Buyaathaillah's Blog

Bayan Masyeikh : Maulana Ibrahim Dawla

Maulana Ibrahim Dawla Al Gujarati

Ijtima Tonggi

Maghrib Bayan

30 November 2014

 

Assalamualaikum Wr. Wb

 

Ketika Allah swt ciptakan dunia ini, maka Allah swt jadikan dunia ini tempat untuk menyempurnakan perintah Allah swt. Setiap manusia yang hadir di dunia ini membawa perintah Allah swt untuk disempurnakan, inilah yang namanya tanggung jawab. Jadi menyempurnakan perintah Allah swt di dunia ini adalah tanggung jawab kita. Dunia ini adalah tempat untuk menyempurnakan tanggung jawab.

 

Orang yang sukses hidup di dunia ini adalah orang yang mampu menyempurnakan tanggung jawab.

 

Analogi Anak

 

Walaupun dia anak orang kaya tapi dia adalah anak yang tidak bertanggung jawab, suka menghamburkan uang orang tuanya, maka orang tuanya pun tidak akan suka sama dia. Anak macam ini akan menyusahkan orang tuanya, dan orang tuanyapun tidak suka anaknya seperti itu. Kenapa ? ini karena anaknya tidak amanah, tidak bisa melaksanakan tanggung jawabnya sebagai anak. Anak macam ini akan sering buat orang tuanya marah kepada dia.

 

Analogi Pegawai atau Pekerja

 

Jika seseorang bekerja di suatu kantor, dia amanah dan dia menyempurnakan tanggung jawab dia, maka semua orang kantor atau boss kantornya akan percaya kepada dia. Kenapa ? karena dia orang yang amanah dan mampu menyempurnakan tanggung jawabnya. Jika ada yang mau menitipkan uang, maka dia titipkan kepadanya. Bahkan boss kantornya saking percayanya kepada dia, akan menitipkan kunci perbendaharaan kas atau kunci box uang kantor kepada dia. Ini asbab orang ini amanah dan tanggung jawab.

 

Jadi Allah swt ciptakan dunia ini sebagai amanah kepada manusia, agar manusia menyempurnakan tanggung jawab yang diberikan kepadanya. Siapa saja yang menyempurnakan tanggung jawabnya, inilah yang dinamakan orang yang sholeh. Ornag yang bertanggung jawab, dialah orang yang baik. Namun jika dia tidak bertanggung jawab maka semua orang akan mengatakan orang itu bukan orang yang baik.

 

Walaupun kita sayang kepada anak kita, tapi kalau dia tidak bertanggung jawab maka kita tidak akan suka melihat anak kita seperti itu. Punya anak tapi tidak tanggung jawab, dia pemalas, hidup boros suka menghamburkan uang, tidak taat, tidak amanah, pasti kita akan marah dan tidak suka.

 

Begitu juga kalau kita punya pekerja rumah, dia baik, amanah, kerjanya bagus, bertanggung jawab, maka pasti akan timbul kepercayaan kepada pegawai tersebut. Bahkan kita rela menitipkan kunci rumah kita kepada dia, atau kunci kamar kita, atau kunci brankas kita, kepada dia. Kenapa ? ini karena pekerja kita ini mampu menyempurnakan amanah dan tanggung jawab dia. Begitu pula kalau kita punya pegawai toko, jika dia baik, rajin kerja, amanah, berakhlaq baik, mampu menyempurnakan tanggung jawabnya, maka dia akan kita percaya memegang kunci toko kita, bahkan kunci brankas kita.

 

Lihat lah perbandingannya seorang anak yang kita sayangi bisa kita tidak suka asbab anak itu tidak amanah dan tidak tanggung jawab. Tapi seorang pekerja bukan anak kita bisa kita percayai melebihi anak kita asbab dia amanah dan tanggung jawab. Sampai-sampai kita percayakan ke pekerja macam ni kunci rumah, kunci toko, bahkan kunci brankas. Coba kalau kita kasih kunci brankas ke anak kita, bisa habis isinya, kenapa ? kita tau anak kita ini tidak amanah, dan tidak tanggung jawab.

 

Begitu pula dunia ini adalah tempat untuk menyempurnakan tanggung jawab. Barangsiapa yang mampu menyempurnakan tanggung jawab, maka dialah orang yang baik, orang yang sholeh dimata Allah swt dan dimata manusia.

 

Inilah pelajaran pertama yang harus kita pahami, bahwa hidup di dunia ini kita punya tanggung jawab. Setiap daripada kita mempunya tanggung jawab yang harus kita sempurnakan kepada Allah swt.

 

Kisah Nabi Adam AS

 

Nabi Adam AS di hantar ke dunia ini beserta tanggung jawab yang diberikan kepadanya. Allah swt perintahkan kepada Adam AS, Hawa R.ha, dan Iblis laknatullah alaih untuk turun ke dunia ini.

 

qālahbiṭụ ba’ḍukum liba’ḍin ‘aduww, wa lakum fil-arḍi mustaqarruw wa matā’un ilā ḥīn

 

Artinya :

 

Allah berfirman: “Turunlah kamu sekalian, sebahagian kamu menjadi musuh bagi sebahagian yang lain. Dan kamu mempunyai tempat kediaman dan kesenangan (tempat mencari kehidupan) di muka bumi sampai waktu yang telah ditentukan”.

(QS. Al A’raf : 24)

 

Allah swt sampaikan ke adam AS bahwa kamu akan menghadapi berbagai macam keadaan. Nanti keturunan kalian, bani adam, akan berselisih dan bermusuhan satu dengan yang lain. Ini karena Iblis akan bersama dengan kalian di bumi dan dia akan senantiasa menggoda anak adam agar senantiasa maksiat kepada Allah swt. Keadaan ini Allah swt telah beri tahu kepada Adam AS dari awal waktu. Nanti kalian adam as dan bani adam, akan mengalami berbagai macam kesusahan dan kesulitan. Ini yang pertama.

 

Berikutnya, segala keperluan kamu, akan kamu dapat di bumi ini. Dari khazanah dibumi ini : makan, minum, pakaian, semua keperluan ada tersimpan bagi keperluan anak adam. Kehidupan anak adam di mulai di bumi ini, dan segala keperluannya ada di dalam bumi, begitupula jika meninggal akan dikubur di bumi.

 

qāla fīhā taḥyauna wa fīhā tamụtụna wa min-hā tukhrajụn

 

Artinya :

 

Allah berfirman: “Di bumi itu kamu hidup dan di bumi itu kamu mati, dan dari bumi itu (pula) kamu akan dibangkitkan. (QS. Al A’raf : 25)

 

Seiringnya dikirim Nabi Adam AS kemuka bumi, maka akan ada perintah Allah swt bersama Adam AS dan keturunannya. Jadi Adam AS dikirim ke muka bumi bersama dengan perintah Allah swt yang diamanahkan. Barangsiapa anak adam yang menyempurnakan tanggung jawab ini yang Allah swt berikan, maka dia akan sukses dan berjaya. Barangsiapa yang tidak menyempurnakan tanggung jawab dia akan gagal disisi Allah swt. Walaupun dalam keadaan susah sekalipun hendaknya kita tetap menyempurnakan perintah Allah swt.

 

Inilah pelajaran yang pertama, yaitu menyempurnakan tanggung jawab kita kepada Allah swt. Maka penting kita menentukan kemana hidup kita mau dibawa dan bagaimana umur kita ini mau kita habiskan.

 

Tentukan Hidup kita :

 

  1. Mau dibawa kemana arahnya ?
  2. Waktu mau dihabiskan seperti apa ?

 

Ini karena waktu yang Allah swt berikan akan habis, hidup kita ini ada batasnya di dunia ini. Matahari terbit, lalu tenggelam, malam silih berganti dengan siang, musim dingin akan datang, musim panas akan berlalu, musim silih berganti inilah waktu yang pasti akan berlalu. Hidup ini bukan ditangan manusia, waktu berlalu dan akan habis ada ketetapannya dari Allah swt, tidak ada yang abadi. Begitu dalam majelis agama, ada waktunya, dan majelis itu akan usai. Jadi hidup ini perlu dibentuk dengan hidayah dari Allah swt. Barangsiapa mengikuti petunjuk sesungguhnya dia ada dalam hidayah Allah swt. Tanpa hidayah manusia tidak akan bisa melewati waktu dengan baik. Orang yang hidup tanpa hidayah maka hidupnya akan dipenuhi kesusahan dan kehampaan. Dengan hidayah, sukses dan kejayaan akan datang dalam kehidupan dia. Tanpa hidayah maka kehancuran yang akan datang kepada dia. Hari demi hari orang yang tidak ada hidayah dalam hatinya akan melewati hidup ini dengan kesusahan dan kehampaan. Sehingga di akhir hayatnya dia akan selalu bimbang, gelisah, ketakutan. Kenapa ? ini karena dia di dunia ini dia hidup sesuka dia saja, hidup hanya untuk memenuhi hawa nafsu dia saja. Jauh dari perintah Allah swt, jauh dari petunjuk, kebinasaan akan bersama dia dunia dan akherat. Hanya dengan memenuhi perintah Allah swt maka kehidupan ini akan baik. Sempurnakan tannggung jawab maka Allah swt akan jaga kehidupan kita.

 

Waktu akan terlewati seiring denyutan jantung dan kedipan mata. Jika kita tidak isi waktu kita ini dengan menyempurnakan tanggung jawab, maka waktu akan habis Jauh dari Hidayah Allah swt. Jika jauh dari hidayah Allah swt, hancurlah hidup kita.

 

Barangsiapa menunaikan tanggung jawab dalam penglihatan dia, dalam pembicaraan dia, dalam pendengaraan dia, dalam fikiran dia, dan gerak dia maka kebahagiaan dan kesuksesan akan datang dalam kehidupan dia. Jika dia tidak pedulikan perintah Allah swt, tidak sempurnakan tanggung jawab, hidup sesuka dia, maka di dunia ini Allah swt sudah timpakan kepada adzab dan musibah. Nanti menjelang sakratul maut manusia baru akan tahu apa yang akan dia hadapi, penyesalan atau kebahagiaan.

 

Adam AS terusir dari surga asbab melanggar 1 saja perintah Allah swt. Setalah terusir baru timbul penyesalan dan kesusahan dalam diri Adam AS. Inilah yang dirasakan adam AS, siapa aja yang melanggar perintah Allah swt pasti akan susah hatinya dan akan mengalami banyak penyesalan di dunia ini.

 

Iblis Laknutullah Alaih “Mardud”, terusir dari surga asbab melanggar perintah Allah swt sampai hari kiamat. Iblis merasa asbab Adam AS, dia dihinakan dan tertolak, maka dia ber azam akan menyesatkan seluruh keturunan Adam AS hingga hari kiamat.

 

Qāla fa bimā agwaitanī la`aq’udanna lahum ṣirāṭakal mustaqīm. ṡumma la`ātiyannahum mim baini aidīhim wa min khalfihim wa ‘an aimānihim wa ‘an syamā`ilihim, wa lā tajidu akṡarahum syākirīn

 

Artinya :

 

Iblis menjawab: “Karena Engkau telah menghukum saya tersesat, saya benar-benar akan (menghalang-halangi) mereka dari jalan Engkau yang lurus, kemudian saya akan mendatangi mereka dari muka dan dari belakang mereka, dari kanan dan dari kiri mereka. Dan Engkau tidak akan mendapati kebanyakan mereka bersyukur (taat).

(QS. Al A’raf : 16-17)

 

Iblis akan memastikan bahwa keturunan Adam AS tidak kan pernah bersyukur atas nikmat yang Allah swt sediakan. Inilah janji Iblis kepada Allah swt perihal keturunan Adam AS. Iblis berjanji akan merusak kehidupan anak Adam AS dari depan mereka, dari belakang mereka, dari kanan dan kiri mereka, 4 penjuru Iblis akan menyerang, merusak, dan menyesatkan kehidupan anak Adam AS. Namun Allah swt tidak berhajat pada apapun, terserah iblis saja dia mau melakukan apa, bagi Allah swt tidak ada pengaruhnya. Allah swt katakan kepada Iblis, kamu dan yang mengikuti kamu, semuanya akan Aku kirim ke Neraka, ini keputusan Allah swt.

 

qālakhruj min-hā maż`ụmam mad-ḥụrā, laman tabi’aka min-hum la`amla`anna jahannama mingkum ajma’īn

 

Artinya :

 

Allah berfirman: “Keluarlah kamu dari surga itu sebagai orang terhina lagi terusir. Sesungguhnya barangsiapa di antara mereka mengikuti kamu, benar-benar Aku akan mengisi neraka Jahannam dengan kamu semuanya”. (QS. Al A’raf : 18)

 

2 pelajaran yang bisa kita ambil :

 

  1. Jalan Adam AS kembali kepada Allah swt : Tobat dan Taat
  2. Jalan Iblis AS menentang Allah swt : Berjanji akan menyesatkan manusia

 

Allah swt berfirman :

 

hāżā ṣirāṭum mustaqīm artinya : Inilah jalan yang lurus. (QS. 36:61)

 

Jalan yang lurus adalah jalan yang sudah ditetapkan Allah swt, tidak bengkok atau berkelok. Jika kita mengikutinya maka kita akan selamat dan bahagia dunia wal akherat. Barangsiapa yang mengambil di luar jalan yang sudah Allah swt tetapkan, maka dia akan tersesat dan binasa di dunia dan di akherat Allah swt akan campakkan dia ke Neraka.

 

Ketika manusia terlahir kedunia ini maka dia hanya melalui 1 jalan saja yaitu melalui perut ibunya. Siapapun mereka dari para nabi ataupun para wali mereka semua akan keluar melalui perut ibunya. Setiap manusia terlahir melalui 1 jalan yang sama tidak ada jalan yang. Begitu pula ketika di dunia ini jika mau ingin kebahagiaan dan kesuksesan juga hanya dengan 1 jalan, tidak ada jalan. Diluar jalan yang sudah Allah swt tetapkan, diluar jalan yang lurus, maka yang ada kesesatan dan kesengsaraan selama-lamanya.

 

Iblis terusir, mardud, dari surga asbab dia menolak mentaati perintah Allah swt. Ketika Allah swt perintahkan para malaikat untuk sujud kepada Adam AS, Iblis menolak untuk sujud. Iblispun terusir dari surga asbab meninggalkan 1 perintah saja. Iblis mardud, terusir dari Allah swt asbab menolak ikut perintah Allah swt. Maka Iblispun berazam akan membuat anak Adam tersesat dan dan tidak bersyukur atas nikmat Allah swt selama di dunia. Maka siapaun yang ikut jalan Iblis ini, maka Allah swt akan campakkan mereka bersama iblis yang mereka ikuti kedalam neraka. Ini sudah menjadi ketetapan Allah swt mencampakkan iblis dan pengikutnya kedalam api neraka nanti di hari kiamat.

 

Jalan yang Allah swt tetapkan adalah jalan yang lurus, hāżā ṣirāṭum mustaqīm. Sementara Iblis dan bala tentaranya telah menyiapkan jalan yang membuat manusia keluar dari jalan yang lurus, yaitu jalan yang berbelok dan berliku. Semua para Nabi mengajak manusia ke jalan yang lurus, jalan yang telah Allah swt tetapkan, agar mereka semua selamat dunia dan akherat. Sedangkan Iblis mengajak manusia kejalan yang berliku, berkelok, dan berlorong, yaitu jalan kesesatan dan kegagalan. Ikutlah ke jalan yang lurus, kalau kalian keluar dari jalan ini, belok kekiri dan kekanan, maka hidup kalian akan binasa.

 

Bumi ini telah Allah swt jadikan sebagai tempat untuk mengusahakan keperluan. Dari makanan ayam, ikan, daging, nasi, semua bisa didapatkan dari dunia ini. Kalian bisa dapatkan semua keperluan kalian dari bumi ini. Semua keperluan yang ada di bumi ini, seperti sayur-sayuran, maka yang manusia makan, hewanpun makan. Allah swt turunkan hujan dari langit, sehingga bumi menjadi subur. Maka untuk menyempurnakan keperluan kita yang kita dapat dari bumi ini, kedudukan manusia dan hewan sama saja. Semua boleh mengambil bagian mereka daripada bumi ini. Orang kafir ataupun Orang beriman, semua sama saja, boleh ambil keperluan mereka dari hasil bumi.

 

Namun untuk memperbaiki kehidupan kita agar bisa bahagia, maka kita harus menyempurnakan perintah, menyempurnakan tanggung jawab kita kepada Allah swt. Buat hubungan baik dengan Allah swt dengan menyempurnakan perintah Allah swt. Allah swt sudah beri kamu rizki dari bumi untuk keperluan hidup, maka tanggung jawab kita kepada yang memberi rizki adalah menyempurnakan perintahNya. Di tangan Allah swt kuasa Rizki dan Maut, maka hendaklah kita membangun hubungan baik dengan Allah swt.

 

Maka Adam AS mengajarkan kepada anak keturunannya :

 

“LA ILAHA ILLALLAH ADAM SAFI ULLAH” : “Tidak ada tuhan selain Allah swt dan Adam AS pilihan Allah swt.”

 

Adam AS perintahkan anak dan keturunannya agar senantiasa taat kepada Allah swt. Semua keperluan hidup manusia sudah Allah swt siapkan di bumi ini. Namun untuk membuat hidup baik, bahagia, berkah, maka ini tidak akan bisa didapat dari dalam bumi, ini akan datang dari langit, dengan perintah. Perintah Siapa ? Allah swt. Hanya dengan mengamalkan perintah Allah swt maka kebaikan hidup akan datang kepada kita, sedangkan keperluan hidup sudah ada di dalam bumi. Untuk membawa hidup jadi lebih baik dan di bawa kemana kehidupan, harus dengan wahyu. Allah swt turunkan wahyu kepada para Nabi dan Rasul untuk membawa manusia kepada kehidupan yang lebih baik. Sedangkan keperluan manusia Allah swt turunkan hujan untuk menyuburkan bumi dan mengeluarkan keperluan manusia berupa pangan dan tumbuh-tumbuhan untuk hewan bisa hidup dan dimakan manusia. Jadi untuk perluan Allah swt turunkan hujan, Sedangkan untuk Maksud Hidup Allah swt turunkan wahyu.

 

  1. Hujan Allah swt turunkan untuk keperluan hidup
  2. Wahyu Allah swt turunkan untuk maksud hidup

 

Didalam mencari keperluan hidup, binatang dan manusia, semua sama saja. Mereka semua sama-sama ambil dari bumi. Namun untuk membawa hidup maka ini hanya ada dari langit yaitu dengan wahyu. Untuk memperbaiki qualitas hidup ini hanya bisa didapat dengan jalan yang Allah swt tentukan, dengan Wahyu atau Perintah Allah swt. Keperluan hidup bisa dicari di bumi sedangkan Qualitas hidup atau Kebahagiaan hidup hanya bisa didapat melalui hubungan baik dengan Allah swt. Tatkala kita menyempurnakan perintah Allah swt maknanya dia sedang memperbaiki hidupnya dan mendekatkan hubungannya dengan Allah swt.

 

Semua para Nabi diutus oleh Allah swt diajarkan jalan menuju Allah swt, agar manusia bisa kenal Allah swt dan berhubungan baik dengan Allah swt. Untuk bisa berhubungan baik dengan Allah swt, Adam AS mengajarkan caranya kepada anak-anaknya yaitu dengan cara mentaati Allah swt setiap saat. Adam AS sampaikan kepada anaknya bahwa tidak ada kekuatan, tidak ada illah, selain kekuatan Allah swt. Allah swt lah pemberi segala sesuatu, dan pemelihara segala sesuatu. Dia tangan Allah swt lah Rizki, Maut, dan kehidupan. Jadi jangan macam-macam, jaga hubungan dengan Allah swt maka Allah swt akan jaga kamu. Jika tidak mau taat pada Allah swt maka hidup kamu pasti akan penuh kesusahan.

 

Orang yang mau memperbaiki hubungannya dengan Allah swt maka Allah swt akan perbaiki hubungan dia dengan yang lain. Dalam memenuhi keperluan, manusia dan binatang sama, Allah swt turunkan hujan ke bumi untuk memenuhi keperluan mereka. Namun untuk jalan hidup, bagaimana membawa hidup, hanya bisa didapat dengan ikut perintah Allah swt.

 

Perintah pertama dilanggar bani adam

 

Sudah menjadi ketetapan Allah swt bani adam lahir selalu dalam keadaan berpasangan ketika itu laki-laki dan perempuan bersamaan. Lalu berikutnya adik mereka juga lahir berpasangan laki-laki dan perempuan.

 

Saat anak-anaknya beranjak dewasa, Allah memerintahkan Nabi Adam untuk menikahkan mereka bukan dengan saudara kembarnya, melainkan disilang dengan saudara kembar yang lain. Dalam rangka menunaikan perintah itu, Nabi Adam menetapkan bahwa Qabil harus menikahi Labuda ra (saudari kembar Habil ra) sedangkan Habil sendiri harus menikahi Iqlima ra (saudari kembar Qabil). Namun sayang, Qabil tidak menerima ketetapan itu. Ia bersikukuh untuk menikahi kembarannya sendiri.

Nabi Adam berusaha memberikan pemahaman dan kesadaran bahwa amal saleh tidak boleh disandarkan kepada persepsi dan kehendak diri, melainkan harus ikhlas-murni menunaikan perintah dari Allah semata. Allah pun telah mensyariatkan bahwa mereka, “tidak boleh menikahi saudara kembarnya masing-masing”.

Seiring dengan usaha Nabi Adam terus meyakinkan Qabil, semakin kuat pula Qabil mempertahankan keinginannya. Peristiwa ini menjadi problematika pertama yang terjadi pada manusia, dan Nabi Adam as harus mampu menyelesaikannya. Oleh karena Nabi Adam hanyalah pesuruh Allah yang dibekali huda (petunjuk), dan dilarang membuat petunjuk sendiri, beliau selanjutnya mengajak Qabil untuk mengembalikan keputusan dari permasalahan ini kepada Allah SWT. Inilah penolakan pertama dari wahyu, sedangkan Adam AS menyerahkan semua ini kepada Allah swt. Sehingga Allah swt turunkan wahyu agar mereka membuat korban dari hasil usaha mereka. Allah memberikan solusi yaitu menjalankan syariah kurban bagi keduanya. Siapa pun di antara mereka berdua yang diterima kurbannya, dialah yang Allah SWT ridai (tetapkan) menikah dengan Iqlima

 

Bani Adam :

 

  1. Qabil dia ahli perkebunan : dia usahanya bercocok tanam
  2. Habil dia ahli peternakan : usahanya memelihara binatang

 

Ketika itu belum lagi ada pabrik-pabrik dan toko, murni dari alam saja sumber penghidupan. Sebagai petani, Qabil berkurban dengan seikat gandum. Entah mengapa, ia memberikan gandum seadanya saja. Sedangkan Habil ra berkurban dengan kambing terbaiknya. Setelah kurban dipersembahkan, ternyata Allah SWT menerima kurban Habil dan meninggalkan kurban Qabil. Maka, Habil yang ditetapkan Allah untuk menikahi Iqlima.

 

Mendapati kurbannya tidak diterima, Qabil marah. “Mata hatinya” menjadi buta asbab tertutup oleh Nafsu. Qabil memendam rasa dengki yang sangat besar kepada adiknya. Berawal dari Nafsu berubah menjadi dengki, sehingga muncul kerusakan dalam hati dia. Dalam hati ini ada satu ruang bagi syetan agar nafsu kita semakin kuat, sehingga timbul fikiran-fikiran jahat dalam hati dia. Sifat inilah yang menjadi awal sebuah tragedi berdarah. Dengki adalah dosa pertama yang dilakukan di langit dan di bumi. Di langit adalah dengkinya Iblis kepada Nabi Adam dan di bumi adalah dengkinya Qabil kepada Habil.

 

Syetan buat usaha untuk menyesatkan manusia dimulai dari Qabil dengan memanfaatkan nafsu qabil dalam hati. Syetan membisikkan ke hati Qabil untuk membunuh saudaranya sebelum nikah maka nanti calon istrinya akan menjadi milik dia. Kerugian terbesar pertama manusia ini disebabkan oleh nafsu dia. Maka perlu kita bawa nafsu ini kedalam mujahaddah agar lembut dan mudah mentaati perintah Allah swt.

 

Maka ketika syetan melihat kesempatan ini untuk menyesatkan manusia, dia bisikan hatinya yang telah dikuasai Nafsu. Maka Qabil termakan oleh bisikan syetan untuk membunuh saudaranya sendiri. DI khayalkan oleh syetan jika kamu bunuh dia maka kamu akan mendapatkan apa yang kamu inginkan, yaitu menikahi Iqlima. Inilah penyebab kegaduhan dan permusuhan di dunia ini yaitu asbab hati kita dikuasai nafsu, ingin memiliki apa yang dimiliki orang lain. Mengikuti hawa nafsu ini bukan jalan Allah swt tetapi jalannya syetan. Sedangkan jalan Allah swt yang Allah swt inginkan adalah agar kita rela mengorbankan nafsu kita untuk memenuhi keinginan Allah swt. Namun hari ini manusia lebih banyak memilih jalan syetan, mengikuti hawa nafsu, untuk mendapatkan harta, jabatan, dengan melanggar perintah Allah swt. Sehingga banyak dosa yang dikerjakan manusia demi memuaskan hawa nafsunya. Maka perlu kita buat usaha untuk menekan hawa nafsu, bagaimana caranya ? dengan bermujahaddah maka nafsu ini akan mudah dikuasai. Ini lah kerja kita ajak manusia bermujahaddah di jalan Allah swt agar mereka mampu menguasai nafsu mereka. Jika tidak, ketika manusia ini dikuasai hawa nafsunya, dia akan merusak dan berani melanggar semua perintah Allah swt. Berani membunuh, berani berbohong, berani berzina, ini semua demi meuaskan hawa nafsunya. Begitulah cara syetan mempengaruhi Qabil, jika kamu bunuh habil maka kamu akan mendapatkan tempat dia dan calon istri yang di mau.

 

Ada 2 cara merusak manusia:

 

  1. Dari dalam diri yaitu dengan Nafsu di dalam Hati : Dengki, Hasad, dan Dendam
  2. Dari luar diri yaitu Iblis merayu untuk Maksiat, Membunuh, Merampok dll

 

Inilah 2 dosa yang dibuat manusia asbab dikuasai Nafsu sehingga Iblis mudah menyesatkan mereka dari jalan yang lurus.

 

Ketika Qabil hendak membunuh Habil. Habil buat dakwah ke Qabil, beri nasehat kalau kamu bunus saya tidak masalah tapi nanti hidup kamu akan sengsara. Namun Qabil sudah dikuasai Nafsu, akhirnya Qabil membunuh saudaranya. Inilah pembunuhan pertama yang terjadi dalam sejarah manusia, asbab Hasad. Penyakit Hasad ini adalah induk dari seluruh dosa. Maka tatkala syetan sudah mendapatkan tujuannya menggoda Qabil untuk membunuh habil, syetan langsung lari meninggalkan Qabil sendiri. Disitu Qabil merasa hampa, karena perbuatan dosanya seluruh badannya menjadi hitam. Qabil bimbang bingung musti berbuat apa ? ini pembunuhan pertama dan tidak pernah ada contohnya dari nabi adam AS, bukan arahan atau sunnah, ini perbuatan dosa. Maka Allah swt kirim 2 burung gagak bergaduh, berkelahi, lalu salah satu mati. Maka burung gagak ini menguburkan lawannya yang mati. Ini cara Allah swt mengajarkan Qabil cara menguburkan manusia. Maka Qabil kuburkan Habil mengikuti burung gagak tadi. Inilah cara Allah swt beri petunjuk kepada Qabil melalui Qudratnya dikirim burung gagak untuk mengajari Qabil cara menguburkan orang. Cerita ini Allah swt abadikan dalam Al Quran sebagai pelajaran bagi manusia., bagi umat Nabi saw. Sehingga dalam tafsir dikatakan anak adam akan saling membunuh, dan semua dosanya akan mengalir kepada yang pertama yaitu kepada Qabil. Begitulah pembunuhan pertama ini yang di akibatkan Hasad dalam hati. Setelah membunuh baru Qabil menyesal. Asbab Nafsu ini ingin mendapatkan 1 perkara, dia menuai 1 musibah yang besar. Ini pelajaran bagi kita agar bisa menjauh dari sifat Hasad. Ini sifat hasad ini sangat berbahaya, induk dari semua dosa.

 

Agama ini menyelamatkan manusia dari kehancuran. Sedangkan Nafsu membawa manusia hidup sesuka hati, akhirnya binasa. Maka jika kita ad persoalan yang tidak kita mengerti, tanya kepada ulama, minta arahan dan nasehat. Begitu pula dalam dakwah ini jika ada masalah maka bermusyawarahlah dengan orang tua kita dalam dakwah. Jangan sampai demi 1 keinginan, kita langgar perintah Allah swt. Bukannya kebaikan yang datang, malah keburukan yang terjadi pada kita. Kenapa ini terjadi ? kita tidak bertanya kepada ulama dan orang tua kita dalam dakwah.

Manusia ini tidak mau terima nasehat takala Hasad ini sudah menguasai dirinya. Inilah puncak segala dosa yaitu 2 perkara :

  1. Nafsu Keinginan
  2. Hasad

Manusia rela membunuh, menjatuhkan martabat orang lain, asbab 2 perkara ini.

Walaupun diberi nasehat yg baik tetap ditolak. Sbgmna nasehat baik habil kpd qabil sblm membunuh :
“Kamu mau bunuh saya tidak mengapa saya akan sabar, tapi kamu akan binasa asbab dosa yg kamu perbuat.”
Setelah bunuh baru menyesal qabil, dia bimbang, setan jg sdh lari. Dalam tafsir dikatakan qabil saking bimbangnya maka seluruh badannya menghitam. Asbab 1 dosa manusia saja badan jadi hitam.
Maulana Jusuf katakan : Jikalau manusia ini tdk mau menerima nasehat baik dr manusia maka dng QudratNya Allah swt kirim binatang utk memberi nasehat. Ketika qabil bimbang hrs diapakan mayat saudaranya, Allah swt kirim gagak berkelahi mati salah satunya lalu dikubur oleh gagak yg lain.
Mufassirin : mengapa Allah swt gunakan burung gagak ? Karena burung gagak ini punya satu sifat jika ada satu de kalangan dia mati maka semua burung gagak dng kumpulannya akan berkumpul disitu dan menjerit2. 1 burung gagak mati maka ribuan burung gagak akan datang berkumpul lalu menjerit2. Mrk bersimpati dng yg mati dtg utk bertakziah. Untuk perkara ini Allah swt gunakan burung gagak.

Nasehat 30 :
Tatkala anak adam sdh tdk mau dengar nasehat baik dr manusia maka Allah swt gunakan binatang utk nasehati dia. Allah gunakan burung gagak utk mengilhami qabil tata cara mengubur jenazah. Inilah pembunuh pertama.

Nasehat 31 :
Allah swt perintahkan kpd nabi saw utk menyampaikan kpd umatnya agar belajar dr kisah anak nabi adam as. Apa penyebab pembunuhan dan bagimana akibat dr perbuatan dosa tsb, semua badan jd hitam. Jika kita berbuat dosa lalu di ikuti maka semua dosa akan sampai ke kita. Maka setiap pembunuhan yg terjadi akan mengalir ke qabil krn dia buka jalan dosa pertama kali. Semua dosa pembunuhan akan mengalir ke pembuhuh pertama yaitu qabil.

Nasehat 32 :
Ibnu Mas’ud katakan 1 hasad utk menyempurnakan 1 keinginan saja maka dia akan mendapat kesusahan yg besar.

Nasehat 33 :
Dunia ini utk menyempurnakan perintah Allah swt. Barangsiapa menyempurnakan perintah Allah swt dia akan bahagia. Kita tanya ke ulama supaya kita bs berhubungan baik dng Allah swt.

Nasehat 34 :
Nabi Adam as dapat perintah puasa ternyata istri haid. Asbab tdk tanya sebelumnya lanjut puasa tapi disuruh Qadha diulangi lagi puasanya. Begitu juga pada umat ini wanitanya ketika haid tdk perlu sholat tp puasa hrs d qadha. Manusia kalau tidak mau cari tau, tidak bertanya kpd ulama, maka dia akan hidup sesuka hati.

Nasehat 35 :
Jika manusia taat kpd Allah swt maka hubungannya dng Allah swt akan baik. Hari ini gara2 memuaskan 1 keinginan kita langgar perintah Allah swt. Akibatnya kita menghadapi kesusahan yg besar dan dosa yg berat. Seperti Qabil.

Nasehat 36 :
Manusia ada nafsu manakala disempurnakan keinginan tersebut maka akan dia akan menyesal dalam masa yg lama. Asbab menghadapi kesusahan yang panjang.

Nasehat 37 :
Tatkala manusia menahan keinginan nafsu dia utk memenuhi perintah Allah swt inilah asbab hidayah turun.

Nasehat 38 :
Untuk menyempurnakan perintah Allah swt hendaknya kita bertanya kepada alim ulama. Jadi apa yg perlu kita lakukan dalam menyempurnakan kehendak Allah :
1. Bertanya kepada Alim Ulama

  1. Tahan nafsu utk taat

Asbab tidak tanya pada ulama amal jadi tdk sempurna bahkan tertolak.

Nasehat 39 :
Kita amalkan agama dan kita buat usaha atas agama. Semua para nabi diberikan tanggung jawab agama dan usaha atas agama.
Kita sampaikan agama ini dng akhlaq. Dakwah dng akhlaq. Kita sampaikan perkara yg Haq yaitu : kenalkan manusia kepada Allah dan kampung akherat.
Jika kenalkan Allah kpd manusia maka akan wujud Khauf rasa takut kepada Allah swt dan tawakkul rasa harap kpd Allah swt. Asbab dakwah akan wujud cinta pada Allah swt.

Nasehat 40 :
Hidup di dunia ini agar kita punya hubungan baik dng Allah swt. Nabi2 mengajak manusia  utk bs berhubungan baik dng Allah swt. Jika hati ini punya hubungan baik dng allah swt maka hatinya akan baik.
Seseorang yg mengerjakan pertanian dia akan membuat pertaniannya menjadi bagus. Begitu juga orang yang kerjanya di toko pasti dia akan menjadikan toko baik. Barang dijual akan didandanin agar keliatan baik. Begitu juga kita dalam usaha dakwah ini kita bawa dengan akhlaq yang baik. Begitu juga dalam berjualan kita lakukan dng akhlaq yg baik.
Buat dakwah dng cara yg terbaik dng sifat / akhlaq yg baik.

Nasehat 49 :
Asbab dakwah fikir akherat akan wujud dalam hati. Barangsiapa beriman kpd Allah swt maka dia akan beriman pd hr akhirat.
Jika kita buat dakwah ini dng akhlaq yang baik maka manusia akan mudah mengenal allah swt.

Nasehat 50 :
Allah swt firmankan bahwa org yg beriman kpd Allah swt maka dia juga beriman kpd kampung akherat.
Dakwah nabi saw 2 :
1. Beriman kpd Allah swt

  1. Beriman kpd kampung Akherat

Nasehat 51 :
Kenalkan Alah pada manusia. Bahwa semua itu ada dalam genggaman Allah swt :
1. Hidup dan Mati

  1. Siang dan Malam
  2. Bahagia atau Menderita
  3. Mulia atau Hina

Ini semua ada dalam genggaman Allah swt. Inilah yang perlu kita dakwahkan yaitu mengenal Allah swt.

Nasehat 52 :
Asbab dakwah maka Taqwa dan Cinta pd Allah swt akan wujud.
Perbedaan Takut :
1. Takut mahluk lari dari Mahluk

Contohnya : takut ular lari dari ular
2. Takut Allah lari kepada Allah

Contohnya : takut zina lari dari zina
Sebagaimana kita takut kepada Allah swt sebanyak itu pula kita ibadah kpd Allah swt.

Nasehat 53 :
Jika kita buat pengorbanan dalam dakwah ini, jaga ushul dakwah, maka rasa harap dan takut akan wujud dalam hati.

Nasehat 54 :
Nabi saw katakan bahwa orang yg paling bertaqwa diantara manusia adalah Aku, Nabi saw.
Jika ketaqwaan seluruh manusia sampai hr kiamat dibanding dng ketaqwaan abu bakar ra maka msh lbh berat taqwanya abu bakar ra.
Ini asbab abu bakar ra ini adalah yg plg besar korbannya d medan dakwah.

Nasehat 55 :
Asbab dakwah akan wujud iman dan kerinduan pd kampung akherat.

Nasehat 56 :
Jika kita punya hubungan baik dng Allah swt, kenal kpd Allah swt, maka akan muncul sifat taqwa.

Nasehat 57 :
Dakwah ini adalah amalan yg tertinggi. Hendaknya kita dakwah dng bw sifat, akhlaq yg baik.

Nasehat 58 :
Bagaimana kita buat Dakwah yg baik ? yaitu Perbaiki Niat kita. Tidak nyari apa2 selain Ridho Allah swt saja dan Sukses di Kampung Akherat.

Nasehat 59 :
Kita keluar di jalan Allah ini hanya utk mencari ridho Allah saja dan hari akherat tidak nyari yg lain. Setiap kebaikan akan dibalas di akherat, begitu juga dng keburukan. Di akherat jika bahagia maka bahagia selama-lamanya. Jika susah maka akan susah selama lamanya. Inilah kampung akherat, setiap balasan amal utk keabadian selama lamanya.

Nasehat 60 :
Sahabat dakwah kpd org kafir katakan bahwa kami tdk mencari hasil dunia tp hasil di akherat. Setiap nabi mrk tidak mengharapkan apapun dr manusia bahkan ucapan terima kasih sekalipun. Hanya berharap kpd Allah swt saja.

Nasehat 61 :
Kita buat dakwah dimana saja dan kapan saja. Nabi Nuh AS buat dakwah siang dan malam 950 tahun. Setiap tempat, waktu, keadaan, dan setiap orang kita buat dakwah. Sahabat andaikata ada manusia di dasar laut atau dibulan maka mrk akan pergi kesana.

Nasehat 62 :
Kita utk barang dunia ingin yg bagus2 dan terbaik. Hendaklah kita buat yg seperti itupula dng dakwah dng cara yg terbaik dan akhlaq yg baik.

Nasehat 63 :
Dakwah akan benar jika niat kita benar. Jika niat kita benar maka dakwah kitapun jg akan benar. Maka kita perbaiki niat kita bukan utk mendapatkan keduniaan tp hanya Ridho Allah swt.
Saya rela dicaci dimaki, habiskan harta, luangkan waktu hanya utk mendapatkan Ridho Allah swt saja. Demi melihat wajah Allah swt saja nanti di surga. Hanya minta Allah swt dan akherat saja tidak minta yg lain2. Kita perbaiki dakwah kita.

Nasehat 64 :
Benda dunia ini sifatnya sementara saja. Tapi benda akherat itu selama lamanya. Bahagia dunia itu sementara saja tapi bahagia di akherat itu selama-lamanya. Dunia akan habis sedangkan akherat selama lamanya. Balasan dunia sedikit, mudah rusak, nikmatnya sementara. Sedangkan balasan akherat berlipat2 banyaknya, dan nikmatnya selama lamanya.

Nasehat 65 :
Kita di dunia ini bukan utk mengumpulkan harta tp menyiapkan bekal akherat. Bukan utk cari uang tapi cari amal. Dunia itu tempat beramal bukan ngumpulin harta. Harta nanti akan Allah beri di akherat. Harta dunia dibanding akherat maka harta dunia ini tdk ada apa2.

Nasehat 66 :
Orang mukhlisin ini harta dan dirinya hanya utk Allah swt. Maka buat dakwah dng Mukhlis. Dakwah dengan ikhlas akan menghasilkan nur hidayah. Orang mukhlis dalam berdakwah tidak mengharapkan dunia hanya mencari keridhoan Allah swt saja. Dengan ikhlas amalan yg sedikit akan jd besar disisi Allah swt ini kt Nabi saw. Amal sedikit tp ikhlas akan menjadi besar dlm pandangan Allah swt, balasannya akan besar dr Allah swt. Keridhoan Allah swt ini merupakan balasan yg sgt besar dr Allah swt walaupun utk amal yg sedikit. Kesan dalam dakwah akan kita dapatkan asbab keikhlasan kita.

Nasehat 67 :
Allah swt berikan harta kpd Qorun. Lalu Allah swt perintahkan utk mempersiapkan hari akherat dng hartamu ini. Namun Qorun tdk ikhlas tdk rela harta diambil utk perintah Allah swt. Maka dibenamkan qorun bersama hartanga.
Keinginan akan harta dan dunia ini adalah pangkal rusaknga dakwah. Ketika dalam hati ini wujud banyak keinginan maka kita korbankan semua keinginan itu utk kampung akherat.

Nasehat 68 :
Asbab ikhlas dalam dakwah :
1. Nur hidayah tersebar

  1. Fitnah dunia akan terhindar

Org yg mencari keduniaan dr dakwah akan menjadi penghalang hidayah dan akan mendapatkam fitnah besar. Asbab niat yg betul buat kerja dakwa dng keikhlasan mala akan terhindar dr fitnah dunia.

Nasehat 69 :
Abi hurairah diberitahu bahwa da manusia tdk pernah sholat masuk surga ? Dia heran bagaimana mungkin ? Khusyairi dr banu asad pagi2 dia beriman pergi k uhud ablm dzuhur dia syahid d jalan Allah swt. Waktu sakratul maut ditanya untuk apa kau datang ? Dia bolang utk bela agama Allah swt. Dia ikhlas dlm keimanannya maka amal yg kecilpun akan dpt menyelamatkannya dr neraka.

Nasehat 70 :
Siapa saja yg buat dakwah sewaktu sepagi atau sepetang Allah swt akan balas dia. Sebagaimana pekerja maka akan mendapatkan upah dr apa yg dia kerjakan. Jika kita sungguh2 dalam kerja dakwah dan ikhlas pasti Allah swt akan tolong dia. Orang2 akan mendapat hidayah asbab mrk. Krn apa ? Sungguh2 dan ikhlas.

Nasehat 71 :
Asbab dakwah maka akan wujud agama di pertanian, perdagangan, pernikahan, dalam seluruh aspek kehidupan kita. Siapa saja yg bicara benar dalam perniagaannya maka nanti akan dibangkitkan bersama para Nabi.

Nasehat 72 :
Kebaikan dan pengorbanan dalam dakwah semuanya akan Allah swt balas. Abu Bakar ra sebelum islam dia pedagang terkenal, ketika beriman dia buat dakwah maka sahabat2 yg besar2 byk yg tertaskyl. Dng dakwah maka agama wujud dlm perdagangan maka dia beruntung dunia dan akherat.

Nasehat 73 :
Dakwah ini adalah tugas umat. Kita siapkan diri kita dan kita siapkan orang lain. Inilah tanggung jawab kita. Jika kita buat dakwah maka kebaikan akan wujud di dunia ini dan keburukan akan sirna. Sebagaimana gelap akan sirna tatkala ada cahaya

Insya Allah kita siapkan diri kita ambil takaza agama.

 

Blog di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: