Buyaathaillah's Blog

Mudzakaroh Maulana Saad Alkhandalawi : Dakwah Gadget vs Dakwah Gerak

​DAKWAH DENGAN MEDIA/TELEVISI ATAU DENGAN GERAK
Ada org berkata pada seorang da’i, ngapain kamu dakwah keliling2 kerumah-rumah tdk efisien, bukankah sekarang adaTV, Radio, cukup kita ngomong di studio dan didengar oleh banyak orang dirumah-rumah mereka dan kita tak perlu susah-susah datang ketempat mereka…??
Jawab: Maulana Saad Alkandahlawi mengatakan:

Hari ini orang senang belajar agama dengan duduk mendengar lafaz agama padahal nusrotullah akan datang dengan gerak. Nabi SAW kirim surat beserta utusan yang bergerak maka nusrotullah bersama dengan gerak.
Bila pesan Agama dikirim melalui e-mail WhatsApp dll dimana orang yang dakwah tidak bergerak maka tidak ada nusrotullah. Dakwah gerak face to face inilah baru namanya Usaha Dakwah Nabi karena ada ayat yang menghendaki untuk gerak.
Demikian juga belajar Agama tidak bisa hanya dengan duduk di rumah buka internet namun harus bergerak mencari suasana agama barulah nusroh ghaibiyah dari langit akan datang.Hari ini kesalahan umat terbesar adalah telah merasa berdakwah cara Nabi dapat diganti dengan alat padahal cara Nabi tidak dapat diganti sebagaimana puasa sholat dsb tidak dapat diganti. Karena Nabi SAW ajarkan Agama dan Usaha atas Agama dimana cara Agama tidak dapat diganti dan cara Usaha Agama pun tidak dapat diganti. Keduanya tidak dapat dipisahkan.
Nabi SAW perintahkan bukan dengarkan saya tapi lihat saya. Maka sangat penting kita buat Dakwah cara Nabi yaitu jumpai ummat face to face karena ada sunnah gerak yang mendatangkan nusrotullah ghaibiyah. ALLAH SWT telah tetapkan perintahkan Para Nabi untuk bergerak buat Dakwah jumpai langsung manusia secara face to face dimana banyak ayat menceritakan.
Kalau dengan alat saja tidak akan diterima hujjah kita oleh ALLAH SWT di Akhirat karena tidak ikut cara dan ketetapan ALLAH SWT. Sebagaimana hari ini membersihkan gigi dengan sikat gigi dan odol tetapi 70 fadhilah bermiswak tidak akan didapatkan dengan alat-alat yang lain walaupun memang tujuankita membersihkan gigi dimana hadits-hadits yang menjelaskan fadhilah itu hanya dengan siwak.
Jibril AS senantiasa menasehati Nabi SAW untuk bersiwak sampai-sampai Nabi SAW hampir memfardhukan bersiwak. Tanpa siwak Sholat tetap sah tapi fadhilah-fadhilah siwak tidak akan kita dapatkan.Kita suka terkesan dengan penemuan-penemuan baru. Bila kita dakwah dengan alat maka akan bertentangan dengan Sunatullah dan sunnah Nabi yaitu dakwah dengan bergerak dimana Nabi mencaridan mendatangi ummat bukan dicari ummat.
Maulana Yusuf katakan: Dakwah ini sangat penting dimana bila ketika orang datang dan kita sedang sibuk dalam amal infirodhi maka batalkan dulu infirodhi kita untuk menemui orang tersebut. Temui ummat dengan jalan silaturrahim atau gasht namun hati kita terasa berat, tetapi kirim pesan Agama lewat alat berjam-jam tidak bosan. 
Dibandingkan dengan Dakwah Nabi lebih banyak bergerak jumpai ummat.Ketika orang-orang enggan buat dakwah dengan bergerak karena hujan maka, Maulana Ilyas Rah.a katakan kereta api tidak berhenti karena hujan dan orang-orang beraktifitas dunia tidak ada yang berhenti karena hujan maka, mengapa untuk Agama kenapa kalian berhenti gara-gara hujan? Maka jangan berhenti karena ALLAH SWT akan gantikan nanti sebagaimana orang-orang Makkah tidak mau bergerak maka ALLAH SWT gantikan dengan burungAbabil. Usaha Dakwah & Tabligh bukan hanya menyeru & menyampaikan saja tapi bergerak meskipun hujan.
Maka bergerak di depan ummat lalu berdiri di depan ALLAH SWT. Siang hari gerak jumpa ummat dan malam hari tahajud. Inilah 2 hal yang mendatangkan nusroh ghaibiyah yakni dakwah dan ibadah.Bersedia semua buat dakwah dg gerak face to face. Insya Allah.

Iklan

Blog di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: