Buyaathaillah's Blog

Bayan Syuro Mufti Luthfi Al Banjari : Hakekat Iman dan Hakekat Sunnah

Bayan Syuro Indonesia

Mufti Muhammad Luthfi Al Banjari

Mesjid Jami Kebun Jeruk

Al Quran menceritakan kehidupan para Anbiya AS dan kehidupan Sahabat RA sebagai pelajaran untuk kita.

Maulana Umar Phalampuri Rah.A berkata :

“Adalah para sahabat-sahabat Nabi saw mempelajari lafadz-lafadz iman di dalam mesjid. Sedangkan mereka mempelajari Hakikat iman itu dilapangan.”

Jadi ada 2 perkara yang disampaikan Masyeikh kita Maulana Umar Phalampuri Rah.A :

  1. Belajar Lafadz iman itu di Mesjid
  2. Belajar Hakikat Iman itu di Lapangan

Apa itu Lafadz iman :

  1. La illaha ilallah ini Lafadz Iman
  2. Fayardzukhu min haisu layahtasib ini lafad iman

Belajarnya dimana lafadz iman ? di mesjid bersama Rasullullah saw. Namun ketika para sahabat ini khuruj, pergi dijalan Allah, maka mereka belajar Hakikat Iman. Dari Lafadz menjadi Hakikat dimana dipelajarinya ? ketika Khuruj Fissabillillah, di medan dakwah.

Diakuinya seseorang itu sebagai seorang yang mahir atau ahli, bukan karena tekstual : di pesantren, di universitas, di sekolah, tidak, tapi ketika dia sudah terjun ke lapangan. Baru ketahuan apakah dia ini seorang yang ahli atau seorang yang mahir atau tidak.

Satu orang tua ingin menjadikan anaknya perenang international, dipanggil pelatih perenang no. 1 di dunia dari amerika untuk melatih. Dihadirkan di rumah dia, diajari teori renang, gaya kupu-kupu, gaya bebas, gaya pungunggung, dan gaya katak. Bahkan ketika di uji itu anak dengan ujian tulisan, lulus dengan nilai terbaik, karena ini anak jenius. Boleh dikatakan ini anak mendapatkan Ph.D dalam bidang renang, karena jenius. Tapi itu anak tidak pernah di bawa ke kolam renang, tidak pernah terjun ke medan berenang. Dia tidak pernah berenang di kolam berenang, di sungai, di danau, apalagi di laut. Maka ini anak yang mendapatkan gerlar Ph.D dalam bidang berenang di Oxford atau Harvard university, ketika di lempar ke kolam renang apa yang terjadi ? tenggelam semua gaya hilang cuman gaya batu saja.

Begitupula ilmu agama ini dipelajari di mesjid, di pondok, di madrasah, di al azhar mesir, di ummul quro madinah, belajar bermacam-macam gaya atau cabang ilmu dan cara dakwah, tapi belum pernah terjun ke lapangan. Nanti ketika terjun di lapangan baru tahu, bagaimana gemeternya dia menghadapi rintangan dalam berdakwah. Maka ini Ummat harus dibawa pergi ke lapangan, terjun ke medan, biar tahu dan paham.

Lafadz La illaha Illlah dipelajari sahabat ra di mesjid tapi hakekatnya didapat ketika terjun di medan Badr. Begitupula tentang pentingnya mengikuti sunnah-sunnah Nabi saw, dipelajari di mesjid, tapi hakekat sunnah nabi saw ini mereka dapatkan di medan Uhud.

Dimana Sahabat Mendapatkan pembelajaran Hakekat :

  1. Medan Badr : Hakekat La illaha Illallah
  2. Medan Uhud : Hakekat Muhammad Rasullullah

Dua peperangan ini menunjukkan tentang Pentingnya Umat pergi ke Lapangan. Apa hakekat yang sahabat pelajari dalam dua pepeangan tersebut :

  1. Dalam perang Badr Allah swt ceritakan 3 asbab kemenangan Sahabat RA

Selama manusia tidak mempunya 3 asbab, jangan berkhayal untuk menang dalam perjuangan. Walapun parlemen dia kuasai, presidennya orang islam, partainya mayoritas dikuasai islam, sampai semua kepala pemerintahan dari gubernur sampai RT nya adalah orang islam. Murni semuanya dikuasain orang islam, tapi 3 asbab tersebut tidak ada, jangan berkhayal menang.

  1. Dalam perang Uhud Allah swt jelaskan 4 asbab kekalahan Sahabat RA

Begitupula selama 4 asbab kalahnya umat islam di perang uhud, ada dalam kehidupan kita, maka tidak mungkin kita akan di tolong Allah swt selamat dari kekalahan. Walaupun kita mempunyai militer yang kuat, teknologi yang canggih, ekonomi yang kuat, selama 4 asbab ini ada dalam umat islam, kalau perang, tidak akan Allah swt tolong kita dari kekalahan.

Ini Allah swt bukan hanya sebagai cerita tentang sahabat RA, tetapi ini adalah pelajaran bagi umat di masa yang akan datang.

Perang Badr mendapatkan Hakekat Iman

Nabi Muhammad SAW memberi i’lan, pengumuman :

“Untuk menebus harta kita yang dirampas oleh kaum kafir quraish yang sekarang sudah diperjual belikan di mekah, Maka Allah swt mengizinkan kita mencegat kafilah Abu Sofyan yang akan pergi dari Mekah untuk berdagang ke syams, sebagai balasan atas harta yang mereka rampas dari kita.”

Ketika itu kafilah abu sofyan cuma 50 orang saja. Jadi yang daftar banyak, tapi diseleksi oleh Nabi saw, karena hanya perlu buat orang yang ngangkat-ngangkat saja. Perkelahian tidak perlu banya-banyak karena hanya menghadapi 50 orang saja. Ternyata Abu sofyan bisa melepaskan diri dari cegatan pasukan sahabat RA. Baru ketika Abu Sofyan pulang dari syams, rencananya akan dicegat para sahabat RA, tapi Abu Sofyan cerdik. Abu sofyan yang dalam perjalanan balik ke mekah sudah curiga bahwa mereka akan dicegat. Kecurigaannya berawal ada tai-tai onta yang didalam tai onta yang kering itu ketika di sapu oleh tongkatnya terdapat biji-biji korma yang besarbesar. Biji korma yang besar ini dikenal dengan biji korma kebun korma madinah. Onta-onta disana makannya korma yang sudah rusak dikasih ke onta, jadi makanan onta korma-korma yang sudah rusak dan tidak dimakan manusia. Berarti kata Abu Sofyan, dia punya firasat umat islam yang tinggal di madinah ketika itu, nabi saw dan sahabat sudah menunggu di depan untuk mencegat kita.

Maka Abu sofyan mengambil jalan lain, untuk menghindari cegatan sahabat RA dan Nabi saw. Selain itu abu sofyan juga mengirim kurir dengan kuda yang paling cepat dan kuat namanya Dom Dom ke mekah, untuk memberi abu jahal, abu lahab dan para pemimpin quraish, agar segera mengirimkan bala bantuan menghadapi umat islam. Maka orang mekah terkejut, kalau dagangan abu sofyan di rampas, habislah kita, invstasi kita disitu, harta dagangan juga disitu, makanan yang dibawa, matilah kita kalo dirampas, fikir mereka seperti itu. Maka Abu Jahal marah, dia kumpulkan pasukan 1000 orang. Hindun mendengar suaminya akan dicegat, diapun marah, dia gerakkan wanita-wanita quraish bawa gendang dan sebagainya untuk memberi semangat pasukan kafir quraish. Dan mereka, pasukan wanita hindun ini berfungsi selain sebagai penyemangat, tetapi sebagai peghalang agar pasukan laki-laki di depan tidak bisa mundur, harus maju terus. Mereka membuat syair-syair penyemangat, kalau terus maju dan menang akan kami peluk, kalau mundur akan kami tendang.

Mubayin : Begini semangat nanti jika istri-istri kita sudah menjadi masturoh. Wanita ini mempunyai semangat agama yang tinggi kalau sudah kenal agama, semangatnya kayak hindun yang mengirimkan suami-suaminya ke medan perang. Kalau istri yang hanya mendukung tapi tidak keluar nanti fikirnya : “Abang kalau keluar 4 bulan dan setahun silahkan, gak jadi keluarpun tidak apa-apa.” Tapi kalau sudah ikut masturoh, mau mundur dari takaza atau nisab, tidak bisa, harus maju terus.

Ketika itu Abu Lahab sedang sakit, tidak bisa ikut ke medan perang. Tapi dia pergi mencari penggantinya sebagai kompensasi dia tidak ikut. Dia bayar orang yang kekar, besar, gagah, kuat, ahli dalam perang sebagai pengganti dia di medan perang.

Mubayin : Ini karkun kalah sama abu lahab, sakit kepala dikit gak jadi berangkat. Padahal uang sudah terkumpul 10 juta buat berangkat 4 bulan negeri jauh, tidak jadi gara-gara sakit kepala. Kalau gak jadi berangkat, cari orang yang mau berangkat, bantu kekurangannya dari uang kita yang sudah terkumpul tapi tidak jadi dipakai. Ini sudah tidak jadi berangkat, duit juga terpakai di jalan Allah, malah disimpan habis buat keperluan, modal buat dagang, dll. Kalah kita sama Abu Lahab kalau begini. Abu Lahab gak mau kalah, walaupun saya sakit, tapi sakitnya saya jangan sampai menghalangi saya untuk tidak mengambil bagian dalam perjuangan, makanya dia bayar orang pengganti dia. Begitu pula ahbab nih kalau tidak jadi berangkat dirinya, uangnya harus tetap berangkat, bayarin tiket jemaah, atau bensin biar dari saya, ini tambahan tafakkud jemaah buat tho’am, begitu yang bener. Ini udah dia tidak jadi berangkat, uangnya hilang gak karuan, malah di jadiin modal payah karkun ini. Niat tahun depannya berangkat, sekarang uang pakai beli nampan 1000 biji, rice cooker 2, kasih ke markaz, bermanfaat buat agama duitnya. Uang yang sudah dititipkan di amanah buat fissabillilah, silahkan ambil kalau darurat buat istri melahirkan atau bayar rumah sakit, tapi jangan dipakai buat modal dagang ataupun keperluan lain, bisa bangkrut nanti, kualat, hati-hati.

Nabi saw katakan kepada para sahabat RA, abu sofyan sudah lepas dari cegatan karena kelihaian dia Sekarang sudah akan datang 1000 pasukan yang hebat, pasukan yang kuat siap menggempur Nabi saw dan sahabat RA. Sedangkan posisi Nabi saw sudah jauh dari madinah yaitu di Badr kurang lebih 180 km dari madinah, jauh perlu beberapa hari balik ke madinah.

Akhirnya bermusyawarah dengan para Sahabat RA, bagi usul apa yang musti dilakukan keadaan genting begini. Sekarnag yang harus dihadapi bukan 50 orang lagi, tapi berapa ? 1000 orang pasukan. Sebelumnya yang dihadapi cuman para pedagang, sekarang pasukan militer terlatih dengan persenjataan lengkap. Abu bakar RA ketika itu bangun bilang siap mati tapi nabi saw perintahkan untuk duduk, begitu juga umar berdiri siap mati tapi disuruh duduk. Nabi saw tahu ini para muhajirin memang sudah pada siap mati, tapi nabi saw ingin tahu bagaimana dengan orang anshor. Pasukan Nabi saw ketika itu 70% adalah orang anshor.

Orang Anshor ini punya janji dan komitment kepada Nabi saw. Mereka berjanji akan membela Nabi saw sebagaimana merka akan membela anak mereka sendiri selama Nabi saw di madinah ketika hijrah. Tapi sekarang di luar madinah, di Badr, itu bukan tanggung jawab orang-orang anshor, dalam perjanjian Aqobah. Jadi dalam perjanjian itu orang-orang anshor siap membela nabi selama nabi saw di madinah, tapi diluar madinah itu tidak termasuk dalam perjanjian. Maka Nabi saw ingin mengetahui bagaimana posisi orang anshor dalam menyikapi kondisi ini di Badr. Maka orang Anshor berdiri dan bertanya apakah pendapat kami yang engkau inginkan ? tentu kata nabi saw, karena kalau orang muhajirin mereka sudah paad siap.

Maka kaum anshor bilang kami ini bukan sperti bani israil yang mengatakan kepada Musa :

“…fa-idzhab anta warabbuka faqaatilaa innaa haahunaa qaa’iduuna.”

Artinya :

“…pergilah kamu bersama Tuhanmu, dan berperanglah kamu berdua, sesungguhnya kami hanya duduk menanti disini saja” (5:24)

Ini sifat bani israil cuman mau enaknya saja, kamu saja musa yang berperang kan ada Tuhanmu yang bantu, kita disini aja nunggu, duduk-duduk, kami bergabung kalau kamu sudah menang. Ini sifat bani israil, maka kata sahabat anshor, “kami tidak seperti itu ya rasullullah saw.” Yang ingin kami sampaikan :

“Pergilah engkau bersama Rabbmu wahai muhammad berperang, dan kami orang anshor akan bersama kalian.”

Apapun yang engkau perintahkan ya rasullullah saw kami akan ikuti. Kau suruh kami naik gunung, kami akan pergi kesana. Kau suruh kami pergi ke dalam laut pun akan kami turuti. Kau suruh kami jalan ke yaman melewati mekah, dalam perjalanan yang sangat jauh dan harus menghadapi penduduk mekah sekalipun untuk melewatinya, maka akan kami lakukan. Maka mendengar jawaban ini Nabi saw gembira sekali. Jadi para sahabat ini imannya sudah cukup kuat untuk berjuang bersama baik sahabat anshor dan sahabat muhajirin.

Maka malam hari nabi saw berdoa kuat sekali, sangking tingginya nabi saw angkat tangan dalam berdoa sampai ketek beliau kelihatan, jadi tinggi sekali angkat tangannya. Ketek nabi ini putih bersih, tidak seperti kita keteknya kayak hutan belantara, menakutkan istrinya dikira ada jin di dalamnya. Jangan sampai lewat 40 hari ketek kita tidak di cukur, bulu ketek dan bulu kemaluan. Kalau bulu ketek ini sunnahnya di cabut dan kalau bulu kemaluan sunnahnya di potong pakai pisau, untuk perempuan di cabut.

Maka saking kuatnya Nabi saw berdoa, abu bakar ra berkata : “cukup…cukup.. ya rasullullah saw, insya allah, Allah swt kabulkan doa kamu.”

Mubayin : Allah swt itu suka dengan doa yang seakan-akan memaksa Allah saking butuhnya, merengek-rengek kepada Allah swt.

Bukan yang hanya sekedar formalitas berdoa, bermalas-malasan, tidak sungguh sungguh. Kayak orang yang berdoa :

“Ya Allah swt berangkatkanlah aku ke IPB ya Allah, kalau engkau berangkatkan alhamdullilah, dan kalau engkau tidak berangkatkan tidak apa-apa ya Allah.”

Doa macam ini Allah swt tidak mau, doa yang tidak sungguh-sungguh doanya, kayak tidak punya keinginan, plin plan. Doa yang kuat yang sungguh-sungguh merengek, kayak seakan-akan memaksa.

Cara Doa Badui yang memaksa

Satu orang Badui berdoa, Nabi saw tersenyum mendengarkan doanya. Dia katakan :

“Allahummagfir, Fa inlamtaghfir Faghfir”

Artinya :

“Ya Allah Ampunkan saya ini, kalau engkau tidak ampunkan saya….. ampunkan saja saya ini.”

Nabi saw tersenyum mendengarkan doa badui ini. Beliau katakan Allah swt malu jika tidak mengampunkan dosa ini orang. Jadi doa jangan konyol kayak terserah aja, kalau Allah swt saja mau ngabulin alhamdullillah dan tidak dikabulin juga gak papa, konyol. Ini cara doa orang yang memohon sesuatu yang tidak penting, jadi tidak sungguh-sungguh.

“Ya Allah berangkatkan aku ke IPB ya Allah, jika engkau tidak berangkatkan aku dimana kekuasaanmu ya Allah. Ini matahari yang jutaan ton beratnya engkau berangkatkan tiap hari, aku yang cuman 60 kg tidak engkau berangkatkan. Tunjukilah aku kekuasaanMu ya Allah biar imanku bertambah”

Dengar doa yang memaksa macam ini, Allah swt malu tidak mengabulkan. Begitulah nabi saw berdoa ketika itu, dan cara doa yang dicontohkan buat sesuatu yang penting dan urgent, kayak memaksa Allah swt. Kalau orang yang tidak mengerti akan berpikir nabi ini salah dalam berdoa, merasa lebih hebat dari Allah swt maksa-maksa Allah swt. Sangking kuatnya Nabi saw berdoa :

“Ya Allah swt kalau mati ini sahabat-sahabatku di badar ini, yang hanya 313 orang ini, maka tidak akan ada lagi yang menyembah engkau sampai hari kiamat.”

Kok berani betul doa seperti itu. Padahal kalau Allah swt mau mereka mati bisa aja diganti dengan yang lain. Nabi saw doa begitu kuat kalau 313 ini mati maka engkau tidak akan disembah lagi selama-lamanya. Sehingga Allah swt malu untuk tidak mengabulkan. Sampai Abu Bakar bilang, “Cukup… cukup… ya rasullullah saw, Allah swt pasti mengabulkan doamu.” Beginilah kuatnya doanya nabi saw.

Maka terjadilah perang Badr, dan Nabi saw berusaha untuk mengatur strategi berperang. Maka salah seorang sahabat bertanya, “ya rasullullah, kita berperang ini perencanaannya berdasarkan wahyu atau strategi yang bisa kita atur.” Nabi saw menjawab, “Ini bukan wahu melainkan pendapat saya sendiri.” Maka sahabat itu berkata, “Kalau ini bukan berdasarkan wahyu, maka posisi kita disini tidak cocok ya rasullullah saw, cocoknya di dekat sumur disana. Kalau kita dibelakang sumur nanti sumur bisa direbut oleh musuh. Sedangkan kalau kita didepan sumur, maka musuh tidak bisa mendekati sumur, mereka tidak bisa dapat air.” Maka Nabi saw menerima usul dari sahabat tersebut pindah membawa pasukan sahabat ra kedepena sana, didepan sumur.

Maka dimalam hari Allah swt turunkan hujan sehingga sumur penuh dengan air dan pasukan islam berada diposisi yang menguntungkan. Ini karena air turun ke bawah membasahi tempat pasukan kafir quraish sehingga pada kebecekan pasirnya jadi gembur, jadi tidak stabil tanahnya.

Mereka berperang dengan modal pasukan 312 orang saja, kuda cuman 2, persenjataan seadanya dan banyak yang tidak bawa senjata.

Allah swt berfirman :

idz tastaghiitsuuna rabbakum faistajaaba lakum annii mumiddukum bi-alfin mina almalaa-ikati murdifiina”

Artinya :

“(Ingatlah), ketika kamu memohon pertolongan kepada Tuhanmu, lalu diperkenankan-Nya bagimu: “Sesungguhnya Aku akan mendatangkan bala bantuan kepada kamu dengan seribu malaikat yang datang berturut-turut”. ( surat 8 : 9 )

Jadi yang pertama kali di lakukan Nabi saw dan para sahabat RA adalah Istighotsah, malam hari berdoa menangis kepada Allah swt. Begitu setelah selesai berdoa, maka Allah swt turunkan pasukan malaikat bersusun-susun. Berapa banyak ? 1000 malaikat. Lalu kirim lagi bersusun-susun 3000 malaikat, lalu 5000 malaikat lagi.

Allah swt berfirman :

“Idz taquulu lil mukminiina alan yakfiyakum an yumiddakum rabbukum bitsalaatsati aalaafin mina almalaa-ikati munzaliina. balaa in tashbiruu watattaquu waya tuukum min fawrihim haadzaa yumdidkum rabbukum bikhamsati aalaafin mina almalaa-ikati musawwimiina”

artinya :

“(Ingatlah), ketika kamu mengatakan kepada orang mukmin: “Apakah tidak cukup bagi kamu Allah membantu kamu dengan tiga ribu malaikat yang diturunkan (dari langit)? Ya (cukup), jika kamu bersabar dan Taqwa, dan mereka datang menyerang kamu dengan seketika itu juga, niscaya Allah menolong kamu dengan lima ribu Malaikat yang memakai tanda (bersorban).” (3:124-125)

Allah swt kirim pasukan malaikat semuanya bersorban, mussawimin. Hari ini banyak yang bilang, hadits sorban itu dhaif, maudhu. Hadits tentang fadhilah sorban banyak yang dhoif, tapi hadits tentang pakai sorban ini banyak. Bahkan bukan dari hadits shahih saja tapi dari Qur’annya juga. Jadi malaikat ketika turun di medan perang semuanya pakai sorban. Bahkan malaikat jibril AS bersorban turun pake kuda namanya khaizum.

Peperangan terjadi, dimenangkan oleh Umat islam. Dan para sahabat Nabi saw ini mereka benar-benar mendengarkan pekikan suara kuda. Bahkan mereka katakan 70 orang kafir quraish yang mati ini, jika mati mengeluarkan darah berarti kena pedang sahabat, tapi jika mati dengan luka bakar berarti kena tebasan pedang malaikat. Ini karena pedangnya para malaiat terbuat dari api. Ada sahabat Nabi saw baru mau menggal leher lawah, tau-tau sudah putus duluan. Para Malaikat juga berlomba-lomba pingin tebas leher musuh. Kitapun kalau dalam peperangan juga harus berlomba, bukannya kamu duluan aja yang bunuh, ini namanya penakut

Bahkan pamannya Nabi saw Abbas RA yang menyembunyikan keislamannya sudah dari mekah, ikut berperang bergabung dengan pasukan kafir Quraish. Nabi saw tahu bahwa Abbas RA sudah masuk islam, sedangkan sahabat yang lainnya tidak tahu. Cuman Nabi saw ingatkan kalau kamu nanti ketemu paman beliau Abbas RA di medan perang jangan dibunuh. Itu Abbas RA punya badan besar dan kekar, ditangkap oleh sahabat yang kecil dan kurus, ditawan. Ada 70 orang ditawan oleh pasukan muslim, salah satunya Abbas RA yang ditawan oleh sahabat yang kurus kecil. Berarti semua harta yang dibawa abbas ra ini menjadi milik sahabat kecil yang menangkapnya. Kata Abbas RA, “Ya Rasullullah bukan dia yang menawan saya, tapi yang berhasil mengalahkan dan menawan saya badannya tinggi besar dan kekar.” Paka sahabat kecil yang menangkap Abbas RA bilang, “Saya yang menangkap dia ya Rasullullah.” Tapi Nabi saw katakan yang menangkap abbas ini adalah malaikat yang besar, tinggi, kekar yang menyaru jadi manusia, lalu diserahkan ke tangan sahabat yang kecil yang menawan Abbas RA.

Allah swt jelaskan kenapa sahabat RA bisa menang dalam perang Badr. Padahal ketika itu pasukan :

  1. Minoritas : 313 Sahabat RA vs 1000 Kafirin
  2. Kuda : cuman 2 saja
  3. Senjata : Banyak yang tidak bawa senjata

Maka dalam perang Badr ini para sahabat RA mendapatkan pelajaran tentang Hakikat La illaha Illallah. Perubahan pemahaman dari Lafadz ke Hakikat ini di dapatkan sahabat dalam medan perang. Bahwasanya dengan jumlah yang sedikit dapat menang melawan musuh, dengan bantuan dari Allah swt. Padahal ketika itu :

  1. Secara jumlah sahabat RA kalah banyak dari musuh
  2. Pedang seadanya ada yang cuman pakai ranting
  3. Kendaraan kuda cuman ada 2 saja

Maka Allah swt katakan ada 3 penyebab sahabat menang dalam perang Badr :

  1. Asbab Istighosah dan Doa

idz tastaghiitsuuna rabbakum faistajaaba”

Artinya :

“(Ingatlah), ketika kamu memohon pertolongan kepada Tuhanmu, lalu di Ijabah Nya” ( 8 : 9 )

  1. Asbab Sabar

“Balaa in tashbiruu” : “Jika Kamu bersabar” (3:125)

  1. Asbab Taqwa

watattaquu” : “Bertaqwa”(3:125)

Seseorang akan bisa istighotsah ketika dia tidak punya asbab, sehingga dia betul-betul konsentrasi berdoa, dan hanya mengandalkan doanya saja. Dia berdoa sungguh-sungguh, hanya meminta bantuan Allah swt saja andalannya. Lalu mereka Sabar dan Takwa, maka tipu daya mereka tidak akan bisa mengalahkan kalian. Dalam perjuangan sabar, melihat jumlah banyak jangan gentar. Pertolongan Allah swt belum datang, sabar saja. Yakinlah pertolongan Allah swt itu pasti akan datang.

Ibadah yang paling tinggi menurut Nabi saw itu adalah menunggu kapan pertolongan Allah swt itu datang. Jangan beralih ke yang lain terus do’a pantang menyerah konsentrasi, tawajjuh hanya kepada Allah swt. Inilah ibadah yang paling tinggi, menanti pertolongan Allah swt.

Kisah Hikmah

Seseorang naik gunung, dia terpeleset jatuh dari tebing. Waktu tergulung jatuh dari tebing dia tangkap dahan untuk menyelamatkan diri. sehingga orang itu bergelantungan di dahan, tidak jadi jatuh, terselamatkan oleh dahan. Dia pegang kuat sekali dahan pohon itu takut jatuh.

Dia berdoa, “Ya Allah selamtkan saya, selamatkan saya ya Allah.” Itu saja doa di baca berulang-ulang.

Lalu ada suara : “Wahai Hamba Aku selamatkan Kamu, Lepaskan dahan yang kau pegang erat itu.”

Suara itu bilang Aku akan tolong dengan syarat lepaskan dulu itu pegangan ke dahan pohon. Maka orang itu berpikir, bagaimana mungkin saya lepaskan dahan pohon ini. Padahal saya terselamatkan asbab adanya dahan pohon ini, kok malah disuruh melepaskan. Kalau saya lepaskan ini dahan, matilah pastinya saya jatuh dari tebing ini.

Maka dia berdoa lagi, “Ya Allah selamatkan aku tanpa harus melepaskan ini dahan ya Allah.”

Maka suaru itu berkata lagi : “Aku selamatkan kamu, tapi lepaskan dulu pegangan kamu pada dahan itu.”

Maka orang itu berkata : “Ya Allah ini cuman satu-satunya pegangan tidak ada pegangan lagi yang lainnya.”

Maka Suara itu berkata lagi : “Lepaskan saja wahai hambaku.”

Orang itu tetap berkata : “Jangan ya Allah, biarkan aku berpegangan dengan dahan ini ya Allah biar selamat. Selamatkan aku ya Allah tanpa harus melepas pegangan dahan ini.”

Satu malam penuh dia berdoa seperti itu, berulang-ulang, begini kan capek. Maka ketika matahari mulai terbit, ternyata benar kata suara itu, tanah cuman satu jengkal dari kaki dia saja. Andaikata dia lepas itu pegangan dari semalam sudah bebas selamat dia. Namun karena dia tidak mau melepas asbab yang satu ini, pegangan ke dahan, akhirnya dia harus bersusah payah semaleman tergantung di dahan pohon.

Begitupula kita haris ini sibuk kepada Allah swt minta diberangkatkan Haji, minta diberangkatkan ke IPB, tapi masih terlalu kuat berpegangan pada asbab, bukan melepaskannya.

Contoh :

Ada abab doa dimalam hari minta berangkat ke IPB. Doa nangis-nangis tapi yang di ingat orang lain yang bisa bantu. Dia ingat ini kawan saya bilang berangkat ke IPB nanti saya bantu. Tapi no HP nya lupa, doa lagi supaya bisa ketemu no telpon si fulan yang bisa bantu buat berangkat ke IPB. Jangan doa seperti itu, lepaskan gantungan kita kepada mahluk.

Contoh :

Semalam kami mentarghib ustadz-ustadz untuk keluar setahun. Umumnya mereka mau menghabiskan setahun di Indonesia saja. Saya bilang jangan tetap harus ke IPB jangan sampai tidak. Masa keluar 8 bulan di indonesia tidak bisa menghadirkan nusrotullah untuk menggerakkan kita keluar di IPB 4 bulan.

Karguzari Mubayin :

Saya ada kawan namanya Maulana Hamzah, kami bersama di raiwind belajar disana tahun 1989 lalu pisah lama tidak jumpa. Setelah ketemu lagi saya tanya kabarnya. Dia bilang, “Luthfi waktu saya pulang dari keluar 1 tahun, saya disambut meriah di markaz sri petaling, malaysia. Mereka semua bilang alhamdulillah, alhamdullillah, maulana Hamzah sudah pulang, masalah selesai, masalah selesai. Saya ditantang oleh syuro di sri petaling untuk menyelesaikan masalah dengan doa. Mereka menyambut bahwa semua masalah di sri petaling akan diselesaikan oleh Maulana Hamzah dengan doa, begitu mereka. Nanti kalau ada masalah air, makanan, tempat, biaya, semua akan diselesaikan oleh Maulana Hamzah dengan do’a, selesai masalah.”

Sepertinya ini syuro malaysia kayak sedang mengejek kepulangan Maulana Hamzah, disambut seperti itu. Tapi sebenarnya yang namanya ulama harus ditantang seperti itu biar membuktikan di depan ummat dengan sholat 2 rakaat masalah dapat selesai. Jadi jangan sampai ulama ini minta diselesaikan masalahnya oleh orang lain.

Lepaskan pegangan yang satu tadi, nanti akan datang Nusrotullah. Jadi tawaran-tawaran ini sebenarnya ujian, untuk mempercepat nanti datangnya nusrotullah. Padahal sebelumnya sudah ada tawaran bantuan dari orang : “Pak nanti kalau ke IPB tolong kabari saya yah pak, nanti saya bantu.” Ini kan ujian yang Allah berikan untuk keyakinan kita. Jadi ujian ini salah satu alat yang paling hebat agar keyakinan kita bisa menerobos ke langit. Bisa saja kita bilang, “Alhamdullillah pak tafakud saya cukup tapi untuk visa dan tiket boleh bapak yang bantu.” Cara ini bisa saja masalah selesai, tapi hubungan ke langit tidak bisa tembus. Memang tidak salah orang yang menawarkan bantunannya untuk kiita. Tetapi tatkala kita berhajat hanya kepada pertolongan Allah swt, dengan menolak tawaran mahluk, maka pertolongan langit akan datang begitu cepat kepada kita. Beda memang berdoa dengan gambaran orang yang bisa membantu dengan doa yang tidak ada gambaran orang yang akan membantu. Bedanya dimana ? kekuatan langit akan cepat datang kepada orang yang berdoa hanya mengharapkan bantuan Allah swt, tanpa gambaran bantuan mahluk.

Jadi 3 asbab kemenangan di Badr :

  1. Istighotsah : Kekuatan Doa yang sungguh-sungguh
  2. Sabar : Tegar menunggu Nusrotullah
  3. Takwa : Terjaga dari yang Haram

Dalam perjuangan itu harus ada ketakwaan terutama dalam menentukan halal da haram jangan sampai bercampur. Jangan sampai untuk mencapai target kita halalkan yang haram. Mau maju jadi gubernur, bupati, walikota, tapi ikut-ikutan nyogok kayak pasangan-pasangan lain, jangan dipilih pemimpin kayak gini. Bagaimana mau menjadi pemimpin umat islam sedangkan caranya saja menggunakan cara yang haram. Yang menggunakan cara-cara yang diharamkan Allah swt untuk mencapai tujuan itu hanya PKI. Dalam dakwah tidak ada kita menggunakan cara haram untuk mencapai tujuan, ataupunn mencampurkan keduanya halal dan haram. Cari kemenangan dengan : Istighotsah, Sabar, dan Takwa.

Karguzari Jemaah Masturoh

Satu orang perempuan dalam jemaah pertama mau berangkat masturoh, pakai cadar, ke malaysia tahun 1988. Sampai di airport, ditahan oleh pihak imigrasi untuk membuka cadarnya buat pengenalan wajah dengan passport. Tapi ini wanita menolak membuka cadarnya. Maka Kyainya yang bersama rombongan mengeluarkan fatwa, karena ini darurat boleh buka cadar. Darurat itu membolehkan apa yang dilarang dalam hukum fiqh, dan ini jemaah terancam tidak berangkat kalau tidak buka purdah. Maka istrinya Kyai ini berkata : “Pak Kyai kita keluar ke Malaysia ini untuk apa ?” maka Kyai bilang, “Untuk belajar Iman.” Maka wanita itu berkata, “untuk belajar iman tapi kita mengorbankan iman kita yang ada sekarang. Tidak mau saya pak kyai mendingan saya tidak usah berangkat ke Malaysia.”Pergi ke Malaysia bukan tujuan tapi meningkatkan iman inilah tujuannya. Hari ini banyak masturoh salah paham, adab banyak dilanggar yang penting pergi ke IPB katanya. Keluar masturoh IPB hanya untuk sertifikasi saja, tapi adab tidak dijaga. Jemaah karena tidak mau membuka purdah akhirnya bilang ke imigrasi kalau begitu persyaratannya tidak jadi berangkat. Asbab ini imgrasi akhirnya memberi jemaah ini jalan masuk karena pesawat sebentar lagi sudah mau berangkat. Jemaah ditunggu karena pesawat sudah mau take off. Inilah pertolongan Allah swt asbab menjaga ketawqwaan. Dalam perjuangan ini yang harus kita jaga adalah ketaqwaan.

Kasus Hutang

Kadang-kadang banyak juga nih targhib-targhib fikirnya sudah sampai di langit tapi hutang yang dibumi dilupakan. Targhib sudah dilangit tapi Hutang di bumi lupa, kacau ahbab macam ini. Dalam bermuamalah harus kita perhatikan, jangan melanggar, berhati-hati. Kadang-kadang ada juga orang kaya lupa bayar hutang. Ini orang kaya pergi 3 hari ambil takaza, di tengah jalan mau berangkat isi bensin. Pinjam uang sama jemaah 50 ribu karena isi bensin 450 ribu buat mobil mercy full tank, cuman ada 400 ribu. Lagi keluar lupa bayar yang 50 ribu, di ATM ada 4 M. Sementara yang meminjamkan ini orang msikin, duit cuman 50 ribu buat keluar dipinjamkan ke orang kaya tadi. Pas lagi keluar bingung, duit sudah dipinjamkan, mau nagih malu, gak ditagih tidak ada tafakkud keluar. Kasihan jadinya, gara-gara si kaya lupa bayar, si miskin yang meminjamkan uang jadi susah buat keluar. Hati-hati ini orang kaya kalau lupa, hutang harus segera dibayar.

Kasus hutang dengan orang islam vs orang kafir

Jika terjadi kita berhutang dengan 2 orang satu muslim dan satu orang kafir. Misalnya kita berhutang pada H. Ali dan berhutang juga sam Lim Hok. Usahakan kita bayar hutang kepada Lim Hok dulu baru dengan H. Ali.

Kalau kita berhutang dengan orang islam, misalnya H. Ali, lalu dia meninggal sebelum kita bisa bayar. Ini di akherat kalau si H. Ali masuk surga masih ada kemungkinan untuk di ikhlaskan, selesai sudah kalau H. Ali mengikhlaskan.

Tapi kalau kita berhutang sama orang kafir, si Lim Hok misalnya, lalu dia mati sebelum kita bisa bayar. Orang kafir ini dikirimnya ke Neraka oleh Allah swt, Lalu kita minta di ikhlaskan utangnya, tidak bisa. Kata Lim Hik, dulu saya sudah kirim debt kolektor, preman, polisi, kamu ngilang gak mau bayar, sekarang minta di ikhlaskan tidak bisa. Enak aja kamu masuk surga sementara saya saya di neraka, tebus kamu punya hutang di neraka. Karkun 4 bulan jalan kaki, full sunnah pake sorban dan siwak jos, dikirim ke neraka sama lim hok gara-gara hutang tidak dibayar. Kata Lim Hok bisa saja saya maafkan asalkan kamu nginep 3 hari sama saya di neraka. Gimana mau nginep pak sama lim hok 3 hari di neraka ? tidak mau pasti. Jadi berhutang sama orang kafir ini lebih berat dibanding berhutang sama orang islam, kalau tidak di bayar.

Berhutang sama orang kafir resikonya 2 :

  1. Di akherat resiko nebus hutang di Neraka
  2. Di dunia menjadi penghalang Hidayah.

Hari ini karena orang islam tidak mau membayar hutang sama orang kafir, akhirnya orang kafir tidak mau masuk islam. Hidayah tertolak, asbab jeleknya muamalah orang islam, tidak mau bayar hutang dengan jujur.

Maka tidak bisa orang islam menang jika tidak ada ketaqwaan dalam perjuangan. Banyak ini ahbab memanfaatkan dakwah biar bisa dapet jodoh, biar bisa bisnis, biar bisa dapet hutang, biar bisa dagang. Dia mengamalkan sunnah, pakai sorban, pakai jubah, bawa siwak, targhib agama, tapi hanya untuk mendapatkan dunia, maka ini perjuangannya tidak akan diterima oleh Allah swt.

Jadi kita harus Istighotsah, sabar, dan Taqwa baru Allah swt menangkan.

Perang Uhud mendapatkan Hakekat Sunnah

Di medan perang uhud ini para sahabat RA mendapatkan hakekat sunnah, hakekat Muhammad Rasullullah. Di mesjid madinah para sahabat belajar tentang pentingnya Sunnah, lafadznya Muhammadur Rasullullah.

Allah swt berfirman :

qul in kuntum tuhibbuuna allaaha faittabi’uunii yuhbibkumu allaahu wayaghfir lakum dzunuubakum waallaahu ghafuurun rahiimun”

Artinya :

Katakanlah: “Jika kamu (benar-benar) mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu”. Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (3:31)

Lafadz ini para sahabat RA pelajari di mesjid madinah. Tapi hakekat Muhammad Rasullullah, Sahabat dapatkan di perang Uhud.

Allah swt berfirman :

“…falyahtsari alladziina yukhaalifuuna ‘an amrihi an tushiibahum fitnatun aw yushiibahum ‘adzaabun aliimun”

artinya :

“…maka hendaklah orang-orang yang menyalahi perintah Rasul takut akan ditimpa cobaan atau ditimpa azab yang pedih.” (24:63)

Jadi jangan coba-coba kita berani menyalahi perintah Rasullullah Saw, jika dia tidak ditimpa musibah di dunia, maka dia pasti akan mendapatkan adzab di akherat. Hakekat ini kalimat, Sahabat RA dapatnya dimana ? dalam perang Uhud.

Maka Nabi saw buat pengumuman :

“Kita akan diserang lagi orang kafir Quraish, mereka mau balas dendam. Kekuatan mereka ada 3000 orang.”

Maka Nabi saw mengumpulkan pasukan dan berhasil terkumpul sebanyak 1000 orang. Tapi Nabi saw ingin pasukan bertahan di madinah saja, tapi kaum pemuda ingin bertahan di luar madinah, di uhud sana. Akhirnya usulnya disetujui Nabi saw, sehingga mereka berangkat ke bukit uhud, unutk bertahan. Di pertengahan jalan orang munafik bikin kacau, Abdullah bin bin Ubay bin Sahlul membelot bawa 300 orang, mundur tidak jadi pergi. Bayangkan 1000 orang tentara islam, 1/3 nya orang munafik. Kalau dari awal tidak pergi ini lebih baik, dibanding dipertengahan jalan mundur, bisa menggoyahkan kekuatan tentara. Akhirnya hanya 700 orang yang berangkat.

Sampai di uhud nabi saw mengatur posisi pasukan. Nabi saw perintahkan 50 orang naik je Jabal Uhud, apa arahan Nabi saw :

“Kalian jangan turun dari gunung walaupun kita menang sampai memasuki mekah ataupun kita kalah sampai mundur ke madinah. Kalian jangan turun dari gunung Uhud.”

Ini Allah swt karena Allah swt telah janjikan :

walaqad shadaqakumu allaahu wa’dahu idz tahussuunahum bi-idznihi hattaa idzaa fasyiltum watanaaza’tum fii al-amri wa’ashaytum min ba’di maa araakum maa tuhibbuuna minkum man yuriidu alddunyaa waminkum man yuriidu al-aakhirata tsumma sharafakum ‘anhum liyabtaliyakum walaqad ‘afaa ‘ankum waallaahu dzuu fadhlin ‘alaa almuminiina

Artinya :

“Dan sesungguhnya Allah telah memenuhi janji-Nya kepada kamu (pada derap yang pertama), ketika kamu membunuh mereka dengan izin-Nya sampai pada sa’at kamu lemah dan berselisih dalam urusan itu dan mendurhakai perintah (Rasul) sesudah Allah memperlihatkan kepadamu apa yang kamu sukai. Di antaramu ada orang yang menghendaki dunia dan diantara kamu ada orang yang menghendaki akhirat. Kemudian Allah memalingkan kamu dari mereka untuk menguji kamu, dan sesunguhnya Allah telah mema’afkan kamu. Dan Allah mempunyai karunia (yang dilimpahkan) atas orang orang yang beriman.” (3:152)

Pada bagian pertama umat islam menang melawan yang mayoritas 3000 orang, padahal kekuatan umat islam ketika itu hanya 700 orang. Disini Allah swt sudah memenuhi janjinya pada derap yang pertama yaitu memberi kemenangan kepada umat islam. Lalu kapan umat islam mulai kalah ? ketika pertolongan Allah swt terhenti. Kapan itu pertolongan Allah swt terhenti ? ketika mulai meninggalkan arahan Nabi saw, iman lemah kalah sama godaan dunia. Datangnya banyak asbab ini bisa melemahkan hubungan ke langit.

Harta yang paling halal dalam islam adalah harta rampasan perang. Ketika yang di jabal uhud melihat kawan mereka yang dibawah berlarian mengambil harta rampasan perang yang halal tersebut, mereka yang digunung mulai goyah, tergoda ingin ikut ambil harta halal tersebut. Makmur bilang ke Amir yang jadi komandan di jabal uhud : “Mir mari kita turun kebawah mengambil harta halal tersebut.” Maka amirnya bilang jangan karena peperangan belum selesai. Namun makmur bilang itu perintah Rasul jangan turun kebawah waktu perang, sekarang perang sudah usai. Perang usai berarti perintah Rasul juga sudah berakhir.

Ini ijtihad sahabat di Jabal uhud ketika itu. Jadi kesalahan yang terjadi asbab kesalahan ijtihad saja, walaupun salah dapat pahala satu. Akhirnya ada 38 orang ngotot untuk turun, sedangkan amirnya tetap bertahan bersama 12 orang sisanya. Khalid bin walid, Ikrimah bin Abu Jahal, dan Amr bin Ash waktu itu masih menjadi musuh islam di perang Uhud, masih memimpin tentara berkuda menghadapi umat islam. Mereka melihat kesempatan, ketika menengok kebelakang ternyata gunung kosong. Tempat pemanah di Jabal uhud tidak banyak lagi orang tinggal sedikit saja. Maka melihat kesempatan ini mereka, Khalid bin walid, Ikrimah bin Abu Jahal, dan Amr bin Ash, balik lagi ke uhud ambil jalur belakang mengelilingi uhud lalu naik keatasnya. Akhirnya yang 12 orang ini syahid dibunuh, sehingga jabal uhud dikuasai oleh pasukan musyrikin. Setelah jabal uhud dikuasai maka pasukan muslimin ketika itu dihujani panah oleh mereka sehingga kocar kacir. Sampai Nabi saw terjatuh dalam lubang dan giginya patah, dan musti dilarikan agak jauh keluar medan Uhud.

Allah swt telah ingatkan mengapa kemenangan telah berubah menjadi kekalahan ?

  1. hattaa idzaa fasyiltum : ketika iman kalian melemah melihat dunia
  2. watanaaza’tum : Kalian tengkar, berdebat, tidak satu hati
  3. wa’ashaytum min ba’di maa araakum maa tuhibbuuna : kalian tinggalkan perintah Rasul asbab melihat perkara yang kamu cintai.
  4. minkum man yuriidu addunyaa : asbab diantara kalian ada yang lebih mencintai dunia.

Padahal yang mencintai akherat lebih banyak lagi :

waminkum man yuriidu al-aakhirata : padahal diantara kalian masih banyak yang lebih mencintai akherat lagi.

Jadi penyebab kekalahan di Uhud asbab 4 perkara :

  1. Lemah Iman Melihat Dunia
  2. Pertengkaran / Tidak Satu Hati
  3. Meninggalkan Sunnah / Perintah Rasul
  4. Cinta Dunia melebihi Cinta Akherat

Namun karena diantara yang cinta akherat ada yang kemasukan racun cinta dunia, padahal sedikit saja jumlahnya, kurang dari 7% saja dari 700 orang, tapi tetap menjadi asbab kekalahan kaum muslimin ketika itu di perang Uhud. Asbab perkara inilah maka Allah swt tidak tolong umat islam di perang uhud.

Pelajaran Penting :

“Mampukah Allah swt memenangkan sahabat RA walaupun meninggalkan perintah Nabi Saw ? tentu Mampu. Tapi kalau ini terjadi, orang islam dimenangkan Allah swt, walaupun perintah Nabi saw dilanggar, maka harga sunnah atau perintah Nabi saw menjadi jatuh.”

Namun kekalahan ini mengangkat derajat Nabi saw di mata sahabat RA. Baru sahabat RA paham pentingnya menjaga perintah Nabi saw. Maka asbab ada pelanggaran kepada sunnah Nabi saw inilah kemenangan yang sudah didepan mata berubah menajdi kekalahan. Sehingga sahabat disitu mendapatkan pelajaran jangan coba-coba meninggalkan sunnah Nabi saw kalau tidak mau celaka. Jadi pemahaman tentang pentingnya sunnah Nabi saw ini hakekatnya para sahabat ra didapatkan dimana ? medan Uhud.

Jadi asbab lemah iman membuat hubungan ke langit lemah, pertengkaran, meninggalkan arahan Nabi saw, dan ada cinta dunia melebihi akherat, apa yang terjadi ?

tsumma sharafakum ‘anhum liyabtaliyakum : Kemudian Allah memalingkan kamu dari mereka (dari Musuh).

Allah swt buat umat islam lengah dan lalai, tidak sadar musuh udah balik menyerang, dibiarkan oleh Allah swt. Sehingga berubah kemenangan menjadi kekalahan.

Mengapa Allah swt berbuat demikian ?

Liyabtaliyakum : Sebagai Ujian

Maksudnya Allah swt hendak membersihkan hati umat islam ini dari kekotoran dunia dengan apa ? diberi ujian agar kembali kepada Allah dan Rasulnya, tidak ragu-ragu lagi.

Namun dalam ayat ini, disinilah keutamaan para sahabat RA disisi Allah swt. Sahabat adalah manusia juga seperti kita pernah berbuat salah. Tapi disini Allah swt berikan catatan. Setiap Allah swt menceritakan kesalahan sahabat Nabi saw, selalu diberikan komentar dibelakangnya berupa catatan khusus :

walaqad ‘afaa ‘ankum : Allah telah mema’afkan kalian (para sahabat ra)

Jadi 38 orang yang turun sehingga menyebabkan kekalahan, tetap Allah swt maafkan, mati masuk surga. Supaya agar jangan ada orang coba-coba di akhir jaman ini menyalahkan sahabat ra. Jangankan sahabat yang utama seperti Abu Bakar, Umar, dan Utsman Radhiallahu Anhuma, Sahabat yang gak dikenal di uhud yang turun dari uhud saja karena lemah iman sehingga menyebabkan umat islam kalah, mereka inipun kita tidak boleh menghina mereka. Bahkan sahabat nabi yang kencing di mesjid nabawi pun kita tidak boleh menghina mereka.

Imam Malik Rah.A dalam fatwa beliau dalam tafsir ibnu katsir juz 25 :

“Siapa saja yang membenci sahabat Nabi saw, maka mereka telah kafir.”

Khususnya Kaum Syiah Ar Rafidhah yang telah membenci para sahabat Nabi saw. Jadi semua yang membenci sahabat Nabi saw ini hukumnya kafir. Jadi jangan coba-coba anda menghinakan sahabat Nabi saw, hati-hati bisa jadi kafir. Ini karena Allah swt sendiri telah sampaikan bahwa Allah swt telah memaafkan mereka.

Sampai ada salah satu orang bertanya kepada Abdullah bin Mubarak Rah.A, gurunya Imam Bukhori Rah.A. : “Syekh siapa yang lebih mulia antara Muawiyah ra dengan Umar bin Abdul Azis Rah.A.” Umar bin Abdul Azis ini tabi’in muridnya anas bin malik ra. Bahkan Anas bin Malik ra mengatakan, saya tidak pernah merasakan sholat seperti sholatnya bersama rasullullah kecuali ketika saya sholat dibelakang Umar bin Abdul Azis. Ini keutamaan Umar bin Abdul Azis, sholatnya saja mendekati bahkan menyerupai sholatnya Rasullullah saw. Bahkan Anas bin Malik sendiri yang merupakan sahabat ra, lebih memilih jadi makmumnya Tabi’in, Umar bin Abdul Azis, karena jadi terasa nikmat betul sholatnya. Dijaman Muawiyah ra jadi khalifah ini negara kacau, sedangkan di jaman Umar bin Abdul Azis aman dan damai. Jangankan manusia bahkan serigala saja dan kambing saja bisa makan sama-sama. Maka beliau, Abdullah bin Mubarak Rah.A, katakan :

“Debu-debu yang nempel dimana ? dihidung keledainya muawaiyah, bukan dihidungnya muwawiyah, ketika berjalan bersama Nabi saw, itu tidak bisa disaingin dengan amalan umar bin abdul azis seumur hidupnya.”

Debu yang menempel di hidung keledainya sahabat, bukan sahabat, ketika berjalan bersama Nabi saw ini lebih mulia dibandingkan dengan amalan seorang tabi’in seluruh hidupnya, kenapa ? karena syukbah dengan Rasullullah saw, inilah keutamaan syukbah.

Inilah keutamaan sahabat jangan main-main dengan sahabat. Orang yang berani menghinakan sahabat, lihat apakah kehidupannya akan berakhir happy ending atau tidak ? tidak mungkin khusnul khotimah bagi orang yang berani menghinakan sahabat ra. Siapa saja yang berani menghina sahabat, hati-hatinya hidupnya tidak akan baik akhirnya.

Jadi sahabat Nabi saw ini, Allah swt jadikan sampel untuk kita agar belajar dari kesalahan mereka. Bedanya sama kita kesalahan sahabat Nabi saw ini sudah semuanya Allah swt maafkan, jadi jangan coba-coba menghina sahabat Nabi saw.

Kisah perempuan mengaku Zina kepada Nabi SAW :

Bahkan kisah perempuan yang mengaku Zina kepada Nabi saw sampai akhirnya dia di hukum Rajam. Ketika di rajam percikan darahnya wanita ini mengenai sahabat RA. Marah itu sahabat merasa jijik terkena darah pezina wanita yang di rajam. Sehingga di laknat wanita itu oleh sahabat nabi saw. Maka Nabi saw katakan jangan kamu laknat wanita itu yang dirajam. Nabi saw katakan :

“Jangan dilaknat dia. Dia sudah bertaubat, dan minta di Rajam karena takut kepada Allah swt. Taubatnya sudah Allah swt terima. Andaikan taubatnya ini dibagikan kepada 70 keluarga di madinah, menjamin mereka masuk surga semuanya.”

Perempuan berbuat zina di jaman Nabi saw, mengaku dan bertaubat, minta dirajam, sehingga taubatnya diterima oleh Allah swt. Maka jangan coba-coba kita menghina sahabat RA. Maka kesalahan sahabat RA yang sudah Allah swt ceirtakan dalam Al Quran ini adalah pelajaran bagi kita agar jangan melakukan 4 perkara tadi.

Jadi Target kita dalam dakwah ini adalah untuk mendatangkan yang 3 tadi dalam perang Badr dan Menghilangkan yang 4 tadi dalam perang Uhud.

3 yang diusahakan :

  1. Istighotsah Tahajuh doa hanya berharap kepada Allah swt
  2. Kesabaran menunggu pertolongan Allah swt
  3. Ketaqwaan dalam perjuangan

4 yang dihilangkan :

  1. Lemah Iman melihat Dunia
  2. Pertengkaran
  3. Meninggalkan Sunnah / Arahan Nabi Saw
  4. Cinta dunia

Inilah target kita ketika kita keluar 40 hari, 4 bulan, dan 1 tahun.

Karguzari Mubayin dalam Jemaah Masturoh :

Ketika kami tahun 1995 mau berangkat masturoh, susah nyari rumah buat jemaah masturoh di jakarta. Karena menunggu visa untuk berangkat ke luar negeri, jemaah masturoh butuh transit di jakarta 15 hari. Maka diputuskan oleh pak Dzulfakar syuro kita, untuk bergerak dulu di jakarta selama 15 hari. Susah sekali kami nyari rumah untuk jemaah masturh, akhirnya kami adapat rumah besar buat jemaah masturoh, rumah orang kaya. Itu reumah besar sekali, pembantunya ada 12 orang. Kalau air panas dibawa dari dapur sampai dedepan kamar sudah dingin. Maka keesokan harinya kita mulakat dengan istri. Hasil karguzari saya sampaikan, “Istri saya merasa ini rumah kebesaran, sedangkan kita biasa tinggal di desa, gubuk sana. Rusak hati kita melihat kemewahan ini. Bukan terperbaiki hati kita, malah jadi rusak lihat kehebatan dunia.” Maka saya bilang ke istri saya, rumah yang lain tidak ada lagi cuman ini saja yang ada. Kita 2 hari lagi mau berangkat ke pakistan jadi tidak ada waktu lagi cari rumah.

Maka saya teringat syuro kita KH. Abdul Halim, orang tua kita almarhum, pernah berkunjung ke Martapura, tempat kami. Ketika itu pak kyai datang kerumah ahbab yang baru bangun rumah besar dan indah. Lalu pak kyai bilang, “Wah kamu bangun rumah besar dan indah ini biar tidak pangling masuk surga ya.” Maka perkataan pak Kyai Halim ini menjadi inspirasi bagi saya di tengah bayan nasehat kepada jemaah masturoh. Saya katakan kepada jemaah :

“Kita keluar di jalan Allah swt ini kadang-kadang dikirim ke gubug dan kadang-kadang di kirim ke rumah mewah oleh Allah swt. Dikirim ke gubug biar kita bersabar, dan dikirim ke rumah mewah biar kita tidak pangling nanti masuk surga.”

Ini perempuan masturoh tinggal di gubug terus nanti pa masuk surga di nampakkan istana jadi pangling, bingung mau buat apa. Orang Arab tidak pernah makan durian, lihat durian di surga bingung dia. Tapi kalo ini orang arab sudah ke thailand, ke malaysia, dan ke indonesia, tidak kaget lagi ketemu durian. Sama orang indonesia tidak pernah pergi ke arab, masuk surga bingung belum pernah lihat buah zaitun. Jadi dengan kita banyak keliling melihat banyak hal, nanti masuk surga sudah tidak bingung lagi. Kali dai itu nanti tidak kaget lagi di surga.

Target Dakwah : Mendatangkan yang 3 dan menghilangkan yang 4

Jadi kita senantiasa Istighotsah tidak berharap atau mencari bantuan ke yang lain hanya kepada Allah swt saja. Sabar menanti pertolongan Allah swt terus berjuang, tegar dan tidak berubah dengan janji dia. Senantiasa membawa ketaqwaan dalam perjuangan tidak mencampurkan yang haq dan yang batil. Ini 3 yang mau kita usahakan.

Lalu kita ingin menghilangkan ketergantuan kepada asbab dan keduniaan yang membuat hubungan kita kepada Allah swt semakin melemah. Padahal ketika kita keluar ini target kita semakin hari semakin dekat dengan Allah swt, semakin lepas ikatan-ikatan kepada asbab. Ketika kita gerak ini kecintaan kepada sunnah Nabi saw semakin nampak. Sehingga muncul rasa takut untuk meninggalkan arahan Nabi saw. Begitupula kecintaan kepada dunia sedikit demi sedikit bisa kita rubah menjadi hanya kecintaan kepada kampung akherat. Kita juga menginginkan dengan gerak ini, kita ingin hilangkan perbedaan, agar tidak ada lagi pertengkaran antara kita karena khilafiyah dan ijtihad. Seperti tengkar asbab khilafiyah antara NU dan Muhammadiyah, ini tidak ada lagi. Alhamdullillah kini dalam dakwah dari NU, Muhammadiyah, dan Persis, bisa berjalan bersama-sama dalam dakwah ini. Hilang perbedaan antar aliran, suku, warna kulit, latar belakang, semua membaur jadi satu. Jadi perbedaan ini akan hilang asbab dakwah bersama-sama.

Analogi Kipas Angin

Ini kipas angin diatas kita yang besar, coba suatu saat nanti kita warnai : merah, biru, hitam. Ketika speed kipas ini diam atau pelan maka warna masih kelihatan. Tapi ketika kipas ini diputar dalam speed yang kencang, maka semua warna membaur jadi satu, tidak nampak lagi perbedaannya, jadi warna putih saja.

Jadi kalau ummat ini tidak digerakkan keliatan ini ummat terkotak-kotak, ini ulama NU, ini ulama Muhammadiyah, ini ulama persis. Ini orang betawi, ini orang bugis, ini orang jawa, kelihatan perbedaan warnanya. Tapi begitu digerakkan dengan speed yang cepat, perbedaan-perbedaan yang nampak dalam kehidupan umat warna NU, warna Muhammadiyah, Warna Persis, warna betawi, warna bugis, warna minang, semuanya hilang membaur jadi satu, kalau speed, gerak dakwahnya, kencang.

Jadi kerja dakwah ini tidak main-main karena arahnya memang nyata yaitu mewujudkan yang 3 tadi dan menghilangkan yang 4 dari dalam kehidupan kita.

Di indoensia ini ahbab kita ini punya kelemahan, ketika di tambah dan di kali, semuanya pinter, tapi ketika dibagi mendadak lemot, koslet kalkulatornya. Asbab bagi-bagi, pembagian, jadi banyak ahbab rusak.

Contoh :

Waktu pak Anton Bahrul Alam masih jadi kapolda di kalimantan selatan beliau ada memberikan mobil untuk markaz. Maka saya bilang ke pak anton asbab bapak ngasih mobil ke markaz kami jadi rusak. Pak anton terkejut denger jawaban saya, kenapa bisa begitu. Misalnya sore saya isi bensin kosong, tapi besok udah dibawa kawan lain, belum lagi rebutannya untuk memakai mobil itu, jadi rusak hati kami.

Jadi tidak ada mobil markaz yang ada takaza-takaza pribadi yang siap mengambil penjemputan dan pengantaran jemaah.

Karguzari Mobil

Dulu ada orang kaya senang sama dakwah, sudah keluar 3 hari, akrab sama saya. Saking semangatnya kasih mobil baru satu untuk markaz. Tetapi belakangan saya lihat ini orang kaya kayak lemas, jarang kelihatan lagi di markaz. Saya ketemu sama dia sepertinya agak kecewa sama markaz. Saya tanya kenapa ? dia bilang, “lihat ustadz itu mobil saya di markaz tidak ad ayang memperhatikan, penyok-penyok, kotor, dan tidak ada yang pakai sekarang berhari-hari. Gara-gara bukannya dipakai buat takaza malah dipakai buat belajar bawa mobil sama yang khidmat akhirnya tabrak sana tabrak sini, penyok tuh mobil. Udah penyok-penyok, kotor gak ad ayang mau bersihin, udah jelek di terlantarkan itu mobil. Jadi mobil pemberian ini menyebabkan orang main bawa tanpa tanggung jawab dan merasa tidak ada resiko. Sehingga yang dibagi-bagi dalam markaz ini adalah awal kerusakan. Makanya jangan dibagi-bagi di markaz ini, semuanya pengorbanan saja.

BEGITU PULA PERBEDAAN DIANTARA KITA JANGAN SAMPAI TERJADI !!! KALAU SI FULAN JADI FAISHALAT SAYA TIDAK AKAN MAU IKUT, GARA-GARA BERBEDA SAYA TIDAK MAU TAAT, INI TIDAK ADA DALAM DAKWAH !!!

Sunnah Nabi saw harus senantiasa kita jaga, jangan sampai kita meninggalkan sunnah nabi saw walaupun sebentar saja, itu tidak ada dalam dakwah. Jangan berbasa-basi untuk meninggalkan sunnah nabi saw.

Bhai Wahab menyampaikan :

Ada karguzari jemaah karena takut ditolak visanya meninggalkan sunnah. Maka dia ke kedutaan datang dengan menanggalkan sunnahnya,. Tadinya pakai sorban, Jubah, kini pakai jeans dan kemeja. Masuk ke pakistan bilang alhamdullillah kami bisa masuk pakistan gara-gara pake jeans ke kedutaan. Akhirnya orang-orang bukannya mengamalkan sunnah malah sunnah di tinggalkan, pakai jeans demi visa.

Pakai sorban, pakai sunnah, jangan ditinggalkan, kamu di usir tidak apa-apa yang penting Allah swt bersama kamu. Dibanding masuk india pakistan tapi Allah swt tidak ebrsama kamu, untuk apa ? Tujuan itu bukannya masuk india pakistan, tapi bagaimana Allah swt ini masuk dalam hati kamu.

Masyeikh kita bilang ada 2 jenis orang :

  1. Berangkat IPB, tapi pulang imannya tidak meningkat
  2. Tidak berangkat IPB, tapi iman sudah penuh dalam hati dia

Contoh :

Ada orang kaya di targhib untuk berangkat 4 bulan IPB, tapi dia sibuk sekali. Jemaah bilang buat passport dulu, dia bilang tidak ada waktu. Maka kita bantu datangkan imigrasi ke dia, karena ini orang kaya sibuk sekali tidak ada waktu, tapi bayar lebih mahal dari biasanya, dia bilang tidak apa-apa. Setelah dibuatkan passport dicarikan waktu yang cocok buat dia, ketemu langsung dibelikan tiket. Maka dari jakarta telpon ke Nizamuddin, ini ada orang khowas datang dari jakarta tolong di Iqrom Maka ini orang kaya pergi ke India, sampai di airport di jemput sama masyeikh, dilayanin dengan hebat di nizamuddin. Keluar 4 bulan setiap pindah mesjid disambut meriah, dan diservis selama dia keluar, dikirim ke mesjid yang bagus-bagus saja. Alhamdullillah keluar IPB semuanya serba lancar. Selesai 4 bulan IPB, pulang ke indonesia.

Masalahnya satu tetes air matapun tidaka da yang keluar, asbab semuanya lancar. Tidak pernah merasakan Mujahaddah selama keluar. Alhamdullilah dia mendapatkan pahala keluar 4 bulan kita tidak nafikan.

Berbeda kalu orang miskin keluar 4 bulan. Di targhib berangkat, dia bilang tidak punya duit. Di Targhib lagi jangan yakin dengan duit, yakin saja pada Allah swt. Sekarang bikin KTP dulu untuk persyaratan buat passport. Untuk buat KTP saja yang harganya cuman 100 ribu, dia bangun malam doa menangis merengek-rengek minta 100 ribu kepada Allah swt. Aku tidak minta 100 juta ya Allah minta 100 ribu saja buat bikin KTP. Sejak awal dia sudah buat amal dengan tangisan yang Allah swt sukai. Maka si orang miskin ini kerja cari uang buat dikumpulkan untuk berangkat IPB, kerja jadi kuli. Setelah terkumpul duit, bikin KTP. Lalu sekarang disuruh bikin passport, ditanya berapa harganya ? 500 ribu, gak cukup lagi, maka dia nangis lagi malam-malam doa kepada Allah swt. Jadi sebelum berangkat saja sudah sanagt mujahaddah sekali, tapi hasinya dia sudah berapa tangisan yang Allah swt sukai. Setelah buat passport setor ke markaz ditanya bapak mau berangkat kemana ? ke pakistan, lalu di tanya sama tim taskyl berapa uang sudah disiapkan ? 5 juta saja, kata tim taskyl belum cukup pulang dulu passport dan uang bisa dititipkan di amanah. Pulang lagi ini orang miskin doa malam nangis lagi minta sama Allah swt kekurangannya. Kerja lagi baru bisa kekumpul 10 juta, beli tiket IPB berangkat. Sampai India tidak ada yang memperhatikan, tidak ada yang iqrom, dikirim ke tempat yang mujahaddah. Tapi tangisan demi Tangisan si miskin inilah yang Allah swt sukai. Sehingga orang macam ini sebelum berangkat ke nizamuddin saja, hujan hidayah sudah Allah swt turunkan.

Jadi Azas dan tujuan kita keluar di jalan Allah swt ini bukan untuk menuju tempat atau ketemu figur, tidak. Tapi tujuan kita keluar di jalan Allah swt ini untuk Ridho Allah swt saja. Kita keluar agar bisa merasakan kehadiran Allah swt dalam do’a dan amal kita.

Insya Allah kita semua siap !!!

Iklan

Blog di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: