Buyaathaillah's Blog

Bayan Syuro H. Cecep Firdaus : 4 golongan Manusia

Bayan Syuro Indonesia

H. Cecep Firdaus

 

Golongan Manusia

 

Manusia penduduk penghuni dunia ini, kalau diliat ketaatannya kepada Allah swt terbagi menjadi 4 golongan atau 4 tingkatan. Acuannya adalah dari segi ketaatannya kepada Allah swt. Apa saja itu :

 

  1. Orang Kafir
  2. Orang Islam
  3. Ahli Ibadah
  4. Ahli Dakwah

 

Golongan Pertama : Orang Kafir

 

Mereka tidak beriman kepada Allah swt, otamatis tidak taat kepada Allah swt. Jadi orang kafir itu adalah orang tidak beriman kepada Allah swt, dengan sendirinya tidak taat kepada Allah swt. Golongan ini Allah swt bukakan pintu keduniaan untuk mereka, ini adalah ketetapan Allah swt. Golongan ini dari segi keduniaan dia maju. Maju dalam ekonomi, maju dalam teknologi, maju dalam industri, maju dalam pertanian, maju dalam perdagangan, maju dalam pembangunan. Ini sudah menjadi ketetapan Allah swt. Namun kemajuan yang mereka miliki bukan berarti mereka benar dalam menjalankan hidup. Justru hidupnya salah, rusak, tercoret, bahkan dimurkai oleh Allah swt. Kenapa ? karena cara hidup orang kafir itu adalah cara hidup yang salah. Mereka dalam keduniaan maju : dalam pemerintahan mereka kuat, ekonomi kuat, militer kuat, teknologi kuat, dalam segala hal keduniaan. Maka kita jangan terpukau atas perkara ini. Jangan silau dengan keduniaan yang mereka miliki karena ini ketetapan Allah swt untuk mereka.

 

Dalam Ayat Quran Allah swt berfirman yang mahfumnya :

 

“Andaikata Allah swt tidak khawatir umat ini jadi kafir semuanya, Allah swt akan bukakan lebih lagi keduniaan semuanya bagi yang tidak beriman.”

 

Bahkan semuanya dari rumah mereka, langit-langit rumah mereka semuanya terbuat dari emas dan perak. Belum lagi Allah swt bukakan dunia seperti itu, dengan kemajuan yang ada saja yang dimiliki orang kafir, banyak orang islam menjadi kufur. Mereka orang islam tertarik, terpukau, kagum dengan kemajuan dunia yang diperoleh oleh orang kafir. Padahal ini memang sudah Allah tetapkan, bukan berarti mereka pandai, punya kemampuan, tidak. Andaikan Allah swt tidak khawatir akan membuat umat islam menjadi kufur maka Allah swt sudah bukakan yang lebih dahsyat lagi keduniaannya bagi orang kafir. Sehingga rumah-rumah mereka terbuat dari emas dan perak. Belum sampai taraf ini Allah swt bukakan keduniaan bagi orang kafir sudah banyak orang islam silau, terpengaruh, terpukau, kagum dengan keduniaan yang dicapai oleh orang kafir.

 

Padahal Allah swt berfirman dalam Al Quran ali imron 3:196-197 :

 

 

 

La Yaghurron naka Taqollubulladzi min kafaru bil bilad mataun kholil tsumma ma’waahum jahannam wabisal mihad

Artinya:

Janganlah sekali-kali kamu terpedaya oleh kemajuan orang-orang kafir di dunia ini.  Itu hanyalah kesenangan yang sedikit, sedangkan tempat kembali mereka ialah jahannam dan jahannam itu adalah seburuk buruknya tempat kembali.”  (3: 196-197)

Kita kepada orang kafir jangan silau, terperdaya, terpukau, oleh kemajuan dunia mereka. Tapi juga jangan ada kita niatan untuk menghancurkan, memberanguskan, membinasakan, membunuh orang kafir. Kita justru harus kasihan kepada mereka walaupun mereka orang paling berkuasa didunia ataupun orang paling kaya didunia, ataupun orang paling pintar didunia, tapi begitu mati mereka akan tersiksa selama-lamanya. Jadi orang kafir ini hidupnya hanya menunggu mati untuk di adzab selama-lamanya. Hidupnya hanya menunggu adzab datang saja, begitu mati maka akan di adzab selama lamanya dalam keabadian. Kalau kita paham perkara ini seharusnya risau kita kepada kehidupan mereka. Bukannya malah kagum kepada mereka. Dengan kerisauan atas kehidupan mereka akan timbul rasa kasihan sebagaimana nabi saw. Nabi saw ini risau dan kasihan kepada kehidupan orang kafir ini, karena kalau mereka mati maka akan di adzab selama-lamanya. Jika mereka mati dalam keadaan kafir, celaka besar, celaka besar menanti mereka.

 

Kita sebagai manusia ketika melihat orang lain tertabrak atau terbakar, maka akan timbul rasa kasihan di hati kita untuk membantu mereka. Sedangkan orang kafir kalau mati lebih lagi dari itu. Kalau kita ada iman dalam perkara ini seharusnya kita kasihan kepada mereka. Tapi karena kita lemah iman dalam perkara ini sehingga tidak ada rasa kasihan kita terhadap mereka. Bahkan diantara kita ada yang timbul rasa benci kepada mereka. Mau membunuh mereka, membakar, membom, membinasakan mereka yang kafir. Padahal ini tidak dicontohkan oleh Nabi saw. Tidak ada Nabi yang diutus oleh Allah swt untuk membunuh dan membinasakan orang kafir. Justru para Nabi diutus oleh Allah swt untuk mengajak mereka orang kafir kepada iman dan islam. Bukan untuk membinasakan atau membunuh mereka. Para Nabi diutus untuk membawa orang kafir kepada Allah swt, kepada keselamatan, bukan kebinasaan. Jadi Nabi diutus bukan untuk membunuh tapi untuk berdakwah. Dulu Abu Bakar RA ini juga seorang kafir. Begitu juga Umar, Utsman, Ali, Khadijah, Abu Sofyan, semuanya dulunya adalah orang kafir. Tapi Nabi saw diutus bukan untuk membunuh mereka, tapi mendakwahi mereka. Sehingga akhirnya mereka Iman dan Islam.

 

Ketika Nabi saw berkumpul dengan sahabatnya, ada seorang jenazah digotong untuk dikubur. Nabi saw bertanya siapa yang dikubur itu. Sahabat menjawab itu adalah jenazah seorang yahudi. Maka Nabi saw nangis melihat jenazah yahudi itu. Para sahabat heran dan bertanya kenapa Nabi saw menangisi jenazah yahudi yang kafir. Jawab Nabi saw :

 

“Justru aku diutus untuk mereka juga. Belum sempat aku islamkan dia ternyata sudah mati. Berarti dia akan tersiksa selama lamanya di neraka.”

 

Inilah yang menyebabkan rasullullah saw nangis, karena nabi saw ini diutus untuk semua manusia termasuk orang kafir. Begitulah rasa kasih sayang Nabi saw kepada semua manusia, jangan kita benci sama mereka. Justru kita harus mewarisi sifat sayangnya Nabi saw ini kepada seluruh manusia. Jangan benci kepada mereka tapi juga jangan silau sama kemajuan keduniaan mereka. Orang-orang yang paham atas perkara ini tidak akan silau dengan kehidupan mereka justru kasihan.

 

Kisah :

 

Ketika Qorun show of force kekayaannya, pingin pamer kekayaannya, maka dia buat pawai. Ketika itu orang-orang yang imannya lemah langsung memuji Qorun. Mereka berkata,”Alangkah enaknya jadi Qorun, betapa hebatnya kekayaan Qorun.” Lalu ditegur sama orang beriman bahwa pahala yang Allah swt janjikan ini jauh lebih baik dari yang Qorun punya. Jangan kita Silau dengan kekayaan dan kemajuan si Qorun. Kita hari ini disebabkan karena lemahnya Iman, justru kagum, silau, terpukau, terpaya sama kemajuan mereka.

 

Inilah golongan pertama yaitu orang kafir. Mereka memang sudah ditetapkan Allah swt maju dalam bidang keduniaan.

 

Kelihatannya mereka pandai dalam segala bidang keduniaan, padahal tidak. Kemajuan dunia yang mereka miliki itu bukan karena kepandaian mereka tapi memang karena sudah menjadi ketetapan Allah swt. Mereka orang kafir itu bukannya pintar, sebenarnya mereka itu bodoh. Orang yang tidak beriman itu bodoh, karena kenikmmatan dari kehidupan dunia ini sebenarnya sedikit. Hanya 60-70 tahun saja, sedangkan akherat abadi untuk selama-lamanya. Orang kafir ini untuk yang 60-70 tahun tidak mau susah, tidak mau mikir, tidak mau miskkin, tidak mau lapar, tidak mau ikut perintah Allah, sehingga mereka bekerja keras mati-matian. Sedangkan untuk kebutuhan akherat yang abadi ini mereka tidak mau peduli. Mereka tidak mau memikirkan miskinnya di akherat, laparnya di akherat, susahnya di akherat, penderitaan di akherat, tidak ada fikir ke arah sana. Cara berpikir seperti ini adalah orang bodoh, yaitu yang pendek dipikirin yang panjang dilupain. Jadi orang yang tidak beriman itu sebenarnya bodoh, jangan ditiru dan jangan dikagumin. Seharusnya dikasihani mereka, sedih melihat kebodohan mereka.

 

Golongan Kedua : Orang Islam Tidak Beramal

 

Golongan yang kedua adalah orang islam tapi yang tidak beramal. Islam hanya namanya saja. Kalo dijakarta dibilang Islam KTP, maksudnya islam hanya tulisan di KTP saja. Dia tidak sholat, tidak puasa, tidak haji. Cuman namanya saja islam tapi tidak beramal. Dalam golongan ini Allah swt sampaikan bahwa mereka itu islam tapi mereka memuliakan orang kafir. Golongan islam yang tidak beramal ini adalah orang yang terpukau dengan kemajuan keduniaan orang kafir. Mereka mengagumi kehidupan orang kafir. Bahkan mereka menjadikan orang kafir ini sebagai contoh, panutan, bahkan tujuan hidup mereka. Sehingga tidak sedikit dari kita orang islam golongan ini menjadikan orang kafir ini menjadi guru-guru mereka, bahkan diangkat menjadi pemimpin-pemimpin mereka. Inilah orang islam yang tidak beramal, mereka memuliakan orang kafir. Sehingga orang islam macam ini diantara mereka saling menyemangati bahwa kita harus seperti mereka. Mereka bercita-cita ingin mencapai kemajuaan keduniaan yang orang kafir. Banyak orang islam yang berpikir seperti itu bahwa kita harus maju seperti amerika, seperti cina, seperti eropa. Mengikuti orang-orang sesat, orang-orang bodoh, orang-orang yang dimurkai oleh Allah swt. Padahal kehidupan orang kafir ini adalah kehidupan yang dikutuk oleh Allahs swt, tapi jadi tujuan dari orang islam yang tidak beramal ini. Ini disebabkan karena kelemahan imannya.

 

Jadi golongan yang kedua ini adalah orang islam tapi tidak beramal bahkan memuliakan orang kafir.

 

Orang islam jenis ini walaupun mereka memuliakan orang kafir, tapi orang kafir justru menghinakan mereka. Secara tidak langsung mereka orang islam ini diperbudak oleh orang kafir. Mereka dijadikan pekerja-pekerja, dijadikan buruh-buruh oleh orang kafir. Bahkan dijadikan pengikut pengikut mereka. Diajarkan kepada mereka cara bertani, cara berdagang, cara membangun, cara berpakaian, cara, hidup yang orang kafir mau. Dan orang islam yang seperti ini bangga kalau bisa seperti orang kafir. Mereka bangga kalau punya guru orang kafir. Mereka bangga merasa mulia kalau disejajarkan sama orang kafir. Mereka bangga kalau dikasih titel atau gelar oleh orang kafir. Padahal orang kafir itu hina, tapi kita bangga ikut-ikutan hina sama mereka. Mereka orang kafir ini bahkan lebih hina dari binatang. Kehidupan binatang ini makan, minum, kawin kerja, tidak ada agama, itulah binatang. Orang kafir ini kata Allah swt lebih hina dari binatang, karena di akherat nanti mereka akan disiksa selama-lamanya, sedangkan binatang tidak.

 

Orang islam yang tidak beramal dan memuliakan orang kafir seperti ini, hati mereka terhijab dari kebenaran. Asbab apa ? asbab mereka memuliakan orang kafir, meniru niru mereka, bahkan menjunjung tinggi mereka. Mereka orang islam seperti ini terhijab dari agama asbab mengikuti kehidupan orang kafir dari tindak tanduknya sampai keduniaannya ingin seperti orang kafir. Cara hidupnya, cara makannya, cara kawinnya, cara pestanya, cara berpakaiannya, cara mencari kesenangannya, semuanya di ikuti oleh orang islam yang tidak beramal ini. Bahkan samapi penggunaan nama juga ikut memakai nama orang-orang kafir. Mereka lebih bangga memakai nama orang kafir, tapi malu memakai nama orang islam seperti muhammad, abdullah, abdurahman, dan lain-lain. Inilah yang terjadi kepada orang yang lemah iman, mereka terhijab dari agama.

 

Golongan Islam yang tidak mau beramal dan memuliakan orang kafir ini dikenal sebagai orang MUNAFIQIN.

 

Mereka hanya nama saja islam tapi dari pemikiran dan perbuatan mereka menghinakan islam dan memuliakan orang kafir. Sampai sampai sering terjadi di antara mereka kalau berselisih, maka mereka minta diadili dan diselesaikan oleh orang kafir. Islam sama islam berselisih minta diadili sama orang kafir.

 

Analogi orang islam berselisih sama orang islam tapi minta diadili orang kafir :

 

Seperti anjing dan kucing berselisih berebutan makanan tapi minta diadili sama monyet. Ada sepotong makanan seharusnya dibagi rata antara kucing dan anjing. Kucing dapat sepotong, anjing dapat sepotong. Tapi kenyataannya anjing dapat potongan lebih besar, makanya mereka datang kepada monyet minta diadili, nyari keadilan.

 

Kata monyet : ada apa ?

 

Si Kucing bilang : saya minta kamu jadi hakim, ini kita dapat makanan. si anjing seharusnya bagi rata makanan kita tapi ternyata dia ngambil bagiannya lebih besar.

 

Si Monyet : Rupanya begitu masalahnya… baik saya akan selesaikan. Maka si monyet mengambil bagian anjing dicomot tapi kebesaran comotannya.

 

Sekarang si anjing merasa si kucing lebih besar bagiannya, dia protes. Memang sengaja ini padahal di lakukan sama si monyet.

 

Lantas si anjing bilang : ini tidak adil, sekarang saya dapat kecil, bagian kucing kebesaran.

 

Maka si monyet kasih solusi lagi : Baik saya akan bantu. Maka dicomot lagi bagian si kucing tapi sengaja comotannya kebesaran.

 

Sekarang bagian kucing kecil dan bagian anjing lebih besar. Protes lagi si kucing. Maka gitu aja si monyet comot lagi punya si anjing tapi comotannya sengaja dibesarkan. Sehingga sekarang nampak lagi punya kucing yang lebih besar. Dia comot lagi punya si kucing sengaja comotannya kebesaran, begitu terus. Comot sana comot sini sampai akhirnya si anjing dan si kucing ini tidak dapat apa-apa.

 

BeBeginilah analogi yang terjadi ketika orang islam sama orang islam berselisih tapi minta orang kafir yang menyelesaikan masalah. Mana mungkin orang kafir mau membantu orang islam, justru mereka malah akan merendahkan umat islam. Bukannya untung malah buntung, bukannya selesai masalah malah rugi, tidak dapat apa-apa. Itulah yang akan terjadi kalau kita meminta orang kafir untuk menyelesaikan masalah orang islam.

 

Inilah kejadian-kejadian yang terjadi kepada umat islam hari ini mereka dihinakan dimana-mana oleh orang kafir asbab kelemahan iman. Sehingga orang islam hari ini ikutan bodoh dan hina dimata orang kafir. Asbab lemah dari segi iman sehingga hidupnya terhijab, tidak mampu melihat dari pada kemuliaan dan ketinggian Islam. Hidup mereka adalah membanggakan daripada kehidupan orang kafir dan kemajuaan keduniaan mereka. Mereka menyanjung nyanjung, ikut-ikutan dari pada kehidupan orang kafir. Mereka membenarkan kehidupan orang kafir dan kemajuan dunia mereka. Bahkan mereka nunut, patuh kepada perintah orang kafir. Apa yang menjadi kehendak orang kafir itu yang mereka ikuti, walaupun bertentangan dengan islam. Inilah yang terjadi kebanyakan di kalangan orang islam yang tidak mau beramal.

 

Hari kebanyakan orang islam memandang semacam negara amerika sebagai negara maju, terutama dari segi keduniaan : ekonomi, perdagangan, fashion, dan milternya. Sehingga kitapun ingin maju seperti mereka dari segi dunia. Merasa agama ini sudah ketinggalan jaman. Padahal ini sudah menjadi ketetapan Allah swt, orang kafir itu secara kaidah umum selalu dilebihkan oleh Allah swt. Mari kita lihat perjalanan para Nabi :

 

Ibrahim AS orang Islam dan Namruts orang Kafir. Ibrahim AS minoritas dalam hal kekuasaan, tentara, senjata, dan kekayaannya dibanding Namrutz laknatullah. Nabi ibrahim sebagai orang islam tidak punya apa.apa. Nabi Ibrahim as, tidak punya kerajaan, tidak punya tentara, tidak punya senjata, justru yang punya itu semua adalah Namrutz. Tapi bukan berarti Ibrahim salah, dan Namrutz benar. Juga bukan berarti Namrutz yang mulia dan Nabi Ibrahim as yang hina, tidak. Tetap yang mulia itu adalah Nabi Ibrahim as, lebih tinggi dari Namrutz. Bukan berarti menjadi taat itu malah membuat Nabi Ibrahim menjadi lemah, tidak. Ketika Namrutz ingin membinasakan Nabi Ibrahim AS. Maka Namrutz dengan kekuasaannya mempersiapkan senjata, pasukan dimobilisasi, untuk membinasakan Ibrahim AS. Tapi bagaimana Allah swt mengalahkan Namrutz yang secara kekuasaan dan senjata lebih kuat dari Ibrahim AS yang tidak punya apa-apa ? Allah swt kirimkan pasukan nyamuk, nyamuk ini lemah, sekali pukul mati. Pasukan Namrutz yang kuat badannya besar-besar kekar-kekar berotot, habis semua diserang oleh nyamuk. Namrutz sendiri mati Allah swt kirim seekor nyamuk yang sayapnya cacat jadi terbangnya tidak sempurna masuk kedalam kupingnya. Nyamuk lemah, cacat pula sayapnya, pincang terbangnya, seharusnya lemah mudah dibunuh, tapi Allah kuasa Namrutz yang kuat dibinasakan oleh nyamuk yang lemah dan cacat.

 

Beginilah Allah senantiasa membantu seseorang bila keimanannya kuat. Walalaupun Ibrahim AS lemah dari segi keduniaan bukan berarti lemah. Orang beriman itu kuat sebab dia dekat dengan Allah swt, memiliki Allah swt yang senantiasa menolongnya. Dan Allah swt berjanji akan selalu menolong orang-orang beriman. Allah swt berfirman dalam Al Quran :

 

الْمُؤْمِنِينَ نَصْرُ عَلَيْنَا حَقًّا وَكَانَ

 

Wa Qana Haqqan alaina Nasrum mu’minin

 

“Sudah menjadi Hak AKU menolong orang beriman”

 

Jadi walaupun umat islam dari segi dunia lemah dan orang kafir maju dari segi keduniaan bukan berarti umat islam itu lemah dan orang kafir kuat. Orang Kafir itu Lemah kalau kita ada Iman. Allah swt memisalkan kekuatan orang kafir itu seperti sarang laba-laba. Sedangkan sarang laba-laba ini adalah benteng atau rumah yang paling lemah, mudah hancur. Kalau kita mau menghancurkan sarang laba-laba tidak perlu bom, tidak perlu tank, tidak perlu senjata, cukup dengan jari saja bisa hancur. Inilah perumpamaan yang Allah swt kasih untuk menggambarkan kekuatan atau kekuasaan orang kafir, bahwa mereka itu lemah dan tidak kuat seperti sarang laba-laba. Maka kekuatan orang kafir ini lemah seperti sarang laba-laba, kalau kita beriman. Jadi keliru pendapat yang mengatakan bahwa orang kafir itu kuat, maju, hebat, dan sukses.

 

Lihat Nabi Musa AS dengan Bani Israil ketika melawan Firaun dan bala tentaranya. Nabi Musa AS islam dengan pengikutnya dan Firaun Kafir dengan pengikutnya. Dimana letak keduniaan : kekuatan , senjata, tentara, kemewahan, ekonomi, dan kekuasaan ? ada pada Firaun. Nabi Musa AS tidak punya apa-apa. Dikatakan kekayaan nabi Musa as hanya punya jubah dan tongkat saja. Ini sudah ketetapan Allah swt. Tapi bukan berarti Nabi Musa as ini hina dan lemah. Ketika Nabi Musa AS dan pengikutnya dikejar oleh Firaun dan bala tentaranya, terjadi dead lock ketika itu, jalan buntu terjebak diantara laut dan pasukan firaun. Ketika itu :

 

Bani Israil Iman Lemah berkata: nahnu lanudrokun, binasalah kita oleh tentara Firaun

 

Nabi Musa Iman Kuat berkata : Kalla inna ma iyya robbi sayahdeen, Tidak Allah bersamaku, pasti diberikan jalan keluar.

 

Maka Allah swt perintahkan musa memukul tongkatnya kelaut. Sehingga laut terbelah menjadi 12 jalan buat 12 suku bani israil. Bani Israil menyebrang lautan yang dibuka Allah swt, selamat asbab iman yang kuat dari Nabi Musa AS. Sedang Firaun iman lemah tidak mau yakin pada Allah swt, maka dengan laut yang sama yang menyelamatkan Bani Israil, Allah swt tenggelamkan Firaun dengan bala tentaranya ditutup kembali lautannya. Ini adalah penjelasan Allah swt di Quran, tidak ada Nabi Musa AS menggerakkan bani israil untuk menyerang membinasakan firaun. Mana ada Nabi Musa AS bikin partai untuk melengserkan firaun agar bisa merebut kekuasaan, tidak ada perintah Allah swt seperti itu dalam AL Quran. Tidak ada Nabi Musa memerintahkan bani israil agar merebut kekuasaan firaun dengan alasan kekuasaan harus ada ditangan orang islam. Justru yang dilakukan Nabi Musa adalah dakwah saja ajak manusia untuk taat kepada Allah swt, nanti maslaah-masalah yang ada aasbab ketaatan, Allah swt yang selesaikan. Musa AS dakwah, Allah swt yang hancurkan Firaun.

 

Begitu juga Rasullullah saw dan para sahabatnya ra dibandingkan dengan romawi dan persia, Rasullullah saw minoritas dari romawi dan persia dari segi kekayaan, kekuasaan, kekuatan militer, teknologi. Romawi dan Persia dari segi keduniaan jauh lebih maju dibanding dengan rasullullah saw dan para sahabat ra. Mereka adalah negara super power ketika itu memegang kendali ekonomi, perdagangan, kekuatan militer, teknologi, dan kekuasaan yang besar. Gedungnya besar besar dan mewah mewah, makanannya berlimpah limpah, pakaiannya indah indah pakain mahal semua. Sedangkan Nabi saw dan para sahabat ra ketika itu terbelakang jauh tertinggal keduniaannya dibanding Romawi dan persia. Nabi sahabat ra ekonomi terbelakang, kekuatan milter juga terbelakang, baju juga sangat sederhana, pasukan jumlahnya minoritas. Orang romawi makanan berlimpah, sangking berlimpahnya mereka kalau sudah kenyang dimuntahkan lagi lalu makan lagi sangking banyaknya makanan. Sedangkan nabi saw dan para sahabat ra sehari makan satu butir kurma saja, bahkan dalam keadaan lapar sampai perut diganjal batu. Begitulah perbandingan kehidupan orang romawi dan persia dibanding dengan Nabi saw dan para sahabat ra seperti bumi dan langit dari segi keduniaan. Namun para sahabat RA ini tidak terkesan dan tidak terpukau sama kehidupan orang romawi dan persia ketika itu. Ini karena para sahabat RA ini ada iman.

 

Walaupun para sahabat perang dengan membawa senjata seadanya tidak punya senjata yang modern, baju juga seadanya, kendaraan juga sederhana bahkan ada yang berjalan tanpa alas kaki, jumlah pasukan juga terbatas, tapi orang kafir macam persia dan romawi ini gentar berhadapan dengan mereka. Dengar nama para sahabat ra saja sudah bisa mendatangkan rasa takut dalam diri mereka. Rustum panglima perang persia ketika diminta oleh raja persia untuk akan berhadapan dengan pasukan para sahabat ra ini gentar, ketakutan dia. Bahkan dia berharap kalau bisa pasukannya jangan dikirim. Namun tetap diperintahkan raja menghadapi pasukan sahabat ra, gentar panglima rustum harus menghadapi pasukan sahabat ra.

 

Ketika utusan orang islam ribi’ih bin amir ra masuk ke istana rustum yang super mewah, dia masuk dengan keledainya berjalan kedalam ruangan rustum. Amir ribi’ih dengan pakaian bertambal, pedang setengah patah, naik keledai, tidak kesan dan tidak terpukau dengan keadaan dunia rustum. Dia datang secara dzohir kurang keduniaannya, tapi tidak takut menghadapi rustum dengan pasukannya, kekuasaannya, kekayaannya, seorang diri. Hanya orang-orang yang lemah iman akan silau dengan kemajuan keduniaan nya orang kafir.

 

Begitulah golongan kedua ini adalah orang islam yang tidak beramal mereka memuliakan orang kafir sedangkan orang kafir menghinakan mereka. Mereka muliakan orang kafir menjadikan mereka guru, menjadikan mereka pengadil urusan mereka, menjadikan mereka penasehat, bahkan menjadikan mereka pemimpin dan tauladan bagi mereka untuk di ikuti. Padahal orang kafir dengan orang islam yang macam ini mereka menghinakan orang islam yang macam ini. Inilah golongan kedua.

 

Golongan Ketiga : Ahli Ibadah

 

Umat islam yang beriman dan rajin ibadah. Mereka puasa, haji, umroh, bayar zakat, tapi tidak mau dakwah, tidak mau melanjutkan kerja Nabi saw. Mereka merasa kerja dakwah itu bukan kewajiban, tapi itu hanya kerja nabi saw, kerja kyai, bukan kerja umat. Merasa cukup dan tenang dengan keadaan dia, merasa aman dengan amal-amal ibadah dia. Mereka marasa dengan ibadah mereka saja cukup untuk masuk surga. Bahkan banyak dari golongan ahli ibadah ini mereka ibadah haji tiap tahun, umroh tiap tahun. Tapi kalau diajak dakwah tidak mau sama sekali, merasa paling bener. Kalau umat islam yang macam ini dia hanya mau ibadah saja tidak mau dakwah, kalau terjadi perang dengan orang kafir maka mereka akan dibantai habis oleh orang kafir. Tidak ada pertolongan Allah bagi mereka, karena tidak ada janji Allah bagi yang hanya ibadah saja. Kalau ada bencana maka merekapun akan terkenah bencana. Sebab dalam hadits Allah swt pernah memerintahkan malaikat untuk menurunkan adzab ke satu kampung yang banyak maksiat dan kemungkaran dilakukan oleh penduduk kampung. Allah swt perintahkan kepada malaikat untuk menurunkan adzab dimulai dari ahli ibadah dikmapung tersebut karena hatinya tidak terkesan terhadap kemaksiatan yang terjadi. Hatinya tidak tergerak untuk mengingatkan orang berbuat yang makruf dan meninggalkan yang mungkar. Diam saja, sibuk sendiri asik ibadah sendirian saja tanpa memperdulikan orang lain, ini Allah marah, bikin Allah swt murka. Padahal dia ahli ibadah. Malaikat bingung bagaimana menurunkan adzab di kampung tapi masih ada orang yang taat dan kuat ibadahnya, bingung malaikat. Tapi justru Allah swt perintahkan untuk mengadzab kampung dimulai dari tempat ahli ibadah tersebut asbab hatinya yang tidak terkesan terhadap maksiat orang lain, tidak ada kerisauan atas orang lain yang bermaksiat.

 

Orang yang ahli ibadah macam ini yang sibuk ibadah bersendirian saja, ini bukanlah dari sifat atau karakter dari umat Nabi Muhammad saw. Sedangkan karakter umat nabi saw ini adalah dia melanjutkan daripada usaha kenabian. Yaitu mendakwah menyeru manusia kepada Allah swt, dan golongan yang ketiga ini tidak mau dia berdakwah kepada manusia. Merasa cukup saja dengan ibadah sendirian saja, tidak memikirkan orang lain. Jika ahli ibadah ini berhadapan dengan orang kafir tidak akan ada pertolongan dari Allah swt, pasti diporak porandakan. Sering kita dengar di berita negeri-negeri orang islam hancur, dibantai, ditindas, oleh orang kafir. Kenapa ? asbab tidak ada dakwah, sibuk sendiri aja ibadah tidak risau sama kemaksiatan yang terjadi disekelilingnya. Banyak umat islam dimana mana tersiksa, dihinakan, disembelih hak-haknya, disakiti, dikoyak harga dirinya. Mereka umat islam hari ini disebut sebagai teroris, penebar teror, pengacau, sumber masalah, dibenci dimana-mana. Ini disebabkan karena kelemahan umat islam tidak mau mengerjakan dakwah. Kehinaan yang menimpa umat islam ini tidak terjadi kepada umat kristen atau budha atau hindu, tidak hanya kepada umat islam saja. Asbab apa ? dari sebab memilih untuk ibadah saja tidak mau melaksanakan amal dakwah.

 

Para Ahli dan tokoh islam menganalisa kenapa umat islam mundur, selalu kalah, terbelakang, dihinakan dimana-mana. Maka mereka mengadakan seminar-seminar, dan diskusi-diskusi untuk mengetahui akar masalah dari umat islam ini. Kesimpulan mereka adalah ternyata ini terjadi akibat umat islam lemah dari segi ekonomi, perdagangan, milter, science, teknologi, intinya lemah dari segi keduniaan. Mereka melihat seolah-olah kehidupan orang kafir itu benar. Padahal kehidupan orang kafir itu bukan kehidupan yang benar, tapi umat islam malah mengaguminya. Mereka kagum terhadap pencapaian orang kafir dalam bidang science, teknologi, ilmu pengetahuan.

 

Maulana Saad katakan :

 

“Science dan Technologi itu membuat orang yakin bahwa segala sesuatu ini terjadi bukan karena Allah swt.”

 

Kemajuan dalam bidang ilmu pengetahuan dan teknologi ini ujung-ujungnya adalah membuat orang yakin bahwa segala sesuatu yang terjadi di alam ini bukan karena Allah swt, peran Allah swt ditiadakan. Jadi ini bahaya sekali menghilangkan peran Allah dalam setiap pengajaran ilmu pengetahuan dan science dan teknologi.

 

Science Sebab Turunnya Hujan :

 

Ketika air laut disinari matahari, karena panas matahari maka airnya menguap ke udara, lalu jadi awan. Awan ditup oleh angin ke udara yang dingin, mengembun jadi titik air baru turun hujan.

 

Inilah asbab musabab dalam ilmu pengetahuan science yang dipelajari, tidak ada faktor Allah swt, tidak ada nama Allah swt disebutkan. Bahwa segala sesuatu yang terjadi ini bukan karena Allah swt, peran Allah swt dihilangkan. Walaupun buku pelajarannya tebal-tebal tapi tidak ada satupun peran Allah swt disebutkan. Bahwa segala sesuatu terjadi ini karena faktor alam, siklus nature. Orang yang menekuni ilmu pengetahuan dan science itu ujung-ujungnya keyakinannya sama seperti Atheis, tidak percaya Tuhan. Orang kalau sudah atheis, tidak percaya tuhan, susah diajak untuk meyakini yang ghaib atau tidak nampak. Lihat kehidupan orang orang yang ahli ilmu pengetahuan, mereka sibuk membuat kritikan kritikan terhadap agama. Mereka mempertanyakan kenapa Tuhan begini dan kenapa Tuhan begitu, mengkritik Tuhan ? seolah oleh mereka merasa lebih benar dari Allah swt. Sampai berani menyalahkan Allah swt dari kebodohannya karena tidak mengenal Allah swt. Kita jangan ikuti kehidupan mereka itu yang tidak mengenal Allah swt. Kalau kita masih ikuti mereka ini namanya kita tertipu.

 

Keyakinan Orang Atheis :

 

  1. Kalau terjadi gempa bumi ini disebabkan gesekan lempengan bumi. Sehingga teradi goyangan pada tanah. Tidak ada peran Allah bagi mereka, mereka menolak pendapat bahwa yang menggoyangkan bumi ini adalah Allah. Mereka tidak paham karena kebodohan mereka. Mereka meyakini segala sesuatu ini ada proses alami.

 

  1. Kalau terjadi musibah longsor, gunung meletus, tsunami, atau banjir ini di bilang bencana alam.

 

Padahal alam ini bisa apa ?

 

  1. Bumi tidak akan bergoyang kalau tidak ada perintah Allah
  2. Gunung tidak akan meletus kalau tidak ada perintah Allah
  3. Laut tidak akan menjadi Tsunami kalau tidak ada perintah Allah
  4. Hujan tidak akan menjadi banjir kalau tidak ada perintah Allah

 

Semua ini terjadi karena ada perintah Allah. Alam ini tidak bisa berproses sendiri, karena segala sesuatu terjadi di alam ini ada amr Allah swt, ada perintah Allah swt nya. Bahkan di dalam Al Quran Allah swt sampaikan sampai jatuhnya daun dari pohon ini berdasarkan perintah Allah swt. Orang kafir tidak paham perkara ini, malah ikut-ikutan belajar kepada mereka. Kita orang islam malah belajar kepada orang kafir, ilmu-ilmu yang menyesatkan kita dari Allah swt. Dalam segala kejadian alam ini faktor Allah swt tidak disebutkan. Peran Allah swt tidak ada menurut logika dan keyakinan mereka yang tidak kenal Allah swt. Inilah ujung dan kesimpulan dari ilmu pengetahuan science dan teknologi.

 

Teknologi itu tidak bisa membahagiakan manusia hanya alat saja. Kalau kita perhatikan teman kita yang memakai HP, setiap ada keluar model baru beli lagi, keluar baru lagi beli lagi, begitu terus. Pusing harus mengumpulkan uang untuk beli lagi, beli lagi, tidak ada kepuasan. Melihat yang HP lama susah hati, karena sudah ada yang baru. Apa bahagia kayak gitu ? Ada masalah tetap susah walaupun HP bagus, baru, teknologinya mutakhir. Bahkan tidak sedikit akhirnya HP dijual untuk bantu selesaikan masalah. Apa bisa bahagia kayak gitu ? tidak bisa teknologi membahagiakan manusia. Bahagia ini akan datang hanya dengan agama. Yang bisa membahagiakan manusia ini hanya agama. Teknologi ini hanya bisa merangsang kebahagiaan saja, padahal belum tentu bahagia juga. Setelah punya biasa-biasa saja. Bahkan banyak orang punya teknologi kayak HP malah tambah susah, malah tidak ada privacy, tambah susah karena terlalu mudah dijangkau, jadi ketauan pergerakannya. Orang yang punya mobil bagus pingin beli mobil lebih bagus lagi, tapi setelah punya biasa-biasa saja tidak bahagia. Bahkan kalau ada masalah tetap saja susah. Saya melihat ada mobil mercedes benz yang mahal dan mewah, tapi di dalamnya ada perempuan lagi nangis. Nangis didalam Kemewahan, ini aneh. Seharusnya dalam kemewahan itu bahagia, tapi kenyataannya malah susah, ini fakta. Jadi teknologi tidak bisa memberikan kebahagiaan. Satu-satunya yang bisa memberikan kebahagiaan adalah agama.

 

Walaupun orang itu miskin, tapi kalau ada agama pasti Allah swt bahagiakan. Jadi golongan yang ketiga ini adalah umat islam dia beramal : sholat, puasa, zakat, dan Haji, tapi dia tidak mau dakwah. Maka orang yang semacam ini kalau berhadapan dengan kekuatan kafir akan habis, kalah, hancur. Pantas saja jika umat islam hari ini berpikir kenapa dimana-mana umat islam ini dikalahkan dan dihinakan. Padahal asbab tidak ikut dakwah.

 

Golongan yang ke empat : Ahli Ibadah dan Ahli Dakwah

 

Golongan yang ke empat ini adalah umat islam yang kuat ibadahnya, tapi kuat juga dakwahnya. Disamping rajin ibadahanya, dia juga buat korban untuk agama, sebagaimana para sahabat ra. Golongan yang ke empat ini mereka mencontoh daripada kehidupan para sahabat ra yaitu ibadah juga dan dakwah juga. Maka golongan ini Allah swt muliakan, bahkan orang kafir takut kepada mereka. Kalau umat islam ini berdakwah sebagaimana sahabat ra maka orang kafir akan memuliakan umat islam, bukan menghinakan. Keadaan umat islam akan dirubah oleh Allah swt , dari hina menjadi mulia, dari lemah menjadi kuat, dari kalah menjadi menang.

 

Para musuh musuh islam ketika itu jangankan berhadapan dengan Umar RA, mendengar nama Umar RA saja sudah gentar. Sampai sampai ada kelakar dikalangan masyarakat romawi ketika itu, andaikata anaknya nangis atau bandel maka ibunya akan berkata : awas umar datang, maka seketika itu juga anak tadi langsung ddiam ketakutan. Begitu besar kharisma Umar RA dimata orang kafir, asbab apa ? ada ibadah dan dakwah.

 

Sekarang umat islam yang hanya ibadah saja jadi lemah di mata orang kafir. Orang kafir tidak memuliakan dia, tapi menghinakan dia. Sedangkan orang islam yang ibadah dan dakwah selalu ditolong oleh Allah swt. Walaupun mereka miskin sebagaimana sahabat ra, Sahabat ra ketika ditinggal nabi saw hanya 124.000 orang saja, dibanding penduduk jakarta 8 juta orang. Tapi di jumlah yang minoritas ini mampu menaklukkan rome dan persia. Mereka mampu menaklukan negara negara yang dibawah kendali rome dan persia seperti yaman, mesir, jordan, turkey, palestine, dan syiria, jatuh semua di kuasai para sahabat ra. Saking mulianya para sahabat ra ketika itu mesir yang dibawah kendali romawi dikalahkan oelh para sahabat ra. Mereka bangsa mesir ini merupakan keturunan dari bangsa qibti, bagsanya firaun, tapi bisa berubah dibawah pemerintahan para sahabat ra. Mereka mengaku sebagai bangsa arab dan bahasanya bahasa arab yang mereka pakai. Inilah kekuatan sahabat ra. Padahal mereka bangsa qibti tapi ngakunya bangsa arab, bahasa ada bahasa qibti tapi mereka pakai bahasa arab. Ini asbab apa ? dakwahnya para sahabt ra dan Iqromnya para sahabat ra. Begitu juga orang al jazair dan marocco dulunya disebut sebagai orang barbar. Tapi asbab dakwahnya para sahabat ra mereka dikategorikan sebagai bangsa arab dan berbahasa arab. Jadi asbab dakwah para sahabat ra ini, bernegeri negeri masuk islam. Padahal jumlah sahabat cuman 124.000 saja. Sekarang umat islam ini jutaan bahkan miliaran, tapi tidak ada satupun negara yang ramai-ramai masuk islam.

 

Hari ini tidak ada bangsa yang kagum kepada umat islam, yang ada hanya kehinaan, dimana mana umat islam dihina dan ditindas. Jadi kalau umat islam ini mau mulia dan ditinggikan lagi derajatnya maka ikuti Nabi saw dan para sahabat ra. Mereka Nabi saw dan para Shabat RA ini mereka ahli ibadah dan ahli dakwah. Sekarang ini banyak di dalam islam ini aliran aliran, sekte sekte, dan partai partai. Keadaan ini membuat orang islam awam bingung karena masing-masing merasa benar dalam mengamalkan agama. Orang awam bingung mana islam yang bener, harus ikut yang mana karena masing masing merasa benar dan paling baik. Padahal kalau kita ingin mentest, untuk mengetahui mana yang bener mudah cara mengetahuinya. Islam yang bener itu para sahabat ra, yang sudah jelas dapat stempel radhiallahu anhum dari Allah swt. Allah swt ridho dengan keislaman mereka para sahabat ra. Jadi kalau sekarang ada yang mengaku-ngaku islamnya paling bener, coba dicocokkan dengan para sahabat ra, matching tidak, sama tidak. Kalau cocok persis seperti sahabat ra itu baru benar. Kalau salah jangan di ikutin, tinggalkan. Jangan kita bingung dengan pengakuan firqoh firqoh yang mengaku ngaku kelompoknya paling murni islamnya, paling asli, paling benar. Kita cocokkan saja dengan para sahabat ra nanti akan kelihatan mana yang bener, mana yang asli, mana yang murni. Kalau tidak cocok berarti tidak benear, karena yang benar itu sahabat ra.

 

Karakteristik para sahabat RA itu adalah mereka ibadah dan dakwah. Mereka juga berkorban untuk dakwah, tidak minta upah bahkan ucapan terima kasih sekalipun. Korban dakwah dengan diri sendiri dan biaya sendiri. Kalau umat islam ini begerak dakwah seperti ini dengan diri dan harta sendiri, ini baru bener ikut para sahabat ra. Kalo sibuk dakwah tapi gak mau korban ini golongan apa ini ? ini golongan gak bener. Sebab yang bener adalah yang dikerjakan oleh sahabat ra yaitu korban dengan harta dan diri sendiri. Kalu tidak seperti sahabat ra, ketemu orang kafir pasti dibantai habis.

 

Maulana Yusuf katakan andaikata umat islam mau mengikuti daripada geraknya dan korbannya oara sahabat ra, maka tidak ada sesuatu kekuatanpun yang bisa mengalahkan mereka. Kekuatan kayak bom nuklir atau bom atom tidak ada artinya di mata sahabat ra, tidak bisa memberi manfaat atau mudharat, tidak akan ada pengaruh. Ini karena para sahabat ra yakin bahwa manfaat dan mudharat itu datang dari Allah swt. Dan para sahabat ini yakin bahwa pertolongan Allah swt bersama mereka sehingga tidak ada satu kekuatanpun yang mereka takuti. Mereka tidak gentar dengan kekuatan dan keuasaan orang kafir walaupun mereka minoritas dan terbelakang secara keduniaan.

 

Khalid bin walid ketika mau diracuni oleh orang kafir dengan racun yang mematikan, diminum saja oleh Khalid bin walid ra tanpa ada rasa khawatir. Khalid dengan keimanannya mempunyai keyakinan bahwa racun tidak bisa mematikan, hanya mahluk yang tidak bisa mendatangkan manfaat atau mudharat. Hanya Allah swt yang keuasa menghidupkan atau mematikan bukan racun. Setelah diminum oleh khalid bin walid ra, racun tersebut tidak bisa mematikannya, bahkan malah menyembuhkan penyakit yang diderita khalid bin walid ra. Racun yang seharusnya mematikan malah mendatangkan manfaat asbab imannya sahabat ra. Bukannya membunuh racun tersebut malah jadi obat.

 

Maka kita perlu mengikuti sahabat ra, kita rubah kehidupan dan iman kita sebagaimana kehidupan dan iman sahabat ra. Sahabat Ibadah dan dakwah, maka kita ikuti kita ibadah dan dakwah juga. Jangan kita sibuk ibadah sendirian saja. Kita korban untuk dakwah nanti Allah swt akan muliakan kita, Allah swt akan selesaikan masalah masalah kita. Menjelang hari kiamat golongan ini akan Allah nampakkan ketinggian dan kemuliaannya. Asbab golongan ini islam akan tersebar kembali dan musuh-musuh islam akan Allah swt taklukkan melalui golongan ini. Kita inilah perintisnya dari golongan ini nanti dengan dakwah dan ibadah. Semua yang dikerjakan dalam dakwah ini bisa dipertanggung jawabkan, karena semua lengkap ada quran dan haditsnya. Hanya orang bodoh saja yang mengatakan ini sesat ini bid’ah. Kalau dia pandai pasti ketemu ayatnya, tidak ada dalam di dakwah ini yang kita amalkan tidak mengikuti Quran dan Hadits. Mereka yang menyalahkan dakwah ini tidak mengkaji betul-betul tentang dakwah ini, kalau benar dikaji tapi Allah swt tutup hatinya dari kebenaran. Dakwah dan Tabligh ini adalah amal para sahabat Nabi saw, Kalau mau memahami amal dakwah ini lihat sahabat ra. Mau mengamalkan agama lihat sahabat ra. Baru nanti Allah swt nampakkan kebenaran.

 

Jadi untuk menyelamatkan diri kita dan umat tidak ada jalan lain selain bangkit dalam usaha ini, korban dengan harta dan diri. Jika kita ikuti sahabat ra dalam ibadah dan dakwah, dengan harta dan diri sendiri, maka kita akan menjadi golongan yang ke empat bersama para sahabat ra. Orang dakwah ini jangankan yang 4 bulan atau lebih dari itu, baru keluar 40 hari aja tidak akan silau dengan kemajuan orang kafir. Beda sama yang belum keluar mereka akan terkesan, terpedaya, silau dengan kemajuan dunia orang kafir. Inilah kebodohan namanya menyanjung nyanjung orang kafir dan keduniaannya. Berangkat 4 bulan di jalan Allah swt nanti Allah swt akan bukakan mata hati kita dan akal kita. Tidak perlu pendidikan tinggi tinggi, cukup keluar 4 bulan nanti Allah swt yang kasih kecerdasan dan kebijakan, lebih pinter dari orang yang belajar tinggi tinggi di sekolah. Sebetulnya kalau kita paham, Dakwah ini adlah lembaga pendidilan tertinggi di dunia. Tidak ada satu universitaspun yang mampu mengalahkan pendidikan dakwah ini, kenapa ? karena universitas tersebut tidak mengenalkan Allah swt. Lembaga pendidikan macam apa yang tidak kenal pada Allah dan tidak mau taat kepada Allah swt, sholat berjamaah saja tidak mau. Merasa sudah sarjana tapi tidak kenal Allah dan tidak mau taat kepada Allah swt.

 

Jika kita mau latih diri kia berangkat setiap tahun 4 bulan maka nanti Allah swt akan kecilkan dunia untuk kita. Maksudnya apa ? segala sesuatu urusan dunia ini Allah swt mudahkan untuk kita. Kalau iman kita sudah tinggi maka kita tidak akan silau dengan kemajuaan keduniaan siapapun. Seperti para sahabat ra itu tidak silau dengan keduniaannya rome dan persia. Andaikan sahabatr disuruh memilih antara menjadi kaya atau menjadi miskin, mereka akan memilih menjadi miskin karena imannya kuat tidak silau sama keduniaan. Sedangkan iman kita remang remang, cita citanya malah pingin kaya beda denganc sahabat ra. Nabi saw juga begitu milih miskin. Jangan ngaku iman kuat tapi berbeda dengan pilihan Nabi saw dan sahabat ra. Pinging kaya terus, mimpi jadi orang yang muda hura hura, tua kaya raya, mati masuk surga, ini mimpi namanya, kebodohan, dan kejahilan. Orang beriman itu kalau kuat imannya inginnya mengikuti semua pilihan Nabi saw dan Sahabat termasuk kemiskinannya. Kalau tidak kuat sama pilihan Nabi saw dan para sahabat ra ini imannya remang-remang namanya, iman lemah. Iman yang kuat itu lebih memilih kemiskinan daripada kaya, begitulah pilihan Nabi saw dan para sahabat ra. Siapa yang pingin kaya ? yang pingin kaya itu firaun, qorun, namrutz, hamman, dan antek-anteknya, itu golongan yang pingin kaya.

 

Syekh Abdul Wahab : Hilangkan itu keinginan untuk menjadi kaya dan menjauhi kemiskinan. Taqwa itu datang dari mujahaddah nafsu keduniaan termasuk ingin menjadi kaya.

 

Miskin dan Kaya itu ujian dari Allah swt. Namun ujian kekayaan ini lebih berbahaya dari ujian kemiskinan.

 

Abu Bakar RA katakan : Kami ketika di uji dengan kemiskinan dapat bertahan, tapi ketika di uji dengan kekayaan hampir-hampir kami tidak bisa bertahan.

 

Ujian kekayaan itu lebih berbahaya daripada ujian kemiskinan, kenapa ? ini karena yang datang ke tempat judi dan tempat maksiat itu tidak ada orang miskin, semuanya orang kaya. Kalau ada istilah berantas kemiskinan, ini salah. Nabi saw berdoa minta miskin kok malah kita mau berantas, yang ada kita berantas kekayaan mustinya karena bertentangan dengan keadaan nabi saw dan lebih mendekati kepada kemaksiatan. Ini yang benar kalau dari kaca mata iman. Nabi saw tidak suka jika kita ini berpedoman kepada orang kafir bukan kepada sunnah nabi saw dan para sahabat ra. Orang islam sekarang asbab lemahnya iman bukan berpedoman kepada nabi saw, tapi malah berpedoman kepada orang barat. Kalau ikut orang barat merasa maju, merasa benar. Kalau ikut nabi merasa tertinggal, merasa lemah, hina. Padahal kehidupan yang mulia itu adalah kehidupan Nabi saw dan para sahabatnya.

 

….حَسَنَةٌ أُسْوَةٌ اللَّهِ رَسُولِ فِي لَكُمْ كَانَ لَقَدْ
“Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu uswatun hasanah (suri teladan yang baik) bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah.” (ahzab : 21)

 

 

Laqad kaana lakum fi uswatun hasanah : Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu uswatun hasanah, suri teladan yang baik.

 

Jadi kehidupan Nabi saw ini adalah contoh yang paling baik, tidak ada kehidupan yang lebih mulia dari kehidupan nabi saw. Bukan cara barat atau cara amerika atau eropa, tapi hanya cara Rasullullah saw. Dakwah ini adalah cara rasullullah saw.

 

Maka siapkan diri kita untuk ikut Nabi saw . Insya Allah.

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: