Buyaathaillah's Blog

Mudzakaroh Maulana Saad Al Khandalawi : Tertib dan Ijtimaiyat

Nasehat 1 : Tertib vs Peraturan
Tertib itu hubungannya dengan petunjuk atau arahan bagi orang yg mencari hidayah. Menyebarkannya dengan kelembutan.

Undang2 itu hubungannya dengan perintah bukan arahan. Melaksanakannya harus dengan kekerasan, ancaman, dan hukuman.
Kelembutan itu hubungannya dengan kenabian, sedangkan kekerasan atau kekasaran tidak ada hubungannya sama sekali dengan kenabian.
Ushul dakwah itu untuk ditaati bagi yang mencari hidayah. Namun bagi yg tidak mentaati bukan untuk dimarahi diancam apalagi dihukum, tapi diberi pengertian. Bagaimana caranya yaitu dengan mudzakaroh. Sebagaimana kisah seorang badui kencing dimesjid, sama nabi dibiarin selesai kencingnya. Setelah selesai baru dikasih pengertian atau mudzakaroh oleh nabi saw. Dalam menghadapi hal ini kecilkan masalahnya jangan dibesar-besarkan. Bagi nabi tinggal mengambil air lalu dibersihkan sudah beres masalahnya, jangan dibesar besarkan.
Rasullullah saw bersabda aku kepada kalian ini seperti ayah kepada anaknya. Maksudnya apa ? Dakwah itu harus dengan kasih sayang, beri pengertian dengan cara yg baik, ada masalah jangan dibesar besarkan.
Nasehat 2 :
Allah swt perintahkan kepada Nabi Saw untuk suka memaafkan. Apabila ada seseorang menyalahi agama perintahnya adalah memohonkan ampun untuknya, istighfar untuknya. Apabila ada seseorang menyalahi dirinya atau menyakiti dirinya perintahnya adalah memaafkannya.
Nasehat 3 :
Tatkala seseorang berbuat kesalahan tapi tidak ada satu orangpun membicarakannya maka yang muncul adalah suasana kebaikan.
Namun apabila sesorang berbuat kesalahan lalu dibicarakan, diramaikan, dibesar besarkan, maka yang ada suasana keburukan.
Kebiasaan para sahabat ra ini adalah mereka suka saling menceritakan kebaikan. Sehingga ketika bertemu nabi saw yg diceritakan sahabat ini kaya punya kelebihan amalan ini dan itu, maka sahabat miskin minta kebaikan yg bs melebihi mereka. Nabi kasih amalan sehingga yg kaya tau akhirnya mereka berlomba dalam kebaikan. Ketika itu yang nampak suasana kebaikan saja. Semua menyebarkan kebaikan dan pingin jadi yg lbh baik. Sedangkan kesalahan tidak nampak dikehidupan mereka, karena apa tidak ada yg membuka keburukan, disembunyikan bukan diramaikan atau dibesar besarkan.
Nasehat 4 :
Sehingga nabi saw sabdakan bahwa ghibah ini lebih buruk dari zina. Sahabat heran kok bisa ? padahal zina ini dosa yg begitu besar. Padahal dosa syirik saja apabila dia bertobat maka Allah kuasa untuk mengampuni. Namun kalo org ghibah ini dia minta ampun langsung kepada Allah, ini tidak bisa. Jadi tatkala orang berbuat salah jangan kita besar besarkan ataupun jangan kesalahannya kita cari cari.
Kisah sahabat RA :
Suatu ketika umar RA sedang ronda, dalam perjalanan umar ra mencurigai sebuah rumah. Maka dia langsung lompat memasuki rumah orang tersebut. Tatkala masuk kerumah orang tersebut umar terkejut ternyata dia menjumpai seorang tua sedang meminum minuman keras. Umar lalu berkata kamu adalah orang yg terburuk aku jumpa malam ini. Udah tua bukan ingat mati malah berbuat dosa. Ini adalah pemandangan terburuk yg aku jumpai malam ini. Namun orang tua itu membalas wahai umar kamu tidak kalah buruknya :
1. Kamu datang tidak melewati pintu yang seharusnya. Sedangkan Allah swt perintahkan untuk memasuki rumah dari pintu2nya.
2. Allah swt perintahkan kamu agar tidak mematai matai saudaramu mencari cari keburukan saudaramu, sementara kamu melakukan sebaliknya.
3. Allah swt perintahkan kamu untuk memasuki rumah saudaramu dengan izin. Sementara kamu memasuki rumahku tanpa izin.
Asbab ini Umar menutup mukanya dan keluar dr rumah orang tua itu dengan menangis. Umar menangis bukan karena dipermalukan tetapi menangis krn shock dengan ucapan orang tua itu. Umar menangis akan kesalahannya sendiri khawatir kesalahannya itu tidak diampuni Allah swt.
Asbab kejadian ini orang tua tsb tifak pernah hadir dalam majelis umar ra untuk beberapa waktu lamanya. Sampai akhirnya suatu ketika orang tua itu datang dng perasaan waswas. Dia takut jangan2 nanti umar akan mengumbar kesalahannya didepan umum. Maka tatkala umar melihatnya dia memanggil orang tua itu dan berbisik, semenjak malam itu aku tidak pernah membicarakan kejadian tersebut kepada siapapun. Lalu orang tua itu balik berbisik kepada umar wahai amirul mukminin semenjak malam itu sampai hari ini aku tidak pernah menyentuh minuman keras lagi.
Inilah pelajaran apabila kesalahan ditutup maka disitulah akan ada islah atau perbaikan. Apabila kesalahan atau keburukan diumbar dan dibesar besarkan maka tidak akan ada islah tapi yang ada kebathilan tersebar melalui ghibah. Itulah mudharat koran dan tv sebagai media dakwah kebathilan.
Inilah sunnah khulafaur rasyidin yaitu menutup aib orang lain.
Nabi saw katakan kepada sahabat janganlah kalian menceritakan keburukan temannya kepadaku kepadaku karena aku ingin bertemu dengan semua orang dalam keadaan hatiku bersih. Inilah ushul yg penting dalam dakwah. Hendaknya para pekerja dakwah jangan mengadukan keburukan temannya.
Nasehat 5 :
Hayatus Sahabah ini adalah sarana bimbingan kita dalam tarbiyah. Maka kisah hayatus sahabah ini harus betul2 di perhatikan bagi para pekerja dakwah. Apabila kita tidak memperhatikan kehidupan sahabat ini maka pikiran2 atau watak2 buruk akan muncul dalam kehidupan kita. Sehingga dakwah ini akan jalan menurut cara yang bukan cara Dakwahnya Nabi saw dan para Sahabat RA. Kisah sahabat ini dibacakan agar kehidupan kita dapat mengikuti kehidupan dan qualitas para sahabat.

Nasehat 6 :
Asbab ijtimaiyat :

1. Kelembutan

2. Memaafkan

3. Istighfar untuk orang lain

4. Musyawarah

Nasehat 7 :
Nabi saw memberitahu seorang calon penghuni surga kepada sahabat. Maka sahabat pergi cari tahu ttg org tsb bukan karena dengki atau untuk mencari keburukan2nya tidak, tapi untuk syukbah mengambil pelajaran dan kebaikan dari orang tsb.

Nasehat 8 :
Dibalik musyawarah ini ada Nusrotullah. Hendaknya musyawarah ini dibuat umumi. Musyawarah ini bukan perintah2, sehingga akhirnya malah bikin org yg dlm musyawarah ini jadi merasa besar. Rasullullah ini musyawarah umumiyat shg sangking menyatu rasullullah dng umum sampai2 org2 baru, datang nyari nabi saw tdk mengenalinya krn begitu menyatunya nabi secara umumiyat bukan musyawarah khusus dng pembesar2 saja. Inilah yang diinginkan musyawarah secara umum shg tdk nampak perbedaan2 mana yg jumidar mana yg bukan. Bukan malah menjadi raja2 kecil dalam musyawarah. Kita ajak semuanya dalam musyawarah, disatukan dalam musyawarah inilah dakwah.

Nasehat 9 :
Rasullullah saw itu sebetulnya tidak perlu bermusyawarah karena ada wahyu. Namun begitu Allah swt perintahkan nabi saw untuk bermusyawarah. Sesungguhnya yang berhajat pada musyawarah ini adalah kita2 ini. Nabi yg menerima wahyu saja bermusyawarah, tapi kita2 ini tidak menerima wahyu disuruh musyawarah malah gak mau. Sahabat katakan aku tidak melihat seseorang yang bertanya atau bermusyawarah melebih nabi saw, sedikit2 nanya pendapat dan usul sahabat ra pdhl nabi maksum, paling cerdas, menerima wahyu.

Nasehat 10 :
Allah swt memberi nusroh dan ilham asbab musyawarah. Adzab mau turun tertahan asbab musyawarah. Adzan itu asbab musyawarah nabi saw dan para sahabat ra. Ada yg usul terompet, gendang, dll tp semua ditolak oleh nabi saw krn menyerupai org yahudi nasrani dan majusi. Asbab musyawarah besoknya Allah swt kasil ilham melalui mimpi.
Asbab kerisauan dan mujahaddah maka Allah swt kirim malaikat ajarkan lewat mimpi cara adzan. Musyawarah ini harus dng kerisauan dan pengorbanan, datang sendiri ke musyawarah jangan kirim orang dan jangan lewat email.
Apabila ada masalah dalam musyawarah tidak harus diputuskan saat itu juga.

Nasehat 11 :
Musyawarah ini untuk menyatukan usulan2 yg berbeda2 menjadi satu. Jika masalah ijtimaiyat diselesaikan secara musyawarah ijtimaiyat. Masalah infirodho diselesaikam dng musyawarah infirodhi. Jangan masalah ijtimaiyat diputuskannya melalui  musyawarah infirodhi. Kumpulkan semua orang secara ijtimaiyat tunggu sampai semuanya berkumpul baru selesaikan masalah ijtimaiyat.
Suatu ketika sahabat ra kelaparan dalam perjalanan ada salah satu org kaya ingin ikrom lalu pergi secara infirodhi kepada nabi memberi usul agar dia diperbolehkan memotong untanya agara para sahabat bisa makan. Nabi saw membolehkannya setelah bermusyawarah dng org kaya. Maka tatkala mo motong untanya umar lewat lalu dng marah bertanya apa yg mau kamu lalukan. Si orang kaya bilang dia sdh dapat izin nabi dan sdh musyawarah dng nabi saw. Maka ini yang terjadi jika masalah ijtimaiyat dibawa dalam musyawarah infirodhi maka yang akan terjadi perpecahan dan pertengkaran. Maka umar bw orang kaya tadi menghadap nabi saw. Umar ra protes kpd nabi saw terhadap hasil keputusan. musyawarah infirodhi tadi. Umar katakan kalo unta ini dipotong setiap sahabat kelaparan maka habis nanti transportasi kita dalam perjalanan. Maka nabi saw bertanya kepada umar apa usulnya, Umar sampaklikan kumpulkan semua makanan para sahabat lalu nabi berdoa minta kpd Allah swt agar diberikan keberkahan. Maka usul umar diterima. Nabi saw kumpulkan semua makanan para sahabat ra lalu nabi berdoa maka para sahabat membawa ember2 kantong2 untuk mengambil keberkahan dr doa nabi saw. Semua tangki kantong ember itu penuh semua dng makanan2 asbab keberkahan doa nabi saw. Bahkan saking penuhnya makanan2 di kantong2 ember2 dan tangki2 itu sisanya masih banyak lagi.
Inilah musyawarah ijtimai gunanya utk menyelesaikan masalah ijtimai. Tapi masalah ijtimai diselesaikan secara musyawarah infirodhi maka hasilnya perpecahan. Padahal musyawarah itu asbab keberkahan.

Nasehat 12 :
Amal kebaikan yang dibuat dengan semangat lalu ditinggalkan asbab keputusan musyawarah itulah yang namanya ketaatan. Sebaliknya jika seseorang tetap memaksa menjalankan amal kebaikan dan meninggalkan hasil keputusan musyawarah itu namanya kemaksiatan. Setan ini pintar dia mendorong mendorong orang kepada suatu amal kebaikan padahal dibalik amal itu kemaksiatan. Semangatnya utk kebaikan tapi hasilnya kemaksiatan, kenapa ? Krn tdk sesuai dng hasil keputusan musyawarah. Ini bukan amal tapi kemaksiatan.
Dijaman umar ra ada seorang wanita tawaf lalu terlihat sama umar ra dipanggil agar tawafnya dihentikan takut mengganggu org lain diganti dng amal dirumah saja. Maka tatkala umar ra wafat sesorang dtg kepada wanita tadi dan bilang bahwa org yg menyuruh kamu agar tidak thawaf itu sdh meninggal km tdk perlu mengikuti perintahnya lagi. Maka si wanita itu bilang apakah aku akan menjadi orang yg taat ketika unar hidup lalu menjadi orang yg bermaksiat ketika umar mati, tidak. Inilah contoh sesorang yg mengorbankan amal kebaikan demi ketaatan.
Maksiat ini sumbernya hawa nafsu sdgkan amal ini sumbernya mujahaddah atas nafsu. Amal krn hawa nafsu ini jadinya riya atau tdk ikhlas. Amal yg riya atau tdk ikhas ini akan tertolak. Jadi bagaimana yg benar ? Amal itu diletakkan dalam musyawarah. Amal yg diletakkan dalam musyawarah ini gunanya untuk menetralisir nafsu.

Sedangkan amal yg dilakukan dng meninggalkan hasil musyawarah ini adalah hawa nafsu. Sedangkan amal ini adalah mujahaddah atas nafsu. Kalo ada mujahaddah maka akan ada pertolongan Allah. Mujahaddah dalam mengamalkan hasil musyawarah.

Nasehat 13 :
Dalam musyawarah kita tidak boleh memaksakan pendapat kita. Jika kita memaksakan pendapat kita akan muncul sifat menyandarkan diri pada kemampuan kita. Kalo kita sudah merasa yakin sama kemampuan kita maka nanti Allah swt akan cabut pertolongannya. Jangan kita bersandar pada diri sendiri yakin pada diri sendiri ini akan menyebabkan nusrotullah tercabut atau tidak datang.

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: