Buyaathaillah's Blog

Mudzakarah Nasehat Akhlaq dalam Pilkada dan Pilpress

Allah swt berfirman :

“Hai orang-orang yang beriman, janganlah sekumpulan orang laki-laki mencela kumpulan yang lain, boleh jadi yang dicela itu lebih baik dari mereka. Dan jangan pula sekumpulan perempuan mencela kumpulan lainnya, boleh jadi yang dicela itu lebih baik. Dan janganlah suka mencela dirimu sendiri dan jangan memanggil dengan gelaran yang mengandung ejekan. Seburuk-buruk panggilan adalah (panggilan) yang buruk sesudah iman dan barangsiapa yang tidak bertaubat, maka mereka itulah orang-orang yang zalim “ (QS. Al Hujuraat :11)

Dari Fadhalah bin Ubaid radhiallahu’anhu, ia berkata: Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda ketika haji wada:

“Maukah aku kabarkan kalian tentang ciri seorang mukmin, Yaitu orang yang orang lain merasa aman dari gangguannya terhadap harta dan jiwanya.”

“muslim adalah orang yang orang lain merasa selamat dari gangguan lisan dan tangannya.”

“Mujahid adalah orang yang bersungguh-sungguh dalam ketaatan kepada Allah.”

“Muhajir (orang yang hijrah) adalah orang yang meninggalkan kesalahan-kesalahan dan dosa”

(HR. Ahmad).

STOP HOAX dan Saling Mencaci sesama Muslim. Mari sekarang kita jaga kehormatan seorang muslim.

Allah swt berfirman :

“Dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai-berai, dan ingatlah akan nikmat Allah kepadamu ketika dahulu (masa Jahiliyah) bermusuh-musuhan, maka Allah mempersatukan hatimu, lalu menjadilah kamu karena nikmat Allah orang-orang yang bersaudara.” (QS Ali Imran:103)

La tafarraqu : Jangan kalian berpecah

Nabi saw bersabda : “… jika umatku sudah saling mencaci maka jatuhlah mereka dari pandangan Allah swt.”

(potongan hadits HR Hakim dan Tirmidzi dari kitab Durrul Mantsur)

“Sesungguhnya Allah murka kepada orang yang berperangai jahat dan berlidah kotor.”
(HR. Tirmidzi)

“Orang mukmin itu bukanlah orang yang suka mencela, bukan yang suka melaknat, bukan yang berperangai jahat, dan bukan pula yang berlidah kotor.”
(HR. Tirmidzi).

“Jagalah dirimu dari siksa neraka walau hanya dengan memberika sebutir kurma. Maka, barang siapa yang tidak mampu, hendaklah menggantinya dengan ucapan yang mulia”
(HR. Bukhari dan Muslim).

“Sesungguhnya orang yang di dalam mulutnya tidak ada Al-Qur’an bagaikan rumah yang runtuh”
(HR. Tirmizi, Ahmad, dan Darimi)

“Tidak ada sesuatu yang lebih berat dalam timbangan amalannya seseorang mu’min besok pada hari kiamat daripada baiknya budipekerti dan sesungguhnya Allah itu membenci kepada seorang yang kotor serta rendah kata-katanya – yakni yang senantiasa memperbincangkan kemesuman, kejahatan dan Iain-Iain.”
(HR. Tirmidzi)

“Barang siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaknya berbicara baik atau diam”
(HR. Bukhari dan Muslim).

“Artinya : Apabila seseorang dari kalian marah, hendaklah ia diam.”
(HR. Bukhari, Ahmad).
“Jauhkanlah dirimu dari prasangka buruk, sebab prasangka buruk adalah ucapan yang paling bohong.”
(Muttafaq Alaihi)

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: