Buyaathaillah's Blog

Mudzakaroh Maulana Saad Al Khandalawi : Mendatangi Ummat dan Menghilangkan Perbedaan

*BAYAN MAULANA SA’AD*

Hari ini banyak negara bukan merobek surat Nabi SAW tapi Al-Quran bahkan diinjak2, akan tetapi tidak ada azab datang pada mereka. Kenapa? walaupun hari ini banyak dakwah dibuat juga.

*Karena dakwah hari ini meninggalkan dakwah cara Baginda Nabi SAW. Baginda Nabi SAW kirim surat dan Baginda Nabi SAW juga kirim ummat bergerak membawa surat tsb. Baru nusroh ghoibiah datang.*

Nusroh goibiah akan datang dengan 2 perkara :

1. Datang kepada ummat dengan gerak sampaikan agama. BUKAN dengan cara kirim agama dengan alat atau gadget. Ummat hari ini belajar agama tanpa gerak diam di tempat saja, walaupun internetnya 10Gb, bukunya sekamar tdk akan wujud agama pada dirinya, begitu juga dakwah tanpa gerak.

Kita jumpa para wali ingin dapat keramat dari para wali. Walaupun dapat, ini bukan nusroh goibiah karena tidak ada dakwah. Karomahnya tidak menjadikan dia dekat kpd Allah. bahkan kadang2 malah musyrik datang kepadanya karena yakinnya hanya kepada wali bukan kepada Allah SWT.

Nusroh goibiah bukan sekedar keperluannya atau hajatnya terpenuhi tanpa asbab lahir. Tapi nusroh goibiah hakiki adalah ketika agama tersebar.

Karomah tidak bisa menyelesaikan masalah akhirat, hanya menyelesaikan masalah di dunia saja.

Umat nabi Musa AS dapat mujizat nabi untuk memenuhi hajat dunianya tapi kebanyakan masuk neraka. Beda dng Nusroh ghoibiah yg bisa menyelamatkan dirinya dari neraka.

Orang badui di dakwahi Nabi SAW dan pohon datang untuk jadi saksi. Orang merasa nusroh ghoibiah adalah pohon membelah tanah datang kepada Nabi SAW….. Bukan !!!.

Nusroh ghoibiah nya adalah dakwah Nabi SAW di sertai mujahadah sehingga orang Badui tersebut masuk Islam. Ketika orang badui itu pulang ke kampungnya tidak ada pohon berjalan sendiri dan bisa bicara, tapi 1 kampung orang badui tsb tanpa melihat mujizat mau masuk islam. Inilah nusroh ghoibiah hakiki.

Banyak orang melihat mukjizat2 lebih dahsyat seperti laut terbelah 12. Fira’un tidak dapat nusroh ghoibiah karena masuk neraka. Padahal dpt manfaat juga dari mujizat Nabi musa krn bisa mengejar Bani Israel tanpa perlu kapal. Tapi mukjizat tersebut tidak bisa menyelamatkan dirinya dari neraka.

Kalau dakwah cara Nabi SAW ditinggalkan walaupun dengan mukjizat atau karomah tidak akan selamatkan umat dari jahanam.

Jangankan Dakwah, sikat gigi tidak pakai cara nabi saja tidak akan dapatkan 70 manfaat siwak.

Walaupun tujuan gigi bersih tercapai.

Dakwah dengan alat2 tanpa gerak dan pengorbanan, walaupun maklumat (info) agama sampai tapi agama atau makmulat tidak akan wujud pada ummat. Sama seperti bersihkan gigi pakai pasta gigi dan sikat gigi. 

Perlu ditekankan lagi dan lagi bahwa dakwah secara bertemu muka mendatangi ummat adalah azas dalam dakwah.

Baginda Nabi SAW lebih banyak dakwah secara bertemu muka daripada dakwah kepada majlis.
*2.* *Ijtima tujuannya adalah*
mengumpulkan ummat dan menghilangkan perbedaan, kasta, bangsa supaya mereka jadi 1 umat, umatnya Rasulullah saw dengan tanggung jawab yg sama.*

Hanya Allah Yang bisa menyatukan umat ini dgn asbab hanya iman dan amal bukan profesi.

Joord2 pedagang, profesi, dll akan menghilangkan rasa satu dalam umat. Yg datang hanya kebanggan atas perbedaan. Bangga jadi khowas, ulama, dan artis. Pendosa besar dalam dakwah adalah pemecah belah ummat dalam golongan2.

Seorang anak raja datang ke Baginda Nabi SAW. Baginda Nabi SAW tdk suruh beliau ketemu Abdurrahman Bin Auf tapi disuruh jumpa Muawiyah yg miskin. Wail bin Hajar r.a anak raja jumpa Muawiyah r.a yang disuruh Baginda Nabi SAW untuk berkhidmat. Maka Muawiyah r.a. minta gantian naik kuda karena kakinya kepanasan. Lalu kata wail, kuda ini terlalu mulia untuk kamu. Lalu Muawiyah jalan lagi dan karena kepanasan dia bilang boleh tak pinjam sandalnya karena dia kan naik kuda. Kata wail sandal ini terlalu mulia untuk kamu.

Setelah Muawiyah r.a jadi Amirul mukminin, lalu wail datang dan dijamu. Setelah makan, maka Muawiyah r.a tanya kepada Wail r.a, mulia mana kerajaan ini dengan sandal mu ?

Baginda Nabi SAW buat dakwah ke orang2 khowas quraish yg bilang sahabat2 miskin dibilang tdk boleh datang. Baginda Nabi SAW sedang dakwah kemudian datang umi maktum yg buta tak bisa melihat Baginda Nabi SAW sedang kumpulkan orang khowas saja maka muka Nabi masam, langsung Allah beri teguran. Setelah itu Baginda Nabi SAW tidak buat lagi pertemuan2 khusus. Maka dakwah tidak boleh ke golongan tertentu tapi ke umumiat.

Baginda Nabi SAW satukan ummat di masjid, bukan di markaz. Orang datang ke markaz sebentar lalu gerak. Bukan jadi mukimin. Orang kalau mukim di markaz tidak gerak maka akan jadi rusak.

Orang yg mau menyatukan ummat tidak dalam wadah masjid maka akan tercipta assobiah. Mereka bukan golonganku Sabda Baginda Nabi SAW. Kalau kita buat usaha Baginda Nabi SAW, lalu tidak berhajat kepada mahluk, maka nusroh ghoibiah adalah tatkala kita dijadikan asbab hidayah bagi ummat dan hajat2 kita akan diselesaikan oleh Allah.

Di masa khalifah Umar r.a lahar panas mau datang ke Madinah. Maka Khalifah Umar r.a tunjuk tamim ad dari r.a karkun baru yg baru masuk Islam di tahun 9 hijriah untuk padamkan gunung meletus.

dia bilang man ana wa ana ? Siapa saya? utk menunjukan kelemahan dirinya tdk bangga dapat takaza.

Sekarang ini kita dapat takaza ke daerah bangga merasa bisa. Maka perlunya kita keluar lebih lama lagi dan lebih mujahadah lagi sampai terbentuk sifat dlm hati bahwa sesungguhnya kita merasa lemah bodoh tiada daya upaya tanpa pertolongan Allah dan kita dalam segala hal sangat berhajat hanya kepada Allah SWT…

Insya Allah bersedia semua???
Insaa Allah…❤❤❤

Aamiin…Summa Aamiin…

Blog di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: