Buyaathaillah's Blog

Bayan Hadratji Maulana Saad Al Khandalawi : Menyikapi Ikhtilaf

Dalam Dakwah ini yang kita cari Qobuliat bukan Qobiliat. Penerimaan bukan Kemampuan. Banyak Amal tapi tidak diterima maka sia sia. Nasehat nabi kepada Muadz jaga keikhlasan dalam amal walaupun sedikit tapi ikhlas maka itu mencukupi.

Hendaknya kita memeriksa apa yang mendorong kita beramal. Jika murni krn Allah inilah yang dikehendaki. Tapi jika amal tsb didorong krn mencari keuntungan dunia spt krn kesehatan, krn mahsyur, krn riya, maka tertolak. Seorang sahabat bernama guzman berjuang begitu gigih membuat org kagum tp nabi bilang dia penghuni neraka. Knp ? Setelah diketahui ternyata dia berjuang krn demi kehormatan kaumnya bukan krn Allah swt. Padahal kaumnya ini adalah kaum yg mulia yaitu kaum anshor. Ternyata benar kt nabi dlm satu peperangan guzman terluka demikian hebat krn tidak tahan dng rasa sakit dia akhirnya bunuh diri d medan perang.

Hendaknya kita dalam beramal agar kita senantiasa merujuk kepada sirah nabi saw dan sahabat ra. Hendaknya kita merujuk kepada sunnah dalam beramal maka gigit dng graham (mahfum hadits). Bukan krn ikut2an beramal mengikuti figur2 tertentu, tdk demikian.

Ikhtilaf itu sdh ada semenjak kehidupan sahabat ra. Namun sahabat senantiasa menyelesaikan merujuk kpd sirah, petunjuk nabi saw, shg mrk sepakat, maka tdk ada permusuhan. Co : kisah wafatnya nabi menimbulkan ikhtilaf. Umar keliling kota bilang akan memenggal leher org yg bilang nabi telah wafat. Abu bakar berdiri berkata dlm quran Allah swt berfirman bahwa nabi itu hanya nabi sbgmna nabi2 yg telah berlalu jika dia wafat apakah kamu akan berpaling. Maka semua sahabat sepakat dng abu bakar menyandarkan pendapat mrk kepada pendapat abu bakar. Bukan ikut2an kpd figur ini saja atau figur itu saja, tidak, tetepi krn merujuk kpd sirah dan dalil. Begitu pula ikhtilaf dng pemakaman nabi, maka sahabat merujuk kpd sirah bahwa para nabi dikuburkan di tempatnya. Maka semua sahabat meletakkan pendapatkannya kepada sirah, selesai masalah.

Keamiran pun jg melihat sirah. Dalam sirah org islam tidak boleh tidak punya amir. Dalam hadists bukhari dijelaskan gamblang : tdk halal bagi 3 org walaupun hanya tinggal mrk d muka bumi untuk hidup tanpa amir diantara mereka. Hadits : jika kalian bersafar hendaknya ada amir diantaranya. Bagaimana mungkin kerja dakwah yang membawa jutaan umat tidak ada amir. Inilah kitab baabul imarah. Tidak mungkin kita menegakkan syariat dengan meninggalkan syariat.

Dalam ijtimaiyat hendaknya kita menjadi :

1. Pemaaf lapang dada bukannya menjadi org yg sempit. Seorang dtg bw pedang k leher nabi ditanya siapa skrg yg akan menyelamatkan kamu nabi bilang Allah. Pedang jatuh maka diambil nabi ditanya balik. Org tsb minta pengampunan kpd nabi maka nabi ampuni dilepaskan. Ini kpd org kafir apalg kepada saudara kita.

2. Mahabbah kpd semua. Perintah memberikan salam kepada org yg dikenal dan yg tidak dikenal.

3. Hindari Suudzon kpd saudara kita. Ini akan menghilangkanrasa saling percaya diantara kita. Jika rasa saling percaya ilang maka ijtimiyat akan pudar. Jika ijtimaiyat ilang maka tdk akan ada pertolongan allah. Pertolongan allah ada dalam ijtimaiyat dalam jemaah.

4. Jika suudzon dibiarkan maka dia akan meningkat menjadi Tajjassus. Maka jauhilah prasangka. Prasangka itu adalah kebohongan yg plg besar kt nabi. Nanti setelah prasangka dia akan tajasus cari2 kesalahan, yg gak ada jadi ada. Dari tajasus jadi fitnah. Ini urutan dr al quran. Shg ghibah menjadi fitnah tersebar dikalangan ummat. Inilah muflis yaitu org bangkrut kt nabi saw. Dia dtg membawa berjuta2 kebaikan seumur hidupnya buat agama tp diakhir hayatnya dia tajasus,menyakiti si fulan, Ghibah, maka kebaikannya ditransfer semua kpd org yg d ghibahi, bukan sampe di situ dosa2 si fulan di tranafer kpd dia. Pahala ilang dosa bertambah asbab ghibah akhirnya diseret ke neraka.

5. Pentingnya Tabayun. Kisah bani mustalik. Asbab org munafik mencegat utusan nabi memberi berita hoax akhirnya terjadi salah paham hampir perang. Nabi kirim utusn k Bani mustalik utk menarik zakat. Tapi org fasik cegat utusan bilang bahwa bani mustalik gak mau bayar zakat padahal tidak spt itu bahkan mrk semangat mau bayar zakat. Org fasik bilang ini bani mustalik mau bunuh utusan nabi maka utusan pulang lapor nabi. Akhirnya nabi nusyawarah dng sahabat putus kirim pasukan siap memerangi bani mustalik yg tdk mau bayar zakat. Ditengah jalan turun wahyu yg menegur nabi utk tabayun berita dr org fasik. Maka br nabi kirim utusan lg ternyata itu hoax. Hendaknya kita dalam menerima berita kita tabayun lebih dahulu jangan ditelan bulat2. Andaiakta tdk ada ayat tabayun apa yg terjadi satu kabilah bisa habis dibantaii.

6. Hendaknya dalam beramal bersandar kpd Allah. Berat krn tdk bersandar kpd Allah. 8 malaikat penyangga aras keberatan ketika disuruh menyangga aras pdhl besarnya malaikat luar biasa antara kuping k bahu 500thn perjalanan. Lalu allah swt bilang ucapkan la haula wala quwwata illa billah… baru malaikat kuat menyangga arasy. Takaza masyeikh berat tp sandarkan kpd allah la haula wala quwwata illa billah insya allah jd ringan.

7. Jangan bersandar kpd kekuatan kita nanti yg dtg kesulitan demi kesulitan. Contoh kisah sulaiman as. Sulaiman allah swt anugerahkan mempunya kekuatan yg bs menundukan angin binatang manusia bahkan jin sekalipun. Nyari mutiara di laut dan dan perbendaharaan lain ini sulaiman menggunakan pasukan jin. Nabi sulaiman punya istri 100 org. Kekuatan fisiknya luar biasa bisa menggauli 100 istrinya dalam satu malam. Sulaiman punya niat pingin punya anak laki2 utk disiapkan menjadi mujahid dr 100 istrinya. Tapi nabi sulaiman lupa mengucapkan insya allah dlm ber azam shg tdk ada satu istripun yg hamil. Maka nabi katakan mahfum hadits andaikata saudaraku mengucapkan insya allah dlm berazam maka Allah swt akan berikan anak laki2 yg menjadi mujahid besar dr setiap istrinya.

8. Jaga sifat taat. Perang uhud kemenangan berubah menjadi kekalahaan asbab tidak taat dlm jemaah. 300 yg pisah dr 1000 tdk membahayakan tp yg bahaya yg ikut dlm jemaah tdk mau taat. Dalam ketaatan ada pertolongan Allah swt.

9. Taat spt anjing pemburu. Syarat dlm ilmu fiqih menjadi halal anjing pemburu jika ada 2 sifat : dilepas dng bismillah lalu anjing ini 1. Ketika menggigit buruannya dia tdk makan walaupun sedikit. Jika tdk buruan nya jd bangkai haram dimakan. 2. Jika disuruh kejar di kejar, di suruh berhenti dia berhenti, disuruh balik dia balik sempurna ikuti perintah tdk nambah2 atau mengurangi. Anjing haram menjadi alat buru bs jadi halal buruannya. Jangan ngakal2in arahan ini bs jd kecacatan dlm perintah yg halal jd haram.

10. Ketidak taatan Iblis asbab kedudukan. Iblis gagal taat asbab memandang kedudukan diri dia. Ana choiru minhum. Dia melihat kemuliaan dirinya dan memandang kekurangan adam as.

11. Belajar ketaatan org anshor. Anshor dr awal selalu pasang badan tp dia tdk pernah protes kalau tdk dapet jatah perang. Bahkan org baru khalid muhajirin di jadikan amir jemaah bukan anshor mrk tdk pernah protes. Walaupun amirnya org baru bukan dr kalangan mrk org anshor tdk protest.

12. Ketaatan sahabat kpd nabi melebihi keluarganya. Asbab cintanya sahabat kpd nabi saw siap memenggal kepala ayahnya.

______________________________________

Dalam dakwah ini setiap keputusan akan mempunyai potensi terjadinya 2 perkara :

1. Perbedaan (Ikhtilaf)
2. Perselisihan

Jika terjadi perbedaan maka 2 cara nabi saw ajarkan :

1. Dijelaskan langsung paham
2. Dijelaskan tapi tidak paham2, sampai mati terus kita beri penjelasan.

Masalah itu adalah tatkala yang terjadi perselisihan bukan perbedaan. Jika perselisihan melihat kepada :

1. Figur maka ini akan terus ada pertentangan

2. Sirah Nabi dan Sahabat maka ini akan ada pertolongan Allah swt.

Dalam Sirah itu yang ada keamiran. Setiap Amir mempunyai Syuro. Namun tidak semua syuro jadi Amir. Amir secara bergiliran hanya ada di masa perang. Tidak mungkin kita Menegakkan yang Haq tapi tifak mengikut daripasa Sirah Nabi saw dan Sahabat RA.

Dakwah itu membentuk Ummat. Bagaimana caranya :

1. Dalam Ibadah : Sholat berjamaah

2. Dalam Dakwah : Musyawarah

Sebagaimana Sholat kita ikut kepada imam / amir maka dalam musyawarahpun kita juga ikut keputusan amir. Maka dasar terbentuknya ummat ini adalah ketaatan.

3 ujian ketaatan :

1. Berdasarkan Kedudukan : Malaikat sujud kepada Adam atas perintah Allah swt kecuali Iblis. Iblis tergelincir karena merasa lebih baik dari adam. Iblis salah tawajjuh dia tawajjuh ke Adam AS sehingga melihat kekurangan adam AS bukan Tawajjuh kepada Allah swt.

2. Berdasarkan keinginan : Ketika perjanjian Hudaibiyah para Sahabat RA sudah siap melaksanakan umroh menghadapi segala konsekwensi termasuk siap perang. Namun perjanjian hudaibiyah di setujui berat sebelah, remuk hati sahabat tapi tetap taat. Sahabat ingin pergi tp dilarang, keinginan berhadapan dng ketaatan sahabat dahulukan ketaatan. Ujian meninggalkan yang haram bagi orang beriman itu mudah tapi ujian meninggalkan yang halal itu sulit. Umroh itu ibadah yg mulia tp ditinggalkan dengan perjanjian berat sebelah. Inilah ujian ketaatan berdasarkan keinginan

3. Berdasarkan kebiasaan : Ketika wahyu merubah arah kiblat terjadi dalam shalat semua sahabat yg imannya kuat langsung berbelok dr masjidil aqsa ke masjidil haram. Namun yg imannya lemah dia menunda2 tidak mau merubah arah kiblat. Inilah ujian ketaatan berdasarkan kebiasaan

Maka kita dalam dakwah ingin mencapai ketaatan para sahabat RA dalam perkara sami’na wa Atho’na, kami dengar kami taat.

Maka untuk perkara ini kita harus terus buat pengorbanan sampai ke level yang Allah swt mau. Tanpa ujian ketaatan seseorang tidak akan mungkin sampai ke level yg Allah swt kehendaki.

Maka agar ummat tetap dalam keadaan bersatu dalam ijtimaiyat, hendaknya kita jangan membicarakan :

1. Khilafiyah

2. Politik

3. Aib / Ghibah

4. Status / Kedudukan

Setiap terjadi perselisihan maka kita sebagai orang lama harus berlapang dada yang luas. Jangan asbab 1 kesalahan kawan kita sehingga kita melupakan 1000 pengorbanan yang sudah dia buat. Apapun kesalahannya kita harus bisa memaafkan ini lah ajaran Nabi Saw.

Iklan

Blog di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: