Buyaathaillah's Blog

Kisah Nabi Saw dan Iqromnya kepada seorang Munafiq

​Suatu hari, Nabi Muhammad saw didatangi Abdullah, putra Abdullah bin Ubay bin  Salul, pemimpin kaum munafik di Madinah. Dengan wajah sedih, sahabat yang selalu  bertentangan dengan ayahnya itu, menceritakan bahwa Abdulah bin Ubay sedang sakit  keras. Sang ayah menginginkan Rasulullah saw supaya bersedia menjenguknya.
Rasulullah tidak keberatan. Beliau menjenguk rumah dedengkot para pengkhianat  yang  sangat licik itu. Tiba-tiba,  melihat  Nabi  Muhammad saw  berada  di  dekatnya,  Abdullah  bin  Ubay memelas kepada Nabi  Muhammad  untuk melepas jubahnya dan  menyelimutkannya ke tubuhnya yang tengah meregang menghadapi maut.
Umar bin Khattab yang saat itu hadir menemani Nabi, memberi isyarat agar Rasulullah  saw menolak dan tidak memenuhi keinginan Abdullah bin Ubay. Tapi Nabi Muhammad saw  tidak menuruti apa yang diinginkan Umar. Nabi Muhammad saw segera melepas jubahnya dan menutupkannya ke tubuh Abdullah bin Ubay. Keinginan Abdullah bin Ubay terlaksana, meninggal dunia dengan berselimutkan jubah Nabi Muhammad saw.
Tentu saja Umar bin Khattab merasa penasaran dan heran. Sepulang dari rumah  Abdullah  bin Ubay, Umar  bertanya  kepada  Nabi,  “Wahai  Rasulullah, saya tidak  habis pikir dengan sikapmu. Saya betul-betul tidak mengerti. Bukankah Abdullah  bin Ubay adalah musuh besarmu, dan juga musuh besar umat Islam?
Nabi mengangguk, “Ya betul.” Tapi alangkah beruntungnya Abdullah bin Ubay,  dapat mati dengan berselimutkan jubahmu. Padahal kami para sahabatmu yang setia,  yang  senantiasa mendampingimu, belum tentu  mendapatkan  nasib  sebaik  itu?”  
Nabi  tersenyum  dan  menjawab,  “Sahabatku Umar. Engkau jangan berpikiran sempit.  Memang Abdullah bin Ubay meninggal dunia dengan berselimutkan jubahku. Namun  ketahuilah, Abdullah bin Ubay takkan selamat karena memakai jubahku. Sebab jubahku  takkan menyelamatkan siapa-siapa. Manusia hanya akan selamat karena iman dan amal shalihnya.” Mendengar penjelasan Nabi, Umar pun tersenyum.

Blog di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: