Buyaathaillah's Blog

Bayan Maulana Saad Al Khandalawi : Wabah Penyakit dan Solusi

🔮 Nasehat Maulana Saad 🔮

*Ehtiyaat Or Doctors ki Hidayaat par Amal karna Yaqeen ke, Tawakkul ke Or Shariyat ke khilaaf Nahi hai

Berhati-hati dan mengerjakan petunjuk dokter tidaklah menyelisihi keyakinan, tawakal, dan syari’at.

Mai takeed se keh raha hu Hukumato ke qawaneen(Lock down ke Rules) ka Or Doctors ke Hidayaat ka beshak Ehtemaam kare ye ham sabki zimmedari hai Or Poore Aalam ke kaam Kaam karne walo se mai keh raha hu ke Qawaneen ki riaayat karna Or Doctors ki Riaayat karna ye Daawat O Tableegh ka buniyadi Usool hai

Saya tekankan, jagalah sungguh2 aturan negara (tentang lockdown) dan petunjuk dokter. Ini tanggung jawab kita semua. Dan saya katakan kepada para pekerja dakwah di seluruh alam bahwa menjaga aturan pemerintah dan petunjuk dokter adalah asas dasar Dakwah dan Tabligh.

Doctors ke Hidayaat ka Sirf is darje tak Ehtiyat kare jaha tak koi Amal Zayaa naa ho.

Jagalah petunjuk dokter sampai pada tahap sekiranya amal tidak terabaikan.

Jaha Amal zaya hojayega waha Allah ne logon ko doctors ke hawale kar denge Or apni Madad ka haath Kheench lengge.

Bila mengikuti petunjuk dokter sampai kepada tahap mengabaikan amal, maka Allah akan menyerahkan manusia kepada dokter dan akan mencabut pertolongan-Nya.

Tadabeer Bataur Ehtiyaat ke hai Or Aamal Bataur Yaqeen ke hai.

Memperhatikan petunjuk dokter adalah sebagai bentuk kehati2an, dan amal adalah sebagai bentuk keyakinan.

Allah ke Azaab ka Mazaaq udaoge to Allah apne azaab ko badha dete hai ye Allah ka zaabta hai kyunke Allah azaab late hai apne bandon ko Tauba ki taraf lane ke liye.

Bila bermain2 dengan adzab Allah (adzab Allah dibuat sebagai mainan) maka Allah akan menambah adzab-Nya. Ini adalah aturan Allah. Dikarenakan Allah memberikan adzab adalah untuk membawa hamba-Nya kepada taubat.

Bajaye Azaab ke Mazaaq udhane ka Or Beemari ke tazkire karne ka…, Hame chahiye ke Allah ke taraf rujoo ho.

Alih-alih daripada mempermainkan adzab dan menyebut2 penyakit, harusnya kita kembali kepada Allah.

Rozo Ka Ehtemaam Karo Or Istigfar Ki Kasrat Karo…., yahi Ek raasta hai har balaa se najaat paane ka.

Jagalah puasa dan perbanyaklah istighfar. Inilah satu jalan untuk mendapatkan keselamatan dari setiap musibah.

*MENINGGALKAN MASJID SEHINGGA BERAKHIRNYA AZAB IALAH TANDA YAKIN YANG ROSAK.*

: *UCAPAN TERKINI DAN TERPENTING HADRAJI MAULANA SAAD BERKENAAN WABAK COVID19 / CORONA VIRUS.*

– Ummat tidak meyakini bahawa hubungan setiap masalah adalah berhubungan dengan masjid.

– Kerosakan yakin pada Ummat di zaman ini dan jauhnya umat dari janji-janji Allah telah menyampaikan ummat pada keyakinan bahawa ‘ masjid ditinggalkan sehingga masalah selesai ‘.
( lihatlah bagaimana terbaliknya pemikiran manusia) sedangkan hadith Nabi SAW memerintahkan supaya *Jangan tinggalkan masjid sehingga masalah selesai*.

Dalam hadith diperintahkan supaya berpuasa dan beriktikaf di masjid. ( *Hadraji ulang sebanyak 3x* )

Ya allah selagi engkau tidak angkat azab ini, kami tidak akan meninggalkan masjid sekali-kali . Di dalam Alquran banyak disebut.

Selagi Azab tidak diangkat . Datang ke masjid, tambahkan khushu’ dan khudhu’. Dengan ini azab akan ber akhir . Apabila akidah telah rosak dan yakin telah terkeluar dari hati dan manusia mula memahami bahawa gambaran-gambaran makhluk inilah zat Allah maka manusia akan terkesan dengan keadaan diluar masjid , Dan ummat akan terkesan dengan cara orang yang tidak beriman .

Ummat mula merasakan berjumpa dengan orang islam adalah punca penyakit bagi mereka . Ini adalah hanyasanya disebabkan oleh yakin dan akidah yang rosak . Saya amat tidak memahami bahawa bila mana si pesakit berjumpa dengan orang lain maka penyakit akan berjangkit , Tetapi bilamana pesakit berjumpa dengan doctor , kenapa si doctor tidak jatuh sakit ? Doktor yang melarang untuk berjumpa dengan orang lain dan doktor itu sendiri tidak sakit bila diziarahi oleh pesakit .

Bila seorang menziarahi orang yang sakit berapa ribu malaikat akan berdoa kepada pesakit ? 70 ribu malaikat . Bersama Satu orang 70ribu malaikat mendoakan kesihatan .

Berubat adalah sunnah . Tetapi merosakkan amal semata-mata untuk berubat maka tidak sama sekali .
Kerana ianya akan menyebabkan penyakit akan bertambah .

Saya pernah beritahu bahawa sekali Rasulullah SAW didatangi kelaparan dan tiada makanan dirumah , Rasulullah SAW boleh sahaja berdoa dan makanan diturunkan dari langit . Tetapi tidak, bahkan Rasulullah SAW telah berulang kali ke masjid dan pulang kerumah dan bertanya kepada Saiyidatina Aisyah, ” adakah makanan sudah ada?” jawab Saiyidatina aisyah ” belum”. Rasulullah kembali ke masjid dan berdoa, kemudian pulang lagi dan bertanya lagi ” adakah makanan sudah ada?” dijawab Saiyidatina aisyah “belum “. Maka Rasulullah terus berulang alik ke masjid.

Tuan-tuan beritahu saya , bila penyakit datang adakah kita berulang-ulang kali ke masjid dan bersolat 2 rakaat dan pulang bertanya adakah penyakit telah hilang?

Saya amat hairan bila mendengar bahawa apabila penyakit datang ummat telah meninggalkan masjid , sedangkan sunnah ialah berpegang kepada masjid selagi masalah tidak selesai . Cuba kita fikirkan adakah pemikiran kita bersamaan dengan pemikiran Rasulullah SAW ( tidak jelas ).

Menghadapi keadaan dengan mewujudkan keadaan adalah cara orang-orang yang tidak beriman dan menghadapi keadaan dengan amal adalah cara Nabi-nabi.

Pada hari ini orang-orang islam menghadapi keadaan dan suasana dengan mengadakan keadaan yang lain dan dengan menggunakan asbab Allah tidak membawakan keadaan supaya manusia menyelesaikannya dengan mengadakan keadaan yang lain .

Bahkan Allah bawakan keadaan semasa kerana kekurangan amal , dan keadaan yang berlaku kerana kekurangan amal tidak mungkin dapat diselesaikan melalui asbab . Oleh itu seperti yang saya katakan tadi bahawa Rasulullah SAW tidak menjadikan asbab sebagai penyelesaian masalah kepada Para sahabat, bahkan Rasulullah SAW sendiri 3x pergi ke masjid dan berdoa kepada Allah , dan pada kali ketiga barulah Rasulullah pulang dan bertanya, dan kata Saiyidatina Aisyah r.a ” othman telah bawakan makanan ke rumah tuan”.

Ini semua kisah untuk beritahu kita bahawa untuk kita selesaikan segala masalah hendaklah kita berusaha seperti Rasulullah dan sahabah telah lakukan .

Oleh itulah Rasulullah SAW telah jadikan sahabah sebagai ‘masjid wala’
( orang-orang masjid )
sebanyak mana cara tarbiah yang baru diwujudkan yang bertentangan dengan sunnah maka cara tarbiah tersebut tidak meninggalkan kesan disebabkan bertentangan dengan sunnah .

Hubungan tarbiah adalah dengan masjid, inilah hubungan tarbiah yang mustaqil ( tetap ).
Satu orang musyrik pencuri telah dibawa kepada Rasulullah SAW lalu baginda perintahkan diikat dimasjid .

🔮Isi surat Maulana Saad Sahab Damat Barokatuh 🔮

Assalamu’alaikum wa rahmatullohi wa barokatuh.

Hadirin yang mulia, dengan perantara Alquran dan sunnah nabi, Allah telah memberikan panduan dalam setiap masalah umat Islam dan cara penyelesaiannya. Tidak ada sesuatu dalam kehidupan manusia yang mana Allah tidak memberikan panduan. Baik masalah atau keadaan tersebut bersifat pribadi atau umum. Baik sebabnya atau cara penyelesaiannya, keduanya Allah terangkan dengan sangat jelas.

Keadaan apa saja yang menimpa manusia adalah hasil dari amal perbuatannya. Allah SWT berfirman, “Wa maa ashoobakum min musibatin fiimaa kasabat aidikum.” (dan apa saja musibah yang menimpa kalian adalah sebab perbuatan tangan2 kalian). Sebenarnya, keadaan merupakan sebuah bentuk balasan dari amal perbuatan. Sebagaimana sesuatu yang datang dari amal perbuatan manusia, maka menurut itulah keputusan Allah yang akan turun. Oleh karena itu setiap amal memiliki pengaruh yang khusus. Sebagaimana penghentian membayar zakat. Bila zakat dihentikan (tidak membayar zakat) maka akan muncul kerugian dalam harta yang berasal dari berbagai kesusahan. Begitu juga bila kemungkaran telah merajalela maka goncangan bumi dan gempa juga merata. Ketika di hadapan Abu Hurairah r.hu ada seseorang yang berkata bahwa orang yang berbuat dosa atau dzolim hanya merugikan diri sendiri, bukan merugikan orang lain. Maka Abu Hurairah r.hu berkata, “Demi Allah, disebabkan kekejaman orang yang dzolim, bahkan burung-burung pun mati di sarangnya. Allah juga berfirman, “Kerusakan ap saja yang muncul di dunia adalah hasil dari amal perbuatan manusia.”

Oleh karena itu hal yang paling penting adalah menyesal dan bertaubat atas dosa-dosa kita. Sebagaimana Nabi Nuh AS berkata kepada kaumnya, “Kembalilah kepada Allah, dan mohon ampunlah. Maka Dia akan memperbaiki keadaan kalian, dan akan memberkahi keturunan dan kebun-kebun kalian. Perincian kisah ini ada dalam surat Nuh.

Saat ini, dosa besar umat ini adalah mereka melalaikan ibadah fardhu sampai kepada ambang batas, dan mereka malas dalam mengerjakan usaha yang tinggi yakni usaha kenabian, yang dengannya perkara2 fardhu, wajib, serta sunnah menjadi hidup. Oleh karena itu kita semua harus merasa menyesal di hadapan Allah dan beristighfar, dan juga berniat bahwa akan menjadikan maksud hidup kita sebagaimana maksud hidup Rasulullah SAW. Tentang hal ini, Hadraji Maulana Yusuf shab rah.a berkata, “Ketika kalian membuat niat ini (dakwah maksud hidup), maka kalian akan menjadi berada dalam kehidupan ini (dakwah) sebanyak yang ditakdirkan untuk kalian. Dan bila kematian datang, Allah akan membangkitkan kalian pada hari kiamat sesuai dengan niat kalian.” Oleh karena itu, luangkan diri dan harta kita sesuai dengan kemampuan untuk kerja yang mulia ini.

Berjalan dalam usaha ini dengan niat dan semangat yang benar serta membuat tenang seluruh lapisan umat adalah tanggung jawab kita semua. Oleh karena itu, buatlah kerja semampu kita dengan tetap menjaga aturan2 negara. Dalam amal apapun, jangan menyelisihi pemerintah dan aturan yang ada. Utamakan perkataan mereka, kita lakukan kerja dengan musyawarah.

Dengan perantara menjaga dan menyempurnakan sholat, selalulah meminta kepada Allah akan keikhlasan dan dakwah dengan bashiroh untuk kita dan untuk seluruh umat. Dan selalulah menjaga doa ini, yakni semoga Allah SWT mewujudkan suasana ketentraman, ketertiban dan kesehatan. Aamiin.

Wassalaamu’alaikum wa rahmatullohi wa barokatuh.

Bayan subuh Maulana Saad (18/3/2020)

Diterjemah oleh Ust Anas Baharom..

Ujian/wabak yg meninpa umat manusia ketika ini adalah kerana amalan ummat islam sendiri…xde kaitan langsung dgn amalan org² kafir….sama ada imaniyat,ibadat, muamalat, muasyarat atau akhlaq…sebab aturan alam ini adalah bergantung pd amalan org² islam…

Satu ketika…ade sorg sahabat melihat sorg wanita yg lalu berhampiran beliau..lalu terus kepalanya terhantuk ke dinding…dan lepas terhantuk beliau terus cek…apakah hukum Allah yg aku telah langgar…dan apakah hukum² Allah yg sepatutnye aku buat…jadi bile kita diuji dgn ujian skrg ini…kite kene cek semua amalan kita….

Dan perlu igt…dalam hadith,Nabi sendiri sebut “tiada penyakit berjangkit”….dan Maulana Saad bgtau..setiap org yg dpt atau terkena wabak ini adalah kerana dosa yg ade pd dri die…bukan kerana die berjangkit dgn org yg dh terkena wabak tu lebih awal…

Dan sebenarnye(maulana bgtau)…ketika ini,Allah tgh tnye pd org² islam…dlm keadaan ini, apakah yg kamu akan lakukan..??adakah kamu akan berpaling/menuju kpd makhluq/asbab….atau menuju kpd Allah…kerana (maulana bgtau) org yg menuju kpd asbab (pd ketika ini) dialah org jahil…kerana yg menciptakan makhluk sebesar virus itu adalah Allah…dan yg akan menghapuskannya juga adalah Allah..

Jadi,solusi nye adalah…

Maulana Saad bgtau…manusia skrg ini perlu lakukan 2 perkara…
1) kena banyak menyebutkan wahdaniyah(keesaan) Allah…yakni kne bnykkan da’wah..
2) inabah (إنابة) , yakni : bertaubat dan kembali kpd Allah…..

Maulana bgtau…cube kite byangkan…ujian/wabak yg Allah hntr disebab kite tinggalkan sesuatu amal….adakah dgn kite lebih meninggalkan lg amal tu masalah/ujian/wabak itu akan terangkat..??

Zaman sekarang ni…manusia terlalu ramai yg meninggalkan amal dan meninggalkan masjid…jadi,adakah dgn kite terus meninggalkan masjid akan menangkat wabak ini..??    Pasti lah tidak…

Maulana bgtau lagi :

Ummat pd masa kini perlu ade yakin mcm Saiyidina Abu Darda’ R.A ketika org bgtau rumah nye terbakar dan die menafikan kenyataan itu…ketika itu..dlm diri org yg bgtau rumah beliau terbakar itu ade yakin dgn sifat api yg akan membakar…tp,dlm diri Saiyidina Abu Darda R.A ade yakin dgn jnji Allah yg ade dlm amalan(doa) yg di ajar kan oleh Nabi S.A.W….

Jadi…,utk dpt kan yakin sperti Saiyidina Abu Darda’ tu laa kite kene tingkatkan lgi da’wah kite…cek amalan kite..tinggalkan terus segala jenis dosa….dan paling penting…bersangka baik dgn Allah…bhwa Allah pasti akan mengangkat musibah(wabak) ini….kerana keadaan ummat pd ktika ini(maulana bgtau) seperti seorg pengembala yg nak panggil binatang² gembalaannya pd ptg hari,die akan pegang tongkat atau rotan atau kayu atau sebagainye…adakah tujuan pengembala pegang kayu itu untuk lebih menjauhkan binatang gembalaannya drpd nya..??pastinya tidak…bahkan..die ingin supaya semua binatang² itu dekat kpd nya dan berada ditempat yg lebih selamat….betul tak..??

Jadi…,mcm tu jugak lah keadaan manusia (lebih² lg ummat islam) sekarang…Allah nak kite dtg kpd Allah…pujuk rayu Allah…tingkat amalan kite….Allah nak bg kite peluang untuk hampirkan dri dgn Allah…taubat dan banyakkan da’wah dan amal…

Semoga perkongsian ini dapat bg kite sedikit sebanyak manfaat dan kesedaran dan dapat amal dan sampaikan…

▪️▫️▪️▫️▪️▫️▪️▫️▪️▫️▪️
*”ملفوظاتِ حضرت جی رابع”*

Malfudzat Hadraji keempat Maulana Saad Sahab Damat Barokatuh.

یقین کی مشق

Yakin ki masyaq

Latihan yakin.

چھوت کوئی چیز نہیں اللہ کا امر اصل ہے۔ جس کی دلیل یہ ہے کہ پہلے شخص کو بیماری کہاں سے لگی اور بعض کو لگتی ہے بعض کو نہیں لگتی تو یہ بعض کو لگنا اللہ کے امر سے ہے

Chut kui ciz nehi he, Allah ka amr asel he. Jis ki dalil ye he keh pehle sakhes ko bimari kaha se legi or baz ko legti he baz ko nehi legti to ye baz ko legna Allah ke amr se he.

Sentuhan bukanlah suatu apa-apa, namun asalnya adalah perintah Allah. Dalilnya begini, darimana orang pertama terkena penyakit? Penyakit mengenai sebagian orang, tidak mengenai sebagian orang. Dan mengenainya sebuah penyakit pada sebagian orang adalah termasuk perintah Allah.

اور جو ایسی جگہ جانے سے منع کیا گیا اسلئے نہیں کہ وہاں اسے بیماری لگیگی بلکہ اللہ کا حکم سمجھ کر وہاں نا جائے۔

Or jo esi jagah jane se mane’ kiya giya is lie nehi keh waha usse bimari legegi, balkeh Allah ka hukem samajh ker waha na jae.

Dan siapa yang dilarang pergi ke tempat seperti itu, bukan karena akan terkena sakit. Namun memahami sebagai perintah Allah untuk tidak pergi kesana.

اور ایسی جگہ سے نا نکلنا بھی اسلئے نہیں کہ اس سے بیماری نا پھیل جائے بلکہ اللہ کا حکم سمجھ کر وہیں رہنا۔

Or esi jagah se na nikelna bhi is lie nehi keh us se bimari na phil jae, balkeh Allah ka hukem samajh ker waha rehna.

Dan tidak keluarnya dari tempat tersebut juga bukan karena supaya penyakit tidak tersebar, namun memahami sebagai perintah Allah untuk tetap tinggal disana.

کہ نا تو وہاں رہنے والے سارے لوگوں کو بیماری لگتی ہے نا باہر والے سارے مامون رہتے ہیں۔

Keh na to waha rehne wale sare logo ko bimari legti he, na baher wale sare mamun rehte he.

Bahwa bukanlah orang yang tinggal disana membuat sakit seluruh orang luar, dan juga orang luar tidaklah membuat sakit orang yang aman tinggalnya.

ایک ایمان والا بھی ان احتیاطی تدابیر کو اختیار کرتا ہے اور ایک کافر و فاسق بھی لیکن دونوں کی نیت میں یہ بنیادی فرق ہوتا ہے

Ek iman wala bhi un ihtiyati tadabir ko ihtiyar karta he or ek kafiro fasiq bhi lekin dono Ki niyat me ye buniyadi fareq hota he.

Seorang yang beriman memilih tindakan pencegahan, begitu juga orang kafir dan fasiq. Namun ada perbedaan mendasar dalam niat keduanya.

کہ مومن یہ سارے کام اللہ کا حکم پورا کرنے کی نیت سے کرتا ہے اسکا یقین اللہ کے امر پر ہوتا ہے اور کافر و فاسق کا یقین انسانی ترکیبوں اور اسباب پر

Keh mukmin ye Sare kam Allah ka hukem pura karne ki niat se karta he, us ka yakin Allah ke amr per hota he. Or kafiro fasiq ka yakin insani tarkibo or asbab per.

Bahwa seorang mukmin mengerjakan ini semua dengan niat menyempurnakan perintah Allah, yakinnya atas perintah Allah. Sedangkan yakinnya orang kafir dan fasiq adalah atas resep manusia dan asbab.

اس یقین کا اثر دونوں کی ذہنی کیفیت اور عمل پر بھی پڑتا ہے مومن مطمئن رہتا ہے اور اعمال کی طرف رجوع بڑھا دیتا ہے اور اللہ سے قریب ہوجاتا ہے۔

Is yakin ka asar dono Ki zihni kaifiyat or amal per bhi perta he. Mukmin mutmain rehta he or amal ki teref ruju’ berha deta he or Allah se qorib ho jata he.

Pengaruh keyakinan ini juga mempengaruhi pikiran keduanya, keadaan keduanya dan amal keduanya. Seorang mukmin tetap tinggal dengan tenang, dan berusaha kembali kepada amal agama, dan menjadi dekat kepada Allah.

جبکہ کافر و فاسق panic کا شکار ہوجاتا ہے اور اللہ سے ایسے حال میں دور ہوجاتا ہے

Jabkeh kafiro fasiq panik ka syikar ho jata he or Allah se esi hal me dur ho jata he.

Sementara orang kafir dan fasiq menjadi korban kepanikan dan dalam keadaan tersebut menjadi jauh dari Allah.

*حضرت جی رابع مولانا محمد سعد صاحب دامت برکاتہم*
▪️▫️▪️▫️▪️▫️▪️▫️▪️▫️▪️

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: