudah sempurna, tidak perlu di tambah-tambah lagi”

Anak Jalanan : “Kalau begitu, tidak usah banyak bicara. Karena Islam sudah sempurna, dan tidak perlu lagi di tambah ajaran aneh wahabi”

Wahabi : “Kubah kuburan wali harus di rubuhkan,karena berpotensi syirik disembah”.

Anak Jalanan : “Kenapa hanya kubah kuburan saja yg di rubuhkan, sekalian saja tebang semua pohon didunia, ratakan gunung-gunung, goa-goa, laut, hancurkan bulan, bintang, matahari, ka’bah, dan hajarul aswad karena semuanya juga berpotensi syirik untuk disembah”

Wahabi : “Salam untuk orang yang telah meninggal dunia tidak akan sampai”

Anak Jalanan : “Kalau begitu saat shalat tidak usah ucapkan “Assalamu ‘alaika ayyuhannabiyu warahmatullahi wabarakatuh”, karena Rasulullah SAW telah lama wafat”

Wahabi : “Tassawuf itu ajaran baru, karena Rasulullah SAW tidak pernah menyebut sufi”

Anak Jalanan : “Kalau begitu tidak usah belajar hadits, karena istilah-istilah muhaddits pun Rasulullah SAW tidak pernah sebut”

Wahabi : “Jangan percaya ulama, ulama itu tidak ada yang maksum, dan yang maksum hanya Rasulullah SAW”

Anak Jalanan : “Kalau begitu tidak usah pakai hadits, karena semua hadits di riwayatkan oleh para ulama”.

Wahabi : “Maulid itu bid’ah, tidak boleh di lakukan”

Anak Jalanan : “Kalau begitu jika anak kamu lahir tidak usah senyum senang, karena itu bagian dari perayaan kelahiran”

Wahabi : “Indonesia ini negara thaghut”

Anak Jalanan : “Kalau begitu tidak usah tinggal di Indonesia”

Wahabi : “Aqidah Asy’ariyyah itu sesat”

Anak Jalanan : “Kalau begitu tidak usah pakai kitab Ibnu Hajar Al Asqalani”

Wahabi : “Imam Syafi’i itu tidak maksum”

Anak Jalanan : “Apa lagi kamu … Ha ha ha⁠⁠
Keterangan bagi yang belum paham:

Dalam memberantas kemusyrikan, Nabi tidak pernah membongkar kuburan, dsb. Namun Nabi menanamkan ilmu Tauhid yang benar kepada ummatnya. Sebaliknya Nabi men-sunnahkan ummatnya agar ziarah kubur guna mengingat mati.

Sebagai contoh meski dari zaman sahabat Umar, Mesir sudah ditaklukkan, namun Piramida dan Sphinx tidak dihancurkan dengan dalih mencegah kemusyrikan. Karena melawan Musyrik itu dengan ilmu. Bukan dengan menghancurkan bangunan. Kalau ada yang menyembah matahari, apa kita harus menghancurkan matahari? Tidak kan? Kita sekedar meyakinkan dengan ilmu bahwa matahari itu bukan Tuhan.

Imam Syafi’ie saja tidak maksum. Apalagi kita.

Imam Syafi’ie juga hafal Al Qur’an pada umur 7 tahun serta menguasai 1 juta hadits dan melihat langsung praktek ibadah dari cucu sahabat Nabi. Jadi fiqih Mazhab Syafi’ie itu diambil berdasarkan hasil mempelajari Al Qur’an, praktek ibadah cucu sahabat Nabi, dan 1 juta hadits. Bukan sekedar pendapat pribadi Imam Syafi’ie. Imam Hadits paling top seperti Imam Bukhari dan Imam Muslim pun mengikuti Mazhab Syafi’ie. Mereka tidak coba membuat2 sistem mazhab Fiqih sendiri.

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: