Buyaathaillah's Blog

Bayan Maulana Saad Al Khandalawi : Qobuliat vs Qobiliat

#Bayan magrib maulana sa’ad#

Dalam usaha dakwah ini, Allah swt senantiasa memilih orang berdasarkan penerimaan (qobuliat), bukan qobiliat (kapasitas). Usaha dakwah ini adalah usaha atas pilihan dari Allah swt bukan usaha atas dasar kapasitas atau kemampuan.

Dalam dakwah itu ada :

1. Qobuliat (Penerimaan dr Allah swt)

2. Qobiliat (Kapasitas / Kemampuan)

Dalam dakwan kita ingin mencari Qobuliat, penerimaan dr Allah swt, menjadi orang yang dipilih oleh Allah swt. Sedangkan orang mempunyai kemampuan/kapasitas belum tentu Allah swt pilih.

Siapa itu Orang2x yang Qobuliat ini ? mereka adalah org yang punya sifat istiqomah. Siapa itu yg orang yang istiqomah ? yaitu yang punyai hubungan dan mahabbah dalam dakwah.

Dalam mengerjakan dakwah kita memerlukan pertolongan allah, jika kita tidak di tolong, maka kita bisa meninggalkan usaha dakwah ini, terbuang dari kerja Nabi ini. Untuk itu penting kita cari cara apa yang dapat menjadi sebab datangnya pertolongan allah kepada kita.

Diantaranya adalah dengan menghidupkan sunnah nabi saw, ittiba’ bis sunnsah. Kita hidupkan sunnah nabi saw selama 24 jam, baik itu sunnah kecil sampai yg besar. semakin kita menghidupkan sunnah semakin besar pertolongan allah yg allah berikan.

Mengikuti sunnah sehari2 inilah yang seharusnya menjadi target kita. Ini sangat penting dalam segala hal kita rujuk kepada sunnah Nabi saw. Diantara maksud dakwah dibuat sebagaimana yg di katakan oleh maulana ilyas R.A :

“Islam tersebar bukan dengan pedang tapi dengan sunnah”.

Maulana yusuf katakan :

“Dakwah itu disenangi tergantung pada diri da’i itu sendiri. Apakah dia hidup dalam sunnah atau tidak? Karena kesan dalam dakwah itu adalah menghidupkan sunnah.”

Dakwah ini fokusnya adalah umumiah (menyeluruh) bukan infirodi. Inilah adalah dakwah yang nabi telah buat(sunnah) :

1. Dakwah umumiat harus kita niatkan untuk seluruh dunia. Ini karena orang islam seperti jasad dari satu badan.

2. Hati harus lapang saling memaafkan satu sama lain seperti hati nabi muhammad jangan saling melihat kekurangan org lain.

3. Target dakwah kita adalah orang awam. Kenapa orang awam ? ini karena mereka adalah ladang bagi ahli bathil untuk memurtadkan mereka dari agama.

Maulana yusuf katakan ada 3 yang buat orang mudah meninggalkan agama:

1. kemiskinan

2. pengangguran

3. kebodohan

Dan semua inu ada pada diri orang awam.

Maka tertib dalam usaha ini adalah orang lama bergabung bersama orang baru. Jangan kita buat jemaah hanya dari orang lama saja. Ini supaya orang baru dapat diajar oleh org lama. Inilah maksud dakwah umumiah.

Termasuk juga dakwah bukan hanya kepada ahbab saja tapi kepada selain ahbab juga. Lalu kita keluar di tempat yang orang tidak kenal sama kita.

Kerja besar (kerja agama) harus dibuat dengan merendahkan diri (tawadu’) tidak bisa dengan takabur. Ini karena caranya berbeda dengan kerja dunia.

Dalam kerja ini dituntut sifat ikhlas. Siapa itu orang ikhlas ? yaitu orang yang tidak ingin diketahui dalam beramal. Bahkan amalnya tersebut disembunyikannya agar jangan sampai orang lain tau. Melalui sifat inilah dakwah bisa berjalan. Sebagaimana nabi muhammad dan para sahabat r.a.

Sempurnanya Dakwah jika kita siap Korbankan harta dan diri sendiri tidak dengan meminta-minta

Dalam dakwah kita harus selalu merendah jangan pernah merasa tinggi. Sahabat itu ketika dakwah mrk meminta doa dari org yg paling rendah dibawahnya.

Iklan

Blog di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: