Buyaathaillah's Blog

Kisah Ulama Syekh Atha As Silmy

​Kisah seorang Ulama yang takut akan keadaan Amalnya.
Seorang ulama yang zuhud dan wara` bernama Syekh Atha’ As-Silmi dikenal sebagai guru agama yang tulus , beliau tidak memungut bayaran atas usaha itu kepada murid2nya , ia dikaruniai pula kepandaian menenun pakaian , sekali dalam seminggu.
Ia menjual hasil tenunannya ke pasar untuk memenuhi kebutuhan keluarganya dan keperluan dakwah , beliau kadang sangat yakin bahwa tenunannya sangat apik dan tak ada cacat , di tengah hiruk-pikuk keramaian pasar, kalimat tasbih dan tahmid mengiringi hembusan napasnya.
Tiba2 ada seseorang yang mendekat dan melihat-lihat pakaian tenunannya , orang itu adalah seorang penjahit dan ia berkata … , 
” baju ini cukup bagus , namun sayang, ada cacatnya , ini, ini, dan ini … ? ” ,
dengan tanpa sepatah kata, Syekh Atha’ mengambil pakaiannya dari tangan orang itu, kemudian beliau duduk dan menangis terisak2.
Orang itu bingung melihat Syekh Atha’ menangis, namun, penyesalan tampak di wajahnya atas apa yang diucapkan.
Ia meminta maaf bila ucapan tadi melukai hati , dan, ia mau membeli tenunan itu berapa pun harganya … , 
Syekh Atha’ berkata … , 
” Sebab yang menyebabkan aku menangis bukan seperti yang

kamu kira,

aku telah bersungguh-sungguh menenun baju ini, 

tenunan baju ini tidak seperti baju2 lain yang telah aku buat.
aku membuatnya lebih halus, lalu kemudian aku tambahkan keindahan di dalamnya setelah itu, 

aku periksa dengan amat teliti untuk memastikan tidak ada cacat di dalamnya.
Tapi, ketika hasil tenunanku ini diperiksa oleh manusia , terlihat ada cacat di bagian yang mana aku tidak menyadarinya.
Lalu, bagaimana nanti dengan amal-amal perbuatanku tatkala diperiksa oleh Allah, 
Dzat yang Maha Tahu di Hari Kiamat nanti …? , berapa banyak cacat dan dosa yang akan tampak dari amal ibadahku.
Dan itu yang tidak aku sadari dari kini … ! ” .
Semoga Allah selalu mengingatkan kita atas buruknya amal amal kita dan memberikan kemudahan untuk melihat amal baik orang lain dihadapan kita,

Amin Tabarakallah.
Wallahu A’lam Bishawwab

Blog di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: