Buyaathaillah's Blog

Bayan Maulana Saad Al Khandalawi : Syarat dalam Dakwah

Sudut pandang manusia tergantung dr pd usahanya. Bila usahanya mencari dunia dan ketenaran, maka setiap amalnya akan d liat dr sudut pandang utk meningkatkan kemulyaaan dirinya, dia inilah yg disebut keriyaan. Sedangkan kalau usahanya mencari ridho Allah maka setiap usahanya akan dilihat dr sudut pandang melihat kekurangan amalnya dan sibuk memperbaiki diri. Takut amalnya tidak diterima oleh Allah. Inilah taqwa, takut kpd Allah ketika sendirian tdk ada yg liat. Kalau orang malu berbuat dosa ketika d liat orang, maka dosa takutnya d lihat mahluk lebih besar dr kesalahannya berbuat dosa. Malu maka tanda iman. Usman ra ketika mandi malu shg tdk membuka bajunya. Ketika ditanya kan tdk ada yg liat maka dia bilang Allah liat sy. Inilah ihsan. Ketika seseorang hilang malunya kpd Allah maka perlahan2 Allah akan hilangkan malunya kpd mahluq.

taqwa mempunyai 4 jaminan dr Allah :

1. Akan d beri jalan keluar ketika ada masalah Auf bin malik d tahan oleh musyrikin mekah, d ikat. Maka ras saw mengutus seseorang utk menyampaikan auf membaca la Haula wala quata illabillah. Ketika d baca maka auf terbebas dr ikatan bahkan membawa ternak2 orang musyrikin ke medinah.

2. Ditolong Allah dengan bertentangan dng akal

3. Rizky nya akan datang dr arah yg tdk d duga2

3. Allah swt akan mengampuni dosa2nya dan melipat gandakan pahalanya

Apa itu dakwah? Dakwah adalah mengajak manusia kpd Allah dan menjauhkan manusia dari goirullah. Dan dakwah adalah utk diri sendiri dengan mengajak orang maka dia yg terajak. Sama seperti Petani menghasilkan panen utk dirinya, pedagang menghasilkan untung buat dirinya, pekerja menghasilkan gaji bukan utk tuannya walaupun tuannya mendapatkan manfaat dr hasil kerja nya tp manfaat gaji buat dirinya. Dai walaupun hasil kerjanya banyak orang dapat manfaat tetapi hidayah utk dirinya sendiri. Sebagaimana secara sunatullah padi hanya bisa dihasilkan dengan kerja pertanian d sawah, maka secara sunnatullah hidayah hanya bisa dihasilkan dengan kerja dakwa d tengah2 umat sebagai lahan nya. Sebagaimana pertanian padi ada syarat tertibnya mencontoh petani2 yg telah sukses misalnya membajak tanah, menaruh benih, mengalirkan air, memberi pupuk, menjaga dr hama dll baru ada panen. Satu tertib ditinggalkan maka panen akan gagal. Begitu juga dakwah harus ikut orang yg telah sukses memanen hidayah yaitu cara ras saw dan kilafah rasyidin. Klo cara lain d pakai maka bukan kebaikan yg tersebar malah ke rusakan ke mudharatan yg tersebar.

1. Syarat pertama dakwah adalah tdk melihat keburukan orang tetapi melihat kebaikan2 orang dan bersangka baik setiap orang punya potensi d selamatkan. Petani yg jijik dengan lumpur tdk akan dapat panen. Petani kerja d tengah lumpur atas benih dlm lumpur yg akan hasilkan beras. Allah menunjukan sifat Shafiq (penyayangnya) melalui orang orang pendosa, lalu siapakah kita membenci mereka sedangkan Allah mau mengampuni dan menyayangi mereka melalui dakwah dng kasih sayang kita. Orang yg putus asa pada pendosa dan menganggap dia sudah tidak bisa diperbaiki maka dosanya disisi Allah lebih besar daripada si pendosa itu sendiri.
2. Syarat kedua tidak boleh mencari kemungkaran dalam diri orang lain. Orang yg cari2 dosa orang lain maka Demi Allah orang ini lebih hina dan menjijikkan dari si pembuat dosa. Sabda nabi orang islam ini lebih mulia dari ka’bah dan ka’bah lebih mulia dr semua masjid makanya ketika ada badui kencing di masjid nabi biarkan dia. Apabila kita cari keburukan orang maka akan menyebabkan perlombaan cari keaiban orang. Contohnya “Ok kamu ketemu aib saya satu ,saya cari aib kamu 3”. Maka umat akan rusak dan hancur dengan sebab ini. Badui kencing d masjid banyak sahabat melihat badui tersebut menodai kesucian masjid dan siap menghukum dia. Tp ras saw melihat kebaikan orang ini datang ke masjid utk menerima dakwah dr ras saw. Kenajisan yg ditimbulkan orang ini selesai dng menyiramkan air bukan masalah besar, dan dng dakwah ras saw yg lemah lembut kasih sayang, orang badui tsb mengajak 1 kampung masuk islam. Kita hari ini melihat keburukan2 orang bahkan mencari2 aib orang lalu d sebarkan maka Wallahi, dosa kita lebih besar dr orang tsb dan Allah tdk akan jadikan kt sebagai asbab hidayah bagi orang tsb dan bahkan sebelum kita mati Allah akan menjadikan kita melakukan dosa yg sama seperti orang yg kita buka aibnya.
3. Syarat ketiga jangan sampai nahi mungkar kita menimbulkan kemungkaran yg lebih besar. Contohnya satu orang sahabat minta izin mau zina, kalau saja ketika itu nabi galak dan marah2 kepada dia mungkin sahabat itu akan terjerumus dalam zina.

Untuk mengajak kebaikan tidak ada rukhsoh misalnya mengajak sholat semua boleh tetapi untuk mencegah kemungkaran ada 3 tahapan rukhsoh dengan tangan, dng lisan, dng hati artinya tdk semua orang bisa d cegah kemungkaran nya dng tangan, bisa2 bila dng tangan maka akan ada kemudharatan lebih besar yg muncul misalnya pecah hati, bahkan2 bisa2 saling bunuh. Umar ra mendengar suara nyanyian dr 1 rumah, maka umar mau mencegah dng tangan hukumah yg dia miliki. Dia lompati pagar rumah orang tsb, lalu masuk tanpa idzin dng maksud tangkap tangan lalu dia gunakan lisan nya utk memarahi orang tsb. Maka kata orang tua tsb wahai Amirul mukminin sy buat 1 dosa tetapi km buat 3 dosa. Dng lompat pagar pdhl Allah perintahkan harus lewat pintu, tanpa idzin padahal Allah perintahkan ucapkan salam, lalu mencari aib padahal Allah suruh menutup aib. Maka umar ra menangis dan malu sampai menutup kepalanya dng kainnya. Dia mengampuni orang tua tsb pdhl dalam minum arak ada hud nya (hukuman) kenapa ?. Karena kesalahan minum arak tsb wujud dr mencari aib, maka dng d hukum akan menyebarkan aib org tsb.

Maulana Ilyas mengatakan tabligh ini bukan menyampaikan maklumat,bicara saja koar2 tapi tabligh ini adalah memasukkan agama ke dalam hati. Orang akan mudah terkesan apabila dia masuk ke dalam masjid.

Orang islam hari ini tau kefardhuan amal tapi tidak tau kefardhuan iman. Kefardhuan iman itu apa? Kefardhuan iman adalah tanda2 iman. Maka lihat di hadis tanda2 iman dan selalu cocokkan dengan diri kita.

Kata nabi orang beriman seperti satu jasad. Kalau ada satu anggota sakit,maka seluruh jasad merasa sakit. Kalau anggota jasad ada yg lumpuh maka tidak bisa lagi merasakan sakit. Umat hari ini banyak yg lumpuh. Lihat maksiat tidak rasa apa2 lagi.

Kita harus dakwah dengan mujahadah. Apa itu mujahadah?
Mujahadah bukan siapa paling jos tapi mujahadah itu buat sesuatu sesuai sunnah. Itulah mujahadah yg sebenarnya. Sepertimana mencari ilmu itu fardhu menyebarkan ilmu dengan bergerak juga sama fardhunya. Orang islam hari ini tau cari ilmu itu fardhu maka semangat belajar tapi tidak mau sampaikan ilmu dengan bergerak. Maka kita ini buat dakwah bukan buat belajar usaha agama saja. Kalau kita cuma mau belajar nanti kalau kita sudah 4 bln dan pintar dakwah kita tidak mau dakwah lagi. Tapi maksud dakwah adalah menggerakkan seluruh umat sehingga semua manusia kerja agama. Untuk itu perlu istiqomah terus menerus tingkat kan pengorbanan. Siapa yg siap 6 bln setiap tahun ?

Iklan

Blog di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: