Buyaathaillah's Blog

Bayan Masturot Maulana Shamim 

Bayan Masturot Maulana Shamim
   Assalamualaikum wr. wb.
  dakwah ini mengikut sertakan bukan hanya laki-laki, tetapi wanita dan anak-anak juga. Semua dibawa oleh Nabi Saw dalam kerja dakwah. Sejarah membuktikan dalam setiap zaman yang nabi-nabinya dibantu oleh istri-istri mereka dalam kerja dakwah, maka kerja dakwahnya maju. Sedangkan Nabi-nabi yang tidak dibantu oleh istri-istri mereka maka dakwahnya sulit tersebar. Begitu besar kerja dakwah ini, maka Alloh Swt nampakkan pengorbanan kaum wanita yang sangat banyak di jaman Nabi Saw. Terciptanya orang-orang besar menurut sejarah ini asbab adanya pengorbanan wanita. Nabi Musa AS. menjadi besar asbab dari pengorbanan ibunya. Begitu pula diwujudkannya kembali Ka’bah ini asbab adanya pengorbanan wanita yaitu siti Hajar R.ha.
 Alloh Swt tidak menjadikan kaum wanita Nabi-nabi, tetapi Alloh. muliakan wanita dengan melahirkan Nabi-nabi AS. Para Nabi AS menjadi besar asbab tumbuh dari pangkuan wanita. Orang melahirkan tanpa bapak, ini bisa saja terjadi, tetapi orang lahir tanpa ibu, ini tidak mungkin terjadi. Isa AS lahir tanpa ayah, tetapi tanpa ibu tidak mungkin lahir. Apabila kepahaman agama ada pada kaum wanita, lalu mereka ikut terlibat dalam kerja dakwah ini, maka agama akan mudah tersebar. Alloh Swt ciptakan wanita ini dari tulang rusuk laki-laki. Dari tulang rusuk laki-laki sebelah kiri yang lebih dekat kepada hati. Inilah sebabnya wanita ini lebih dekat kepada laki-laki. Dan kaum wanita ini Alloh Swt berikan kemampuan, yaitu apa yang dia inginkan di rumahnya, maka itulah yang akan di jalankannya. Sebagaimana siti Hawa R.ha punya keinginan, maka adam AS. pun akhirnya mengikuti keinginan istrinya, yang akhirnya menyebabkan mereka dikeluarkan dari surga oleh Alloh Swt. Asiyah R.ha istri dari Firaun, menyampaikan keinginannya kepada Firaun agar bayi Nabi Musa AS ini jangan dibunuh. Padahal Firaun sadar bahwa bayi inilah yang nanti akan menghancurkan kerajaannya. Maka kalau dia tidak bunuh bayi Nabi Musa AS ini, suatu saat nanti akan menggulingkannya. Asbab mencari bayi Nabi Musa AS ini, Firaun membunuh 70.000 bayi setiap tahunnya. Bayi yang tanpa dosa dibunuh oleh bala tentara Firaun, tetapi dengan sekali bujukan Asiyah R.ha, mampu meredam keinginan Firaun untuk membunuh bayi Nabi Musa AS ini.
 Alloh Swt memberikan kekuatan kepada kaum wanita ini yang bisa membuat kaum laki-laki dengan sekali perkataan dapat mengikutinya. Ini karena apa wanita ini lebih dekat ke hati kaum laki-laki. Jadi kaum wanita ini apabila meminta kepada suaminya untuk dibelikan sesuatu di pasar, lalu tidak cocok, maka mereka mampu membuat suaminya bolak balik kembali ke pasar berpuluh-puluh kali. Inilah kelebihan kaum wanita atas suaminya, bisa membuat suaminya mengikuti apa pun permintaan dari istrinya. Apabila wanita ini mempunyai keinginan yang tidak baik, bisa-bisa di rumahnya tidak ada orang yang akan melaksanakan sholat asbab keinginannya tersebut. Namun kalau mereka punya keinganan yang baik, maka mereka pun bisa mengirim laki-laki mereka yang ada di rumah mereka keluar di jalan Alloh Swt. Jadi membentuk fikir kaum wanita ini sangatlah penting sekali, karena merekalah yang mengendalikan rumah kita. Untuk meluruskan fikir wanita ini dan jazbah semangat wanita ini ke arah agama, di sinilah pentingnya kita buat taklim rumah. Kerja kaum wanita inilah yang akan membentuk suasana agama di rumah tersebut. Walaupun laki-lakinya seorang yang sholeh dan alim, tetapi kaum wanitanya tidak ada agama, maka suasana rumah akan mengikuti fikir kaum wanita tersebut. Apabila wanita di rumah ini tidak beragama, maka anak-anak pun, generasi berikutnya juga tidak akan beragama. Jika ini yang terjadi, maka kita tinggal menunggu waktu saja agama keluar dari rumah dan kehidupan kita. Untuk bisa membentuk fikir wanita dan membuat suasana agama di rumah, maka di sinilah tanggung jawab laki-laki tersebut.
 Ketika kaum wanita telah memberikan banyak pengorbanan untuk agama, maka agama akan cepat berkembang dan maju, sebagaimana yang terjadi di zaman Nabi Saw. Maka yang pertama kali menerima, memberi pengorbanan, dan memberi dorongan kepada Nabi Saw adalah seorang wanita yaitu istri beliau, Khadijah R.ha. Ketika Nabi Saw pertama kali menerima wahyu di goa Hira’, maka ketika pulang dalam keadaan ketakutan beliau bilang kepada istrinya, “Selimuti aku…selimuti aku.” Kemudian setelah diselimuti , Khadijah R.ha bertanya, ada apa gerangan wahai suamiku.” Nabi saw katakan dengan ketakutan, celaka aku…celaka aku. Maka Khadijah R.ha menghibur suaminya, Demi Alloh wahai suamiku, Alloh swt tidak akan menghinakan kamu. Bukankah engkau adalah orang yang suka membantu orang yang dalam kesusahan, membantu fakir miskin, mencintai anak yatim.” Nabi Saw ditarghib oleh Khadijah R.ha dengan menyebutkan kebaikan-kebaikan Nabi Saw. Orang yang seperti ini kata khadijah R.ha tidak mungkin dihinakan oleh Alloh Swt. Bahkan setelah itu untuk menenangkan Nabi Saw, khadijah mengajak Nabi Saw bertemu dengan kerabatnya yaitu ahli kitab bernama Waraqah bin Naufal. Setelah menceritakan kejadian yang dialami oleh Nabi Saw, maka Waraqah bin Naufal memberikan kabar gembira kepada Nabi Saw bahwa dia akan menjadi nabi bagi umat ini. Khadijahlah yang pertama kali beriman kepada Nabi Saw. Bahkan sebagai seorang wanita yang kaya raya beliau beriman kepada Nabi Saw. Khadijah R.ha katakan kepada Nabi Saw, “Wahai suamiku aku serahkan seluruh harta kekayaanku ini kepadamu. Maka gunakan lah seluruh hartaku ini sesuai dengan kehendak Alloh Swt. Harta Abu Bakar RA yang habis di jalan Allah ini datangnya kemudian, yang pertama mengorbankan harta di jalan Alloh Swt ini adalah Khadijah R.ha. Bahkan dengan pengorbanan para wanita di jaman Nabi Saw, banyak orang besar Islam memeluk Islam asbab pengorbanan mereka. Seperti,
 Ikrimah RA putra dari Abu Jahal masuk Islam asbab dakwah istrinya

Umar RA masuk Islam asbab taklim adik perempuannya

Utsman RA masuk Islam asbab dakwah bibinya

 

Begitulah di zaman Nabi Saw, setiap yang wanita beriman menjadi dai Allah Swt. Sebagaimana kaum laki-laki setelah mereka beriman kepada Nabi Saw, mereka langsung melakukan kerja dakwah, begitupula dengan kaum wanita. Mujahadah yang dialami para Sahabat RA dalam berdakwah, juga dialami oleh kaum wanita. Dalam keadaan yang sangat susah para sahabiyah juga mengambil tanggung jawab dakwah yang sama dengan laki-laki. Mereka pun ikut berperan dalam membantu Dakwah Nabi Saw.

Blog di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: