Buyaathaillah's Blog

Bayan Maulana Umar Phalampuri

*Bayan Maulana Umar Palanpuri*

Bentuk pengabulan doa Perlu diingat satu hal dalam pengabulan doa. Hadartji Maulana In’amul Hasan dalam bayan beliau saat hari raya menyampaikan bahwa bila seorang hamba berdoa untuk urusan akhirat akan Allah beri. Namun bila doanya untuk urusan dunia maka akan dilihat kemaslahatannya. Dalam hal ini hendaknya ditanamkan dalam pikiran bahwa ada lima bentuk penerimaan doa untuk urusan dunia.

Bentuk pertama. Apa yang diminta kepada Allah SWT, bila Allah SWT lihat sesuai dengan kemaslahatan, langsung dikabulkan. Malam hari minta, pagi hari dia dapatkan. Dalam majma’ yang besar ini saya yakin ada yang pernah menyasikan hal itu. Malam hari berdoa, keesokan harinya ia dapatkan. Ini bentuk pertama.

Bentuk kedua : Seorang hamba berdoa kepada Allah SWT, dan apa yang dia minta sesuai dengan kemaslahatan untuk dikabulkan. Akan tetapi tidak secepatnya. Maka Allah SWT akan memberikan apa yang ia minta, akan tetapi tidak secepatnya. Terkadang diundur cukup lama, sebab Allah SWT suka dengan tangisannya. Bila Allah SWT segerakan, siapa lagi yang akan menangis dihadapan-Nya. Sebagaimana kata seorang penyair Tangisanmu di malam hari sangat indah kurasakan Maka di saat engkau menangis merengek-rengek di tengah malam, Kegembiraan yang kurasakan Maka menurut saya, dibandingkan dengan beresnya urusan kita, jauh lebih baik adalah kesukaan Allah SWT. Bagaimana Allah SWT mencintaiku. Maka terkadang Allah SWT memberikan apa yang diminta, tapi diundur pengabulannya. Ini bentuk kedua.

Bentuk ketiga. Apa yang diminta oleh seorang hamba kepada Allah SWT tidak sesuai dengan kemaslahatannya. Maka Allah SWT tidak akan memberikan apa yang ia minta, tapi Dia ganti dengan pemberian lain yang sesuai dengan kemaslahatannya. Dan Allah sajalah yang mengetahui kemaslahatan hamba-Nya. Memang apa yang diminta tidak Dia berikan, tapi Dia berikan sesuatu yang lain yang sesuai dengan kemaslahatannya. Ini juga pengabulan doa.

Ibunda Siti Maryam r.ha berdoa meminta anak laki-laki untuk berkhidmat di Baitul Maqdis. Tapi Allah SWT berikan anak perempuan. Ia sangat sedih bagaimana anak perempuan akan berkhidmat di Baitul Maqdis? Seandainya yang lahir laki-laki, tentulah tidak akan seperti bayi perempuan ini. Bayi perempuan ini kelak akan menjadi ibu seorang Nabi. Dan jutaan orang akan beriman padanya. Kita kaum muslimin pun beriman kepadanya. Bayi laki-laki yang diminta, bayi perempuan yang diberikan. Maka terkadang demikian Allah SWT perlakukan. Apa yang diminta tidak Dia berikan, suatu yang lain yang didapatkan sesuai dengan kemaslahatan. Ini bentuk ketiga.

Bentuk keempat : Apa yang dia minta sama sekali tidak dia dapatkan. Urusan dunia yang ia minta, tidak ia dapatkan, tapi musibah dari langit yang akan menimpanya Allah SWT hindarkan. Ini adalah karunia yang sangat bagus. Sebab seandainya yang ia minta ia dapatkan, lalu turun musibah, maka apa yang ia minta pun akan binasa dalam musibah itu. Bahkan yang telah ia miliki sebelumnya pun akan musnah, dan dia akan tenggelam dalam kesedihan. Ini adalah bentuk kasih sayang Allah SWT, apa yang diminta dalam doa terkadang tidak Allah SWT berikan, tapi karena doa itu Allah SWT hindarkan dari malapetaka.

Misalnya ada seseorang mempunyai tiga anak laki-laki dengan tiga menantu, sedangkan rumahya hanya dua, toko pun hanya dua.Maka dia berkeinginan untuk memiliki satu rumah dan satu toko lagi untuk anaknya yang ketiga. Dia pun mengusahakannya, juga berdoa kepada Allah SWT. Ternyata yang diinginkan tidak terkabul juga. Bisa jadi akan ada bencana yang datang menimpa mereka. Tetapi sebagai ganti rumah dan toko yang tidak diberikan, Allah SWT selamatkan mereka dari bencana itu. Seandainya Allah SWT berikan rumah dan toko yang diminta, lalu datang musibah, tentu akan hancur semuanya. Ini bentuk kasih sayang Allah SWT juga, permintaan tidak dikabulkan, musibah dihindarkan. Maka tidak ada yang perlu disesali. Lebih baik menanggung sedikit kesedihan-karena tidak dikabulkannya doa- daripada ditimpa kebinasaan. Dan betapa besar kemudahan yang Allah karuniakan kepada kita hari ini. Tiga pasang suami istri tersebut bisa bergantian keluar di jalan Allah. Satu pasang keluar masturat, dua pasang tinggal di dua rumah. Begitu pasangan yang keluar selesai dan pulang, satu pasang lagi keluar di jalan Allah. Dengan demikian, urusan rumah tidak menjadi masalah, dakwah tersebar ke seluruh alam, dan mereka bisa menjadi asbab tersebarnya hidayah. Jadi sudah empat bentuk pengabulan doa disampaikan, ada yang permintaan langsung diberikan, ada yang diberikan tetapi dengan sedikit penundaan, ada yang pemberiannya diganti dengan sesuatu yang lain, ada yang permintaan tidak diberikan tetapi dihindarkan dari musibah yang akan datang.

Bentuk kelima. Apa yang diminta dalam doa benar-benar tidak diberikan di dunia. Lalu pada hari kiamat akan diberikan padanya permintaan itu jauh lebih besar, lebih berharga, dan lebih banyak daripada yang pernah diminta. Saat melihat pemberian di hari kiamat itu orang akan berangan-angan, “Andaikan semua yang pernah kuminta tidak ada satu pun yang diberikan di dunia dan dikumpulkan semuanya di akhirat, alangkah baiknya.” Sebab ia berpikir bahwa apa yang ia minta di dunia dan telah dikabulkan, sudah terputus semua saat kematian. Inilah lima bentuk pengabulan doa di sisi Allah.

Iklan

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: