Buyaathaillah's Blog

Mudzakaroh Hukumat vs Nubuwah

 

“Dan Allah telah berjanji kepada orang-orang yang beriman diantara kamu dan mengerjakan amal-amal saleh bahwa Dia sungguh-sungguh akan menjadikan mereka berkuasa di bumi, sebagaimana Dia telah meiyadikan berkuasa orang-orang sebelum mereka, dan sungguh Dia akan meneguhkan (memberikan kemapanan) agama yang telah diridhai-Nya untuk mereka.” (QS. An-Nuur; 55).

Setiap Manusia baik yg Islam ataupun yg kafir semuanya ingin bahagia. Maka untuk bisa mendapatkan kebahagiaan ini manusia membuat suatu usaha, usaha utk mendapatkan kebahagiaan. Ulama katakan di dunia saat ini ada macam usaha utk mendapatkan kebahagiaan ini.

1. Usaha Hukumat : Usaha Pemerintahan, Targetnya Jasad / Dzohir Manusia. Bagaimana sandang, pangan, papan, transportasi, pekerjaan manusia bisa ada perbaikan dan peningkatan sehingga mampu mendatangkan kebahaagiaan. Ujungnya ada perbaikan dan peningkatan kebendaan dan keuangan. Kalo mau bahagia harus ada uang, ada uang baru bahagia, gak ada uang tidak bisa bahagia. Sehingga hari ini kita lihat org kerja siang dan malam supaya bisa uangnya lebih banyak agar bisa beli banyak hal. Money oriented. But

what money can’t buy :
1. Money can buy House but can not buy Home

2. Money can buy entertainment but can not buy satisfaction

3. Money can buy Drugs / Medicine but can not buy Health

4. Money can buy Bed but canot buy Sleep

5. Money can buy luxury but can not buy Happiness

Hasil dari Usaha Hukumat ini adalah saling menuntut hak, meningkatnya kebencian, demokrasi, kebendaan meningkat, permusuhan, perpecahan, etc

2. Usaha Nubuwah : Usaha yg dilakukan para Anbiya AS. Targetnya adalah hati2 manusia. Bagaimana hati2 manusia ini mempunyai hubungan yg baik dengan Allah, ada ketaatan pd Allah. Kalo manusia punya hubungan baik dengan Allah makan Hidayah akan turun, Iman akan baik, amal akan meningkat, Muamalah, Muasyaroh, Akhlaq akan baik. Jika ini baik maka suasana akan baik. Jika suasana amal sudah wujud maka pertolongan Allah akan turun. Jika pertolongan Allah sdh turun maka yg Haq akan dikalahkan oleh yg bathil.

Hasil dari usaha nubuwah ini adalah kasih sayang, keberkahan, persaudaraan, persatuan.

Ciri2 usaha Nubuwah :
1. Pengorbanan : Bukan Menuntut Hak tetapi mengorbankan Hak kita untuk menyenangkan orang lain.
2. Amaliat : Bukan meningkatkan kebendaan tetapi meningkatkan Amal. Dengan Amal Pertolongan Allah akan turun ( iyyakana budu wa iyya kanashta’in )
3. Akhlaq : Bukan permusuhan tetapi kasih sayang, persatuan, dan persahabatan.
4. Halalan Thoyiban Mubarokan : Bukan mencari Harta tetapi mencari keberkahan dan kehalalan dan kethoyiban.
5. Ketaqwaan : bukan mencari kebebasan tapi mencari Ridho Allah

 

Apa yang terjadi jika usaha nubuwah ditinggalkan. Maka Hidayah akan terhenti, Iman akan turun, Amal akan berkurang, Muamalah, Muasyaroh, dan Akhlaq akan buruk. Maka jika ini terjadi suasana buruk : Korupsi, Fitnah, Penindasan, Ketidak Adilan, Kedzoliman, Maksiat akan berkembang dimana2. Jika ini terjadi maka pertolongan Allah akan terhenti. Jika pertolongan Allah terhenti maka yg Haq akan dikalahkan yg bathil.
Jadi usaha nubuwah ini adalah usaha atas hati manusia. Sesungguhnya dalam diri manusia ini ada sebuah daging. Jika daging ini baik maka akan baiklah seluruh perbuatannya. Jika buruk daging ini maka akan buruklah semua perbuatan.Kedudukan daging ini seperti raja dalam tubuh. Daging itu adalah hati. Kemana hati ini tawajjuh kearah situlah badan ini akan bergerak.

Maka utk menjadikan hati ini baik perlu tarbiyah atau latihan. Jika tdk di tarbiyah maka hati akan menjadi rusak spt sifat binatang :
1. Sifat Binatang Ternak –> tdk peduli tp tdk merusak. Co : Sapi, Kambing

2. Sifat Binatang Buas –> membunuh utk mengenyangkan diri, tp kalo udah kenyang dia tdk akan ganggu. Co : Singa, Buaya

3. Sifat Binatang Perusak –> makannya dikit tp tdk puas sblm merusak. Tdk cukup hanya dng mengenyangkan perutnya, tp blom puas kalo blom melihat org lain susah. Co : Monyet, Babi Hutan

4. Sifat Binatang Peracun –> Membunuh/Merusak utk kebanggaan. Co : Ular, Kalajengking

Inilah yg terjadi jika kita tinggalkan usaha atas manusia. Seorang peniliti kehidupan sosial membagi kehidupan ini menjadi 4 :
1. Golongan Bawah : besok ada makan atau tidak ? Makan hanya utk hari itu.
2. Golongan Menengah : besok kita makan apa ? Bosen makan yg sama dia masak yg lain
3. Golongan Atas : besok makan dimana ? Bosen makan di resto ini besok makan di resto lain.
4. Golongan Dzolim : Besok siapa lagi yg kita makan ? Jangankan teman keluarga sendiri dia makan

Inilah kehidupan ummat jika tdk ada usaha atas keimanan.

Ali Ra berkata : Orang yg hanya memikirkan apa yg masuk ke perutnya maka derajatnya sama dengan apa yg dikeluarkan dr perutnya

Hati ini jika disibukkan dng dunia maka yg muncul ketidakpuasan bahkan ada ungkapan walaupun seluruh dunia di masukin ke hati tetep akan tidak cukup. Tp dlm hadits اَللّهُ bilang bahwa اَللّهُ ada dalam hati org beriman. Cukup dng kalimat La illaha illallah dlm hati maka serasa sudah memiliki duna beserta seluruh isinya.
Rusaknya kehidupan hari ini karena rusaknya manusia. Manusia sibuk buat aturan tp krn manusianya rusak, tetep aja kehidupan manusia gak bener2. Asbab lemahnya iman, cara2 nabi utk mendapatkan kebahagiaan sdh kita tinggalkan. Justru cara2 org yg tdk kenal pada اَللّهُ yg kita pakai utk menyelesaikan masalah, bukannya masalah selesai malah tambah masalah
Nubuwah : Kerja Atas Hati Manusia vs Hukumat : Kerja Atas Dzohir Manusia

Nubuwah : Mengutamakan Mahabbah vs Hukumat : Mengutamakan Tertib

Nubuwah : Persahabatan + tambah teman vs Hukumat : Perpecahan dan Permusuhan

Nubuwah : Pengorbanan buat org lain vs Hukumat : Saling menuntut Hak & Kewajiban

Blog di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: