Buyaathaillah's Blog

Mudzakarah Maulana Saad Al Khandalawi : Nusrah vs Karomah

Maulana Saad DB dalam bayan shubuh dimasjid Banglawali, Nizhamuddin, New Delhi, India (Senin,9/10/17) mengatakan bahwa untuk menjaga agama dari kebathilan maka harus ada dakwah. Dakwah akan mendatangkan nusrah ghaibiah. Ibadah akan mendatangkan karomah, sedangkan dakwah akan mendatangkan nusrah ghaibiah.

Nusrah ghaibiah adalah peristiwa atau kejadian luar biasa yang bertentangan dengan asbab2 zahiriyah. Misalnya, ketika Nabi Muhammad SAW berdakwah maka pohon diperintahkan untuk mendekat oleh Nabi untuk menunjukkan bukti kenabian kepada orang kafir Quraisy.

Selanjutnya Maulana Saad DB mengatakan bahwa alat dakwah yang sebenarnya adalah manusia. Manusia lah yang punya sifat mujahid. Handphone tak bisa disebut mujahid, namun anehnya manusia menjadikannya alat untuk menyebarkan agama.

Allah Swt telah pilih manusia sebagai alat dakwah. Media sosial tidak bisa mengganti manusia. Yang bisa praktek agama hanya manusia. Malaikat dan Jin juga tidak bisa karena tidak bisa dilihat. Ali RA ketika ditanya bagaimana cara berwudhuk maka beliau langsung berdiri ditempat yang tinggi untuk memperlihatkan cara berwudhuk. Dakwah harus dengan amal, bukan dengan alat2.

Nabi Muhammad SAW mengirim surat kepada raja 2 dengan beberapa orang utusan yang langsung berdakwah.

Dakwah adalah manusia yang menggunakan dirinya sendiri dalam menyampaikan agama. Hidayah hubungannya dengan mujahadah, mujahadah hanya ada pada manusia.

Khuruj fisabilillah adalah cara sunnah yang tidak bisa digantikan dengan alat2. Nabi menyuruh pakai siwak, tidak bisa digantikan dengan sikat gigi meskipun juga bersih.

Syaithan berkata,”Dakwah cukup pakai WA, Facebook dsb, duduk2 manis dirumah sambil minum kopi, pencet sana pencet sini, hidayah akan tersebar.”

Dakwah harus dengan cara Nabi dan shahabat, bergerak dijalan Allah SWT.

Iklan

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: