Buyaathaillah's Blog

Mudzakaroh Syuro Indonesia Mufti Luthfi Al Banjari : Ilmu dan Tauhid

*ILMU TAUHID*

*Mulwi Muh. Lutfi Lc. Hafidzullooh…*
*”ILMU yang kita pelajari harus dibawa & diuji dalam Medan Dakwah. Jika tidak, belum tentu ilmu yang kita pelajari akan menghindarkan kita dari kemusyrikan”.*

Jangankan kita, seorang Nabi saja, yaitu Nabi Musa As,  yang gurunya adalah Nabi Syuaib As, belajar Tauhid selama 10 th, masih ditarbiyah Allah. Belajar Ilmu Tauhid, mata pelajaran yang paling tinggi. Belajar di tempat yang suci (Gunung Tursina). 

Yang belajar adalah seorang NABI, yang mengajar ALLAH, mata pelajarannya ilmu TAUHID:  *”Innani Annallah, Laa illa ha illa Anna..”* Dan belajar di tempat yang suci ….Tapi adakah dengan belajar dapat menjamin kemusyrikan akan keluar dari hati…??? 

Adakah TAUHID telah tertanam dalam hati Nabi Musa…??? 

Jawabnya belum…!!!

*Lihatlah ketika Allah bertanya : “Apa yang ada ditanganmu wahai Musa?”. Lalu dijawab ”Ini adalah tongkat, dengan tongkat ini aku dapat memukul dedaunan untuk kambing gembalaanku, dan aku gunakan untuk bertelekan istirahat apabila aku lelah. DAN MASIH BANYAK MANFAAT LAIN DARI TONGKAT INI.”* 

*Jawaban Nabi Musa menunjukkan bahwa dia masih terkesan dengan manfaat dan kebesaran makhluk didalam hatinya.*

*Lupa pelajaran yang diajarkan Allah kepadanya bahwasanya Sejatinya Hanyalah ALLAH yang Mampu & Kuasa beri MANFAAT bukannya tongkat…!!!*

*Ujian Kedua, disuruh lempar tongkat yang diyakini banyak manfaat tadi… Ternyata tongkat berubah menjadi ULAR yang sangat besar & mengerikan. Lalu Nabi Musa lari tanpa menoleh kebelakang…*

*LUPA pelajaran TAUHID bahwa yang Mampu & Kuasa memberi MUDARAT adalah Hanyalah ALLAH bukannya ULAR…!!!*

*Lalu diperintahkan Allah untuk menangkap ular tadi dan ternyata berubah kembali menjadi tongkat. Ini semua adalah Tarbiah dari Allah kepada Nabinya, bahwa untuk mematangkan Ilmu (Tauhid) IMAN & YAKIN yang Sempurna. Maka Perlu Letakkan IMAN & YAQIN itu dalam Ujian di Medan Dakwah. Bukan cuman duduk-duduk di rumah saja,maka Iman-YaQin kita trus bisa Sempurna dengan sendirinya.*
Perintah Allah : ”Pergilah kepada Fir’aun, karena sesungguhnya dia telah melampaui batas”…!!! Namun masih ada ketakutan di hati Nabi Musa As, lalu dia pun berdoa : ”Robbish rohli sodrii wayas sirrlii amrii wahlul uqdatan min lisanii yafqahu qaulii” dan barulah dia berangkat.

Sebelum berangkat teringat juga keadaan isterinya di bawah gunung sana.. (seperti para dai’ sekarang… MAU MAKAN APA ISTRI² MEREKA KALAU DITINGGAL BERANGKAT KHURUJ & DAKWAH 4 BULAN…??? ”)
Lalu ditarbiah Allah Ta’alaa lagi… 

Diperintahkan oleh Allah SWT untuk pukul satu batu dengan tongkatnya. Batu terbelah,namun ada batu lagi di dlmnya. Dipukul lagi masih ada batu di dalamnya. Dipukul lagi masih ada satu lapis batu lagi. Diketuk lagi & terbelah,maka terlihat ada seekor ulat kecil sedang makan. Dan dimulutnya ada daun yang masih hijau segar… 
Siapakah yang memasukkan daun yang segar di dalam 3 lapisan batu tadi…??? 

*Hanyalah ALLAH yang Mampu Berbuat demikian !!!* *Seolah Allah berfirman : “JANGANLAH  RISAU & KUATIR WAHAI MUSA !!! JANGANKAN ENGKAU, BINATANG YANG HIDUP DALAM 3 LAPISAN BATU PUN ALLAH TIDAK LUPAKAN RIZKYNYA, APA LAGI KEPADA ENGKAU SEORANG DAI’, MUNGKINKAH ALLAH AKAN MELUPAKAN RIZKY ISTERIMU…???*
Kedatangan Musa As. membuat Fir’aun ketakutan dan mengerahkan tukang-tukang sihirnya dengan tali-talinya yang apabila dilemparkan berubah menjadi ular yang banyak sekali.

Kini Nabi Musa berhadapan dengan ribuan ekor ular… Tapi aneh, kalau dulu Imannya belum diletakkan dalam Medan Dakwah,dia lari dari satu ekor ular. Namun kini dia tidak lari lagi walaupun berhadapan dengan ribuan ular..!!! 

Kenapa…???
*Karena kini DIA YAQIN BAHWA ALLAH BERSAMANYA…!!!* 

*Dan YAQIN BAHWA MAHLUQ TAKKAN MAMPU BERIKAN MANFA’AT ATAU MUDHOROT TANPA IJIN ALLAH…!!!*

Benar ternyata setelah itu Allah Perintahkan untuk lemparkan tongkatnya. Maka Dilemparkan tongkatnya dan berubah. Ternyata Allah Yang Maha Kuasa tlah merubah tongkatnya menjadi Naga Besar yang memakan semua ular tukang sihir…!!! 

Akibat melihat Mukjizat Allah SWT,maka semua tukang sihir langsung beriman kepada Tuhannya Nabi Musa dihadapan Fir’aun…!!!
Kaum Bani Israil belajar ILMU TAUHID kepada Nabi Musa As. selama 40 tahun !!! Bukannya 1 tahun atau 4 tahun seperti belajar di Ma’had atau Madrasah. Mereka belajar dari seorang Nabi, bukannya dari Ustadz atau Kyai seperti kita. Yang belajar Ilmu tapi tidak diuji & letakkan dalam Medan Dakwah. 
*Mereka ini walau belajar TAUHID bersama Nabi Musa,maka sa’at diuji Allah dengan kekejaman Fir’aun. Merekapun melarikan diri sampai ditepi Laut Merah sedang dibelakangnya tentara Firaun yang mengejar. Merekapun ketakutan dan berkata :*

*” KITA PASTI TERKEJAR WAHAI MUSA..!!!”*

*Lalu Musa yang IMANNYA TLAH MANTAP karena telah diuji & diletakkan dalam Medan Dakwah. Maka dia Tidak berkata “JANGAN RISAU ADA TONGKATKU BERSAMAKU !!!”*

Tidak…!!! 

*Namun dikatakannya  ” JANGAN RISAU, SESUNGGUHNYA ALLAH BERSAMAKU…!!!”*

*Dia telah berjaya untuk menafikan keyakinannya Terhadap Tongkatnya. Dan berubah menjadi YAQINNYA HANYA KEPADA ALLAH !!!*

*HANYA ALLAH YANG DAPAT MEMBERIKAN MENFAAT DAN MUDARAT…!!!* 
Catatan :

*Maka Marilah kita semua BELAJAR ILMU TAUHID & BELAJAR MENGAMALKANNYA DALAM PROGRAM KHURUJ/DAKWAH FII SABILILLAH…!!!*

*Belajar Mengimani & MeyaQini bahwa :*

*ALLAH KHOLIQ…*

*ALLAH MALIK…..*

*ALLAH ROZIEQ…*

*Dengan cara Meninggalkan sementara :*

*Orang tua kita…*

*Anak-anak kita…*

*Saudara-saudara kita…*

*Istri-istri kita…*

*Keluarga kita…*

*Harta-harta kita…*

*Bisniz & pekerjaan kita…*

*Rumah-rumah kita…*

*DEMI CINTA KITA KEPADA ALLAH & RASULNYA DENGAN CARA (KHURUJ & DAKWAH) JIHAD FII SABILILLAH…!!!*
Allah berfirman : *Katakanlah : “Jika bapak-bapakmu,anak-anakmu,saudara-saudaramu,istri-istrimu,kaum keluargamu,harta kekayaan yang kamu usahakan,perdagangan yang kamu takutkan kebangkrutannya & tempat tinggal yang kamu sukai,adalah lebih kamu cintai daripada Allah & RasulNya & daripada Jihad fii Sabilillah,maka tunggulah sampai Allah mendatangkan keputusanNya. Dan Allah tidak memberi Petunjuk kepada orang-orang yang fasik.”* 

(QS. At Taubah : 24)

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: