Buyaathaillah's Blog

Konflik Nizammuddin : Akar perpecahan Nizammuddin

 

Kesimpulan Akar Perpecahan :
1. Adanya Fitnah Maulana Saad mengangkat dirinya sbg Hadratji ternyata tidak benar dan tidak ada satupun kata keluar dr Maulana Saad yg menunjuk dirinya sbg Hadratji atau Amir.
2. Akar perpecahan adalah asbab adanya Masyeikh yg Mufaraqah keluar dr ijtimaiyat Nizammuddin dan ingin buat markaz baru. Seharusnya kita jaga amalan ijtinaiyat bukannya keluar dari ijtimaiyat.
3. Syuro Alami adalah usulan dalam musyawarah yg belum disetujui oleh Maulana Saad sbg Faishalat sah dalam SK Hadratji Inamul Hasan. Usulan yg belum diterima tidak sepatutnya menyebabkan makar terhadap Maulana Saad sbg Faishalat Syuro Dunia yang Sah yaitu merujuk kpd SK Hadratji Inamul Hasan.
4. Pengiriman Jemaah ke India saat ini menjadi terganggu asbab adanya gerakan utk keluar dr nizamuddin. Mau dibawa kemana Jemaah jika bukan ke nizamuddin. skrg jemaah yg gerakpun jadi rinyam krn negara2 yg sepakat ke nizamuddin shg yg pro ke syuro alami kesulitan mencarikan solusi asbab perpecahan ini.

5. Persyaratan masyeikh yg keluar dr nizamuddin mrk siap kembali dng bbrp persyaratan : muntakhab tdk dipakai sbg buku rujukan, DTI ditiadakan, taklim rumah tanpa amal musyawarah dan taskyl, Disetujuinya Syuro Dunia. Melihat persyaratan yg diajukan maka sesungguhnya ini bukanlah masalah yg krusial sampai hrs makar. apa buruknya amalan yg dipersyaratkan. itupun bukanlah sesuatu hal secara syar’i yg menyebabkan kita hrs berlepas dr nizammuddin.
6. Maulana Saad katakan apakah ada dari bayan atau ucapan sy yg mengajak umat bermaksiat kpd Allah atau mengajak umat melanggar perintah Allah.  Jika tdm ada maka dapat dipadtikan hasut dan dengki sdh menyebar.
7. Sedangkan dlm ushul dakwah kita diminta utk menjaga ketaatan pd amir selama amir taat pd Allah dan RasulNya. Makar atas musyawarah yg dibuat syuro alami merupakan contoh buruk mengajarkan cara kudeta atas amal musyawarah.
8. Trus kita jaga amalan ijtimaiyat. ijtimaiyat kita adalah musyawarah mahalah lalu halaqah lalu propinsi / musda lalu musyawarah indonesia lalu musyawarah indonesia di nizammuddin dan ijtimaiyat di raiwind dan tongi

9. Kesyuroan itu bukanlah manhaj dr dakwah nubuwah yg di rintis oleh Maulana Ilyas rah.a. Ketika itu Maulana Ilyas adalah amir dakwah pertama kali (1926-1940). Beliau wafat maka tampuk kepemimpinan diserahkan kepada maulana yusuf rah.a (1940-1962). Lalu dari Maulana Yusuf ke Maulana Inamul Hasan itupun keamiran (1962-1996) setelah melalui musyawarah masyeikh dng Maulana Zakaria Syaikhul Hadits. Ketika zaman keamiran Maulana Inamul Hasan maka dibentuk syuro utk menentukan amir berikutnya. Syuro tersebut adalah : 5 dr india : Maulana izhar, Maulana Zubeir, Maulana Saad, Maulana Umar phalampuri, Meyaji Mehrob, 4 dr pakistan : Syaikh Abdul Wahab, Mufti Zaenal Abidin, Maulana Said Ahmad Khan, dan Bhai Afdhol, 1 dari bangladesh : Ir. Abdul Muqit. Setelah maulana inamul hasan wafat maka syuro yg dibentuk bernusyawarah 3 hari 3 malam utk mengeluarkan 1 nama utk menjadi amir. Namun tidak ada 1 namapun yg keluar yg siap utk bs dijadikan amir. sehingga syuro dunia yg dibentuk maulana inamul hasan memutuskanlah memilih 3 faishalat atau 3 amir musyawarah yaitu : Maulana Izhar, Maulana Saad, dan Maulana Zubeir. Kini anggota syuro yang terbentuk tinggal 2 yaitu syaikh abdul wahab dan maulana saad. Maka ini dengan sendirinya menjadikan Maulana Saad sbg faishalat tunggal atau Amir Dakwah berikutnya sesuai yang diharapkan dng terbentuknya syuro dunia awal yaitu menentukan seorang Amir.

 

Iklan

Blog di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: