Buyaathaillah's Blog

Bayan Iman Yakin

Iman tak akan terbentuk tanpa dakwah. Tanpa dakwah yakin yg salah tak dpt dikeluarkan dari hati kita, keyakinan pd harta, pd makhluk,
pd diri sendiri.

Apa yg dilihat dgn mata akan masuk dlm hati dan merosakkan yakin kita.
Apa kita kena buat?

Pertama, apa yg kita nampak kita kena nafikan dgn lidah kita dan ingkarkan dgn hati kita. Bila kita nampak benda boleh buat sesuatu, boleh bagi menafaat, boleh bagi mudharat, boleh bagi senang, boleh bagi susah, maka dgn lidah kita nafikan dan dgn hati kita ingkarkan, semua makhluk dari bumi sampai ke langit, hatta jibrail a.s sekalipun, semua tak boleh buat apa2. Bila kita nafikan semua makhluk, baru separuh iman, tak sempurna lagi.

Yg kedua, kita nafikan diri kita sendiri, duit yg ada pd saya tak boleh buat apa2, usaha dan kepandaian saya tak boleh buat apa2. Nafikan semua makhluk dan nafikan diri, barulah sempurna iman kita.
Penafian semua makhluk dan diri kita, ini di panggil ‘lailaha’. Semua berlaku dgn kehendak Allah, semua dtg dari Allah, Allah yg menentukan segala-galanya, ini di panggil ‘illallah’.

Cantuman 2 perkara ini barulah di panggil lailahaillallah. Untuk dptkan yakin inilah maka setiap hari kena buat dakwah.

Hari ini kita kata Allah yg buat, Allah yg berkuasa tapi dlm hati ada ‘tapi’.
Ini yakin yg rosak dan salah yg menghalang kita dari mendapat bantuan Allah. Yakin yg salah ini telah mengotorkan hati kita hingga menjadi lebih busuk dari najis.

Bila hati dah busuk, mcm mana kebesaran Allah akan dtg dlm hati kita? Walaupun kita dah keluar berkali-kali 4B, tapi juzuk pertama dari kalimah ini ‘lailaha’ pun belum masuk lagi dlm hati kita.

Usaha yg sahabat telah buat utk memasukkan keyakinan yg betul dlm hati pun memakan masa 13 thn. Dan kita pulak anggap dah keluar 4B sekali dah dpt belajar yakin. Kita kena habiskan seluruh hidup kita utk masukkan hakikat kalimah ini ke dlm hati kita, baru kita telah berjaya, kita telah buat satu perniagaan yg sangat menguntungkan.

Khulasahnya ialah, bahawa selain dari Allah, seluruh makhluk tak boleh buat apa2, ‘lailaha’ dan Allah yg buat segala-galanya, ‘illallah’.

Keluar Di Jalan Allah Untuk Membentuk Iman Yakin

Nabi saw 13 tahun menanamkan iman yakin yang sempurna kepada para sahabat di Kota Mekkah. Setelah iman yakin sempurna barulah perintah untuk ibadah diperintah kepada para sahabat. Pendapat lain mengatakan 11 tahun baru perintah sholat diturunkan.
Belajar iman yakin dulu baru perintah-perintah yang lain menyusul. Setelah iman yakin ini terbentuk, ibadah itu jadi mudah. Perintah-perintah Allah jadi mudah diamalkan karena ada keyakinan yang kuat kepada janji-janji Allah.
Para sahabat ini dulunya untuk menghentikan kebiasaan minum khamar itu susah sekali. Ketika bayi baru lahir maka dia akan diberi minum khamar dan ketika hendak meninggal dunia pun minuman yang terakhir kalinya adalah khamar.
Nabi SAW menceritakan bagaimana kenikmatan surga dan segala keindahannya dan para sahabat melihat surga ini seolah ada didepan mata mereka. Setiap waktu, setiap saat berbicara masalah iman sehingga iman pun masuk kedalam hati mereka. Iman yang sempurna inilah yang menyebabkan kebiasaan minum khamar ini berhenti. Kebiasaan-kebiasaan buruk lainnya berubah menjadi kebaikan-kebaikan.
Para maseikh kita katakan : “Kami sering melihat ahli iman tetapi jarang melihat ahli yakin”
Kalaulah iman yakin sudah masuk kedalam diri kita maka makan pun tidak akan enak dan tidur pun tidak akan nyenyak.
Satu orang ahli dunia tidak akan tidur nyenyak karena memikirkan usaha dunia.
Satu orang ahli akhirat pun tidak akan tidur nyenyak karena memikirkan usaha akhirat.
Tapi .. kita hari ini pikir dunia sudah keluar .. tetapi pikir akhirat belum masuk…. ??
Makanya waktu bayan tidur, waktu taklim tidur, yang melek itu cuma waktu makan saja.
Katakanlah: “jika bapak-bapak, anak-anak, saudara-saudara, isteri-isteri, kaum keluargamu, harta kekayaan yang kamu usahakan, perniagaan yang kamu khawatiri kerugiannya, dan tempat tinggal yang kamu sukai, adalah lebih kamu cintai daripada Allah dan Rasul-Nya dan dari berjihad di jalan-Nya, maka tunggulah sampai Allah mendatangkan keputusan-Nya.” Dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang fasik.
(QS. At Taubah 24)

Orang yang buka toko untuk menghidupi keluarga paham tanggung jawab terhadap tokonya, maka tiap hari dibuka dan di azam untuk buka toko bukan untuk masa 40 hari, 4 bulan saja tetapi untuk selama-lamanya hidupnya..karena apa? Dia paham tanggung jawabnya.

Maryam karena iman yakinnya yang sempurna kepada Allah, di mihrobnya selalu ada makanan yang dikirim Allah SWT langsung dari langit. Makanan musim panas ada pada musim dingin. Makanan musim dingin ada pada musim panas..!!.
Suatu saat Ia (jibril) berkata:
“Sesungguhnya aku ini hanyalah seorang utusan Tuhanmu, untuk memberimu seorang anak laki-laki yang suci.”
Maryam berkata:
“Bagaimana akan ada bagiku seorang anak laki-laki, sedang tidak pernah seorang manusiapun menyentuhku dan aku bukan (pula) seorang pezina!”
(QS. Maryam 19-20)

Iman yakinnya Maryam bergeser sedikit saja…!! Bagaimana mungkin aku punya anak..??
Mulai dari saat itu, makanan tidak pernah lagi turun dari langit kepada Maryam. Padahal waktu itu Maryam mengandung nabi Isa as.
Maryam harus bersusah payah mencari makanan…!!
Nabi SAW buat dakwah tidak mudah dengan tetesan air mata, tetesan keringat bahkan tetesan darah pun mengalir dari tubuh Nabi SAW yang mulia.
Nabi Nuh as buat dakwah siang dan malam tetapi Nabi SAW buat dakwah tidak kenal siang, tidak kenal malam.
Kita pun keluar 3 hari, 40 hari, 4 bulan untuk belajar iman yakin yang sempurna kepada Allah SWT.

Hadits-hadits
Dari Abu Hurairah r.a. berkata bahwa ia mendengar Rasulullah saw. bersabda, ‘Berdiri sesaat di jalan Allah lebih baik daripada beribadah di malam lailatul qadar di depan Hajr Aswad.”
(Hr. Ibnu Hibban. Berkata pentahqiq, “Isnadnya shahih” X/463)

Dari Aisyah r.ha. meriwayatkan bahwa ia mendengar Rasulullah saw. bersabda, “Tidaklah bercampur pada hati seorang muslim debu-debu (ketika berada) di jalan Allah, kecuali Allah pasti mengharamkan atasnya api neraka.”
(Hr. Ahmad dan Thabrani dalam al Awsath, dan sanad Ahmad semuanya tsiqat – Majma’uz Zawaa ‘id V/ 7452)

Dari Utsman bin Affan r.a. berkata, “Aku mendengar Rasulullah saw. bersabda, ‘Satu hari di jalan Allah lebih baik daripada seribu hari selain di jalan Allah’. “
(Hr. Nasai, bab Keutamaan Ribath, Hadits nomor 3172)

Dari Anas r.a. berkata bahwa Rasulullah saw. bersabda, “Sepagi atau sepetang di jalan Allah lebih baik daripada dunia dan seluruh isinya.
(Hr. Bukhari. Bagian dan Hadits yang panjang, bab Sifat surga, Hadits nomor 6568)

Dari Anas bin Malik r.a. berkata bahwa Rasulullah saw. bersabda “Barangsiapa yang berangkat sepetang di jalan Allah, maka pada hari kiamat ia akan mendapat satu misk (minyak kesturi) sebanyak debu-debu yang mengenai tubuhnya.”
(Hr. lbnu Majah, bab Khuruj bersama rombongan, Hadits nomor 2775)

Dari Abdullah bin Umar r.huma meriwayatkan bahwa Rasulullah saw. bersabda, “Barangsiapa terkena sakit kepala di jalan Allah, lalu ihtisab (mengharap pahalanya dan Allah atas sakitnya), maka diampuni dosa-dosanya yang lampau.”
(Hr. Thabrani dalam al Kabiir, dan isnadnya hasan – Majma’uz Zawaa ‘id III/30)

Dari Suhail r.a. berkata bahwa ia mendengar Rasulullah saw. bersabda, “Berdirinya salah seorang dan kalian sesaat di jalan Allah lebih balk daripada amal kebaikan (yang ia lakukan) seumur hidupnya dikeluarganya (rumahnya).”
(Hr. Hakim III/282)

Dari Abu Hurairah r.a. menceritakan, “Rasulullah saw. telah memerintahkan satu jama’ah untuk pergi keluar (di jalan Allah). Mereka bertanya, ‘Wahai Rasulullah! Apakah kami mesti berangkat malam ini juga, atau tinggal dulu hingga kami (berangkat) pagi hari? Nabi saw. bersabda, Apakah kalian tidak suka bermalam di salah satu taman dari taman-taman surga.“
(as Sunanul Kubraa IX/158)

Iman yakin akan terbentuk dalam diri kita kalau kita ada usaha atas iman

Niat amal dan ambil takaza2 dibentangkan…!!
InsyaAllah…

Iklan

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: