Buyaathaillah's Blog

Mudzakaroh Kiat-kiat Keimanan

​Keimanan :
Iman itu kayak angin ketemu pohon :

1. Jarang sholat berjamaah berarti ini iman lemah. Seperti angin sepoy sepoy ketemu pohon dahannya bergoyanh sedikit
2. Rajin sholat di mesjid berarti iman kuat. Seperti angin kencang jangankan dahan dan daun, pohonnyapun bergoyang kena angin kencang.
3. Tidak sholat berarti tidak ada iman. Kalau tidak ada iman yah berarti tidak ada angin, daunpun gak goyang.

Kiat-kiat keimanan :
1. Cara mendatangkan Iman

–> Pengorbanan 
Tidak ada cara memperbaiki umat selain cara yang digunakan pada masa kurun awal (Imam Malik Ra.A)
Kisah Bilal disiksa ditindih oleh batu dipadang pasir yang panas supaya murtad dan menjadi kafir tapi dia menolak kekafiran. ketika ditanya kapan masa yang paling indah yaitu ketika dia disiksa waktu itu ditindih batu besar dipadang pasir tapi dia mampu menjaga imannya saat itulah masa paling indah karena bisa merasakan manisnya iman.
2.  Cara membentuk Iman

–> Dakwah / Bicarakan
Nabi saw bersabda perbaruilah iman kalian. Para sahabat bertanya bagaimana caranya ? Nabi saw bersabda perbanyak ucapan la illaha illallah
Sahabat RA suka membuat majelis pembicaraan iman memperbarui iman dengan duduk membicarakan perkara Iman
Imam Ghazali saluran iman : mata, mulut, telinga, fikiran. Muaranya adalah Hati.
3. Cara Menjaga Iman

–> Suasana Amal
Pergaulan dengan orang sholeh. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :
الرَّجُلُ عَلَى دِينِ خَلِيلِهِ فَلْيَنْظُرْ أَحَدُكُمْ مَنْ يُخَالِلُ
Seseorang itu tergantung pada agama temannya. Oleh karena itu, di antara kalian hendaknya memperhatikan siapa yang dia jadikan teman (mahfum hadits)
Kiasan : Es akan terjaga jika diletakkan di kulkas kalau diletakkan dijalan raya maka akan mencair. Begitu juga iman akan terjaga bila diletakan dalam suasana iman dalam pergaulan iman. Jika iman diletakkan ditengah suasana maksiat maka dia akan mencair sebagaimana es di jalan raya.
Bagaimana cara membuat pergaulan atau suasana iman yaitu berada dalam amalan agama dan perjuangan agama bersama teman2. Secara khusus membuat amalan maqomi.
4. Cara melewati Ujian Iman

–> Sabar
Innaloha maa sobirin : sesungguhnya Allah bersama orang yang sabar
Kamu sungguh-sungguh akan diuji terhadap hartamu dan dirimu. Dan (juga) kamu benar-benar akan mendengar dari orang-orang yang diberi al-Kitab sebelum kamu dan dari orang-orang yang mempersekutukan Allah, gangguan yang banyak yang menyakitkan hati. Jika kamu bersabar dan bertakwa, maka sesungguhnya yang demikian itu termasuk urusan yang patut diutamakan [Âli ‘Imrân/3 : 186]
Imam Ibnu Katsîr rahimahullah berkata, “Firman Allâh (yang artinya), “Kamu sungguh-sungguh akan diuji terhadap hartamu dan dirimu” seperti firman-Nya (yang artinya) : Dan sungguh akan kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar, (yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka mengucapkan ‘Inna lillâhi wa innâ ilaihi râji’ûn’ . Seorang Mukmin pasti akan diuji pada harta, jiwa, anak dan keluarganya.”
Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah ditanya oleh Sa’d bin Abî Waqqâsh Radhiyallahu anhu :
يَا رَسُولَ اللَّهِ أَىُّ النَّاسِ أَشَدُّ بَلاَءً قَالَ الأَنْبِيَاءُ ثُمَّ الأَمْثَلُ فَالأَمْثَلُ فَيُبْتَلَى الرَّجُلُ عَلَى حَسَبِ دِينِهِ فَإِنْ كَانَ دِينُهُ صُلْبًا اشْتَدَّ بَلاَؤُهُ وَإِنْ كَانَ فِى دِينِهِ رِقَّةٌ ابْتُلِىَ عَلَى حَسَبِ دِينِهِ

“Ya Rasûlullâh! Siapakah yang paling berat ujiannya?” Beliau menjawab, “Para Nabi kemudian orang-orang yang semisalnya, kemudian orang yang semisalnya. Seseorang akan diuji sesuai kadar (kekuatan) agamanya. Jika agamanya kuat, maka ujiannya akan bertambah berat. Jika agamanya lemah maka akan diuji sesuai kadar kekuatan agamanya” 
Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam juga pernah bersabda:
إِنَّ عِظَمَ الْجَزَاءِ مَعَ عِظَمِ الْبَلَاءِ وَإِنَّ اللَّهَ إِذَا أَحَبَّ قَوْمًا ابْتَلَاهُمْ فَمَنْ رَضِيَ فَلَهُ الرِّضَا وَمَنْ سَخِطَ فَلَهُ السَّخَطُ

Sesungguhnya besarnya pahala tergantung dengan besarnya ujian. Sesungguhnya, apabila Allâh mencintai suatu kaum, maka Dia akan mengujinya. Siapa yang ridha dengan ujian itu, maka ia akan mendapat keridhaan-Nya. Siapa yang membencinya maka ia akan mendapatkan kemurkaan-Nya
Allâh Azza wa Jalla berfirman:
كُلُّ نَفْسٍ ذَائِقَةُ الْمَوْتِ وَنَبْلُوكُمْ بِالشَّرِّ وَالْخَيْرِ فِتْنَةً وَإِلَيْنَا تُرْجَعُونَ

Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Kami akan menguji kamu dengan keburukan dan kebaikan sebagai cobaan (yang sebenar-benarnya). Dan hanya kepada Kamilah kamu dikembalikan [al-Anbiyâ’/21 : 35]
Allâh Azza wa Jalla berfirman:
وَلَنَبْلُوَنَّكُمْ حَتَّى نَعْلَمَ الْمُجَاهِدِينَ مِنْكُمْ وَالصَّابِرِينَ وَنَبْلُوَ أَخْبَارَكُمْ

Dan sesungguhnya kami benar-benar akan menguji kamu agar kami mengetahui orang-orang yang berjihad dan yang bersabar di antara kamu, dan agar kami menyatakan (baik buruknya) hal ihwalmu [Muhammad/47:31]
Allâh Azza wa Jalla berfirman:
أَحَسِبَ النَّاسُ أَنْ يُتْرَكُوا أَنْ يَقُولُوا آمَنَّا وَهُمْ لا يُفْتَنُونَ

Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan (saja) mengatakan: ‘Kami Telah beriman’, sedang mereka tidak diuji lagi? [al-‘Ankabût/29:2] 
5. Cara Merasakan Iman 

–> Ibadah / Amalan
Nabi saw berkata jika seseorang itu kesibukannya mondar mandir ke mesjid untuk ibadah maka saksikanlah bahwa dia itu adalah orang yang beriman
Jika beramal dia senang dan ketika berbuat dosa dia sedih (Mahfum hadits)
Orang yang kuat itu adalah yang mampu menyembunyikan kesusahannya dari mahluk hanya mengadu kepada Allah swt.
6. Cara mensyukuri Iman

–> Tingkatkan Qualitas dan Quantitas Ibadan. Memberi manfaat kepada orang lain.
“Maka ingatlah kepada-Ku, Aku pun akan ingat kepadamu. Bersyukurlah kepada-Ku, dan janganlah kamu ingkar kepada-Ku.” [Al-Baqarah: 152]
Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih.” (QS. Ibrahim : 7).
“Bersyukurlah kepada Allah. Dan barangsiapa bersyukur (kepada Allah), maka sesungguhnya ia bersyukur untuk dirinya sendiri, dan barangsiapa tidak bersyukur, sesungguhnya Allah Maha Kaya lagi Maha Terpuji.” (QS. Luqman(31) :12).
Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda: “Sesungguhnya Allah senang melihat atsar (bekas/wujud) nikmat-Nya pada hamba-Nya,” (HR. Tirmidzi dari Abdullah bin Amr).
“Khairun naasi anfa’uhum linnaas.” sebaik-baik manusia adalah siapa yang paling banyak bermanfaat bagi orang lain. (Mahfum hadits)
7. Cara menghindari Rusaknya Iman.

–> hindari makanan syubhat apalagi haram. Jika yang haram masuk ibadah melemah perkara haram jadi manis. Jika yang halal masuk ibadah kuat dan perkara haram jadi pahit.
يَا أَيُّهَا النَّاسُ كُلُوا مِمَّا فِي الْأَرْضِ حَلَالًا طَيِّبًا وَلَا تَتَّبِعُوا خُطُوَاتِ الشَّيْطَانِ ۚ إِنَّهُ لَكُمْ عَدُوٌّ مُبِينٌ

Hai sekalian manusia, makanlah yang halal lagi baik dari apa yang terdapat di bumi, dan janganlah kamu mengikuti langkah-langkah syaitan; karena sesungguhnya syaitan itu adalah musuh yang nyata bagimu.(QS Albaqarah 168)
Rasulullah bersabda, “Seorang lelaki melakukan perjalanan jauh rambutnya kusut, mukanya berdebu menengadahkan kedua tangannya ke langit dan mengatakan, “Wahai Rabbku! Wahai Rabbku! Padahal makanannya haram dan mulutnya disuapkan dengan yang haram maka bagaimanakah akan diterimanya doa itu?” (HR Muslim)
Ibnu Abbas berkata bahwa Sa’ad bin Abi Waqash berkata kepada Nabi Muhammad SAW, “ Ya Rasulullah, doakanlah aku agar menjadi orang yang dikabulkan doa-doanya oleh Allah”. Apa jawaban Rasulullah, “Wahai Sa’ad perbaikilah makananmu (makanlah makanan yang halal) niscaya engkau akan menjadi orang yang selalu dikabulkan doanya. Dan demi jiwaku yang ada di tangan-Nya sungguh jika ada seseorang yang memasukkan makanan haram ke dalam perutnya, maka tidak akan diterima amalnya selama 40 hari dan seorang hamba yang dagingnya tumbuh dari hasil menipu dan riba, maka neraka lebih layak untuknya” (HR. At-Thabrani)
“Tidaklah tumbuh daging dari makanan haram kecuali neraka lebih utama untuknya” (HR. At Tirmidzi)
“Tidaklah peminum khamr, ketika ia meminum khamr termasuk seorang mukmin” (HR Bukhari dan Muslim)

Blog di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: