Buyaathaillah's Blog

Kisah Kecepatan Buraq


(Pehitungan Matematis) Kecepatan BURAQ
Istilah buraq mungkin berasal dari istilah barqu yang berarti kilat sebagaimana terdapat pada QS. Al Baqarah ayat 20,
“Hampir saja kilat itu menyambar penglihatan mereka. Setiap kali (kilat itu) menyinari, mereka berjalan di bawah (sinar) itu, dan apabila gelap menerpa mereka, mereka berhenti. Sekiranya Allah menghendaki, niscaya Dia hilangkan pendengaran dan penglihatan mereka. Sungguh, Allah Kuasa atas segala sesuatu.”
Dengan perubahan istilah barqu menjadi buraq, Nabi Muhammad SAW hendak menyampaikan kepada kita bahwa kendaraannya itu memiliki kecepatan di atas sinar. Suatu kendaraan dengan kecepatan yang sangat jauh meninggalkan teknologi yang sudah kita capai sekarang ini.
Berdasarkan penyelidikan, kilat atau sinar bergerak sejauh 186.000 mil atau 300.000 km per detik. Bila diketahui jarak matahari dari bumi sekitar 93.000.000 mil, maka diperlukan waktu dilintasi oleh sinar dalam 8 menit.
Sedangkan untuk menerobos garis tengah jagat raya memerlukan waktu 10 milyar tahun cahaya, dengan melalui galaksi-galaksi, yang selanjutnya menuju kulit bola alam raya.

Bagaimana dengan kecepatan malaikat?
Seperti kita pahami, satu hari malaikat berbanding 50.000 tahun waktu bumi. Ini ada di dalam QS. Al Ma’arij ayat 4,
”Para malaikat dan Jibril naik (menghadap) kepada Tuhan, dalam sehari setara dengan lima puluh ribu tahun.”
Sementara, untuk jarak radius alam semesta hingga sampai ke Sidratul Muntaha, dengan melewati angkasa raya yang disebut sebagai ‘Arsy Ilahi, setidaknya diperlukan waktu 10 milyar tahun cahaya (bahkan mungkin lebih dari itu, wallahu a’lam).
Artinya untuk perjalanan tersebut diperlukan waktu seperti perhitungan berikut ini:
1 hari malaikat = 50.000 tahun

200.000 hari malaikat = 10 milyar tahun (cahaya)

200.000 hari = 547,9 tahun (dengan perbandingan 365 hari = 1 tahun).
Berdasarkan data di atas, malaikat memerlukan waktu 547,9 tahun, untuk melintasi jagat raya. Namun pada kenyataannya, malaikat Jibril dalam peristiwa Mi’raj,menghabiskan waktu 1/2 hari waktu bumi (maksimum 12 jam).
Jadi kecepatan buraq, berkali-kali lipat daripada kecepatan kilat, bahkan melebihi kecepatan malaikat sekalipun.
Dengan demikian, wajarlah bila dikatakan, peristiwa Isra’ Mi’raj diperjalankan oleh Allah sebagaimana ditunjukkan dalam QS. Al Isra’ ayat 1,

”Maha Suci (Allah) yang telah memperjalankan hamba-Nya (Muhammad) pada malam hari dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia Maha Mendengar, Maha Melihat.”
Suatu perjalanan yang digunakan untuk menunjukkan tanda-tanda kekuasaan-Nya.
1 tahun cahaya merupakan jarak yang ditempuh cahaya selama 1 tahun…
Kecepatan cahaya adalah 300.000 km/detik…
Ini berarti 1 tahun cahaya = 300.000 km/detik x 60 detik/menit x 60 menit/jam x 24 jam/hari x 365 hari/tahun x 1 tahun = (300.000 x 31.536.000) km…
1 tahun cahaya = (94.608 x 10^8) km…
Menghitung kecepatan malaikat

Kecepatan bumi Kita berputar pada sumbunya ini menakjubkan juga yaitu sekitar 463 m/detik. Jadi kalau satu tahun kita menempuh waktu 365 hari , sungguh kita telah menempuh perjalanan mengendarai bumi kita sejauh 365 x 40.000 km = 14.600.000 km.

Surat al ma’arij, 4 memberi petunjuk, bahwa kalau malaikat ini bergerak dalam waktu 1 hari , sama halnya dengan kalau kita mengendarai bumi ini (hidup di bumi) selama 50.000 tahun atau menempuh 50.000 x 14.600.000 km = 730.000.000.000 km . oleh malaikat jarak tersebut ditempuh dalam waktu satu hari. Maka kecepatan malaikat ini, jika kita asumsikan menggunakan satuan 1 hari malaikat = 24 jam malaikat 24 x 3.600 detik malaikat, adalah 8.449.074 km/detik

atau 28,16358 kali kecepatan cahaya.

Iklan

Blog di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: