Buyaathaillah's Blog

Kristiani : Kami Muslim lebih Kristen dibanding orang kristen Oleh dr. Zakir Naik

Dr. Zakir Naik: “ Ya, ada seorang saudara non-Muslim / Siapa namamu saudara?”
Christopher (saudara non-Muslim): “Aku Christopher. Aku hanya ingin tahu karena Qur’an berfirman: “Beriman kepada Nabi Muhammad”. Dan Bible berfirman: “Siapa yang beriman pada Yesus, akan hidup abadi”. Dan seperti yang difirmankan dalam Qur’an, keduanya adalah rasul Tuhan. Dan aku ingin tahu, dimana Yesus berbuat kesalahan dimana dia tidak dapat menyelamatkan orang-orang?”
Dr. Zakir Naik: “Saudaraku, itu adalah pertanyaan yang sangat bagus. Qur’an berfirman untuk beriman kepada Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam, Bible mengatakan untuk beriman pada Yesus, karena dia memberikan kehidupan abadi, jadi dimana Yesus berbuat kesalahan? Menurut Qur’an keduanya tidak berbuat salah. Saudaraku, Yesus Kristus ‘alaihissalam tidak pernah berbuat kesalahan apapun. Gerejalah yang berbuat kesalahan. Menurut kami, Yesus Kristus ‘alaihissalam adalah salah satu rasul besar Tuhan. Ketika yesus berkata “Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku”, ini benar. Hal ini berarti dia adalah rasul Tuhan. Nabi Muhammad juga berkata begitu. Pada masa Yesus Kristus, menurut Gospel Yohanes 14:6, Yesus berkata “Akulah jalan dan kebenaran dan hidup”, “Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku”, ini berarti jika kau mengikuti ajaran Yesus Kristus, maka kau akan pergi ke Bapa-mu, berarti kau akan masuk jannah (surga). Kehidupan abadi adalah surga, tapi Yesus Kristus juga berkata “Sebab jikalau Aku tidak pergi, Penghibur itu tidak akan datang kepadamu” (Yohanes 16: 7), “Tetapi apabila Ia datang, yaitu Roh Kebenaran, Ia akan memimpin kamu ke dalam seluruh kebenaran” (Yohanes 16: 13). Dia membicarakan tentang Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam. Jadi hari ini sebagai orang Kristen, jika kau benar-benar mencintai Yesus Kristus ‘alaihissalam, maka kau harus mengikuti ajaran Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam. Jadi Yesus Kristus tidak pernah berbuat salah, adalah gereja yang mengatakan bahwa Yesus adalah Tuhan. Yesus Kristus tidak pernah mengaku sebagai Tuhan. Seperti yang ku sebutkan sebelumnya, jika Kristen manapun dapat menemukan satu saja pernyataan yang jelas, dimana Yesus Kristus sendiri mengatakan “Aku Tuhan” atau “Sembah aku”, maka aku siap masuk Kristen. Adalah gereja yang berbuat salah, bukan Yesus Kristus ‘alaihissalam. Bahkan Yesus Kristus sendiri berkata, dimana disebutkan dalam Gospel Yohanes 14:28, “Bapa lebih besar daripada aku”, “Bapa ku lebih besar daripada siapapun” (Yohanes 10:29), “Aku mengusir setan dengan kuasa Roh Allah” (Matius 12:28), “Aku mengusir setan dengan kuasa Allah” (Lukas 11:20), “Aku tidak dapat berbuat apa-apa dari diri –Ku sendiri; Aku menghakimi sesuai dengan apa yang Aku dengar, dan penghakiman-Ku adil, sebab aku tidak menuruti kehendak-Ku sendiri, melainkan kehendak Dia yang mengurus aku” (Yohanes 5:30), siapapun yang berkata aku tidak berkehendak sendiri, melainkan dari kehendak Tuhan adalah Muslim. Yesus Kristus  ‘alaihissalam adalah seorang Muslim, dia tidak pernah mengaku sebagai Tuhan. Dan disebutkan dalam Kisah Para Rasul 2:22: “Hai orang-orang israel, dengarlah perkataan ini” “Yesus dari Nazaret, seorang yang telah ditentukan Allah, dan yang dinyatakan kepadamu dengan kekuatan dan mukjizat dan tanda-tanda yang dilakukan dengan perantaraan Allah ditengah-tengah kamu, seperti yang kamu tahu”, jadi Yesus Kristus ‘alaihissalam tidak pernah mengaku sebagai Tuhan. Dan Yesus Kristus ‘alaihissalam tidak salah, ini merupakan pemahaman Bible yang salah. Jadi aku sebagai orang yang beriman dan cinta kepada Yesus Kristus ‘alaihissalam, aku lebih Kristen daripada orang Kristen sendiri, jika Kristen berarti mengikuti ajaran Yesus Kristus ‘alaihissalam maka aku lebih Kristen daripada umat Kristen itu sendiri. Yesus Kristus berkata dalam Gospel Matius 5:17-20: “Janganlah kamu menyangka, bahwa Aku datang untuk meniadakan hukum Taurat atau kitab para nabi. Aku datang bukan untuk meniadakannya, melainkan untuk menggenapinya. Sesungguhnya selama belum lenyap langit dan bumi ini, satu iota atau satu titikpun tidak akan ditiadakan dari hukum Taurat, sebelum semuanya terjadi. Karena itu siapa yang meniadakan salah satu perintah hukum Taurat sekalipun yang paling kecil, dan mengajarkannya demikian kepada orang lain, ia akan menduduki tempat yang paling rendah didalam Kerajaan Sorga; tetapi siapa yang melakukan dan mengajarkan segala perintah-perintah hukum Taurat, ia akan menduduki tempat yang tinggi didalam Kerajaab Sorga. Jika hidup keagamaan mu tidak lebih benar daripada hidup keagamaan  ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, sesungguhnya kamu tidak akan masuk kedalam Kerajaan Sorga”. Jadi Yesus Kristus berkata bahwa kau tidak boleh meniadakan satu hukum pun didalam Perjanjian Lama. Disebutkan dalam Perjanjian Lama, dalam Injil Imamat 11:7-8 “Jangan makan babi”, dalam Bilangan 14:8 “Jangan makan babi”, dalam Yesaya 65:2-5 “Jangan makan babi”, orang Kristen makan babi sementara umat Islam tidak memakannya. Disebutkan dalam Efesus 5:18 dan Amsal 20:1 bahwa “Kau tidak boleh mabuk dengan anggur”, umat Muslim tidak minum alkohol, tapi Kristen minum alkohol. Yesus Kristus menyebutkan dalam Gospel Lukas bahwa dia disunat pada hari kedelapan, umat Muslim disunat, tapi mayoritas umat Kristen tidak disunat. Jika Kristen berarti mengikuti ajaran Yesus Kristus, maka umat Muslim lebih Kristen daripada umat Kristen sendiri. Kami mencintai Yesus Kristus, kami menghormatinya, kami mengikutinya, tapi kami tidak menyembahnya, karena dia adalah rasul Tuhan dan bukan Tuhan. Semoga ini menjawab pertanyaan mu saudaraku. Jadi apakah kau beriman bahwa Yesus adalah rasul Tuhan?”
Christopher: “Ya”
Dr. Zakir Naik: “Apakah kau beriman bahwa Nabi Muhammad adalah rasul Tuhan?”
Christopher: “Aku.. tidak percaya. Karena aku mengimani Bible”
Dr. Zakir Naik: “Tapi Bible berkata dalam Gospel Yohanes 16:12-14, Yesus ‘alaihissalam berkata: “Masih banyak hal yang harus ku katakan kepadamu, tetapi sekarang kamu belum dapat menanggungnya. Tetapi apabila ia datang, yaitu Roh Kebenaran, ia akan memimpin kamu ke dalam seluruh kebenaran; sebab ia tidak akan berkata-kata dari dirinya sendiri, tetapi segala sesuatu yang didengarnya itulah yang akan dikatakannya ia akan memuliakan aku”. Siapa yang dimaksud Yesus Kristus ‘alaihissalam disini? Siapa? Apakah kau telah mempelajari Bible-mu?”
Christopher: “Dia  membicarakan tentang roh kudus”
Dr. Zakir Naik: “Oke, sangat bagus. Itu berarti kau tahu tentang Bible-mu. Kau mengatakan bahwa yang dimaksud disini adalah roh kebenaran, yaitu Yesus membicarakan roh kudus. Bacalah beberapa ayat sebelumnya. Gospel Yohanes 16:7 menyebutkan “Adalah lebih berguna bagi kamu, jika aku pergi. Sebab jikalau aku tidak pergi, Penghibur itu tidak akan datang kepadamu. Syarat agar roh ini datang adalah Yesus Kristus harus pergi, “Jika aku pergi, maka aku akan mengutus dia kepadamu”. Roh kudus sudah ada sebelum Yesus Kristus datang, roh kudus juga ada selama Yesus Kristus ada, dia telah ada dirahim Elizabeth, dia ada ketika Yesus dibaptis, jadi bagaimana mungkin penolong itu adalah roh kudus?. Yesus Kristus berkata: “Sebab jikalau aku tidak pergi, Penghibur itu tidak akan datang kepadamu, tetapi jikalau aku pergi, aku akan mengutus dia kepadamu, jadi syarat agar roh kebenaran itu datang adalah Yesus Kristus harus pergi. Ketika Yesus Kristus ada, Penghibur itu tak akan datang. Roh kudus telah ada ketika Yesus ada, jadi bagaiman mungkin nubuat ini merujuk pada roh kudus, saudara ku? Dapatkah kau membantu ku memahami Bible? Ini tidak merujuk pada roh kudus. Ini merujuk pada Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam. Dan nubuat ini juga disebutkan dalam Perjanjian Lama. Dalam Ulangan 18:18, Ulangan 18:19, Yesaya 29:12, Kidung Agung 5:16. Di Perjanjian Baru Gospel Yohanes 14:16, Yohanes 15:26, Yohanes 16:7, Yohanes 16:12-14, semua ayat ini membicarakan tentang Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam. Aku telah memberikan ceramah tentang Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam Bible. Sekarang aku bertanya pada mu, jika kau beriman pada Bible, ketika Yesus Kristus menubuatkan kedatangan Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam, kenapa kau tidak mempercayai Yesus bahwa Nabi Muhammad adalah rasul terakhir. Kenapa? Itu artinya kau hanya mengimani setengah ajaran Yesus Kristus, tidak beriman penuh”
Christopher: “Karena ayatnya mengatakan “Aku akan mengirimkan seorang Penghibur”, dia tidak pernah menyebutkan nama seseorang disana.
Dr. Zakir Naik: “Oke, dalam Kidung Agung 5:16, aku mengutipnya dalam bahasa Ibrani “ḥikkōw mamṯaqqî, wəḵullōw maḥămaddîm zeh ḏōwḏî wəzeh rê’î bənōwṯ yərūšālim”, namanya disebutkan dengan penuh penghormatan. Mereka berkata bahwa “Segala sesuatu padanya menarik hai putri-putri Yerussalem”. Namanya disebutkan dalam Perjanjian Lama Kidung Agung 5:16. Sekarang apakah kau beriman?”
Christopher: “Aku harus mempelajarinya”
Dr. Zakir Naik: “Kau harus bertanya pada gereja terlebih dahulu?”
Christopher: “Bukan, bukan gereja”
Dr. Zakir Naik: “Siapa yang akan kau tanyai?”
Christopher: “ Aku akan mempelajarinya sendiri”
Dr. Zakir Naik: “Berapa lama sampai kau selesai mempelajarinya?”
Christopher: “Oke, malam ini”
Dr. Zakir Naik: “Malam ini? Baiklah. Aku akan pergi besok. Jadi besok pagi, kau dapat meminta panitia untuk menghubungiku. Oke? Jika kau tak dapat buktikan, maka kau masuk Islam, jika kau dapat buktikan bahwa Yesus itu Tuhan, maka aku yang akan masuk Kristen. Jika kau tak dapat buktikan, kau masuk Islam”
Christopher: “Puji Tuhan”
Semoga bermanfaat 🙂

33 Komentar »

  1. Subhanallah, Maha Suci Allah Tuhan Semesta Alam.

    Komentar oleh Islam Rahmatan Lilalamin — Januari 13, 2016 @ 11:43 am

  2. Jika manusia belajar sejarah dengan benar Agama itu satu adalah islam

    Komentar oleh Muhamad sunarto — Maret 30, 2016 @ 2:34 am

  3. Yesus disebut Tuhan karena Dia telah mati disalib dan bangkit. Bagaimana seseorang dapat berkata saya kenal orang itu tapi belum berjumpa dengannya? Demikian juga Yesus Kristus, Dia adalah Tuhan karena saya ada pengalaman perjumpaan dengan-Nya. Dan jika memang Kristus tidak bangkit dari Kematian-Nya maka semua orang Kristen akan pindah agama. Saya adalah saksi-Nya. Sebagai bukti kehadiran-Nya hingga saat ni adalah orang yang taat kepada-Nya akan diberikan Kasih berlimpah dan dia juga dapat melakukan mujizat. Sebab mujizat itu adalah janji Tuhan sendiri (Markus 16:15-18). Roh penghibur adalah Roh Kudus (Yohanes 14:26), memang Bapa, Putra (Tuhan Yesus) dan Roh Kudus adalah satu dan telah ada sejak sebelum dunia ni dijadikan. Dalam Islam ada namanya Rohul Kudus, tu adalah sama dengan Roh Kudus. Setiap orang memilikinya sebab segala yang baik berasal bersumber dari Tuhan, bagi saya tu adalah Roh Kudus. Segala perbuatan baik berasal dari-Nya. Pertanyaan saya siapa atau apakah Rohul Kudus menurut Islam?

    Komentar oleh Andrew — April 7, 2016 @ 3:26 am

    • Sesuatu yang Mati itu tanda kelemahan, yg namanya ciptaan itu pasti mati. Allah swt itu bukan ciptaan dan tidak pernah dan tidak akan mati itulah sifat ketuhanan. Kalo tuhan mati siapa yg memelihara segala sesuatu.

      Komentar oleh Buya Athaillah — April 7, 2016 @ 3:38 am

      • Karena Kebangkitan-Nya maka Ia (Yesus Kristus) disebut Tuhan. Sebab Ia telah mengalahkan maut (kematian). Memang ada beberapa Nabi yang tidak mati dan langsung naik ke Surga, contoh (Elia). Lalu apa bedanya Elia dan Yesus? Elia tidak merasakan apa itu Maut dan dia tidak mengalahkannya, sedangkan Yesus memang Ia mati selama 2 hari, lalu untuk apa Ia mati? Untuk menyampaikan kabar sukacita dari Bapa kepada orang yang telah mati sebelum Ia datang agar mereka semua yang belum mengenal Ia sebelum Ia datang dapat diselamatkan. Kemudian mengapa Ia bangkit, karena Ia dan Bapa adlah satu (Tuhan), Ia dimuliakan dan bersatu kembali dengan Bapa-Nya. Sehingga siapa yang melihat Ia (Yesus), mereka juga melihat Bapa (Allah yang Esa) (Yohanes 14:8-9). Dan bukti bahwa Yesus Kristus Bangkit dan menggenapi janji-Nya adalah semua mujizat yang dilakukan oleh orang Kristen yang mengimani Yesus dengamnsegenap hatinya. Mereka dapat menyembuhkan orang buta, membuat orang bisu berbicara dsb. Bagi saudaraku yang ingin bukti bahwa Yesus Bangkit, saya mengajak mari datang ke dalam acara penyembuhan, lihat dan rasakan kehadiran Tuhan sendiri. Jangan mengenal Yesus hanya dari Injil atau Alquran saja melainkan kenali Yesus dengan pribadi anda sendiri.

        Komentar oleh Andrew — April 9, 2016 @ 3:40 pm

      • Scripture atau Kitab Suci itu adalah Panduan untuk mengenal Allah swt sang Pencipta. Jika manusia mencari2 cara diluar panduannya itulah kesesatan. Inilah yang terjadi dng umat nasrani mereka telah disesatkan oleh gereja. Mereka lebih mengikuti perkataan gereja dibanding perkataan jesus. Jesus tidak ada bilang Aku Tuhan dan sembahlah Aku tapi kalian mengatakan Jesus Tuhan maka sembahlah dia. Jesus bilang jangan minum Anggur tapi kalian malah meminumnya. Jesus perintahkan jangan kalian makan babi tetapi kalian makan babi. Jesus hari ke 8 dia di sunnat kalian nasrani tidak melakukannya. Anda mengatakan kami muslim harus mengenal pribadi jesus ????? Kami lebih mendekati kepada Jesus dibanding kalian krn kami mengikuti semua yg dia perintahkan, sementara kalian mengaku cinta, mengaku kenal pribadi jesus, tetapi kalian sudah meninggalkan apa yg semua diperintahkan oleh jesus.Pertanyaan pribadi siapa yang kalian ikuti, hanya setan lah yang telah kalian ikuti karena kalian telah tertipu dengan logika-logika liar kalian yang tidak ada dasarnya dari jesus.

        Komentar oleh Buya Athaillah — April 9, 2016 @ 10:52 pm

      • Perhatikan betul2 dan Pikirkan ketika Yesus Kristus berkata dalam Gospel Matius 5:17-20: “Janganlah kamu menyangka, bahwa Aku datang untuk meniadakan hukum Taurat atau kitab para nabi. Aku datang bukan untuk meniadakannya, melainkan untuk menggenapinya. Sesungguhnya selama belum lenyap langit dan bumi ini, satu iota atau satu titikpun tidak akan ditiadakan dari hukum Taurat, sebelum semuanya terjadi. Karena itu siapa yang meniadakan salah satu perintah hukum Taurat sekalipun yang paling kecil, dan mengajarkannya demikian kepada orang lain, ia akan menduduki tempat yang paling rendah didalam Kerajaan Sorga; tetapi siapa yang melakukan dan mengajarkan segala perintah-perintah hukum Taurat, ia akan menduduki tempat yang tinggi didalam Kerajaab Sorga. Jika hidup keagamaan mu tidak lebih benar daripada hidup keagamaan ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, sesungguhnya kamu tidak akan masuk kedalam Kerajaan Sorga”.

        Apa maksudnya ? Jesus tidak membawa hukum baru atau ajaran baru dia justru menggenapkannya. Semua perintah ALlah swt yang ada dalam Taurat itulah yang diperintahkan Jesus kepada umat Nasrani. Mengapa kalian malah mengatakan sebaliknya hanya karena kata gereja. Apakah gereja lebih besar dari Jesus ? pendeta2 di gereja itu adalah manusia yang mempunyai kepentingan dan rentan berbuat kesalahan atas nama jesus. Camkan dan Fikirkanlah. Ikuti perkataan Jesus jangan kalian Ikuti perkataan Gereja atau Pendeta.

        “… Seing they see not, Hearing they hear not, neither do they understand.” (Matthew 13:13) Artinya : sekalipun mereka melihat tetapi mereka tidak melihatnya, mereka mendengar tetapi mereka tidak mendengarkannya, dan mereka tidak juga memahaminya.”

        Komentar oleh Buya Athaillah — April 9, 2016 @ 11:09 pm

      • Anda mengatakan Jesus telah mengalahkan Mati Mana buktinya ? mana ayatnya ? apakah jesus berkata demikian bahwa dia telah mengatakan mati ? silahkan anda cari jawaban sesungguhnya disini https://buyaathaillah.wordpress.com/415-2/

        Komentar oleh Buya Athaillah — April 9, 2016 @ 11:53 pm

      • Markus 13 22-23 : “Sebab Mesias-mesias palsu dan nabi-nabi palsu akan muncul dan mereka akan mengadakan tanda-tanda dan mujizat-mujizat dengan maksud, sekiranya mungkin, menyesatkan orang-orang pilihan. Hati-hatilah kamu! Aku sudah terlebih dahulu mengatakan semuanya ini kepada kamu.”

        Jesus sudah memperingatkan umat kristiani agar berhati-hati terhadap mereka yang menipu umat kristiani bahkan orang2 terpelajar dan terpilih dikalangan mereka dengan menggunakan mukjizat. Mukjizat bukanlah ukuran kesholihan ataupun keimanan seseorang.

        Mat 7:15 “Waspadalah terhadap nabi-nabi palsu yang datang kepadamu dengan menyamar seperti domba, tetapi sesungguhnya mereka adalah serigala yang buas.

        Jangan sampai tertipu setan dan nabi2 palsu tersebut hanya karena mereka bisa memperlihatkan tontonan sulap, attraksi mukjizat, dll. Maaf jika undangan tersebut saya tolak. Bagi kami tontonan2 mukjizat nabi palsu bukanlah ukuran kebenaran untuk kami umat islam.

        Komentar oleh Buya Athaillah — April 10, 2016 @ 2:20 am

      • Ada beberapa hal yang Tuhan Yesus sempurnakan seperti menikah hanya boleh sepasang artinya satu pria dan satu wanita (Kejadian 2:23-24) dan tidak dapat bercerai. Hal bertentangan dengan ajaran Turat (matius 19:5-9). Yesus sendiri mengatakan Mat 19:6 “Demikianlah mereka bukan lagi dua, melainkan satu. Karena itu, apa yang telah dipersatukan Allah, tidak boleh diceraikan manusia.” Ada juga mengenai makan haram, yang menajiskan org adalah hal jahat yang berasal dari hati. Tidak ada makanan di dunia ni yang dapat menajiskan orang. Sebab manusia akan dihukum sesuai dengan perbuatannya, bukan sesuai dengan apa yang ia makan. Kata Tuhan Yesus sendiri, (Matius 15:17-18) 17 Tidak tahukah kamu bahwa segala sesuatu yang masuk ke dalam mulut turun ke dalam perut lalu dibuang di jamban?18 Tetapi apa yang keluar dari mulut berasal dari hati dan itulah yang menajiskan orang. Ada lagi Tuhan Yesus tidak menghukum perempuan yang kedapatan melakukan Zinah (Yohanes 8:5-11). Apakah ni tidak melanggar hukum Taurat. Baiklah anda membaca Injil keseluruhan dulu barulah mengerti, sebab memang Tuhan Yesus tidak mengubah namun menyempurnakan. Hukum Musa yang terkenal yaitu perceraian saja Ia betulkan kembali karena manusia terlalu egois. Tidak semua Hukum Taurat berlaku bagi kami dikarenakan perkataan dari Tuhan Yesus sendiri. Coba anda baca lagi…

        Komentar oleh Andrew — April 10, 2016 @ 12:15 am

      • Mat. 15:11 “Dengar dan camkanlah: bukan yang masuk ke dalam mulut yang menajiskan orang, melainkan yang keluar dari mulut, itulah yang menajiskan orang.”

        Terus-terang, ini sudah menjadi kelakuan ‘khas’ dari pemeluk Kristen dalam memperlakukan kitab suci mereka, suka memotong-motong ayat, tidak melihat konteks, lalu menafsirkannya agar sesuai kemauan sendiri. Sekarang mari kita lihat konteks omongan Yesus tersebut :

        Matius 15 dimulai dengan gugatan kaum Farisi yang menyampaikan keberatan mereka terhadap kelakuan murid-murid Yesus yang tidak membasuh tangan ketika mau makan, padahal itu sudah menjadi tradisi mereka sejak dulu (Mat 15:2), Yesus menjawab dengan melakukan gugatan balik dengan bertanya mengapa Yahudi juga melakukan pelanggaran adat istiadat mereka karena suka mengeluarkan omongan yang menghina dan melukai perasaan orangtua mereka (Mat 15:3-6) lalu memperkuat serangannya itu dengan mengutip nubuat Yesaya (Mat 15:7-9). Lalu Yesus menyampaikan ajaran yang sering dikaitkan umat Kristen untuk membolehkan makan babi yang dulunya diharamkan Tuhan tersebut (Mat 15:11).

        Jelas sekali bahwa konteks omongan Yesus tersebut bukan soal adanya aturan baru, merubah haramnya makan babi menjadi halal, Yesus seolah-olah mau mengatakan :”Hei Farisi.., kamu telah lancang menghakimi murid-muridku karena mereka tidak mencuci tangan sebelum makan, bukan CARA MAKAN mereka yang akan menjadikan murid-muridku menjadi hina, tapi kehinaan seorang manusia terkait dengan apa yang diucapkannya. Tidak mencuci tangan ketika makan adalah soal kecil, tapi yang kalian lakukan terhadap orangtua kalian melalui ucapan-ucapan yang menyakitkan hati mereka, itulah yang membuat kalian menjadi hina, kalian menganggap mereka hina karena telah melanggar adat istiadat, apa yang kalian lakukan justru lebih hina juga karena telah melanggar adat istiadat”.

        Selanjutnya ajaran Yesus ini dijelaskan lagi olehnya karena Petrus bertanya, Yesus lalu berkata :”Semua yang dimakan manusia akan menjadi kotoran, tidak peduli apakah dia sebelumnya telah mencuci-tangan atau tidak, tidak peduli apakah dia makan dengan mematuhi adat istiadat atau tidak, bagaimana cara makan tidak menentukan kehinaan diri seorang manusia, tapi rendahnya nilai manusia tergantung dari apa yang diucapkannya, karena ucapan datangnya dari hati, kotornya hati akan menghasilkan kelakuan yang kotor pula, termasuk ucapan-ucapan yang dikeluarkannya”. Lalu Yesus menutup ajarannya dengan mengucapkan :

        15:20 Itulah yang menajiskan orang. Tetapi makan dengan tangan yang tidak dibasuh tidak menajiskan orang.”

        Omongan Yesus ini bukan terkait soal merubah ajaran pengharaman makan babi menjadi halal, itu soal tata-cara makan yang dikaitkan dengan adat istiadat Yahudi. Lalu bagaimana bisa umat Kristen menjadikan ayat ini sebagai dasar yang menyatakan bahwa makan babi yang diharamkan Tuhan berubah menjadi halal..??

        Dalam alkitab Perjanjian Baru, kita tidak menemukan lagi adanya omomgan Yesus yang lain, yang ‘menyentuh’ soal perubahan status halal-haramnya daging babi selain Matius 15:11 yang telah dipelintir, dipotong-potong, dilepas dari konteksnya, lalu ditafsirkan sesuka hati untuk mendukung kegemaran Kristen akan ‘enaknya’ daging babi.

        Komentar oleh Buya Athaillah — April 10, 2016 @ 12:40 am

      • “Kekudusan pernikahan berdasarkan Alkitab. Dalam pernikahan, dua manusia ini menjadi “satu daging” (Kejadian 2:24). Dan Yesus menjelaskan bahwa Allah hanya memperbolehkan perceraian apabila adanya kasus perzinahan (Injil Matius 19:3-12).”

        mari kita baca ayat yang dimaksud:

        “Sebab itu seorang laki-laki akan meninggalkan ayahnya dan ibunya dan bersatu dengan istrinya, sehingga keduanya menjadi satu daging” (Kejadian 2:24).

        Bila dicermati, ternyata Kitab Kejadian 2:24 tidak menyatakan larangan perceraian, tapi hanya menyatakan bahwa sepasang wanita dan pria yang sudah menikah berarti dipersatukan sebagai “satu daging.”

        “Dan firman-Nya: Sebab itu laki-laki akan meninggalkan ayah dan ibunya dan bersatu dengan istrinya, sehingga keduanya itu menjadi satu daging. Demikianlah mereka bukan lagi dua, melainkan satu. Karena itu, apa yang telah dipersatukan Allah, tidak boleh diceraikan manusia.” Kata mereka kepada-Nya: “Jika demikian, apakah sebabnya Musa memerintahkan untuk memberikan surat cerai jika orang menceraikan istrinya?”Kata Yesus kepada mereka: “Karena ketegaran hatimu Musa mengizinkan kamu menceraikan istrimu, tetapi sejak semula tidaklah demikian. Tetapi Aku berkata kepadamu: Barangsiapa menceraikan istrinya, kecuali karena zina, lalu kawin dengan perempuan lain, ia berbuat zina” (Injil Matius 19:5-9).

        Ayat ini tidak hanya menyodorkan konsep perceraian, tapi juga konsep poligami sekaligus. Berdasarkan ayat ini, maka suami-istri yang telah menikah menjadi satu kesatuan yang tidak bisa dipisahkan. Sang suami dilarang menceraikan istrinya maupun menikah lagi (poligami). Perceraian hanya diperbolehkan dengan dua syarat: (1) bila sang istri melakukan perbuatan zina dengan orang lain; (2) Bila sang suami menikah lagi (poligami), karena dengan poligami berarti dia telah melakukan perbuatan zina.

        Jika benar bahwa Yesus menyebut pernikahan poligami sebagai perbuatan zina, bagaimana dengan para leluhur Yesus yang mengamalkan pernikahan poligami? Berarti Yesus menyebut para nabi leluhurnya sebagai pezina?

        1. Nabi Sulaiman alias Salomo memoligami 700 istri dan 300 gundik (I Raja-raja 11:1-3), yang diikuti anak kandungnya, Rehabeam dengan memoligami 18 istri dan 60 gundik (2 Tawarikh 11:21). Tapi Tuhan tidak mencelanya sebagai pezina. Bahkan Tuhan menyebut Salomo sebagai orang benar yang dicintai Tuhan dan diberi gelar “anak Tuhan” (1 Tawarikh 22:9-10).

        2. Nabi Yakub berpoligami dengan empat istri yaitu Lea, Rahel Bilha dan Zilpa (Kejadian 29:31-32, 30:34, 30:39). Tapi Tuhan tidak menyebutnya sebagai pezina, bahkan Tuhan menyayanginya sebagai nabi diberkati yang berada dalam Kerajaan bersama dengan Abraham, Ishak dan semua nabi Allah (Matius 8:11, Lukas 13:28).

        3. Nabi Daud memoligami banyak perempuan (I Samuel 25:43-44, 27:3, 30:5, II Samuel 3:1-5), di antaranya adalah Ahinoam, Abigail, Maacha, Hadjit, Edjla, Michal dan Batsyeba (II Samuel 16:22). Tapi Tuhan tidak memurkainya sebagai seorang pezina, bahkan Tuhan memberikan award kepadanya dengan julukan sebagai nabi yang taat kepada Tuhan dan berkenan di hati-Nya (Kisah Para Rasul 13:22).

        4. Nabi Lot (Luth) memoligami dua kakak beradik hingga beranak-pinak, tapi Tuhan tidak menghardiknya sebagai pendosa dan pezina. Tuhan tetap memuji Lot sebagai orang yang benar dan taat kepada Tuhan (II Petrus 2:7).

        Jika statemen Yesus bahwa poligami adalah perbuatan zina itu diaminkan, lalu mengapa Tuhan memberikan pujian dan gelar sorgawi kepada para nabi ‘pezina’ itu?

        Komentar oleh Buya Athaillah — April 10, 2016 @ 12:53 am

      • Tuhan di dalam Alkitab malah menyuruh seorang nabi-Nya yang bernama Hosea untuk menikahi seorang wanita pelacur yang suka berzinah untuk menjadi istrinya. Perhatikan ayat Alkitab Hosea 1:2-3 berikut ini :
        (2) Ketika Tuhan mulai berbicara dengan perantaraan Hosea, berfirmanlah Ia kepada Hosea: “Pergilah, kawinilah seorang perempuan sundal, karena negeri ini bersundal hebat dengan membelakangi Tuhan.”
        (3) Maka pergilan ia dan mengawnini Gomer binti Diblaim, lalu mengandungkah perempuan itu dan melahirkan bayinya seorang laki-laki.

        Ironis sekali Tuhan menyuruh Nabi Hosea untuk mengawini wanita sundal. Jika begitu sama saja Tuhan menyuruh umat-Nya tidak takut berzinah & menjadi pelacur. Jika laki-laki Kristen meneladani Nabi Hosea maka seharusnya mereka menikahi juga para pelacur karena itu memang perintah Tuhan. Begitu juga dengan wanita akan tidak takut menjadi pelacur, toh pelacur bukanlah pekerjaan hina di mata Tuhan bahkan bisa mendapat kehormatan dinikahi nabi.
        Bahkan dalam ayat lain Tuhan berfirman bahwa Dia tidak akan menghukum pelacur dan pesundal serta para pezinah, perhatikan ayat Hosea 4:14 sebagai berikut :

        “Aku tidak akan menghukum anak-anak perempuanmu sekalipun berzinah, atau menantu-menantu perempuan, sekalipun mereka bersundal, sebab mereka sendiri mengasingkan diri bersama-sama dengan perempuan-perempuan sundal dan mempersembahkan korban bersama-sama dengan sundal-sundal bakti, dan umat yang tidak berpengertian akan runtuh.”

        inilah yang menjadi penyebab dan realita terjadi di negeri2 kristen bahwa masalah perzinahan dan pelacuran sudah menjadi epidemic penyakit yang tidak ditemukan solusinya. Sedangkan Islam memberikan solusi dan mengatur hubungan suami istri dengan sempurna.

        Komentar oleh Buya Athaillah — April 10, 2016 @ 1:04 am

      • Saya pikir mengenai Yesus tidak menghukum perempuan yyang tertangkap melakukan zinah tidak dihukum, belum anda jawab. Pertanyaannya mengapa Yesus tidak menuruti hukum Taurat yaitu Ia tidak ikut melempar batu ke perempuan tu? Coba anda jawab.

        Komentar oleh Andrew — April 10, 2016 @ 2:43 am

      • Begini saudara mengenai hal ini di islam semua orang yang mau beriman kepada Allah swt dan Muhammad untuk pertama kali maka seluruh dosanya akan diampuni. Ketika jesus menerima permohonan ampun dari wanita pezinah ada 2 hal disini yang perlu anda ketahui :

        1. Konsep Tobat : jika dia bertobat dan tidak mengulanginya lagi maka dia akan mendapatkan ampunan
        2. Konsep Keyakinan : walaupun anda berdosa sebejat bejatnya tetapi ketika anda masuk dan menerima islam ataupun ajaran Tauhid yang jesus bawa Maka ALlah swt akan menghapus dosa dimasa lalu anda. Dari Kafir menjadi Mukmin inilah kunci pengampunan dosa.

        mengenai wanita tersebut saya mempunyai keyakinan bahwa wanita tersebut baru saja menerima ajaran jesus sehingga jesus menjelaskan jika dia masuk kedalam ajaran yang Jesus bawa maka dosa2nya akan diampuni.

        Komentar oleh Buya Athaillah — April 10, 2016 @ 2:59 am

      • Bila anda mengatakan bahwa perempuan yang berzinah/pelacur tidak dihukum. Berarti anda sependapat dengan saya bahwa hukum Taurat tidak semuanya dijalankan. Alias ada yang diubah. Yesus datang dengan membawa Kasih dan Pengampunan jd “Hukuman-hukuman” dalam Taurat tidak berlaku lagi. Damn saya pikir anda juga sepakat.

        Komentar oleh Andrew — April 10, 2016 @ 2:52 am

      • Anda salah memahami antara konsep pengampunan dan hukuman. Bagi yang baru masuk islam ataupun baru menerima ajaran Tauhid yang jesus bawa, saya pada tetap pada penderian saya maka dia tidak perlu dihukum sebagaimana wanita tadi yang baru saja menerima ajakan jesus. tetapi dalam hukum taurat itu berlaku kepada mereka yang SUDAH menerima ajaran Musa AS namun melakukan perzinahan tentu ada hukumannya. dan Jesus tidak bertentangan dengan ajaran Musa AS.

        Yesus Kristus dengan tegas menyatakan bahwa Ia datang bukan untuk membatalkan hukum Taurat melainkan untuk menggenapinya, sehingga hukum tentang perzinaan, baik antara sesama manusia, maupun dalam konteks hubungan umat dengan Allah, tetap diakui sebagaimana yang tertulis dalam Alkitab. Dalam berbagai kesempatan, Yesus menyebutkan hukum ini secara terus terang, sebagaimana yang dicatat dalam Injil Matius, Injil Markus dan Injil Lukas:

        “Kamu telah mendengar firman: Jangan berzina.”
        — Alkitab, Matius 5:27[10]

        “Karena dari hati timbul segala pikiran jahat, pembunuhan, perzinaan, percabulan, pencurian, sumpah palsu, dan hujat.”
        — Alkitab, Matius 15:19[11]

        “Kata orang itu kepada-Nya: “Perintah yang mana?” Kata Yesus: “Jangan membunuh, jangan berzina, jangan mencuri, jangan mengucapkan saksi dusta.”
        — Alkitab, Matius 19:18[12]

        “Sebab dari dalam, dari hati orang, timbul segala pikiran jahat, percabulan, pencurian, pembunuhan, perzinaan, keserakahan, kejahatan, kelicikan, hawa nafsu, iri hati, hujat, kesombongan, kebebalan. Semua hal-hal jahat ini timbul dari dalam dan menajiskan orang.”
        — Alkitab, Markus 7:21-23[13]

        “Engkau tentu mengetahui segala perintah Allah: Jangan membunuh, jangan berzina, jangan mencuri, jangan mengucapkan saksi dusta, jangan mengurangi hak orang, hormatilah ayahmu dan ibumu!”
        — Alkitab, Markus 10:19[14]

        “Orang Farisi itu berdiri dan berdoa dalam hatinya begini: Ya Allah, aku mengucap syukur kepada-Mu, karena aku tidak sama seperti semua orang lain, bukan perampok, bukan orang lalim, bukan pezina dan bukan juga seperti pemungut cukai ini.”
        — Alkitab, Lukas 18:11[15]

        “Engkau tentu mengetahui segala perintah Allah: Jangan berzina, jangan membunuh, jangan mencuri, jangan mengucapkan saksi dusta, hormatilah ayahmu dan ibumu.”
        — Alkitab, Lukas 18:20[16]

        “Atau tidak tahukah kamu, bahwa orang-orang yang tidak adil tidak akan mendapat bagian dalam Kerajaan Allah? Janganlah sesat! Orang cabul, penyembah berhala, orang berzina, banci, orang pemburit.”
        — Alkitab, Korintus 6:9[28]

        Demikian pula penulis Surat Ibrani menegaskan kudusnya pernikahan dan mengingatkan untuk menjauhi perzinaan:

        “Hendaklah kamu semua penuh hormat terhadap perkawinan dan janganlah kamu mencemarkan tempat tidur, sebab orang-orang sundal dan pezina akan dihakimi Allah.”
        — Alkitab, Ibrani 13:4[29]

        Ini semua adalah perkataan Jesus tentang pelarangan Zina bagaimana anda mengatakan sebaliknya semenatara Jesus berkata bahwa zina itu dosa dan setiap dosa mempunyai hukuman. Apakah ada hukuman yang lebih mengerikan selain tidak mendapatkan tempat di surga melainkan di neraka. Pastilah orang lebih memilih untuk dihukum di dunia dibandingkan hukuman akherat.

        Musa dan Jesus sama sama melarang perzinahan, tidak ada pertentangan ajaran diantara keduanya…. Apakah anda mau memaksakan logika anda seakan-akan ada pertentangan diantara keduanya sehingga perzinahan itu menjadi dibolehkan ? lihat hari ini akibat dari pembiaran di gereja terhadap perzinahan bahkan pendeta2 di gereja juga melakukan perzinahan karena sudah menjalani hidup tidak sesuai fitrahnya, apa yang terjadi ? sekarang perzinahan pelacuran ada dimana-mana dan dianggap hal yang biasa saja oleh umat kristiani. Apa solusinya ? hanya islam yang memberikan solusi bukan teori imajinasi manusia saja.

        Komentar oleh Buya Athaillah — April 10, 2016 @ 3:16 am

      • Yohannes 8 : 3-12
        Maka ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi membawa kepada-Nya seorang perempuan yang kedapatan berbuat zinah.
        8:4 Mereka menempatkan perempuan itu di tengah-tengah lalu berkata kepada Yesus: “Rabi, perempuan ini tertangkap basah ketika ia sedang berbuat zinah.
        8:5 Musa dalam hukum Taurat memerintahkan kita untuk melempari perempuan-perempuan yang demikian. Apakah pendapat-Mu tentang hal itu?”
        8:6 Mereka mengatakan hal itu untuk mencobai Dia, supaya mereka memperoleh sesuatu untuk menyalahkan-Nya. Tetapi Yesus membungkuk lalu menulis dengan jari-Nya di tanah.
        8:7 Dan ketika mereka terus-menerus bertanya kepada-Nya, Iapun bangkit berdiri lalu berkata kepada mereka: “Barangsiapa di antara kamu tidak berdosa, hendaklah ia yang pertama melemparkan batu kepada perempuan itu.”
        8:8 Lalu Ia membungkuk pula dan menulis di tanah.
        8:9 Tetapi setelah mereka mendengar perkataan itu, pergilah mereka seorang demi seorang, mulai dari yang tertua. Akhirnya tinggallah Yesus seorang diri dengan perempuan itu yang tetap di tempatnya.
        8:10 Lalu Yesus bangkit berdiri dan berkata kepadanya: “Hai perempuan, di manakah mereka? Tidak adakah seorang yang menghukum engkau?”
        8:11 Jawabnya: “Tidak ada, Tuhan.” Lalu kata Yesus: “Akupun tidak menghukum engkau. Pergilah, dan jangan berbuat dosa lagi mulai dari sekarang.”
        8:12 Maka Yesus berkata pula kepada orang banyak, kata-Nya: “Akulah terang dunia; barangsiapa mengikut Aku, ia tidak akan berjalan dalam kegelapan, melainkan ia akan mempunyai terang hidup.”

        Dalam hal ini tidak ada jesus membolehkan zina ataupun bertentangan dengan Musa…. ini jesus hendak mengajarkan kepada orang2 farisi siapa manusia yang bersih dari dosa karena mereka hendak menghakimi wanita tersebut. Namun jesus juga menekankan bahwa hukuman bagi penzina juga berlaku sebagaimana yang diajarkan Musa. Hanya saja Jesus hendak menyindir mereka yang berprilaku seperti orang yang tidak punya dosa.

        8:12 Maka Yesus berkata pula kepada orang banyak, kata-Nya: “Akulah terang dunia; barangsiapa mengikut Aku, ia tidak akan berjalan dalam kegelapan, melainkan ia akan mempunyai terang hidup.”

        inilah ajakan jesus kepada orang-orang yang sudah tersesat dari ajaran Musa untuk kembali kepada ajaran yang sebenarnya dengan menerima jesus masuk kedalam ajarannya. Sebagaimana ajakan ini masih berlaku kepada umat kristiani yang sudah melenceng dari ajaran jesus. Andaikata hari ini jesus turun dari langit maka umat kristiani tidak akan mengenalinya, kecuali umat islam karena jesus lebih menyerupai seorang muslim.

        Komentar oleh Buya Athaillah — April 10, 2016 @ 3:54 am

    • Memang benar semua yang anda katakan, memang terkesan Tuhan suka “bermain-main” dengan umat-Nya. Maka dari tu untuk menyempurnakan semua itu diutuslah Yesus Kristus untuk memperbaharui Hukum-hukum Tuhan. Pertanyaan anda sudah saya jawab dengan Tuhan Yesus turun ke alam kubur sewaktu Ia mati maka Ia menemui semua orang yang mati sebelum Ia datang termasuk Salomo dsb. Ia mengadakan perjanjian baru, yang sebelumnya Taurat, diganti dengan Sabda dari Yesus sendiri dan memateraikan perjanjian tu dengan darah-Nya sendiri. Memang soal haram tu Tuhan mengatakan tentang tidak cuci tangan tidak najis. Namun bila dibaca lagi maka intinya bukan yang masuk kedalam tubuh, disini mengartikan cara dan apa yang masuk. Jadi tidak ada makananan yang najis.

      Komentar oleh Andrew — April 10, 2016 @ 2:38 am

      • Perhatikan betul2 dan Pikirkan ketika Yesus Kristus berkata dalam Gospel Matius 5:17-20: “Janganlah kamu menyangka, bahwa Aku datang untuk meniadakan hukum Taurat atau kitab para nabi. Aku datang bukan untuk meniadakannya, melainkan untuk menggenapinya. Sesungguhnya selama belum lenyap langit dan bumi ini, satu iota atau satu titikpun tidak akan ditiadakan dari hukum Taurat, sebelum semuanya terjadi. Karena itu siapa yang meniadakan salah satu perintah hukum Taurat sekalipun yang paling kecil, dan mengajarkannya demikian kepada orang lain, ia akan menduduki tempat yang paling rendah didalam Kerajaan Sorga; tetapi siapa yang melakukan dan mengajarkan segala perintah-perintah hukum Taurat, ia akan menduduki tempat yang tinggi didalam Kerajaab Sorga. Jika hidup keagamaan mu tidak lebih benar daripada hidup keagamaan ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, sesungguhnya kamu tidak akan masuk kedalam Kerajaan Sorga”.

        Kita sudah sepakat bahwa jesus tidak merubah hukum taurat ataupun membawa hukum baru bahkan menggenapkannya. sekarang anda bilang jesus memperbaharui. Bagaian mana yang anda tidak pahami bahwa jesus tidak merubah bahkan satu iota atau titik yang tertera dalam taurat. Inilah inkonsistensi dan kesesatan berpikir dalam kristen, kalian sudah keluar dari arahan bahkan mengecilkan jesus dengan image atau keinginan kalian. Sehingga jesus itu harus seperti yang kalian logika kan bukan menurut kemauan Jesus. Interpretasi dan asumsi anda sudah keluar dari keinginan jesus, apa yang saudara katakan tidak berdasarkan referensi dari jesus tapi berdasarkan pada keinginan anda, logika sesat anda, bukan dari jesus.

        Komentar oleh Buya Athaillah — April 10, 2016 @ 2:53 am

  4. Yesus disebut Tuhan karena Dia telah mati disalib dan bangkit. Bagaimana seseorang dapat berkata saya kenal orang itu tapi belum berjumpa dengannya? Demikian juga Yesus Kristus, Dia adalah Tuhan karena saya ada pengalaman perjumpaan dengan-Nya. Dan jika memang Kristus tidak bangkit dari Kematian-Nya maka semua orang Kristen akan pindah agama. Saya adalah saksi-Nya. Sebagai bukti kehadiran-Nya hingga saat ni adalah orang yang taat kepada-Nya akan diberikan Kasih berlimpah dan dia juga dapat melakukan mujizat. Sebab mujizat itu adalah janji Tuhan sendiri (Markus 16:15-18). Roh penghibur adalah Roh Kudus (Yohanes 14:26), memang Bapa, Putra (Tuhan Yesus) dan Roh Kudus adalah satu dan telah ada sejak sebelum dunia ni dijadikan. Dalam Islam ada namanya Rohul Kudus, tu adalah sama dengan Roh Kudus. Setiap orang memilikinya sebab segala yang baik berasal bersumber dari Tuhan, bagi saya tu adalah Roh Kudus. Segala perbuatan baik berasal dari-Nya. Pertanyaan saya siapa atau apakah Rohul Kudus menurut Islam???

    Komentar oleh andrew — April 8, 2016 @ 6:41 am

    • “Bagaimana seseorang dapat berkata saya kenal orang itu tapi belum berjumpa dengannya? Demikian juga Yesus Kristus, Dia adalah Tuhan karena saya ada pengalaman perjumpaan dengan-Nya” ini perkataan anda yang menarik untuk orang yang pernah berjumpa tapi kamu tidak mengenalnya, anda tidak memahami maunya, apa gunanya perjumpaan ? apa yang diperintahkannya kalian malah menterlantarkannya, inilah penyakit.

      Pada hari terakhir banyak orang akan berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan, bukankah kami bernubuat demi nama-Mu, dan mengusir setan demi nama-Mu, dan mengadakan mukjizat demi nama-Mu juga? (Matius 7: 22)

      Pada waktu itulah Aku akan berterus terang kepada mereka dan berkata: Aku tidak pernah mengenal kamu! Enyahlah dari pada-Ku. Kamu semua pembuat kejahatan! (Matius 7: 23)

      mengapa jesus berkata demikian kepada kalian umat nasrani yang sudah banyak berbuat kebajikan atas nama jesus. Padahal ketika itu mereka berjumpa langsung dengan jesus mungkin sama dengan perjumpaan anda dengan jesus (itupun jika benar anda pernah berjumpa secara pribadi). inilah jawabannya :

      “… Seing they see not, Hearing they hear not, neither do they understand.” (Matthew 13:13) Artinya : sekalipun mereka melihat tetapi mereka tidak melihatnya, mereka mendengar tetapi mereka tidak mendengarkannya, dan mereka tidak juga memahaminya.”

      Komentar oleh Buya Athaillah — April 9, 2016 @ 11:21 pm

  5. Pada hari terakhir banyak orang akan berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan, bukankah kami bernubuat demi nama-Mu, dan mengusir setan demi nama-Mu, dan mengadakan mukjizat demi nama-Mu juga? (Matius 7: 22)

    Lalu Jesus berkata : Pada waktu itulah Aku akan berterus terang kepada mereka dan berkata: Aku tidak pernah mengenal kamu! Enyahlah dari pada-Ku. Kamu semua pembuat kejahatan! (Matius 7: 23)

    Siapakah yang bernubuat? Siapakah yang mengusir setan dan mengadakan mukjizat demi nama-Yesus? Pasti-lah kalian orang Kristen !!!

    Tetapi kenapa Yesus tidak mengenalmu? Ya… Jesus tidak mengenal kamu! Kamu adalah pembuat kejahatan menurut Jesus, mengapa ?… karena kamu mentuhankan diriku, karena kamu menjadikan aku sebagai Tuhan !!! tidak ada kejahatan yang lebih besar melebihi perbuatan men TUHAN kan Jesus sementara dia tidak mengatakan demikian.

    Karena itu, sebelumnya Yesus telah bersabda: “Bukan setiap orang yang berseru pada-Ku Tuhan, Tuhan! akan masuk ke dalam Kerajaan Surga, melainkan dia yang melakukan kehendak Bapa-Ku yang di Surga”. (Matius 7: 21)

    Melakukan kehendak Bapa, yaitu menegakkan hukum yang utama. Apa itu hukum pertama dan yang utama, maka Jawab Yesus:

    “Hukum yang terutama ialah: Dengarlah, hai orang Israel, Allah Tuhan kita, Allah itu esa.” (Markus 12: 29)

    Komentar oleh Buya Athaillah — April 9, 2016 @ 11:46 pm

    • Menurut anda apa artinya Yesus menggenapi hukum Taurat dan berikan contoh pengenapannya? Jawaban ini adalah maksud dan tujuan Yesus datang ke dunia.

      Komentar oleh andrew — April 10, 2016 @ 8:52 am

      • Yesus adalah Nabi Allah swt yg diutus untuk membawa kembali kaun yahudi yg sudah menyimpang dari ajaran Musa yang sebenarnya, agar kembali ke jalan yg lurus dng cara mengikuti kehidupan yang sudah dicontohkan olehnya

        Komentar oleh Buya Athaillah — April 10, 2016 @ 10:51 am

      • Ajaran Musa yang mana yang kaum Yahudi menyimpang? Hukum Taurat mana yang kaum Yahudi tidak taat?

        Komentar oleh Andrew — April 10, 2016 @ 11:07 am

      • Alkitab mencatat, seiring dengan masa yang terus berlalu, bangsa Israel telah menjauh dari Allah. Hal inilah yang membuat Isa Al-Masih untuk melayani dan bekerja di antara mereka secara pribadi. Dia membawa tanda-tanda, keajaiban dan mujizat. Tujuannya agar mereka dapat meyakini bahwa Ia adalah satu-satunya Al-Masih yang telah lama ditunggu dan dijanjikan Allah. Seseorang yang telah dipilih, diurapi, dan diutus Allah untuk membawa Keselamatan bagi umat pilihan Allah.

        Itulah sebabnya, selama pelayanan Isa Al-Masih di dunia, sepertinya Dia memerintahkan murid-murid-Nya supaya pergi ke bangsa Israel saja. Karena mereka inilah yang harus terlebih dahulu mendengar Injil Keselamatan yang dibawah oleh Isa Al-Masih, sebab Israel adalah bangsa pilihan Allah. Allah telah berjanji untuk memberkati mereka secara istimewa. Ini merupakan penggenapan firman Allah yang terdapat dalam Injil, Kisah Para Rasul 3:26.

        “Aku diutus hanya kepada domba-domba yang sesat dari umat Israel.” Injil Matius 15:24

        Komentar oleh Buya Athaillah — April 10, 2016 @ 1:51 pm

      • Contoh penggenapan pertama adalah tentang perkawinan, bila kita baca Kitab Kejadian yaitu kitab pertama dari Taurat, diceritakan Allah menciptakan satu pria dan satu wanita (hanya satu pria dan satu wanita) Kejadian 2:18 TUHAN Allah berfirman: “Tidak baik, kalau manusia itu seorang diri saja. Aku akan menjadikan penolong baginya, yang sepadan dengan dia.”22 Dan dari rusuk yang diambil TUHAN Allah dari manusia itu, dibangun-Nyalah seorang perempuan, lalu dibawa-Nya kepada manusia itu..
        Dan salam Matius dijelaskan bahwa Musa dipaksa untuk membuat Taurat memperbolehlkan perceraiaan, tapi apa kata Tuhan Yesus? Tidak boleh cerai dengan alasan apapun kecuali pasangan kita berzinah.
        Matius 19:7 Kata mereka kepada-Nya: “Jika demikian, apakah sebabnya Musa memerintahkan untuk memberikan surat cerai jika orang menceraikan isterinya?”8 Kata Yesus kepada mereka: “Karena ketegaran hatimu Musa mengizinkan kamu menceraikan isterimu, tetapi sejak semula tidaklah demikian.9 Tetapi Aku berkata kepadamu: Barangsiapa menceraikan isterinya, kecuali karena zinah, lalu kawin dengan perempuan lain, ia berbuat zinah.” Dari sini Yesus mengembalikan perintah Bapa-Nya yaitu pernikahan hanya satu pria dan satu wanita (tidak ada poligami), dan tidak boleh bercerai kecuali pasangan berzinah. Entah ni disebut mengubah Taurat atau tidak, anda nilai sendiri.

        Komentar oleh Andrew — April 10, 2016 @ 2:56 pm

      • Maleakhi 2:15 Bukankah Allah yang Esa menjadikan mereka daging dan roh? Dan apakah yang dikehendaki kesatuan itu? Keturunan ilahi! Jadi jagalah dirimu! Dan janganlah orang tidak setia terhadap isteri dari masa mudanya.16 Sebab Aku membenci perceraian, firman TUHAN, Allah Israel–juga orang yang menutupi pakaiannya dengan kekerasan, firman TUHAN semesta alam. Maka jagalah dirimu dan janganlah berkhianat!

        Ni adalah ayat bahwa perceraian tdk boleh tp orang Israel tetap keras kepala memaksa Musa buat hukum baru dan Yesus ingin mengembalikan Hukum Tuhan tu dengan perkataan Dia sendiri.

        Komentar oleh Andrew — April 11, 2016 @ 7:56 am

  6. Contoh penggenapan kedua. Saat perempuan ketangkap berbuat Zinah. Mengapa Perempuan tu tidak dirajam? Karena ada hukum jangan membunuh. Kematian seseorang adalah hak Tuhan sendiri, sebab Dia-lah sang pencipta dan Dia-lah yang menentukan kematian. Tuhan Yesus tidak mau ada kematian karena manusia terlalu mudah membunuh orang dengan alasan ni-itu. Dan bagi Yesus pertobatan lebih penting dari pada hukuman mati. Dia datang untuk memperbaiki hukum Taurat yang dengan mudah menghukum orang.
    Markus 12:28 Lalu seorang ahli Taurat, yang mendengar Yesus dan orang-orang Saduki bersoal jawab dan tahu, bahwa Yesus memberi jawab yang tepat kepada orang-orang itu, datang kepada-Nya dan bertanya: “Hukum manakah yang paling utama?”29 Jawab Yesus: “Hukum yang terutama ialah: Dengarlah, hai orang Israel, Tuhan Allah kita, Tuhan itu esa.30 Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu dan dengan segenap kekuatanmu.31 Dan hukum yang kedua ialah: Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri. Tidak ada hukum lain yang lebih utama dari pada kedua hukum ini.”32 Lalu kata ahli Taurat itu kepada Yesus: “Tepat sekali, Guru, benar kata-Mu itu, bahwa Dia esa, dan bahwa tidak ada yang lain kecuali Dia. Dari sini ada poin bahwa Hukum Taurat adalah Kasih, jadi kasih Tuhan kepada perempuan tu (ia tidak mati) lEbih besar dari pada hukum rajam. Hukum rajam adalah buatan manusia, sebab perintah Tuhan jelas, jangan membunuh. Poin kedua adalah Tuhan tu Esa …berlanjut

    Komentar oleh Andrew — April 10, 2016 @ 4:04 pm

    • Sodaraku menurut saya kita sudah melewati diskusi penggenapan ini. Untuk ini kita sepakat untuk berbeda. Saya sdh menjelaskan bahwa Jesus dikirim bukan untuk merubah tapi menggenapi dalam arti melengkapi nubuwat atau provecy. Jika menurut anda bahwa kehadiran jesus ini untuk melengkapi dalam arti merubah maaf berarti anda sdh mengatakan bahwa jesus seorang pendusta karena perkataannya dan perbuatannya telah bertolak belakang. Ini suatu kontradiksi dan tuduhan yang luar biasa kejam jika anda membuat pesan jesus seperti itu. Mungkin inilah tantangan dalam keyakinan anda terhadap injil anda apakah benar injil perkataan tuhan karena dari argumen2 anda mengarah kepada injil ini penuh kontradiksi. Bagi kami kitab suci itu harus bersih dari kontradiksi

      Komentar oleh Buya Athaillah — April 10, 2016 @ 11:19 pm

    • Markus 12:26-32,35-37
      26 Dan juga tentang bangkitnya orang-orang mati, tidakkah kamu baca dalam kitab Musa, dalam ceritera tentang semak duri, bagaimana bunyi firman Allah kepadanya: Akulah Allah Abraham, Allah Ishak dan Allah Yakub?27 Ia bukanlah Allah orang mati, melainkan Allah orang hidup. Kamu benar-benar sesat!”28 Lalu seorang ahli Taurat, yang mendengar Yesus dan orang-orang Saduki bersoal jawab dan tahu, bahwa Yesus memberi jawab yang tepat kepada orang-orang itu, datang kepada-Nya dan bertanya: “Hukum manakah yang paling utama?”29 Jawab Yesus: “Hukum yang terutama ialah: Dengarlah, hai orang Israel, Tuhan Allah kita, Tuhan itu esa.30 Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu dan dengan segenap kekuatanmu.31 Dan hukum yang kedua ialah: Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri. Tidak ada hukum lain yang lebih utama dari pada kedua hukum ini.”32 Lalu kata ahli Taurat itu kepada Yesus: “Tepat sekali, Guru, benar kata-Mu itu, bahwa Dia esa, dan bahwa tidak ada yang lain kecuali Dia.35 Pada suatu kali ketika Yesus mengajar di Bait Allah, Ia berkata: “Bagaimana ahli-ahli Taurat dapat mengatakan, bahwa Mesias adalah anak Daud?36 Daud sendiri oleh pimpinan Roh Kudus berkata: Tuhan telah berfirman kepada Tuanku: duduklah di sebelah kanan-Ku, sampai musuh-musuh-Mu Kutaruh di bawah kaki-Mu.37 Daud sendiri menyebut Dia Tuannya, bagaimana mungkin Ia anaknya pula?” Orang banyak yang besar jumlahnya mendengarkan Dia dengan penuh minat.

      Tuhan yang Esa
      *(Tuhan Bapa) Pada bacaan diatas jelas bahwa Tuhan yang Esa dan Tuhan yang benar adalah Allah Abraham, Allah Ishak dan Allah Yakub. Jadi diluar tu bukan Tuhan yang Esa dan benar. Bagaimana dengan Islam? Allah mereka Allah yang mana?
      *(Tuhan Putera)Lalu ayat 35-36 bahwa Daud sendiri oleh pimpinan Roh Kudus berkata Mesias adalah Tuannya Daud dan akan duduk di sebelah kanan Tuhan, dan Bapa akan membuat musuh-musuh Tuhan di bawah kaki Mesias. Anda setuju bahwa Mesias adalah Yesus Kristus. Kita tau bahwa bila orang tu adalah tangannya Bos maka dia memiliki kekuasaan yang sama dengan Bos. Oleh karena itu Mesias kami sebut Tuhan karena kepada Yesus diberikan adalah segala Kuasa dari Bapa. Berikut ni ayat bahwa Yesus menyatakan diri-Nya Tuhan,
      1.Matius 12:8 “Karena Anak Manusia adalah Tuhan atas hari Sabat.” Diatas anda sepakat bahwa Anak Manusia (pada topik Yunus-Yesus) ni adalah Tuhan Yesus sendiri jadi Yesus sedang menyatakan diri-Nya adalah Tuhan. Hal ini juga ada dalam Markus 2:28.
      2.Matius 9:6 “Tetapi supaya kamu tahu, bahwa di dunia ini Anak Manusia berkuasa mengampuni dosa” –lalu berkatalah Ia kepada orang lumpuh itu–:”Bangunlah, angkatlah tempat tidurmu dan pulanglah ke rumahmu!” Semua orang tau bahwa Pengampunan Dosa adalah Hak Tuhan namun dalam ayat ini Yesus menyamakan diri-Nya dengan Tuhan karena Ia mempunyai Kuasa Pengampunan Dosa. Hal ni ada juga dalam Markus 2:10
      3. Matius 6:28 “Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya di antara orang yang hadir di sini ada yang tidak akan mati sebelum mereka melihat Anak Manusia datang sebagai Raja dalam Kerajaan-Nya.”
      Pertanyaan: Dari manakah Kerajaan-Nya?
      Jawaban : Yohanes 18:36 Jawab Yesus: “Kerajaan-Ku bukan dari dunia ini; jika Kerajaan-Ku dari dunia ini, pasti hamba-hamba-Ku telah melawan, supaya Aku jangan diserahkan kepada orang Yahudi, akan tetapi Kerajaan-Ku bukan dari sini.”37 Maka kata Pilatus kepada-Nya: “Jadi Engkau adalah raja?” Jawab Yesus: “Engkau mengatakan, bahwa Aku adalah raja. Untuk itulah Aku lahir dan untuk itulah Aku datang ke dalam dunia ini, supaya Aku memberi kesaksian tentang kebenaran; setiap orang yang berasal dari kebenaran mendengarkan suara-Ku.” Disimpulkan bahwa yang dimaksud Tuhan Yesus adalah Kerajaan Surga (Dia Tuhan sendiri).
      4.Yohanes 14:22 Yudas, yang bukan Iskariot, berkata kepada-Nya: “Tuhan, apakah sebabnya maka Engkau hendak menyatakan diri-Mu kepada kami, dan bukan kepada dunia?”23 Jawab Yesus: “Jika seorang mengasihi Aku, ia akan menuruti firman-Ku dan Bapa-Ku akan mengasihi dia dan Kami akan datang kepadanya dan diam bersama-sama dengan dia.24 Barangsiapa tidak mengasihi Aku, ia tidak menuruti firman-Ku; dan firman yang kamu dengar itu bukanlah dari pada-Ku, melainkan dari Bapa yang mengutus Aku.25 Semuanya itu Kukatakan kepadamu, selagi Aku berada bersama-sama dengan kamu;26 tetapi Penghibur, yaitu Roh Kudus, yang akan diutus oleh Bapa dalam nama-Ku, Dialah yang akan mengajarkan segala sesuatu kepadamu dan akan mengingatkan kamu akan semua yang telah Kukatakan kepadamu.” Pada ayat 23 dikatakan Kami, Kami yaitu Yesus dan Bapa jd Mereka setara dan satu.
      5. Matius 13:41 “Anak Manusia akan menyuruh malaikat-malaikat-Nya dan mereka akan mengumpulkan segala sesuatu yang menyesatkan dan semua orang yang melakukan kejahatan dari dalam Kerajaan-Nya.” Nabi mana yang berani menyuruh malaikat melakukan ini-tu kalau bukan Tuhan sendiri? Bila memang Yesus bukan Tuhan coba bantu saya, anda tunjukkan nabi lain yang berani menyuruh malaikat malakukan sesuatu.
      *(Tuhan Roh Kudus) Kita kenal namanya suara hati atau suara Tuhan. Bagi kami suara hati ni adalah Roh Kudus. Semakin orang tu peka terhadap suara hati maka orang tu dekat dengan Tuhan Roh Kudus. Oleh karena baik Perjanjian Lama maupun Baru selalu ada Roh Kudus sebab Ia adalah bagian dari Bapa dalam diri setiap manusia. Yang menyatakan Bapa, Putra dan Roh Kudus adalah satu kesatuan/saling melengkapi adalah ayat ni, ayat dari perkataan Yesus sendiri bukan pengikutnya : Yohanes 16:13 Tetapi apabila Ia (Roh Kudus) datang, yaitu Roh Kebenaran, Ia(Roh Kudus) akan memimpin kamu ke dalam seluruh kebenaran; sebab Ia(Roh Kudus) tidak akan berkata-kata dari diri-Nya(Roh Kudus) sendiri, tetapi segala sesuatu yang didengar-Nya(Roh Kudus) itulah yang akan dikatakan-Nya(Roh Kudus) dan Ia(Roh Kudus) akan memberitakan kepadamu hal-hal yang akan datang.14 Ia(Roh Kudus) akan memuliakan Aku (Yesus sendiri), sebab Ia(Roh Kudus) akan memberitakan kepadamu apa yang diterimanya dari pada-Ku (Yesus).15 Segala sesuatu yang Bapa punya, adalah Aku(Yesus) punya; sebab itu Aku(Yesus) berkata: Ia (Roh Kudus) akan memberitakan kepadamu apa yang diterimanya dari pada-Ku (Yesus).”

      Komentar oleh Andrew — April 12, 2016 @ 7:34 am

  7. Silahkan anda baca isi blog saya yg lain semoga anda dapat pencerahan dan semoga Allah swt memberi hidayah kepada anda dan saya agar kita semakin paham kehendak dr Allah swt yg maha esa, tunggal, tidak beranak dan tidak diperanakkan, tidak berawal dan tidak berakhir, yg terbebas dari kelemahan dan kekurangan.

    Komentar oleh Buya Athaillah — April 10, 2016 @ 11:40 pm


RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: