Buyaathaillah's Blog

Targhib Keutamaan Sahabat RA vs Umat Akhir Zaman

ÔÇőBAGAIMANA PERASAAN KITA JIKA MENDAPATKAN UCAPAN CINTA DARI RASULULLAH*
Mari kita simak dan renungkan tulisan dibawah ini ­čĹç
1) Apa kiranya perasaan Abu Bakar Ash Shiddiq r.a saat Nabi´Ě║ bersabda, “Andai kuambil kekasih di antara insan, pasti kujadikan Abu Bakar sebagai Khalilku.”
2) Apa kiranya perasaan ‘Umar bin Khattab r.a saat dia berpamit ‘umrah dan Nabi´Ě║ bersabda padanya, “Jangan lupakan kami dalam do’amu duhai saudaraku tersayang.”
3) Apa kiranya perasaan ‘Utsman bin Affan r.a saat membekali pasukan Tabuk dan Nabi´Ě║ bersabda, “Tiada yang membahayakan ‘Utsman apapun setelah ia lakukan ini.”
4) Apa kiranya perasaan ‘Ali bin Abi Thalib r.a tatkala Nabi´Ě║ bersabda, “Bahwasanya kedudukanmu di sisiku laksana Harun di sisi Musa, tapi tiada Nabi sesudahku.”
5) Apa kiranya perasaan Thalhah r.a saat Nabi´Ě║ bersabda, “Siapa yang ingin melihat syahid yang masih berjalan di atas bumi, lihatlah Thalhah.”
6) Apa kiranya perasaan Az Zubair r.a saat Rasulullah´Ě║ bersabda, “Setiap Nabi memiliki Hawari, dan Hawariku adalah Zubair bin ‘Awwam”
7) Apa kiranya perasaan Abu ‘Ubaidah r.a saat Nabi´Ě║ bersabda, “Setiap ummat memiliki Amin, dan orang kepercayaan ummat ini adalah Abu ‘Ubaidah.”
8) Apa kiranya perasaan ‘Abdurrahman bin ‘Auf r.a saat dirinyalah dimaksud oleh sabda Nabi´Ě║ kepada Khalid bin Al Walid r.a, “Jangan cela sahabatku. Demi Allah andai kalian berinfak emas seberat gunung Uhud, hal itu tidak akan menyamai shadaqah segenggam atau setengah genggam tepungnya.”
9) Apa kiranya perasaan Mu’adz bin Jabal r.a, di saat Rasulullah´Ě║ bersabda padanya, “Wahai Mu’adz, demi Allah, aku benar-benar mencintaimu.”
10) Apa kiranya perasaan Ibnu ‘Abbas r.a, saat Nabi´Ě║ merengkuh dan mencium kepalanya lalu berdo’a, “Ya Allah faqihkan dia dan ajarkan tafsir padanya.”
11) Apa kiranya perasaan Ubay bin Ka’ab r.a, saat Nabi´Ě║ berkata padanya, “Allah memerintahkanku untuk membacakan Surat Al Bayyinah ini kepadamu”, hingga dengan wajah berseri-seri dia bertanya, “Ya Rasulullah, benarkah Allah menyebut namaku kepadamu?”  dan Nabi´Ě║ menjawab, “Benar.”
12) Apa kiranya perasaan Abu Musa Al Asy’ari r.a, di saat Nabi´Ě║ bersabda, “Esok datanglah menjumpaiku, aku ingin mendengarkan bacaan Qur’an-mu.”
13) Apa kiranya perasaan ‘Aisyah r.a, saat Nabi´Ě║ menyebut namanya tanpa ragu di urutan pertama, kala ditanya  ‘Amr, “Siapakah yang paling engkau cintai Ya Rasulullah?”
14) Apa kiranya perasaan Ibnu Mas’ud r.a, kala betis kecilnya ditertawakan; maka Nabi´Ě║ bersabda, “Betis itu di sisi Allah lebih berat dari Uhud.”
15) Apa kiranya perasaan ‘Ukasyah r.a, saat disebut 70.000 orang masuk ke surga tanpa hisab dan Nabi´Ě║ berkata, “Engkau termasuk di antara mereka.”
16) Apa kiranya perasaan Bilal bin Rabah r.a, saat Nabi´Ě║ bersabda, “Ceritakan padaku hai Bilal, ‘amal apakah yang paling kau jaga dalam Islam, sebab sungguh aku mendengar bunyi terompahmu di surga?”, lalu dia menjawab dengan tersipu, “Menjaga wudhu’ dan dua raka’at syukur atas wudhu.”
17) Apa kiranya perasaan orang-orang Anshar, di kala Nabi´Ě║ bersabda, “Jika manusia memilih jalan melalui sebuah lembah, sedang kaum Anshar mengambil suatu celah, niscaya aku turut serta di celah yang dilalui para Anshar. Ya Allah rahmatilah Anshar dan anak-cucu kaum Anshar.”
Apa kiranya perasaan para sahabat, yang mereka berjumpa Nabi´Ě║ pada petang dan pagi, berjalan mengiringi beliau, memperoleh senyum dan do’anya?
Apa kiranya perasaan kita saat kelak bertemu Nabi´Ě║ dan para Sahabatnya?

***

“Aku rindu….aku rindu….” Kata Rasulullah´Ě║ ketika sedang duduk bersama para Sahabatnya
Dan Sahabatpun bertanya, “Kepada siapa engkau rindu Ya Rasulullah?”
“Aku rindu kepada saudara-saudaraku.”
“Bukankah kami ini saudara-saudaramu Ya Rasulullah?”
“Kalian sahabat-sahabatku dan aku mencintai kalian, namun aku rindu kepada saudara-saudaraku.”
“Siapa mereka Ya Rasulullah, yang engkau panggil mereka dengan sebutan saudaramu dan engkau rindukan itu?”
Rasulullah´Ě║ menjawab, “Mereka adalah ummatku kelak, yang belum pernah melihat wajahku, belum pernah bertemu denganku, belum pernah berbincang-bincang denganku, tapi mereka merindukanku, mereka melanjutkan perjuanganku, dan tak jarang mereka meneteskan air mata karena menahan rindu padaku, Aku rindu pada mereka dan aku ingin bertemu dengan mereka.”

***

Blog di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: