Buyaathaillah's Blog

Mudzakaroh Amalan punya rumah di surga

1. Membangun mesjid dng Ikhlas
2. Membaca surat Al Ikhlas 10x
3. Sholat dhuha 4 rakaat + Sholat Qobliah Dzuhur 4 rakaat
4. Sholat Rawatib 12 Rakaat
5. Meninggalkan Perdebatan
6. Meninggalkan Dusta
7. Mewujudkan Akhlaq Mulia
8. Mengucapkan Alhamdullillah dan Innallillah ketika anak wafat
9. Membaca doa masuk pasar
10. Menutup Celah dalam Shaff
11. Iman kpd Nabi SAW, Islam & Hijrah
12. Menjodohkan utk Nikah

1. Membangun Mesjid

“Barang siapa membangun masjid karena Allah (meskipun hanya) sebesar sarang burung atau yang lebih kecil darinya. Niscaya alloh akan membangunkan untuknya rumah di surga,” (HR Ibnu Majah (I/244 No. 738) Al-Baihaqi, Al Bazzar dan Ibnu Hibban).

2. Membaca Al Ikhlas 10x

“Siapa yang membaca qul huwallahu ahad sampai ia merampungkannya (surat Al-Ikhlas, pen.) sebanyak sepuluh kali, maka akan dibangunkan baginya rumah di surga.” (HR. Ahmad, 3: 437)

3. Sholat Dhuha 4 Rakaat + 4 Rakaat Qabliah Dzuhur

“Siapa yang shalat Dhuha empat raka’at dan shalat sebelum Zhuhur empat raka’at, maka dibangunkan baginya rumah di surga.” (HR. Ath-Thabrani dalam Al-Awsath. Dalam Ash-Shahihah no. 2349)

4. Sholat Rawatib 12 Rakaat

“Barangsiapa merutinkan shalat sunnah dua belas raka’at dalam sehari, maka Allah akan membangunkan bagi dia sebuah rumah di surga. Dua belas raka’at tersebut adalah empat raka’at sebelum  zhuhur, dua raka’at sesudah zhuhur, dua raka’at sesudah maghrib, dua raka’at sesudah ‘Isya, dan dua raka’at sebelum shubuh.” (HR. Tirmidzi, no. 414; Ibnu Majah, no. 1140; An-Nasa’i, no. 1795)

5. Meninggalkan Perdebatan
6. Meninggalkan Dusta
7. Berakhlaq Mulia

“Aku memberikan jaminan rumah di pinggiran surga bagi orang yang meninggalkan perdebatan walaupun dia orang yang benar. Aku memberikan jaminan rumah di tengah surga bagi orang yang meninggalkan kedustaan walaupun dalam bentuk candaan. Aku memberikan jaminan rumah di surga yang tinggi bagi orang yang bagus akhlaknya.” (HR. Abu Daud, no. 4800. Al-Hafizh Abu Thahir mengatakan bahwa sanad hadits ini hasan)

8. Mengucapkan Alhamdullillah dan Innallillah ketika anak wafat

“Apabila anak seorang hamba meninggal dunia, Allah berfirman kepada malaikat-Nya, “Kalian telah mencabut nyawa anak hamba-Ku?” Mereka berkata, “Benar.” Allah berfirman, “Kalian telah mencabut nyawa buah hatinya?” Mereka menjawab, “Benar.” Allah berfirman, “Apa yang diucapkan oleh hamba-Ku saat itu?” Mereka berkata, “Ia memujimu dan mengucapkan istirja’ (innaa lilaahi wa innaa ilaihi raaji’uun).” Allah berfirman, “Bangunkan untuk hamba-Ku di surga, dan namai ia dengan nama baitul hamdi (rumah pujian).” (HR. Tirmidzi, no. 1021; Ahmad, 4: 415.)

9. Membaca Doa masuk pasar

“Siapa yang memasuki pasar lalu ia melakukan jual beli di dalamnya, lantas mengucapkan: Laa ilaha illallah wahdahu laa syarika lah, lahul mulku wa lahul hamdu, yuhyi wa yumiit wa huwa ‘ala kulli syai’in qadir; maka Allah akan mencatat baginya sejuta kebaikan, akan menghapus darinya sejuta kejelekan dan akan membangunkan baginya rumah di surga.” (HR. Al-Hakim dalam Mustadrak, 1: 722)

10. Menutup celah dalam Shaff

“Barang siapa yang menutupi suatu celah (dalam shaf), niscaya Allah akan mengangkat derajatnya karena hal tersebut dan akan dibangunkan untuknya sebuah rumah di dalam surga.” (HR. Al-Muhamili dalam Al-Amali, 2: 36. Disebutkan dalam Ash-Shahihah, no. 1892)

11. Iman kepada Nabi SAW + Amalkan Syariat Islam + Hijrah

“Aku menjamin orang yang beriman kepadaku, masuk islam dan berhijrah dengan sebuah rumah di pinggir surga, di tengah surga, dan surga yang paling tingggi. Aku menjamin orang yang beriman kepadaku, masuk islam dan berjihad dengan rumah di pinggir surga, di tengah surga dan di surga yang paling tinggi. Barangsiapa yang melakukan itu, maka ia tidak membiarkan satu pun kebaikan, dan ia lari dari setiap keburukan, ia pun akan meninggal, di mana saja Allah kehendaki untuk meninggal.” (HR. An-Nasa’i, no. 3135)

12. Menjodohkan dan Menikahkan pasangan

“Barangsiapa berupaya menikahkan seseorang pada wanita secara halal dan hendak mengumpulkan (menikahkan) keduanya, maka Allah akan memberi rizki padanya berupa seribu bidadari. Dan setiap bidadari berada di istana yang terbuat dari mutiara dan yaqut, untuk setiap langkah kakinya dan kalimat yang diucapkannya (ketika hendak menjodohkan, menikahkan) ditulis baginya pahala ibadah setahun yang malamnya digunakan untuk ibadah semalam dan siangnya digunakan untuk berpuasa.” ( Dalam kitab Al-Hawi lil Fatawi, Imam As-Suyuthi )

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: