Buyaathaillah's Blog

Kisah Ulama Barshiso versi 2

(Bujukan orang-orang munafik itu adalah) seperti (bujukan) syaitan ketika dia berkata kepada manusia: “Kafirlah kamu”, maka tatkala manusia itu telah kafir, maka ia berkata: “Sesungguhnya aku berlepas diri dari kamu, karena sesungguhnya aku takut kepada Allah, Tuhan semesta Alam”
(QS. al-Hasyr, ayat 16)

Ayat di atas memberikan gambaran bagaimana syaitan menampilkan banyak wajah dan melakukan berbagai upaya dan tipu daya untuk membuat manusia menentang Allah dan menjadi kafir hingga nyawa merenggut dari badan.

Ayat ini pun berkaitan dengan kisah seorang ulama besar, Barshishah. Ulama’ besar pada masa Bani Israil yang mati dalam keadaan kafir, karena godaan syaitan.  Syaitan sebenarnya bentuk dari perbuatan mahluk Allah bernama Jin Ifrit.

Jin yang digambarkan memiliki tingkat kecedasan dan kebadian hingga hari kiamat. Dia jin yang menjadi syaitan penggoda dan mengkafirkan.

Baiklah, mari kita mulai kisa bagaimana Barshishah mati dalam keadaan kafir akibat tipu daya Ifrit.

Barshishah adalah seorang ulama’ besar pada masa Bani Israil, hari-harinya ia habiskan di tempat peribadatan.

Do’anya cepat diijabah, sudah sekian banyak orang yang menderita penyakit kronis sembuh berkat do’a darinya.

Melihat ketaatan serta keistemewaan yang dimiliki ulama’ besar membuat Iblis gelisah dan geram. Ia pun mencari cara untuk menghancurkannya.

Iblis kemudian mengumpulkan setan-setan Laknatullah Alaihim, untuk mencari siapa yang sanggup menghancurkan musuh terbesarnya itu.

Iblis berkata:
“Siapa diantara kalian yang sanggup menghancurkan (fitnah) Barshishah. Dia adalah orang yang telah melemahkan misi kita untuk menghancurkan anak cucu Adam?

Tampillah Ifrit yang menjadi pemimpin para setan. Ia menjawab: Aku sanggup menghancurkan Barshishah dan apabila aku gagal, maka aku tidak akan menjadi pemimpin lagi”.

Iblis berkata: “Kalau begitu Barshishah adalah urusanmu”.

Ifrit kemudian  pergi ke istana seorang raja Bani Israil yang memiliki putri berparas cantik nan jelita.

Pada saat Ifrit datang ke istana, sang putri yang rupawan itu sedang berkumpul dengan keluarga besarnya, kemudian Ifrit menjadikan dia gila dengan tanpa sebab, sehingga keluarganya tersontak kaget melihat perubahan sikap sang putri yang tidak diketahui sebabnya itu.

Sampai beberapa hari sang putri tidak kunjung sembuh dari penyakit aneh yang dideritanya. Kemudian setan mendatangi istana dengan wujud manusia, dan menyarankan untuk membawa tuan putri pada seorang ulama’ besar, yaitu Barshishah.

Tanpa pikir panjang keluarga istana menyetujui saran orang yang tidak dikenal itu, dan membawa tuan putri ketempat ulama’ besar yang disarankan olehnya. Setelah sampai di sana, ulama’ besar itu langsung berdo’a, dan seketika itu tuan putri sembuh total kemudian dibawa pulang ke istana.

Sesampai di istana penyakit tuan putri kembali lagi, seperti hari-hari sebelumnya. Kemudian Ifrit dan konconya setan mendatangi keluarga istana dan berkata:

Kalau tuan putri ingin sembuh dari penyakitnya, bawa dia pada ulama’ tadi, dan tinggalkan tuan putri sendiri di sana, agar ulama’ itu dapat mengontrol perkembangan dan perubahannya.

Keluarga besar istana pun menyetujui sarannya, dan membawa tuan putri ketempat ulama’ besar tadi untuk meninggalkan tuan putri di sana, tapi ulama’ itu tidak mau kalau tuan putri tinggal sendiri di tempatnya tanpa ada yang menemani.

Keluarga besar istana memaksa dan meninggalkan tuan putri begitu saja di tempat ulama’ besar yang terkenal sakti itu. Barshisha yang teperdaya itu lupa bahwa anak tangga pertama untuk naik ke tingkat atas dalam hal keburukan adalah keteperdayaan, Namun dia memberikan sebuah syarat, yaitu Raja harus membangun sebuah gubuk untuk tempat tinggal saudari perempuan mereka yang letaknya jauh dari kuilnya. Dengan demikian, Barshisha tidak dapat melihatnya, begitu pula sebaliknya, tuan putri mereka tidak dapat melihat Barshisha.

Demikianlah Barshisha, tanpa disadarinya bahwa dirinya telah menanam paku yang pertama pada katilnya.

Barshisha selalu membawa makanan ke gubuk gadis itu setiap hari, namun dia meninggalkannya di pertengahan jalan dan kembali ke kuilnya, kemudian gadis itu datang untuk mengambilnya. Dengan rajinnya, Barshisha melakukan pekerjaan itu setiap hari.

Setan memiliki cara yang tidak pernah berubah dalam menipu dan mengelabui. Dia selalu membuka beberapa pintu kebaikan demi membuka satu pintu keburukan. Setan menemui Bashisa dan berkata kepadanya, sedang Barshisha tidak melihatnya, “Betapa malang gadis itu. Kamu meletakkan makanan untuknya di tengah jalan dan kembali. Mungkin  saja ada anjing, kucing, atau manusia yang mengambil makanan itu, sehingga tanpa sepengetahuanmu gadis itu bermalam dalam keadaan lapar.”

Barshisha memikirkan kondisi si gadis malang itu, sehingga shalat dan ibadahnya terganggu olehnya. Akhirnya, dia memutuskan untuk mengantarkan makanan itu sampai pintu gubuk dan meletakkan makanan di sana, kemudian kembali lagi dengan segera, sehingga dia tidak melihat gadis itudan gadis itu pun tidak mengenalnya.

Keesokan harinya Barshisha bangun, kemudian dia membawa makanan itu sampai ke pintu gubuk, lalu mengetuk pintunya dan segera kembali lagi ke kuilnya untuk beribadah kepada Allah. Sementara itu, setan selalui menyertainya untuk membisikkan dan menggodanya dengan cara lain, kemudian setan membayangkan ke dalam hayalan Barshisha, sehingga Barshisha melihat dalam hayalannya rupa gadis tersebut begitu cantik lagi mungil, sementara dirinya adalah lelaki yang sudah lama mengasingkan diri dari keramaian manusia untuk melakukan ibadah.

Tidak lama kemudian Barshisha memohon ampunan kepada Tuhannya dan kembali kepada ibadahnya. Namun dia kembali dengan hati yang lain, bukan hati yang pernah dia kenal. Gadis itu selalu ada dalam hatinya, meskipun dia tidak pernah melihatnya dan gadis itu pun tidak pernah melihat dia.

Hari berikutnya Barshisha melakukan hal yang sama. Dia meletakkan makanan itu, lalu pergi, kemudian larut dalam ibadah dan shalatnya. Namun ada sesuatu yan mengganggu shalat dan ibadahnya. Dia meletakkan makanan itu di depan pintu gubuk, kemudian pergi. Siapa tahu gadis itu tidak mengambil makanan tersebut, sebab mungkin saja suatu hari dia sakit atau tidak enak badan, sehingga membutuhkan dokter atau obat. Oleh karena itulah, dia berbulat hati untuk meletakkan makanan itu, kemudian saat wanita itu mengambilnya, dia akan mengawasinya dari kejauhan sehingga hatinya merasa tenang.

Dalam benak Barshisha tidak pernah terlintas bahwa semua itu bisikan setan yang menguasai dirinya.

Oh alangkah cantiknya dia. Ternyata dia lebih cantik dari yang aku bayangkan.”     

Itulah yang dikatakan Barshisha saat pertama kali melihat gadis itu semenjak dia menempati gubuk yang bersebelahan dengannya. Barshishah pun berdecak kagum melihat kecantikannya, karena sebelumnya dia tidak pernah melihat wajah secantik itu. Kemudian muncul keinginan syahwat.

Sekarang hati Barshisha telah terkait dengan gadis tersebut, hingga saat kembali ke kuil pun dia terus memiikirkannnya. Bagaimana caranya dia menghilangkan wajah gadis itu? Setiap kali dia ingin melakukan ibadah, tiba-tiba wajah gadis itu seakan-akan muncul di kelopak mata dan terbayang dalam hatinya, sehingga hal itu memalingkannya dari ibadah dan shalat kepada Tuhannya, padahal tidaklah semua itu terjadi, kecuali karena perbuatan setan.

Barshisha kemudian menuruti kemauan bisikan setan. Oh, andai dia memohon pertolongan kepada Allah untuk dirinya dan mengatakan:”Aku berlindung kepada Allah dari setan yang terkutuk”, niscaya Allah akan menolongnya dan mengusir setan itu jauh darinya. Namun dia justru menuruti setiap kata yang setan bisikkan kepadanya tentang wanita itu:”Sesungguhnya kamu adalah ahli ibadah dan kamu telah melarang dirimu dari kenikmatan dunia. Apa yang membahayakanmu seandainya kamu melakukan sebuah dosa, kemudian kamu bertobat kepada Allah setelah melakukan itu, niscaya Allah akan mengampunimu, wahai Barshisha.”

Barshisha berusaha untuk membebaskan diri dari pikiran-pikiran itu, tapi dia kembali teringat akan kecantikan penghuni gubuk yang pernah dilihatnya. Dia kemudian memikirkan wanita itu, sehingga dia melalui malam itu tanpa melaksanakan shalat. Dia telah berbulat hati untuk berbicara dengan wanita itu dan wanita itupun berbicara dengannya.

Baru saja hari berikutnya muncul. Barshisha sudah mengetuk  pintu gubuk gadis tersebut. Ketika wajah sang gadis muncul, wajah Barshisha memerah; air liurnya mengalir; dan dia gugup. Dia kemudian berkata:”Aku datang hanya untuk menanyakan kondisimu. Mmdah-mudahan kamu baik-baik saja.”

Gadis itu menjawab:”Aku baik-baik saja, Tuan. Apakah anda akan masuk sebentar?”

Tidak lama kemudian Barshisha merasa malu kepada dirinya. Dia berkata: “ Tidak, aku datang untuk menanyakan keadaanmu.”

Kemudian ia berlalu, sementara pikirannya terus berkecamuk mengganggu ketenangan akal dan hatinya, sehingga di terombang-ambing oleh lamunan dan angan-angannya sendiri. Karena dia menyendiri dan tiada seorang pun yang nmembantunya untuk melakukan ketaatan, maka setan pun dapat menguasainya dengan mudah. Setan itu serigala yang memburu manusia. Dia akan sangat dekat kepada manusia yang sendiri daripada yang berdua atau bertiga. Alangkah mudah tugas setan saat manusia berada seorang diri.  Oleh karena itu, ketika seseorang sedang sendirian, maka hendaklah dia memohon perlindungan kepada Allah dari  gangguan setan yang terkutuk.

Setan menggambarkan gadis itu dalam mimpi Barshisha; suaranya terngiang-ngiang di telinganya; rupa dan wajahnya selalu terbayang di pelupuk matanya, sehingga diapun terjaga dari tidurnya karena terkejut. Dia berharap andai dia dapat berbicara lagi dengan gadis itu dan gadis itupun berbicara lagi dengannya.

Dia kemudian dia mendekati tuan putri, dimulai dari berbicara sampai pada akhirnya barshihsa menggaulinya kemudian menghamilinya.

Setan mendatangi Barshishah dan berkata: Kamu telah menghamili tuan putri, tidak ada yang dapat menyelamatkanmu dari hukuman raja, kecuali mengubur tuan putri di tempatmu. Dan apabila keluarganya datang bertanya, bilang saja tuan putri tidak bisa diselamatkan, akhirnya dia meninggal dunia, mereka pasti mempercayaimu.

Barshishah yang kehilangan akal sehatnya kemudian meyembelih tuan putri dan menguburya, kemudian keluarga istana datang untuk menanyai kabar tuan putri, Barshishah menjawab seperti yang disarankan setan,  Tuan putri sudah sembuh dari penyakitnya, dan dia akan kembali ke istana.

Keluarga istanapun mempercayainya, namun di istana mereka tidak menemukan tuan putri kembali. Kemudian setan datang ke pihak istana dan berkata: Sebenarnnya ulama’ besar itu telah menghamili tuan putri, karena dia takut ketahuan, maka dia menyembelih dan mengubur tuan putri di tempatnya. Raja beserta rombongan istana mendatangi tempat ulama’ besar itu, dan menggali kuburan tuan putri, ketika jasadnya diambil, dilehernya terdapat bekas sembelihan.

Melihat kejadian ini, raja pun murka dan menyeret ulama’ besar itu ke istana kemudian menyalibnya. Pada saat situasi seperti itu, setan datang dan berkata: Aku bisa melepaskanmu dari hukuman ini, jika kamu besedia sujud kepadaku, aku akan mengatakan kepada Raja, sebenarnya yang membunuh tuan putri bukan kamu, tapi orang lain. Barshishah menjawab: Bagaimana aku bisa sujud dalam keadaan seperti ini?

Setan menjawab: Cukup isyarah dengan kepalamu, yang penting kamu niat sujud kepadaku. Ketika Barshishah bersujud, setan berkata: Sesungguhnya aku berlepas diri dari kamu. Allah s.w.t. berfirman:

(Bujukan orang-orang munafik itu adalah) seperti (bujukan) shaitan ketika dia berkata kepada manusia: “Kafirlah kamu”, maka tatkala manusia itu telah kafir, maka ia berkata: “Sesungguhnya aku berlepas diri dari kamu, karena sesungguhnya aku takut kepada Allah, Tuhan semesta Alam”. (al-Hasyr: 16)

Jadi berhati-hatilah, siapapun kita, apapun kedudukan dan pangkat, maka harus benar-benar bisa menjaga diri dan ingat kepada Allah. Karena seorang ulama besar seperti Barshishah pun bisa sesat. Ini menjadi contoh dan peringkat untuk kita semua. Semoga kia hamba yang lemah ini dalam lindungan Allah SWT. Amiiiin

 

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: